ELECTRONIKA ANALOG Ichwan Kurniawan Bismillahirrahmannirrohim
Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Perpindahan Muatan. </li></ul><ul><ul><li>Konduktor (Penghantar) </li></ul></ul><ul><ul><l...
Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Arus Listrik  </li></ul><ul><li>electron bebas, potensio rendah ke tinggi. </li></ul><ul><...
Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Tegangan listik (potensial) </li></ul><ul><li>energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-m...
Atom dan Molekul <ul><li>Elemen terkecil dari bahan ,  masih memiliki sifat kimia dan fisika yang sama adalah Atom. </li><...
Atom dan Molekul <ul><li>Muatan Listik pada electron adalah : - 1.602 -19  dan Muatan Proton adalah : +  1.602 -19  </li><...
Atom dan Molekul <ul><li>Electron valensi, yang menempati lapisan terluar  dari orbit struktur atom. </li></ul><ul><li>Ato...
Atom dan Molekul <ul><li>Electron valensi, dapat keluar dari ikatan kovalen jika di beri energi panas (electron bebas)  me...
Atom dan Molekul <ul><li>J ika energi panas cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebu...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) di beri...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul>
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Karena Atom antimoni (SB) bervalensi 5, empat elektro...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Bahan silikon bertype n mengandung elektorn bebas cuk...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Jarak antara pita konduksi dengan level energi donor ...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Karena atom-atom donor telah ditinggalkan oleh elektr...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didopin...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul>
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Seperti halnya pada semikonduktor type n, secara kese...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron, ma...
Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul>
Rangkuman <ul><li>Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Pada atom yang seimba...
Motivation Word <ul><li>“ Apa yang terjadi di alam semesta ini di atur atas kehendak-NYA, baik yang berupa gerak mekanik a...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Elan (elektronika analog)

2,232
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,232
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
216
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Elan (elektronika analog)

  1. 1. ELECTRONIKA ANALOG Ichwan Kurniawan Bismillahirrahmannirrohim
  2. 2. Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Perpindahan Muatan. </li></ul><ul><ul><li>Konduktor (Penghantar) </li></ul></ul><ul><ul><li>benda yang dapat memindah muatan listrik. mudah menghantar kalor atau panas </li></ul></ul><ul><ul><li>Isolator (Penghambat) </li></ul></ul><ul><ul><li>benda atau bahan yang susah memindah muatan listrik; susah menghantar kalor atau panas </li></ul></ul><ul><ul><li>Semikonduktor </li></ul></ul><ul><ul><li>benda atau zat yang kurang baik untuk konduktor dan tidak sempurna sebagai isolator; untuk bahan dioda, IC, transistor, chip. </li></ul></ul>
  3. 3. Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Arus Listrik </li></ul><ul><li>electron bebas, potensio rendah ke tinggi. </li></ul><ul><ul><li>Kuat Arus ( Andre Marie Ampere ) </li></ul></ul><ul><li>I = Q/t (ampere); Q = I*t; t = Q/I; I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere (A). Q = Besarnya muatan listrik, coulomb (C). t = waktu, detik (S). </li></ul><ul><li>Sumber Arus Listrik </li></ul><ul><ul><li>Sumber arus listrik searah (DC = Direct Current), arus listrik yang tidak berubah fasenya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sumber arus listrik bolak balik (AC = Alternating Current), arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat </li></ul></ul>
  4. 4. Teori Dasar Kelistrikan <ul><li>Tegangan listik (potensial) </li></ul><ul><li>energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatif (elektron-elektron) mengalir dalam suatu penghantar. </li></ul><ul><ul><li>Tegangan listik ( Volt ) </li></ul></ul><ul><li>V = W/Q (volt); V  = Tegangan listrik dalam satuan Volt  (  V  ) </li></ul><ul><li>W = Energi /tenaga/ kerja listrik dalam satuan  Joule  (  J  ) </li></ul><ul><li>                 Q  = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  (  C  ) </li></ul><ul><li>Resistor (Hambatan) </li></ul><ul><ul><li>suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik. </li></ul></ul><ul><ul><li>I = V/R; V= R*I; R = V/I; </li></ul></ul>
  5. 5. Atom dan Molekul <ul><li>Elemen terkecil dari bahan , masih memiliki sifat kimia dan fisika yang sama adalah Atom. </li></ul><ul><li>Suatu Atom terdiri dari 3 partikel dasar : Neutron, Proton, dan Electron. </li></ul><ul><li>Struktur Proton dan Neutron membentuk inti, yang bermuatan Positif. </li></ul><ul><li>Electron-electron mengelilingi inti, dan bermuatan negatif. </li></ul><ul><li>Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium. </li></ul>
  6. 6. Atom dan Molekul <ul><li>Muatan Listik pada electron adalah : - 1.602 -19 dan Muatan Proton adalah : + 1.602 -19 </li></ul>
  7. 7. Atom dan Molekul <ul><li>Electron valensi, yang menempati lapisan terluar dari orbit struktur atom. </li></ul><ul><li>Atom Silikon dan germanium, masing-masing mempunyai 4 electron valensi dan di sebut dengan atom tetra-valent (bervalensi empat). </li></ul><ul><li>Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi </li></ul><ul><li>Setiap electron valensi akan membentuk ikatan kovalen. </li></ul>
  8. 8. Atom dan Molekul <ul><li>Electron valensi, dapat keluar dari ikatan kovalen jika di beri energi panas (electron bebas) menuju daerah konduksi . Murni (intrinsik) </li></ul>
  9. 9. Atom dan Molekul <ul><li>J ika energi panas cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau di sebut dengan elektron bebas. </li></ul><ul><li>Pada suhu ruang terdapat kurang lebih 1.5 x 1010 elektron bebas dalam 1 cm3 bahan silikon murni (intrinsik) dan 2.5 x 1013 elektron bebas pada germanium. </li></ul><ul><li>Semakin besar energi panas yang diberikan semakin banyak jumlah elektron bebas yang keluar dari ikatan kovalen, dengan kata lain konduktivitas bahan meningkat. </li></ul>
  10. 10. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) di beri (di supply) dengan bahan bervalensi lain maka di peroleh semikonduktor ekstrinsik. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada bahan semikonduktor intrinsik jumlah elektorn bebas dan hole (Pembawa muatan)-nya adalah sama. </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika bahan silikon di supply dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi 5 (penta-valens), maka di peroleh semikonduktor bertype N. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bahan supply yang bervalensi 5 ini misalnya antimoni, arsenik, dan pospor. </li></ul></ul>
  11. 11. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul>
  12. 12. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Karena Atom antimoni (SB) bervalensi 5, empat elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom silikon sedangkan elektron valensi yang kelima tidak mendapatkan pasangan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas. </li></ul></ul><ul><ul><li>Karena setiap atom depan ini menyumbang sebuah elektron, maka atom yang bervalensi lima disebut dengan atom donor. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dan elektron “bebas” sumbangan dari atom dopan inipun dapat dikontrol jumlahnya atau konsentrasinya </li></ul></ul>
  13. 13. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Bahan silikon bertype n mengandung elektorn bebas cukup banyak, namun secara keseluruhan kristal ini tetap netral karena jumlah muatan positip pada inti atom masih sama dengan jumlah keseluruhan elektronnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada bahan type n disamping jumlah elektron bebasnya (pembawa mayoritas) meningkat, ternyata jumlah holenya (pembawa minoritas) menurun. </li></ul></ul><ul><ul><li>Hal ini disebabkan karena dengan bertambahnya jumlah elektron bebas, maka kecepatan hole dan elektron ber-rekombinasi (bergabungnya kembali elektron dengan hole) semakin meningkat. Sehingga jumlah holenya menurun. </li></ul></ul>
  14. 14. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Jarak antara pita konduksi dengan level energi donor sangat kecil yaitu 0.05 eV untuk silikon dan 0.01 eV untuk germanium. </li></ul></ul><ul><ul><li>pada suhu ruang saja, maka semua elektron donor sudah bisa mencapai pita konduksi dan menjadi elektron bebas. </li></ul></ul>
  15. 15. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type N </li></ul><ul><ul><li>Karena atom-atom donor telah ditinggalkan oleh elektron valensinya (yakni menjadi elektron bebas), maka menjadi ion yang bermuatan positip. Sehingga digambarkan dengan tanda positip . </li></ul></ul><ul><ul><li>Sedangkan elektron bebasnya menjadi pembawa mayoritas. Dan pembawa minoritasnya berupa hole. </li></ul></ul>
  16. 16. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor type p. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bahan dopan yang bervalensi tiga tersebut misalnya boron, galium, dan indium. Struktur kisikisi kristal semikonduktor (silikon) type p. </li></ul></ul><ul><ul><li>Karena atom dopan hanya memiliki 3 elektron valensi, sehingga tempat yang seharusnya 4 menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa di tempati oleh elekton valensi lain. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole. </li></ul></ul><ul><ul><li>Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima elektron. </li></ul></ul>
  17. 17. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul>
  18. 18. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Seperti halnya pada semikonduktor type n, secara keseluruhan kristal semikonduktor type n ini adalah netral. Karena jumlah hole dan elektronnya sama. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pada bahan type p, hole merupakan pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron. </li></ul></ul><ul><ul><li>Jarak antara level energi akseptor dengan pita valensi sangat kecil yaitu sekitar 0.01 eV untuk germanium dan 0.05 eV untuk silikon. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan demikian hanya dibutuhkan energi yang sangat kecil bagi elektron valensi untuk menempati hole di level energi akseptor. </li></ul></ul><ul><ul><li>Oleh karena itu pada suhur ruang banyak sekali jumlah hole di pita valensi yang merupakan pembawa muatan. </li></ul></ul>
  19. 19. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul><ul><ul><li>Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron, maka menjadi ion yang bermuatan negatip. Sehingga digambarkan dengan tanda negatip. Pembawa mayoritas berupa hole dan pembawa minoritasnya berupa elektron. </li></ul></ul>
  20. 20. Atom dan Molekul <ul><li>Semi Konduktor Type P </li></ul>
  21. 21. Rangkuman <ul><li>Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti. </li></ul><ul><li>Muatan listrik sebuah elektron adalah: - 1.602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1.602-19 C. </li></ul><ul><li>Bahan silikon yang didoping dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens) menghasilkan semikonduktor tipe n. Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidakmurnian) bervalensi tiga, maka diperoleh semikonduktor type p </li></ul>
  22. 22. Motivation Word <ul><li>“ Apa yang terjadi di alam semesta ini di atur atas kehendak-NYA, baik yang berupa gerak mekanik ataupun vibrasi dalam hati. </li></ul><ul><li>Kita sebagai manusia hanya dapat berupaya, segala keputusan kita serahkan hanya pada-NYA” </li></ul><ul><li>Ichwan Kurniawan </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×