• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Isi laporan rod mill
 

Isi laporan rod mill

on

  • 2,482 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,482
Views on SlideShare
2,482
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
69
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Isi laporan rod mill Isi laporan rod mill Document Transcript

    • 1 BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Bijih merupakan bahan galian mengandung sejumlah mineral yang dapatdimanfaatkan secara ekonomis dengan menggunakan teknologi yang ada padasaat itu dalam waktu tertentu. Bijih besi adalah campuran mineral berharga yangmengandung besi dengan mineral-mineral lainnya yang kurang berharga yangdisebut gangue. Meskipun dapat digunakan langsung sebagai bahan baku dalampembuatan besi, bijih besi tersebut biasanya diolah dahulu untuk memperbaikikarakteristik kimia dan fisikanya. Untuk memperbaiki karakteristik atau meningkatkan kandungan (kadar)mineral berharga dalam bijih, maka dilakukan pengolahan bahan galian yangdisebut proses benefisiasi bijih. Rod Mill merupakan salah satu alat yang dapatdigunakan dalam proses benefisiasi bijih, yaitu pada proses penggerusan(grinding). Dengan menggunakan Rod Mill, akan diperoleh bijih dengan ukuranyang lebih kecil dan halus, sehingga kadar mineral berharga dalam bijih akanmeningkat.1.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktudan jumlah media penggerus pada proses Rod Mill.1.3 Batasan Masalah Pada percobaan ini, permasalahan dibatasi mengenai lamanya waktuproses penggerusan dengan variasi 6, 8, dan 10 menit serta jumlah mediapenggerus yang digunakan dengan variasi jumlah 12, 14, dan batang 16 padaproses Rod Mill, sehingga dapat diketahui perolehan fraksi ukuran bijih setelah 1
    • 2dilakukan proses Rod Mill dan pemisahan ukuran bijih dengan menggunakan alatscreening.1.4 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan laporan ini terdiri dari lima bab sebagai kajianutama. Bab I menjelaskan latar belakang, tujuan percobaan, batasan masalah, dansistematika penulisan laporan yang digunakan. Bab II merupakan tinjauan pustakayang berisi mengenai teori singkat yang terkait dengan percobaan yang dilakukan.Bab III menjelaskan mengenai metode penelitian yang dilakukan. Bab IVmenjelaskan mengenai data percobaan, dan pembahasan berdasarkan tinjauanpustaka dari data yang telah diperoleh. Bab V menjelaskan mengenai kesimpulandari percobaan yang telah dilakukan, yang dilengkapi dengan saran seputarpercobaan. Sebagai kajian tambahan, di akhir laporan terdapat lampiran yangmemuat contoh perhitungan, jawaban pertanyaan dan tugas, gambar alat danbahan yang digunakan dalam praktikum serta blanko percobaaan.
    • 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Pengolahan Bahan Galian Pengolahan Bahan Galian atau Mineral Dressing adalah istilah umumyang biasa dipergunakan untuk proses pengolahan semua jenis bahan galian ataumineral yang berasal dari endapan-endapan alam pada kulit bumi, untukdipisahkan menjadi produk-produk berupa satu macam atau lebih mineralberharga dan sisanya dianggap sebagai mineral kurang berharga, yang terdapatbersama-sama dalam alam. [Sudarsono, 1999] Secara umum Mineral Dressing adalah suatu proses pengolahan bahangalian hasil penambangan guna memisahkan mineral berharga dari mineralpengotornya yang kurang berharga, yang terdapat bersama-sama (ganguemineral). Khusus untuk batubara, proses pengolahan itu disebut pencucianbatubara (coal washing) atau preparasi batubara (coal preparation). Prosespengolahan berlangsung secara mekanis tanpa merubah sifat-sifat kimia dan fisikdari mineral-mineral tersebut atau hanya sebagian dari sifat fisik saja yangberubah. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan : 1. Memperkecil ukuran bahan atau mineral-mineral tersebut, sehingga terjadi liberasi sempurna dari partikel-partikel yang tidak sejenis satu sama lain. 2. Memisahkan partikel-partikel yang tidak sama komposisi kimianya atau berbeda sifat fisiknya. Proses pemisahan mineral berharga dari mineral pengotornya (ganguemineral) yang kurang berharga merupakan inti dari proses pengolahan bahangalian. Proses ini terdiri dari beberapa langkah : 1. Communition (Pengecilan ukuran dengan alat crushing dan grinding). 2. Sizing (Penyeragaman ukuran dengan screening dan classifier). 3
    • 4 3. Concentration (Pemisahan mineral berharga dari pengotornya). 4. Dewatering (Pengeringan).2.2 Fine Crushing (Grinding Mill) Milling merupakan proses kelanjutan dari primary crushing dan secondarycrushing sebagai tahapan awal dari proses kominusi. Proses penghancuran dalammilling menggunakan shearing stress. Milling diklasifikasikan menjadi beberapa macam berdasarkan : 1. Bentuk cell 1. Cylinder (produk yang ada masih kasar) Contoh untuk mill bentuk silinder adalah tube mill. Pada tube mill ini produknya masih agak kasar dan dalam proses penghancurannya perlu ditambahkan air sehingga bercampurnya dengan material menjadi pulp. 2. Conical (produk halus) Contoh untuk mill bentuk conical adalah hardinge conical mill. Produknya halus, lebih halus dari pada produk yang dihasilkan cylinder mill. Untuk akhir penghancuran memerlukan bola baja dengan diameter 2 – 3 inchi. Jumlah bola-bola baja dalam ball mill berkisar antara 50% - 60% dari volume mill dan kadang-kadang mencapai 80%. 3. Cylindro Conical Mill jenis ini produknya ada yang halus dan ada yang kasar, bentuk cell merupakan penggabungan antara bentuk cylinder dan conical. 2. Grinding Media 1. Ball Mill (bola-bola baja) Contoh untuk mill ini adalah ball mill, yang telah diuraikan pada keterangan conical mill. 2. Peable Mill (batu api/flint)
    • 5 3. Rod Mill (batang-batang Baja). Grinding media pada rod mill adalah batang-batang baja, umpan yang dimasukkan ukurannya lebih kecil dari ¾ inchi dan produknya berukuran -14 sampai -18 mesh. Umpan berukuran kecil, karena bila materialnya terlalu besar maka akan menimbulkan cataracting akibatnya batangan baja akan patah. Dengan adanya rod maka tidak akan mengalami over grinding, hal ini karena rod tersebut saling sejajar sehingga umpan yang telah halus tidak akan mengalami penghancuran lagi. Gambar 1. Skematis Rod Mill3. Cara Memasukkan Umpan Terdiri dari tiga cara, yaitu Scoop Feeder, Drum Feeder, dan Scoop andDrum Feeder (Cara pemasukan umpan melalui kombinasi antara scoopdan drum).
    • 64. LubangPengeluaran 1. Grate Discharge Proses penghancurannya dilakukan dalam keadaan basah dan pada lubang pengeluaran diberi saringan sehingga diharapkan hasilnya seragam. Kelemahanya kemungkinan grinding media yang kecil menutupi lubang saringan sehingga saringan tersumbat. 2. Overflow Discharge Mill jenis ini mirip dengan grate mill di atas, hanya saja pada mill ini tidak dilengkapi dengan saringan sehingga hasilnya tidak seragam.5. Kecepatan Putar Cell 1. Kecepatan Kritis Yaitu kecepatan putar cell pada operasi milling di mana pada saat itu grinding media menempel pada dinding cell sehingga tidak terjadi proses abrasi maupun impak. 2. Cataracting Adalah kecepatan putar dari cell mill di mana grinding media akan menimbukan impak yang lebih besar dibandingkan abrasi. 3. Cascading Yaitu kecepatan putar pada cell mill pada operasi milling yang mengakibatkan grinding media lebih dominan bekerja secara abrasi maupun impak.
    • 7 BAB III METODE PERCOBAAN3.1 Diagram Alir Percobaan Percobaan ini secara umum digambarkan dalam bentuk diagram alirsehingga memudahkan pelaksanaan percobaan yang dilakukan seperti gambar 2. Sampel Batubara Penimbangan sampel dan membagi rata berat sampel masing-masing 150 gram Pemasukkan sampel ke Rod Mill dan penggerusan dengan waktu dan jumlah media penggerus tertentu Pengeluaran hasil penggerusan dari Rod Mill Pemisahan hasil Rod Mill berdasarkan fraksi ukuran mengunakan screening Penimbangan berat masing-masing fraksi ukuran hasil penggerusan 7
    • 8 Literatur Data Pembahasan Pembahasan Kesimpulan Gambar 2. Diagram Alir Percobaan3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Alat yang digunakan 1. Neraca teknis atau Neraca Ohaus 2. Media penggerus 3. Rod mill 4. Screening 5. Stopwatch 6. Peralatan penunjang praktikum 3.2.2 Bahan yang digunakan 1. Batubara ukuran kerikil3.3 Prosedur Percobaan 1. Menyiapkan bongkahan mineral batubara dan menghancurkan menjadi lebih kecil (kerikil). 2. Menimbang sampel dan membagi rata berat sampel.
    • 93. Memasukan bongkahan kedalam rod mill dan menggerus bongkahandengan waktu dan jumlah media penggerus yang ditentukan.4. Mengeluarkan hasil penggerusan bongkahan.5. Memisahkan hasil dari proses rod mill berdasarkan fraksi ukuran menggunakan screening.6. Menimbang berat dari tiap–tiap fraksi ukuran. .
    • 10 BAB IV HASILDAN PEMBAHASAN4.1 Hasil Percobaan Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, diperoleh data percobaanyang ditunjukkan dalam tabel 1. Tabel 1. Variasi Waktu Penggerusan dan Jumlah Penggerus yang digunakan Berat Awal (gram) Waktu (menit) Jumlah Penggerus 10 12 150 8 14 6 16 Tabel 2. Data Hasil Percobaan Berat (gram) Fraksi Ukuran (#) Berat I Berat II Berat III +10# 71,002 75,571 98,05 -10+18# 25,03 30,995 20,06 -18+40# 23,045 20,003 10,091 -40+60# 8,039 6,057 3,994 -60# 20,53 15,044 14,006 10
    • 114.2 Pembahasan Mengacu pada tabel 1 dan 2 tentang hasil percobaan, dapat dibuat grafikhubungan antara waktu dan jumlah media penggerus yang digunakan dalam rodmill terhadap berat masing-masing fraksi ukuran yang diperoleh, sehinggapengaruh antara variabel-variabel tersebut terhadap perolehan fraksi ukuran dapatdiketahui. Gambar 3. Grafik pengaruh waktu penggerusan terhadap perolehan berat berdasarkan fraksi ukuran Berdasarkan gambar 3, dapat diketahui nilai perolehan berat fraksi ukuransetelah dilakukan proses rod mill dengan waktu proses tertentu. Perolehan fraksiukuran +10 mesh dengan variasi waktu 6, 8, dan 10 menit mengalami penurunanberat produk sedangkan pada fraksi ukuran produk yang lebih halus, rata-rataperolehan beratnya meningkat. Hal ini dapat terjadi karena proses penggerusanyang dilakukan lebih lama menyebabkan sampel mengalami abrasi semakin lama,sehingga ukuran produk rod mill menjadi yang lebih halus semakin banyak.Dengan kecepatan rod mill yang dibuat tetap, maka pengaruh waktu penggerusan
    • 12terhadap perolehan berat fraksi ukuran produk dapat diketahui dengan jelas karenapengaruh gaya abrasi maupun impak akibat kecepatan putar (RPM) tidak perludipertimbangan secara menyeluruh. Gambar 4. Grafik pengaruh jumlah media penggerusan terhadap perolehan berat berdasarkan fraksi ukuran Berdasarkan gambar 4, data menunjukan bahwa perolehan beratberdasarkan fraksi ukuran produk mempunyai kecenderungan menurun terhadappenambahan jumlah media penggerus yang digunakan. Pada fraksi ukuran produkrod mill dari -10+18 mesh hingga yang paling halus -60 mesh, semua mengalamipenurunan perolehan berat. Hal ini berkebalikan dengan teori bahwa semakinbanyak jumlah media penggerus yang digunakan, maka perolehan produk halusakan semakin banyak. Berdasarkan pengamatan yang praktikan lakukan, ini dapatterjadi karena waktu penggerusan tidak dibuat konstan dalam artian jumlah mediapenggerus yang banyak digunakan pada waktu yang lebih singkat, dan sebaliknyajumlah penggerus yang lebih sedikit digunakan pada waktu proses yang lebihlama. Dengan demikian waktu proses lebih berpengaruh terhadap perolehan beratfraksi ukuran produk yang lebih halus.
    • 13 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN5.1 Kesimpulan Setelah melakukan praktikum Rod Mill di Laboratorium Metalurgi Ididapat kesimpulan sebagai berikut : 1. Semakin banyak jumlah media penggerus yang digunakan, maka fraksi ukuran produk yang diperoleh akan semakin halus. 2. Semakin banyak lama yang digunakan, maka fraksi ukuran produk yang diperoleh akan semakin halus.5.2 Saran Saran yang dapat diberikan untuk praktikum pada kesempatan selanjutnya,seperti menggunakan variasi waktu dan jumlah media penggerus dalam rod miluntuk percobaan yang terpisah, sehingga praktikan dapat mengetahui secara jelashubungan antara waktu proses dan jumlah media penggerus yang digunakanterhadap perolehan berat dari masing-masing fraksi ukuran produk rod mil. 13
    • 14 DAFTAR PUSTAKA1. Sudarsono, Arief, dkk,. 1999. Perubahan Struktur Kristal dan Indeks Kerja Bijih Emas Cimanggu, Jawa Barat Akibat Pemanasan Gelombang Mikro. http://arief_files/emas.htm. [Diakses tanggal 12 November 2011 pukul 14.30 WIB]2. http://laporanp.blogspot.com/2010/02/bab-ii-kominusi-kominusi-adalah- proses.html. [Diakses tanggal 12 November 2011 pukul 14.40 WIB]3. http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQDSVuOCLX3eIhrODX73Q WFebCRZdaFnZMzvYtiACo5RwYmsKxl. [Diakses tanggal 10 November 2011 pukul 13.30 WIB] 14
    • 15LAMPIRAN 15
    • 16Lampiran 1. Jawaban Pertanyaan dan Tugas Khusus1. Buat tabel dan susun data hasil percobaan ! Jawab : Tabel 1. Variasi Waktu Penggerusan dan Jumlah Penggerus yang digunakan Berat Awal (gram) Waktu (menit) Jumlah Penggerus 10 12 150 8 14 6 16 Tabel 2. Data Hasil Percobaan Berat (gram) Fraksi Ukuran (#) Berat I Berat II Berat III +10# 71,002 75,571 98,05 -10+18# 25,03 30,995 20,06 -18+40# 23,045 20,003 10,091 -40+60# 8,039 6,057 3,994 -60# 20,53 15,044 14,0062. Jelaskan pengaruh banyaknya media penggerus, waktu dan kecepatan rod mill tehadap hasil produk! Jawab : 1. Semakin banyak jumlah media penggerus yang digunakan, maka fraksi ukuran produk yang diperoleh akan semakin halus. 2. Semakin lama waktu proses penggerusan, maka fraksi ukuran produk yang diperoleh akan semakin halus.
    • 17 3. Semakin tinggi kecepatan putar rod mill, maka akan terjadi cataracting sehingga fraksi ukuran produk yang diperoleh lebih kasar akibat gaya impak yang dominan dibanding gaya abrasinya.3. Buat grafik antara berat sampel berdasarkan fraksi ukuran terhadap waktu penggerusan! Jawab : Gambar3. Grafik pengaruh waktu penggerusan terhadap perolehan berat berdasarkan fraksi ukuran
    • 18 Gambar 4. Grafik pengaruh jumlah media penggerusan terhadap perolehan berat berdasarkan fraksi ukuran5. Jelaskan secara singkat proses penggerussan dengan menggunakan Rod Mill serta pengaruh gaya sentrifugal terhadap hasil produk yang didapatkan! Jawab : Proses penggerusan dengan rod mill. Menyiapkan sampel batubara ukuran kerikil, kemudian menimbangnya, memasukkan kedalam rod mill dan gerus dengan media penggerus berupa batangan baja dalam waktu tertentu, lalu sampel batubara dikeluarkan dan dipisahkan berdasarkan fraksi ukuran dengan screening dan timbang berat masing–masing fraksi ukuran. Pengaruh gaya sentrifugal yaitu mempengaruhi kecepatan putar pada milling (RPM).
    • 196. Apa yang dimaksud dengan Vkritis dan jelaskan apabila diketahui gaya sentrifugal sama dengan gaya gravitasi! Jawab : V kritis adalah kecepatan putar cell pada operasi milling di mana pada saat itu grinding media menempel pada dinding cell sehingga tidak terjadi proses abrasi maupun impak. Apabila gaya sentrifugal sama dengan gaya gravitasi, maka akan terjadi Vkritis.
    • 20Lampiran 2. Gambar Alat dan Bahan Gambar 5. Neraca teknis Gambar 6. Screening Gambar 7. Mesin Rod Mill Gambar 8. Media Penggerus Gambar 9. Batubara