Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim13Agu09Sejak peristiwa pemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Charlton beberapa waktu lalu...
“Sesungguhnya barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkanatasnya surga dan tempat kembalinya adala...
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian orang dengan sebab Kitab ini danakan menghinakan sebagian orang denga...
Demikian pula, membunuh orang kafir tanpa hak adalah sebuah dosa besar. Rasulullahshallallahu „alaihi wa sallam bersabda,“...
Tidak ada jalan keluar bagi kita dalam mengatasi persoalan ini kecuali denganmengembalikan kepada al-Qur‟an dan as-Sunnah ...
Anelka Bangga Menjadi MuslimAhad, 24 Mei 2009, 13:27 WIBLONDON--Striker Chelsea itu membeberkan pengalaman religiusnya seb...
Kecintaan DR. Yusuf Al-Qaradhawi Untuk Umat Islam Indonesia29 Januari 2007 (11:51)| Hits: 7.009Author:Ulis Tofa, LcUntuk y...
“Jika kamu mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah. Tapi jika kamu mengingkarinikmat-Ku, ketahuilah bahwa adzab-Ku pas...
lawan-lawannya dalam peristiwa Fathu Makkah, tapi itu tidak pernah dilakukan oleh beliau.Ketika seluruh orang Quraisy berk...
dengan merapatkan jari jemari dari dua tangannya sebagai visualisasi kedekatan, kekerabatandan kekuatan satu sama lain dal...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Aku bangga menjadi seorang muslim

4,244

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,244
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
94
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Aku bangga menjadi seorang muslim"

  1. 1. Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim13Agu09Sejak peristiwa pemboman di hotel JW Marriot dan Ritz Charlton beberapa waktu lalu, pihakyang berwajib segera melakukan gerak cepat untuk menagkap siapa saia pelaku dibalikpemboman tersebut. Dari berita-berita yang saya ikuti selama ini, mereka yang dikejar-kejarsama polisi dan ditangkap polisi konon pemilik ponpes, aktifis masjid, aktif sholat berjamaahdan pengajian, mantan aktifis rohis sekolah, orang berjenggot, celana diatas mata kaki, dankalo wanitanya yang bercadar. Haruskah kita sebagai seorang muslim kemudian takut denganaktifitasnya ditengah pemberitaan yang terkadang menyudutkan Islam ?Berikut saya copy artikel dari blognya mas Ari Wahyudi dari postingan yang berjudul “JadiMuslim, kenapa takut?”Akhir-akhir ini sering kita dengar bahwa orang-orang yang dikejar-kejar oleh aparat akibataksi terorisme adalah sosok orang-orang yang rajin ke masjid, mengenakan busana muslimah(baca: cadar), dan memakai celana/pakaian di atas mata kaki (tidak isbal) sebagaimana yangdicontohkan oleh Nabi. Ringkasnya, mereka yang terlibat jaringan teroris itu rata-rata adalahorang yang dianggap punya semangat beragama dan aktif dalam kegiatan agama semacamsholat berjama‟ah dan pengajian.Pembaca sekalian, semoga Allah menetapkan kita di atas kebenaran. Sebenarnya Islam yangdiajarkan oleh Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam adalah agama yang indah dansempurna. Bagaimana tidak? Islam mengajarkan kepada umatnya untuk beribadah hanyakepada satu sesembahan yang benar saja yaitu Allah Rabb yang menciptakan dan memeliharaalam semesta. Sementara agama-agama yang lain menyeru manusia untuk beribadah kepadathaghut/sesembahan selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak menguasai walaupun hanyasetipis kulit ari. Oleh karena itulah, agama segenap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah diatas muka bumi ini adalah satu, dan itu tidak lain adalah tauhid. Allah ta‟ala berfirman,“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang mengajak: SembahlahAllah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36)Dengan demikian, menjadi seorang muslim yang benar-benar bertauhid adalah cita-citasemua orang, jika mereka benar-benar ingin meraih kesuksesan hidup di dunia maupun diakhirat. Kenapa demikian? Sebab tidaklah Allah ta‟ala mengutus para rasul di atas mukabumi ini melainkan untuk membimbing mereka untuk meraih kesuksesan dan kebahagiaan didunia dan di akhirat. Oleh sebab itu Allah mengaitkan antara ketaatan kepada Allah dan rasuldengan keberuntungan dan kemenangan. Allah ta‟ala berfirman,“Barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia pasti akanmendapatkan keberuntungan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71)Maka hakikat orang yang sukses itu adalah yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Sementara, ketaatan paling agung di dalam Islam itu tidak lain adalah mewujudkantauhid dan melenyapkan kemusyrikan dari dalam diri mereka. Dengan tauhid itulah seoranghamba akan mendapatkan karunia dari Allah berupa surga. Allah ta‟ala berfirman,
  2. 2. “Sesungguhnya barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkanatasnya surga dan tempat kembalinya adalah neraka, dan sama sekali tidak ada seorangpenolong pun bagi orang-orang yang zalim/musyrik itu.” (QS. al-Ma‟idah: 72)Model Islam „Pengecut‟Apabila kita tengok sejarah umat Islam di masa Nabi dan para sahabat, kita dapati memangada sebagian orang yang rajin sholat berjama‟ah di masjid, namun untuk sholat-sholattertentu saja yaitu selain sholat Subuh dan „Isyak. Di masa itu belum ada listrik danpenerangan seperti masa sekarang. Sehingga orang-orang yang tidak menghadiri jama‟ahsholat Subuh dan „Isyak tidak ketahuan siapa saja, karena keadaan gelap. Mereka itu tidaklain adalah kaum munafikin, yang jasadnya bersama kaum muslimin namun hati merekabersama orang-orang kafir. Orang-orang munafik memang memiliki „program‟ untukmenebarkan keragu-raguan di tengah barisan umat Islam. Di antara tipu daya mereka adalahdengan menampakkan kebersamaan di satu sisi, namun di sisi lain mereka menggerogotikekuatan kaum muslimin dari dalam. Inilah model Islam „pengecut‟ yang mereka tawarkan.Nah, pada jaman kita sekarang ini pun terrnyata model Islam semacam itu masih ada. Merekayang mempropagandakan liberalisme Islam, bahwa seorang muslim itu tidak boleh fanatikkepada ajaran agamanya, seorang muslim tidak boleh menganggap orang di luar Islamsebagai orang kafir, seorang muslim harus meyakini bahwa kebenaran itu ada pada semuaagama, oleh sebab itu surga –dalam persepsi mereka- itu tidak hanya dihuni oleh orang Islamsaja (baca: pengikut Rasulullah), namun siapa saja berhak masuk surga asalkan merekaberiman kepada Allah (baca: meyakini adanya Allah) dan hari akhir (baca: masa depan, katamereka). Inilah kerancuan pemahaman yang ingin mereka sebar luaskan di tengah-tengahkaum muslimin, agar kaum muslimin terlepas dari ajaran agamanya sedikit demi sedikithingga akhirnya Islam tinggal nama. Maka -harapan mereka- seorang muslim, tak ada lagibedanya dengan seorang penyembah berhala. Dia tidak sholat, tidak berjama‟ah di masjid,tidak mengenakan jilbab, laki-lakinya tidak memelihara jenggot, meniru gaya hidup orangkafir dan menjadi manusia berwatak binatang yang cita-citanya adalah memuaskan hawanafsu perut dan beberapa senti di bawah perut. Inilah yang mereka dambakan siang danmalam!Saudara-saudaraku sekalian, semoga Allah memberikan kesabaran kepada kita untukmenjaga agama ini dari rongrongan musuh Allah dan Rasul-Nya. Seorang muslim bukanlahsosok pengecut seperti yang mereka serukan. Seorang muslim yang beriman kepada Allahdan hari akhir akan senantiasa memberikan loyalitasnya kepada Islam dan kaum muslimin.Bukankah Allah berfirman,“Tidak akan kamu jumpai orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir itu berkasihsayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, meskipun mereka ituadalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, atau sanak keluargamereka. Mereka itulah orang-orang yang telah ditetapkan keimanan di dalam hati mereka danAllah perkuat mereka dengan ruh/pertolongan dari-Nya…” (QS. al-Mujadilah: 22)Maka orang yang mulia dan dihormati dalam pandangan seorang muslim adalah orang yangdimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya karena iman dan amal salih mereka. Bukan semata-mata karena ucapan dan penampilan mereka. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallambersabda,
  3. 3. “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat sebagian orang dengan sebab Kitab ini danakan menghinakan sebagian orang dengan sebab Kitab ini pula.” (HR. Muslim).Bukankah Allah ta‟ala juga berfirman,“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwadi antara kalian.” (QS. al-Hujurat: 13)Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam pun bersabda,“Sesungguhnya Allah tidak memperhatikan kepada rupa-rupa kalian, tidak juga kepada harta-harta kalian, akan tetapi yang diperhatikan oleh Allah adalah hati dan amal-amal kalian.”(HR. Muslim)Maka orang-orang Liberal yang menyerukan kepada kaum muslimin untuk menanggalkanidentitas dan karakter keislaman mereka, entah itu berupa busana muslimah, kesetiaan kepadaSunnah Nabi, dan komitmen kepada tauhid, pada hakikatnya mereka sedang menyeru kaummuslimin untuk „nyemplung „ (menceburkan diri) ke dalam jurang kehinaan dan kerendahan.Sungguh akhlak yang sangat-sangat tercela! Adakah orang yang lebih pengecut daripadamereka yang mengatasnamakan intelektualisme Islam untuk memurtadkan umat Islam dariagamanya? Mereka itulah orang-orang yang rela menjual agamanya demi kenikmatan duniayang tiada artinya di sisi Allah, seharga sayap nyamuk pun tidak!Model Islam „Robin Hood‟Pembaca sekalian mungkin masih ingat sosok bernama Robin Hood yang konon katanyapahlawan pembela rakyat kecil, namun menempuh perjuangannya dengan cara mencuri aliasmaling. Nah, ternyata di antara kaum muslimin pun ada orang-orang yang bertindaksebagaimana si Robin Hood tokoh yang jelas tidak layak untuk diteladani. Sebagian orangyang memiliki semangat membara di dalam dadanya untuk menyelamatkan umat Islam daripenjajahan pemikiran yang dilakukan oleh barat (baca: orang kafir) beserta antek-anteknya(di antaranya adalah penganut ajaran Liberal) berusaha untuk menumpas orang-orang kafirtanpa pandang bulu.Mereka tidak peduli, yang penting mereka ingin menghancurkan orang kafir di mana saja dandengan cara apa saja. Dalam hal ini mereka sangat jelas tampak tidak memiliki bekal ilmudalam menempuh perjuangannya. Maka muncullah berbagai aksi bom bunuh diri,pengeboman, pembajakan pesawat, dan pemberontakan kepada penguasa muslim yang ada,atau yang populer dengan istilah teror. Sehingga hal itu menimbulkan terjadinya kekacauandi tengah-tengah masyarakat Islam. Saling curiga pun terjadi dan rasa aman tercabut. Orang-orang -terutama para pejabat negara dan orang asing- menjadi khawatir akan keselamatan dirimereka. Padahal Islam tidak membenarkan terjadinya pertumpahan darah kecuali ada alasanyang benar seperti dalam situasi perang dengan orang kafir. Apalagi jika yang terbunuh/ikutmenjadi korban itu adalah orang muslim, maka dosanya jauh lebih besar dan lebih berat.Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,“Terbunuhnya seorang mukmin itu jauh lebih ringan daripada hilangnya dunia.” (HR. Nasa‟i)
  4. 4. Demikian pula, membunuh orang kafir tanpa hak adalah sebuah dosa besar. Rasulullahshallallahu „alaihi wa sallam bersabda,“Barang siapa yang membunuh orang kafir yang terikat perjanjian -dengan individu ataupemerintah muslim- maka dia tidak akan mencium baunya surga. Sesungguhnya bau surgaitu bisa tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari)Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam juga bersabda,“Barang siapa bunuh diri dengan suatu alat/cara maka dia akan disiksa dengan cara itu pula dihari kiamat kelak.” (HR. Bukhari dan Muslim)Pembaca sekalian, alangkah bodohnya orang yang menganggap bahwa dakwah Islam adalahdakwah yang tidak mengenal kasih sayang. Tidakkah kita ingat bahwa tujuan dakwah Islamadalah mengentaskan umat manusia dari pemujaan kepada thaghut dan berbagai bentukkemusyrikan yang ada? Dakwah tauhid adalah dakwah yang penuh dengan kasih sayangkepada umat manusia, bahkan kepada orang kafir sekalipun Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam berbuat adil dan tidak menzalimi mereka. Sebelum mengobarkan perang, makaterlebih dulu beliau memerintahkan kepada pasukannya untuk mengajak orang-orang kafiragar masuk ke dalam Islam dan memeluk ajaran tauhid yang suci ini. Kalau mereka engganmaka masih ada alternatif bagi mereka untuk tetap hidup di bawah pemerintahan Islamdengan cara membayarkan jizyah kepada pemerintah. Nabi juga melarang membunuh anak-anak dan perempuan. Maka di manakah letak keadilan ketika darah manusia sudah tidakdihargai, nyawa mereka dilenyapkan begitu saja tanpa pandang bulu, gedung-gedungdiledakkan dan harta serta fasilitas publik menjadi rusak dan tidak berfungsi? Di manakahletak keadilan pada aksi teror yang menghalalkan darah orang kafir tanpa alasan yangdibenarkan oleh syari‟at? Kalau mereka ingin menegakkan keadilan dengan cara semacam itulalu di manakah letak keadilannya? Pikirkanlah wahai orang-orang yang berakal…Perang yang dilakukan oleh Nabi shallallahu „alaihi wa sallam dan para sahabat adalahpeperangan suci yang tidak dikotori oleh kezaliman dan cara-cara kotor ala teroris. Ketikaumat Islam berada dalam kondisi lemah bahkan jihad secara fisik itu tidak disyari‟atkan,karena akan mendatangkan mafsadat/kerusakan yang lebih besar bagi kaum muslimin sendiri.Sebagaimana halnya ketika berada di Mekah –sebelum hijrah-, Rasulullah shallallahu „alaihiwa sallam bersama para sahabatnya tidak melakukan aksi-aksi militer dan penyerangansecara fisik. Mereka mencukupkan diri dengan jihad dengan ilmu, jihad dengan al-Qur‟an,bukan dengan pedang dan tombak.Dua jenis „tetangga‟ yang berbahayaMaka kaum muslimin sekalian –semoga Allah merahmati kami dan anda- di masa sekarangini kita hidup di antara orang-orang yang memiliki kecenderungan kepada salah satu di antaradua model manusia di atas. Dua jenis tetangga berbahaya yang harus kita waspadai. Yangpertama, orang-orang yang menganut pemikiran liberal dan menganggap semua agama sama,orang-orang yang bercita-cita untuk melepaskan kaum muslimin dari segala karakter dankepribadian mereka. Yang kedua, orang-orang yang terseret dalam aliran menyimpangnamun berpenampilan layaknya muslim dan muslimah yang taat. Mereka ingin membelaIslam namun dengan cara-cara yang tidak benar. Inilah realita umat yang kita hadapisekarang ini.
  5. 5. Tidak ada jalan keluar bagi kita dalam mengatasi persoalan ini kecuali denganmengembalikan kepada al-Qur‟an dan as-Sunnah dengan pemahaman salafus shalih,menegakkan tauhid pada diri kita dan keluarga kita serta berpegang teguh dengan SunnahNabi shallallahu „alaihi wa sallam. Menjauhi syirik dan bid‟ah yang telah merajalela di tubuhumat ini. Itulah tugas kita bersama. Belum lagi, kita masih harus bekerja ekstra keras gunamembersihkan umat ini dari segala penyimpangan akhlak dan moral yang banyak menimpagenerasi mudanya.Allah ta‟ala berfirman,“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka mengubah apayang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. ar-Ra‟d: 11)Allah ta‟ala berfirman,“Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allahdan Rasul jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir, hal itu lebih baik dan lebih bagushasilnya.” (QS. an-Nisaa‟: 59)Allah ta‟ala berfirman,“Barang siapa yang menentang rasul setelah jelas baginya petunjuk dan mengikuti selainjalan orang-orang yang beriman maka Kami akan membiarkannya terombang-ambing didalam kesesatannya, dan Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan sesungguhnyaJahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisaa‟: 115)Abdullah bin Mas‟ud radhiyallahu‟anhu berkata, “Ikutilah tuntunan, jangan kalian mengada-adakan sesuatu yang tidak ada ajarannya. Sebab kalian telah dicukupkan.”Imam Malik rahimahullah mengatakan, “Tidak akan baik keadaan akhir umat ini kecualidengan sesuatu yang menyebabkan baik generasi awalnya.”al-Auza‟i rahimahullah berkata, “Wajib atasmu untuk mengikuti jejak orang-orang yangterdahulu (para sahabat) dan jauhilah pendapat pikiran orang-orang itu meskipun merekamenghias-hiasinya dengan ucapan indah di hadapanmu.”Apabila hari-hari ini kita bersedih dengan teror fisik yang dilakukan oleh jenis „tetangga‟yang „suka ribut-ribut dan berbau kematian‟ (istilahnya Imam Samudera) maka sudahsepatutnya pula kita prihatin dengan teror pemikiran yang dilakukan oleh jenis „tetangga‟yang sok intelek dan dianggap sebagai reformis yang ternyata berpikiran liberal. Apabilateror yang pertama melenyapkan nyawa tak bersalah dan menelan korban yang salah jalan,maka teror yang kedua mencabut kaum muslimin dari ruh dan jiwa keberagamaan mereka.Wallahul musta‟an (Allah sajalah tempat kita meminta pertolongan)Aduhai, di manakah posisi kalian wahai kaum muslimin?
  6. 6. Anelka Bangga Menjadi MuslimAhad, 24 Mei 2009, 13:27 WIBLONDON--Striker Chelsea itu membeberkan pengalaman religiusnya sebagai seorangmuslim.Nicolas Anelka termasuk sebagai pesepakbola papan atas dunia. Memperkuat Chelsea, diamenjadi salah satu pemain utama jika tidak sedang dibebat cedera.Di lini depan The Blues, Anelka dikenal sebagai pemain yang kalem dalam bersikap, namungarang di depan lawan. Anelka juga terbilang pemain yang tenang dan tidak emosional.Pemain asal Prancis itu pun membeberkan alasan yang melatarbelakangi sikap tenang di ataslapangan itu. Menurutnya, agama Islam menuntunnya untuk tetap menuntunnya bersikap arif."Saya menjadi seorang muslim sejak saya berusia 16 tahun," curhatnya dalam wawancaradengan majalah Arab, Super Magazine.Sebelum menjadi seorang muslim, lanjut Anelka, dia adalah orang yang tidak memilikiagama alias atheis, bukannya Kristiani seperti yang diperkirakan oleh sebagian orang.Menganut Islam diakui Anelka banyak membawa perubahan positif dalam hidupnya. "Islambanyak membantu saya untuk bisa bersikap tenang dan berkonsentrasi dan memilikisemangat tinggi.""Saya senang menjadi seorang Muslim, sebuah agama yang tenang dan saya banyak belajardari Islam," tutur pria yang mendapat panggilan Abd Al Salam bilal Anelka dari orang Arabitu.Adapun Anelka bukan satu-satunya pesepakbola modern yang menganut Islam. FranckRibery [memiliki panggilan nama Arab Bilal Ribery] dan Lilian Thuram juga tercatat sebagaiseorang muslim. Baru-baru ini, Al Jazeera juga mendapat klarifikasi dari Thiery Henrydirinya ingin menjadi seorang muslim.goal/com/kem
  7. 7. Kecintaan DR. Yusuf Al-Qaradhawi Untuk Umat Islam Indonesia29 Januari 2007 (11:51)| Hits: 7.009Author:Ulis Tofa, LcUntuk yang keenam kalinya Ulama besar, Syaikh DR. Yusuf Al-Qaradhawi yang juga KetuaUlama Islam Internasional berkunjung ke Indonesia. Bumi Allah yang selalu dicintainya,dirindukannya, dan harapan besar beliau akan peranan Indonesia yang lebih besar dalampercaturan umat dunia. Berikut wujud kecintaan beliau terhadap umat Islam Indonesia yangdituangkan dalam nasihat yang disampaikan di Masjid Istiqlal pada hari Jum‟at, 12 Januari2007, yang diterjemahkan oleh Ust. H.M. Anis Matta:Salam penghormatan dan kedamaian Islam dari pribadi saya, dari saudara-saudara Islam diQatar dan saudara-saudara Islam dari seluruh negeri Arab. As-salamu‟alaikumwarahmatullahi wabarakatuh.Setiap kali saya berkunjung ke Indonesia, selalu saya dapati bahwa Indonesia selalu makinbaik dari pada sebelumnya. Saya mendapati fakta bahwa Indonesia selalu lebih baik dari padahari-hari sebelumnya. Ini adalah negeri yang paling saya cintai, negeri yang menempati hatisaya, dan karena itu saya selalu berdoa agar negeri Indonesia ini atas izin Allah swt akanmemainkan peran yang lebih penting dari pada sebelumnya.Pada kunjungan saya terakhir, saat masa Presiden Habibie, saya menyaksikan langsungfenomena kebangkitan dan semangat kembali kepada Islam, dan fakta yang saya saksikansekarang ini jauh lebih baik dari saat itu insya Allah.Bangga Menjadi MuslimSesungguhnya Allah memberikan kepada kita nikmat yang luar biasa dan karunia yang takterhitung jumlahnya. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, pasti kamu tidak sanggupmenghitungnya.” (An-Nahl: 18)Di antara nikmat yang tidak terhitung itu adalah ni‟matul wujud atau nikmat kehidupan.Bahwa kita dijadikan salah satu makhluk-Nya yang hidup di alam raya ini. Kehidupan inimemberikan kepada kita hak-hak yang lain setelah Allah swt memberikan eksistensi kitadalam kehidupan.Karunia kedua, ni‟matul insan, fakta bahwa kita adalah manusia yang ditetapkan sebagaimakhluk yang memiliki kelebihan dibanding makhluk-makhluk lainnya. Karunia ketiga,ni‟matul aql atau karunia akal. Allah swt memberi kepada kita kemampuan membaca danmenulis, kemampuan untuk menjelaskan, kekuatan untuk memahami fenomena di alam rayaini.Lain dari pada itu, ada karunia yang jauh lebih besar. Adalah ni‟matul hidayah ilal Islam,karunia petunjuk menjadi seorang muslim. Inilah nikmat yang paling mulia. Dan ini tidakAllah berikan kepada semua manusia, melainkan hanya kepada kita. Karena itu nikmat iniharuslah kita syukuri. Inilah jalan satu-satunya yang Allah berikan kepada kita agar kitamendapat kebaikan di dunia dan di akhirat.
  8. 8. “Jika kamu mensyukuri nikmat-Ku, pasti akan Aku tambah. Tapi jika kamu mengingkarinikmat-Ku, ketahuilah bahwa adzab-Ku pasti pedih.” (Ibrahim: 7)Mensyukuri nikmat hidayah Islam itu dengan beberapa cara. Pertama, syukuri nikmat inidengan menumbuhkan perasaan bahwa kita bangga dan mulia dengan beragama Islam. Kitaharus merasa bangga, percaya diri bahwa kita adalah orang Islam. Katakan kepada semuaorang dengan penuh kebanggaan, ”Saya adalah orang Islam. Saya adalah umat tauhid. Sayaadalah umat Al-Qur‟an. Saya adalah umat Muhammad saw.”Dahulu para sahabat sangat bangga menjadi muslim. Mereka mengatakan, ”Ayahku adalahIslam. Tiada lagi selain Islam. Apabila orang bangga dengan suku mereka, tapi aku bangganasabku adalah Islam. Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunansiapa Kamu?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinyaketurunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnyaRasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami –ahlulbait-, bagian dari keluarga Muhammad saw.”Kita harus bangga bahwa kita adalah muslim. Karena faktanya bahwa Islam itu diturunkansebagai misi dimana Muhammad saw sebagai Rasulnya, juga diturunkan ke muka bumidengan tujuan menyebarkan kasih sayang. Karena itu kita haruslah bangga, karena kitalahyang dinanti-nanti oleh umat manusia. Kita rahmat bagi alam semesta ini. Kita bagaikan airyang dirindukan oleh orang yang haus dahaga. Kita adalah makanan yang sedangdimimpikan oleh orang yang lapar.Fakta lain, kiat harus bangga menjadi muslim, adalah bahwa kita mempunyai kitab suci. Al-Qur‟an sendiri telah menjamin bahwa kitab ini tidak mungkin ternodai. Tidak satu huruf atautitik pun yang akan merubah kesucian Al-Qur‟an yang sudah pasti di pelihara oleh Allah.Karena itu kebenaran Al-Qur‟an akan tetap abadi. Al-Qur‟an yang ada di Indonesia adalahAl-Qur‟an yang ada dan dibaca oleh saudara-saudara kita di muka bumi lain. Al-Qur‟an yangdicetak di Indonesia, Arab Saudi, Mesir adalah Al-Qur‟an yang dicetak di seluruh dunia.Oleh karena itu, kita mempunyai alasan yang sangat kuat bahwa kitalah pihak yang palingberhak menyampaikan kebenaran dari Allah kepada seluruh umat manusia.Kita adalah rahmat untuk seluruh umat manusia. Rahmat bagi yang jauh dan dekat. Rahmatdalam keadaan damai dan keadaan perang. Rahmat untuk muslimin dan muslimat. Rahmatuntuk manusia dan binatang. Rahmat untuk muslim dan non-muslim. Karena Rasulullah sawdalam peri hidupnya memiliki sikap kasih sayang. Demikianlah Allah swt memuliakan kitadengan Al-Qur‟an dan Rasul-Nya.Cobalah perhatikan, pernah dalam suatu pertempuran Rasulullah saw menyaksikan adaseorang perempuan yang ikut terbunuh. Lalu beliau mengatakan kepada para sahabatnya,”Tidak mungkin perempuan ini ikut berperang sehingga ia tidak layak di bunuh.” Demikianrahmat Islam dalam peperangan. Rasulullah saw melarang umatnya untuk membunuhperempuan, anak-anak, orang tua, para pendeta, merusak tempat ibadah, memotong mohon.Perang adalah perkara yang sangat dibenci dalam Islam meskipun perang itu sebagaikenyataan yang dipaksakan dalam kehidupan. Itulah sebabnya Islam menjelaskan bahwa kitaadalah rahmat untuk manusia sekalipun kita berperang.Tidak ada manusia yang mencintai perang. Tidak ada manusia yang senang denganpertumpahan darah. Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw ada kesempatan untuk membunuh
  9. 9. lawan-lawannya dalam peristiwa Fathu Makkah, tapi itu tidak pernah dilakukan oleh beliau.Ketika seluruh orang Quraisy berkumpul di sekeliling masjidil Haram sebagai pihak yangkalah, Rasulullah saw bertanya kepada mereka, ”Apa yang kalian duga yang akan sayalakukan kepada kalian?” orang-orang Quraisy itu tertunduk dengan mengatakan, ”Kamimenduga engkau pasti akan melakukan sesuatu yang baik bagi kami karena engkau adalahsaudara kami yang mulia,” Kemudian Rasulullah saw mengatakan kepada mereka, ”idzhabufaantum thulaqa‟. Hari ini tidak ada dendam. Hari ini kalian bebas semuanya. Pergilahsemuanya, kalian bebas.”Lihatlah bagaimana Rasulullah memperlihatkan kasih sayang, ketulusan dan kecintaannya.Bandingkan dengan karikatur yang digambarkan oleh orang-orang Denmark tentangRasulullah dengan kartun yang menggambarkan Rasulullah dikelilingi perempuan sambilmenghunus pedang. Itu sangat berlawanan dengan kemuliaan dan kasih sayang Rasulullahsaw. Karena ternyata fakta sejarah menunjukkan Rasulullah saw justru mampu memunculkanrasa kasih sayang hingga dalam situasi beliau mampu melakukan apa saja terhadap musuh-musuhnya.Bila kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat Islam, maka kita harus bangga dengan Islam,dan itu artinya kita harus istiqamah dan konsisten dengan ajaran Islam. Tidak cukup dengankata-kata bahwa kita adalah muslim, tapi kita harus mengamalkan apa yang diajarkan olehIslam. Islam harus mewarnai kehidupan kita, dalam cara berpikir, bersikap, merasa, dandalam seluruh gaya hidup kita semuanya. Islam sebagai pengarah tunggal dalam kehidupankita semua.Solidaritas IslamSetelah kita mensyukuri nikmat Allah, bahwa kita sebagai muslim, yaitu denganmengamalkan Islam dengan penuh konsisten, saya ingin agar setiap muslim menumbuhkandan memiliki solidaritas dengan sesama Muslim yang lain. Bukan hanya untuk sesamamuslim yang berada di Indonesia tapi juga bagi seluruh saudara-saudara muslim di seluruhmuka bumi. Seorang muslim tidak boleh hidup untuk dirinya sendiri sehingga tidak pedulidengan kehidupan saudara-saudaranya kaum muslimin yang lain. Tapi setiap muslim ketikamelakukan shalat, ia mengatakan, ”Iyyaka na‟budu waiyyaka nastai‟in..” Kepada-Mu lahkami menyembah dan kepada-Mu lah kami meminta pertolongan..”Mengapa ayat Al-Qur‟an menggunakan lafazh “kami” dalam ayat tersebut, karena kitatidaklah sendiri melainkan kita adalah satu kelompok besar manusia, kita adalah satu umat.Begitu juga Allah swt tidak menyeru dengan menggunakan lafazh “Yaa ayyyuhal mukmin,wahai orang beriman, melainkan dengan panggilan, “Yaa ayyuhal ladzina amanu, wahaiorang-orang yang beriman, yakni dengan menggunakan lafadz jamak yang berarti banyak.Oleh karena itu kaum Muslimin harus hidup bahu membahu. Yang kuat mengayomi yanglemah. Yang kaya membantu yang miskin. Kita adalah umat yang satu, yang salingmembantu. Ukhuwah adalah pelajaran Islam yang paling penting. Ukhuwahlah yang bisamembangkitkan dan menyatukan umat saat ini. Sebab meskipun kita memiliki jumlah umatyang besar dan jumlah harta yang banyak, tetapi ketika kita menyaksikan ukhuwah itu hilang,maka kita menjadi kelompok paling lemah di antara kelompok umat manusia.Rasulullah saw mengilustrasikan seorang muslim dengan muslim lainnya ibarat sebuahbangunan yang saling menguatkan. Dalam hadits yang lain, Rasulullah saw menjelaskan
  10. 10. dengan merapatkan jari jemari dari dua tangannya sebagai visualisasi kedekatan, kekerabatandan kekuatan satu sama lain dalam tubuh umat ini. Bahkan dalam kesempatan yang lain,beliau mengatakan muslim satu dengan muslim yang lain ibarat satu tubuh, dimana jika satuorgan tubuh sakit, maka yang lainnya akan merasakan sakit pula. Hanya dengan inilah umatIslam menjadi kuat di mata umat lainnya. Maka apa yang membuat saudara-saudara kitamenangis di tempat lain, itu pun seharusnya membuat kita menangis di sini, meskipun kitatidak bersama dengan mereka. Bila saudara kita di belahan bumi lainnya mendapatkankesenangan dan tertawa gembira, itu juga yang membuat kita tertawa bahagia di sini.Dalam sebuah syair disebutkan, ”Sesungguhnya musibah menyatukan kita,” Dan saatsekarang ini kita menyaksikan begitu berat kondisi saudara-saudara kita di berbagai belahanbumi Allah swt. Lihatlah bagaimana kondisi saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan,Irak, Somalia, dan berbagai tempat lainnya. Umat Islam sekarang melewati fase krisis yangsangat berat, melebihi krisis yang pernah dilewatinya dalam sejarah. Begitu banyak jiwamelayang di sana, begitu banyak darah yang mengalir di negeri-negeri itu.Di Palestina, mereka menyulut api fitnah untuk memecah barisan perlawanan kaum musliminterhadap penjajah Zionis Israel. Mereka ingin pecah perang saudara, antara sesama anakbangsa Palestina. Saya katakan, tidak boleh, haram, terlarang saling membunuh sesamasaudara. Begitu juga di Irak, api fitnah berkobar-kobar antara pengikut Sunni dan Syiah.Padahal sebelumnya mereka bisa hidup berdampingan. Saya berulang kali mengatakan dalamkhutbah saya, dilarang saling bunuh sesama umat Islam. Saya katakan kepada saudara-saudara di Palestina, antara Hamas dan Fatah, bahwa mereka tidak boleh menumpahkandarah satu orang pun dari rakyat Palestina. Saya juga katakan kepada saudara-saudara wargaSyiah di Irak, karena merekalah yang lebih bertanggung jawab atas apa yang kini terjadi disana. Itu karena mereka memiliki kekuatan yang lebih besar, memiliki referensi agama yangkuat, dimana bila mereka katakan, ”Hentikan pembunuhan atas Muslim Sunni…” makapertumpahan darah pun bisa berhenti.Saudara-saudara muslim di Indonesia mempunyai kewajiban untuk memainkan peran lebihbesar untuk mendinginkan konflik di dunia Islam. Itu yang saya sampaikan saat saya bertemudengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Indonesia negeri muslim terbesar di dunia.Indonesia tidak memiliki masalah dengan negara-negara Islam lainnya. Oleh karena itu, jikaIndonesia memainkan perannya, itu akan lebih mudah didengar dan diikuti. Indonesiamempunyai kesempatan dan kekuatan untuk bertindak sebagai mediator dalam masalahkonflik di berbagai negeri Islam.Alangkah perlunya kita saat ini untuk peran-peran itu, sehingga kita bisa menyatukan langkahdan arah ke depan. Hanya dengan persatuan seperti ini lah kita bisa menjadi kuat sebagaisebuah umat. Dan hanya dengan persatuan inilah kita bisa mengembalikan izzul Islam walmuslimin. Allahu a’lam

×