Your SlideShare is downloading. ×
Bab i
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Bab i

525
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
525
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia tiap tahun selalu mengalami perubahansesuai dengan tuntutan persoalan pendidikan. Persoalan pendidikan yang dihadapibangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dansatuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah serta kejuruan.Dari tahun ke tahun lulusan yang dihasilkan selalu mengalami kemunduran, halini dapat dilihat melalui laju angka pengangguran yang terus meningkat. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu unsur konkrit yangsangat penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.Sejalandengan itu, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah masalah prestasibelajar. Masalah umum yang sering dihadapi oleh peserta didik adalah carabelajar yang kurang efektif, minimnya frekuensi dan jumlah waktu belajar, tingkatdisiplin diri dan motivasi belajar yang rendah, media belajar atau bahan ajar yangmasih kurang disediakan pihak sekolah dan sebagainya. Demi mencapai prestasi belajar yang memuaskan tersebut dengan systempendidikan pembelajaran yang semakin maju dan didukung juga perkembanganteknologi. Teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubahcara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikaninformasi dan sebagainya. Multimedia juga menyediakan peluang bagi pendidikuntuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yangmaksimal. Demikian juga bagi peserta didik, dengan multimedia diharapkanmereka akan lebih mudah untuk menentukan dengan apa dan bagaiamana untuk
  • 2. 2dapat menyerap informasi secara cepat dan efisien. Sumber informasi tidak lagiterfokus pada teks dari buku semata-mata tetapi lebih luas dari itu. Kemampuanteknologi multimedia yang semakin baik dan berkembang akan menambahkemudahan dalam mendapatkan informasi yang diharapkan. Prestasi belajar siswa di sekolah sering diindikasikan denganpermasalahan belajar dari siswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi inidimungkinkan karena faktor belajar siswa yang kurang efektif, bahkan siswasendiri tidak merasa termotivasi di dalam mengikuti pembelajaran di kelas.Sehingga menyebabkan siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi yangbersifat sukar yang di berikan oleh guru tersebut. Kecenderungan pembelajaranyang kurang menarik ini merupakan hal yang wajar di alami oleh guru yang tidakmemahami kebutuhan dari siswa tersebut baik dalam karakteristik, maupun dalampengembangan ilmu. Dalam hal ini peran seorang guru sebagai pengembang ilmusangat besar untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat danefisien bagi peserta didik bukan hanya pembelajaran berbasis konvensional. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yangkondusif serta hubungan komunikasi antara guru, siswa dapat berjalan denganbaik. Berangkat dari hal tersebut multimedia interaktif dalam kelasdikembangkan atas dasar asumsi bahwa proses komunikasi di dalam pembelajaranakan lebih bermakna (menarik minat siswa dan memberikan kemudahan untukmemahami materi karena penyajiannya yang interaktif), jika memanfaatkanberbagai media sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran. Dari segipengertian, multimedia interaktif dapat di artikan sebagai kombinasi berbagai
  • 3. 3unsur media yang terdiri dari teks, grafis, foto, animasi, video, dan suara yangdisajikan secara interaktif dalam media pembelajaran. Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi (SMKT) adalah salah satulembaga pendidikan nasional yang memiliki peran yang sangat penting dalammencerdaskan dan meningkatkan SDM yang memiliki kemampuan dalam bidangketeknikan. Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP, 2006)SMKT bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan pengetahuan kepribadianakhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikanlebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Akantetapi untuk menunjang tujuan meningkatkan kemampuan,kecerdasan serta keterampilan khusus untuk Sekolah Menengah KejuruanTeknologi (SMKT) tentu harus seimbang antara teori dan praktek siswa dalamproses pembelajarannya. Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Swasta Trisakti Lubuk Pakamruangan laboratoriumnya masih jauh dari yang cukup memadai prasarana dan alat– alat prakteknya. Sehingga system pembelajaran di SMK Swasta Trisakti Lubuk Pakamhanya mengandalkan secara teorinya, hal ini tidak lengkapnya peralatanlaboratorium sekolah ini. Artinya pelajaran yang diajarkan oleh guru kepada siswatidak dibarengi oleh kegiatan prakteknya, disamping itu pembelajaran yangkonvensional yang diterapkan oleh guru semakin membuat siswa makin jenuh dantidak dapat memahami pelajaran secara maksimal, sehingga hasil belajar siswarendah. Pada tahun ajaran 2011/2012 nilai rata – rata siswa untuk pelajaran
  • 4. 4instalari listrik hanya mencapai 68,66. Dan imbasnya kualitas lulusan siswa danmutu pendidikan dari tahun ke tahun semakin menurun. Upaya peningkatan mutu pendidikan telah dilakukan, baik melaluipengembangan mutu tenaga pengajar, penyelenggaraan pendidikan, sertapembangunan berbagai fasilitas penunjang proses pendidikan. Akan tetapi upaya– upaya tersebut membutuhkan tahap, waktu dan proses disamping upaya-upayatersebut ternyata belum menghasilkan perubahan secara nyata. Hal ini karenaproses pambelajaran, guru tidak berfokus pada hasil (output) yang harus dicapaitetapi sekedar memenuhi target administrasi sesuai petunjuk pelaksanaan danpetunjuk teknis. Hal ini menunujukkan bahwa 95% tujuan pembelajaran khusus(TPK) yang dirancang guru mengarah pada penguasaan produk sains dan hanya5% yang mengarah pada keterampilan proses sains. Ini berarti bahwa prosespembelajaran semata-mata ditujukan pada learning to know, sedangkan learningto learn belum tersentuh dengan memadai. Oleh karena itu masih perlu upaya dilakukannya pengembanganpembelajaran dalam berbagai aspek yaitu yang dikenal dengan inovasipendidikan. Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, kualitatifberbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diusahakan untukmeningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan(Udin Syaefudin Sa’ud 2009:6). Salah satu contoh yaitu seperti pembelajaranberbasis multimedia yang melatih siswa untuk berpikir kreatif dan keterampilanproses. Pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkanpenguasaan konsep, keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses siswa.Selain itu keberhasilan pembelajaran yang dikembangkan dapat diharapkan
  • 5. 5menjadi percontohan dari pembelajaran sejenis, untuk topik-topik bahan kajianyang lain dalam bidang studi dengan beberapa penyesuaian yang diperlukan. Sehingga upaya peningkatan kualitas atau mutu pendidikan tersebutmampu menghasilkan sumber daya masyarakat yang berkualitas dan berkompetendalam menghadapi berbagai perubahan dan tuntutan kebutuhan masa depandengan mampu berpikir global dan bertindak sesuai dengan karakteristik danpotensi lokal. Karena persaingan tenaga kerja dengan keahlian yang sama tidaklagi terbatas pada SDM yang berada didaerah yang sama, tapi datang dari segalapenjuru dunia. Dari uraian diatas, terlihat bahwa masalah yang dihadapi di sekolah adalahtidak tercapainya hasil belajar yang diharapkan oleh peserta didik khususnya diSMKT jurusan listrik dan elektronika. Hal ini dikarenakan oleh banyak faktor,diantaranya adalah pengajaran maupun pembelajaran yang diterapkan di sekolahlebih banyak ditujukan untuk menyelesaikan kurikulum dengan teori, bukan untukmembuat siswa memahami, mengenal dan menguasai materi pembelajaran, sertakurang memadainya fasilitas dan prasarana laboratoriumnya. Sehingga pesertadidik tidak mendapat pendidikan yang lebih konkret terutama dalam hal instalasilistrik serta belum dapat mengembangkan potensinya dalam instalasi listrik karenaketerbatasan fasilitas dari sekolah tersebut. Dengan pembelajaran berbasis multimedia, peserta didik dapat melakukansuatu simulasi dalam instalasi listrik seperti di dalam praktek langsung walaupunketidak tersedaiaan alat dan bahan yang dimiliki oleh sekolah tersebut, dan jugamembuat siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.
  • 6. 6B. Identifikasi Masalah Sesuai latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka dapatdiidentifikasi masalah- masalah yang berkenaan dengan penelitian ini, sebagaiberikut:1. Hasil belajar siswa dalam konsep dasar instalasi listrik sederhana rendah.2. Pembelajaran yang dilaksanakan guru tidak menarik minat belajar siswa.3. Motivasi belajar siswa rendah.4. Tidak ada media pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar.C. Pembatasan Masalah Berdasarkan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka batasan masalahdalam penulisan ini dibatasi pada:1. Siswa yang diberikan perlakuan adalah Siswa Teknik Instalasi Listrik di SMK Swasta Trisakti Kelas X Tahun Pelajaran 2012/2013.2. Materi yang akan diajarkan pada kompetensi Memahami Konsep Dasar Instalasi Listrik adalah Bagaimana pemasangan instalasi listrik yang di simulasikan melalui media pembelajaran berbasis multimedia yang disajikan 2 pertemuan (2 x 6 jam pelajaran ).
  • 7. 73. Media interaktif berbasis multimedia merupakan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran. Media interaktif berbasis multimedia ini gabungan dari Microsoft Power Point,Ispring Pro, Adobe FlashD. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasanmasalah, maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :1. Bagaimanakah rancangan pembelajaran berbasis multimedia dalam menguasai dasar konsep instalasi listrik dan aplikasi sederhana?2. Bagaimana pengaruh pembelajaran berbasis multimedia terhadap hasil belajar dasar konsep instalasi listrik dan aplikasi sederhana?3. Seberapa besar tingkat minat belajar siswa sebagai respon dari aplikasi media pembelajaran berbasis multimedia untuk menggantikan kegiatan praktek peserta didik untuk penguasaan konsep dasar instalasi listrik.E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :1. Untuk mengetahui rancangan pembelajaran berbasis multimedia dalam menguasai dasar konsep instalasi listrikdan aplikasi sederhana.2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis multimedia.3. Untuk mengetahui minat belajar siswa sebagai respon terhadap pembelajaran berbasis multimedia sebagai ganti kegiatan praktek dari peserta didik.
  • 8. 8F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut :1. Menambah kemampuan kompetensi peserta didik pada konsep dasar instalasi listrik.2. Memberi masukan kepada peserta didik tentang cara belajar yang baik dan efektif.3. Sebagai bahan masukan kepada guru di sekolah.4. Sebagai bahan masukan bagi institusi pendidikan tentang penggunaan pembelajaran yang tepat pada masing-masing pelajaran.5. Sebagai masukan untuk peneliti lain yang melakukan penelitian yang relevan dengan penelitian ini.