• Like
  • Save
Pendahuluan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pendahuluan

on

  • 682 views

 

Statistics

Views

Total Views
682
Views on SlideShare
682
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
1
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pendahuluan Pendahuluan Document Transcript

    • 1I. PENDAHULUANA. Latar BelakangPasokan minyak nilam dunia hampir sekitar 90 % (+ 1.500 ton) adalah berasal dariIndonesia terutama dari daerah Propinsi Aceh. Namun dengan memburuknya situasi keamanan diPropinsi Aceh pada akhir-akhir ini, pasokan minyak nilam Indonesia juga ikut berkurang. Situasiini membuka peluang bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan usahakomoditas ini. Minyak nilam mempunyai prospek usaha yang cerah mengingat komoditas ini diAmerika dan Eropa bisa mencapai harga USD 50/Kg yang terutama dimanfaatkan sebagai bahanbaku industri pembuatan minyak wangi (sebagai pengikat bau atau fixative parfum) dankosmetik. Namun minyak nilam juga bisa dimanfaatkan untuk bahan anti-septik, antijamur, anti-jerawat, obat eksim dan kulit pecah-pecah, serta berbagai jenis kegunaan lainnya sesuaikebiasaan masyarakat di negara pemakai(Dedania, 2009).Tanaman nilam atau disebut dengan Pogostemon cablin Benth, merupakan salah satutanaman penghasil minyak atsiri yang penting, menyumbang devisa lebih dari 50% dari totalekspor minyak atsiri Indonesia. Ekspor minyak nilam pada tahun 2002 sebesar 1.295 ton dengannilai US $ 22,5 juta. Sebagian besar produk minyak nilam diekspor untuk dipergunakan dalamindustri parfum, kosmetik, antiseptik dan insektisida. Dengan berkembangnya pengobatandengan aromaterapi, penggunaan minyak nilam dalam aromaterapi sangat bermanfaat selainpenyembuhan fisik juga mental dan emosional. Selain itu, minyak nilam bersifat fixatif(mengikat minyak atsiri lainnya) yang sampai sekarang belum ada produk substitusinya.Penggunaan varietas nilam yang tepat, disertai teknik budidaya yang baik, panen dan pengolahanbahan yang sesuai akan menghasilkan produksi minyak tinggi (Binaukum, 2011).
    • 2Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi penghasil nilam di Pulau Sulawesi,khususnya di Kabupaten Kolaka. Kabupaten Kolaka adalah Kabupaten penghasil buah cacao DiSulawesi Tenggara. Namun, seiring seiring berjalannya waktu Kabupaten Kolaka jugamerupakan Kabupaten penghasil nilam (Anonim, 2008).Petani yang berdomisili di Kelurahan Tosiba, Kecamatan Samaturu, awalanya merekamembudidayakan tanaman cacao, namun sekarang mulai menanam tanaman nilam karena arahandari penyuluh pertanian lapangan serta tanaman ini tidak mudah diserang hama dan penyakittanaman seperti halnya pada tanaman lainnya. Selain itu, masa panen dari tanaman ini lebihcepat. Jika tanaman nilam dibandingkan dengan tanaman cacao, maka tanaman nilam lebihmudah di rawat. Selanjutnya menurut masyarakat Kelurahan Tosiba, tanaman nilam memilikinilai ekonomi yang cukup tinggi, dan pemasaran dari hasil tanaman ini dapat di jangkau karenaindustry tanaman nilam sudah ada di Kabupaten Kolaka, serta tanaman nilam dapatmeningkatkan perekonomian Kabupaten Kolaka (Hasil Wawancara).Petani sebagai pengelola usahatani tentunya mempunyai motivasi untuk menjalankan sertamengembangkan usahataninya. Petani memilih membudidayakan tanaman nilam, tentu jugakarena mempunyai kesempatan. Kesempatan yang dimiliki petani untuk mengembangkanbudidaya tanaman nilam juga menjadi faktor pendukung dalam melakukan usahatani.Pengembangan tanaman nilam tersebut terkait dengan teknik budidaya, pengelolaan, danperbaikan mutu tanaman sehingga petani nilam mampu menghasilkan produk berkualitas tinggidan mampu melakukan pengolahan hasil. Dengan demikian, adanya motivasi yang tinggi daripara petani dalam mengelola dan mengembangkan budidaya tanaman nilam di Kelurahan TosibaKecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka diharapkan ada upaya-upaya yang dilakukan olehmasyarakat tani maupun pemerintah setempat agar petani memperoleh pendapatan yang optimal
    • 3dari budidaya tanaman nilam yang pada akhirnya diharapkan petani menjadi lebih sejahtera.Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap MotivasiPetani dalam Membudidayakan Tanaman Nilam Di Kelurahan Tosiba Kecamatan SamaturuKabupaten Kolaka.B. Perumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian iniadalah sebagai berikut:1. Apakah yang memotivasi petani dalam membudidayakan tanaman nilam di KelurahanTosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka?2. Adakah hubungan antara motivasi petani dengan budidaya tanaman nilam di KelurahanTosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka?C. Tujuan dan KegunaanAdapun tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Mengetahui motivasi petani dalam membudidayakan tanaman nilam di Kelurahan Tosiba,Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka.2. Mengetahui hubungan antara motivasi petani dengan budidaya tanaman nilam diKelurahan Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka.Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Sebagai bahan informasi petani untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
    • 42. Sebagai bahan informasi bagi Pemerintah dalam hal pengambilan kebijakan.3. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitianyang relevan dengan penelitian ini.
    • 5II. TINJAUAN PUSTAKAA. Deskripsi TeoriA.1. Teori MotivasiMenurut Sherif dan Sherif dalam Sarwono (2002), motiv adalah istilah generik yangmeliputi semua faktor internal yang mengarah ke berbagai jenis perilaku yang bertujuan, semuapengaruh internal seperti kebutuhan (needs) yang berasal dari fungsi-fungsi organisme, dorongandan keinginan, aspirasi dan selera sosial yang bersumber dari fungsi-fungsi tersebut.Motivasi disebutkan oleh Gleitmen dan Reber sebagai keadaan internal organisme (baikmanusia ataupun hewan) yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu, yang berarti bahwamotivasi adalah pemasok daya (energizer) untuk bertingkah laku secara terarah (Syah, 2005).Selanjutnya, Soemanto (2006) menjelaskan bahwa motivasi pada diri seseorang tidak dapat kitaketahui secara langsung, namun kita dapat menginterpretasikannya melalui tingkah lakunya.Sejumlah teori-teori awal mengenai motivasi telah muncul sejak 1950-an. Ada tiga teorispesifik pada masa itu yang meskipun sekarang dipertanyakan kevaliditasnya, agaknya masihpenjelasan yang dikenal paling baik untuk motivasi karyawan. Meskipun banyak teori baru yanglebih sahih, namun tiga teori lama ini akan dibahas karena mereka mewakili suatu pondasidarimana teori kontemporer berkembang dan para manager mempraktekkan penggunaan danperistilahan teori-teori tersebut secara teratur dalam menjelaskan motivasi karyawan(Yasinta,2008).Rogers dalam Sanggau (2011), mengemukakan bahwa parameter dalam pengukuran statussosial ekonomi adalah kasta, umur, pendidikan, status perkawinan, aspirasi pendidikan,
    • 6partisipasi sosial, hubungan organisasi pembangunan, pemilikan lahan, pemilikan saranapertanian serta penghasilan sebelumnya.Motivasi berasal dari kata movere yang berarti dodorngan atau daya penggerak. Motivasiini hanya di berikan kepada manusia, khususnya para bawahan atau pengikut. Motivasi itupenting karena dengan motivasi ini dapat di harapkan setiap individu mau kerja keras untukmencapai produktifitas kerja yang tinggi (Hasibuan, 2003).Menurut As’ad (2003), motivasi seringkali diartika sebagai dorongan atau tenaga tersebutmerupakan penggerak jiwa dan jasmani untuk berbuat sehingga motivasi tersebut merupakandriving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku dan di dalam perbuatannya itumencapai tujuan tertentu.Iskandar (2005), menjelaskan motivasi adalah suatu daya batin yang mendorong prilakuatau perbuatan seseorang kea rah yang suatu tujuan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Cirri-ciri individu yang memiliki motivasi tinggi adalah : (1) orang yang berkerja dengan semangattinggi (2) senang dengan pekerjaannya dan mendapatkan kepuasan kerja (3) orang yang berusahauntuk mencapai hasil yang lebih baik (4) orang yang berusaha mengembangkan tugasnya dandirinya dan tidak terjerat oleh tugas rutin.Salah satu teori motivasi menurut Agarwal dalam Umar (2004) adalah teori kepuasan yangmencoba menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang diperlukan seseorang untuk mencapaikepuasan, dari pernyataan tersebut motivasi akan terus meningkat apabila kebutuhan seseorangterpenuhi. Menurut Maslow dalam Umar (2004), kebutuhan manusia dapat di golongkanmenjadi (a) kebutuhan fisik (b) kebutuhan rasa aman (c) kebutuhan sosial (d) kebutuhan akanpenghargaan, dan (e) kebutuhan untuk mewujudkan diri (aktualisasi diri).
    • 7Menurut Winkel dalam Rosmiati (2004) motivasi terbagi atas dua yaitu (1) motivasiintrinsik yaitu suatu hal yang mendorong seseorang untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai yangterkandung dalam obyek itu sendiri. Motiv-motiv ini menjadi aktif atau bersifat tidak perlu dirangsang dari luar karena dalam setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan, (2)motivasi ekstrinsik yaitu suatu yang mendorong seseorang untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai yang bersal dari luar obyeknya. Motiv-motiv ini akan aktif dan berfungsi karena adanyaperangsang dari luar.Menurut kamus bahasa Indonesia (2002), motivasi adalah dorongan yang timbul dari diriseseorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu, atauusaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau sekelompok orang tertentu bergerakmelakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasanatas perbuatannya. Sedangkan menurut Handoko (2003), motivasi adalah keadaan pribadiseseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu gunamencapai tujuan. Selanjutnya, Mangkunegara (2006), motivasi adalah kondisi yang berpengaruhmembangkitkan, mengarahkan, dan memelihara prilaku yang berhubungan dengan lingkungankerja.A.2 Tehnik Budidaya Tanaman NilamMenurut Santoso dalam Hari (2012), tanaman nilam merupakan tumbuhan daerah tropik.Tanaman ini termasuk family Labiatae dan meruapakan tumbuhan semak dengan ketinggiansekitar 0,3-1,3 meter. Di alam bebas tumbuhan menggeliat-geliat tidak teratur dan cenderungmengarah ke datangnya sinar matahari.Pembudidayaan nilam tergolong tidak sulit, namun tetap membutuhkan ketelatenan.Tahapan pembudidayaan yang perlu diperhatikan meliputi pembibitan, penanaman, perawatan,
    • 8pemanenan, dan penyulingan minyak nilam. Pohon Nilam (Pogostemon cablin Benth) dapattumbuh di mana saja, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi (0 – 1.200 m dpl). Nilamakan tumbuh baik pada ketinggian 10m- 400 m dpl. Nilam tidak memerlukan banyak air, tapijuga tidak tahan kering. Menghendaki suhu 24 – 28°C, tapi lembab (lebih dari 75%), curah hujanmerata sepanjang tahun (2.000 – 3.500 mm per tahun), dan tanah yang mengandung banyakhumus (Dedania, 2009).A.2.1. Pemilihan LokasiNilam dibudidayakan pada lahan kering, dengan demikian pengembangan tanamannilam sangat relevan dengan potensi lahan kering yang cukup luas di Tasikmalaya dibandingkandengan lahan sawah. Pengembangan tanaman nilam memiliki tujuan ganda, disamping untukmeningkatkan pendapatan petani, juga memiliki keuntungan lain, yaitu: meningkatkanproduktivitas lahan kering yang banyak tersebar di wilayah Tasikmalaya, sementarapemanfaatannya belum maksimal (Anonim, 2008).Tanaman nilam termasuk tanaman yang mudah tumbuh seperti tanaman herba lainnya.Namun untuk memperoleh produksi yang maksimal diperlukan kondisi ekologi yang sesuaiuntuk pertumbuhannya. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan budidaya tanaman nilamyangbenar. Dengan tehnik penanaman yang baik, kualitas dan kuantitas tanaman nilam yangdiperolehpun akan baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baikjuga (binaukum, 2011).Jenis tanah yang paling sesuai adalah yang mempunyai tekstur remah, seperti Andosol atauLatosol. Untuk tanah-tanah liat, diperlukan pengolahan yang lebih intensif agar diperoleh kondisiyang optimal. Pada tanah-tanah yang kurang humus, pemberian pupuk kandang sangatdianjurkan untuk memperbaiki kesuburan dan kegemburan tanah(Dedania, 2009).
    • 9A.2.2. Pemilihan BibitA.2.3. PenanamanNilam dapat tumbuh dan berkembang di dataran rendah sampai pada dataran tinggi yangmempunyai ketinggian 1.200 m dpl. Akan tetapi, nilam akan tumbuh dengan baik danberproduksi tinggi pada ketinggian tempat antara 50 – 400 m dpl . Pada dataran rendah kadarminyak lebih tinggi tetapi kadar patchouli alkohol lebih rendah, sebaiknya pada dataran tinggikadar minyak rendah, kadar patchouli alkohol (Pa) tinggi (Dedania, 2009).Tanaman ini menghendaki suhu yang panas dan lembab, serta membutuhkan curah hujanyang merata sepanjang tahun. Curah hujan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman nilamberkisar antara 2000- 2500 mm/th dengan penyebaran merata sepanjang tahun,suhu optimumunuk tanaman ini adalah 24 – 28 %C dengan kelembaban lebih dari 75 % agar pertumbuhan danproduksi minyak nilam optimal, tanaman nilam memerlukan intensitas penyinaran berkisarantara 75- 100 %. Pada tempat-tempat yang agak terlindung, nilam masih dapat tumbuh denganbaik, tetapi kadar minyak lebih rendah dari pada tempat terbuka. Nilam yang ditanam di bawahnaungan akan tumbuh lebih subur, daun lebih lebar dan tipis serta hijau, tetapi kadar minyaknyarendah. Tanaman nilam yang ditanam di tempat terbuka, pertumbuhan tanaman kurang rimbun,habitus tanaman lebih kecil, daun agak kecil dan tebal, daun berwarna kekuningan dan sedikitmerah, tetapi kadar minyaknya lebih tinggi,sebaiknya pada awal pertumbuhan diberi sedikitnaungan, karena nilam rentan terhadap cekaman kekeringan.A.2.4. Pemeliharaan
    • 10Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas minyak atsiri dari tanamannilam. Rendahnya produktivitas dan mutu minyak antara lain disebabkan rendahnya mutugenetik tanaman, teknologi budidaya yang masih sederhana, berkembangnya berbagai penyakit,serta teknik panen dan pasca panen yang belum tepat.A.2.5. Pengendalian Hama dan Penyakit TanamanSecara umum, penyakit yang dapat menyebabkan kerugian besar pada pertanaman nilamadalah penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum , penyakit budogyang diduga disebabkan oleh virus dan penyakit yang disebabkan oleh nematoda. Nematodadapat merusak fungsi akar, merubah proses fisiologi tanaman serta mengurangi efisiensifotosintesa sehingga pertumbuhan tanaman terhambat, produktivitas dan mutu rendah. Serangannematoda (Pratylenchus brachyurus) pada tanaman nilam dapat mengurangi berat bagian atastanaman (batang, daun, ranting) sampai 72% .A.2.6. PanenMasa panen tanaman nilam sekitar umur 3-6 bulan masa tanam.A.2.7. Pascapanen TanamanA.2.8. Kegunaan TanamanSelain sebagai pengikat wangi pada parfum, kosmetika dan sebagian obat-obatan,ternyata minyak nilam berkhasiat sebagai antibiotik dan anti radang karena dapat menghambatpertumbuhan jamur dan mikroba. Dapat digunakan untuk deodorant, obat batuk, asma, sakit
    • 11kepala, sakit perut, bisul, herpes dan lain-lain,wewangian (parfum), minyak nilam tergolongdalam jenis aroma woodsy (Anonim, 2008).Merupakan minyak eksotik (exotic oil) yang dapat meningkatkan gairah dan semangat, sertamempunyai sifat meningkatkan sensualitas. Biasa digunakan untuk mengharumkan kamar tiduruntuk memberi efek menenangkan dan membuat tidur lebih nyenyak (anti-insomnia). Dalampengobatan tradisional India yang lebih dikenal dengan ayurveda, minyak nilam digunakanuntuk penawar racun apabila digigit ular dan serangga (Anonim, 2008).Aroma minyak nilam yang harum disukai manusia. Namun, bagi beberapa jenis minyaknilam justru ditakuti karena mematikan. Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Obatdan Aromatik (Balitro), Feri Manoi, daun nilam digunakan sebagai bahan baku pestisida. Salahsatunya untuk menghalau ngengat kain Thysanura sp. Serangga itu tidak menyukai senyawayang terkandung dalam minyak nilam seperti α pinen dan β pinen(Redaksi Trubus,2012).Penggunaan 1 gram minyak nilam yang dicampur dengan shampo herbal dapat mencegahtimbulnya ketombe, merangsang pertumbuhan rambut, serta menjaga warna rambut agar tetaphitam sehingga mencegah timbulnya uban. Dalam perawatan pakaian terutama yang terbuat daribahan wol dan sutra, beberapa tetes minyak nilam dapat mencegah ngengat, semut dan seranggalain yang suka hidup dalam lemari atau laci (Anonim, 2008).Menurut peneliti Balitro lain, TL Mardiningsih, minyak nilam juga ampuh mematikanStegobium Paniceum yang merupakan hama ketumbar selama penyimpanan. Denganmengoleskan sedikit minyak nilam di sekitar dinding tempat penyimpanan, populasi StegobiumPaniceum berkurang 25-42% setelah penyimpanan 9 hari. Minyak nilam juga ampuh mengusirkumbang jagung Sitophilus Zeamais, kumbang buah kering Carpophilus sp. Menurut Graingedan Ahmed (1987) minyak nilam juga bersifat menolak kutu daun aphid, nyamuk dan
    • 12Pseudaletia unipuncta. Mardiningsih menyebutkan akar, batang, dan daun nilam dapatmembunuh ulat Crocidolomia binotalis dan Spodoptera litura yang merupakan musuh petanisayuran. Daun dan pucuk nilam dapat membasmi semut (Formicida) dan kecoa (Blattidea)bdidalam rumah(Redaksi Trubus, 2012).Dr Meika mengemukakan bahwa pasar industri bahan pewangi mencapai 5-7% per tahun.Mestinya permintaan nilam sebagai bahan baku juga tumbuh. Minyak nilam bahan utamapembuatan parfum karena bersifat mudah larut dalam alkohol dan sukar menguap. Itulahsebabnya minyak nilam digunakan sebagai fiksatif atau pengikat bahan-bahan lain. Hingga kiniperan minyak nilam dalam industri parfum belum tergantikan karena belum ada yang mampumembuat minyak nilam yang sintesis(Redaksi Trubus,2012).Sampai saat ini Indonesia mempunyai produsen utama minyak nilam dunia. Sebanyak90% minyak nilam dunia berasal dari hasil penyulingan di beberapa sentra seperti ProvinsiSumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Kebutuhan minyakdunia saat ini mencapai 2.000 ton per tahun. Yang terpasok baru 1.500 ton sehingga terdapatceruk 500 ton (Redaksi Trubus,2012).Minyak nilam murni (100%) yang diteteskan pada kapas dan diusapkan pada bagian yangdigigit ular cobra, dapat menetralisir racun/bisa ular sebagai pertolongan pertama. Dalamperawatan kulit, minyak nilam dapat digunakan untuk mengobati jerawat, gangguan kulit, eksim,infeksi jamur, ketombe, keriput, luka, parut bekas luka, pemekaran pembuluh darah, kapalanpada kaki, dan lain-lain (Anonim, 2008).A.3. Faktor-Faktor Motivasi Petani Dalam Budidaya Tanaman NilamA.3.1. Motivasi Intrinsik
    • 13Winkel dalam Arniati(2010) menyatakan bahwa motivasi intrinsik merupakan kebutuhan,keinginan, dan dorongan yang bersal dari dalam diri petani itu sendiri. Tingkat motivasi intrinsikyang dimaksud adalah motivasi pemenuhan kebutuhan, kesadaran sendiri, sesuai harapan danmerasa puas. Selanjutnya, Samuelson (2008), mengemukakan motivasi intrinsik adalah motivasiyang bersumber dari dalam individu.Kusumah dalam Asnawar (2011) mengemukakan bahwa factor yang menjadi penggerakuntuk bekerja yaitu faktor ekstrinsik (luar), dan faktor intrinsik (dalam). Faktor intrinsik berasaldari dalam diri orang itu sendiri, misalnya kepuasan kerja, kapasitas atau kemampuan diri danlain-lain. Sedangkan menurut Faiz Dzaki dalam Ikhsan (2011), motivasi intrinsik adalahmotivasi yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu ada perangsang dari luar, karenadalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dengan demikian,tingkah laku yang dilakukan seseorang disebabkan oleh kemauan sendiri bukan dorongan dariluar. Berdasarkan konsep motivasi intrinsik di atas, maka motivasi intrinsik meliputi: Pemenuhan KebutuhanSetiap individu ketika melakukan sesuatu, maka selalu ada tujuan untuk memenuhikebutuhannya yang belum di capai. Hal ini dapat di gambarkan oleh petani, dimana ketika mulaimembudidayakan tanaman nilam, maka hal yang ingin di capai adalah kebutuhan hidupnya. Halini sejalan dengan pendapat Jenny (2011) bahwa manusia dimotivasi oleh kebutuhan untukmenjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinyasecara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari ataumenghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya. Kesadaran Sendiri
    • 14Petani membudidayakan nilam timbul dari dirinya sendiri yakni kesadaran dalam dirinyasendiri untuk menanam nilam. Jenny (2011), menyatakan bahwa seseorang termotivasi atau tidakuntuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsiseseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untukbertindak. Merasa PuasJenny (2011), mengemukakanahwa Kepuasan kerja lebih merupakan suatu doronganafektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan darisuatu perilaku. Sesuai HarapanJenny (2011), mengemukakan bahwa Harapan merupakan adanya harapan-harapan akanmasa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhisikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.A.3.2. Motivasi EkstrinsikWinkel dalam Arniati (2012) motivasi ekstrinsik adalah kebutuhan, keinginan, dandorongan yang bersal dari luar. Tingkat motivasi ekstrinsik yang dimaksud adalah ketersediaansarana teknologi, ketersediaan sarana produksi, anjuran teman, dan pasar. Sedangkan menurutSamuelson (2008), mengemukakan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul akibatadanya dorongan dari luar individu.Kusumah dalam Hasmawan (2011), mengemukakan bahwa faktor ekstrinsik adalahkualitas diluar diri seseorang yang menjadi penggerak, misalnya uang, kehormatan, status ataujabatan. Selanjutnya, menurut Narendra Paskarona dalam Ikhsan (2011), motivasi ekstrinsik
    • 15adalah motivasi yang bersal dari luar yaitu perangsang ataupun stimulus dari luar. Jenis motivasiini muncul sebagai akibat pengaruh dari luar individu atau pengaruh lingkungan, apakah karenaadanya ajakan/ anjuran dari orang lain, sehingga dengan keadaan demikian seseorang maumelakukan sesuatu. Berdasarkan teori motivasi ekstrinsik di atas, maka motivasi ekstrinsikmeliputi: Ketersediaan Sarana ProduksiTersedianya saran produksi merupakan sarana yang di butuhkan oleh petani sebagai tujuankahir dari hasil pertanian yang dibudidayakan. Tersedianya Informasi TeknologiIbrahim (2003), mengemukakan bahwa teknologi pertanian adalah piranti tehnis pertanianyang dikembangkan dari ilmu pengetahuan untuk mempermudah, mempercepat, meningkatkan,mengarahkan, membina dan membimbing usaha tani sesuai dengan sasaran yang hendak dicapai. Sedangkan peranan teknologi pertanian adalah proses kegiatan penggunaan teknologidalam kegiatan di bidang pertanian. Adanya Kegiatan Penyuluhan PertanianWiraatmadja dalam Ikhsan (2011), menyatakan bahwa dalam kegiatan penyuluhan,seorang penyuluh harus mengadakan hubungan dengan petani, hubungan tersebut dapatmenimbulkan komunikasi. Komunikasi yang baik akan berjalan timbale balik atau terjadinyafeedback. Hal ini, yang penting bagi penyuluh yaitu untuk dapat mengambil tindakan-tindakanselanjutnya. Anjuran TemanHubungan sesama teman dapat saling mempengaruhi dalam hal informasi yang didapatkan, sehingga informasi dari teman ke teman sangat mempengaruhi.
    • 16 PasarPasar merupakan kegiatan proses pertemuan antara pembeli dengan penjual dan terjaditransaksi antara kedua belah pihak. Pasar dapat mempengaruhi motivasi petani dalammembudidayakan tanaman nilam karena hasil akhir dari hasil pertanian dengan mudah di jual.B. Kerangka BerpikirMotivasi merupakan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang dalammeghasilkan suatu intensitas, arah, dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapaitujuan. Intensitas ini dapa berwujud pada seberapa kerasnya seseorang berusaha, namunintensitas yang tinggi saja tidak akan membawa ke hasil yang diinginkan kecuali disertai denganupaya/arah. Motivasi yang timbul dalam diri seorang petani dalam membudidayakan tanamanbaru di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu yakni tanaman yang masih asing di kalanganmasyarakat lainnya. Namun, masyarakat tani yang berada pada daerah ini berani mengambiltindakan untuk membudidayakan nilam.Budidaya tanaman nilam tergolong dalam tanaman yang tidak sulit untuk di budidayakanoleh masyarakat tani khususnya yang berdomisili di Kelurahan Tosiba, Kecamatan Samaturu,Kabupaten Kolaka, baik dari segi pemilihan lokasi, bibit, penanaman, pemeliharaan,pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen, maupun pascapanen. Selain daripembudidayaannya, tanaman nilam juga memiliki banyak manfaat bagi msyarakat di antaranyadapat digunakan sebagai bahan parfum, sebagai obat penghalus kulit, dan lain sebagainya. Jikadilihat dari segi perekonomiannya hasil panen tanaman nilam dapat meningkatkan nilaiperekonomian masyarakat Kelurahan Tosiba. Oleh karena itu, pembudidayaan tanaman nilammemerlukan sebuah dorongan atau motivasi dari petani itu sendiri, baik motivasi dari unsur
    • 17intrinsik, maupun dari unsur ekstrinsik. Motivasi intrinsik timbul dari pemenuhan kebutuhan,kesadaran sendiri, merasa puas dan sesuai harapan. Sedangkan unsur ekstrinsik muncul dariketersediaan sarana produksi, tersedianya sarana teknologi, anjuran dari penyuluhan pertanianlapangan, anjuran dari teman, dan pengaruh pasar.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.Gambar 1. Kerangka berpikir motivasi petani dalam mebudidayakan tanamannilam di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka.Motivasi Intrinsik- pemenuhan kebutuhan- Kesadaran sendiri- Merasa puas- Sesuai harapanMotivasi Ekstrinsik- ketersediaan sarana produksi- Tersedianya sarana teknologi- Adanya kegiatan penyuluhanpertanian- Anjuran teman- pasarBudidaya Tanaman- pemilihan lokasi- pemilihan bibit- penanaman- pemeliharaan- pengendalian hama dan penyakit- panen- pasca panen- kegunannya
    • 18III. METODE PENELITIANA. Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini akan di laksanakan di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu KabupatenKolaka. Lokasi penelitian ini di pilih berdasarkan pertimbangan bahwa sebagian besarmasyarakat Kelurahan Tosiba bermata pencaharian sebagai petani nilam. Penelitian ini akandilaksanakan Insyaa Allah bulan Juli sampai bulan Agustus tahun 2013.B. Populasi dan SampelPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani nilam yang berdomisili di KelurahanTosiba Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalahdengan menggunakan teknik random sampling, dimana peneliti menggabungkan subjek-subjekyang hendak dijadikan sampel, kemudian diambil secara acak, sehingga semua subjek mendapatpeluang yang sama untuk menjadi sampel.C. Jenis dan Pengumpulan DataJenis dan pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan data primer dan datasekunder. Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari lokasi penelitian yangbertempat di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka. Data diambilmenggunakan metode wawancara dengan bentuk kuisioner. Untuk data sekunder adalah datayang di peroleh dari instansi-instansi terdekat yakni dari kantor Badan Peneliti Statistik (BPS)Propinsi Sulawesi Tenggara dan Kecamatan Samaturu.
    • 19Data yang di peroleh dari hasil penelitian ini di tabulasi, kemudian di analisis secaradeduktif kuantitatif. Untuk mengetahui tinggi, sedang, dan rendahnya motivasi petani dalammembudidayakan tanaman nilam di Kelurahan Tosiba Kecamatan Samaturu Kabupaten Kolaka,digunakan rumus:I = (Burhan, dkk dalam Alardin,2008)Dimana:I = Interval kelasJ = Skor tertinggi – skor terendah + 1K = Banyaknya kelas.Untuk mengetahui hubungan antara motivasi petani dengan budidaya tanaman nilam,menggunakan rumus chi square berikut:X² (Nurgiantoro, dkk 2002)Eij = ()Derajat bebas (r-1) (c-1)Dimana:X² = hubungan antara 2 variabel yang ditelitir = jumlah barisc = jumlah kolomi = baris ke-i
    • 20j = baris ke-jOij = frekuensi observasi pada baris I kolom jEij = frekuensi yang di harapkan pada baris I kolom jnio = jumlah pengamatan pada baris inij = jumlah pengamatan pada baris jn = jumlah respondenPengujian hubungan antara motivasi petani dengan budidaya tanaman nilam di lakukandengan membandingkan nilai X² hitung > dengan X tabel pada huruf kepercayaan 95%, dengankriteria sebagai berikut:• Jika nilai X² hitung ≥ X² tabel, maka memiliki hubungan nyata.• Jika nilai X² hitung ≤ X² tabel, maka memiliki hubungan tidak nyata.Untuk menegtahui kerataan hubungan di lanjutkan dengan uji Coefisien Contingensidengan rumus:Cc = (Supranto, 1994)Nilai Cc antara 0 sampai dengan 1, dimana semakin melalui satu hubungan, semakin kuat.D. Variabel yang DiamatiVariabel yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Motivasi petani dalam membudidayakan tanaman nilam baik motivasi intrinsik maupunmotivasi ekstrinsiknya.
    • 212. Budidaya tanaman nilam yang terdiri atas pemilihan lokasi, bibit, penanaman,pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen, pascapanen, sertakegunaannya bagi masyarakat.E. Konsep OperasionalDalam penjelasan penelitian yang diambil ini terlebih dahulu perlu dijelaskan beberapapengertian diantaranya sebagai berikut :1. Motivasi adalah dorngan yang muncul dari petani untuk menanam nilam.2. Motivasi intrinsik adalah dorongan yang muncul dari dalam diri petani untuk menanamnilam.3. Pemenuhan kebutuhan adalah terpenuhinya kebutuhan responden dalam membudidayakantanaman nilam.4. Kesadaran sendiri adalah kesadaran responden dalam mengerjakan kegiatan budidayatanaman nilam.5. Merasa puas adalah peresaan yang diperoleh responden dalam membudidayakankinerja/hasil dalam kegiatan budidaya tanaman nilam.6. Sesuai harapan adalah sesuatu hasil yang ingin di capai oleh responden sesuai denganharapannya.7. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang muncul dari luar seorang petani untukmembudidayakn tanaman nilam.8. Ketersediaan sarana produksi adalah kemudahan responden/petani untuk memperoilehpupuk, pestisida, dan bibit.9. Ketersediaan teknologi adalah kemudahan teknologi yang di gunakan responden.
    • 2210. Tersedianya informasi teknologi adalah kemudahan petani mendapatkan informasi teknologibudidaya tanaman nilam.11. Anjuran penyuluh pertanian adalah masukan yang di berikan oleh penyuluh pertaniansetempat.12. Anjuran teman atau tetangga adalah pendapat atau masukan yang di berikan oleh teman atautetangga.13. Pasar adalah kemampuan responden dalam melihat lancarnya pasar.14. Budidaya tanaman nilam adalah jenis tanaman yang di budidayakan oleh petani/responden.15. Pemilihan lokasi adalah penentuan yang dilakukan responden dalam memilih lokasi/lahanbudidaya tanaman nilam.16. Pemilihan bibit adalah penentuan bibit yang akan di tanam di lokasi pembudidayaantanaman nilam dengan kriteria tertentu.17. Penanaman adalah kegiatan mengikatkan bibit nilam di lokasi penanaman budidaya nilam.18. Pemeliharaan adalah kegiatan petani nilam terhadap pemeliharaan tanaman.19. Pengendalian hama dan penyakit tanaman adalah perlakuan yang di lakukan petaninilan/responden untuk menghindarkan tanaman nilam dari penyakit dan hama tanaman.20. Panen adalah kegiatan responden/petani terhadap kegiatan pemotongan hasil tanaman nilam.21. Pascapanen adalah kegiatan yang dilakukan responden/petani nilam tentang perlakuanterhadap tanaman nilam yang telah di panen.