• Save
3 4 pejabat pembuat komitmen
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

3 4 pejabat pembuat komitmen

on

  • 8,531 views

Tender, Bidding, Indonesian, Government, Services, Goods, Procurement, Guidelines, Regulation

Tender, Bidding, Indonesian, Government, Services, Goods, Procurement, Guidelines, Regulation

Statistics

Views

Total Views
8,531
Slideshare-icon Views on SlideShare
8,509
Embed Views
22

Actions

Likes
5
Downloads
0
Comments
3

2 Embeds 22

http://www.infoprocurement.com 14
http://www.weebly.com 8

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    3 4 pejabat pembuat komitmen 3 4 pejabat pembuat komitmen Presentation Transcript

    • Para Pihak dalam Pengadaan Barang/Jasa Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Peraturan Presiden RI No. 54 Tahun 2010
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 11
      • PPK memiliki tugas pokok dan kewenangan sebagai berikut:
        • a. menetapkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa yang meliputi:
          • spesifikasi teknis Barang/Jasa;
          • Harga Perkiraan Sendiri (HPS); dan
          • rancangan Kontrak.
        • menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
        • menandatangani Kontrak;
        • melaksanakan Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa;
        • mengendalikan pelaksanaan Kontrak;
        • melaporkan pelaksanaan/penyelesaian Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA;
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 11
      • PPK memiliki tugas pokok dan kewenangan sebagai berikut:
        • menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa kepada PA/KPA dengan Berita Acara Penyerahan;
        • melaporkan kemajuan pekerjaan termasuk penyerapan anggaran dan hambatan pelaksanaan pekerjaan kepada PA/KPA setiap triwulan; dan
        • menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dokumen pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 11
      • Selain tugas pokok dan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dalam hal diperlukan, PPK dapat:
        • mengusulkan kepada PA/KPA:
          • perubahan paket pekerjaan; dan/atau
          • perubahan jadwal kegiatan pengadaan;
        • menetapkan tim pendukung;
        • menetapkan tim atau tenaga ahli pemberi penjelasan teknis (aanwijzer) untuk membantu pelaksanaan tugas ULP; dan
        • menetapkan besaran Uang Muka yang akan dibayarkan kepada Penyedia Barang/Jasa.
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 12
      • PPK merupakan Pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 12
      • Untuk ditetapkan sebagai PPK harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
        • memiliki integritas;
        • memiliki disiplin tinggi;
        • memiliki tanggung jawab dan kualifikasi teknis serta manajerial untuk melaksanakan tugas;
        • mampu mengambil keputusan, bertindak tegas dan memiliki keteladanan dalam sikap perilaku serta tidak pernah terlibat KKN;
        • menandatangani Pakta Integritas;
        • tidak menjabat sebagai pengelola keuangan; dan
        • memiliki Sertifikat Keahlian Pengadaan Barang/Jasa.
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 12
      • Persyaratan manajerial sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c adalah:
        • berpendidikan paling kurang Sarjana Strata Satu (S1) dengan bidang keahlian yang sedapat mungkin sesuai dengan tuntutan pekerjaan;
        • memiliki pengalaman paling kurang 2 (dua) tahun terlibat secara aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan Pengadaan Barang/Jasa; dan
        • memiliki kemampuan kerja secara berkelompok dalam melaksanakan setiap tugas/pekerjaannya.
    • Pejabat Pembuat Komitmen
      • Pasal 13
      • PPK dilarang mengadakan ikatan perjanjian atau menandatangani Kontrak dengan Penyedia Barang/Jasa apabila belum tersedia anggaran atau tidak cukup tersedia anggaran yang dapat mengakibatkan dilampauinya batas anggaran yang tersedia untuk kegiatan yang dibiayai dari APBN/APBD.
    •