0
Standard Layanan
Gordon Neilson
2
Standard – jangan hanya tertulis
3
Visinya harus benar
Kondisi saat ini
Penduduk
di masa
depan, etc Kondisi masa depan
VISI 3
Kebijakan /
biaya / hasil
VIS...
4
Mengapa perlu standard untuk
angkutan umum?
Untuk memaksa lembaga pemerintah (DISHUB)
untuk mengidentifikasi langkah-lan...
5
Standard untuk layanan bus
Dua set standard
A. Standard perencanaan jaringan
oUntuk internal DISHUB digunakan sebagai pa...
6
Syandard perencanaan jaringan
• Cakupan trayek
– Contoh: 95% penduduk dalam cakupan 500 meter dari pemberhentian
– Jam l...
7
Standard operasional layanan
•Standard berbasis trayek
o Kepatuhan terhadap jadwal / headway yang diumumkan
» Waktu tung...
8
Standard-standard lain
• Tidak seperti kereta atau BRT, bus beroperasi
bercampur dengan lalu lintas lain di jalan
• Tida...
9
Jadi, apakah standard itu mudah?
•TIDAK – kita memerlukan seluruh lembaga yang
dibutuhkan, dan staff harus kompeten dan
...
10
Standard hanyalah puncak gunung es
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

2 service standards gn final id r1

89

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
89
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "2 service standards gn final id r1"

  1. 1. Standard Layanan Gordon Neilson
  2. 2. 2 Standard – jangan hanya tertulis
  3. 3. 3 Visinya harus benar Kondisi saat ini Penduduk di masa depan, etc Kondisi masa depan VISI 3 Kebijakan / biaya / hasil VISI 2 Kebijakan / biaya / hasil VISI 1 Kebijakan / biaya / hasil Evaluasi alternatif visi Standard VISI 3 - Kebijakan / Infrastruktur / Kelembagaan / Regulasi / Program Pemilihan visi Gubernur / DPRD
  4. 4. 4 Mengapa perlu standard untuk angkutan umum? Untuk memaksa lembaga pemerintah (DISHUB) untuk mengidentifikasi langkah-langkah kunci yang menentukan keberhasilan pencapaian sasaran layanan angkutan umum untuk tiap langkah, untuk menyediakan nilai, yang bisa diukur secara obyektif jika memungkinkan, yang jika bisa dicapai atau dilampaui mengindikasikan bahwa sasaran juga telah dicapai Langkah-langkah yang dipakai tidak kaku dan nilai-nilainya dapat berubah sesuai waktu
  5. 5. 5 Standard untuk layanan bus Dua set standard A. Standard perencanaan jaringan oUntuk internal DISHUB digunakan sebagai panduan dalam pekerjaan merencanakan jaringan A. Standard operasional layanan oMenetapkan kewajiban operator, disetujui oleh Dishub dan operator oKedua standard tersebut harus terbuka bagi masyarakat untuk menginformasikan tingkat layanan minimum yang mereka bisa harapkan dari jaringan angkutan umum. Ini bisa menjadi komitmen pemerintah bagi masyarakat.
  6. 6. 6 Syandard perencanaan jaringan • Cakupan trayek – Contoh: 95% penduduk dalam cakupan 500 meter dari pemberhentian – Jam layanan antara 06:00 hingga 23:00 • Jarak antar pemberhentian – Contoh: 400 – 500 meter antar pemberhentian • Konektivitas – Seluruh area harus memiliki layanan angkutan lokal ke BRT atau trayek bus utama, pasar dll. – Beberapa area perlu memiliki direct service atau layanan BRT ke satu atau lebih wilayah atau pusat kegiatan wilayah • Kapasitas bus – Ukuran bus perlu mempertimbangkan jumlah demand, implikasi tarif, dampak lalu lintas dan geometri jalan • Frekuensi – Maximum headways tiap tipe trayek misa; 10 menit peak, 20 menit off peak; jika lebih besar, timetable harus ditampilkan di pemberhentian • Ketersediaan kapasitas – Contoh: keterangkutan rata-rata pada jam puncak: antara 65% sampai 95% kapasitas
  7. 7. 7 Standard operasional layanan •Standard berbasis trayek o Kepatuhan terhadap jadwal / headway yang diumumkan » Waktu tunggu yang berlebihan o Pemenuhan target loading pada jam puncak » Angkutan maksimum jam puncak rata-rata •Standard berbasis perusahaan o Keandalan – jumlah kerusakan dalam layanan » ~ 10 / 100.000 km o Keselamatan – jumlah kecelakaan yang disebabkan » < 5 / 100.000 km o Keluhan penumpang – jumlah keluhan penumpang yang valid – kecenderungan seiring waktu o Keterangkutan di titik pengecekan – misal 95% o Akurasi dan ketersediaan informasi trayek
  8. 8. 8 Standard-standard lain • Tidak seperti kereta atau BRT, bus beroperasi bercampur dengan lalu lintas lain di jalan • Tidak ada gunanya memiliki standard layanan untuk perecanaan dan perusahaan jika jalanan tetap semrawut • Perlu komitmen dari DKI Jakarta bahwa kondisi lalu lintas perlu dikelola agar bus dapat beroperasi pada kecepatan yang dapat diterima, misal >16km/jam – Rekayasa transportasi yang jauh lebih baik – Lingkungan yang lebih baik terkait penegakan aturan lalu lintas – Penggunaan yang lebih baik atas ruang jalan yang tersedia
  9. 9. 9 Jadi, apakah standard itu mudah? •TIDAK – kita memerlukan seluruh lembaga yang dibutuhkan, dan staff harus kompeten dan diberdayakan untuk melakukan pekerjaan mereka! – Komitmen politik tertinggi dan kepemimpinan untuk meningkatkan angkutan umum (Gubernur / DPRD) – Suatu lembaga perencanaan dan regulasi (Dishub) untuk menyusun standard – Perusahaan bus yang bisa dimintai pertanggungjawaban atas kinerja trayek dan kinerja perusahaan – Lembaga (Dishub) dengan sumberdaya dan mandat untuk mengawasi kinerja – Lembaga untuk menegakkan peraturan secara efektif dan menindak pelanggaran (Dishub/Polisi)
  10. 10. 10 Standard hanyalah puncak gunung es
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×