Kepemimpinan Berbasis                                   Kecerdasan Emosional                                  (Emotional I...
kalah penting dengan IQ (Goleman, 2002:44). Menurut Goleman (2002 : 512),kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang m...
Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah juga penting bagimotivasi kerja guru. Dalam menjalankan roda kepemimpinan,...
II. PEMBAHASANA. Defenisi kepemimpinan    Secara sederhana kepemimpinan memiliki definisi adalah kemampuan yangdimiliki se...
dari proses kelompok, (2) penerimaan           kepribadian seseorang, (3) senimemengaruhi perilaku, (4) alat untuk memenga...
7. Para pernimpin adalah mereka yang secara konsisten memberikan kontribusi    yang efektif terhadap orde sosial, serta ya...
yang terkait dalam lingkup pendidikan yang meliputi unsur-unsur guru, staf tatausaha, siswa serta unsur lainnya agar merek...
memahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita,mampu memahami orang lain seolah-olah apa...
tepat, waktu, tujuan dan dengan cara yang tepat, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang cerdas secara emosi. Ketiga ha...
dan puas pada diri sendiri apapun keadaannya. Kemampuan sosial erathubungannya dengan keterampilan menjalin hubungan denga...
Kepala sekolah yang memiliki penilaian diri yang akurat akan memilikikesadaran diri yang tinggi baik kelemahan maupun kele...
kepemimpinan pendidikan mencakup inspirasi, pengaruh, bimbinganuntukmengembangkan guru dan staf dituntut bertindak sebagai...
2. Gaya Kepemimpinan Pembimbing   Kepala sekolah yang menganut gaya kepemimpinan pembimbing akanberusaha melakukan perbinc...
menekankan pencapaian hasil dan tujuan, tetapi lebih menekankan kebutuhanemosi pada staf. Mereka berusaha membuat staf sen...
sama pada semua stafnya, (3) cepat menunjuk staf yang kinerjanya buruk danmenuntut lebih banyak dari mereka, dan (4) jika ...
1. Manajer    Sebagai manajer kepala sekolah diharapkan dapat mengorganisasi danmengkoordinasi manusia dan sarana prasaran...
4. Agen perubahan    Peranan administrator sebagai agen perubahan yaitu : a) mendiagnostikkebutuhan untuk perubahan, b) me...
kepala sekolah lebih menekankan pada pendekata kemanusiaan (human relation)dari pada pendekatan kekuasaan dalam pelaksaan ...
3. Tanggung jawab pribadi    Banyak pemimpin sekarang mengaharapkan perubahan dan menuntut hasiltetapi tidak berpartisipas...
Banyaknya tugas dan pekerjaan dapat membuat seorang pemimpin seringkalitak mampu mengendalikan luapan energi dan emosi seh...
III. KESIMPULAN    Kecerdasan emosional atau yang biasa dikenal dengan emotional quotientadalah kemampuan seseorang untuk ...
mediator konflik, dan penegak disiplin hasrus memiliki kecerdasan emosional yang baiksehingga dapat tercapainya tujuan pen...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kepemimpinan berbasis kecerdasan emosional

7,669

Published on

Published in: Education
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
7,669
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
261
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kepemimpinan berbasis kecerdasan emosional"

  1. 1. Kepemimpinan Berbasis Kecerdasan Emosional (Emotional Inelligence) I. PENDAHULUAN Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970)menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang, EQ selalumendahului intelegensi rasional. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilanindividu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir, mengembangkanhubungan suami-istri yang harmonis dan dapat mengurangi agresivitas, khususnyadalam kalangan remaja (Goleman, 2002 : 17). Memang harus diakui bahwamereka yang memiliki IQ rendah dan mengalami keterbelakangan mental akanmengalami kesulitan, bahkan mungkin tidak mampu mengikuti pendidikan formalyang seharusnya sesuai dengan usia mereka. Namun fenomena yang adamenunjukan bahwa tidak sedikit orang dengan IQ tinggi yang berprestasi rendah,dan ada banyak orang dengan IQ sedang yang dapat mengungguli prestasi belajarorang dengan IQ tinggi. Hal ini menunjukan bahwa IQ tidak selalu dapatmemperkirakan prestasi belajar seseorang. Kemunculan istilah kecerdasan emosional dalam pendidikan, bagi sebagianorang mungkin dianggap sebagai jawaban atas kejanggalan tersebut. Teori DanielGoleman, sesuai dengan judul bukunya, memberikan definisi baru terhadap katacerdas. Walaupun EQ merupakan hal yang relatif baru dibandingkan IQ, namunbeberapa penelitian telah mengisyaratkan bahwa kecerdasan emosional tidak
  2. 2. kalah penting dengan IQ (Goleman, 2002:44). Menurut Goleman (2002 : 512),kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupanemosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence);menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness ofemotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendaliandiri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Menurut Goleman, khusus pada orang-orang yang murni hanya memilikikecerdasan akademis tinggi, mereka cenderung memiliki rasa gelisah yang tidakberalasan, terlalu kritis, rewel, cenderung menarik diri, terkesan dingin dancenderung sulit mengekspresikan kekesalan dan kemarahannya secara tepat. Biladidukung dengan rendahnya taraf kecerdasan emosionalnya, maka orang-orangseperti ini sering menjadi sumber masalah. Karena sifat-sifat di atas, bilaseseorang memiliki IQ tinggi namun taraf kecerdasan emosionalnya rendah makacenderung akan terlihat sebagai orang yang keras kepala, sulit bergaul, mudahfrustrasi, tidak mudah percaya kepada orang lain, tidak peka dengan kondisilingkungan dan cenderung putus asa bila mengalami stress. Kondisi sebaliknya,dialami oleh orang-orang yang memiliki taraf IQ rata-rata namun memilikikecerdasan emosional yang tinggi. Hal ini dikarenakan orang yang ber-IQ tinggigagal menjadi pemimpin, sementara orang yang IQ-nya sedang-sedang justru bisamenjadi pemimpin yang baik dibandingkan pemimpin dengan kecerdasanemosional yang mencakup keterampilan mengahadapi tekanan, mengenali danmengekspresikan emosi, keteguhan hati, empati serta keterampilan berhubungandengan orang lain
  3. 3. Gaya kepemimpinan yang digunakan kepala sekolah juga penting bagimotivasi kerja guru. Dalam menjalankan roda kepemimpinan, kepala sekolahperlu menggunakan strategi disamping taktik atau siasat kepemimpinan yangtepat. Strategi kepemimpinan ini berisikan iklim dan seni untuk memperoleh danmemanfaatkan dukungan dalam melaksanakan kebijakan dan mencapai maksudyang diinginkan, serta berisi patokan yang perlu dipegang untuk mengerjakanupaya-upaya guna mengejar pencapaian tujuan. Selain itu kepala sekolah jugaharus memahami setiap individu bawahannya serta menyesuaikan dengan situasi,sifat dan kondisi yang ada agar gaya yang akan digunakan tidak mengakibatkanhal-hal yang negatif, tetapi harus dapat mendorong dan membangkitkan para guruagar bekerja lebih sungguh-sungguh sehingga tujuan dan sasaran yang telahditetapkan sebelumnya dapat tercapai.
  4. 4. II. PEMBAHASANA. Defenisi kepemimpinan Secara sederhana kepemimpinan memiliki definisi adalah kemampuan yangdimiliki seseorang untuk mempengaruhi orang lain. hal ini mengandung maknabahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan seseorang untukmempengaruhi orang lain sehingga orang lain tunduk atau mengikuti semuakeinginan seorang pemimpin. Setiap manusia merupakan pemimpin, baik pemimpin akan dirinya sendirimaupun pemimpin akan masyarakat atau pemimpin suatu organisasi. Sikapkepemimpinan sudah ada didalam diri manusia, namun banyak yang tidak dapatmenggunakan sikap kepemimpinan tersebut dengan baik ataupun manusiatersebut tidak menyadari akan kemampuan kepemimpinan yang dimiliki olehdirinya. Kepemimpinan berasal dari kata pimpin yang memuat dua hal pokok yaitu:pemimpin sebagai subjek, dan yang dipimpin sebagai objek. Kata pimpinmengandung pengertian mengarahkan, membina atau mengatur, menuntun danjuga menunjukkan ataupun mempengaruhi. Pemimpin mempunyai tanggungjawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dariyang dipimpin, sehingga menjadi pemimpin itu tidak mudah dan tidak akan setiaporang mempunyai kesamaan di dalam menjalankan ke-pemimpinannya. Terdapat 3000 lebih penelitian dan definisi kepemimpinan yang telahdiciptakan manusia (Bass & Stogdill1990) seperti yang dikutip dalam Husainiusman (2006 : 279). Definisi pemimpin menurut Stogdill (1974) ialah ( l) fokus
  5. 5. dari proses kelompok, (2) penerimaan kepribadian seseorang, (3) senimemengaruhi perilaku, (4) alat untuk memengaruhi perilaku, (5) suatu tindakanperilaku, (6) bentuk dari ajakan (persuasi), (7) bentuk dari relasi yang kuat, (8)alat untuk mencapai tujuan, (9) akibat dari interaksi, ( l0) peranan yangdiferensial, dan (ll) pembuat struktur. Menurut Yukl (2001 : 4) seperti yangdikutip dalam Husaini usman (2006 : 279), beberapa definisi yang dianggapcukup mewakili selama seperempat abad adalah sebagai berikut :1. Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok ke suatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal)2. Kepemimpinan adalah pengaruh antarpribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi ke arah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.3. Kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi.4. Kepernimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatutran mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.5. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi kearah pencapaiantujuan.6. Kepemimpinan adalah sebuah proses memberikan arti (pengarahan yang berarti) terhadap usaha kolektif, dan yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran.
  6. 6. 7. Para pernimpin adalah mereka yang secara konsisten memberikan kontribusi yang efektif terhadap orde sosial, serta yang diharapkan dan dipersepsikan melakukannya. Kepemimpinan menurut Surat Keputusan Badan Administrasi KepegawaianNegara No. 27/KEP/1972 dalam Usman(2006 : 280) ialah kegiatan untukmeyakinkan orang lain sehingga dapat dibawa turut serta dalam suatu pekerjaan.Kepemimpinan menurut Surat Edaran Kepala Badan Administrasi KepegawaianNegara No. 02/SE/1980 ialah kemampuan seorang pegawai negeri sipil untukmeyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara optimal. Pendapat lainjuga diusampaikan oleh Terry & Rue (1985) dalam Usman (2006 : 280) bahwakepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seorang pernimpin,memengaruhi orang lain untuk bekerja sama secara sadar dalarn hubungan tugasyang diinginkan. Dari beberapa pengertian kepemimpinan yang telah diuraikan di atas makasecara lebih khusus akan dibahas kepemimpinan dalam bidang pendidikan.Kepemimpinan pendidikan khususnya dalam kontek persekolahan lebihmenekankan pada terciptanya hubungan antar personil yang lebih harmonis dalammelaksanakan pekerjaan. Husna Asmara mengemukakan bahwa: "Kepemimpinanpendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi personil difingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar melalui kerjasama mau bekerjadengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikanyang telah ditentukan." Kutipan di atas memberikan pandangan kepada kita bahwa kepemimpinanpendidikan memperlihatkan adanya usaha untuk mempengaruhi semua personil
  7. 7. yang terkait dalam lingkup pendidikan yang meliputi unsur-unsur guru, staf tatausaha, siswa serta unsur lainnya agar mereka mau berbuat dan bekerja sesuaidengan tugasnya serta penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas, maka kerjasama itumerupakan usaha dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan.B. Kecerdasan Emosional (Emotional Inelligence)1. Pengertian Kecerdasan Emosional (Emotional Inelligence) Kecerdasan emosional atau yang biasa dikenal dengan emotional quotientadalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, sertamengontrol emosi dirinya dan oranglain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosimengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan,kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yangvalid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilaitidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitianmengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripadakecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesanseseorang. Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ) meliputi kemampuanmengungkapkan perasaan, kesadaran serta pemahaman tentang emosi dankemampuan untuk mengatur dan mengendalikannya. Kecerdasan emosi dapatjuga diartikan sebagai kemampuan Mental yang membantu kita mengendalikandan memahami perasaan-perasaan kita dan orang lain yang menuntun kepadakemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut. Jadi orang yang cerdassecara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi juga
  8. 8. memahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita,mampu memahami orang lain seolah-olah apa yang dirasakan orang itu kitarasakan juga..2. Unsur – unsur Kecerdasan Emosional (Emotional Inelligence) Adapun unsur-unsur kecakapan dalam EQ menurut Goleman yang dikutipmenurut Masaong (2011 : 71) sebagaimana yang diadopsi dari model yangdikembangkan oleh Salovey dan Mayer, mempunyai cakupan lima kemampuandasar berikut, yaitu:a. Mengendalikan Dorongan Hati Merupakan karakteristik emosi untuk menunda kesenangan sesaat untukmendapatkan hasil yang lebih baik. Hal ini sering juga disebut “menahan diri”.Orang yang cerdas secara emosi tidak memakai prinsip “harus memiliki segalanyasaat itu juga”. Mengendalikan dorongan hati merupakan salah satu seni bersabardan menukar rasa sakit atau kesulitan saat ini dengan kesenangan yang jauh lebihbesar dimasa yang akan datang. Kecerdasan emosi penuh dengan perhitungan.b. Mengelola Suasana Hati Merupakan kemampuan emosionil yang meliputi kecakapan untuk tetaptenang dalam suasana apapun, menghilangkan gelisahan yang timbul, mengatasikesedihan atau berdamai dengan sesuatu yang menjengkelkan. Orang yang cerdassecara emosi tidak berada dibawah kekuasaan emosi. Mereka akan cepat kembalibersemangat apapun situasi yang menghadang dan tahu cara menenangkan diri.Mengelola suasana hati bukan berarti menekan perasaan. Salah satu ekspresiemosi yang bisa timbul bagi setiap orang adalah marah. Menurut Aristoteles,Marah itu mudah. Tetapi untuk marah kepada orang yang tepat, tingkat yang
  9. 9. tepat, waktu, tujuan dan dengan cara yang tepat, hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang cerdas secara emosi. Ketiga hal tersebut diatas, merupakankemampuan untuk memahami dan mengelola emosi-emosi diri sendiri yang harusdimiliki oleh orang-orang yang dikatakan cerdas secara emosi.c. Memotivasi Diri Orang dengan keterampilan ini cenderung sangat produktif dan efektif dalamhal apapun yang mereka hadapi. Ada banyak cara untuk memotivasi diri sendiriantra lain dengan banyak membaca buku atau artikel-artikel positif, “selftalk”,tetap fokus pada impian-impian, evaluasi diri dan sebagainya.d. Memahami Orang lain Menyadari dan menghargai perasaan-perasaan orang lain adalah halterpenting dalam kecerdasan emosi. Hal ini juga biasa disebut dengan empati.Empati bisa juga berarti melihat dunia dari mata orang lain. Ini berarti juga dapatmembaca dan memahami emosi-emosi orang lain. Memahami perasaan orang laintidak harus mendikte tindakan kita. Menjadi pendengar yang baik tidak berartiharus setuju dengan apapun yang kita dengar. Keuntungan dari memahami oranglain adalah kita lebih banyak pilihan tentang cara bersikap dan memiliki peluanglebih baik untuk berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan orang lain.e. Kemampuan Sosial Memiliki perhatian mendasar terhadap orang lain. Orang yang mempunyaikemampuan sosial dapat bergaul dengan siapa saja, menyenangkan dan tenggangrasa terhadap orang lain ynag berbeda dengan dirinya. Tingkah laku seperti itumemerlukan harga diri yang tinggi, yaitu: menerima diri sendiri apa adanya, tidakperlu membuktikan apapun (baik pada diri sendiri maupun orang lain), bahagia
  10. 10. dan puas pada diri sendiri apapun keadaannya. Kemampuan sosial erathubungannya dengan keterampilan menjalin hubungan dengan orang lain. Orangyang cerdas secara emosi mampu menjalin hubungan sosial dengan siapa saja.Orang-orang senang berada disekitar mereka dan merasa bahwa hubungan iniberharga dan menyenangkan. Ini berarti kedua belah pihak dapat menjadi dirimereka sendiri. Orang-orang dengan kecerdasan emosi yang tinggi bisa membuatorang lain merasa tentram dan nyaman berada didekatnya. Mereka menebarkehangatan dan keterbukaan atau transparansi dengan cara yang tepat.3. Indikator penunjang Kecerdasan Emosional (Emotional Inelligence) Kecerdasan emosional menentukan pontensi kita untuk mempelajariketermpilan-keterampilan praktis yang didasarkan pada lima unsur yang adamaka akan lebih jelas diuraikan indikator – indikator tersebut penunjangkecerdasan emosional seperti dikutip menurut Masaong (2011 : 72), yaitu sebagaiberikut :a. Kesadaran Diri Kepala yang memiliki kompetensi kesadaran diri tinggi memiliki cirikepemimpinan yang berorientasi pada pemahaman kecerdasan diri emosional,mampu menilai diri sendiri secara akurat, dan memiliki kepercayaan diri yangtinggi. Selain itu, dengan memiliki tanda dalam diri mereka sendiri, mengenalibagaimana perasaan mereka mempengaruhi diri dan kinerja mereka (Goleman,1999). Mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai yangmembimbingnya dan seringkali secara naluriah bisa menentukan tindakan yangterbaik. Kepala sekolah yang sadar diri emosional bisa tegas dan otentik mampubicara tentang emosinya dengan kenyakina tentang visi yang membimbingnya.
  11. 11. Kepala sekolah yang memiliki penilaian diri yang akurat akan memilikikesadaran diri yang tinggi baik kelemahan maupun kelebihannyan tentangmenunjukkan cita rasa humor tentang diri mereka sendiri. Selain itu, menunjukanpembelajaran yang cerdas tentang apa yang mereka perlu perbaiki sertamenerima kritik dan umpan balik yang membangun. Dengan penilaina diri yangakurat` membuat mereka mengetahui kapan harus meminta bantuan dan di manaia harus memusatkan diri untuk menumbuhkan kekuatan kepemimpina yang baru.Bagi kepala sekolah yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan mengetahuikemampuannya secara akurat yang memungkinkan mereka untuk menjalankankepemimpinannya dengan baik, mereka percaya diri dapat menerima tugas yangsulit (Goleman, 1999).b. Penglolaan Diri Kepala sekolah yang memiliki kompetensi pengelohan diri secara efektif akanmenempilkan gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pengendalian diri,memiliki transparansi, maupun menyusuaikan diri, berprestasi, dan penuh denganinisiatif.c. Kesadaran Sosial Kesadaran sosial sebagai salah satu variabel kecerdasan emosional mutlakdimiliki oleh kepala sekolah dalam mengembangkan iklim sekolah yang kondusif.Kesadaran sosial mencakup sifat empati, kesadaran terhadap tugas dan tanggungjawaw di sekolah, serta kompetensi pelayanan tinggi (Goleman, 1999)d. Pengelolan Relasi Pengelolan relasi sangat penting dimiliki kepala sekolah dalam mewujudkaniklim sekolah yang kondusif. Pengelolaan relasi dalam kaitannya dengan
  12. 12. kepemimpinan pendidikan mencakup inspirasi, pengaruh, bimbinganuntukmengembangkan guru dan staf dituntut bertindak sebagai katalisator perubahan,serta mampu mengelolah konflik serta menekankan pada kerja tim dan kolaborasi.C. Gaya Kepemimpian Berbasis Kecerdasan Emosional Penelitian yang dilakukan oleh goleman dan dipublikasikan pada tahun 1999mengubah paradigma berpikir setiap orang tentang kecerdasan. Temuan tersebutmenegaskan eksistensi kecerdasan emosional terhadap seorang pemimpin jauhlebih berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dibandingkan kecerdasanintelektualnya. Berdasarkan temuan tersebut Goleman (2004) seperti yang dikutipmenurut Masaong (2011 : 171) mengemukakan gaya kepemimpinan yang efektifberdasarkan kecerdasan emosional, yaitu :1. Gaya Kepemimpian Visioner Langkah awal yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dengankepemimipinan visioner adalah mengajak warga sekolah bersama stakeholdermenganalisis dan mengkaji kondisi internal dan eksternal sekolah. Kepala sekolahmenjelaskan harapan-harapan atau visi yang ingin diwujudkan dalam menjalankantugas kepimpinannya, kemudian meminta masukan dari warga sekolah danstakeholder lainnya. Tujuannya, adalah untuk memperoleh dukungan dan simpatidari stafnya tentang masa depan mereka. Selain itu, membangun inisiatif pada stafserta kenyakinan bahwa keberhasilan mewujudkan tujuan sekolah dan tujuanindividu berada diri mereka sendiri (Goleman, dkk, 2004).
  13. 13. 2. Gaya Kepemimpinan Pembimbing Kepala sekolah yang menganut gaya kepemimpinan pembimbing akanberusaha melakukan perbincangkan mendalam dengan seorang pegawai,membahas hal-hal yang lebih dari sekedar persoalan tugas sehari-hari menjelajahikehidupan staf, termasuk impian-impiannya, tujuan hidupnya, dan harapankariernya. Meskipun ada keyakinan umum bahwa setiap kepala sekolah perlumenjadi seorang pembimbing yang baik, akan tetapi kenyataannya jarang sekalimenunjukkan gaya pembimbing yang sebenarnya (Ogilvy dalam Golemen, 2004.Pada saat-saat penuh tekanan, kepala sekolah kerap berkata bahwa mereka “tidakmempunyai waktu” untuk melakukan pembimbingan, tetapi dengan mengabaikangaya ini, mereka kehilangan alat yang sangat powerful, meskipun gayapembimbingan ini lebih berfokus pada individu, bukan pada pencapaian tujuan,tetapi umumnya, gaya ini memprediksi adanya respon emosi yang positif danhasil yang lebih baik. Dengan memastikan bahwa ia melakukan perbincanganpribadi dengan para stafnya, kepala sekolah mengkomunikasikan minat yangditulus kepada stafnya, dan bukan Cuma memandang mereka sebagai alat untukmeyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, gaya pembimbing akan menciptakanpercakapan yang berkelanjutan yang memungkinkan staf untuk mendengarkanumpan balik kinerja mereka dengan terbuka, melihatnya sebagai penunjanginspirasi mereka sendiri, dan bukan hanya untuk kepentingan kepala sekolah(Goleman, dkk, 2004).3. Gaya Kepimpinan Alifiatif Saling membagi emosi terbuka merupakan salah satu ciri gaya alifiatif.Kepala sekolah dengan ngaya ini menghargai perasaan stafnya, tidak terlalu
  14. 14. menekankan pencapaian hasil dan tujuan, tetapi lebih menekankan kebutuhanemosi pada staf. Mereka berusaha membuat staf senang, menciptakan harmoniuntuk membangun resonansi tim (Goleman, dkk, 2004) Gaya afiliatif ini cocok untuk membangun resonansi pada semua situasi,tetapi terutama perlu diterapkan ketika kepala sekolah berusaha meninggikan tim,meningkatkan moral, memperbaiki komunikasi atau memperbaiki kepercayaanyang pernah putus. Banyak budaya yang sangat mengahargai ikatan pribadi yangkuat, menjadikan pembangunan relasi yang kuat. Langkah ini akan muncul secaraalami bagi kepala sekolah yang menunjukan gaya afiliatif.4. Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya in akan sangat baik jika kepala sekolah menginginkan persetujuan,membangun rasa hormat, dan membangun komitmen. Dengan meluangkan waktuuntuk mendengarkan kepedulian staf terhadap tujuan sekolah akan meningkatkanmoral kepala sekolah dan dampaknya menghasilkan iklim emosi yang positif bagisekolah. Kepala sek olah yang memilki visi yang kuat, gaya demokratis akansangat bermanfaat untuk memancing ide-ide tentang cara terbaik menerapkan visitersebut (Gerstner dalam Goleman, 2004).5. Gaya Kepemimpinan Penentu Kecepatan Kepala sekolah dalam menggunakan gaya ini harus ekstra hati-hati danmenerapkannya cukup sekali-sekali saja. Ciri gaya ini memang kelihatannyabagus tetapi jika salah dalam menerapkan sangat beresiko terhadap kinerjaseseorang. Kepala sekolah dengan gaya ini bersikap : (1) memegang teguh danmelaksanakan standar kinerja yang tinggi, (2) bersikap obsesif bahwa segalasesuatu bisa dilakukan dengan lebih baik, lebih cepat sehingga meminta hal yang
  15. 15. sama pada semua stafnya, (3) cepat menunjuk staf yang kinerjanya buruk danmenuntut lebih banyak dari mereka, dan (4) jika staf tidak melakukannya diasendiri yang akan melakukan pekerjaan itu.6. Gaya Kepemimpinan Memerintah (Otoriter) Kepala sekolah yang menganut gaya kepemimpinannyiini bersifa direktif(memerintah) bersifat otoriter. Gaya ini menuntut stafnya mematuhi langsungperintahnya, tetapi tidak mau repot-repot menjelaskan alasan yang ada dibalikperintah itu (Goleman, 2004). Gaya ini merupakan gaya yang paling tidak efektif dari segala situasi(Gerstner dalam Goleman, 2004). Oleh karena emosi menular dengan cepat dariatas ke bawah, maka kepala sekolah yang dingin dan mengintimkan akanmengotori suasana hati setiap staf, dan kualitas iklim emosi secara keseluruhanakan berspiral ke bawah.D. Peran kepemimpinan berkaitan dengan dimensi kecerdasan emosional Penerapan gaya kepemimpinan berbasis kecerdasan emosional yang baruditerapkan akan rentang timbulnya pertentangan bahkan sampai menimbulkankonflik, oleh karena itu seorang pemimpim harus memiliki peran khusus. Kepalasekolah sebagai pemimpin pendidikan menurut gorton (1976) berperan sebagai :manajer, pemimpin pengajaran, fasilitator hubungan masyarakat, agen perubahan,mediator konflik, dan penegak disiplin. Dalam kaitan kecerdasan emosional,berikut penulis kemukakan peran kepala sekolah dalam rangka efektivitasnyakepemimpinan dibidang pendidikan.
  16. 16. 1. Manajer Sebagai manajer kepala sekolah diharapkan dapat mengorganisasi danmengkoordinasi manusia dan sarana prasarana lainnya sehingga tujuan sekolahdapat tercapai secara efektif. Dalam tugas sebagai manajer pemimpin pendidikan,kepala sekolah perlu kecerdasan emosional seperti ketrampilan sosial,kemampuan berkomunikasi dengan efektif, dapat mengorganisir bawahan danmempengaruhinya untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk memahamikarakteristik dan sifat bawahan, keterampitan empati perlu dikembangkan sesaraoptimal, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai,2. Pemimpin pengajaran Kepala sekolah berperan untuk rnemperbaiki pengajaran terutama guru yangmasih rnembutuhkan bimbingan, selain sebagai administrator. Sebagai pemimpinpengajaran, keterampilan sosial seperti kemampuan berkomunikasi dengan efektifmutlak dibutuhkan untuk melakukan transfer pengetahuan . Hal yang tak kalahpentingnya adalah integrasi dan komitrnen sebagai kompetensi personal darikecerdasan emosi harus dimiliki seorang kepala sekolah untuk rnencapai tujuanorganisasi sekolah.3. Fasilitator hubungan masyarakat Kepala sekolah harus memiliki hubungan baik dengan masyarakat, sehinggakompetensi sosial yang berupa rnemiliki empati berupa bisa memahamikeberadaan orang lain dengan, dapat menangkap bahasa tubuh dan ekspresi nonverbal dan kemampuan rnenjalln hubungan dengan orang lain dengan melihatberbagai latar belakang budaya. Etnis dan lain lain merupakan kunci kecerdasanemosi yang terperrting dalam berltubungan dengan masyarakat
  17. 17. 4. Agen perubahan Peranan administrator sebagai agen perubahan yaitu : a) mendiagnostikkebutuhan untuk perubahan, b) mengembangkan atau menyeleksi suatu inovasimengorientasikan semua target terhadap perubahan yang diusulkan, d)mengantisipasi masalah dan daya tahan terhadap perubahan yang diusulkan.Seorang kepala sekolah sebagai agen perubahan harus memiliki sikap terbukauntuk menerima perubahan sebagai dimensi dari kompetensi sosial dan tidakharus taat pada aturan dan status quo. Hal yang penting bagi kepala sekolahsebagai agen perubahan, yaitu harus memiliki inisiatif terutama jika manajemenberbasis sekolah telah diterapkan.5. Mediator konflik Peranan kepala sekolah sebagai mediator konflik dewasa ini sangat pentingkarena kecenderungan konflik dan variasinya semakin meningkat. Dalammenyelesaikan perselisihan, kepala sekolah pada dasarnya bertindak sebagaipenengah/perantara. Keterampilan empati berupa memahami latar belakangkonflik terjadi dan keterampilan soal berupa penanganan manajemen konflikmeliputi langkah negosiasi dan menyelesaikan ketidak sepkatan sangat berperanandan membantu dalam mereduksi konflik yang terjadi antara sesama guru, gurudengan orang tua dan guru dengan siswa6. Penegak disiplin Kepala sekolah perlu untuk menegakkan disiplin, walaupun memiliki konotasiyang negatif. Narnun dernikian konsep disiplin yang modern tidak harusrnenghukum, tetapi lebih menekankan pada pendekatan yang positif yang berupapentingnya pendekatan manusiawi dalam metakukan fungsi penegak disiplin,
  18. 18. kepala sekolah lebih menekankan pada pendekata kemanusiaan (human relation)dari pada pendekatan kekuasaan dalam pelaksaan peran kepemimpinan yangberkaitan dengan kecerdasan emosionalE. Karakteristik pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional Pemimpin besar mempunyai legalitas yang jauh lebih bagus dari pada yangdimiliki orang yang dipimpin. Ketrampilan pemimpin besar menyertakankecerdasan emosional memiliki karakteristik tertentu dalam melaksanakankepemimpinannya. Adapun karakteristik pemimpin yang memiliki kecerdasanemosional menurut Patton (2011 : 32) adalah sebagai berikut.1. Penyingkapan diri Penyikapan diri berarti mengetahui bagaimana mempresentasikan pandangananda yang yang positif dan cerah. Pemimpin yang dapat melakukan penyingkapandiri sering membuat orang yang disekitarnya merasa nyaman mengungkapkanperasaan diri sendiri. Penyingkapan diri dapat menciptakan persahabatan yangproduktif, kemitraan, dan penyelesaian masalah.2. Wawasan. Wawasan pribadi adalah mengenali pola orang lain, maksudnya sebagaiseorang pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional harus berwawasan akanpola dalam emosi dan reaksi orang lain sehingga dapat mengenali kecenderungantertentu, baik positif maupun negatif. Wawasan juga dapat mempermudahmenangani kebutuhan emosi orang lain dan mengetahui bagaimana memecahkanpermasalahan.
  19. 19. 3. Tanggung jawab pribadi Banyak pemimpin sekarang mengaharapkan perubahan dan menuntut hasiltetapi tidak berpartisipasi dalam usaha perubahan tersebut guna keberhasilanorganisasi. Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional selalu terlibat aktifdan bertanggung jawab terhadap proses pengembangan dan implementasibiasanya selalu memperoleh hasil yang positif.4. Agen perubahan Menjadi agen perubahan berarti memacu berbagai gagasan, perasaan, daninformasi guna peningkatan produktifitas kerja. Dengan demikian tidak adakonsekuensi negatif untuk berbicara jujur. Pemimpin yang memiliki kecerdasanemosional menijinkan para bawahan mengungkapkan pernyataan yang jujurkepada orang lain.5. Pengembang Pengembang adalah pembuat konsensus dan pemerjelas pemahaman.Pengembang tahu kapan mendengarkan, empati, berbicara, dan memberikanpengarahan. Pengembang mempunyai kombinasi yang seimbang antara asertif danketenangan, mereka percaya bahwa setiap orang punya hak mengungkapkanpendapat dan perbedaan merupakan kualitas positif suatu organisasi.6. Pemegang saham Pemimpin dengan sikap pemegang saham memberikan karyawan peluangberbagi rasa dalam kesuksesan dan tantangan organisasi. Karyawan diberikansaham beban untuk merealisasikan misi organisasi dan bertanggung jawabterhadap apa yang mereka lakukan.7. Ketrampilan mengatasi stres
  20. 20. Banyaknya tugas dan pekerjaan dapat membuat seorang pemimpin seringkalitak mampu mengendalikan luapan energi dan emosi sehingga meluapkan padahal-hal negatif. Kecerdasan emosional memampukan seorang pemimpinmengatasi luapan emosi yang berakibatkan stres dalam melaksanakan kerja.8. Ekspresi Ekspresi atau suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang pemimpin dapatmenjadi faktor penentu sukses atau gagalnya dalam menghadapi situasi sulit.Tindakan nyata yang dilakukan seorang pemimpin dapat memotivasi bawahandalam melaksanakan tugasnya. Ucapan yang singkat dan tulus atas darma baktibawahan yang disampaikan seorang pemimpin dapat memotivasi bawahansehingga terkesan dalam hatinya bahwa dia sangat diperhatikan.9. Menjinakkan anomi organisasi/perusahan Anomi dalam organisasi diukur dengan indikator licik yang menunjukanbahwa ada cacat tujuan, identitas, nilai, dan kondisi yang menyebabkankekurangan atau kegagalan dalam menjalankan tugas. Anomi mungki terkesanseperti zona perang dan perlu dijinakan agar tidak dapat menyebabkan kegagalansuatu organisasi.10. Harmoni Menciptakan harmoni ditempat kerja merupakan tugas yang paling sulit dicapai karena adanya perbedaan agenda, kepribadian, kebutuhan, dan tantangan. Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional mampu menciptakan atmosfir yang harmonis dalam lingkungan kerja dimana seorang pemimpin menyatukan berbagai keragaman guna menggapai kebaikan bersama.
  21. 21. III. KESIMPULAN Kecerdasan emosional atau yang biasa dikenal dengan emotional quotientadalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, sertamengontrol emosi dirinya dan oranglain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosimengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan. Sedangkan,kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yangvalid akan suatu hubungan. Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilaitidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitianmengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripadakecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesanseseorang. Kecerdasan Emosi atau Emotional Quotation (EQ) meliputi kemampuanmengungkapkan perasaan, kesadaran serta pemahaman tentang emosi dankemampuan untuk mengatur dan mengendalikannya. Kecerdasan emosi dapatjuga diartikan sebagai kemampuan Mental yang membantu kita mengendalikandan memahami perasaan-perasaan kita dan orang lain yang menuntun kepadakemampuan untuk mengatur perasaan-perasaan tersebut. Jadi orang yang cerdassecara emosi bukan hanya memiliki emosi atau perasaan-perasaan, tetapi jugamemahami apa artinya. Dapat melihat diri sendiri seperti orang lain melihat kita,mampu memahami orang lain seolah-olah apa yang dirasakan orang itu kitarasakan juga.. Gaya kepemimpinan berbasis kecerdasan emosional sangatlah baik jika diterapkanoleh pemimpin pendidikan, karena seorang pemimpin pendidikan dalam tugasnya sebagaimanajer, pemimpin pengajaran, fasilitator hubungan masyarakat, agen perubahan,
  22. 22. mediator konflik, dan penegak disiplin hasrus memiliki kecerdasan emosional yang baiksehingga dapat tercapainya tujuan pendidikan. Faktor kepemimpinan kepala sekolah ini memang perlu memperolehperhatian yang serius. Di antara sekolah ada terdapat kepala sekolah yangmemimpin dengan gaya yang otoriter dan seenaknya. Dalam kepemimpinannyakepala sekolah sering menerapkan kebijakan yang lebih pro pada kepentinganpribadi ketimbangan pada kepentingan guru. Memang ada kepala sekolah dengangaya kepemimpinan yang sesuai dengan harapan guru, akan tetapi mereka jugatidak dapat berbuat banyak.

×