Your SlideShare is downloading. ×
Degradasi Lahan dan Dampaknya terhadap Kehidupan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Degradasi Lahan dan Dampaknya terhadap Kehidupan

5,531
views

Published on


0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,531
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE DEGRADASI LAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN A. Pengertian Degradasi Lahan dan Jenis Degradasi Lahan Sebagian lahan di permukaan bumi telah mengalami kerusakan, baik oleh proses  alam maupun aktivitas manusia. Proses alam yang mengakibatkan kerusakan lahan antara  lain, letusan gunung merapi, banjir, dan kebakaran hutan. Kerusakan yang sangat hebat  pada lahan terutama disebabkan oleh manusia. Kebutuhan manusia terhadap sumber daya  yang   ada   pada   lahan   seperti   tumbuhan   dan   hewan   yang   semakin   meningkat  memungkinkan eksploitasi terhadap lahan dilakukan secara besar – besaran. Degradasi lahan  berarti  hilangnya  fungsi lahan  atau  berubahnya  kualitas  dan  manfaat dari suatu lahan. Jadi, kerusakan lahan tidak hanya menyangkut kerusakan pada  tanah, tetapi juga sumber daya berupa organisme yang ada di atas tanah. Tenaga eksogen yang bersifat mengikis muka bumi digolongkan sebagai tenaga  eksogen degradasi. Tenaga eksogen degradasi ini dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu  pelapukan, gerakan massa dan erosi. Ketiganya sangat berpengaruh terhadap degradasi  lahan.   B. Pengertian Pelapukan, Gerakan Massa dan Erosi beserta Contohnya 1. Pelapukan Pelapukan merupakan proses yang alami di muka bumi. Pada proses pelapukan,  batuan mengalami proses penghancuran. Menurut penyebabnya, pelapukan dibedakan  menjadi ~ Pelapukan Biologi Pelapukan biologi merupakan pelapukan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk  hidup. Misalnya penghancuran batuan oleh lumut atau akar tumbuhan. ~ Pelapukan Fisika Disebabkan  oleh  pengaruh cahaya  matahari  dan perubahan  temperatur.  Cahaya  matahari yang mengandung panas menyebabkan batuan memuai, pada malam hari,  massa batuan mengalami pendinginan akan mengalami penyusutan. Peristiwa ini  terjadi berulang – ulang, batuan akan mengalami penghancuran. ~ Pelapukan Kimia http://army-as.web.id
  • 2. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE Pelapukan kimia merupakan peristiwa penghancuran massa batuan yang disertai  dengan perubahan struktur kimia batuan tersebut. Pelapukan kimiawi terjadi pada  saat mineral yang ada dalam batuan bereaksi secara kimiawi dengan senyawa atau  unsur lain di alam. Contoh pelapukan kimia, beberapa jenis larutan kimia dapat  bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu  gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. 2. Pergerakan massa Perubahan bentuk muka bumi dapat juga disebabkan oleh gerakan massa atau mass  wasting  (juga dikenal dengan  mass movement). Yaitu perpindahan batuan, tanah,  lumpur atau material lainnya yang disebabkan oleh gravitasi bumi. Pergerakan massa  dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berikut 1. Tanah   Longsor,   terjadi   akibat   kondisi   tanah   miring   atau   lereng   yang   tidak  ditumbuhi tanaman yang dapat melindungi tanah 2. Tanah amblas, terjadi akibat adanya rongga tanah. Biasanya terjadi di daerah kapur 3. Tanah   mendat,   merupakan   proses   longsoran   tanah   yang   bertingkat   –   tingkat  membentuk teras (terasering) 4. Rapan tanah, merupakan gerakan tanah secara lambat ke arah bawah. Rapan tanah  teradi di daerah yang agak landai. Peristiwa ini juga disebut tanah menjalar 3.Erosi Erosi atau pengikisan adalah proses terkikisnya lapisan muka bumi oleh material yang  dipindahkan. Erosi dapat dibedakan atas ~ Erosi Oleh Air (Erotion) Erosi oleh air biasanya terjadi di daerah dengan kemiringan yang curam atau di  daerah yang kurang vegatasi. Contohnya adalah aliran air yang melarutkan  ~ Erosi Oleh Es (Gletser) Erosi oleh es disebut juga erosi glasial. Biasanya terjadi saat pergantian musim dari  musim   dingin   ke   musim   semi.   Namun,   sekarang   ini   erosi   glasial   dapat   juga  disebabkan oleh pemanasan global. Akibatnya, lelehan es akan mengalir menuruni  lerang dan menggerus daerah yang dilaluinya ~ Erosi Angin (Deflasi) http://army-as.web.id
  • 3. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE Erosi ini umumnya terjadi di daerah yang beriklim kering (gurun). Bentuk erosi  yang disebabkan angin dapat dibedakan sebagai berikut • Tiupan angin menerbangkan partikel ebu ke tempat yang jauh • Angin menggulingkan pecahan batuan atau bukit pasir • Kerikil dan bongkahan batu yang tidak dapat digerakkan angin akan tertinggal di  belakan permukaan. Bongkahan tersebut akan tergores dan mengikis batuan  lainnya. ~ Erosi Air Laut Merupakan pengikisan yang terjadi di daerah pantai atau dinding daratan pantai.  Erosi ini dapat menyebabkan terjadinya Fyord, pantai yang curam dan gua C. Faktor Yang Mendorong Terjadinya Degradasi Lahan Degradasi lahan dipengaruhi oleh faktor manusia dan faktor lingkungan. Degradasi  lahan yang disebabkan oleh faktor manusia antara lain 1. Penebangan hutan secara terus menerus yang menyebabkan hutan menjadi gundul 2. Kerusakan lahan oleh manusia sering didasari oleh kepentingan ekomoni belaka tanpa  mementingkan kelestarian lingkungan 3. Pertumbuhan penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan lahan untuk permukiman  maupun aktivitas pertanian. 4. Aktivitas   pertanian   yang   seringkali   tidak   cocok   dengan   kondisi   lahan.   Misalnya  aktivitas pertanian yang dilakukan pada lahan dengan kemiringan lereng yang curam,  jika pengelolaan lahannya tidak direncanakan dengan baik. Lahan yang curam rawan  terhadap erosi, terlebih lagi jika turun hujan 5. Sejumlah penduduk miskin atau tidak memiliki lahan, membuka lahan baru di daerah  pegunungan. Akibatnya, tumbuhan dan hewan di dalamnya terancam serta tanahnya  rawan terhadap erosi. 6. Lahan – lahan bekas penambangan bahan galian seringkali dibiarkan begitu saja jika  bahan galiannya telah habis sehingga lahan menjadi rusak. 7. Reboisasi dan Reklamasi yang Gagal. Upaya reboisasi hutan yang telah ditebang dan  reklamasi lubang/tanah terbuka bekas galian tambang sangat minim hasilnya karena  prosesnya memerlukan waktu puluhan tahun dan dananya tidak mencukupi karena  banyak disalahgunakan (dikorupsi). Hal ini membuktikan bahwa pengetahuan dan  kesadaran atas pentingnya pelestarian lingkungan hidup, baik di kalangan pejabat  maupun warga masyarakat sangat rendah. Kebakaran hutan reboisasi diduga ada unsur  http://army-as.web.id
  • 4. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE kesengajaan  untuk mengelabui  reboisasi  yang tidak  sesuai  ketentuan  (manipulasi  reboisasi). 8. Lemahnya Penegakan Hukum. Sudah banyak peraturan perundangan yang telah dibuat  berkenaan   dengan   pengelolaan   lingkungan   dan   khususnya   hutan,   namun  implementasinya di lapangan seakan­akan tidak tampak, karena memang faktanya apa  yang dilakukan tidak sesuai dengan peraturan yang telah dibuat. Lemah dan tidak  jalannya   sangsi   atas   pelanggaran   dalam   setiap   peraturan   yang   ada   memberikan  peluang untuk terjadinya pelanggaran. Di pihak lain disinyalir adanya aparat penegak  hukum   yang   terlibat   dalam   sindikat/mafia   perkayuan   dan   pertambangan   telah  melemahkan proses peradilan atas para penjahat lingkungan, sehingga mengesankan  peradilan masalah lingkungan seperti sandiwara belaka. Namun di atas itu semua  lemahnya penegakan hukum sebagai akibat rendahnya komitmen dan kredibilitas  moral aparat penegak hukum merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap  semakin maraknya perusakan hutan/lingkungan. 9. Kesadaran Masyarakat yang Rendah. Kesadaran sebagian besar warga masyarakat  yang rendah terhadap pentingnya pelestarian lingkungan/hutan merupakan satu hal  yang   menyebabkan   ketidakpedulian   masyarakat   atas   degradasi   lingkungan   yang  semakin   intensif.   Rendahnya   kesadaran   masyarakat   ini   disebabkan   mereka   tidak  memiliki pengetahuan tentang lingkungan hidup yang memadai. Oleh karena itu, kini  sudah saatnya pengetahuan tentang lingkungan hidup dikembangkan sedemikian rupa  dan menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah umum mulai dari tingkat SD. Hal ini  dipandang   penting,   karena   kurangnya   pengetahuan   masyarakat   atas   fungsi   dan  manfaat lingkungan hidup telah menyebabkan pula rendahnya disiplin masyarakat  dalam memperlakukan lingkungan sesuai peraturan perundang­undangan dan kaidah­ kaidah iptek lingkungan hidup. Selain dari faktor manusia, beberapa faktor alam yang dapat menyebabkan terjadinya  degradasi lahan antara sebagai berikut. a) Bencana alam seperti banjir, longsor, badai, gempa atau letusan gunung merapi. b) Iklim,  jenis  tanah   dan kemiringan  lereng   sangat  memengaruhi  laju  kerusakan  lahan.  Daerah dengan curah hujan tinggi seperti Indonesia memiliki potensi erosi yang tinggi.  Akibatnya,  jika hutan ditebang  maka  laju  erosinya akan semakin tinggi. Jenis tanah  tertentu lebih rawan terhadap erosi. Semakin besar kemiringan lereng, biasanya semakin  besar potensi erosi sehingga dapat menimbulkan kerusakan lahan yang lebih besar  D. Dampak Degradasi Lahan Terhadap Kehidupan http://army-as.web.id
  • 5. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE Dampak yang ditimbulkan akibat degradasi lahan sebagai berikut, a) Terjadi perubahan kondisi iklim. Tumbuhan berfungsi meningkatkan penguapan melalui  dedaunan (transpirasi) dan menyerap panas. Jika tumbuhan banyak ditebang, suhu udara  meningkat dan penguapan berkurang b) Spesies makhluk hidup yang ada di dalam hutan menjadi hilang atau bahkan punah  karena hutan sebagai habitatnya mengalami kerusakan. Sebagian hewan terpaksa masuk  ke pemukiman penduduk, merusak kebun atau mengganggu aktivitas manusia. c) Hilangnya berbagai jenis spesies makhluk hidup karena rusaknya lahan menimbulkan  kerugian yang tak ternilai harganya. d) Banjir dan kekeringan semakin sering terjadi karena berkurangnya infiltrasi dan  meningkatkan limpasan permukaan e) Berkembangnya masalah kemiskinan di kalangan petani karena produktivitas lahannya  terus menurun f) Terbukanya lahan kerana kerusakan hutan memungkinkan terjadinya erosi yang sangat  intensif pada lahan sehingga tanah menjadi tidak subur g) Nilai estetika (keindahan) dari keanekaragaman tumbuhan dan hewan yang hidup di suatu  lahan menjadi hilang h) Hasil – hasil hutan yang secara ekonomi dapat memberikan keuntungan seperti kayu,  buah – buahan dan tanaman obat menjadi hilang i) Tanah menjadi tandus dan tidak dapat ditanami lagi j) Erosi yang terjadi pada lahan kritis dapat menimbulkan tanah longsor E. Penanggulang dan Pencegahan Degaradasi Lahan Untuk mencegah degradasi lahan, diperlukan upaya yang dilakukan agar keberadaan  lahan dapat terus dimanfaatkan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Upaya –  upaya yang dilakukan misalnya sebagai berikut 1. Lahan – lahan yang tiak cocok untuk pertanian sebaiknya dijadikan sebagai hutan, seperti  lereng gunung yang curam atau daerah tanah berkapur yang mudah longsor 2. Lahan – lahan yang kering sebaiknya dibuat teras agar dapat mengurangi aliran di  permukaan 3. Daerah yang memiliki curah hujan tinggi seperti Jawa Barat, lahan yang miring tidak  hanya dibuat sangkedan, saluran pelepas air perlu dibuat memanjang lereng. Terjunan air  perlu diperkuat bambu, batu dan rumput yang akarnya kuat http://army-as.web.id
  • 6. ARMY-AS.WEB.ID ARCHIVE FILE 4. Hindari penyiangan yang bersih di antara tanaman keras. Jika tidak ada pupuk hijau  pnutup tanah, dapat pula dengan rumput yang tidak berbahaya bagi tanaman pokok.  Keberadaan tanaman penutup tanah juga menentukan tingkat erosi 5. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang sudah kritis 6. Tidak membakar hutan pada musim kemarau. Selain dapat menyebabkan degradasi lahan,  asap dari kebakaran tersebut juga menimbulkan polusi udara Kesimpulan Dari uraian diatas, dapat kami simpulkan bahwa degradasi lahan dapat merusak unsur  – unsur hara yang ada dalam tanah dan membuat tanah menjadi tandus. Karena tanah menjadi  tandus, maka tumbuhan tidak dapat tumbuh dan kemungkinan dapat menyebabkan bencana  alam seperti banjir dan tanah longsor akibat ketidakmampuan tanah dalam menyerap air.  Sudah sewajarnya kita sabagai manusia memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan, agar  anak cucu kita kelak juga dapat menikmati hijau dan indahnya lingkungan  http://army-as.web.id