Surah ad dhuha

1,670 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,670
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Surah ad dhuha

  1. 1. PROGRAM IJAZAH SARJANA MUDA PERGURUAN (PISMP) (AMBILAN JANUARI 2012) SEMESTER /2012 CERITA TELADAN SURAH AD-DHUHA DISEDIAKAN OLEH : 1) NOOR MUNIRAH AINI BINTI MUTALIB 2) SITI NABILAH BINTI MOIN
  2. 2. KISAH 1 NABI MUHAMMAD SAW SEWAKTU MENEMUI Perlahan Rasulullah mengaduh.Fatimah terpejam, Ali yang di AJALNYA sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?”Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyuTiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru itu.“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,”mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya.Tapi kata Jibril.Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh,Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang karena sakit yang tidak tertahankan lagi.“Ya Allah, dahsyat niandemam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan padapintu.Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudahmembuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai tidak bergerak lagi.anakku?”.”Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini akumelihatnya,”tutur Fatimah lembut.Lalu, Rasulullah menatap puterinya Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,itu dengan pandangan yang menggetarkan.Seolah-olah bahagian mendekatkan telinganya.”Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakatdemi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.“Ketahuilah, aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemahdialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang di antaramu.”Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan,memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.“Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku,Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan umatku”kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.Kemudiandipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.Kini,dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.” Jibril, mampukah kita mencintai sepertinya?Allaahumma sholli „alaajelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”Tanya Rasululllah Muhammad wa‟alaihi wasahbihi wasallim.Betapa cintanyadengan suara yang amat lemah.“Pintu-pintu langit telah terbuka, Rasulullah kepada kita.para malaikat telah menanti rohmu.Semua surga terbuka lebarmenanti kedatanganmu,” kata Jibril.Tapi itu ternyata tidak Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yangmembuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak. Baca sampai habis dan“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”Tanya Jibril ambil iktibar?masyarakat kita kini klu sebut psl artis semua tau siaplagi.“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”“Jangan dengan terperinci lg tu serba-serbinya tp klu tanya psl agama belumkhawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman tentu lagi tahu ke tidak..kepadaku: „Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umatMuhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.Detik-detiksemakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh KISAH 2 RAJA HABSYAH YANG ADILRasulullah ditarik.Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluhurat-urat lehernya menegang.”Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”
  3. 3. kamu memasuki agamaku?”. Lantas Jaafar bin Abu Talib pun memberikan jawapan yang sangat terpilih lagi menyentuh hati nuraniApabila para pembesar Quraish Mekah yang memusuhi Islam Najasyi yang merupakan seorang Kristian ketika itu.mengetahui bahawa sebahagian orang Islam berhijrah ke Habsyah,mereka mengambil langkah menghantar dua tokoh mereka yang Kata Ja‟far: “Wahai Raja! Kami dahulunya adalah kaum jahiliyyah;hebat ketika; „Amr bin al-„As dan „Abd Allah bin Abi Rabi‟ah. Tujuan kami menyembah berhala, memakan bangkai (binatang yang tidakagar dapat dipujuk Raja Najasyi supaya ditangkap orang-orang disembelih), mendatangi perkara-perkara yang keji, memutuskanIslam yang berada di sana dan diserahkan kepada pembesar Mekah. hubungan kekeluargaan, menyakiti hati jiran.Mereka yang kuat di kalangan kami menindas orang yang lemah.Begitulah keadaan kami,Hadiah-hadiah mewah dibawa oleh kedua tokoh tersebut sebagai sehinggalah Allah menghantarkan kepada kami seorang rasul.umpan bagi membuka laluan agar mereka dapat bertemu danganraja.Orang-orang besar juga telah menerima habuan mereka. Kata Kami kenal akan keturunannya, kami kenal akan benar cakapnya,kedua tokoh Quraish tersebut kepada Raja Najasyi: kami kenal akan amanahnya, kami kenal dia seorang yang memelihara diri dari keburukan. Lalu dia menyeru kami kepada Allah“Wahai Raja! Telah datang ke negaramu budak-budak yang agar kami meng‟tauhid‟kanNya dan menyembahNya; dia jugabodoh.Mereka telah memecah belahkan agama kaum mereka dan meminta agar kami tanggalkan apa yang kami dan keturunan kamitidak pula memasuki agamamu.Mereka membawa agama yang sembah selain Allah yang terdiri daripada batu-batu dan berhala-mereka ada-adakan yang kami dan engkau tidak berhala. Dia perintahkan kami supaya bercakap benar, tunaikankenalinya.Pembesar kaum mereka yang terdiri daripada bapa-bapa amanah dan hubungkan silaturrahim.mereka, paman-paman mereka dan kaum keluarga mereka telahmenghantar kepadamu utusan agar engkau mengembalikan mereka Dia melarang kami dari membuat perbuatan keji, perkataan dusta,kepada kaum mereka.Mereka lebih tahu keburukan mereka itu”. memakan harta anak yatim, menuduh zina wanita-wanita baik. Dia menyuruh kami agar hanya menyembah Allah yang esa, tidakNamun Najasyi mengambil langkah yang berhati-hati.Dia ingin mensyirikkanNya dengan sesuatu, dia menyuruh kami agar bersolat,menyoal siasat terlebih dahulu.Lalu dipanggil para sahabah Nabi berzakat dan berpuasa –lalu Ja‟far menyebut beberapa ajaran Islams.a.w yang berhijrah ke negaranya dan ditanya mengenai agama yang lain lagi-.mereka. Di sini saya ingin menonjolkan jawapan yang diberikankepada Najasyi oleh jurucakap umat Islam di Habsyah ketika itu; Lalu kami membenarkannya dan beriman dengannya, serta kamiJa‟far bin Abu Talib. Ja‟far ialah seorang sahabah yang Rasulullah ikut agama Allah yang dia bawa. Maka kami hanya menyembahs.a.w. Benar-benar memahami hakikat dakwah Islam ini.Dalam Allah, tidak mensyirikkanNya, kami haramkan apa yang diasituasi yang genting dan sukar beliau memilih jawapan yang terbaik. haramkan dan kami halalkan apa yang dia halalkan. Tiba-tiba kaumKerana, sebarang penerangan yang tidak memuaskan akan kami memusuhi kami, mereka menyiksa kami, mengganggu kamimengorbankan sekian ramai yang berhijrah ke sana. dari agama kami.Apabila Najasyi berkata kepadanya: “Agama apakah ini yang Tujuannya, mereka mahu agar kami kembali menyembah berhala,kerananya kamu telah pecah belahkan kaum kamu dan tidak pulak menghalalkan segala kekejian yang pernah kami halalkan.Apabila
  4. 4. mereka memaksa, menzalimi, menekan kami dan menghalangagama kami, lantas kami pun keluar menuju negaramu. Kamimemilih engkau, dibandingkan yang lain. Kami ingin mendapatkanperlindungan engkau. Kami harap kami tidak dizalimi di sisi engkau,wahai Raja!”.Lalu Najasyi bertanya: “Adakah bersamamu apa-apa yang datangdaripada Allah?”. Jawab Ja‟far: Ya!. Kata Najasyi: “Bacakankepadaku”. Lalu Ja‟far membaca Surah Maryam yang terkandungkisah Maryam dan Nabi „Isa a.s..Bercucuranlah airmata Najasyi, jugapara agamawan Kristian yang ada bersamanya.Maka Najasyi punenggan menyerah orang-orang Islam kepada Quraish danmempertahankan mereka.Bahkan dalam senyap, Najasyi menganutIslam. (lihat: Al-Mubarakfuri, al-Rahiq al-Makhtum, 97-99, Riyadh: Ulial-Nuha) KISAH 3 RASULULLAH BERSAMA ANAK YATIM DI PAGI IDULFITRI
  5. 5. Menurut Muqatil, seorang ahli tafsir ayat tersebut menjelaskan mengenai kisah Qudamah bin Mazun, yang merupakan seorangPada zaman jahiliah, penduduk kufar Quraisy Makkah sering anak yatim diperlakukan dengan kejam oleh Umayyah bin Khalafmemperlakukan kezaliman terhadap anak-anal yatim.Anak yatim seorang pembesar Quraisy yang zalim.pada zaman itu seperti anak yang tiada halatuju kehidupan.Sekirannya ibu seorang anak yatim dinikahi oleh lelaki lain, warisan Peringatan-peringatan dari ALLAH Subhanahu Wa Taala banyakberupa harta si anak dihabiskan oleh bapa tirinya sehingga ditegaskan mengenai kewajiban dan berhati-hati dalammengakibatkan si anak yatim hidup merempat. mengendalikan harta anak yatim sebagaimana firman ALLAH Subhanahu Wa Taala :Namun, kedatangan Islam telah merubah semua persepsi negatifterhadap anak-anak yatim ini. Sebagaimana firman ALLAH SWT : “Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya”“Jangan demikian, (sebenarnya kata-kata kamu itu salah). Bahkan [Surah al-Isra : 34](perbuatan kamu wahai orang-orang yang hidup mewah, lebih salah Kita hayati juga kesedihan yang dialami oleh Nabi kesayangan kitalagi kerana) kamu tidak memuliakan anak yatim, (malah kamu Sayyidina Rasulullah , sebagai seorang yangmenahan apa yang Ia berhak menerimanya); “ bergelar anak yatim piatu. ALLAH Subhanahu Wa Taala tidak pernah mempersiakan kekasih NYA dan berfirman :Dan kamu tidak menggalakkan untuk memberi makanan (yangberhak diterima oleh) orang miskin; “Bukankah dia mendapati engkau yatim piatu, lalu la memberikan perlindungan?” Mari kita fahami dahulu keadaan anak yatim piatu di zaman sebelumDan kamu sentiasa makan harta pusaka secara rakus (dengan tidak kedatangan Islam sebelum saya kongsikan kisah Junjungan Muliamembezakan halal haramnya), yang kita cintai Sayyidina Rasulullah , bersama anak yatim di pagi Syawal. Barangkali kita boleh bandingkan nasib anak- anak yatim piatu di zaman kita ini. Ahmad Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya menyebut, apabilaSerta kamu pula sayangkan harta secara tamak haloba! [Surah Al- seseorang bergelar yatim di Makkah, maka kehidupan mereka ibaratFajr : 17-20] sudah di yakinkan akan gelap gelita. Ini termasuklah kerosakan
  6. 6. akhlak, kehidupan yang disia-siakan dan tekanan perasaan kerana “Biarkan aku sendirian.” Dia berkata lagi dengan perlahan : “Ayahkukehilangan ayah dan ibu. Ini disebabkan tiada sesiapa yang telah mati dalam pertempuran bersama Nabi , danmengambil peduli akan untung nasib anak-anak yatim kerana ibuku berkahwin lagi. Harta ku habis dimakan oleh suami ibuku danmasing-masing sibuk mementingkan diri sendiri. Anak-anak yatim aku diusir dari rumahnya.Pada hari raya yang suci ini, semua anakketika itu menjadi sesat disebabkan pengaruh jahiliah arab kufar. pasti menginginkan beraya dengan kedua orang tuanya.Aku melihatWalaubagaimanapun tidak kepada Rasulullah , yang rakan-rakanku begitu gembira, bahagia bersama keluargadipelihara kemaksumannya oleh ALLAH Subhanahu Wa Taala Yang mereka.Sedangkan aku, tidak seperti mereka yang beruntung.AkuMaha Mulia. teringatkan ayah.Itu sebabnya aku menangis. Andai ayahku masih bersamaku, tentu dia tidak membiarkaku sepertiAyuh hayati kisah ini : ini.Hari raya tahun lalu, dia membelikanku baju berwarna hijau lengkap bersepatu.Aku sangat bahagia ketika itu, namu kini aku“Ayahku ialah Rasulullah” tidak mendapatkannya lagi untuk selama-lamanya. Aku telah menjadi anak yatim....”Kisah ini terjadi di Madinah pada pagi Hari raya Idulfitri. Mendengarkan kisah gadis kecil itu, Rasulullah ,Sebagaiamana yang diketahui, betapa Rasulullah , semakin sedih. Tanpa disedari airmata Baginda ,amat menyintai anak-anak yatim piatu. Diriwayatkan pada suatu hari yang mulia menitis membasihi wajahnya. Kemudian dengan penuhraya Idulfitri, ketika Baginda , keluar dari rumah kasih sayang Baginda , membelai rambut anak gadisuntuk menunaikan solat sunat Idulfitri. Baginda ,telah itu sambil berkata : “anakku, hapuskan airmatamu, angkatlahmelihat sekumpulan kanak-kanak girang bermain, tertawa meraikan kepalamu dan dengarlah apa akan kusampaikan kepadamu. Apakahkehadiran lebaran. Kanak-kanak itu mengenakan pakaian baharu. engakau ingin aku menjadi ayahmu ? Apakah engkau ingin agarTiba-tiba, Rasulullah , terpandang kepada seorang Fatimah R.A menjadi kakakmu ? Dan apakah engkau ingin Aisyahkanak-kanak berpakaian lusuh, compang-camping yang duduk menjadi ibumu ? Bagaimana pandapatmu mengenai cadanganku inisendirian dan menangis tersedu-sedu. Baginda , wahai anakku ? ”mendekat gadis kecil itu dan mengusap kepalanya dengan tangan Mendengarkan ucapan itu, gadis tersebut berhentiBaginda yang mulia dan bertanya dengan suaranya yang menangis.Perlahan-lahan dia mengangkat kepalanya danlembut; ”mengapa engkau menangis nak...”. Rasulullah memandang dengan takjub wajah penuh bercahaya manusia agung , yang memiliki hati yang lemah lembut turut pilu. yang berdiri dihadapannya. MASYAALLAH... orang yang turutAnak itu terkejut kehairanan dan menjawab tanpa menoleh kearah bersedih bersamanya ialah Sayyidina Rasulullah ,.yang bertanya, tanpa mengetahui kekasih ALLAH sedang berbicara Betapa anak gadis ini telah mencurahkan segala isi hatinya kepadadengannya : kekasih ALLAH Subhanahu Wa Taala.
  7. 7. Katakanlah tuan-puan, hati mana, jiwa mana yang akan menolakpelawaan daripada manusia mulia ini. ALLAHU ALLAH.Anak gadisitu tersenyum dan tanpa kata dan mengganggukkan kepalanyaperlahan sebagai tanda persetujuan.Kemudian Rasulullah , memimpin tangan anak itumenuju ke rumah Baginda ,. Sepanjang perjalanan,gadis itu tersenyum riang dan terhapus kesedihan diwajahnya.Setibanya di rumah Rasulullah , gadis kecil itudisambut dengan mesra oleh Sayyidah Fatimah Az-Zahra. SayyidahFatimah membersihkan tubuh gadis kecil itu, menyisir rambutnyadan memakaikan baju baharu dan sepatu yang indah.Bahkan, Ummul Mukminin, Aisyah R.A menyediakan makanan khasbersempena Hari Raya Idulfitri. Rasulullah , jugamemberikan wang saku kepada si anak. Setiap ahli keluargaBaginda , menyantuninya dengan penuh kasihsayang. ALLAHU ALLAH. Betapa girangnya gadis kecil itu memilikiayah seperti Rasulullah ,. Begitu pula Rasulullah , Sayyidah Aisyah dan Sayyidah Fatimah begitugembira meraikan kegembiraan anak gadis kecil itu.Begitulah keperibadian Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalamsebagai panduan kita dalam kehidupan.Betapa hampirnya BagindaShollallahu Alaihi Wassalam dengan anak-anak yatim-piatu. Kini,cuba Tuan-Puan letakkan perasaan anak-anak yatim tersebutsebagai diri Tuan-Puan. Atau anak-anak yatim piatu yangberdekatan dengan diri Tuan-Puan, raikanlah mereka semampunya.Tidak perlu sehingga berbelanja besar, membuat majlis-majlis besar,cukup mengikut kadar kemampuan yang ada. KISAH 4 ORANG BERSYUKUR DAN ORANG TIDAK TAHU BERSYUKUR
  8. 8. Nabi Musa AS memiliki umat yang jumlahnya sangat banyak dan Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadiumur mereka panjang-panjang.Ada golongan yang kaya dan ada adalah si kaya itu semakin Allah S.W.T tambah kekayaannya keranajuga golongan yang miskin.Suatu hari ada seorang yang miskin ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin.Allahdatang menghadap Nabi Musa AS.Ia kelihatan begitu miskin, S.W.T mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itupakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin tidak memiliki selembar pakaian pun yang melekat di tubuhnya. Iniitu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, “Ya Nabi Allah, semua kerana ia tidak mahu bersyukur kepada Allah S.W.Ttolong sampaikan kepada Allah S.W.T permohonanku ini agar AllahS.W.T menjadikan aku orang yang kaya.” Bila menyebut mengenai kesyukuran, tentu kita teringat tentang firman Allah S.W.T di dalam sebuah Hadis Qudsi yang menyebutNabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, “Saudaraku, mengenai sifat syukur, iaitu: “Kalau Aku uji kamu dengan kesusahan,banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah S.W.T. kamu tidak mahu bersabar, dan kalau Aku uji kamu dengan nikmat, kamu tidak mahu bersyukur, maka nyahlah kamu dari bumi danSi miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, ” Bagaimana langit Allah ini dan pergilah cari Tuhan yang lain.”aku mahu banyak bersyukur, sedangkan aku jarang dapat makan,dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu pasang ini saja! “. Kesimpulannya, manusia diuji dengan ujian kesusahan ataupun ujian nikmat yang silih berganti datangnya serta dituntut supayaAkhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang bersabar dalam menerima kesusahan serta bersyukur dalamdiinginkannya. Tidak lama kemudian ada seorang kaya datang menerima nikmat. Sama ada ia ujian kesusahan atau ujian nikmati,menghadap Nabi Musa AS.Orang tersebut bersih badannya juga hati kita perlu menerimanya dengan betul, iaitu bersabar apabilarapi pakaiannya. menerima kesusahan dan bersyukur apabila dikurniakan nikmat.Ia berkata kepada Nabi Musa AS, “Wahai Nabi Allah, tolong Kalau kita kaya contohnya, kekayaan itu perlu digunakan ke jalansampaikan kepada Allah S.W.T permohonanku ini agar dijadikannya Allah untuk membantu fakir miskin, untuk jihad fisabilillah dan untukaku ini seorang yang miskin, kadang kala aku merasa terganggu kemaslahatan(kepentingan) umat Islam keseluruhannya. Begitulahdengan hartaku itu.” juga dengan segala bentuk nikmat Allah yang lain. Semuanya perlu dimanfaatkan ke jalan Allah untuk mendapat keredhaan-Nya.Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, “Wahai saudaraku,janganlah kamu bersyukur kepada Allah S.W.T.” Firman Allah : Maksudnya: “Kalau kamu bersyukur atas nikmat- nikmat-Ku, Aku akan tambah lagi nikmat-nikmat-Ku. Tetapi kalau“Ya Nabi Allah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah kamu kufur nikmat, ingatlah sesungguhnya siksa-Ku amat pedih.”S.W.T?.Allah S.W.T telah memberiku mata yang dengannya aku (Surah Ibrahim: 7)dapat melihat.Telinga yang dengannya aku dapat mendengar.AllahS.W.T telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja Oleh itu, kita dapati dalam bersyukur itu ada tugas, ada kerja dandan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, ada tanggungjawabnya iaitu kita terpaksa mengguna danbagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya,” jawab si kaya itu. mengorbankan segala nikmat yang Allah kurniakan itu ke jalan Allah.Nikmat Allah itu perlu ditadbir, diurus dan digunakan pada jalan
  9. 9. yang betul.Amat mudah bagi manusia lupa diri dan menggunakannikmat Allah itu kepada jalan yang sia-sia atau lebih berat lagikepada jalan maksiat. Kalau ini berlaku maka nikmat itu akanbertukar menjadi bala dan mendapat laknat daripada Allah.Dalam bersabar, kita tidak ada kerja atau tanggungjawab tambahanselain dari menahan perasaan.Tidak ada bahaya menyalahgunakannikmat kurniaan Tuhan.Apa yang perlu hanyalah menjaga danmendidik hati supaya dapat menerima ketentuan Allah itu danberbaik sangka dengan-Nya.Barulah kita faham kenapa Allah berfirman bahawa sedikit sekalihamba-hamba-Nya yang bersyukur kerana bersyukur itu sendiribukanlah suatu perkara yang mudah.Bersyukur itu rupanya lebih berat dari bersabar.Allah ada berfirman di dalam Al Quran: “Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Surah As-Saba‟: 13) KISAH 5 BERSYUKUR DAN REDHA
  10. 10. Abu Hurairah r.a telah mendengar Nabi s.a.w bersabda: Ada tiga hubungan dalam perjalananku ini maka tidak ada yang dapatorang dari Bani Israil iaitu si Belang, si Botak dan si Buta ketika Allah mengembalikan aku kecuali dengan pertolongan Allah danakan menguji mereka, Allah mengutus Malaikat berupa manusia. bantuanmu. Maka saya mengharap, demi Allah yang memberi rupaMaka datanglah Malaikat itu kepada orang yang belang dan dan kulit yang bagus, satu unta saja untuk meneruskan perjalanankubertanya: Apakah yang kau inginkan? Jawabnya: Kulit dan rupa ini. Jawab si Belang: Masih banyak hak orang lain padaku, aku tidakyang bagus serta hilangnya penyakit yang menyebabkan orang- dapat memberimu apa-apa, mintalah saja di lain tempat. Malaikatorang jijik kepadaku. Maka diusaplah orang itu oleh Malaikat. berkata: Rasa-rasanya aku pernah berjumpa denganmu, bukankahSeketika itu juga hilanglah penyakitnya dan berganti rupa dan kulit engkau si Belang dahulu yang dijijiki orang dan seorang miskinyang bagus, kemudian ditanya lagi: Kekayaan apakah yang engkau kemudian Allah memberimu kekayaan? Jawab si Belang: Saya telahinginkan? Jawabnya: Unta. Maka diberinya seekor unta yang bunting mewarisi kekayaan orang tuaku. Malaikat berkata: Jika engkausambil didoakan, BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah berdusta maka semoga Allah mengembalikan keadaanmu sepertimemberkahimu pada kekayaanmu itu). dahulu.Kemudian datanglah si Malaikat itu kepada si Botak dan bertanya: Kemudian pergilah malaikat itu kepada si Botak dengan menyamarApakah yang engkau inginkan? Jawabnya: Rambut yang bagus dan seperti keadaan si Botak dahulu dan berkata pula padanyahilangnya penyakitku yang menyebabkan kehinaan pada pandangan sebagaimana yang dikatakan kepada si Belang, namun ternyataorang. Maka diusaplah orang botak itu lalu seketika itu juga mendapat jawaban seperti jawaban si Belang, hingga kerananyatumbuhlah rambut yang bagus. Kemudian ditanya lagi: Kini didoakan: Jika engkau berdusta maka semoga engkau kembalikekayaan apa yang engkau inginkan? Jawabnya: Lembu. Maka seperti keadaanmu semula.diberinya seekor lembu yang bunting sambil didoakan,BAARAKALLAAHU LAKA FIIHAA (Semoga Allah memberkahimu Akhirnya datanglah Malaikat itu kepada si Buta dengan menyamarpada kekayaanmu itu). seperti keadaan si Buta dahulu semasa ia miskin dan berkata: Saya seorang miskin dan perantau yang telah putus hubungan dalamLalu datanglah Malaikat itu kepada si Buta dan bertanya: Apakah perjalanan, tidak dapat meneruskan perjalanan kecuali denganyang engkau inginkan? Jawabnya: Kembalinya penglihatan mataku pertolongan Allah dan bantuanmu. Aku minta demi Allah yangsupaya aku dapat melihat orang. Maka diusaplah matanya sehingga mengembalikan pandangan matamu, satu kambing saja untukdapat melihat kembali. Selanjutnya dia ditanya pula: Kekayaan apa meneruskan perjalananku ini. Jawab si Buta: Dahulu aku memangyang engkau inginkan? Jawabnya: Kambing. Maka diberinya seekor buta lalu Allah mengembalikan penglihatanku maka kini ambillahkambing yang bunting sambil didoakan BAARAKALLAAHU LAKA sesukamu, aku tidak akan memberatkan sesuatu pun kepadamuFIIHAA (Semoga Allah memberkahimu pada kekayaanmu itu). yang engkau ambil kerana Allah. Maka berkata Malaikat: Jagalah harta kekayaanmu, sebenarnya kamu telah diuji maka Allah redhaBeberapa tahun kemudian setelah masing-masing mempunyai kepadamu dan murka kepada kedua temanmu itu.daerah tersendiri yang penuh dengan unta, lembu dan kambing,datanglah Malaikat itu dalam rupa seorang yang miskin seperti Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 3464 dan Muslim, no. 2964).keadaan si Belang dahulu pada waktu ia belum sembuh dan kaya.Malaikat itu berkata: Saya seorang miskin yang telah terputus
  11. 11. KISAH 6 AKIBAT MEMAKAN HARTA ANAK YATIM & TIDAK BERBUAT BAIK KEPADANYA
  12. 12. Allah Subhanahu wa Ta‟ala berfirman: “Barangsiapa (di antara pemelihara itu) mampu. maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa miskin, maka bolehlah is makan harta itu dengan cara yang baik” (Q.S. An-Nisa‟: 6)“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim Yang dimaksud dengan „memakan dengan cara yang baik‟ adalah;secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnyadan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)” Pertama, mengambilnya sebagai hutang.(Q.S Annisa: 10) Kedua, memakannya sekedar kebutuhan, tidak berlebih-lebihan. Ketiga, mengambilnya senilai dengan upah (yang umum berlaku) seumpama ia bekerja pada anak yatim itu.“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara Keempat, mengambilnya dalam kondisi darurat. Artinya jika suatuyang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa” (Q.S Al-An‟am : saat ia berkecukupan ia membayarnya, tetapi jika tidak harta yang152, dan Q.S Al-Israa‟: 34) telah diambilnya itu halal baginya.As-Suddiy berkata, ”Orang yang memakan harta anak yatim secara Keempat pendapat ini disebutkan oleh Ibnul Jauziy dalam tafsirnya.zhalim akan dibangkitkan pada hari kiamat kelak dalam keadaan (Lihat Zadul Masir (2/16))keluar nyala api dari mulut, telinga, hidung, dan matanya. Siapa punyang meiihatnya pasti mengetahui bahwa ia adalah pemakan harta Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah Sholallahu‟alaihi waanak yatim” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (8722)) sallam bersabda:Para ulama berkata, “Setiap wali anak yatim, jika ia seorang yangmiskin lalu ia memakan harta anak yatim itu dengan cara yang baiksesuai dengan tanggungjawabnya, mengurusnya danmengembangkan hartanya, itu tidak mengapa. Namun jika melebihidari yang sewajarnya, maka itu adalah harta haram”. Ini berdasarkanfirman Allah Subhanahu wa Ta‟ala: “Aku dan pengasuh anak yatim kelak di surga seperti ini.” Lalu Rasulullah memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, kemudian merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari, no. 5304, 6005)
  13. 13. Imam Muslim meriwavatkan bahwa beliau Sholallahu‟alaihi wa kebutuhanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Asy-Syu‟ab (11035) dan Abusallam juga bersabda: Nu‟aim, dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 854) Dikisahkan, seorang salaf berkata, “Dahulu aku adalah seorang yang tenggelam dalam berbagai macam perbuatan maksiat dan mabuk-mabukan.Pada suatu hari aku menemukan seorang anak“Pengasuh anak yatim, baik masih kerabatnya atau bukan, akan yatim yang miskin.Lalu aku ambil anak yatim itu dan aku berbuatbersamaku kelak di surga seperti ini.” Lalu beliau mengisyaratkan baik kepadanya. Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan iadengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim, no. 2983) sampai bersih semua kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya, bahkan lebih.Malamnya aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah tiba.Aku dipanggil menujuMengasuh anak yatim artinya mengurus segala kebutuhan dan hisab.Kemudian aku diperintahkan untuk masuk neraka karenakemaslahatannya; mulai dari urusan makan, pakaian, dan mengem- banyaknya dosa dan maksiat yang aku kerjakan.Malaikat Zabaniyahbangkan hartanya jika anak yatim itu memiliki harta.Sedangkan jika menyeretku untuk memasukkanku ke dalam neraka.Saat itu akuanak yatim itu tidak memiliki harta maka pengasuh anak yatim merasa kecil dan hina di hadapan mereka.Tiba-tiba anak yatim itumemberikan nafkah dan pakaian untuknya demi mengharapkan menghadang di tengah jalan sambil berkata, „Tinggalkan ia, wahaiwajah Allah. Adapun maksud lafazh „baik masih kerabatnya atau malaikat Rabb-ku!Biarlah aku memintakan syafaat untuknya kepadabukan‟ dalam hadits di atas adalah bahwa si pengasuh itu bisa jadi Rabb-ku.Dialah yang dulu telah berbuat baik kepadaku.Telahkakeknya, saudaranya, ibunya, pamannya, ayah tirinya, bibinya, memuliakanku!‟Malaikat berkata, „Tetapi aku tidak diperintahkanatau pun kerabat-kerabat yang lain. Dan bisa juga orang lain yang untuk itu.‟Sekonyong-konyong terdengar seruan dari Allah, firman-tidak ada hubungan kekerabatan dengannya sama sekali. Nya, Biarkan, dia, sungguh aku telah mengampuninya dengan syafaat anak yatim itu dan kebaikannya kepadanya!‟Lalu aku terbangun dan aku pun bertaubat kepada Allah azza wa jalla, danSeseorang berkata kepada Abu Darda‟ Radhiallahu‟anhu, “Berilah saya terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan kasihsaya wasiat!”Abu Darda‟ berkata, “Kasihilah anak yatim, dekatkanlah sayang kepada anak-anak yatim.” (Dikisahkan oleh Imam Adz-ia kepadamu dan berilah makan dengan makananmu. Dzahabi dalam Al-Kaba‟ir)Sesungguhnya saya mendengar ketika seseorang menghadapRasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam mengadukan kekerasanhatinya, beliau bersabda, “Jika kamu ingin supaya hatimu menjadi Diriwayatkan bahwa Allah Subhanahu wa ta‟ala mewahyukanlembut, maka dekatkanlah anak yatim kepadamu, usaplah kepada Dawud: „Wahai Dawud. jadilah untuk anak yatim sebagaikepalanya dan berilah makan dari makananmu, maka itu akan ayah yang penya-yang, dan jadilah untuk janda sebagai suami yangmelembutkan hatimu dan akan memudahkanmu dalam memenuhi pengasih! Ketahuilah, sebagaimana engkau telah menanam engkau
  14. 14. pun akan menuai.” Maksud dari kalimat terakhir adalah Abi Thalib “Saya membawa anak-anak perempuan yang yatim, yangsebagaimana engkau berbuat, maka orang lain pun akan berbuat saya tempatkan di sebuah masjid tua. Saya minta bantuan makananyang sama terhadapmu. Karena engkau akan mati dan buat mereka malam ini.”Lelaki itu menjawab, “Datangkan buktimeninggalkan anak serta istri. (Diriwayatkan oleh AI-Baihaqi dalam bahwa kamu ini benar-benar seorang wanita „alawiyyah yangAsy-Syu‟ab (11039)) mulia.”Wanita itu berkata lagi, “Saya adalah seorang asing di negeri ini. Siapa yang mengenali saya?”.Lelaki itu berpaling dan tidak mau menolongnva.Wanita itu pergi dengan hati yang berkeping-keping. Maka ia pun menemui lelaki majusi, menjelaskan keadaannva. laDalam salah satu munajatnya, Dawud „Alayhissalam bertanya, ceritakan bahwa bersamanya ada anak-anak perempuan yang yatim“Duhai Ilah-ku, apakah pahala bagi orang yang menyayangi anak dan ia sendiri adalah seorang perempuan keturunan baik-baik yangyatim dan janda untuk mengharap wajah-Mu semata?”Allah asing. la juga menceritakan kejadian antara dia dan syaikhul balad.menjawab, “Pahalanya, aku naungi ia di bawah naungan-Ku pada Orang Majusi itu bangkit dan menyuruh istrinya untuk menjemputhari tidak ada naungan selain naunganku.”Maksudnva adalah anak-anak perempuan wanita itu.Mereka diberi makanan yang lezatnaungan „arsy-Ku pada hari kiamat. (Dikisahkan oleh Imam Adz- dan pakaian yang indah.Mereka menginap di rumah itu denganDzahabi dalam Al-Kaba‟ir) penuh kenikmatan dan kemuliaan. Pada malam itu juga orang muslim yang telah menolak wanita janda itu bermimpi sepertinya kiamat sudah terjadi. Panji pun telah dikibarkan di atas kepalaAda sebuah kisah berkenaan dengan berbuat baik kepada janda dan Nabi.Tiba-tiba tampak sebuah istana yang terbuat dari zamrud hijau,anak yatim. Adalah satu keluarga yang masih merupakan keturunan serambinya terbuat dari mutiara dan merah delima, dan kubahnyasahabat Ali bin Abi Thalib. Mereka tinggal di luar tanah Arab, di kota terbuat dari mutiara dan permata marjan. Lelaki itu bertanya, “WahaiBalkh dengan kecukupan. Seorang suami, istri dan anak-anak Rasulullah, untuk siapakah istana ini?”. “Untuk seorang Lelakiperempuan. Suatu hari meninggallah sang suami, dan kehidupan muslim ahli tauhid.”, jawab beliau. Orang itu berkata, “Wahaipun berbalik 180 derajat. Janda dan anak-anak perempuannya jatuh Rasulullah, aku seorang muslim ahli tauhid.”Rasulullahmiskin. Akhirnya mereka pun meninggalkan negeri mereka khawatir bersabda.“Datangkan bukti bahwa kamu adalah seorang muslim ahliakan kejahatan orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan tauhid!”Maka orang itu kebingungan.Lalu Rasulullah menjelaskan,mereka. Kebetulan ketika itu musim dingin sedang hebat- “Ketika kamu dimintai tolong oleh seorang wanita „alawiyyah itu,hebatnva.Ketika memasuki sebuah negeri wanita itu menempatkan kamu mengatakan „datangkan bukti bahwa kamu benar-benaranak-anak-nva di sebuah masjid tua yang sudah lama tidak seorang „alawiyyah‟.Begitu juga denganmu sekarang. Cobadipakai.la sendiri pergi mencarikan sesuap makanan untuk mereka. datangkan bukti bahwa kamu benar-benar seorang muslim.” LelakiMalam itu ia melewati dua komplek; pertama dipimpin oleh seorang itu terbangun dan sangat bersedih telah menolak wanita itu. Maka ialelaki muslim yang adalah syaikhul balad, petinggi negeri itu. Satu berkeliling ke seluruh penjuru kota mencari wanita itu sampai adakomplek lagi dipimpin oleh seorang lelaki majusi yang adalah yang menunjukkan kepadanya bahwa wanita itu ada di rumahdlaminul balad, kepala keamanan negeri. Wanita itu menemui lelaki seorang majusi. la mendatanginya dan berkata, “Aku inginmuslim terlebih dahulu dan menceritakan keadaannya kepadanya. menjemput wanita yang mulia, wanita ‟alawiyyah beserta anak-Katanya, “Saya adalah seorang wanita „alawiyyah, keturunan All bin anaknya.” Orang itu berkata, “Tidak bisa !Aku telah mendapatkan
  15. 15. barakah yang tidak terhingga atas kedatangan mereka.”. “Aku beri “Dan seperti orang yang bangun malam (untuk beribadah) yangkamu seribu dinar dan serahkan mereka kepadaku.”, rayu si muslim. tiada henti, dan laksana orang yang berpuasa tanpa berbuka”.“Tidak bisa?”.jawab orang itu. “Harus.”, kata si muslim lagi. Orang itu (Diriwayatkan oleh AI-Bukhari (6007) dan Muslim (2982))berkata lagi, “Apa yang kamu inginkan sungguh aku lebih berhakmemilikinya.Istana yang kamu lihat dalam mimpimu itu diciptakanbagiku. Apakah kamu akan menunjukkan kepadaku tentang Islam?Demi Allah. aku dan keluargaku tidak tidur tadi malam kecuali bahwakami semua sudah masuk Islam berkat wanita itu. Dan aku punbermimpi seperti yang kau impikan.”Rasulullah berkata kepadaku,“Apakah wanita „alawiyyah dan anak-anaknya bersamamu?”Akujawab, “Ya, wahai Rasulullah.”Lalu beliau bersabda, “Istana ituuntukmu dan keluargamu.Kamu dan keluargamu menjadi penghunisurga.Kamu diciptakan sebagai mukmin oleh Allah sejak zamanazali.”Si muslim pun pulang dengan penuh rasa sedih dan kecewa.Tidak ada yang tahu sedalam apa kesedihan dan kekecewaannyaselain Allah. (Dikisahkan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Al-Kaba‟ir)Lihatlah, betapa benar barokah berbuat baik kepada janda dan anakyatim. Betapa ia dapat mendatangkan kemuliaan di dunia bagi orangyang melakukannya.Karena itulah dalam hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslimdisebutkan bahwa Rasulullah Sholallahu‟alaihi wa sallam bersabda:“Orang yang berusaha untuk janda dan orang-orang miskin itubagaikan pejuang di jalan Allah”.Perawi hadits ini mengatakan, “Saya kira beliau Sholallahu‟alaihi wasallam juga bersabda”:

×