Your SlideShare is downloading. ×
0
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Bhd&rjp.04
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bhd&rjp.04

884

Published on

1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
  • saya izin untuk download
    perlu materi untuk presentasi BHD di RS
    TerimaKasih banyak
    Content power point tidak akan sy ubah
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
884
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SUDIN YANKES JAKARTA UTARA 1
  • 2. BANTUAN HIDUP DASAR &RESUSITASI JANTUNG PARU 2
  • 3. 1. Sistem Pernafasan > Hidung dan mulut > Faring > Epiglotis > Laring dan Trakhea > Bronkus > Paru - paru 3
  • 4. Tujuan :Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan mampu :1. Menyebutkan 2 penyebab sumbatan airway total dan parsial2. Menyebutkan tanda – tanda sumbatan jalan nafas3. Membebaskan jalan nafas yang tersumbat4. Menjaga jalan nafas dengan menggunakan alat sederhana 4
  • 5. Pendahuluan Jangan panik saat menghadapi penderita. Selalu gunakan rumus A – B – C - A  Airway (jalan nafas) - B  Breathing (pernafasan) - C  Circulation (sirkulasi) 5
  • 6. 2. Bagaimana Pernafasan TerjadiPernafasan dapat terjadi karena adanya :1. Otot – otot antar iga2. Sekat rongga dada ( diafragma ) 6
  • 7. PENDERITA SADAR : DAPAT BERBICARA DENGAN JELAS ( TANPA ADA SUARA TAMBAHAN ) AIRWAY BAIK !!! 7
  • 8. Frekuensi PernafasanDewasa : 12 – 20 X/ mntAnak : 15 – 20 X/ mntBayi : 25 – 50 X/ mnt 8
  • 9. 3. Penilaian dan Perbaikan Airway Penilaian Airway “ Pada penderita tidak sadar hati – hati lidah jatuh kebelakang “ Pernafasan yang berbunyi adalah pernafasan yang tersumbat 9
  • 10. Sumbatan jalan nafas :A. Parsial ( sebagian )B. Total  Akut  perlahan 10
  • 11. Sumbatan jalan nafas :A. Parsial ( sebagian ) > Snoring – ngorok  lidah > Gurgling – bunyi kumur-kumur  cairan > Stridor – Crowing  anatomis 11
  • 12. Sumbatan jalan nafas : B. Total Jalan nafas tersumbat total 12
  • 13. Penanganan Airway1. Ngorok / Snoring > Secara manual : - Head-tilt chin-lift  pada penderita trauma hanya chin-lift - Hiperektensi  penderita trauma tdk boleh - Jaw thrust 13
  • 14. Penanganan Airway 2. Gurgling /krn Cairan : - Sapuan jari - Miringkan kepala  bila trauma “Log Roll” - Suction 14
  • 15. Penanganan AirwayHead-tilt chin-lift jaw thrust 15
  • 16. Penanganan Airway > Dengan alat : - Oropharingeal Airway (OPA)  pada penderita tidak sadar - Nasopharingeal Airway (NPA) 16
  • 17. Penanganan Airway > Dengan alat : 17
  • 18. Penanganan Airway > Dengan alat : 18
  • 19. Penanganan Airway 19
  • 20. Penanganan AirwaySuction :Lama suction 15 detik – Dewasa, 5 detikbayi 20
  • 21. Penanganan Airway 3. Stridor : - Posisi yang disukai pasien - Longgarkan pasien - Beri oksigen - Segera bawa ke RS 21
  • 22. Penanganan Airway Sumbatan Total : - Heimlich  Penderita Sadar - Abdominal ThrustHeimlich Abdominal thrust 22
  • 23. Penanganan AirwayPada bayi : Buka jalan nafas dengan tongue-jaw-lift Lakukan hentakan punggung 5 x (sadar) Jika tidak berhasil, lakukan penekanan dada 5 x 23
  • 24. Penanganan Airwayhentakan dada hentakan punggung 24
  • 25. Penanganan AirwayPada bayi tidak sadar :1. Aktifkan SPGDT2. Lakukan 5 X hentakan punggung3. Lakukan 5 X hentakan dada4. Buka airway, bila ada benda asing  sapuan jari5. Berikan 2 X tiupan  reposisi airway  tiup 2 X6. Ulangi sampai benda asing keluar 25
  • 26. 4. Breathing / Pernafasan a. Menilai PernafasanBila penderita dapat berbicara kalimatpanjang, berarti pernafasan baik 26
  • 27. lihat, dengar, rasa 27
  • 28. Menilai PernafasanTanda Pernafasan tidak adekuat :1. Laju > 20-30-402. Sesak3. Sianosis / kebiruan4. Perubahan kesadaran 28
  • 29. Pernafasan tidak adekuatTindakan : Tenangkan penderita (jika sadar) Pastikan airway baik Berikan oksigen Pertimbangkan nafas buatan 29
  • 30. 2. Pernafasan Buatan - Udara bebas 21 % - Digunakan tubuh 4-5% - Sisanya 16-17 % dikeluarkan lagi 30
  • 31. Pernafasan Buatan - Mulut ke mulut - Mulut ke masker - Bag Resuscitator 31
  • 32. Pernafasan BuatanMulut ke mulut mulut ke masker 32
  • 33. Pernafasan BuatanFace mask Bag Resuscitator 33
  • 34. Pernafasan Buatan 34
  • 35. Pernafasan BuatanJumlah nafas buatan : Dewasa : 10-12x/mnt Anak : 20x/mnt Bayi : 40x/mnt 35
  • 36. Pernafasan BuatanPada bayi dan anak : Buka airway dengan hati-hati Buka airway dengan ekstensi minimal /snifing position Dapat dipasang OPA (tdk sadar) Tiupan jangan terlalu keras 36
  • 37. Pernafasan BuatanBerikan oksigen bila KU, tidak baik 37
  • 38. RESUSITASI JANTUNG PARU 38
  • 39. Rantai penyelamatan > Datang secepat mungkin > RJP sesegera mungkin > Defibrilasi sesegera mungkin > Perawatan lanjut sesegera mungkin 39
  • 40. Mati klinis dan Biologis Mati Klinis : Terjadi pada penderita dengan henti nafas atau henti jantung. Kurang dari 4 – 6 menit 40
  • 41. Mati klinis dan BiologisMati Biologis :Saat sel –sel otak mulai mati. Setelah jantungberhenti berdenyut. Waktu 8 – 10 menit 41
  • 42. Tanda – tanda pasti kematian > Lebam mayat > Kaku mayat > Pembusukan Hanya dokter yang dapat menyatakan penderita sudah meninggal 42
  • 43. Resusitasi jantung ParuPengertianKombinasi antara pijat jantung luar danpernafasan buatan untuk menghidupkanpenderita yang sedang meninggal 43
  • 44. Resusitasi jantung Paru RJP Harus dimulai sesegera mungkin 44
  • 45. Resusitasi jantung Paru Langkah – langkah RJP 1. Pastikan penderita tidak sadar 2. Aktifkan SPGDT 3. Buka jalan nafas  periksa nafas 4. Berikan nafas buatan 2 kali 5. Periksa nadi karotis 6. Berikan kompresi jantung luar 45
  • 46. Resusitasi jantung Paru Pada orang dewasa 1. Posisikan penderita 2. Buka baju penderita 3. Ambil posisi untuk penolong 4. Cari tulang xifoid 5. Tumit tangan 2 jari diatas xifoid 6. Posisikan tangan anda 7. Posisikan bahu anda 8. Lakukan penekanan 46
  • 47. Resusitasi jantung Paru Pada orang dewasa > 8 tahun > Kedalaman penekanan : 4 – 5 cm > Jumlah penekanan : 80 – 100/mnt > Setiap ventilasi : 1.5 – 2 detik > Lokasi nadi : arteri karotis > 1 penolong : 15 : 2 47
  • 48. Resusitasi Jantung Paru Pada Bayi dan Anak 1. Posisikan penderita 2. Buka baju penderita 3. Tempatkan tangan 4. Posisi penekanan pada sternum 1 jari dibawah garis khayal ke-2 putting susu 5. Untuk BAYI gunakan jari tengah dan jari manis. Untuk ANAK gunakan tumit tangan 48
  • 49. Resusitasi jantung Paru Pada Anak usia 1 – 8 tahun Kedalaman penekanan : 1,5 – 3 cm Jumlah penekanan : 100x/mnt Setiap ventilasi : 1 – 1.5 detik Lokasi nadi : arteri karotis 1 Penolong :5:1 2 Penolong :5:1 49
  • 50. Resusitasi jantung Paru Pada Bayi Kedalaman penekanan : 1 – 1.5 cm Jumlah penekanan : 100x/mnt Setiap ventilasi : 1 – 1.5 detik Lokasi nadi : a. brakhialis 1 Penolong :5:1 50
  • 51. 13. Tanda – tanda RJP berhasil > Denyut nadi teraba saat penekanan > Dada naik – turun saat ventilasi 51
  • 52. 52
  • 53. 53

×