Teori pilihan publik

9,027 views
8,730 views

Published on

Materi Kuliah Ekonomi Politik mengenai Teori Pilihan Publik oleh Bu Rachel

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
  • terima kasih bu, sangat bermanfaat
    skrg sudah kembali ke manado ya bu?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
9,027
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
288
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori pilihan publik

  1. 1. TEORI PILIHAN PUBLIK By: Rahel Kimbal,SP.,ME
  2. 2. <ul><li>Samuelson & Nordhaus (1995) </li></ul><ul><li>Public choice theory asks about ‘how’, ‘what’, and ‘for whom’ of the public sectors just as supply and demand theory examines choices for the private sectors”. </li></ul><ul><li>(Bagaimana pemerintah membuat keputusan yang terkait dengan kepentingan masyarakat (publik) </li></ul>
  3. 3. Teori Pilihan Publik <ul><li>* caporaso & Levine (1993), </li></ul><ul><li>Pilihan publik sebagai aplikasi metode-metode ekonomi terhadap politik </li></ul><ul><li>* Buchanan (1984) </li></ul><ul><li>The economic study of non-market decision making ” </li></ul><ul><li>(ilmu ekonomi terhadap proses pengambilan keputusan kolektif dan berbagai fenomena-fenomena yang bersifat non pasar) </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Teori pilihan publik dapat digunakan untuk mempelajari perilaku para aktor politik maupun sebagai petunjuk bagi pengambilan keputusan dalam penentuan pilihan kebijakan publik yang paling efektif </li></ul><ul><li>Subjek : </li></ul><ul><li>1. Pemilih, </li></ul><ul><li>2. Partai politik </li></ul><ul><li>3. Politisi </li></ul><ul><li>4. Birokrat, </li></ul><ul><li>5.Kelompok Kepentingan </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Politik sebagai “ Arena Permainan </li></ul><ul><li>Model Pilihan Publik : </li></ul><ul><li>Politik tidak dipandang sebagai arena memperebutkan kekuasaan seperti yang digunakan dalam pendekatan politik murni tapi sebagai arena permainan yang memungkinkan terjadinya pertukaran di antara warga Negara, partai-partai politik, pemerintah dan birokrat. </li></ul>
  6. 6. Pemain <ul><li>Para pemilih (konsumen) pembeli barang-barang publik </li></ul><ul><li>2. Wakil rakyat sebagai legislative atau politikus (Wirausahawan) bukan sekedar mencari makan tetapi emaksimalkan kesempatan (vote maximizers) </li></ul>
  7. 7. PERBEDAAN PILIHAN PUBLIK DENGAN EKONOMI MURNI Variabel Ekonomi Klasik Pilihan Publik Pemasok Produsen, Pengusaha, Distributor Politisi, Partai politik, birokrasi, pemerintah Demander Konsumen Pemilih (voters) Komoditas Barang Swasta Barang publik Alat Transaksi Uang Suara (votes) Jenis Transaksi Voluntary transaction Politics as exchange
  8. 8. IMPLIKASI PENERAPAN PILIHAN PUBLIK <ul><li>Pertama, perlu reformasi kelembagaan publik yaitu reformasi aturan-aturan dan kerangka dasar dimana proses-proses dan pengambilan keputusan berlangsung. </li></ul><ul><li>Kedua , perlu desentralisasi kekuasaan dan kewenangan politik, sebab tatanan seperti transaksi pasar dipandang lebih baik dibanding tatanan dominasi kekuasaan . </li></ul><ul><li>Ketiga, perlu dilakukan reorganisasi aturan-aturan perdagangan, kontrak, persetujuan. </li></ul>
  9. 9. APLIKASI PILIHAN PUBLIK <ul><li>(1) Dari hasil kajian Anthony downs </li></ul><ul><li>“ an economic theory of democracy (1957) </li></ul><ul><li>(2) Hasil kajian Buchanan & tulllock </li></ul><ul><li>“ the calculus of consent (1962) </li></ul><ul><li>(3) Hasil study mancur olson </li></ul><ul><li> the logic of collective action (1965) </li></ul><ul><li>(4) Studi popkin dalam the rasional peasant: the political economy of rural society in Vietnam (1978). </li></ul>
  10. 10. <ul><li>TERIMA KASIH </li></ul>

×