• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Rancangan peraturan menteri perhubungan tentang rencana induk pelabuhan nasional
 

Rancangan peraturan menteri perhubungan tentang rencana induk pelabuhan nasional

on

  • 2,779 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,779
Views on SlideShare
2,639
Embed Views
140

Actions

Likes
1
Downloads
143
Comments
0

5 Embeds 140

http://www.indii.co.id 74
http://indii.co.id 32
http://emu.co.id 27
http://mail.indii.co.id 5
http://dataclient.net 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Rancangan peraturan menteri perhubungan tentang rencana induk pelabuhan nasional Rancangan peraturan menteri perhubungan tentang rencana induk pelabuhan nasional Document Transcript

    • RANCANGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGANTENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONAL Januari 2012
    • RANCANGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONAL 12 JANUARI, 2012Prakarsa Infrastruktur Indonesia (Indonesia Infrastructure Initiative)Dokumen ini telah dipublikasikan oleh Prakarsa Infrastruktur Indonesia/Indonesia InfrastructureInitiative (IndII), suatu program yang didanai Pemerintah Australia yang dirancang untuk mendorongpertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan meningkatkan relevansi, kualitas dan kuantitas investasiinfrastruktur.Pendapat para penulis yang dikemukakan dalam laporan ini tidak selalu mencerminkan pendapatKemitraan Australia Indonesia atau Pemerintah Australia. Namun demikian, IndII sangat menghargaisetiap tanggapan atau pertanyaan atas laporan ini, yang dapat disampaikan kepada Direktur IndII, tel.+62 (21) 7278-0538, fax +62 (21) 7278-0539. Website: www.indii.co.id.Ucapan Terima KasihLaporan ini telah disiapkan oleh Nathan Associates Inc. (Dr. Paul Kent, Mr Richard Blankfeld), dibantuoleh tim konsultan nasional (Prof Sudjanadi, Hidayat Mao, SH, DR. Russ Frazila Bona, dan Ir. BudiyonoDoel Rachman MSc.) dan Office Manager, IndII (Desi Rahmawati, SE), yang terlibat dalam PrakarsaInfrastruktur Indonesia (IndII) yang didanai oleh AusAID sebagai bagian dari Kegiatan No. 244:Finalisasi Peraturan Menteri Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), Review PengembanganKebijakan & Manajemen Kepelabuhanan, dan Presentasi Akhir RIPN.Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Perhubungan, KementerianKoordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Pelindo1-4, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Tanjung Perak, INSA, KPPU dan Tim PelaksanaRIPN atas dukungan dan informasinya.Terima kasih juga kepada David Ray (Direktur Fasilitas, IndII) dan David Shelley (Direktur TeknikTransportasi, IndII) atas dukungan dan masukannya.Dukungan yang diberikan oleh Efi Novara Nefiadi, Sr Transport Program Officer, IndII sangat kamihargai. Setiap kesalahan faktual atau interpretasi sepenuhnya merupakan karya para penulis.Dr. Paul KentNathan Associates Inc.Jakarta, 12 Januari 2012
    • RANCANGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONALMenimbang: a. bahwa dalam pasal 67,71,72 dan 73 Undang-undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 7, 8, 9 dan 10 Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan diatur mengenai Rencana Induk Pelabuhan Nasional; b. bahwa berdasarkan Pasal 71 ayat (4) Undang-undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Menteri menetapkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) dan (b), perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional.Mengingat: 1. Undang-undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran; 2. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 3. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang 2005 – 2005; 4. Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang; 5. Peraturan Presiden No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 6. Peraturan Pemerintah No. 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan; 7. Peraturan Menteri Perhubungan No. Km 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata kerja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 20 Tahun 2008; 8. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional; 9. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 31 Tahun 2006 tentang Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan; 10. Peraturan Menteri Perhubungan No KM 49 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan 2005 – 2025; 11. Peraturan Menteri Perhubungan No KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan; 12. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 63 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan; 13. Peraturan Menteri Perhubungan No KM 64 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Syahbandar; 14. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 65 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelabuhan Batam; 15. Peraturan Menteri Perhubungan No KM 44 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 62 Tahun tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Kantor Penyelenggara Pelabuhan; 16. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan No KM 63 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan;
    • 17. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 46 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 64 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Syahbandar; 18. Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 47 Tahun 2011 tentang Perubahan Peraturan Menteri Perhubungan No KM 65 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pelabuhan Batam.Menetapkan: PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG RENCANA INDUK PELABUHANNASIONAL Pasal 1Rencana Induk Pelabuhan Nasional memuat Kebijakan Pelabuhan Nasional dan Rencana Lokasi sertaHierarki Pelabuhan. Pasal 2Rencana Induk Pelabuhan Nasional sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 di atas, merupakan pedomandalam penetapan lokasi, pembangunan, pengoperasian, pengembangan pelabuhan, dan penyusunanRencana Induk Pelabuhan. Pasal 3 Lokasi Pelabuhan (1) Lokasi pelabuhan merupakan wilayah daratan dan perairan tertentu yang meliputi Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKp). (2) Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan terdiri atas: a. Wilayah daratan yang digunakan untuk kegiatan fasilitas pokok dan fasilitas penunjang; dan; b. Wilayah perairan yang digunakan untuk kegiatan alur pelayaran, tempat labuh, tempat alih muatan antar kapal, kolam pelabuhan untuk kebutuhan sandar dan olah gerak kapal, kegiatan pemanduan, tempat perbaikan kapal, dan kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan. (3) Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan merupakan perairan pelabuhan diluar Daerah Lingkungan Keja Pelabuhan yang digunakan untuk alur pelayaran dari dan ke pelabuhan, keperluan keadaan darurat, pengembangan pelabuhan jangka panjang, penempatan kapal mati, percobaan berlayar, kegiatan pemanduan, fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal. (4) Rencana lokasi pelabuhan yang akan dibangun harus sesuai dengan: a. Rencana tata ruang wilayah nasional, rencana tata ruang propinsi dan tata ruang wilayah kabupaten/kota; b. Potensi dan perkembangan sosial ekonomi wilayah; c. Potensi sumber daya alam dan; d. Perkembangan lingkunganstrategis, baik nasional maupun internasional. (5) Penggunaan wilayah daratan dan perairan tertentu sebagai lokasi pelabuhan ditetapkan oleh Menteri atas dasar pengajuan permohonan dari Pemerintah atau pemerintah daerah.
    • Pasal 4 Pembangunan, Pengoperasian dan Pengembangan Pelabuhan Pembangunan, Pengoperasian dan Pengembangan Pelabuhan hanya dapat dilakukan berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan Nasional dan Rencana Induk Pelabuhan. Pasal 5 Rencana Induk Pelabuhan(1) Setiap pelabuhan wajib mempunyai rencana induk pelabuhan yang didalamnya termasuk rencana penggunaan wilayah daratan dan perairan.(2) Rencana Induk Pelabuhan harus disiapkan untuk jangka waktu: a. 15 tahun sampai 20 tqhun (Jangka panjang); b. 10 tahun sampai 15 tahun (jangka menengah); c. 5 tahun sampai 10 tahun (jangka pendek).(3) Rencana Induk Pelabuhan dipersiapkan oleh penyelenggara pelabuhan berdasarkan: a. Rencana Induk Pelabuhan Nasional; b. Rencana tata ruang propinsi; c. Rencana tata ruang kabupaten/kota madya; d. Keserasian dan keseimbangan dengan kegiatan yang terkait di pelabuhan; e. Kelaikan tehnis ekonomis dan lingkungan hidup; f. Keamanan dan keselamatan lalu lintas kapal dari dan ke pelabuhan. Pasal 6 Hierarki Pelabuhan LautPelabuhan Laut terdiri dari 3 (tiga) hierarki yaitu: 1. Pelabuhan Utama yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan internasional, alih muat angkutan laut dalam negeri dan internasional dalam jumlah besar, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/ atau barang; 2. Pelabuhan Pengumpul yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan/ atau barang; 3. Pelabuhan Pengumpan yang fungsi pokoknya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah terbatas, merupakan pengumpan bagi pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpul, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang dan atau/ barang. Pasal 7Rencana pembangunan pelabuhan secara nasional menggunakan pendekatan klaster, yaituberdasarkan pengelompokan pelabuhan yang secara geografis berdekatan dan secara operasionalsaling terkait. Pasal 8(1) Rencana Induk Pelabuhan Nasional sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 berlaku untuk jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dan dilakukan evaluasi setiap 5 (lima) tahun.
    • (2) Dalam hal terjadi perubahan lingkungan strategis tertentu, Rencana Induk Pelabuhan Nasional dapat dievaluasi sebelum jangka waktu 5 (lima) tahun.(3) Rencana Induk Pelabuhan Nasional termuat secara lengkap dalam lampiran peraturan ini.(4) Uraian dalam Lampiran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) teridiri 5 (lima) Bab yaitu: a. Bab 1 Pendahuluan; b. Bab 2 Kebijakan Pelabuhan Nasional; c. Bab 3 Perkiraan Lalu Lintas Barang di Pelabuhan dan Implikasinya terhadap Pengembangan Sektor Pelabuhan; d. Bab 4 Lokasi Pelabuhan dan Pengembangan Pelabuhan; e. Bab 5 Rencana Aksi di bidang Pengaturan dan Kebijakan. Pasal 9Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengawasi dan mengambil langkah lebih lanjut yangdiperlukan dalam rangka pelaksanaan Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Pasal 10Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan ini denganpenempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.Ditetapkan di Jakarta pada tanggal:Menteri Perhubungan
    • LAMPIRAN:PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG RENCANA INDUK PELABUHAN NASIONALBab 1. PENDAHULUAN ................................................................................................................... 1Bab 2. KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONAL ..................................................................................... 42.1 Kebijakan Pelabuhan Nasional ....................................................................................................... 42.2 Strategi Implementasi ................................................................................................................... 6 2.2.1 Pedoman Kebijakan Pelabuhan Nasional dan Strategi Bisnis yang Komprehensif ................. 6 2.2.2 Perencanaan Terpadu, Hierarki Pelabuhan dan Pemantauan Kinerja .................................... 6 2.2.3 Pengaturan Tarif................................................................................................................... 6 2.2.4 Mendorong Persaingan di Sektor Pelabuhan ........................................................................ 7 2.2.5 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Pelabuhan .......................................... 7 2.2.6 Meningkatkan Keselamatan Kapal dan Keamanan Fasilitas Pelabuhan secara Efektif ............ 7 2.2.7 Meningkatkan Perlindungan Lingkungan Maritim secara Efektif ........................................... 7Bab 3. PROYEKSI LALU LINTAS MUATAN MELALUI PELABUHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAPPEMBANGUNAN KEPELABUHANAN DI INDONESIA .............................................................................. 93.1 Latar Belakang .............................................................................................................................. 93.2 Proyeksi Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Berdasarkan Skenario Dasar (Base Case) ........... 103.3 Proyeksi Lalu Lintas Berbasis Skenario Alternatif......................................................................... 133.4 Implikasi terhadap Pembangunan Sektor Pelabuhan................................................................... 15Bab 4. LOKASI DAN RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHAN ........................................................ 164.1 Kebutuhan Investasi Pelabuhan .................................................................................................. 164.2 Pembiayaan Pelabuhan dan Kerangka Bantuan dan Penjaminan Pemerintah.............................. 19 4.2.1 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan ....................................................................................... 19 4.2.2 Potensi Sumber Pembiayaan Investasi Sektor Pemerintah ................................................ 19 4.2.3 Kerangka Dukungan dan Penjaminan Pemerintah ............................................................. 20 4.2.4 Strategi Pelaksanaan untuk Partisipasi Swasta dalam Investasi di Pelabuhan .................... 22Bab 5. RENCANA AKSI DI BIDANG PENGATURAN DAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN ......................... 245.1 Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Undang-undang Pelayaran ........................................ 245.2 Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Peraturan Pemerintah tentang Kepelabuhanan (PP No.61/2009) ........................................................................................................................................... 245.3 Rencana Aksi Pelaksanaan Kebijakan ........................................................................................... 245.4 Inisiatif Jangka Pendek untuk Mengimplementasikan Kebijakan .................................................. 24DAFTAR TABELTabel 3-1 Lalu Lintas Barang Melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangan dan JenisMuatan, pada Tahun 1999 dan 2009 ................................................................................................ 10Tabel 3-2 Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangan dan JenisMuatan dan Komoditas Utama, pada Tahun 2009 ............................................................................ 11Tabel 3-3 Proyeksi Total Lalu Lintas Muatan Melalui Pelabuhan Indonesia Skenario PertumbuhanDasar (Base Case) Periode Tahun 2009-2030 .................................................................................... 13Tabel 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Jenis Terminal/FasilitasPelabuhan untuk Tahapan Tahun 2011-2030 and Total Tahun 2011-2030 (dalam juta US$, tahun 2011)......................................................................................................................................................... 17Tabel 4-2 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan oleh Pemerintah dan Pihak Swasta untuk PengembanganFasilitas Pelabuhan, 2011-2030 ......................................................................................................... 19
    • Tabel 4-3 Kerangka Hukum Investasi Sektor Swasta........................................................................... 21Tabel 5-1 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Undang-Undang No. 17/2008tentang Pelayaran ............................................................................................................................. 25Tabel 5-2 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Tercakup dalam PP No. 61/2009…………………….25Tabel 5-3 Rencana Aksi Implementasi Kebijakan................................................................................ 26Tabel 5-4 Inisiatif untuk Pelaksanaan Kebijakan................................................................................. 29DAFTAR GAMBARGambar 1-1 Kedudukan RIPN dalam Kerangka Kerja MP3EI ................................................................. 2Gambar 1-2 Kerangka Kerja RIPN ........................................................................................................ 3Gambar 3-1 Bongkar Muat Barang Melalui Pelabuhan Utama di Indonesia berdasarkan ArusPerdagangan Tahun 2009 .................................................................................................................. 11Gambar 3-2 Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Indonesia berdasarkan Jenis Muatan pada Tahun2009 menurut Klaster Pelabuhan ..................................................................................................... 12Gambar 3-3 Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Utama Indonesia, Periode Tahun 1990-2009 .... 12Gambar 3-4 Koridor Ekonomi dalam MP3EI ....................................................................................... 13Gambar 3-5 Proyeksi Total Lalu Lintas Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia menurut SkenarioPertumbuhan , Periode Tahun 2015-2030 ....................................................................................... 14Gambar 3-6 Proyeksi Total Lalu Lintas Muatan di Pelabuhan Indonesia berdasarkan Jenis MuatanMenurut Skenario Pertumbuhan , Periode Tahun 2015-2030 ............................................................ 14Gambar 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Tahapan Pengembangan......................................................................................................................................................... 18Gambar 4-2 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Jenis Fasilitas Pelabuhan........................................................................................................................................................... 18DAFTAR SUPLEMENSuplemen A-1 Hierarki Pelabuhan ..................................................................................................... 32Suplemen B-1 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Lalu-Lintas Peti Kemas Indonesia Tahun2009.................................................................................................................................................. 69Suplemen B-2 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Peti Kemas Indonesia Tahun 2009 ......................................................................................................................................................... 69Suplemen B-3 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Lalu-Lintas Kargo Umum (General Cargo)Indonesia Tahun 2009 ....................................................................................................................... 70Suplemen B-4 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Kargo Umum (General Cargo)Indonesia Tahun 2009 ....................................................................................................................... 70Suplemen B-5 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun 2009 .... 71Suplemen B-6 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun 2009 .......... 71Suplemen B-7 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Cair Indonesia Tahun 2009 ........ 72Suplemen B-8 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Cair Indonesia Tahun 2009 .............. 72Suplemen C-1 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Sumatera ............................................... 73Suplemen C-2 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Jawa ...................................................... 73Suplemen C-3 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Kalimantan ............................................ 74Suplemen C-4 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Sulawesi ................................................ 74Suplemen C-5 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara ................................ 75Suplemen C-6 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku.................... 75Suplemen D-1 Koridor Ekonomi Sumatera ......................................................................................... 76Suplemen D-2 Koridor Ekonomi Jawa ................................................................................................ 76Suplemen D-3 Koridor Ekonomi Kalimantan ...................................................................................... 76
    • Suplemen D-4 Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara.................................................................... 76Suplemen D-5 Koridor Ekonomi Sulawesi .......................................................................................... 76Suplemen D-6 Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku ............................................................. 76Suplemen E-1 Rencana Pengembangan Fisik Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan FasilitasPelabuhan, Tahun 2011-2030 ............................................................................................................ 83Suplemen E-2 Rencana Investasi Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Fasilitas Pelabuhan,Tahun 2011-2030 ............................................................................................................................. 92
    • Bab 1. PENDAHULUANSebagai negara kepulauan yang pertumbuhan ekonominya sangat tergantung kepada transportasilaut, beroperasinya pelabuhan secara efisien di Indonesia menjadi prioritas utama. Selain dalamrangka pemberdayaan industri angkutan laut nasional, Undang-undang Pelayaran No. 17 tahun 2008lebih lanjut menjabarkan prioritas yang berkaitan dengan peningkatan efisiensi dan kesinambunganpembangunan pelabuhan, keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkunganmaritim. Arah kebijaksanaan untuk bidang kepelabuhanan menekankan kepada penataanpenyelenggaraan kepelabuhanan, reformasi kelembagaan, peningkatan persaingan, penghapusanmonopoli dalam penyelenggaraan pelabuhan, pemisahan antara fungsi regulator dan operator sertamemberikan peran serta pemerintah daerah dan swasta secara proporsional dalam penyelenggaraandan perencanaan pengembangan pelabuhan, serta penyiapan sumber daya manusia yang profesionaluntuk memenuhi kebutuhan sektor pemerintah dan swasta.Pendekatan multi-dimensi yang diamanatkan oleh Undang-undang diharapkan dapat mendukungdan sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia , barang danjasa, membantu terciptanya konektivitas dan pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis sertameningkatkan kesejahterasan rakyat Indonesia.Visi kepelabuhanan Indonesia yang dapat merefleksikan perannya secara multi-dimensi adalah: “Sistem kepelabuhanan yang efisien, kompetitif dan responsif yang mendukung perdagangan internasional dan domestik serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah”.UU Pelayaran No. 17 tahun 2008 menetapkan bahwa Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN)disusun sebagai kerangka kebijakan untuk memfasilitasi tercapainya visi tersebut. RIPN akan menjadiacuan bagi pembangunan kepelabuhanan di Indonesia. Di dalam RIPN juga terdapat prediksi lalu-lintas pelabuhan, kebutuhan pengembangan fisik pelabuhan, kebutuhan investasi dan strategipendanaan, program modernisasi pelabuhan dan integrasinya dengan pembangunan ekonomi dalamkerangka sistem transportasi nasional.RIPN disusun dengan mengintegrasikan rencana lintas sektor, meliputi keterkaitan antara sistemtransportasi nasional dan rencana pengembangan koridor ekonomi serta sistem logistik nasional,rencana investasi dan implementasi kebijakan, peran serta sektor pemerintah dan swasta,pemerintah pusat dan daerah. Integrasi tersebut menjadi landasan utama untuk perencanaan daninvestasi jangka panjang dimana bentuknya tidak hanya berupa pembangunan fisik namun jugamenyangkut peningkatan efisiensi dan upaya memaksimalkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan yangada serta berbagai langkah terkait dengan aspek pengaturan, kelembagaan, dan operasionalpelabuhan. 1
    • Gambar 1-1 Kedudukan RIPN dalam Kerangka Kerja MP3EI 2
    • Gambar 1-2 Kerangka Kerja RIPN VISI Terwujudnya sistem kepelabuhanan yang efisien, kompetitif dan responsif, yang mendukung perdagangan internasional dan domestik serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. TUJUAN - Meningkatkan daya saing dalam perdagangan global dan pelayanan jasa transportasi - Meningkatkan daya saing jasa kepelabuhanan, mengurangi biaya pelabuhan dan meningkatkan pelayanan jasa pelabuhan - Mensinergikan pelabuhan dengan pembangunan sistem transportasi nasional, sistem logistik nasional dan pembangunan ekonomi - Mengembangkan kapasitas pelabuhan untuk memenuhi permintaan kebutuhan jasa transportasi - Mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dalam sektor kepelabuhanan. RENCANA AKSI Kelembagaan Perencanaan Peraturan Pengembangan SDM- Transisi implementasi - Integrasi dengan - Penyusunan peraturan - Mendorong peningkatan kelembagaan Otoritas Kelembagaan perencanaan sistem pelaksanaan dari UU produktivitas pelabuhan Pelabuhan transportasi nasional dan Pelayaran No. 17/2008 - Transisi penerapan- Kejelasan fungsi Otoritas wilayah - Penyusunan peraturan praktek internasional Pelabuhan dan Pelindo - Integrasi dengan rencana pelaksanaan untuk dalam pengembangan- Penyerahan pelabuhan pembangunan ekonomi efektivitas perencanaan, SDM dan tenaga kerja pengumpan kepada nasional pembangunan dan pelabuhan pemerintah daerah - Pengembangan kapasitas manajemen pelabuhan - Melakukan dialog untuk memenuhi - Mendorong persaingan dengan pemangku kebutuhan jasa dan pengurangan kepentingan dalam kepelabuhanan hambatan akses pasar reformasi buruh - Penyiapan pedoman - Implementasi Kebijakan pelabuhan untuk pengembangan Kepelabuhanan Nasional - Mengembangkan rencana induk masing- program pelatihan SDM masing pelabuhan dan buruh pelabuhan Teknologi Pembiayaan & Investasi - Mempercepat - Menerapkan skema pembangunan sistem Partisipasi Sektor Swasta informasi terintegrasi (KPS) kepelabuhanan - Pemanfaatan sumber pendanaan domestik - Mendorong aplikasi - Pengaturan arus teknologi yang sesuai pendapatan dari dengan kebutuhan pasar konsesi/sewa dan sumber lainnya kepada Otoritas Pelabuhan 3
    • Bab 2. KEBIJAKAN PELABUHAN NASIONALKebijakan pelabuhan nasional merupakan bagian dalam proses integrasi multimoda danlintas sektoral. Peran pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari sistem transportasi nasional danstrategi pembangunan ekonomi oleh karena itu kebijakan tersebut lebih menekankan padaperencanaan jangka panjang dalam kemitraan antar lembaga pemerintah dan antar sektorpublik dan swasta. Munculnya rantai pasok global (supply chain management) sebagaimodel bisnis yang diunggulkan, merupakan faktor kunci dalam perubahan ekonomi global.Perkembangan teknologi informasi komunikasi dan transportasi mempengaruhi strategibisnis yang terintegrasi antara produksi, pemasaran, transportasi, distribusi dan klasterindustri dalam koridor ekonomi.Kelancaran, keamanan dan ketepatan waktu, dalam sistem multi moda transportasi yangefisien merupakan kunci keberhasilan bisnis yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia.Karena itu diperlukan keterpaduan multimoda transportasi dan sistem logistik nasionaldalam penetapan kebijakan dan pembangunan infrastruktur fisik. Infrastruktur transportasimerupakan faktor dominan yang berkaitan dengan kebijakan publik, peraturan, dan sistemoperasi. Peran investasi swasta sangat penting, dimana komitmen kebijakan pemerintahperlu menciptakan iklim yang kondusif sekaligus melindungi kepentingan publik.Dalam sistem transportasi nasional yang efesien dan efektif, kebijakan maritim masa depandi Indonesia mempunyai potensi dan peluang yang besar. Berbagai kebijakan akan diadakanperubahan secara berkesinambungan sesuai dengan prioritas dan perkembanganlingkungan strategis dan internasional (continuous improvement process). Untuk itumasukan dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan.Kebijakan pelabuhan nasional akan merefleksikan perkembangan sektor pelabuhan menjadiindustri jasa kepelabuhanan kelas dunia yang kompetitif dan sistem operasi pelabuhansesuai dengan standar internasional baik dalam bidang keselamatan pelayaran maupunperlindungan lingkungan maritim. Tujuannya adalah untuk memastikan sektor pelabuhandapat meningkatkan daya saing, mendukung perdagangan, terintegrasi dengan sistem multi-moda transportasi dan sistem logistik nasional. Kerangka hukum dan peraturan akandiarahkan dalam upaya menjamin kepastian usaha, mutu pelayanan yang lancar dan cepat,kapasitas mencukupi, tertib, selamat, aman, tepat waktu, tarif terjangkau, kompetitif,aksesibilitas tinggi dan tata kelola yang baik. Kebijakan tersebut akan terus dibangun dandikembangkan berdasarkan konsensus dan komitmen dari para pemangku kepentingan.2.1. Kebijakan Pelabuhan NasionalKebijakan Pelabuhan nasional diarahkan dalam upaya: • Mendorong Investasi Swasta Untuk mendukung rencana MP3I, partisipasi sektor swasta merupakan kunci keberhasilan dalam percepatan pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan Indonesia, karena kemampuan finansial sektor publik terbatas. • Mendorong Persaingan Mewujudkan iklim persaingan yang sehat dalam kegiatan usaha kepelabuhanan yang diharapkan dapat menghasilkan jasa kepelabuhanan yang efektif dan efisien. 4
    • • Pemberdayaan Peran Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan Upaya perwujudan peran Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan sebagai pemegang hak pengelolaan lahan daratan dan perairan (landlord port authority) dapat dilaksanakan secara bertahap. Upaya tersebut termasuk rencana transformasi Otoritas Pelabuhan/Unit Penyelenggara Pelabuhan menjadi Badan Layanan Umum (BLU), sehingga akan mencerminkan penyelenggara pelabuhan yang lebih fleksibel dan otonom.• Terwujudnya Integrasi Perencanaan Perencanaan pelabuhan harus mampu mengantisipasi dinamika pertumbuhan kegiatan ekonomi dan terintegrasi kedalam penyusunan rencana induk pelabuhan khususnya dikaitkan dengan MP3EI/koridor ekonomi, sistem transportasi nasional, sistem logistik nasional, rencana tata ruang wilayah serta melibatkan masyarakat setempat.• Menciptakan kerangka kerja hukum dan peraturan yang tepat dan fleksibel Peraturan pelaksanaan yang menunjang implementasi yang lebih operasional akan dikeluarkan untuk meningkatkan keterpaduan perencanaan, mengatur prosedur penetapan tarif jasa kepelabuhanan yang lebih efisien, dan mengatasi kemungkinan kegagalan pasar.• Mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman dan terjamin Sektor pelabuhan harus memiliki tingkat keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan yang baik serta mempunyai aset dan sumber daya manusia yang andal. Keandalan teknis minimal diperlukan untuk memenuhi standar keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan yang berlaku di pelabuhan Indonesia. Secara bertahap diperlukan penambahan kapasitas untuk memenuhi standar yang sesuai dengan protokol internasional. Meningkatkan perlindungan lingkungan maritim Pengembangan pelabuhan akan memperluas penggunaan wilayah perairan yang akan meningkatkan dampak terhadap lingkungan maritim. Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan harus lebih cermat dalam mitigasi lingkungan, guna memperkecil kemungkinan dampak pencemaran lingkungan maritim. Mekanisme pengawasan yang efektif akan diterapkan melalui kerja sama dengan instansi terkait termasuk program tanggap darurat.• Mengembangkan sumber daya manusia Pengembangan sumber daya manusia diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi dalam upaya meningkatkan produktivitas dan tingkat efisiensi, termasuk memperhatikan jaminan kesejahteraan dan perlindungan kerja tenaga kerja bongkar muat di pelabuhan. Lembaga pelatihan, kejuruan dan perguruan tinggi akan dilibatkan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja sektor pelabuhan, termasuk perempuan untuk memenuhi standar internasional. 5
    • 2.2 Strategi Implementasi2.2.1 Pedoman Kebijakan Pelabuhan Nasional dan Strategi Bisnis yang Komprehensif Pelaksanaan Kebijakan Pelabuhan Nasional akan diawasi secara efektif dan dipublikasikan secara berkala kepada para pemangku kepentingan. Pedoman pelaksanaan Kebijakan Pelabuhan Nasional akan dikeluarkan setelah dilakukan konsultasi dengan para pemangku kepentingan.2.2.2. Perencanaan Terpadu, Hierarki Pelabuhan dan Pemantauan Kinerja  Perencanaan pengembangan pelabuhan dalam kerangka sistem transportasi nasional akan dikoordinasikan dengan perencanaan sektoral masing-masing moda transportasi, instansi terkait lainnya dan Otoritas Pelabuhan. Pedoman tentang perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan akan dikeluarkan yang meliputi pedoman proses perencanaan pembangunan dan pengembangan pelabuhan . Pelindo dan badan usaha pelabuhan lainnya diminta untuk memberikan informasi yang relevan kepada Otoritas Pelabuhan untuk disinkronisasikan dengan rencana induk masing-masing pelabuhan.  Status pelabuhan akan direview secara berkala untuk menentukan kemungkinan terjadinya perubahan hierarki pelabuhan dan implikasinya terhadap revisi Rencana Induk Pelabuhan Nasional dan rencana induk masing-masing pelabuhan.  Sistem indikator kinerja akan diterapkan untuk tujuan perencanaan dan pemantauan serta hasil pencapaian kinerja pelabuhan akan dipublikasikan secara berkala.2.2.3 Pengaturan Tarif  Pengaturan penetapan tarif harus mudah diterapkan dalam arti setiap jasa kepelabuhanan dikenakan tarif sesuai dengan jasa yang disediakan. Tarif yang diusulkan Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggata Pelabuhan dapat ditolak apabila tidak wajar dibandingkan dengan biaya penyediaan jasa atau infrastruktur. Tarif yang diusulkan badan usaha pelabuhan akan diajukan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) apabila dinilai anti-kompetitif atau diskriminatif.  Review tarif dilakukan tanpa mengurangi kebebasan badan usaha pelabuhan untuk menegosiasikan perjanjian kerja sama usaha dengan mitra bisnisnya.  Pedoman tentang prosedur pemantauan dan review tarif akan dikeluarkan untuk mempermudah penerapan tarif agar tidak menimbulkan beban yang tidak wajar kepada Otoritas Pelabuhan, Unit Penyelenggara Pelabuhan, atau badan usaha pelabuhan. Pedoman tersebut juga akan memberikan penjelasan tentang penerapan tarif atau perjanjian jasa pelayanan pelabuhan yang anti-kompetitif. 6
    • 2.2.4 Mendorong Persaingan di Sektor Pelabuhan  Persaingan di sektor pelabuhan akan didorong, khususnya pengembangan pelabuhan baru atau perluasan pelabuhan yang sudah ada.  Pedoman tentang prosedur penyampaian keberatan dan penyelesaian sengketa akan dikeluarkan untuk mengatasi perilaku anti-kompetitif.2.2.5 Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Pelabuhan  Dalam upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja bongkar muat (TKBM), identifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan pendidikan di sektor pelabuhan akan dilakukan melalui konsultasi dengan badan usaha pelabuhan, Otoritas Pelabuhan, Unit Penyelenggara Pelabuhan, koperasi tenaga kerja dan pusat pelatihan yang ada. Kebutuhan dan strategi pengembangan pendidikan dan pelatihan akan direvisi secara berkala untuk disesuaikan dengan tuntutan permintaan.  Nota kesepahaman akan dibuat dengan pusat pelatihan, lembaga kejuruan, dan perguruan tinggi untuk pengembangan sumber daya manusia di sektor pelabuhan dan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja serta memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan para pemangku kepentingan.  Konsultasi akan dilakukan dengan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat dan pemangku kepentingan lainya merumuskan peningkatan kesejahteraan dan insentif yang dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, memperbaiki praktek jam kerja efektif, jumlah tenaga kerja riil, memperluas program pelatihan dan mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan persaingan diantara koperasi penyedia tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di pelabuhan.  Keikutsertaan tenaga kerja perempuan di sektor pelabuhan akan didorong dan dilibatkan dalam program pendidikan dan pelatihan yang diadakan lembaga pelatihan, kejuruan dan perguruan tinggi.2.2.6 Meningkatkan Keselamatan Kapal dan Keamanan Fasilitas Pelabuhan secara EfektifPenerapan peraturan tentang keselamatan kapal dan keamanan fasilitas pelabuhan akandilaksanakan secara konsekuen dalam rangka memberikan kewenangan yang lebih efektifkepada Otoritas Pelabuhan dan Syahbandar berdasarkan pedoman dan standarinternasional.2.2.7 Meningkatkan Perlindungan Lingkungan Maritim secara Efektif  Dalam rangka menjamin perlidungan lingkungan maritim yang efektif di pelabuhan, pedoman tentang mitigasi lingkungan maritim di pelabuhan akan lebih dikembangkan oleh Kementerian Perhubungan dan dilaksanakan oleh Otoritas Pelabuhan yang mengatur: 7
    •  Mitigasi lingkungan maritim di pelabuhan sesuai standar Indonesia dan pedoman internasional;  Kerangka kerja sistem manajemen lingkungan maritim; dan  Pengawasan internal dan audit independen yang dilakukan secara berkala. Peran Syahbandar untuk mengelola dan mengendalikan pencemaran di pelabuhan akan lebih ditingkatkan. Sistem manajemen lingkungan maritim akan diterapkan melalui kemitraan dengan pemangku kepentingan di bidang pelayaran untuk memastikan sistem tanggap darurat berfungsi di sektor pelabuhan. 8
    • Bab 3. Proyeksi Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan danImplikasinya terhadap Pembangunan Kepelabuhanan diIndonesia3.1 Latar BelakangPeran pelabuhan di Indonesia sebagai negara maritim sangat dominan dalam pembangunannasional. Hal tersebut tercermin kegiatan pelabuhan untuk menunjang perdaganganinternasional dan domestik secara nasional skalanya sangat besar. Pada tahun 2009,pelabuhan Indonesia menangani 968,4 juta ton muatan yang terdiri atas 560,4 juta tonmuatan curah kering (hampir tiga perempatnya adalah batubara), 176,1 juta ton muatancurah cair (86 persennya adalah minyak bumi atau produk minyak bumi dan minyak kelapasawit), 143,7 juta ton general cargo dan 88,2 muatan peti kemas (terlihat pada Tabel 3-1,dan Gambar 3-1 dan 3-2).Perdagangan luar negeri tercatat sebesar 543,4 juta ton atau 56 % dari total volume muatanyang ditangani melalui pelabuhan Indonesia pada tahun 2009. Muatan ekspor sebesar 442,5juta ton atau lebih dari 80 % perdagangan luar negeri, sementara impor sebanyak 101,0 jutaton atau 20 % perdagangan luar negeri. Muatan ekspor lebih tinggi karena angkutanbatubara jumlahnya sangat besar yaitu 278,6 juta ton pada tahun yang 2009.Tabel 3-1 juga menunjukkan pertumbuhan lalu lintas barang melalui pelabuhan Indonesiadalam kurun waktu 10 tahun dari tahun 1999 sampai dengan 2009 yang meningkat rata-rata11,0 %. Namun demikian, penyebaran pertumbuhannya sangatlah beragam, sebagai contoh,lalu lintas curah kering meningkat lebih dari lima kali lipat dari 95,2 juta ton pada tahun 1999menjadi 560,4 juta ton pada tahun 2009. Muatan peti kemas juga meningkat rata-rata 12,3%, yaitu dari 27,7 juta ton pada tahun 1999 menjadi 88,2 juta ton pada tahun 2009 (lihatjuga Gambar 3-3). General cargo meningkat rata-rata 7,3 %, sementara muatan curah cairmeningkat lebih rendah yaitu 1,7 %, sementara komoditas curah cair memiliki pertumbuhanyang lebih rendah, yaitu 1,7% selama perioda ini. Lalu lintas pelabuhan total Indonesiamenurut kelompok jenis muatan utama diperlihatkan pada Tabel 3-2 serta secara grafispada Gambar 3-1 sampai 3-3. Sedangkan lalu lintas antar pelabuhan (arus perdagangan)menurut jenis komoditas ditunjukkan pada Suplemen A.Pertumbuhan perdagangan masa depan di Indonesia akan banyak dipengaruhi oleh tingkatimplementasi kebijakan pemerintah untuk melakukan percepatan dan perluasanpembangunan ekonomi, yang tertuang dalam Master Plan for Acceleration and Expansion ofIndonesia Economic Development 2011-2025 (MP3EI). Dengan pusat pertumbuhan dankoridor ekonomi yang telah ditetapkan (Gambar 3-4) beserta sistem transportasi nasionalyang akan menjamin konektivitas, MP3EI mengarahkan untuk terwujudnya Indonesia yangmandiri, maju, adil, dan makmur. Melalui implementasi MP3EI, Indonesia diharapkan dapatmenjadi negara maju pada tahun 2025, yang berarti pertumbuhan ekonomi riil antara 6,4 –7,5% diharapkan bisa tercapai pada periode 2011 – 2014. Selain itu, tingkat inflasi jugadiperkirakan turun dari 6,5% pada 2011 – 2014 menjadi 3,0% pada 2025. 9
    • Peranan Pelabuhan menjadi sangat penting bagi terwujudnya tujuan MP3EI. Disisi lain, bilaMP3EI dapat diimplementasikan dengan baik, maka implikasinya adalah pertumbuhan lalulintas barang melalui pelabuhan menjadi lebih tinggi. Pelabuhan strategis di masing-masingkoridor ekonomi disajikan dalam Suplemen C.3.2. Proyeksi Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Berdasarkan Skenario Dasar (BaseCase)Tabel 3-3 menyajikan proyeksi total muatan yang akan ditangani pelabuhan di Indonesiaberdasarkan jenis muatan dan komoditas dari tahun 2009 sampai dengan 2030. Total lalulintas muatan melalui pelabuhan diperkirakan meningkat dari 1,0 milyar ton pada tahun2009 menjadi 1,3 milyar ton pada tahun 2015 dan menjadi 1,5 milyar ton pada tahun 2020.Angka pertumbuhan rata-rata tahunan mencapai 4,5 % dari tahun 2009 sampai dengan 2015dan 3,7 % dari tahun 2015 sampai dengan 2020.Tabel 3-1 Lalu Lintas Barang Melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangandan Jenis Muatan, pada Tahun 1999 dan 2009 (dalam ribu ton) 10
    • Tabel 3-2 Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Indonesia berdasarkan Arus Perdagangandan Jenis Muatan dan Komoditas Utama, pada Tahun 2009 (dalam ribu ton)Gambar 3-1 Bongkar Muat Barang melalui Pelabuhan di Indonesia berdasarkan ArusPerdagangan Tahun 2009 (dalam ribu ton) Keterangan: Ekspor Impor Bongkar (Domestik) Muat (Domestik) 11
    • Gambar 3-2 Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Indonesia berdasarkan Jenis Muatan padaTahun 2009 menurut Klaster Pelabuhan (dalam ribu ton) Keterangan: General Cargo Peti Kemas Curah Kering Curah CairGambar 3-3 Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia, Periode Tahun 1990-2009 Keterangan: Tahun 1990 Tahun 2000 Tahun 2009 12
    • Gambar 3-4 Koridor Ekonomi dalam MP3EITabel 3-3 Proyeksi Lalu Lintas Muatan melalui Pelabuhan Indonesia Skenario PertumbuhanDasar (Base Case) Periode Tahun 2009-2030 (dalam ribu ton) 2009 2015 2020 2030 Jenis Muatan Jenis Perdagangan Jenis Perdagangan Jenis Perdagangan Jenis Perdagangan Total Total Total Total Internasional Domestik Internasional Domestik Internasional Domestik Internasional DomestikGeneral Cargo 32,840 110,859 143,699 39,213 148,562 187,775 43,294 180,748 224,043 50,245 242,911 293,155Peti Kemas 61,000 27,223 88,222 106,894 65,626 172,519 157,271 100,020 257,291 294,234 183,446 477,680Curah Kering 312,852 255,914 568,766 328,918 342,135 671,053 310,318 438,906 749,224 284,436 675,731 960,167 Semen 144 14,941 15,085 6,700 21,925 28,625 8,757 28,655 37,411 14,264 48,947 63,210 Batubara 279,303 139,349 418,652 279,303 203,330 482,633 250,000 272,101 522,101 200,000 443,224 643,224 Biji Besi 10,531 91 10,623 13,714 400 14,114 16,686 1,000 17,686 23,537 2,000 25,537 Pupuk 5,162 30,665 35,828 7,323 39,934 47,257 9,346 48,586 57,932 14,514 68,536 83,050 Biji-bijian 3,832 2,343 6,175 4,316 2,639 6,954 4,672 2,885 7,557 5,422 3,348 8,770 Curah Kering Lain 13,879 60,124 74,003 17,562 73,907 91,469 20,858 85,679 106,537 26,700 109,676 136,376Curah Cair 136,723 39,349 176,072 178,042 52,718 230,759 216,653 65,700 282,353 315,952 97,252 413,204 Minyak Bumi & Produk 91,110 385 91,495 118,649 501 119,151 144,355 610 144,965 213,681 903 214,584 CPO 22,438 38,485 60,923 30,069 51,574 81,643 37,471 64,271 101,742 55,467 95,136 150,603 Curah Cair Lain 23,175 479 23,654 29,323 642 29,965 34,827 819 35,646 46,805 1,213 48,017Total 543,415 433,346 976,761 653,066 609,040 1,262,106 727,537 785,374 1,512,911 944,867 1,199,340 2,144,207Rata-rata Pertumbuhan Tahunan (%)General Cargo - - - 3.0 5.0 4.6 2.0 4.0 3.6 1.5 3.0 2.7Container - - - 9.8 15.8 11.8 8.0 8.8 8.3 6.5 6.3 6.4Dry Bulk - - - 0.8 5.0 2.8 (1.2) 5.1 2.2 (0.9) 4.4 2.5 Cement - - - 89.7 6.6 11.3 5.5 5.5 5.5 5.0 5.5 5.4 Coal - - - - 6.5 2.4 (2.2) 6.0 1.6 (2.2) 5.0 2.1 Iron Ore - - - 4.5 27.9 4.9 4.0 20.1 4.6 3.5 7.2 3.7 Fertilizer - - - 6.0 4.5 4.7 5.0 4.0 4.2 4.5 3.5 3.7 Grain - - - 2.0 2.0 2.0 1.6 1.8 1.7 1.5 1.5 1.5 Other Dry Bulk - - - 4.0 3.5 3.6 3.5 3.0 3.1 2.5 2.5 2.5Liquid Bulk - - - Petroleum & Products - - - 4.5 4.5 4.5 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 4.0 CPO - - - 5.0 5.0 5.0 4.5 4.5 4.5 4.0 4.0 4.0 Other Liquid Bulk - - - 4.0 5.0 4.0 3.5 5.0 3.5 3.0 4.0 3.0Total - - - 3.1 5.8 4.4 2.2 5.2 3.7 2.6 4.3 3.53.3. Proyeksi Lalu Lintas Berbasis Skenario AlternatifSebagaimana terlihat pada Gambar 3-5, pada Skenario Pertumbuhan Tinggi, total lalu lintaspeti kemas Indonesia pada tahun 2030 akan mencapai 57 juta TEU, sementara padaSkenario Pertumbuhan Dasar akan mencapai 48 juta TEU, sedangkan pada Skenario 13
    • Pertumbuhan Rendah 42 juta TEU. Gambar 3-6 menyajikan secara jelas proyeksi untuk totalperdagangan peti kemas untuk ketiga skenario.Gambar 3-5 Proyeksi Total Lalu Lintas Peti Kemas di Pelabuhan Indonesia menurutSkenario Pertumbuhan, Periode Tahun 2015-2030 (dalam ribu TEU) Skenario Proyeksi 60,000 Tinggi Low Growth 000s TEUs DasarCase Base 50,000 Rendah High Growth 40,000 30,000 20,000 10,000 - 2015 2020 2025 2030 Tahun YearGambar 3-6 Proyeksi Total Lalu Lintas Muatan di Pelabuhan Indonesia berdasarkan JenisMuatan Menurut Skenario Pertumbuhan, Periode Tahun 2015-2030 (dalam ribu ton) Curah Kering Curah Cair Peti Kemas General Cargo Rendah Rendah RendahSkenario Tinggi Tinggi Tinggi Dasar Dasar DasarProyeksi TahunGambar 3-6 menyajikan proyeksi total lalu lintas muatan di Indonesia berdasarkan jenismuatan untuk ketiga skenario tersebut. Total lalu lintas muatan diprakirakan mencapai 2,7milyar ton pada tahun 2030, mencapai 2,1 milyar ton pada Skenario Pertumbuhan Dasar dan1,8 milyar ton pada Skenario Pertumbuhan Rendah. 14
    • 3.4. Implikasi terhadap Pembangunan Sektor PelabuhanHasil proyeksi lalu lintas muatan melalui pelabuhan di Indonesia mempunyai implikasi yangperlu dipertimbangkan dalam pengembangan sistem pelabuhan nasional, yaitu diantaranya:• Pada tahun 2020 lalu lintas peti kemas Indonesia akan meningkat lebih dari dua kali lipat volume tahun 2009 dan akan kembali meningkat dua kali lipat pada tahun 2030; Pengembangan terminal peti kemas sangat diperlukan di berbagai lokasi pelabuhan; Peningkatan volume peti kemas juga akan menimbulkan kebutuhan pengembangan pelabuhan peti kemas sebagai pelabuhan hub baru, baik di bagian barat maupun di timur Indonesia, seperti Kuala Tanjung dan Bitung. Namun kajian yang lebih spesifik diperlukan untuk pengembangan pelabuhan hub tersebut. Pertumbuhan lalu lintas curah kering dan cair yang lebih rendah menunjukkan bahwa total tonase muatan hanya akan meningkat sampai dengan 50% pada tahun 2020 dan 50% lagi pada tahun 2030. 15
    • Bab 4. LOKASI DAN RENCANA PEMBANGUNAN PELABUHANPenyusunan rencana kebutuhan pengembangan pelabuhan didasarkan pada pendekatanpenilaian kapasitas pelabuhan dan memperhatikan skema pembangunan untuk masing-masing pelabuhan. Selain kebijakan pemerintah, juga telah memperhatikan programpembangunan pelabuhan yang diusulkan Pelindo sebagai pengelola pelabuhan strategis diIndonesia.Kebijakan pemerintah yang menjadi dasar utama bagi pengembangan pelabuhan meliputi(a) prioritas pengembangan konektivitas dan prasarana pelabuhan untuk mendukungprogram koridor perekonomian Indonesia tahun 2025, (b) Cetak Biru TransportasiMultimoda/Antarmoda untuk mendukung Sistem Logistik Nasional, dan (c) RencanaStrategis Sektor Perhubungan.Suplemen D memberikan rangkuman parameter perencanaan dan strategi pengembanganpelabuhan pada enam koridor pembangunan ekonomi sampai dengan 2030. Rangkumantersebut memuat proyeksi lalu lintas muatan melalui pelabuhan berdasarkan jenis kargo,disain kapal dan target produktivitas, strategi investasi, dan kegiatan bisnis utamapelabuhan.Suplemen E memuat daftar rencana pengembangan pelabuhan (termasuk pengembangankapasitas dan kebutuhan investasi) sampai dengan 2030 berdasarkan wilayah, lokasi, danfasilitas pelabuhan.4.1. Kebutuhan Investasi PelabuhanTable 4-1 menunjukkan rincian dari total kebutuhan investasi pelabuhan di Indonesia sampaidengan 2030 berdasarkan koridor pembangunan ekonomi dan jenis fasilitas pelabuhan.Total investasi sebesar 46,1 milyar US$ terdiri dari 12,1 milyar US$ (tahun 2011-2015), 12,0milyar US$ (tahun 2016-2020) dan 22,0 milyar US$ (tahun 2021-2030). Gambar 4-1menunjukkan distribusi kebutuhan investasi sektor pelabuhan berdasarkan koridor ekonomidan tahapan pengembangan; sedangkan Gambar 4-2 memperlihatkan distribusi kebutuhaninvestasi pelabuhan menurut koridor ekonomi dan jenis terminal/fasilitas pelabuhan.Suplemen E memberikan rincian kebutuhan investasi pelabuhan sampai dengan 2030berdasarkan koridor ekonomi dan jenis terminal/fasilitas pelabuhan.Secara ringkas, Tabel 4-2 menunjukkan indikasi kebutuhan jumlah pendanaan dari sektorpemerintah dan swasta selama periode tahun 2011-2030. 16
    • Tabel 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan JenisTerminal/Fasilitas Pelabuhan untuk Tahapan Tahun 2011-2030 and Total Tahun 2011-2030(dalam juta US$, tahun 2011) Terminal CDC/ Pesiar/ Lahan/Periode dan Koridor Peti Minyak Batu- Curah Terminal Multi Pari- Infra. TotalEkonomi CPO Kemas Bumi Bara Lainnya Lainnya*) moda wisata Dasar 2011-2015 Sumatra 455 388 289 387 63 31 25 - 613 2.250 Java 2.095 - 339 60 86 354 130 200 2.342 5.606 Bali-Nusa Tenggara 7 - 20 - 41 121 - 5 190 384 Kalimantan 186 138 89 366 430 195 - - 30 1.434 Sulawesi 121 9 50 - 122 335 75 - 61 773 Papua- Kepulauan Maluku 183 - 34 - 122 1.070 - - 258 1.667 Total 3.046 535 821 813 862 2.107 230 205 3.494 12.114 2016-2020 Sumatra 2.192 467 344 299 167 44 - - 222 3.735 Java 2.297 - 508 60 35 120 250 150 - 3.420 Bali-Nusa Tenggara 30 - 20 - 35 243 - 369 61 757 Kalimantan 120 138 89 346 35 243 - - 61 1.031 Sulawesi 141 9 50 - 106 486 - - 121 912 Papua- Kepulauan Maluku 123 - 48 - 106 1.458 - - 364 2.098 Total 4.901 614 1.058 705 484 2.594 250 519 830 11.954 2021-2030 Sumatra 4.329 903 762 597 202 88 - - - 6.881 Java 4.164 8 827 120 115 150 340 150 - 5.875 Bali-Nusa Tenggara 60 - 40 - 70 486 - 369 121 1.146 Kalimantan 338 275 178 693 70 486 - - 121 2.161 Sulawesi 216 25 107 - 211 972 - - 243 1.773 Papua- Kepulauan Maluku 245 10 97 - 211 2.915 - - 729 4.207 Total 9.352 1.221 2.011 1.410 882 5.097 340 519 1.215 22.044 2011-2030 Sumatra 6.975 1.758 1.395 1.283 432 163 25 - 835 12.866 Java 8.556 8 1.674 240 236 624 720 500 2.342 14.901 Bali-Nusa Tenggara 97 - 80 - 146 850 - 742 373 2.288 Kalimantan 644 550 356 1.405 535 924 - - 213 4.626 Sulawesi 477 43 207 - 439 1.793 75 - 425 3.459 Papua- Kepulauan Maluku 550 10 179 - 439 5.443 - - 1.351 7.972 Total 17.299 2.369 3.890 2.927 2.229 9.798 820 1.242 5.539 46.112Catatan: *) Terminal lainnya: terminal konvensional (kargo umum), terminal mobil, terminal multi-tujuan dan terminal penumpang 17
    • Gambar 4-1 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan TahapanPengembangan (dalam juta US$)Gambar 4-2 Investasi Sektor Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan JenisTerminal/Fasilitas Pelabuhan (dalam juta US$) 18
    • Tabel 4-2 Indikasi Kebutuhan Pembiayaan oleh Pemerintah dan Pihak Swasta untukPengembangan Fasilitas Pelabuhan, 2011-2030 Total Pemerintah Sektor Swasta No Tahapan Juta US$ % Juta US$ % Juta US$ % 1 2011-2015 12.114 100 5.148 42,5 6.966 57,5 2 2016-2020 11.954 100 3.303 27,6 8.650 72,4 3 2021-2030 22.044 100 6.161 27,9 15.883 72,1 Total 46.112 100 14.613 31,7 31.499 68,3Catatan: Diperkirakan bahwa untuk periode 2011-2015 dari total kebutuhan pembiayaansebesar 12.114 juta US$, porsi BUMN (Pelindo) mencapai 3.521 juta US$.4.2. Pembiayaan Pelabuhan dan Kerangka Bantuan dan Penjaminan Pemerintah4.2.1 Indikasi Kebutuhan PembiayaanSampai dengan tahun 2030 Indonesia harus menyediakan anggaran sebesar 45-50 milyarUS$ untuk pembiayaan pembangunan dan pengembangan kapasitas pelabuhan.Diperkirakan sekitar 68% dari seluruh total investasi pengembangan pelabuhan baru diIndonesia memerlukan pendanaan dari pihak swasta, terutama berdasarkan skemakerjasama pemerintah dan swasta (KPS) melalui pemberian konsesi untuk jangka panjang,terutama untuk pelabuhan komersial seperti terminal peti kemas, terminal curah, danfasilitas pelabuhan komersial lainnya.Sisanya sekitar 32% diperlukan untuk penyediaan lahan, prasarana umum pelabuhan sepertipendalaman alur pelayaran dan penahan gelombang (breakwater), penyediaan terminalpelabuhan non-komersial, rehabilitasi dan pengembangan pelabuhan kecil baru (feeder)yang harus disediakan oleh pemerintah.4.2.2 Potensi Sumber Pembiayaan Investasi Sektor PemerintahUU Pelayaran No. 17 tahun 2008 mengamanatkan bahwa investasi infrastruktur dasarpelabuhan menjadi tanggung jawab Otoritas Pelabuhan. Otoritas Pelabuhan merupakanlembaga baru yang memiliki aset finansial dan pengalaman yang terbatas dalampenyelenggaraan pelabuhan. Dalam transisi lembaga tersebut hanya dapat menghasilkanarus kas yang rendah dan pada dasarnya belum memiliki kapasitas untuk melakukanpinjaman di awal tahun operasionalnya. Satu-satunya sumber utama pendanaaninfrastruktur dalam jangka pendek adalah dari anggaran pemerintah.Apabila Otoritas Pelabuhan telah memiliki arus kas dan neraca keuangan yang signifikan,maka potensi sumber pendanaan untuk investasi infrastruktur pelabuhan dapat berasal dari:  Penerimaan pajak pemerintah; 19
    •  Pinjaman pemerintah;  Pinjaman dari lembaga keuangan internasional;  Pinjaman dari lembaga keuangan bilateral.Di masa mendatang, sumber pembiayaan infrastruktur dasar untuk Otoritas Pelabuhan akanberkembang sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan Otoritas Pelabuhan. Hal ini akanterjadi apabila Otoritas Pelabuhan dimungkinkan untuk mengelola pendapatannya,termasuk pendapatan dari otoritas kepelabuhanan (misalnya jasa labuh, sewa lahan,konsesi). Dengan demikian Otoritas Pelabuhan dapat meningkatkan pendapatannya danmengelola arus kas untuk digunakan sebagai modal pinjaman.4.2.3 Kerangka Dukungan dan Penjaminan PemerintahKarena keterbatasan anggaran, interaksi antara pihak pemerintah dan swasta diatur dalamtiga jenis peraturan, yaitu peraturan mengenai Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS),peraturan spesifik sektor, dan peraturan umum lainnya yang mengatur kegiatan usaha diIndonesia.Terdapat empat prinsip dasar kebijakan investasi dalam kategori KPS, yaitu:a. Kebijakan Pemerintah dalam Penyediaan Infrastruktur Pemerintah bermaksud untuk memusatkan kebijakannya dalam (i) pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur yang ada, (ii) fokus pada pengembangan infrastruktur yang secara ekonomi layak, namun secara finansial tidak layak, (iii) pemberian subsidi dan kompensasi pada PSO (Kewajiban Layanan Umum) dalam pelayanan infrastruktur, dan (iv) mengisi celah kebutuhan pembiayaan infrastruktur dengan cara menawarkan proyek KPS kepada pasar.b. Peraturan dalam Percepatan Pembangunan Infrastruktur Peraturan mengenai percepatan pembangunan infrastruktur ditunjukkan dalam Tabel 4.3 Peraturan KPS terutama mengacu pada Peraturan Presiden No. 67/2005 mengenai Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam Penyediaan Infrastruktur, yang telah dirubah dalam Peraturan Presiden No. 56/2011 dan No. 13/2010 yang memungkinkan pemberian dukungan dan penjaminan pemerintah. Sebagai tambahan, dua peraturan lainnya mengenai penjaminan pemerintah mengacu pada Peraturan Presiden No. 78/2010 tentang Dana Penjaminan Infrastruktur melalui Pemberian Dana Penjaminan dan Peraturan Menteri Keuangan No. 260/2010 tentang implementasi dari Penjaminan Infrastruktur melalui Pemberian Dana Penjaminan Infrastruktur. Berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Keuangan dapat menyediakan fasilitas (i) kebijakan dana talangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP), (ii) penjaminan untuk resiko infrastruktur melalui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan (iii) layanan proyek pengembangan melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI). 20
    • Tabel 4-3 Kerangka Hukum Investasi Sektor Swasta Regulasi KerjasamaNo. Penjelasan Pemerintah dan Swasta (KPS)Skema dan Pedoman KPS 1 Peraturan Presiden No. 67 Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Tahun 2005 Penyediaan Infrastruktur 2 Peraturan Presiden No. 13 Tahun Perubahan atas Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 2010 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur 3 Peraturan Presiden No. 56 Tahun Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2011 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur 4 Peraturan Menteri Perencanaan Panduan Umum Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah Pembangunan Nasional / Kepala dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur Bappenas No. 4 Tahun 2010 5 Peraturan Menteri Perhubungan Panduan Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah dengan No. PM 83 Tahun 2010 Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur TransportasiManajemen Resiko , Dukungan Pemerintah dan Penjaminan Infrastruktur 6 Peraturan Menteri Keuangan No. Petunjuk Pelaksanaan Pengendalian dan Pengelolaan 38/PMK.01/2006 Risiko atas Penyediaan Infrastruktur 7 Peraturan Presiden No. 78 Tahun Penjaminan Infrastruktur dalam Proyek Kerjasama 2010 Pemerintah dengan Badan Usaha yang dilakukan melalui Badan Usaha Penjaminan Infrastruktur 8 Peraturan Menteri Keuangan No. Petunjuk Pelaksanaan Penjaminan Infrastruktur Dalam 260/PMK.011/2010 Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan UsahaPedoman, Organisasi, dan Prosedur KPS 9 Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Daftar Rencana Proyek Kerjasama Bappenas No. 3 Tahun 200910 Peraturan Presiden No. 42 Tahun Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur 2005 (KKPPI)11 Public Private Partnership Book, Sector of Transportation, 2010-2014, Ministry of Transportation (2010)12 Peraturan Presiden No. 12 Tahun Perubahan atas Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2005 2011 tentang Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI)13 Peraturan Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Organisasi dan Tata Kerja Komite Kebijakan Percepatan Percepatan Penyediaan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI) Infrastruktur No. PER- 01/M.EKON/05/200614 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Ketua Komite Kebijakan Tata Cara dan Kriteria Penyusunan Daftar Prioritas Proyek Percepatan Penyediaan Infrastruktur Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Infrastruktur No. PER- 3/M.EKON/06/200615 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Selaku Tata Cara Evaluasi Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Ketua Komite Kebijakan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur yang Percepatan Penyediaan Membutuhkan Dukungan Pemerintah Infrastruktur No. PER- 4/M.EKON/06/2006 21
    • Kerjasama Daerah15 Peraturan PemerintahNo. 50 Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah Tahun 2007Pengadaan Tanah16 Peraturan Presiden No. 36 Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Tahun 2005 Kepentingan Umum17 Peraturan Presiden No. 65 Perubahan atas Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2005 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum18 Peraturan Kepala Badan Ketentuan Pelaksanaan Perpres No. 36 Tahun 2005 tentang Pertanahan Nasional No. 3 Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Tahun 2007 Kepentingan Umum (sebagaimana telah diubah dengan Perpres No. 65 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Perpres No. 36 Tahun 2005 tentang Pengadaaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum) c. Peran Indonesia Infrastructure Fund (IIF) dalam Pembiayaan Infrastruktur Indonesia Infrastructure Fund (IIF) dibentuk untuk (i) memenuhi pembiayaan jangka panjang, terutama dalam mata uang lokal dan untuk pembiayaan infrastruktur serta (ii) menyediakan pembiayaan mata uang lokal dengan jangka waktu (tenor), persyaratan, dan ketentuan pinjaman yang sesuai untuk kredit proyek infrastruktur melalui:  Penggunaan peringkat kredit pinjaman dari bank dan lembaga investasi domestik untuk tenor jangka panjang dengan resiko marjin yang lebih tinggi dari penawaran pemerintah dan perusahaan skala besar;  Penyediaan produk keuangan yang memenuhi kriteria KPS infrastruktur dan proyek yang dibiayai sepenuhnya oleh swasta. d. Peran PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dalam Penyediaan Penjaminan untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia PT PII dibentuk untuk memenuhi tujuan berikut:  Menyediakan penjaminan resiko politik untuk proyek KPS infrastruktur;  Meningkatkan kelayakan kredit dan kualitas proyek KPS infrastruktur dengan memberikan penjaminan resiko politik yang kredibel;  Meningkatkan tata kelola dan transparansi pemberian penjaminan;  Melindungi pemerintah dari kewajiban contingent (termasuk proteksi terhadap tekanan APBN).4.2.4 Strategi Pelaksanaan untuk Partisipasi Swasta dalam Investasi di PelabuhanHambatan yang terjadi dalam pengembangan pasar untuk mengikutsertakan pihak swastaadalah persepsi terhadap resiko proyek, resiko investasi dan keterbatasan akses untuk pasarmodal serta pembiayaan proyek.Strategi utama (key success factor) untuk mengikutsertakan pihak swasta berinvestasi dipelabuhan adalah:  Kebijakan investasi sektor swasta yang kondusif Kebijakan investasi yang kondusif akan meningkatkan minat investor yang potensial dan juga mempengaruhi persepsi investor terhadap resiko secara positif. 22
    •  Implementasi regulasi secara komprehensif Regulasi merupakan wadah yang penting untuk mewujudkan komitmen pelaksanaan kebijakan pemerintah. Persiapan proyek yang matang Persiapan proyek yang matang merupakan daya tarik pihak swasta untuk berinvestasi. Apabila dilelang, proyek tersebut akan menarik minat investor dengan kualitas teknik dan keuangan yang memadai. Prosedur pelelangan yang kompetitif Pelelangan pelabuhan/terminal umum harus dilaksanakan secara kompetitif agar pemerintah memperoleh manfaat maksimal dari persaingan harga, tingkat pelayanan jasa kepelabuhanan dan kualitas investor. Penanggung jawab proyek yang jelas dan tidak ada intervensi kontrak Hal ini penting untuk memastikan efisiensi biaya (value for money) bagi pemerintah. Kerangka pemantauan kinerja Kerangka pemantauan kinerja diperlukan untuk pemantauan kepatuhan pelaksanaan kontrak. Kepastian bagi swasta untuk memperoleh pendapatan sesuai tarif yang berlaku Hal ini penting untuk memberikan kepastian bagi investor dalam memperoleh pendapatan dari pengoperasian proyek. Kepastian bagi swasta untuk dapat menyesuaikan tarif Selama periode pengoperasian proyek, pihak swasta dapat melakukan penyesuaian tarif secara berkala. Kerangka pengaturan keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim yang komprehensif Pihak swasta harus menerapkan standar keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim secara komprehensif. Kepastian bagi swasta untuk memperoleh hak perlindungan secara efektif Pihak swasta akan memperoleh perlindungan terhadap intervensi pemerintah yang dapat mempengaruhi pendapatan, membatasi akses pembiayaan atau merugikan investasinya dan kebebasan untuk menyelesaikan sengketa. Kapasitas kelembagaan Proyek akan dikelola oleh tenaga profesional dari pemerintah agar memberikan kepastian bagi investor. Pengaturan yang independen Pihak swasta akan diberikan kepastian bahwa keputusan regulator tidak dipengaruhi oleh intervensi politik atau tekanan pihak tertentu. 23
    • Bab 5. Rencana Aksi di Bidang Pengaturan dan PelaksanaanKebijakanDalam rangka proses perumusan Rencana Induk Pelabuhan Nasional telah digambarkanperlunya penjabaran lebih lanjut di bidang pengaturan dan kebijakan untuk mendorongIndonesia kearah yang lebih maju dengan terwujudnya sisim kepelabuhanan yang lebihberdaya saing. Dalam hubungan ini diperlukan rencana aksi yang meliputi: • Peraturan pelaksanaan yang diamanatkan oleh Undang-undang No. 17/2008 tentang Pelayaran; • Peraturan Pelaksanaan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan; • Rencana aksi lebih lanjut untuk menunjang pelaksanaan kebijakan.5.1 Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Undang-undang PelayaranUndang-undang Pelayaran telah mengamanatkan perlunya perumusan peraturanpelaksanaan kebijakan, program dan tindakan administratif. Beberapa hal telah tertuangdalam Peraturan Pemerintah No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan, namun masih diperlukanperaturan lebih lanjut sebagaimana terlihat pada Tabel 5.1.5.2 Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Peraturan Pemerintah tentangKepelabuhanan (PP No. 61/2009)PP No. 61/2009 mencakup secara luas ketentuan pelaksanaan dari Undang-undangPelayaran dan telah mengamanatkan perlunya perumusan ketentuan lebih lanjut dalambentuk peraturan Menteri Perhubungan (Tabel 5.2.)5.3 Rencana Aksi Pelaksanaan KebijakanUntuk melaksanakan kebijakan pelabuhan nasional secara efektif, diperlukan beberaparencana aksi lebih lanjut (Tabel 5.3) secara terintegrasi. Dialog terbuka dengan parapemangku kepentingan akan dilakukan untuk membahas isu kebijakan, perencanaan danregulasi di bidang kepelabuhanan. Peraturan Menteri Perhubungan akan dikeluarkan agarOtoritas Pelabuhan memiliki manajemen yang otonom melalui pembentukan organisasipelabuhan yang modern, termasuk transisi opsi perubahan status organisasi OtoritasPelabuhan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).5.4 Inisiatif Jangka Pendek untuk Mengimplementasikan KebijakanSelain rencana aksi kebijakan tersebut, terdapat beberapa inisiatif jangka pendek untukmengimplementasikan kebijakan yang fokus pada kinerja pelabuhan, termasuk manajemenpelabuhan, tenaga kerja bongkar muat dan pembangunan fasilitas pelabuhan (Tabel 5.4). 24
    • Tabel 5-1 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Diamanatkan Undang-Undang No.17/2008 tentang Pelayaran No. Materi Peraturan Menteri Perhubungan Target Waktu Keterangan 1. Tarif pelabuhan di pelabuhan komersial, Kwartal 4 2012 Pasal 110 Pelabuhan Propinsi dan Pelabuhan local UU Pelayaran 2. Rancangan dan pelaksanaan pengerukan dan Kwartal 4 2012 Pasal 197 reklamasi, Sertifikat Pemberi jasa pengerukan UU Pelayaran 3. Penetapan Daerah Wajib Pandu, Pelatihan dan Kwartal 4 2012 Pasal 198 ujian Pandu dan Penyelenggaraan Pemanduan UU Pelayaran Pasal 212 4. Keamanan Pelabuhan Kwartal 4 2012 UU Pelayaran 5. Pengoperasian Pelabuhan (Perbaikan kapal, Kwartal 4 2012 Pasal 216 Perpindahan muatan, gandeng kapal, UU Pelayaran Penanganan barang-barang berbahaya) Pasal 238 6. Polusi di Pelabuhan Kwartal 4 2012 UU Pelayaran Pasal 272 7. Sistem Informasi Pelayaran dan Pelabuhan Kwartal 4 2012 UU PelayaranTabel 5-2 Rencana Aksi Peraturan Pelaksanaan yang Tercakup dalam PP No. 61/2009 No. Materi Peraturan Menteri Perhubungan Target Waktu Keterangan Pasal 19 1. Prosedur Penetapan Lokasi Pelabuhan Kwartal 4 2012 PP 61/2009 2. Prosedur Formulasi dan Evaluasi Rencana Induk Kwartal 4 2012 Pasal 29 Pelabuhan (masing-masing Pelabuhan) PP 61/2009 3. Prosedur Formulasi dan Evaluasi Penetapan Kwartal 4 2012 Pasal 36 Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah PP 61/2009 Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan 4. Prosedur Penyediaan, Pemeliharaan, Standar, Kwartal 2 2013 Pasal 67 Spesifikasi untuk Penahan Gelombang, Kolam PP 61/2009 Pelabuhan, Alur Pelayaran ke/dari Pelabuhan, Jaringan Jalan dan Keamanan dan Ketertiban di Pelabuhan 5. Persyaratan dan Prosedur Pemberian dan Kwartal 2 2012 Pasal 78 Pencabutan Konsesi PP 61/2009 Pasal 86 6. Pemberian ijin Pembangunan Pelabuhan Kwartal 2 2012 PP 61/2009 7. Pemberian Ijin Pengembangan Pelabuhan Kwartal 2 2012 Pasal 93 25
    • PP 61/2009 8. Persyaratan dan Prosedur Pemberian Ijin Kwartal 2 2012 Pasal 104 Pengoperasian Pelabuhan, Perbaikan dan PP 61/2009 Peningkatan Kapasitas Pelabuhan 9. Prosedur Pemberian Ijin Lokasi Pelabuhan, Kwartal 4 2012 Pasal 109 Konstruksi dan pengoperasian Pelabuhan untuk PP 61/2009 pelabuhan Daratan (Dry Port) 10 Persyaratan dan Prosedur Penetapan Terminal Kwartal 4 2012 Pasal 134 Khusus (Persetujuan Lokasi, Konstruksi dan PP 61/2009 Operasi, Penggunaan oleh Pihak Ketiga, Peningkatan Operasi, Perubahan Status Pelabuhan, Pencabutan Ijin, Pengalihan Wewenang kepada Pemerintah) 11 Pasal 144 Prosedur untuk persetujuan memiliki terminal Kwartal 4 2012 PP 61/2009 12 Pasal 148 Jenis, struktur dan klasifikasi tarif badan usaha Kwartal 4 2012 PP 61/2009 pelabuhan untuk jasa pelabuhan , mekanisme untuk menentukan tarif untuk menggunakan lahan pelabuhan dan air 13 Pasal 153 Prosedur untuk menentukan status dari Kwartal 4 2012 PP 61/2009 pelabuhan perdagangan luar negeri dan terminal khusus 14 Pasal 161 Prosedur untuk pengolahan data dan pelaporan Kwartal 4 2012 PP 61/2009 dan persiapan sistem informasi pelabuhanTabel 5-3 Rencana Aksi Implementasi KebijakanNo. Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Target Waktu Keterangan 1 Membentuk kelompok unit pelayanan Kwartal 4 2012 Penting untuk (customer focus group) di pelabuhan strategis formulasi, sebagai forum konsultasi dengan para implementasi pemangku kepentingan dalam formulasi, review dan review dan implementasi kebijakan kebijakan 2 Pedoman rencana induk masing-masing Kwartal 4 2012 Penting untuk pelabuhan memperhatikan perencanaan yang integrasi terintegrasi perencanaan dan pemantauan kinerja 3 Kementerian Perhubungan bersama Instansi Kwartal 1 2012 Penting untuk pemerintahan terkait serta pengguna jasa integrasi pelabuhan secara periodik melakukan review perencanaan atas kinerja pelabuhan dalam rangka dan meningkatkan kinerja pelabuhan yang lebih pemantauan 26
    • No. Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Target Waktu Keterangan baik. kinerja 4 Merumuskan indikator kinerja pelabuhan untuk Kwartal 4 2012 Penting untuk keperluan perencanaan dan monitoring serta integrasi dipublikasikan. perencanaan dan monitoring 5 Merumuskan kebijakan Tarif yang wajar Kwartal 4 2012 Penting untuk mendorong persaingan usaha yang sehat6 Menyusun prosedur penyampaian usulan/ Kwartal 4 2012 Penting untuk permohonan penetapan tariff oleh otoritas mendorong pelabuhan persaingan usaha yang sehat7 Mengembangkan proses peninjauan tarif dan Kwartal 4 2012 Penting untuk persetujuan pelayanan jasa pelabuhan dalam mendorong rangka untuk mengevaluasi adanya dampak persaingan monopoli usaha yang sehat8 Mempertimbangkan kemungkinan adanya MoU Kwartal 4 2012 Penting untuk dalam rangka untuk memonitor dan mendorong mendorong persaingan usaha dibidang kepelabuhanan. persaingan usaha yang sehat9 Memasukkan dampak persaingan usaha dalam Kwartal 4 2012 Penting untuk rumusan rencana induk pelabuhan nasional mendorong maupun local. persaingan usaha yang sehat10 Menyusun prosedur tuntutan dan penyelesaian Kwartal 2 2013 Penting untuk perselisihan mengenai masalah tarif dan mendorong perilaku monopolistis. persaingan usaha yang sehat11 Menilai kebutuhan pelatihan untuk DGST, Kwartal 4 2012 Penting untuk Otoritas Pelabuhan dan BUP dan meningkatkan mengembangkan cara-cara untuk memenuhi kompetensi kebutuhan pelatihan. sumber daya manusia di sektor pelabuhan12 Mengadakan MoU dengan pusat pelatihan dan Kwartal 4 2012 Penting untuk pendidikan dan Lembaga Perguruan tinggi meningkatkan untuk meningkatkan kompetensi dan kompetensi pengembangan kurikulum sumber daya 27
    • No. Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Target Waktu Keterangan manusia di sektor pelabuhan13 Mengadakan konsultasi dengan koperasi TKBM Kwartal 2 2012 Penting untuk untuk merumuskan pemberian insentif dan meningkatkan peningkatan produktivitas kerja kompetensi sumber daya manusia di sektor pelabuhan14 Mengembangkan dan mengimplementasikan Kwartal 4 2012 Penting untuk strategi untuk rekruitmen tenaga kerja meningkatkan perempuan dibidang kepelabuhanan kompetensi tenaga kerja perempuan di sektor pelabuhan15 Mengeluarkan peraturan yang memberikan Kwartal 4 2012 Penting untuk kewenangan yang penuh kepada Otoritas memelihara Pelabuhan dalam hal memelihara keselamatan kepatuhan dan keamanan di pelabuhan peraturan keselamatan pelayaran16 Mengeluarkan peraturan tugas dan Kwartal 2 2012 Penting untuk kewenangan Otoritas Pelabuhan sesuai dengan memelihara peraturan keselamatan pelayaran yang ada kepatuhan peraturan keselamatan pelayaran17 Mengeluarkan peraturan tugas dan Kwartal 4 2012 Penting untuk kewenangan Otoritas Pelabuhan sesuai dengan memelihara peraturan perlindungan lingkungan maritim kepatuhan peraturan perlindungan lingkungan maritim18 Membuat peraturan yang memberikan Kwartal 4 2012 Penting untuk wewenang kepada Syahbandar untuk memelihara mengelola dan mengawasi terjadinya polusi di kebersihan pelabuhan perairan pelabuhan19 Melakukan kerjasama dengan lembaga terkait Kwartal 2 2012 Penting untuk untuk menjamin penanganan tanggap darurat mengatasi di pelabuhan. terjadinya keadaan darurat dengan 28
    • No. Materi yang Perlu Diatur Lebih Lanjut Target Waktu Keterangan cepat.20 Melakukan kajian untuk menjadikan Otoritas Kwartal 4 2012 Penting untuk Pelabuhan lebih otonom dan fleksibel memberdayak an fungsi dan peran OP dan PMUs (Landlord)Tabel 5-4 Inisiatif untuk Pelaksanaan Kebijakan TargetNo Materi Keterangan Waktu 1. Persiapan penyusunan pedoman teknis (toolkit) Kwartal 4 Penting untuk untuk penyelenggaraan kegiatan di pelabuhan 2012 pemberdayaan bagi Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Otoritas Pelabuhan Pelabuhan yang meliputi: dan Unit Penyelenggara  Model pemberian konsesi dan bentuk Pelabuhan kerjasama lainnya;  Model pemberian ijin (lisensi);  Model analisa tarif dan keuangan pelabuhan;  Sistem indikator kinerja operasional pelayanan jasa kepelabuhanan 2. Pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM di Kwartal 4 Penting untuk pelabuhan melalui kerjasama dengan lembaga 2012 peningkatan pendidikan tinggi dan pusat pelatihan lainnya kemampuan SDM, termasuk Otoritas Pelabuhan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan 3. Reformasi dan pelatihan tenaga kerja bongkar Kwartal 4 Penting untuk muat di pelabuhan (TKBM) 2012 peningkatan kompetensi TKBM 4. Penelahaan pendayagunaan aset dan kapasitas Kwartal 4 Penting untuk pelabuhan pengumpan 2012 peningkatan pengelolaan pelabuhan oleh pemerintah daerah 5. Penyederhanaan proses pemberian perijinan Kwartal 4 Penting untuk dan deregulasi pengaturan melalui konsultasi 2012 kepastian hukum dengan Otoritas Pelabuhan dan Unit dalam penetapan Penyelenggara Pelabuhan serta Pemerintah kewenangan dan tanggung jawab yang 29
    • Daerah jelas antara instansi pemerintah6. Penelahaan pengalihan hak pengelolaan lahan Kwartal 4 Penting untuk daratan dan perairan pelabuhan kepada Otoritas 2012 pemberdayaan Pelabuhan Otoritas Pelabuhan7. Penataan kelembagaan Otoritas Pelabuhan ke Kwartal 2 Penting untuk arah yang lebih otonom dan fleksibel (salah 2013 pemberdayaan satunya dengan merubah status organisasi Otoritas Pelabuhan pelabuhan menjadi Badan Layanan Umum)8. Penelahaan/kajian secara komprehensif atas Kwartal 4 Penting untuk rencana pembangunan International Hub Port 2012 pembangunan (termasuk Kuala Tanjung dan Bitung) pelabuhan hub internasional di masa depan9. Mengembangkan sistem informasi teknologi Kwartal 4 Penting untuk komunikasi (TIC) kepelabuhanan 2012 pengembangan data base pelabuhan termasuk statistik, fasilitas fisik, akses, dan jasa pelayanan pelabuhan10 Menyiapkan Proyek Percontohan KPS Pelabuhan Kwartal 4 Penting untuk daya (termasuk kemungkinan penyusunan rencana 2013 tarik dalam induk pelabuhan; studi kelayakan, termasuk pengembangan strategi investasi dan kemungkinan model proyek diperlukannya bantuan dan jaminan pelabuhan melalui infrastruktur; penyiapan dokumen lelang dan partisipasi pihak proses pelelangan) swasta11 Optimalisasi sistem operasi dalam rangka Kwartal 2 Penting untuk mengantisipasi kapadatan lalu lintas muatan di 2012 kelancaran pelabuhan strategis (termasuk Pelabuhan operasional Tanjung Priok, Tankung Perak, dan Belawan) pelabuhan strategis 30
    • Suplemen A: Hierarki PelabuhanSuplemen A-1 Hierarki PelabuhanNo. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030Provinsi : Nangroe Aceh Darussalam 1 Aceh Barat Meulaboh Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 2 Aceh Jaya Calang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 3 Banda Aceh Malahayati Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Aceh Barat Daya Susoh Regional Regional Regional Regional 5 Aceh Selatan Tapaktuan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Aceh Selatan Sibade Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Aceh Timur Idi Lokal Lokal Lokal Lokal 8 Langsa Kuala Langsa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Aceh Utara Kuala Beukah Lokal Lokal Lokal Lokal 10 Aceh Utara Lhokseumawe Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 11 Pidie Sigli Lokal Lokal Lokal Lokal 12 Sabang Sabang Utama Utama Utama Utama 13 Sabang Ule Lheu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 14 Simeulue Sibigo Lokal Lokal Lokal Lokal 15 Simeulue Sinabang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 16 Aceh Selatan P. Banyak Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 17 Aceh Singkil P. Serok Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 18 Aceh Singkil Singkil Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 19 Aceh Singkil Gosong telaga Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Sumatera Utara 1 Batubara Kuala Tanjung Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Batubara Pangkalan Dodek Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Batubara Perupuk Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Batubara Tanjung Tiram Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Batubara Teluk Nibung Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Serdang Bedagai Sialang Buah Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Serdang Bedagai Pantai Cermin Regional Regional Regional Regional 32
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Tanjung Balai 8 Asahan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Asahan 9 Langkat Pangkalan Susu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Langkat Pulau KampaI Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Langkat Tanjung Pura Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Langkat Tapak Kuda Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Langkat Kuala SaraMain Lokal Lokal Lokal Lokal14 Deli Serdang Belawan Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Deli Serdang Pantai Labu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Deli Serdang Percut Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Deli Serdang Rantau Panjang Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Deli Serdang Tanjung Beringin Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Labuhan Batu Labuhan Bilik Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Labuhan Batu Sel Barombang Regional Regional Regional Regional21 Labuhan Batu Teluk. Lidong Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul22 Labuhan Batu Tg. Sarang Elang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Natal/Sikara-23 Mandailing Natal Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul kara24 Mandailing Natal Sikara-Kara Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul25 Nias Gunung Sitoli Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Nias Lahawa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Nias Sirombu Regional Regional Regional Regional Mainlau Tanah Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Nias Selatan Masa Lokal Lokal Lokal Lokal29 Nias Selatan Mainlau Tello Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Nias Selatan Teluk Dalam Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Tapanuli Tengah Barus Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Tapanuli Tengah Manduamas Lokal Lokal Lokal Lokal33 Tapanuli Tengah Sibolga Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Oswald Siahaan/34 Tapanuli Tengah Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Labuhan Angin 35 Mandailing Natal Batahan Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Riau 33
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Rokan Hilir Bagan Siapi-api Lokal Lokal Lokal Lokal 2 Rokan Hilir Panipahan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Rokan Hilir Sinaboi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Rokan Hilir Pancur Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Rokan Hilir Penyalaman Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Kep.Meranti Bandul Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Kep.Meranti Melibur Lokal Lokal Lokal Lokal 8 Kep.Meranti Selat Panjang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Kep.Meranti Tanjung Samak Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Kep.Meranti Tanjung Kedadu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Bengkalis Batu Panjang Lokal Lokal Lokal Lokal12 Bengkalis Bengkalis Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Bengkalis Buatan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Siak Sel Apit Lokal Lokal Lokal Lokal15 Bengkalis Sungai Pakning Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Siak Kurau/Sei Lalang Lokal Lokal Lokal Lokal17 Siak Sungai Siak Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul18 Siak Tanjung Buton Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul19 Dumai Dumai Utama Utama Utama Utama20 Dumai Tanjung Medang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kuala Enok21 Indragiri Hilir (termasuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pembuangan) Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Indragiri Hilir Kuala Gaung Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Indragiri Hilir Kuala Mandah Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Indragiri Hilir Kuala Raya Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Indragiri Hilir Concong Luar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Indragiri Hilir Bekawan Luar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Indragiri Hilir Sungai Buluh Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Indragiri Hilir Perigi Raya Lokal Lokal Lokal Lokal 34
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Indragiri Hilir Pulau Kijang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Indragiri Hilir Sapat Lokal Lokal Lokal Lokal31 Indragiri Hilir Tambilahan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul32 Indragiri Hilir Sungai Guntung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul33 Indragiri Hulu Rengat Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul34 Palalawan Penyalai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pekanbaru35 Pekanbaru (termasuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Perawang)Provinsi: Riau Batam/Batu 1 Batam Utama Utama Utama Utama Ampar 2 Batam Batam/Sekupang Utama Utama Utama Utama 3 Batam Kabil Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Batam Nogsa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Batam Pulau Bulan Regional Regional Regional Regional 6 Batam Pulau Sambu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 7 Batam Tanjung Sauh - Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Karimun P Buku Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Karimun Meral Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Karimun Pos Telaga Lokal Lokal Lokal Lokal11 Karimun Moro Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Karimun Pasir Panjang Regional Regional Regional Regional Sikumbang13 Karimun Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kundur14 Karimun Tanjung Batu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Urung/Tg. Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Karimun Berlian Lokal Lokal Lokal Lokal16 Karimun Malarko Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tg. Balai17 Karimun Utama Utama Utama Utama Karimun Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Lingga Dabo Singkep Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Lingga Daik Lingga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Lingga Panuba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Lingga Sei Buluh Lokal Lokal Lokal Lokal22 Lingga Senayang Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 35
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Lokal Lokal Lokal Lokal23 Bintan Lagol Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul24 Bintan Lobam Main Main Main Main25 Bintan Sei Kolak Kijang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul26 Bintan Tanjung Uban Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Bintan Tambelan Lokal Lokal Lokal Lokal28 Bintan Tanjung Berakit Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Kep. Anambas Letung Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Kep.Anambas Matak Lokal Lokal Lokal Lokal31 Kep. Anambas Tarempa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Natuna Anoa Natuna Lokal Lokal Lokal Lokal33 Natuna Kakap Natuna Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Natuna Midai Lokal Lokal Lokal Lokal35 Natuna Ranai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul36 Natuna Maro Sulit Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Natuna Sedanau Lokal Lokal Lokal Lokal38 Natuna Selat Lampa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Natuna Serasan Regional Regional Regional Regional40 Natuna Udang Natuna Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Natuna Belion Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Natuna Belida Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Natuna Hang Tuah Lokal Lokal Lokal Lokal45 Tg. Pinang Batu Enam Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul46 Tg. Pinang Tanjung Pinang Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Sumatera Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Kep. Mentawai Muara Siberut Regional Regional Regional Regional Muara Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Kep. Mentawai Sikabaluan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Kep. Mentawai Pokai Regional Regional Regional Regional 4 Kep. Mentawai Sikakap Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 5 Kep. Mentawai Siuban Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Kep. Mentawai Tapak/Baka Lokal Lokal Lokal Lokal 7 Kep. Mentawai Tua Pejat Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 8 Padang Muara Padang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 36
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 9 Padang Teluk Bayur Main Main Main Main Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Pasaman Barat Air Bangis Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Pasaman Barat Sasak Regional Regional Regional Regional12 Pasaman Barat Teluk Tapang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Pesisir Selatan Muara Haji Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Pesisir Selatan Carocok Painan Regional Regional Regional RegionalProvinsi: Jambi 1 Jambi Jambi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Jambi Pangkal Duri Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Jambi Sungai Jembat Lokal Lokal Lokal Lokal 4 Tg. Jabung Barat Kuala Tungkal Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Tg. Jabung Timur Air Hitam Laut Lokal Lokal Lokal Lokal Kuala Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Tg. Jabung Timur Mandahara Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Tg. Jabung Timur Lambur Luar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Tg. Jabung Timur Muara delli Regional Regional Regional Regional 9 Tg. Jabung Timur Muara Sabak Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Tg. Jabung Timur Nipah Panjang Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Tg. Jabung Timur Pamusiran Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Tg. Jabung Timur Simbur Naik Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Tg. Jabung Timur Sungai Lokan Lokal Lokal Lokal Lokal14 Tg. Jabung Timur Talang Duku Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Bengkulu 1 Kaur Pulau Baai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Kaur Bintuhan/Linau Regional Regional Regional Regional Malakoni/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Bengkulu Selatan P. Enggano Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Muko - Muko Muko-Muko Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Bangka Belitung 1 Bangka Belinyu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Bangka Lok. Palembang Regional Regional Regional Regional 3 Bangka Sungai Liat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 37
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Regional Regional Regional Regional 4 Bangka Barat Muntok Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 5 Bangka Tengah Pangkal Balam Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Bangka Tengah Sungai Salam Regional Regional Regional Regional 7 Bangka Selatan Tanjung Sadai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Bangka Selatan Toboali Regional Regional Regional Regional 9 Belitung Timur Manggar Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul10 Belitung Tanjung Pandan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul11 Belitung Tanjung Batu Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Sumatera Selatan Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Banyu Asin Tanjung Api-Api Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Banyu Asin Karang Agung Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 OKI Sungai Lumpur Regional Regional Regional Regional 4 OKI Sungai Lais Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 OKI Kuala Duabelas Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 OKI Sungai Batang Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 OKI Sugihan Regional Regional Regional Regional Boom Baru/ 8 Palembang Utama Utama Utama Utama PalembangProvinsi: Lampung 1 Bandar Lampung Teluk Betung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Lampung Barat Krui Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Lampung Selatan Kalianda Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Lampung Selatan Lagundi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Lampung Selatan P. Sambesi Regional Regional Regional Regional 6 Lampung Selatan Panjang Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Lampung Tengah Way Seputih Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Lampung Timur Kuala Penat Regional Regional Regional Regional Labuhan Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Lampung Timur Maringgai Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Lampung Timur Way Penat Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Lampung Timur Way Sekampung Regional Regional Regional Regional 38
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Lampung Utara Masuji Regional Regional Regional Regional13 Tanggamus Kota Agung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Tanggamus P. Tabuan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Tulang Bawang Teladas Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Tulang Bawang Manggala Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Tulang Bawang Sungai Burung Lokal Lokal Lokal Lokal18 Tulang Bawang Tulang Bawang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Tulang Bawang Kelumbayan Regional Regional Regional RegionalProvinsi: Jawa Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Bekasi Muara Gembong Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Ciamis Pengandaran Regional Regional Regional Regional 3 Cirebon Cirebon Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Cirebon Muara Gebang Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Indramayu Eretan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Indramayu Indramayu Regional Regional Regional Regional 7 Indramayu Balongan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 8 Subang Pamanukan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 9 Karawang Cilamaya Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Sukabumi Pelabuhan Ratu Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Sukabumi Muara Citewis Regional Regional Regional RegionalProvinsi: Banten Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Lebak M. Binuangan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Pandeglang Labuhan Regional Regional Regional Regional 3 Serang Anyer Lor Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 4 Cilegon Banten Utama Utama Utama Utama 5 Cilegon Cigading Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 6 Serang Karangantu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 7 Serang Bojonegara Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Tangerang Kresek/Kronjo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Tangerang Muara Dadap Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: DKI Jakarta 39
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 1 Jakarta Utara Kalibaru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 2 Jakarta Utara Muara Baru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 3 Jakarta Utara Sunda Kelapa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tg. Priok (termasuk Tarumanegara, 4 Jakarta Utara Utama Utama Utama Utama Marunda Center, FRSU LNG (Bekasi)) 5 Jakarta Utara Marunda Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Jakarta Utara Muara Angke Regional Regional Regional Regional P.Kelapa/ 7 Kep. Seribu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kep. SeribuProvinsi: Jawa Tengah 1 Batang Batang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Brebes Brebes Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Brebes Luwut Lokal Lokal Lokal Lokal 4 Cilacap Tanjung Intan Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Jepara Jepara Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Jepara Karimun Jawa Regional Regional Regional Regional 7 Pati Juwana Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Pekalongan Wiradesa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Pemalang Pemalang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Rembang Rembang Regional Regional Regional Regional11 Rembang Sluke Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul12 Semarang Tanjung Emas Utama Utama Utama Utama13 Tegal Tegal Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul14 Kendal Kendal Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Jawa Timur1 Bangkalan Kamal Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan2 Bangkalan Sepulu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan3 Bangkalan Glimandangi Lokal Lokal Lokal Lokal4 Bangkalan Telaga Biru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Banyu Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan5 Banyu Wangi Wangi/Boom Regional Regional Regional Regional6 Banyu Wangi Tanjung Wangi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul7 Gresik Bawean Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 40
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 20308 Gresik Gresik Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan9 Gresik Masalembo Lokal Lokal Lokal Lokal10 Lamongan Brondong Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul11 Pamekasan Branta Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Pamekasan Pasean Regional Regional Regional Regional13 Pasuruan Pasuruan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Probolinggo/14 Probolinggo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tg.Tembaga15 Probolinggo Paiton Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul16 Sampang Sampang/Tadan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Sampang Tanlok Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Situbondo Panarukan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Situbondo Besuki Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Situbondo Jangkar Lokal Lokal Lokal Lokal21 Situbondo Kalbut Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Sumanep Gayam Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Sumanep Kaliangat Regional Regional Regional Regional24 Sumanep Kangean Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Sumenep P. Raas Lokal Lokal Lokal Lokal26 Sumenep Sapudi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul27 Sumanep Sepekan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Sumenep Keramaian Lokal Lokal Lokal Lokal Tanjung Perak (termasuk Teluk29 Surabaya Lamong, Socah Utama Utama Utama Utama dan Tanjung Bulupandan) Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Tuban Tuban Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Tuban Tg. Awar-awar Regional Regional Regional Regional32 Pacitan Pacitan Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Bali Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Klungkung Kusamba Lokal Lokal Lokal Lokal Nusa Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Klungkung Lembongan Lokal Lokal Lokal Lokal 3 Klungkung Nusa Penida Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 41
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Buleleng Buleleng Regional Regional Regional Regional 5 Buleleng Celukan Bawang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Buleleng Pos Sangsit Regional Regional Regional Regional 7 Jembrana Gilimanuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 8 Denpasar Benoa Main Main Main Main Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Denpasar Sanur Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Karangasem Labuhan Lalang Lokal Lokal Lokal Lokal11 Karangasem Padang Baai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Labuan Amuk/ 12 Karangasem Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tanah ampoProvinsi: Nusa Tenggara Barat 1 Bima Bima Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Bima Sape Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Bima Waworada Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Dompu Dompu/Campi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Dompu Calabahi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Dompu Kempo Lokal Lokal Lokal Lokal 7 Lombok Barat Lembar Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pemenang/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Lombok Barat Tanjung Regional Regional Regional Regional 9 Lombok Barat Belang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Lombok Barat Senggigi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Lombok Barat Bangko-Bangko Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Lombok Timur Labuhan Haji Regional Regional Regional Regional13 Lombok Timur Labuhan Lombok Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Lombok Timur Tg. Luar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Lombok Utara Carik Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Sumbawa Barat Labuhan Lalar Lokal Lokal Lokal Lokal17 Sumbawa Barat Badas Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul18 Sumbawa Barat Benete Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Sumbawa Alas Lokal Lokal Lokal Lokal 42
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 20 Mataram Ampenan Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Nusa Tenggara Timur Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Alor Baranusa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Alor Kabir Lokal Lokal Lokal Lokal 3 Alor Kalabahi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Alor Kolana Lokal Lokal Lokal Lokal 5 Alor Atapupu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Alor Paitoko Lokal Lokal Lokal Lokal 7 Ende Maritaing Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Ende Pulau Ende Lokal Lokal Lokal Lokal 9 Flores Timur Ippi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul10 Flores Timur Waiwadan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Flores Timur Waiwarang Lokal Lokal Lokal Lokal12 Flores Timur Ende Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Flores Timur Dulionang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Flores Timur Menanga Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Lembata Balauring Lokal Lokal Lokal Lokal16 Lembata Larantuka Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Lembata Leoleba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Lembata Lembata Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Lembata Lamakera Lokal Lokal Lokal Lokal20 Sabu Timur Biu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Rote Ndao Batutua Lokal Lokal Lokal Lokal22 Rote Ndao Baa/Rote Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Rote Ndao Ndao Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Rote Ndao Oelaba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Rote Ndao Papele/P. Baru Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Rote Ndao Papela Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Kupang Naikliu Lokal Lokal Lokal Lokal28 Kupang Raijua Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 43
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Kupang Seba Regional Regional Regional Regional30 Kupang Tenau/Kupang Utama Utama Utama Utama31 Manggarai Barat Komodo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul32 Manggarai Barat Labuhan Bajo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Manggarai Timur Mborong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Manggarai Barat Nangalili Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Manggarai Reo Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Manggarai Robek Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Manggarai Waiwole Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Ngada Aimere Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Ngada Maropokot Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Ngada Maumbawa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Sikka Wuring Regional Regional Regional Regional42 Sikka Maumere Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Sikka Maurole Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Sikka Piru Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Sikka Palue Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Sumba Barat Rua Lokal Lokal Lokal Lokal Sumba Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan47 Waikelo Daya Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Sumba Timur Baing Lokal Lokal Lokal Lokal49 Sumba Timur Waingapu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Timor Tengah 50 Wini Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul UtaraProvinsi: Kalimantan Barat 1 Ketapang Air Hitam Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 2 Ketapang Kendawangan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 3 Ketapang Ketapang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Teluk Melano/ 4 Ketapang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Teluk Batang 5 Pontianak Pontianak Utama Utama Utama Utama 6 Pontianak Mempawah Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 44
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Regional Regional Regional Regional 7 Kubu Raya Paloh/Sakura Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Sambas Jaruju Regional Regional Regional Regional 9 Sambas Sambas Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul10 Sambas Sintete Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul11 Kubu Utara Singkawang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul12 Kubu Utara Teluk Air Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Kayong Utara Karimata Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Kayong Utara Tg. Satai Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Kayong Utara Sukadana Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Kalimantan Tengah Kumai Kota Waringin 1 (termasuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Barat Bumiharjo) Kota Waringin 2 Pangkalan Bun Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Barat Kota Waringin Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Natal Kuini Barat Regional Regional Regional Regional 4 Sukamara Sukamara Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Sukamara Kuala Jelay Lokal Lokal Lokal Lokal Kota Waringin Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Kuala Pembuang Timur Regional Regional Regional Regional Kota Waringin Pegatan Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Timur Mendawai Regional Regional Regional Regional Kota Waringin 8 Sampit Utama Utama Utama Utama Timur Kota Waringin Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Samuda Timur Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Kapuas Behaur Lokal Lokal Lokal Lokal11 Kapuas Kuala Kapuas Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul12 Kapuas Pulang Pisau Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul13 Kapuas Batanjung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Palangka-raya Kereng Bengkirai Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Palangka-raya Teluk Sebangau Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Palangka-raya Kahayan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Barito Selatan Kelanis Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Barito Selatan Rangga Ilung Regional Regional Regional Regional 45
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Teluk Sigintung/19 Seruyan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul SeruyanProvinsi: Kalimantan Selatan 1 Banjarmasin Banjarmasin Utama Utama Utama Utama Gunung Batu Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Kotabaru Besar Lokal Lokal Lokal Lokal 3 Kotabaru Stagen Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 4 Kotabaru Kota Baru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 5 Kotabaru Sebuku Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 6 Kotabaru Mekar Putih Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Tanah Bumbu Satui/Sel Danau Lokal Lokal Lokal Lokal Simp. Empat 8 Tanah Bumbu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Batu Licin Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Tanah Bumbu Pegatan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Tanah Bumbu Sungai Loban Regional Regional Regional Regional11 Tanah Laut Kintap Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul12 Tanah Laut Pelaihari Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Kalimantan Timur 1 Balikpapan Balikpapan Utama Utama Utama Utama 2 Balikpapan Kampung Baru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Berau Talisayan Lokal Lokal Lokal Lokal 4 Berau Tanjung Redep Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 5 Bontang Lhok Tuan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 6 Bontang Tanjung Laut Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 7 Bontang Tanjung Santan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 8 Nunukan Nunukan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Bulungan Tanjung Selor Regional Regional Regional Regional10 Tarakan Tarakan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kutai11 Kuala Semboja Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kertanegara Kutai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Sabulu Kertanegara Regional Regional Regional Regional13 Kutai Timur Sangata Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul14 Kutai Timur Maloy Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Kutai Timur Sangkulirang Regional Regional Regional Regional16 Nunukan Sungai Nyamuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul17 Paser Tanah Grogot Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul18 Paser Teluk Adang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Samarinda19 Samarinda Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul (termasuk 46
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Palaran, Tanjung Isuy) Penajam Paser20 Penajam Paser Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Utara21 Tana Tidung Pulau Bunyu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Tana Tidung Sesayap Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Sulawesi Utara Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Bitung Air Tembaga Regional Regional Regional Regional 2 Bitung Bitung Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Minahasa Kora-Kora Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Minahasa Utara Montehage Lokal Lokal Lokal Lokal Munte/Likupang Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Minahasa Utara Barat Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Minahasa Utara Gangga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Minahasa Utara Bangka Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Minahasa Utara Talise Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Minahasa Utara Nain Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Minahasa Utara Wori Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Minahasa Utara Likupang Lokal Lokal Lokal Lokal Minahasa12 Amurang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Selatan Minahasa Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Kema Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Minahasa Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Belang Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Minahasa Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Tumbak Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 B. Mangondow Ketabunan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 B. Mangondow Molibagu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 B. Mangandow Torosik Lokal Lokal Lokal Lokal B. Mangondow19 Labuhan Uki Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Utara B. Mangondow Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Boroko Utara Lokal Lokal Lokal Lokal21 Manado Manado Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kep Siau Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Biaro Togalondang Lokal Lokal Lokal Lokal 47
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Biaro Kep Siau Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Togalondang Sawang Regional Regional Regional Regional Biaro Kep Siau24 Togalondang Pehe Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Biaro Kep Siau Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Togalondang Tagulandang Regional Regional Regional Regional Biaro Kep Siau Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Togalondang Ulu Siau Lokal Lokal Lokal Lokal Biaro27 Kep. Sangihe Marore Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul28 Kep. Sangihe Petta Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul29 Kep. Sangihe Tahuna Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Kep. Sangihe Tamako Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Kep. Sangihe Kawaluso Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Kep. Sangihe Kep. Talaud Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Kep.Sangihe Makalehi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Kep.Sangihe Pananaru Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Kep.Sangihe Para Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Kep.Sangihe Kahakitang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Kep.Sangihe Kalama Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Kep.Sangihe Lipang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Kep.Sangihe Bukide Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Kep.Sangihe Matutuang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Kep.Sangihe Kawio Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Kep.Talaud Gemeh Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Kep.Talaud Kokorotan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Kep.Talaud Intata Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Kep. Talaud Beo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Kep. Talaud Essang Lokal Lokal Lokal Lokal 48
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 203047 Kep. Talaud Karatung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Kep. Talaud Lirung Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Kep. Talaud Mangarang Lokal Lokal Lokal Lokal50 Kep. Talaud Marampit Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul51 Kep. Talaud Melangoane Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul52 Kep. Talaud Miangas Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan53 Kep. Talaud Dapalan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan54 Kep. Talaud Rainis Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Gorontalo Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Pohuwato Lemito Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Pohuwato Marisa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Pohuwato Papayato Lokal Lokal Lokal Lokal 4 Gorontalo Anggrek Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Bumbulan/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Gorontalo Tambalo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Gorontalo Gentuma Lokal Lokal Lokal Lokal 7 Gorontalo Gorontalo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 8 Gorontalo Kwandangan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Gorontalo Tolinggula Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Bualemo Tilamuta Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Bualemo Wongosari Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Sulawesi Tengah 1 Banggai Banggai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 2 Banggai Bunta Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 3 Banggai Luwuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 4 Banggai Pagimana Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Sabang/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Banggai P. Peleng Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Banggai Salakan Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Banggai Tinakin Laut Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Banggai Dodung Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Banggai Liana Banggai Lokal Lokal Lokal Lokal10 Banggai Tangkiang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 49
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 203011 Morowali Bungku Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul12 Morowali Kolonedale Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul13 Morowali Wosu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Morowali Menuai Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Morowali Sambalagi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Morowali Baturube Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Buol Kumaligon Lokal Lokal Lokal Lokal18 Buol Lokodidi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Buol Palele Regional Regional Regional Regional20 Buol Leok Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Parigi Moutong Moutong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Parigi Moutong Parigi Regional Regional Regional Regional23 Donggala Donggala Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Donggala Sabang Regional Regional Regional Regional25 Donggala Wani Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul26 Donggala Ogoamas Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul27 Palu Pantoloan Main Main Main Main28 Poso Poso Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul29 Tojo Una-Una Ampana Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Tojo Una-Una Wakai Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Tojo Una-Una Popoli Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Tojo Una-Una Mantangisi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Toli-Toli Ogotua Lokal Lokal Lokal Lokal34 Toli-Toli Toli-toli Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Lampio (I,II,III) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Posisi/Banggai Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Lokotoy Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Matanga Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Kapela Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Gonggong Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal 50
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Bungin (III,IV) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Gasuang Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Ndindibung Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Mbuang- Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Kepulauan Mbuang Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Panapat/Mandel Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Panapat/Dendek Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan47 Panapat/Konalu Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Panapat Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Kokondang (I,II) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan50 Toropot Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan51 Paisubebe Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan52 Kaukes Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan53 Timpaus Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan54 Kasuari Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan55 Sonit (I,II) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan56 Komba-Komba Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan57 Oluno Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan58 Bulagi Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan59 Lupamenteng Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan60 Bolonan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan61 Lolantang Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan62 Palapat Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan63 Lumbilumbia Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan64 Batangono Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan65 Lalengan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal 51
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan66 Tataba Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan67 Popisi Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan68 Tolulos Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan69 Kindandal Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan70 Liang Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan71 Boyomoute Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan72 Salakan (I,II) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan73 Bulungkobit Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan74 Bungin (I,II) Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan75 Bakalan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan76 Tinangkung Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan77 Tebing Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan78 Kalumbatan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan79 Mansalean Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan80 Paisulamo Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan81 Alasan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan82 Padingtian Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan83 Talas Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan84 Lipulalongo Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan85 Lalong Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan86 Sasabobok Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan87 Tabulan Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan88 Mbeleang Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan89 Kalupapi Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan90 Togong Sagu Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal 52
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan91 Tadono Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan92 Lantibun Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Banggai Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan93 Ponding - Poding Kepulauan Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Sulawesi Selatan Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Bantaeng Bantaeng Lokal Lokal Lokal Lokal Awarange/ 2 Barru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Barru Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Barru Pancana Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Barru Labuange Lokal Lokal Lokal Lokal 5 Barru Garongkong Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 6 Bone Bajoe Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Barebbo/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Bone Kading Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Bone Uloe/Cendrana Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Bone Wartuo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Bone Tujuh-Tujuh Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Bone Pattirobajo Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Bone Lapangkong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Bulukumba Bira/Tanah Beru Lokal Lokal Lokal Lokal14 Bulukumba Bulukumba Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Bulukumba Kajang Lokal Lokal Lokal Lokal16 Jeneponto Jeneponto Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul17 Luwu Malili Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Luwu Larompong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Luwu Ulo-Ulo/Belopa Lokal Lokal Lokal Lokal20 Luwu Siwa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Luwu Maccini Baji Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Luwu Timur Wotu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Luwu Timur Lampia Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Luwu Timur Belantang Regional Regional Regional Regional 53
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Tanjung Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Luwu Timur Mangkasa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Luwu Utara Coppasolo Lokal Lokal Lokal Lokal Pangkajene27 Biringkasi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kepulauan Pangkajene Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 S.Pangkajene Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Pangkajene Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 P.Balang Lompo Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Pangkajene P. Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Kepulauan Kalukalukuang Lokal Lokal Lokal Lokal Pangkajene Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 P.Sapuka Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Galesong/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Takalar takalar Regional Regional Regional Regional33 Palopo Palopo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul34 Pinrang Kayuanging Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Pinrang Marabombang Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Pinrang Langnga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Pinrang Ujung Lero Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Selayar Bonerate Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Selayar Jampea Regional Regional Regional Regional40 Selayar Pammatata Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul41 Selayar Selayar Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Selayar Bone Lohe Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Selayar Appatana Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Selayar Batongmata Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Selayar Padang Lokal Lokal Lokal Lokal Benteng/Rauf Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Selayar Rahman Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan47 Selayar Kayuadi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Selayar Kalatoa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Selayar Biropa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan50 Selayar P.Jinto Lokal Lokal Lokal Lokal51 Sinjai Burung Leo Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 54
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan52 Sinjai Kambuna Lokal Lokal Lokal Lokal53 Sinjai Sinjai/Larea-rea Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul54 Makasar Makassar Utama Utama Utama Utama55 Makasar Paotere Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan56 Wajo Wajo Regional Regional Regional Regional Jalang/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan57 Wajo Cendrane Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan58 Wajo Doping Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan59 Wajo Danggae Lokal Lokal Lokal Lokal60 Pare-pare Pare-Pare Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul61 Pare-pare Capa Ujung Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan62 Pangkajene Liukang Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Sulawesi Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Majene Majene Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Majene Mulunda Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Majene Palipi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Majene Pamboang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Majene Sendana Lokal Lokal Lokal Lokal 6 Mamuju Belang-belang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Mamuju Budong-Budong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Mamuju Kaluku Lokal Lokal Lokal Lokal 9 Mamuju Mamuju Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Mamuju Sampaga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Mamuju Tapalang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Mamuju Utara Pasang Kayu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Polewali Mandar Campalagiang Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Polewali Mandar Polewali Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Polewali Mandar Tinambung Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Morowali Ulunambo Lokal Lokal Lokal Lokal 55
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030Provinsi: Sulawesi Tenggara Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Buton Banabungi Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Buton Siompu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Buton Dongkala Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Buton Wamengkoli Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Buton Lawele Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Buton Keledupa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Buton Labuhan Belanda Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Buton Lasalimu Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Buton Maligano Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Buton Papaliya Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Buton Waha/Usuku Lokal Lokal Lokal Lokal12 Buton Wanci Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul13 Bau-Bau Bau-Bau Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Bombana Sikeli Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Bombana Kasipute Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Bombana Boepinang Lokal Lokal Lokal Lokal17 Kendari Bungkutoko Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul18 Kendari Kendari Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Kendari Langara Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Kendari Munse Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Kendari Torobulu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Konawe Utara Molawe Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Konawe Utara Konawe Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Konawe Utara Matarape Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Konawe Utara Lameluru Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Konawe Selatan Lapuko Regional Regional Regional Regional 56
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Kolaka Dawi-dawi Lokal Lokal Lokal Lokal28 Kolaka Kolaka Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Kolaka Wollo Lokal Lokal Lokal Lokal30 Kolaka Pomala Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Kolaka Rante Angin Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Kolaka Tangke Tada Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Kolaka Toari Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Kolaka Utara Lasusua Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Kolaka Utara Malombo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Kolaka Utara lo Oloho Regional Regional Regional Regional37 Kolaka Utara Watunohu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Muna Borange Lokal Lokal Lokal Lokal39 Muna Raha Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Muna Tempo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Muna Ereke Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Muna Telaga Raya Regional Regional Regional RegionalProvinsi:: Maluku Utara Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Tidore Kep. Gita/Payahe Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Tidore Kep. Soa-siu Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Halmahera Barat Matui Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Halmahera Barat Ibu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Halmahera Barat Kedi/Loloda Lokal Lokal Lokal Lokal Jailolo Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Halmahera Barat (termasuk Ujung Regional Regional Regional Regional Pulau) 7 Halmahera Utara Tobelo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Halmahera Utara Bobane Igo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Halmahera Utara Salimuli Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Halmahera Utara Tolonuwo Lokal Lokal Lokal Lokal 57
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Halmahera Utara Dama Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Halmahera Utara Kao Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Halmahera Utara P. Amutu Besar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Halmahera Utara Galela Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Halmahera Utara Bataka Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Pigaraja Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Loleo Jaya Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Pelita Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Taneti Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Lelei Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Lata-lata Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Busua Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Laluin Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Makian Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Dolik Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Fulai Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Doro Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Kotiti Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Tawa Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Gane Dalam Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Posi-Posi Gane Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan32 Wosi Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Bisui Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Obilatu Selatan Regional Regional Regional Regional Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Mandopolo Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal 58
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Pasipalele Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Wayaloar Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Wayauwa Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Labuha Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera40 Babang Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Selatan Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Laiwui Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Saketa Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Pulau Kayoa Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Guruaping Kayoa Selatan Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera45 Mafa Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Selatan Halmahera46 P. Gebe Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tengah Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan47 Patani Tengah Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Weda Tengah Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Mesa Tengah Regional Regional Regional Regional Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan50 Banemo Tengah Regional Regional Regional Regional Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan51 Paniti Tengah Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan52 Gemia Tengah Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan53 Manitingting Timur Regional Regional Regional Regional Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan54 Lolasita Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan55 Akelamo Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan56 Sepo Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan57 Dorosagu Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan58 Subaim Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan59 Buli Timur Regional Regional Regional Regional Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan60 Wasile Timur Lokal Lokal Lokal Lokal 59
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Halmahera Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan61 Bicoli Timur Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan62 Pulau Morotai Daruba Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan63 Pulau Morotai Bere - Bere Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan64 Pulau Morotai Posi-Posi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan65 Pulau Morotai Wayabula Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan66 Pulau Morotai Sopi Lokal Lokal Lokal Lokal67 Ternate Ternate/A.Yani Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan68 Ternate Bastiong Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan69 Ternate Dufa-Dufa Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan70 Ternate Sulamadaha Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan71 Ternate Hiri Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan72 Ternate Miyau Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan73 Ternate Moti Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan74 Ternate Tifure Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan75 Galala Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan76 Guruaping Oba Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore77 Mangole Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kepulauan Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan78 Goto Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan79 Rum Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan80 Maitara Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan81 Mare Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore82 Sofifi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kepulauan Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan83 Somadehe Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan84 Maidi/Lifofa Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Tidore Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan85 Loleo Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal86 Tidore Lola Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 60
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Kepulauan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan87 Kepulauan Sula Sanana Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan88 Kepulauan Sula Bobong Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan89 Kepulauan Sula Dofa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan90 Kepulauan Sula Penu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan91 Kepulauan Sula Samuya Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan92 Kepulauan Sula Loseng Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan93 Kepulauan Sula Pas Ipa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan94 Kepulauan Sula Nggele Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan95 Kepulauan Sula Lede Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan96 Kepulauan Sula Bapenu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan97 Kepulauan Sula Tikong Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan98 Kepulauan Sula Jorjoga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan99 Kepulauan Sula Malbufa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan100 Kepulauan Sula Kabau Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan101 Kepulauan Sula Fuata Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan102 Kepulauan Sula Waitina Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan103 Kepulauan Sula Baruakol Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan104 Kepulauan Sula Gela Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan105 Kepulauan Sula Falabisahaya Regional Regional Regional RegionalProvinsi: Maluku 1 Ambon Ambon Utama Utama Utama Utama Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Adault Tenggara Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Larat Tenggara Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku 4 Saumlaki Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Tenggara Barat Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Seira Tenggara Barat Lokal Lokal Lokal Lokal 6 Maluku Mahaleta Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 61
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Tenggara Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Sera Tenggara Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Dawera/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Daya Dawelor Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Hila/Romang Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Ilwaki Daya Regional Regional Regional Regional Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Kaiwatu/Moa Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Serwaru Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Tepa Daya Regional Regional Regional Regional Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Wonreli Daya Regional Regional Regional Regional Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Wulur Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Marsela Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Serwaru Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Lirang Daya Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Maluku Tengah Wolu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan20 Maluku Tengah Kabisadar Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Maluku Tengah Hitu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Maluku Tengah Kobisonta Lokal Lokal Lokal Lokal23 Maluku Tengah Amahai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Maluku Tengah Saparua/Haria Lokal Lokal Lokal Lokal25 Maluku Tengah Tulehu Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Maluku Tengah Wahai Regional Regional Regional Regional27 Maluku Tengah Banda Naira Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Maluku Tengah Kesui Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Tehoru Tenggara Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Elat Tenggara Lokal Lokal Lokal Lokal Maluku Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Kur Tenggara Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian32 Bula Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Timur 62
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Geser Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Bemo Timur Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Upisera Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Kairatu Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Kataloka/ Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Barat Ondor Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Lakor Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Waimeteng Piru Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Taniwel Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian41 Hatu Piru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Barat Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Pelita Jaya Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Lokki Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Waisala Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Wailey Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Manipa Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan47 Toyando Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Waisarisa Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Seram Bagian Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Larokis Barat Lokal Lokal Lokal Lokal Batu Goyang/50 Kepulauan Aru Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Kalar-kalar51 Kepulauan Aru Dobo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul52 Tual Tual Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan53 Buru Selatan Air Buaya Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan54 Buru Selatan Leksula Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan55 Buru Selatan Namrole Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan56 Buru Selatan Wamsisi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan57 Buru Selatan Tifu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan58 Buru Selatan Fogi Regional Regional Regional Regional 63
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan59 Buru Selatan Ambalau Lokal Lokal Lokal Lokal60 Buru Namlea Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan61 Buru Waplau Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan62 Buru Ilath Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan63 Buru Bilorro Lokal Lokal Lokal LokalProvinsi: Papua Barat Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Kaimana Adijaya Lokal Lokal Lokal Lokal 2 Kaimana Etna Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 3 Kaimana Kaimana Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Kaimana Kanoka Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Kaimana Lobo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Kaimana P.Adi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Kaimana Senini Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Kaimana Susunu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Fak-fak Bomberai Lokal Lokal Lokal Lokal10 Fak-fak Fak-fak Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan11 Fak-fak Karas Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Fak-fak Kokas Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Fak-fak Sagan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Fak-fak Selasi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Fak-fak Weti Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Tambrauw Saukorem Lokal Lokal Lokal Lokal17 Teluk Bintuni Arandai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul18 Teluk Bintuni Babo Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul19 Teluk Bintuni Bintuni Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul20 Monokwari Monokwari Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Monokwari Oransbari Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Monokwari Ransiki Lokal Lokal Lokal Lokal23 Teluk Wondana Wasior Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 64
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 203024 Teluk Wondana Windesi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Raja Ampat Fatanlap Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Raja Ampat Kabare Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan27 Raja Ampat Kalobo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Raja Ampat Sailolof Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Raja Ampat Saonek Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Raja Ampat Pam Lokal Lokal Lokal Lokal31 Raja Ampat Waigama Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul32 Sorong Arar Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Sorong Makbon Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan34 Sorong Mega Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan35 Sorong Muarana Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Sorong Kasim Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Sorong Kiamano Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan38 Sorong Salawati Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Sorong Sausapor Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan40 Sorong Seget Utama Utama Utama Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Sorong Sele Lokal Lokal Lokal Lokal42 Sorong Sorong Utama Utama Utama Utama43 Sorong Selatan Inawatan Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Sorong Selatan Konda Lokal Lokal Lokal Lokal45 Sorong Selatan Taminabuan Pengumpul Pengumpul Pengumpul PengumpulProvinsi: Papua Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 1 Boven Digul Prabu Alaska Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 2 Boven Digul Asiki Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 3 Boven Digul Anggamburan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 4 Boven Digul Cabang Tiga Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 5 Boven Digul Eci Lokal Lokal Lokal Lokal 65
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 6 Boven Digul Gantenteri Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 7 Boven Digul Tanah merah Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 8 Boven Digul Tanah miring Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan 9 Boven Digul Kaptel Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan10 Boven Digul Mindiptanah Lokal Lokal Lokal Lokal11 Biak Numfor Biak Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan12 Biak Numfor Korem Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan13 Biak Numfor Bosnik Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan14 Biak Numfor Wardo Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan15 Biak Numfor Manggari Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan16 Biak Numfor Padaido Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan17 Biak Numfor Warsa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan18 Supiori Janggerbun Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan19 Supiori Kameri Lokal Lokal Lokal Lokal20 Supiori Korido Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan21 Supiori Miosbipondi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan22 Supiori Numfor Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan23 Supiori Marsram Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan24 Sarmi Armopa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan25 Sarmi Bagusa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan26 Sarmi Kasonaweja Lokal Lokal Lokal Lokal27 Sarmi Sarmi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan28 Sarmi Takar Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan29 Sarmi Teba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan30 Sarmi Wakde Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan31 Sarmi Apauwer Lokal Lokal Lokal Lokal32 Jayapura Depapre Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul 66
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan33 Jayapura Betaf Lokal Lokal Lokal Lokal34 Jayapura Demta Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul35 Jayapura Jayapura Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan36 Jayapura Metabor Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan37 Jayapura Yanma Lokal Lokal Lokal Lokal38 Asmat Agats Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan39 Asmat Atsy Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan40 Asmat Jipawer Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan41 Asmat Pirimapun Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan42 Asmat Sawaerma Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan43 Asmat Yamas Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan44 Asmat Yaosakor Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan45 Asmat Kamur Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan46 Mappi Kepi Lokal Lokal Lokal Lokal47 Mappi Bade Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan48 Mappi Bayun Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan49 Mappi Moor Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan50 Merauke Arambu Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan51 Merauke Bian Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan52 Merauke Bulaka Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan53 Merauke Bupul Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan54 Merauke Kimaan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan55 Merauke Kumbe Lokal Lokal Lokal Lokal56 Merauke Merauke Utama Utama Utama Utama Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan57 Merauke Muting Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan58 Merauke Okaba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan59 Merauke Semanggi Lokal Lokal Lokal Lokal 67
    • No. Kabupaten/ Hirarki Pelabuhan Nama Pelabuhan Kota 2011 2015 2020 2030 Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan60 Merauke Senggo Lokal Lokal Lokal Lokal Pomako I & II61 Mimika (termasuk Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Timika)62 Mimika Ammapare Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan63 Mimika Hiripau Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan64 Mimika Kokonao Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan65 Mimika fvg Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan66 Nabire Kuatisora Lokal Lokal Lokal Lokal67 Nabire Nabire/Tlk.Kimi Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan68 Nabire Napan Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan69 Nabire Nusa Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan70 Nabire Wanggur Lokal Lokal Lokal Lokal71 Nabire Wapoga Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan72 Yapen Ambai Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan73 Yapen Ansus Lokal Lokal Lokal Lokal74 Yapen Dawai Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpul Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan75 Yapen Poom Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan76 Yapen Serui Regional Regional Regional Regional Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan77 Yapen Sumberbaba Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan78 Yapen Wainapi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan79 Yapen Owe Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan80 Waropen Waren Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan81 Waropen Kalpuri Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan82 Waropen Barapasi Lokal Lokal Lokal Lokal Pengumpan Pengumpan Pengumpan Pengumpan83 Waropen P Nau Lokal Lokal Lokal Lokal 68
    • Suplemen B: Arus Perdagangan Utama pada Tahun 2009Suplemen B-1 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Lalu-Lintas Peti KemasIndonesia Tahun 2009 Legend (in 000 TEUs): 1500 750Suplemen B-2 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Peti Kemas IndonesiaTahun 2009 Legend (in 000 TEUs): 350 175 69
    • Suplemen B-3 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Lalu-Lintas Kargo Umum(General Cargo) Indonesia Tahun 2009Legend (in 000 tons):1000 500Suplemen B-4 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Lalu-Lintas Kargo Umum (GeneralCargo) Indonesia Tahun 2009 Legend (in 000 tons): 5000 2500 70
    • Suplemen B -5 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun2009 Legend (in 000 tons): 10000 5000Suplemen B-6 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Kering Indonesia Tahun2009 Legend (in 000 tons): 5000 2500 71
    • Suplemen B-7 Arus Perdagangan Internasional Utama untuk Curah Cair Indonesia Tahun 2009Legend (in 000 tons):20000 10000 Suplemen B-8 Arus Perdagangan Domestik Utama untuk Curah Cair Indonesia Tahun 2009 Legend (in 000 tons): 10000 5000 72
    • Suplemen C: Pelabuhan Strategis dalam Koridor EkonomiSuplemen C-1 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi SumateraSuplemen C-2 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Jawa 73
    • Suplemen C-3 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi KalimantanSuplemen C-4 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Sulawesi 74
    • Suplemen C-5 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Bali-Nusa TenggaraSuplemen C-6 Pelabuhan Strategis dalam Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku 75
    • Suplemen D: Parameter Perencanaan dan StrategiPengembangan Pelabuhan Berdasarkan Koridor Ekonomi Suplemen D-1 Koridor Ekonomi Sumatera Suplemen D-2 Koridor Ekonomi Jawa Suplemen D-3 Koridor Ekonomi Kalimantan Suplemen D-4 Koridor Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Suplemen D-5 Koridor Ekonomi Sulawesi Suplemen D- 6 Koridor Ekonomi Papua – Kepulauan Maluku 76
    • 77
    • 78
    • 79
    • 80
    • 81
    • 82
    • Suplemen E: Rencana Pengembangan Pelabuhan 83
    • Suplemen E-1 Rencana Pengembangan Fisik Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Fasilitas Pelabuhan, Tahun 2011-2030 84
    • 85
    • 86
    • 87
    • 88
    • 89
    • 90
    • 91
    • Suplemen E-2 Rencana Investasi Pelabuhan berdasarkan Koridor Ekonomi dan Fasilitas Pelabuhan, Tahun 2011-2030 (dalam juta US$, Tahun 2011) 92
    • 93
    • 94
    • 95
    • 96
    • 97
    • 98
    • 99
    • 100