Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Pancasila sebagai ideologi terbuka
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Pancasila sebagai ideologi terbuka

  • 8,007 views
Published

Download Power Point Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Download Power Point Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • is very good
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • so good
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • good
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
8,007
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2

Actions

Shares
Downloads
236
Comments
3
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB 1
  • 2. Ketika kita mendengar, membaca, atau menggunakan istilah„ideologi, kita tahu bahwa yang dibicarakan adalah tentang gagasan.Tetapi, gagasan macam apakah ideologi itu? Apa sesungguhnyaideologi itu? Nicolo Machiavelli Antoine Destut de Tracy Karl Max Louis Althusser Dua Kutub Ideologi
  • 3. Ialah orang pertama yang secara langsung membahas fenomena ideologi.Menurutnya, ideologi adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan, mendapatkan serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagamaan dan tipu daya.
  • 4. Ialah seorang pemikir Perancis.Menurutnya, ideologi adalah ilmu mengenaigagasan atau ilmu tentang ide-ide. Tepatnya sebagai ilmu pengetahuan yang tepat mengenai dan yang mengatasi prasangka- prasangka agama maupun metafisika.
  • 5. Adalah seorang pemikir Jerman.Menurutnya ideologi adalah kesadaran palsu. Karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang diciptakan oleh para pemikir. Menurutnya juga, ideologi adalah pengandaian-pengandaian spekulatif.
  • 6. Menurutnya ideologi adalah cara setiap orang bagaimana ia dapat menjalankan kehidupannya. Jadi ideologi itu bukanlah jawaban atas pertanyaan ‘apa itu dunia’. Tetapi jawaban atas pertanyaan ‘bagaimana orang harus menjalankan hidup di dunia’.
  • 7. Ideologi bisa menjadi sesuatu yang baik, yaitu manakala ideologi mampu menjadi pedoman hidup menuju kehidupan yang lebih baik.Ideologi bisa menjadi hal yang tidak baik, yaitu manakala ideologi dijadikan alat untuk menyembunyikan kepentingan penguasa.
  • 8. Kata ideologi berasal dari bahasa latin (idea ; daya cipta sebagai hasil kesadaran manusia dan logos ; ilmu)Ideologi negara adalah idelogi dalam pengetian sempit atauterbatas. Ideologi negara merupakan konsensus (mayoritas) warga negara tentang nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujudkan melalui kehidupan negara itu (heuken, 1998)Patut diingat, istilah ideologi negara terlalu sering diartikan secara keliru, yaitu „ideologi milik negara‟. Padahal, dalam kaitannya dengan Pancasila istilah ideologi negara berarti „gagasan fundamental mengenai hidup bernegara‟, bukan „ideologi milik negara‟.
  • 9. Lahir dan tumbuh kembangnya ideologi Diyakini kebenaranya Dicantumkan dalam untuk hidup bersama konstitusi negara IDEOLOGI Diakui adanya nilai- Dirumuskan dalam NEGARA nilai dasar deklarasi negara Tumbuh-kembang Dijabarkan dalam didalam masyarak berbagai kehidupan Konsep-konsep Hasil oleh pikir para abstrak (inkrimental) Pertama Kedua cendikawan
  • 10. Hakikat dan fungsi ideologi Ideologi memiliki beberapa fungsi, diantaranya sebagai berikut : 1. Struktur kognitif, yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian dalam alam sekitarnya. 2. Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia. 3. Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak. 4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya. 5. Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan. 6. Pendidikan bagi seseorang atu masyarakat ntuk memahami, menghayati, serta bertingkah laku sesuai dengan orientasi dan noma-norma yang terkadung didalamnya
  • 11. Sejarah Perumusan Pancasila Sebagai Ideologi negara, rumusan Pancasila tida muncul begitu saja. Rumusan tersebut mengkristal setelah melalui pergumulan panjang. Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKI Perumusan Pancasila dalam Persidangan PPKI
  • 12. Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKIDalam rangka mempersiapkan kemerdekaan, pada tanggal 28 Mei 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai. Badan ini terdiri dari 62 orang anggota. Ketuanya yaitu dr. Radjiman Widiodiningrat. Ia didampingi oleh dua orang wakil ketua, masing-masing seorang bekebagsaan Jepang dan seorang Indonesia. Sidang Pertama BPUPKI Piagam Jakarta Sidang Kedua BPUPKI
  • 13. “Sidang Pertama BPUPKI” 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 Ketua Dr. Radjiman Anggota yang mengusulkan yaitu Muhammad Yamin, Supomo dan SoekarnoPancasila yang dirumuskan Soekarno sebagai berikut :1. Kebangsaan2. Internasionalisme3. Mufakat atau Demokrasi4. Kesejahteraan Sosial5. Ketuhanan Yang Maha Esa
  • 14. “Piagam Jakarta” 22 Juni 1945 Dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, Subardjo, A.A. Maramis, Abdul Kahar Moezakhir, Wachid Hasyim, Abikusno Tjokrosujoso, dan K.H. Agus Salim.Pancasila dalam Piagam Jakarta dirumuskan demikian :1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari‟at Islam bagi pemeluk-pemeluknya2. Kemanusian yang adil dan beradab3. Persatuan Indonesia4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • 15. “Sidang Kedua BPUPKI”10 Juli – 17 juli 1945Soekarno melaporkan isi Piagam Jakarta sebagai usul PembukaanUUD kepada sidang BPUPKISoekarno membentuk Panitia Kecil beranggotakan 7 orangdiketuai Soepomo untuk membentuk rancangan UUD.Pada tanggal 16 Juli rancangan UUD diterima dengan bulat
  • 16. Perumusan Pancasila dalam Persidangan PPKI Pada tanggal 7 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan KemerdekaanIndonesia (PPKI), terdiri atas 21 orang. Tugas PPKI adalah melaksanakan kemerdekaan Indonesia dan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk membentuk suatu negara. Soekarno sebagai ketua dan Muhammad Hatta sebagai wakil ketua. Pada 18 Agusts 1945, PPKI bersidang dan mengambil beberapa keputusan penting, yaitu:  Mengesahkan pembukaan UUD;  Mengesahkan UUD;  Memilih Presiden dan Wakil Presiden;  Menetapkan bahwa sementara waktu Presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional
  • 17. Rumusan Definitif Pancasila Rumusan pancasila yang secara definitif telah disepakati dalam PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan naskah Pancasila tersebut adalah sebagai berikut : 1. Ketuhanan yang maha esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.Pancasila yang disepakati sebagai ideologi nasional adalah Pancasilasebagaimana dirumuskan secara definitif dalam Pembukaan UUD 1945. Abdurrahman Wahid (mantan ketua PB Nahdatul ulama dan mantan presidan RI) dan Amien Rais (mantan ketua PB Muhammadiyah dan mantan ketua MPR-RI), menyatakan bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan sesuatu yang final (Al-Brebesy, 1999:276).
  • 18. Fungsi Pancasila sebagai Ideoligi NegaraEmpat fungsi pokok Pancasila dalam bernegara:1. Mempersatukan bangsa, memeihara dan mengukuhkan persatuan dan kesatuan itu.2. Membimbing dan mengarahkan bangsa menuju tujuannya.3. Memberikan tekad untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.4. Menyoroti kenyataan yang ada dan mengkritisi upaya perwujudan cita- cita yang terkandung dalam pancasila.