Paparan dir. bipran renstra & rpjp ditjen. bina marga fixdeal rev1

4,209 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,209
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
204
Actions
Shares
0
Downloads
158
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • AH terkaitharmonisasi
  • Cekjudulsubbab PotensidanPermasalahan
  • Hambatandalamprosespengadaantanah Prosesperijinandimasukkankenomor 2 (rewrite)
  • Buatdaftarsingkatandiawal
  • Paparan dir. bipran renstra & rpjp ditjen. bina marga fixdeal rev1

    1. 1. RENCANA STRATEGISDAN RENCANA JANGKA PANJANGDIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA W O R K S H O P A R A H P E N Y E L E N G G A R AA N J A LA N K E D E PA N 24 JAN UAR I 2 0 1 2
    2. 2. OutlinePendahuluanI Renstra Direktorat Jenderal Bina Marga 2010-2014 • Peran infrastruktur Jalan dan Transportasi • Potensi & Permasalahan Sektor Jalan • Tujuan Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 • Tugas & Fungsi Ditjen. Bina Marga • Visi & Misi Ditjen. Bina Marga 2010-2014 • Tujuan Ditjen. Bina Marga • Strategi Pembangunan • Target Kinerja 2012-2014 Ditjen. Bina Marga • Rencana Pengembangan Jaringan JalanII Isu-Isu Strategis Bidang Jalan • Isu Strategis Penyediaan Jaringan Jalan di Indonesia  Dukungan Kementerian PU terhadap MP3EI  Konektivitas Nasional  Jaringan Jalan di Kawasan Perkotaan • Program Strategis 2012III Rencana Jangka Panjang Ditjen. Bina Marga • Misi Pembangunan Nasional • Pendekatan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum • Arah Penyelenggaraan Jalan Kedepan • Kebijakan Penyelenggaraan Jalan KedepanLampiran 2
    3. 3. Pendahuluan1. Ditjen. Bina Marga sebagai Satminkal Kementerian Pekerjaan Umum berupaya mendukung ketercapaian Visi – Misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2010-2014 melalui dokumen Rencana Strategis (Renstra) Ditjen. Bina Marga 2010-2014.2. Dokumen Renstra Ditjen. Bina Marga diharapkan dapat menjadi panduan kerja dan instrumen pengukur kinerja melalui target penanganan jalan (km) dan alokasi pendanaan (Rp.)3. Ditjen. Bina Marga belum memiliki dokumen Rencana Jangka Panjang yang seharusnya diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.4. Saat ini Ditjen. Bina Marga sedang berupaya untuk menyusun dokumen Rencana Jangka Panjang bidang Infrastruktur Jalan yang diharapkan dapat selesai tahun ini. 3
    4. 4. I RENSTRA DITJEN. BM 2010-2014
    5. 5. Peran Infrastruktur Jalan dan Transportasi• Setiap 1% pertumbuhan ekonomi akan mengakibatkan pertumbuhan lalulintas sebesar 1,5%.• Transportasi merupakan urat-nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan keamanan nasional• Pembangunan infrastruktur jalan sebagai bagian dari sistem transportasi memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta berperan dalam peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia• Pembangunan infrastruktur jalan sejalan dengan tiga strategi pembangunan ekonomi: pro growth, pro jobs dan pro poor.• Pembangunan infrastruktur jalan harus memperhatikan secara bersamaan 3 aspek utama yang sangat penting yaitu : aspek ekonomi, sosial dan lingkungan (pro green). 5
    6. 6. Potensi dan Permasalahan Sektor Jalan Perkembangan Global  Masuknya tenaga ahli asing ataupun pekerja asing  Market driving  Competitiveness merupakan persyaratan mutlak dari tingkat survival bagi negara-negara  Adanya joint cooperation antar region: IMT-GT, BIMP-EAGA  Fokus pengembangan konektivitas  Kinerja logistikSumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 6
    7. 7. Potensi Sektor Jalan (Lanjutan)  Persepsi Badan Internasional GCI (Global Competitiveness Index) : Pada tahun 2010-2011, indeks daya saing infrastruktur Indonesia berada di peringkat 90 dari 139 negara, sementara untuk jalan berada di peringkat 84 (mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2009-2010 dimana infrastuktur berada di peringkat 96 dari 133 negara dan jalan di peringkat 94). Sebagai perbandingan, Indonesia berada di bawah negara-negara ASEAN akan tetapi masih lebih baik dari Filipina (114).  Penyelenggaraan Jalan Adanya peraturan perundang-undangan yang terkait dengan bidang jalan seperti: UU 38/2004 tentang Jalan, PP 15/2005 tentang Jalan Tol, PP 34/2006 tentang Jalan, UU 22/2009 tentang LLAJ, memerlukan perangkat operasional lainnya baik berupa Norma, Standar, Pedoman ataupun Manual (NSPM)  Desentralisasi dan Otonomi Daerah  Peningkatan Peran Swasta (Mitra Kerja & Investor) dan Masyarakat  Sistem Pembiayaan dan Pola Investasi Bidang Jalan  Sumber Daya Manusia dan Organisasi yang Telah Tersedia  Peralatan, Bahan dan Teknologi yang Sudah Dimiliki  Aset Jaringan JalanSumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 7
    8. 8. Permasalahan Sektor Jalan  Keadaan alam dan lingkungan yang unik  Tingkat pembangunan dan kepadatan penduduk yang tidak merata  Sistem Jaringan transportasi yang belum terpadu  Pertumbuhan Kebutuhan Layanan Transportasi  Kebutuhan aksesibilitas di wilayah terisolir, terpencil, tertinggal, perbatasan dan pulau terluar.  Kebutuhan aksesibilitas di kawasan produksi, industri dan outlet  Kebutuhan mobilitas di wilayah berkembang dan lintas utama  Kebutuhan aksesibilitas domestic connectivity dan mendukung pusat kegiatan ekonomi kreatif  Kondisi Jalan Daerah yang belum memadai*) Industri Kreatif : Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.Sumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 8
    9. 9. Permasalahan Sektor Jalan Lainnya  Keselamatan Jalan dan Wawasan Lingkungan yang Belum Memadai  Keterbatasan Pendanaan  Kualitas SDM yang Kurang Memadai dan Organisasi yang Kurang Efektif dan Optimal  Hambatan dalam Proses Pengadaan Tanah  Ketersediaan tanah dan alokasi pengadaan tanah terbatas  Pelaksanaan di lapangan yang kompleks, kinerja P2T kurang optimal, dan konsinyasi yang berjalan lambat (termasuk proses perijinan dan pemanfaatan tanah milik instansi Pemerintah)  Permasalahan Eksternal Lainnya: overloading; penggunaan Rumija tidak semestinya seperti untuk pasar tumpah maupun lahan parkir kendaraan; atau perubahan iklim.Sumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 9
    10. 10. Tujuan Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014  Menjadi acuan dalam pengalokasian sumber dana yang terbatas pada berbagai kegiatan yang sifatnya strategis untuk pencapaian Visi dan Misi Direktorat Jenderal Bina Marga yang telah ditetapkan.  Menjadi acuan seluruh unit kerja di Direktorat Jenderal Bina Marga dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta Visi dan Misi yang telah ditetapkan.  Menjadi acuan dalam menilai pencapaian kinerja unit-unit kerja Direktorat Jenderal Bina Marga, yang kemudian akan berakumulasi menjadi pencapaian kinerja Direktorat Jenderal Bina Marga secara keseluruhan.  Menjadi acuan bagi Direktorat Jenderal Bina Marga dalam mempertanggung jawabkan akuntabilitas kinerjanya.Sumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 10
    11. 11. Tugas dan Fungsi Ditjen. Bina Marga 1. Direktorat Jenderal Bina Marga mempunyai tugas : Merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang Bina Marga. 2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Direktorat Jenderal Bina Marga menyelenggarakan fungsi:  perumusan kebijakan di bidang Bina Marga yang meliputi penyelenggaraan jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa;  pelaksanaan kebijakan di bidang Bina Marga meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa;  penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang Bina Marga dalam penyelenggaraan jalan;  pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang Bina Marga meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota, dan desa; dan  pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina MargaSumber: Permen PU No. 08/PRT/M/2010 tentang Organisasi & Tata Kerja Kementerian PU 11
    12. 12. Visi & Misi Ditjen. Bina Marga 2010-2014 Terwujudnya sistem jaringan jalan yang andal, terpadu dan Visi: berkelanjutan di seluruh wilayah nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial • Mewujudkan jaringan Jalan Nasional yang berkelanjutan dengan mobilitas, aksesibilitas dan keselamatan yang memadai, untuk melayani pusat-pusat kegiatan nasional, wilayah dan kawasan strategis nasional • Mewujudkan jaringan Jalan Nasional bebas hambatan antar- Misi: perkotaan dan di kawasan perkotaan yang memiliki intensitas pergerakan logistik tinggi yang menghubungkan dan melayani pusat-pusat kegiatan ekonomi utama nasional • Memfasilitasi agar kapasitas Pemerintah Daerah meningkat dalam menyelenggarakan jalan daerah yang berkelanjutan dengan mobilitas, aksesibilitas dan keselamatan yang memadaiSumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 12
    13. 13. Tujuan Ditjen. Bina Marga Meningkatkan keandalan sistem jaringan infrastruktur pekerjaan umum dan pengelolaan sumber daya air untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi nasional, ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi Sasaran yang diharapkan dicapai selama periode 2010-2014 adalah: • Meningkatnya kondisi mantap jaringan jalan nasional menjadi 94% • Meningkatkan kapasitas jalan nasional sepanjang 19.370 km. • Meningkatnya fasilitasi penyelenggaraan jalan daerah untuk menuju 60% kondisi mantap.Sumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 13
    14. 14. Strategi Pembangunan  Preservasi secara Proaktif  Strategi Pembangunan dan Peningkatan Kapasitas secara Selektif  Prioritas Lintas Utama :  Lintim Sumatera  Pantura Jawa  Linsel Kalimantan  Linbar Sulawesi  Lintas lainnya  Perluasan jaringan jalan, baik pelebaran jalan sub-standar dan pembangunan jalan raya dan jalan bebas hambatan yang dilakukan secara selektif  Prioritas Penanganan Berorientasi pada Ruas / Wilayah (sebelumnya Berorientasi jenis Penanganan)  Penggunaan Teknologi Tepat Guna Implementasi Teknologi Daur Ulang  Pemberdayaan Peran Serta MasyarakatSumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 14
    15. 15. Target Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 dan Capaian 2010-2011 Tahun Indikator 2010 2011 2010-2014 2012 2013 2014 Target Capaian Target Capaian Kondisi Mantap 94.00 87.00 87.00 89.00 87.72 90.5 92.50 94.00 (% ) Peningkatan 19.370 2.808 2.808 3.708 3.521 4.721 4.414 3.719 Kapasitas (KM)Sumber: Renstra Ditjen. Bina Marga 2010-2014 , LAKIP 2010 dan Konsep LAKIP 2011 15
    16. 16. Rencana Pengembangan Jaringan Jalan (Sesuai Keputusan Menteri PU No. 92/KPTS/M/2011 tentang Perubahan Pertama Atas Keputusan Menteri PU No. 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional) Dalam Km JALAN JALAN NASIONAL TOL JALAN JALAN STRATEGIS PULAU NASIONAL OPERASI RENCANA LINTAS NASIONAL RENCANASumatera 11.568,118 42,700 2.805,200 10.079,836 2.284,367Jawa 5.611,007 697,120 1.675,710 5.867,180 1.973,890Kalimantan 6.363,639 7,500 8.267,198 1.619.978Bali-Nusa 2.574,085 84,000 2.009,675 1.308,753TenggaraSulawesi 7.799,760 17,650 46,000 7.030,531 1.001,006Maluku-Papua 4.653,214 6.645,909 3.389,813TOTAL 38.569,823 757,470 4.618,410 39.900,33 11.577,807Keterangan:Jalan Lintas Termasuk: Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Strategis Nasional 16
    17. 17. II ISU-ISU STRATEGIS BIDANG JALAN
    18. 18. Isu Strategis Penyediaan Jaringan Jalan di IndonesiaNo. Isu Strategis Rencana Dukungan Ditjen. BM1. Keamanan & Keutuhan NKRI Penanganan Jalan Kawasan Perbatasan Kalimantan, NTT, Papua, Pulau Terdepan serta 11 Ruas Strategis Papua2. Pertumbuhan Ekonomi Dukungan Terhadap Masterplan P3EI (Pengembangan 6 Koridor Ekonomi) Penanganan Jalan untuk mendukung Kawasan Strategis (Akses ke Pelabuhan, Kawasan Industri, Kawasan Pariwisata, Kawasan Khusus, Kawasan Perkotaan) • High Grade Highway (Jalan Bebas Hambatan) Sumatera • Jalan Tol Trans Jawa & jalan tol lainnya • Penanganan jalan di kawasan perkotaan (metropolitan)3. Peningkatan Kinerja Performance-Based Contract, Pilot Project : Penyelenggaraan Jalan • Demak – Trengguli • Ciasem – Pamanukan 18
    19. 19. Dukungan Kementerian PU terhadap MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) Sumber : Menko Perekonomian Koridor Ekonomi Dukungan Infrastruktur Jalan Kementerian PUSumatera Lintas Timur Sumatera dan HGH SumateraJawa Lintas Utara Jawa, Tol Trans Jawa dan jalan tol lainnyaKalimantan Lintas Selatan KalimantanBali-Nusa Tenggara Lintas Selatan Bali, Jalan Lintas P. Lombok & Sumbawa, Jalan Lintas P. Flores & P. TimorSulawesi Lintas Barat Sulawesi dan Jalan Tol Makassar 4Papu-Maluku Lintas P. Seram, P. Buru dan P. Halmahera, Jalan Lintas Utara Papua dan Jalan Penghubung Lintas 19
    20. 20. Konektivitas Nasional PELABUHAN JALAN KERETA API BANDARA MULTIMODASumber: Bappenas, 2010, “Strengthening National Connectivity” 20
    21. 21. Jaringan Jalan di Kawasan PerkotaanSistem jaringan jalan di kawasan perkotaan belum mampu mengikuti dinamika kawasanperkotaan, sehinggga mempengaruhi mobilitas penduduk. Peningkatan jumlah penduduk di kawasan perkotaan. Perluasan kawasan perkotaan tanpa mengenal batas administrasi. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan penambahan panjang jalan. Kasus DKI Jakarta: Pertumbuhan panjang jalan hanya ± 0,01% per tahun sedangkan pertumbuhan jumlah kendaraan rata-rata 5 tahun terakhir: 9% per tahun Klasifikasi sistem jaringan jalan di perkotaan berdasarkan sistem primer dan sekunder yang belum memenuhi aturan perundang-undangan yang berlaku. Sistem jaringan jalan yang belum terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. 21
    22. 22. Jaringan Jalan Kawasan Perkotaan Jabodetabek: Prediksi Volume Capacity RatioSumber: Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration, 2010 22
    23. 23. Program Strategis 2012Program Strategis yang dicanangkan adalah :1. Penyelesaian Jalan Tol di P. Jawa : a. Penyelesaian Jalan Tol Trans Jawa seksi Solo – Kerosono bagian Pemerintah (60 Km) yaitu seksi Solo – Karanganyar dan Saradan – Kertosono dan Salatiga – Boyolali b. Penyelesaian Jalan Tol Jabodetabek c. Pembangunan Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (seksi Cileunyi – Sumedang)2. High Grade Highway Sumatera yang meliputi: a. Pembangunan lanjutan Jalan Tol Medan – Kualanamu; b. Persiapan pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai sepanjang 16 Km; c. Persiapan pembangunan Jalan Tol Palembang – Indralaya 22 km; d. Persiapan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Kandis – Dumai sepanjang 135 Km; e. Persiapan pembangunan Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 150 Km.3. Pembangunan Jalan Perbatasan4. Percepatan Pembangunan jalan di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur 23
    24. 24. III RENCANA JANGKA PANJANG DITJEN. BM
    25. 25. Misi Pembangunan Nasional 1. Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila 2. Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing 3. Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum 4. Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu 5. Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan 6. Mewujudkan Indonesia asri dan lestari 7. Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional 8. Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan dunia internasionalSumber: RPJPN 2005-2025 25
    26. 26. Pendekatan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan UmumPembangunan infrastruktur pekerjaan umum dilaksanakan melalui pendekatan pembangunan regional yang sesuai dengan prinsip “Infrastruktur bagi seluruh lapisan masyarakat” dan “pembangunan berkelanjutan”. Wilayah sedang berkembang Wilayah telah berkembang (Pemeliharaan dan peningkatan jalan WIlayah Pengembangan Baru (pengembangan jaringan jalan standar tinggi nasional dan melibatkan swasta (Pemeliharaan dan pembangunan jalan termasuk dengan melibatkan sektor swasta) dengan dukungan Pemerintah) baru bagi pengembangan wilayah) Sedangkan pendekatan pembangunan dalam rangka penentuan prioritas, dilakukan dengan pendekatan lintas. Jaringan jalan lintas pada dasarnya sudah termuat dalam PP No. 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). Khusus untuk Pulau Papua, pendekatan prioritas pembangunan yang dipergunakan adalah berdasarkan pendekatan cluster sebagaimana yang tertuang dalam 11 Ruas Strategis Papua. 26
    27. 27. Arah Penyelenggaraan Jalan Kedepan 1. Rencana Pengembangan Jaringan Jalan mengacu pada Rencana Tata Ruang (RTRWN, RTRW Provinsi, RTRW Kabupaten, RTRW Kota) 2. Sistem jaringan jalan berperan dalam pembentuk struktur ruang, penghubung antar lokus ekonomi dan prasarana distribusi barang dan jasa. 3. Ditjen. Bina Marga telah menetapkan penanganan jalan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap jalan akses menuju pusat-pusat produksi dan simpul-simpul distribusi seperti pelabuhan laut dan bandara, lokus MP3EI, dukungan Sistranas & Sislognas, membuka keterisolasian kawasan di sekitar perbatasan dan ruas-ruas strategis. 27
    28. 28. Kebijakan Penyelenggaraan Jalan Kedepan1. Kedepan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga tidak terbatas hanya penyelenggaraan Jalan Nasional saja namun juga meliputi penyelenggaraan jalan secara umum terhadap Jalan Daerah yaitu pengaturan, pembinaan, dan pengawasan (turbinwas).2. Diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengubah paradigma business as usual yang selama ini hanya berorientasi kepada Penyelenggaraan Jalan Nasional saja.3. Terwujudnya jalan yang standar yang telah memenuhi persyaratan laik fungsi dan jalan yang berkeselamatan (safer road).4. Penyelesaian High Grade Highway Sumatera yang ditargetkan beroperasi sebelum tahun 2020.5. Pembangunan Jalan di Kawasan Perbatasan yang sedapat mungkin memenuhi Konsep Sabuk Komando di Kalimantan, NTT dan Papua.6. Peningkatan pelayanan jaringan jalan di kawasan perkotaan melalui integrasi dengan moda transportasi lainnya.7. Peningkatan Kapasitas SDM & Support System8. Penerapan PBC (Performance-Based Contract) yang isi kontraknya meliputi:  Desain, pekerjaan konstruksi, pelayanan preservasi pada masa desain/konstruksi dan masa pemeliharaan (masa jaminan);  Masa jaminan pemeliharaan ditetapkan 5 tahun, dan;  Diterapkan indikator kinerja untuk pelayanan preservasi 28
    29. 29. LAMPIRAN
    30. 30. Ruas-ruas High Grade Highway Sumatera 30
    31. 31. Rute Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan Serudong Simanggaris S. Nyamuk Tou Lumbis NUNUKAN1. Jalan Paralel Perbatasan sepanjang Tamajuk – Sei Ular Bakalan Alang Longmidang Lembubut Sasipu Siapak Uluulu Setabu Tj.Aru Beruwen Bisai Sungailesan2. Panjang Jalan Paralel Perbatasan Kalimantan 1.755 Km Longbawah Papadi Silau Longberang Atap Mensalong Tanahmerah SERAWAK - MALAYSIA Manuk3. FS Jalan Paralel Perbatasan dan Menuju Pos Lintas Batas -2011, DED dan Dokumen Benuang Bulungan/ Malinau Sesayap Punan Km.70 Lingkungan belum ada Patara Langap Tarakan4. Trase terpilih telah mempertimbangkan Aspek Pertahanan Keamanan, Kondisi Kabuang Pimping Topografi, Lingkungan dan Sosial/Kesejahteraan Masyarakat Longkemuat TANJUNGSELOR5. Kebutuhan dana alokasi untuk penyelesaian pembangunan Jalan Paralel Perbatasan 3 Longbujungan Besar Longpeso Sawah sebesar Rp. 7.7 Trilyun. Longagung Napaku TANJUNGREDEP Labanan Datadian Temajok Longnawang Liku Longuro Km.50 Jeruju Guntur Sp. Bantanan Tn. Hitam Aruk Tj. Harapan Biawak Longtop Km.100 Galing Metulang Simp. 4 Lembusan Talisayan Sakura SAMBAS Jagoibabang Kebumesai Pinang Merah Longboh 2 Pengadan Tebas Seluas Lasan Tj.Kerja K WA Bn.Martinus Ma.Wahau Ma.Lembak RA Bts.Serawak Lanjak SE Sanggauledo SINGKAWANG Sangkulirang KE DPC. Bts Serawak Jasa Nanga Badau Kerian Longpakangai Maloi 1 Bengkayang Batuampar Sp.Perdau Entikong Ng.Kantuk Bika Nanga Era Longapari Balaikarangan PUTUSIBAU Karangan Simpang Tiga Serimbu Sp.Ng.Merakai Ng.Merakai Longbangun Sangata Km.92 Ptk Balaisebut SeiDuri Kembayan Semitau Semubuk Sidas Ngabang Nangasemangut Anjungan Ma. Bengkal MEMPAWAH Sosok Sp. Sejiram Sibadau Jempo Bonti Nangatepuai Sei Pinyuh Tanjung Mianas Bodok SANGGAU Bongkon Nanga Silat Longiram Tering Bontang Linggangbigung PONTIANAK Tayan Sekadau SINTANG Sendawar Sei Kakap Br. Tongkok Mentiwan Sei Durian Tabelian Km. 383 PTK. Tumbangkunyi Sebulu Santan Nanga Taman Sp. B. Tongkok Melak Kotabangun Sp.M.Badak Teraju Ma.Badak Rasau jaya Nangapinoh Sp.Damai Sekolakdarat Sp.Ambalut Sambera Ng.Mahab Tumbang Lahung Saripoi Sp.3.Senoni SAMARINDA Damai Gusig Muara Lahung Nangaela Tewah Sei Hanyu PURUKCAU Sp.Muaralahung Sp.Blusuh TENGGARONG Papar Punjung Anggana Manungkung Tukuq Loajanan Sangasanga Aurkuning Kotabaru Tumbang Nanga Tbg.Rahuyan Kla. KURUN Tb. Lahung Lampeong P.PDG.TIKAR Tbg.Jutuh Benangin Teluk Batang Tumbang Taburai Semuaisepaku Nangasokan TUMBANG SAMBA MUARATEWEH Dondang Sp. Ma.Jawa Sukadana Rahambang P.MAYA Samboja Tbg.Gagu Kenangan Sandai Pujon Penajam Sp.Semboja Bawan Siduk Tbg.Talaken Sei Keli Tumbangmanjul Kandui Kademan Petung BALIKPAPAN Pos Lintas Batas (PLB) Nangatayap Takaras Patas Batu Tajam Bukit Bamba BUNTOK Bandara Sanggu Kudangan Tumbang Sanga KETAPANG Sei Melayu Tumbangtiti Tayan 2 Penopa Pangkut Rt.Pulut KASONGAN Kerengpangi Bukitliti Lahei Timpah Ampah Muarauya Kuaro Lolo TANAHGROGOT Heart of Borneo Tanjung NANGABULIK Parenggean Bk.Rawi Dayu Riam Kujan Kualakayan Sp.Sg.Asem Periuk Pundu Km.65 Belawan Ma.Biu Tangkiling Mentanga Ma.Buun Palantaran Tamianglayang Batubabi Pesaguhan Sagu Runtu Asam Baru Sp.Bangkal PALANGKARAYA Kr.Bengkirai Lap.Terbang D.Kelampangan TANJUNG Metangi Pasarpanas Kelua Dahai Paringin Halong Kerang Tj.Aru Alinyemen yang ekstrim Mendawai K.Waringin Kotabesi Berengbengkel Mengkati AMUNTAI Mantimin Pangkalanlada Km.65 SAMPIT Km.35 Jenamas Kaparkias Gn.Batubesar Sp.Runtu Bangkal Crm.Danau BARABAI Kendawangan PANGKALANBUN Pkl.Pembuang Tumbuhanbanyu Birayang Sampanahan Sukaraja Pagat Manggalau Manismata Kumai Palingkau Airhitm SUKAMARA Psr.Panjang Batu Belaman Bapolang PULANG PIASU KANDANGAN Tlg.Langsat Pudi Mandomai Ma.Muning S.Pasir Kubu Loksado Kuala Jelai Samuda Tj.Batu Tanjung Mendawai KUALAKAPUAS Pangkoh Barumba RANTAU Lumpangi Bts.Kab. Sei Kupang 1 : Danau Sentarum National Parka Pegatan Anjir Pasar MARABAHAN Ujung Pandaran SP.Serapat 2 : Taman Nasional Betung Kerihun KOTA BARU Rencana Trase Jalan KUALA PEMBUANG Bahaur Hilir Serapat Lupakdalam Batulicin Berangas MARTAPURA Pagatan 3 : TN Kayan Mentarang Sei Pinang Sungai Bali Sejajar Perbatasan Tanjung Puting BANJARMASIN Gambut Lianganggang Batibati Araneo Stagen Sebamban Pulausari PELAIHARI Satui  Takisong Skala : Alternatif jangka panjang tanpa memperhatikan kelestarian Kintap Asamasam Mekar Putih Sebanti 0 30 60 Km lingkungan, Kesejahteraan masyarakat dan resiko dinamika politik Batakan yang berdampak pada pertahanan keamanan. 31

    ×