Karya ilmiyah...^^

762 views
669 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
762
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karya ilmiyah...^^

  1. 1. NAMA SALATIGA DITINJAU DARI SUDUT LEGENDA DAN SEJARAH Oleh: 1. Itsna Dzuriyati Mahmudah 2. Nur Laela PEMERINTAH KOTA SALATIGA
  2. 2. DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 2 SALATIGA JLN. TEGALREJO 79 TELEPON: 0298 322250 FAX: 0298 316638 TAHUN 2011 i KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini. Kami mengakui bahwa kami mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan . Tidak semua hal dapat kami diskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukan semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Dimana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami dimasa yang akan datang. Sehingga karya tulis kami dikemudian hari menjadi lebih baik dari karya tulis yang sebelumnya. . Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetikdan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat memberikan informasi dan menambah pengetahuan para pembaca sekalian.
  3. 3. Salatiga, 28 Oktobet 2011 Penulis ii HALAMAN PENGESAHAN 1. Judul Makalah: Nama Salatiga Di Tinjau Dari Segi Legenda Dan Sejarah 2. Kelompok Bidang Penelitian: 3. Bidang Ilmu: Sejarah 4. Tim Penelitian: 1) Nama lengkap : Itsna Dzuriyati Mahmudah NIS : 7267 Kelas : XI IPA 3
  4. 4. Asal Sekolah : SMAN 2 Salatiga Alamat Sekolah : Jalan Tegalrejo no.79 Telepon/faks : 0298 322250 / 0298 316638 2) Nama lengkap : Nur Laela NIS : 7275 Kelas : XI IPA 1 Asal Sekolah : SMAN 2 Salatiga Alamat Sekolah : Jalan Tegalrejo no.79 Telepon/faks : 0298 322250 / 0298 316638 Menyatakan bahwa makalah yang berjudul NAMA SALATIGA DI TINJAU DARI SEGI LEGENDA DAN SEJARAH belum pernah disertakan dalam lomba apapun, dan dikerjakan dengan melibatkan peneliti sebanyak 2 orang dan 1 pembimbing, dengan rincian sebagai berikut: Pembimbing Nama lengkap : Puniyem, S.Pd NIP :19680125 199512 2 001 Bidang Studi yang diampu : Sejarah iii
  5. 5. Salatiga, 28 Oktober 2011 Peneliti I Peneliti II Itsna Dzuriyati .M. Nur Laela NIS: 7267 NIS:7275 Kepala Sekolah Drs. Purwanto NIP. 19620710 198303 1 014
  6. 6. iv SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS MAKALAH DAN HASIL PENELITIAN Yang bertanda tangan dibawah ini, 1) Nama lengkap : Itsna Dzuriyati Mahmudah NIS : 7267 Kelas : XI IPA 3 Asal Sekolah : SMAN 2 Salatiga Alamat Sekolah : Jalan Tegalrejo no. 79 Telepon/faks : 0298 322250 / 0298 316638 2) Nama lengkap : Nur Laela NIS :7275 Kelas : XI IPA 1 Asal Sekolah : SMAN 2 Salatiga Alamat Sekolah : Jalan Tegalrejo no. 79 Telepon/faks : 0298 322250 / 0298 316638
  7. 7. Menyatakan bahwa makalah yang berjudu lNAMA SALATIGA DI TINJAU DARI SEGI LEGENDA DAN SEJARAH belum pernah disertakan dalam lomba apapun, dan dikerjakan dengan melibatkan peneliti sebanyak 2 orang dan 1 pembimbing, dengan rincian sebagai berikut: Pembimbing Nama lengkap : Puniyem, S.Pd NIP : 19680125 199512 2 001 Bidang Studi yang diampu : Sejarah v Salatiga, 28 Oktober 2011 Peneliti I Peneliti II Itsna Dzuriyati .M. Nur Laela NIS: 7267 NIS:7275
  8. 8. Kepala Sekolah Drs. Purwanto NIP. 19620710 198303 1 014 vi HALAMAN MOTTO Motto yang kami pegang dalam penulisan karya ilmiyah ini adalah:
  9. 9. 1. Prestasi besar dilahirkan dari sebuah pengorbanan besar 2. Kesalahan adalah pelajaran untuk menjadi bijak 3. Belajar sejarah menjadikan kita menjadi lebih bijaksana
  10. 10. vii HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk: 1. Orang tua tercinta 2. Bapak Purwanto selaku Kepala SMAN 2 Salatiga 3. Ibu Puniyem, SPd. Selaku pembimbing kami 4. Bapak Ibu guru yang telah membantu kaki 5. Teman-teman yang telah membantu kami 6. Seluruh pembaca yang membaca dan yang menginginkan untuk menambah informasi dan wawasan mengenai Kota Salatiga
  11. 11. viii DAFTAR ISI 1. Halaman Judul ......................................................................................... i 2. Kata Pengantar ......................................................................................... ii
  12. 12. 3. Halaman Pengesahan 4. Surat Pernyataan Orisinalitas................................................................................... v 5. Motto ......................................................................................... vii 6. Persembahan ......................................................................................... viii 7. Daftar isi ......................................................................................... ix 8. BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang.............................................................................. 1 1.2 Pembatasan Masalah..................................................................... 1 1.3 Perumusan Masalah...................................................................... 2 1.4 Penegasan Judul............................................................................ 2 1.5 Tujuan Penulisan.......................................................................... 2 1.6 Maanfaat Penulisan....................................................................... 3 1.7 Sistematika Penulisan................................................................... 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA................................................................................... 4 9. ......................................................................................... iii 2.1 Landasan Teori.......................................................................... 5 2.2 Kerangka Berfikir...................................................................... 6 2.3 Hipotesis.................................................................................... 6 10. BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................ 7 3.1 Setting Penelitian...................................................................... 7 3.2 Subjek Penelitian....................................................................... 7 3.3 Metode Pengumpulan Data....................................................... 7
  13. 13. 3.4 Sumber Data.............................................................................. 8 3.5 Analisis Data............................................................................. 8 11. BAB IV PEMBAHASAN MASALAH................................................................... 9 4.1 Hasil Penelitian......................................................................... 9 ix 4.2 Pembahasan............................................................................... 12 12. BAB V PENUTUP.................................................................................................. 13 5.1 Kesimpulan............................................................................... 13 5.3 Saran.......................................................................................... 13 13. DAFTAR PUSTAKA............................................................................................... 14 14. LAMPIRAN 15 ...................................................................................................
  14. 14. x BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembelajaran sejarah itu berfungsi untuk membangun kesadaran, pendidikan, inspiratif,dan sebagai perspektif. dengan hubungannya studi sosial, sejarah berfungsi sebagai
  15. 15. perspektif berkaitan dengan penggunaan pengetahuan tentang masa lampau untuk membangun pemahaman yang bermakna atas keragaman warisan budaya dan media untuk mebuat keputusan dalam rangka menjadi warga negara yang baik. Pada penelitian kali ini kami akan mengangkat tentang latar belakang dari nama Kota Salatigayang dipandang dari 2 sudut, yaitu dari sudut sejarah dan sudut legenda, dengan mengambil judul “NAMA KOTA SALATIGA DITINJAU DARI SEGI LEGENDA DAN SEJARAH”. Alasan kami memilih judul itu adalah menurut kami judul itu sangat menarik untuk diangkat karena nama Salatiga ini dapat ditinjau dari sejarah dan legenda. Penelitian ini akan membandingkan antara nama Salatiga dipandang dari sudut Sejarah dan nama Salatiga ditinjau dari legenda. Kami ingin mengetahui apakah akan menemukan jawaban yang sama akan dua hal tersebut ataukah berbeda. Untuk itu kita menganggap hal ini menarik untuk diteliti. Mungkin banyak dari kita yang kurang memperhatikan tentang nama Salatiga menurut Sejarah atau malah sama sekali tidak tahu tentang nama Salatiga menurut Sejarah Nama Salatiga nenurut Legenda sudah tidak asing lagi dan sudah kita tahu. Dalam penelitian kali ini kita akan mengetahui secara detail dan tidak setengah-setengah tentang hal ini.Sebagai wargaKota Salatiga marilah kita cari tahu tentang nama Salatiga ini, walaupun hanya sebuah nama tapi itu sangat berarti karena nama adalah do’a ataupun harapan. 1.2 Pembatasan Masalah Agar dapat mengenai serta mengarahkan sasaran yang diinginkan maka, harus ada pembatasan masalah yang mengacu pada perumusan masalah. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah mengarah kepada pokok permasalahan dengan menjelaskan 1 mengenai nama Kota Salatiga yang ditinjau dari sejarahnya dan legendan dan akan di bandingkan.
  16. 16. 1.3 Perumusan Masalah Bertolak dari latar belakang diatas, maka yang menjadi pertanyaan pokok yang akan dipecahkan adalah: “Bagaimanakah perbandingan cerita nama Kota Salatiga menurut sejarah dan legenda?” 1.4 Penegasan Judul Untuk memperjelas judul penelitian ini, perlu diberikan penegasan istilah agar diperoleh kejelasan dan kesamaan pandangan terhadap pengertian istilah-istilah yang digunakan. 1. Sejarah Sejarah adalah masa lampaan ini disebut manusia / sejarah sebagai aktualitas. Pengertian ini juga bisa disebut sebagai sejarah dalam arti objektif, yaitu kejadian/peristiwa yang berhubungan dengan pikiran, perasaan, perilaku, tindakan, dan segala sesuatu yang telah dialami manusia. 2. Legenda Legenda adalah cerita zaman dahulu yang bertalian dengan peristiwa-peristiwa bersejarah. 1.5 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagai berikut: - Tujuan Umumnya adalah untuk menambah informasi dan wawasan kita tentang sejarah dan legenda Kota Salatiga.
  17. 17. - Tujuan khususnya adalah agar kita mengetahui cerita Kota Salatiga apabila ditinjau dari segi sejarahnya dan legendanya. 2 1.6 Manfaat Manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut: - Dapat mengetahui cerita tentang kota salatiga menurut sejarahnya - Dapat mengetahui cerita kota salatiga menurut legendanya - Dapat mengetahui perbedaan antara cerita dari sudut sejarah dan cerita dari sudut legenda - Dapat menambah pengetahuan dan wawasan pembaca 1.7 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah BAB I Pendahuluan yang berisi latar belakang, pembatasan masalah, perumusan masalah, penegasan judul, tujuan penulisan, manfaat penulisan dan sistematika penulisan. BAB II, Tinjauan pustaka yang berisi tentang landasan teori, kerangka berpikir, dan hipotesis. BAB III, Metodologi penelitian yang meliputi setting penelitian, subjek penelitian,metode pengumpulan data, sumber data, dan analisis data. BAB IV, Pembahasan masalah berisi hasil penelitian dan pembahasan. BAB V, Penutup yang berisi kesimpulan dan saran.
  18. 18. 3 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Dilihat dari asal-usul kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang artinya pohon, keturunan, asal-usul atau silsilah. Dalam bahasa Inggris history yang berarti ilmu yang menelaah hal ikhwal manusia dalam urutan kronologis dan dalam bahasa Jerman geschichate artinya sesuatu yang telah terjadi. Sejarah dalam bahasa indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja yang memerintah). Dalam bahasa Yunani Kuno berasal dari kata istoria yang berarti ilmu, belajar dengan cara bertanya-tanya atau inquiry dalam bahasa Inggris.
  19. 19. Dalam perkembangannya kemudian, kata istoria itu hanya dimaknai sebagai penelaah sistematis terhadap masa lampau manusia sedangkan kata Yunani lain scientina lebih banyak dipakai dalam arti ilmu.Kata lain yang sepadan dalam tradisi Barat yang juga digunakan untuk merujuk pada masa lampau itu antara lain adalah genealogy atau genealogi dalam bahasa Indonesia, chronicle atau kronik, epic atau epos dan annals yang yang biasa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebagai tarikh. Pada umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian dimasa lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjrmahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh perorangan, keluarga dan komunitas. Pengetahuan sejarah melingkupi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan cara berpikir secara historis. Para ahli sejarah, memberikan pengertian atau definisi yang bermacam-macam tentang sejarah. Beberapa pengertian sejarah dari ahli sejarah, antara lain sebagai berikut: a) Muh. Yamin, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang di buktikan dengan kenyataan. b) Moh. Ali, menurutnya pengertian sejarah ada 3, yaitu sebagai berikut. 1) Sejarah adalah kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa seluruhnya yang berkaitan dengan kehidupan manusia. 4 2) Sejarah adalah cerita yang tersusun secara sistematis (serba teratur dan rapi) 3) Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian pada masa lampau c) Patrick Gardiner, sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat o9leh manusia d) J.V. Brice, sejarah adalah catatan-catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia
  20. 20. e) Taufik Abdullah, sejarah adalah kejadian masa lampau dan cerita tentang kejadian itu f) Sartono Kartodirjo, sejarah adalah gambaran perkembangan dan kehidupan kebudayaan manusia. Legenda (bahasa Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai "sejarah" kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagianbagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor. Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite. Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Menurut Emeil, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian. 5 2.2 Kerangka Berpikir Alur kerangka berpikir mengenai nama Kota Salatiga di tinjau dari segi sejarah dan legenda adalah: a. Tahap persiapan b. Tahap penelitian
  21. 21. c. Tahap pembuatan laporan penelitian 2.3 Hipotesis Adapun hipotesis kami dalam penelitian ini adalah cerita mengenai nama Kota Salatiga yang ditinjau dari segi sejarah dan legenda tidak ada hubungannya dan ceritanya sangat berbeda sekali.
  22. 22. 6 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian a. Waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 2 minggu yang diawali denganmengumpulkan data yang kami cari lewat internet dan observasi ke tempat dimana prasasti Plumpungan berada yaitu pada tanggal 16-30 September 2011. Tanggal 11-19 Oktober penyusunan hasil penelitian b. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di mana prasasti Plumpungan berada yaitu di Dukuh Plumpungan ,Kelurahan Kauman kidul,Kecamatan sidorejo,Salatiga. 3.2 Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang dijadikan subjek penelitian adalah prasasti Plumpungan yang berada di dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo dan legenda mengenai Salatiga. 3.3 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan:  Observasi Teknik observasi digunakan untuk memperoleh fakta – fakta yang ada yang mendukung penelitian.
  23. 23.  Dokumentasi Teknik ini dilakukan untuk memperoleh dokumen – dokumen tertulis, foto atau benda – benda lainnya yang berkaitan dengan aspek yang diteliti.  Pencarian data dengan internet Teknik ini dilakukan untuk menambah bahan informasi yang kami peroleh secara langsung 7 3.4. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari:  Observasi atau hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti secara langsung ke prasasti plumpungan tepatnya di Dukuh Plumpungan ,Kelurahan Kauman kidul,Kecamatan sidorejo,Salatiga.  Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh teori – teori, foto – foto yang mendukung di dalam penelitian yang diambil secara langsung dari subjek penelitian, selain itu juga dari internet dan buku – buku yang berisi tentang sejarah dan legenda nama Salatiga. 3.5. Analisis data Teknik analisisdata yang digunaan adalah analisis deskreptif kualitatif untuk menetahui perbedaan nama cerita Salatiga dari sudut sejarah dan legenda.
  24. 24. 8 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil dari penelitian yang kita dapat adalah: a. Letak geografis Kota Salatiga Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu. . Seluruh Wilayah Salatiga dibatasi oleh Kabupaten Semarang, antara lain di bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Pabelan, di bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Tengaran, di bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Tuntang dan Kecamatan Getasan, di bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Pabelan. b. Nama Kota Salatiga dari sudut sejarah Untuk sudut pandang sejarah kita langsung observasi ketempat dimana adanya bukti sejarah tentang nama Salatiga tersebut. Tepatnya di Dukuh Plumpungan, Kelurahan
  25. 25. Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Disana ada sebuah prasasti yang dikenal dengan sebutan prasasti plumpungan. Prasasti batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170cm, lebar 10cm dengan garis lingkar 5 meter ini bertuliskan Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Prasasti ini bertuliskan sebagai berikut: 1. Astu swasti prajabhyan sakakalatha 672/4/31 2. Mapdyaham //0// 3. /pharmmartham ksetradanam yad: udayajanaham yo dadatisabhaktya 4. Hampragramam trigramyamahitam: anumatan sidda dewayasca tasyan 5. Kosampagrawelaakhan sarawidhitan prantasimawidhanam 6. Triyaitan= bhanunammo Bhuwi Bhawatu yoso jiwitamtawa nityam 9 Alih aksara: 1. Semoga bahagia (selamat rakyat sekalian) tahun saka telah berjalan 672/4/31 (24 Juli 750 M) pada hari jum’at 2. Tengah malam 3. Dari beliau, dari agama untuk kebahagiaan kepada yang mana tinggi telah menganugrahkan sebidang tanah atau taman agar memnberikan kebahagiaan kepada mereka 4. Yaitu desa Hampra yang terletak di wilayah Trigram Yama (Salatiga) dengan persetujuan dari siddhadewi (sang dewi yang sempurna dan mendiana) berupa daerah bekas pajak atau perdikan 5. Diterapkan dengan prasasti yang ditulis menggunakan ujung mempelam 6. Dari beliau yang bernama bhanu (dari mereka) dengan bangunan suci atau candi ini selalu merupakan hidup abadi
  26. 26. Berikut adalah cerita mengenai nama Salatiga menurut prasasti plumpungan: Batu Plumpungan menyebut dua buah nama desa,yaitu Hampra dan Trigrȃmyȃ. Tanah atau taman desa Hampra kemudian diangkat status atau kedudukannya menjadi sebuah sima. Di Bali, sampai sekarang bangunan pura juga mempunyai tanah yang dibebaskan dari pajak dan hasilnya diserahkan kepada pura tersebut. Sedang daerah bebas pajak Hampra digunakan untuk perawatan, pemeliharaan, upacara keagamaan yang ditinjukkan kepada dewi Isa. Desa Hampra Kerap kali dalam prasasti sebuah daerah perdikan disebut dengan istilah sima swantantra. Setelah sebuah desa ditetapkan menjadi daerah perdikan/sima, maka sejak saat itu pula semua pejabat yang berkaitan dengan pemungut pajak dilarang masuk kedesa tersebut. Apabila seorang petugas pajak memasuki daerah perdikan/siwa, maka ia dapat ditangkap dan dilaporkan kepada raja. Desa Trigramyana Disamping desa Hampra, prasasti plumpungan juga menyebut desa Trigramyama. Desa Trigramyama bisa di ucapkan menjadi Trigramyam atau Trigramya yang berarti 10 tiga desa. Dengan demikian Trigramya berarti tiga desa, atau mempunyai wilayah tiga buah desa. Dalam prasasti plumpungan dikatakan bahwa desa hampra merupakan wilayah dari Trigramya. Desa lainnya yaitu Desa Pluhan yang sekarang menjadi Pulutan dan Desa Praktaha yang sekarang disebut Padaan. Dalam bahasa jawa kuno desa besar yang mempunyai beberapa wilayah disebut dengan watak trigramya. Dengan demikian jelaslah bahwa nama desa trigramyama inilah yang kemudian menjadi desa Salatiga, yang sekarang menjadi Kota Salatiga.
  27. 27. c. Nama Kota Salatiga dari sudut legenda Dulu, kabupaten Semarang termasuk wilayah kesultanan Demak. Daerah ini diperintah oleh seorang Bupati bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau seorang Bupati yang ditaati rakyat. Selain berwibawa, beliau juga kaya raya. Akan tetapi, lama kelamaan beliau makin memperkaya diri sendiri. Beliau tidak lagi mempedulikan rakyatnya. Sunan Kalijaga penasehat Sultan Demak, bermaksud mengingatkan sang Bupati. Dengan berpakaian compang-camping, beliau menyamar sebagai pedagang rumput. Beliau menawarkan rumput kepada Ki Ageng. Ki Ageng mau membeli rumput itu dengan harga murah. Sunan Kalijaga tidak mau memberikannya. Akhirnya, Ki Ageng marah dan mengusir Sunan Kalijaga. Sebelum pergi, Sunan Kalijaga berkata bahwa dia dapat menunjukkan cara memperoleh kekayaan dengan mudah. Sunan Kalijaga kemudian meminjam cangkul. Sunan Kalijaga lalu mencangkul tanah di depan kabupaten. Ki Ageng kaget ketika melihat bongkahan emas sebesar kepala kerbau di balik tanah yang di cangkul Sunan Kalijaga. Ki Ageng lalu memerhatikan pedagang rumput itu dengan seksama. Setelah tahu siapa sebenarnya, ia pun terkejut. Kemudian, ia minta maaf. Ia pun bersedia dihukum karena kesalahannya. Sunan Kalijaga memaafkan Ki Ageng. Sunan Kalijaga berpesan agar Ki Ageng kembali memerintah dengan cara yang benar. Sejak kejadian itu, hidup Ki Ageng menjadi gelisah. Beliau lalu memutuskan untuk menebus kesalahannya. Beliau meninggalkan jabatan Bupati. Beliau ingin mengikuti 11 jejak Sunan Kalijaga menjadi penyiar agama. Beliau pun berniat pergi ke gunung Jabaikat. Beliau akan mendirikan pesantren disana. Nyai Ageng ingin ikut bersama Ki Ageng. Ki Ageng memperbolehkan Nyai Ageng ikut, tetapi dengan syarat, Nyai Ageng tidak boleh membawa harta benda.
  28. 28. Pada waktu yang ditentukan, Nyai Ageng belum siap. Beliau masih sibuk. Nyai Ageng ternyata mengatur perhiasan yang akan dibawanya dalam tongkat bambu. Ki Ageng lalu berangkat duluan. Setelah siap, Nyai Ageng lalu menyusul. Ditengah jalan, Nyai Ageng dihadang tiga perampok yang meminta hartanya. Akhirnya semua perhiasan yang dibawa diberikannya kepada perampok. Nyai Ageng menyusul Ki Ageng. Setelah bertemu, Nyai Ageng menceritakan peristiwa yang dialaminya. Ki Ageng berkata bahwa kelak, tempat Nyai Ageng dirampok besok kalau tempat ini menjadi maju, akan dinamai SALATIGA, berasal dari kata salah dan tiga , yaitu tiga orang yang salah. 4.2 Pembahasan Setelah kita melakukan penelitian dan dapat kita peroleh data-data tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ternyata nama Salatiga dari sudut sejarah dan legenda itu sangat berbeda dan tidak ada hubungannya sama sekali. Ini dapat kita buktikan bahwa: 1. Dari sudut pandang Sejarah Nama salatiga diambil dari sebuah desa yang bernama Hampra dan Trigramyam yang kemudian terus berkembang menjadi desa Salatiga, yang sekarang Kota Salatiga. 2. Dari sudut pandang Legenda Nyi Ageng dan Ki ageng yang mempunyai salah sebanyak 3 kali, dan tempat dimana Nyi Ageng dirampok suatu saat apabila menjadi maju akan dinamakan Salatiga yang berasal dari kata salah dan tiga. Jadi dari penelitian ini dapat kita ketahui bersama bahwa cerita salatiga ditinjau dari 2 sudut ini sangatlah berbeda. Dan kita tahu bahwa ulang tahun salatiga pada tangggal 24 Juli ini diambil dari prasasti plumpungan.
  29. 29. 12 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang kami buat ternyata kami mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan mengenai Kota Salatiga. Dan dapat kami simpulkan bahwa nama Salatiga yang dipandang dalam dua sudut yaitu dari sudut sejarah dan dari sudut legenda tidak ada persamaan dan keduanya sangat berbeda sekali. 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan, beberapa saran yang diusulkan untuk dilaksanakan adalah sebagai berikut : a. Masyarakat Salatiga hendaknya menghargai nilai-nilai sejarah yang ada di Salatiga b. Masyarakat bisa melestarikan benda-benda peninggalan sejarahnya c. Dengan ditemukannya prasasti plumpungan, berarti mungkin masih banyak benda-benda yang bisa di teliti untuk menambah pengetahuan dan khasanah budaya dan bisa lebih memperjelas cerita mengenai Salatiga menurut sejarah.
  30. 30. 13 DAFTAR PUSTAKA • Rahmawati, Dwi.dkk. 2010. Sejarah. Klaten: Viva Pakarindo • Hari Jadi Salatiga, diterbitkan oleh kantor informasi dan komunikasi Kota Salatiga • Id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Salatiga • Nessa2002.wordpress.com/2008/11/17/asal-mula-salatiga/
  31. 31. 14 LAMPIRAN
  32. 32. 15
  33. 33. 16
  34. 34. 17

×