Your SlideShare is downloading. ×
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Elan (elektronika analog)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Elan (elektronika analog)

2,185

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,185
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
215
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ELECTRONIKA ANALOG Ichwan Kurniawan Bismillahirrahmannirrohim
  • 2. Teori Dasar Kelistrikan
    • Perpindahan Muatan.
      • Konduktor (Penghantar)
      • benda yang dapat memindah muatan listrik. mudah menghantar kalor atau panas
      • Isolator (Penghambat)
      • benda atau bahan yang susah memindah muatan listrik; susah menghantar kalor atau panas
      • Semikonduktor
      • benda atau zat yang kurang baik untuk konduktor dan tidak sempurna sebagai isolator; untuk bahan dioda, IC, transistor, chip.
  • 3. Teori Dasar Kelistrikan
    • Arus Listrik
    • electron bebas, potensio rendah ke tinggi.
      • Kuat Arus ( Andre Marie Ampere )
    • I = Q/t (ampere); Q = I*t; t = Q/I; I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere (A). Q = Besarnya muatan listrik, coulomb (C). t = waktu, detik (S).
    • Sumber Arus Listrik
      • Sumber arus listrik searah (DC = Direct Current), arus listrik yang tidak berubah fasenya.
      • Sumber arus listrik bolak balik (AC = Alternating Current), arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat
  • 4. Teori Dasar Kelistrikan
    • Tegangan listik (potensial)
    • energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatif (elektron-elektron) mengalir dalam suatu penghantar.
      • Tegangan listik ( Volt )
    • V = W/Q (volt); V  = Tegangan listrik dalam satuan Volt  (  V  )
    • W = Energi /tenaga/ kerja listrik dalam satuan  Joule  (  J  )
    •                  Q  = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  (  C  )
    • Resistor (Hambatan)
      • suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.
      • I = V/R; V= R*I; R = V/I;
  • 5. Atom dan Molekul
    • Elemen terkecil dari bahan , masih memiliki sifat kimia dan fisika yang sama adalah Atom.
    • Suatu Atom terdiri dari 3 partikel dasar : Neutron, Proton, dan Electron.
    • Struktur Proton dan Neutron membentuk inti, yang bermuatan Positif.
    • Electron-electron mengelilingi inti, dan bermuatan negatif.
    • Struktur atom dengan model Bohr dari bahan semikonduktor yang paling banyak digunakan adalah silikon dan germanium.
  • 6. Atom dan Molekul
    • Muatan Listik pada electron adalah : - 1.602 -19 dan Muatan Proton adalah : + 1.602 -19
  • 7. Atom dan Molekul
    • Electron valensi, yang menempati lapisan terluar dari orbit struktur atom.
    • Atom Silikon dan germanium, masing-masing mempunyai 4 electron valensi dan di sebut dengan atom tetra-valent (bervalensi empat).
    • Empat elektron valensi tersebut terikat dalam struktur kisi-kisi
    • Setiap electron valensi akan membentuk ikatan kovalen.
  • 8. Atom dan Molekul
    • Electron valensi, dapat keluar dari ikatan kovalen jika di beri energi panas (electron bebas) menuju daerah konduksi . Murni (intrinsik)
  • 9. Atom dan Molekul
    • J ika energi panas cukup kuat untuk memisahkan elektron dari ikatan kovalen maka elektron tersebut menjadi bebas atau di sebut dengan elektron bebas.
    • Pada suhu ruang terdapat kurang lebih 1.5 x 1010 elektron bebas dalam 1 cm3 bahan silikon murni (intrinsik) dan 2.5 x 1013 elektron bebas pada germanium.
    • Semakin besar energi panas yang diberikan semakin banyak jumlah elektron bebas yang keluar dari ikatan kovalen, dengan kata lain konduktivitas bahan meningkat.
  • 10. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
      • Apabila bahan semikonduktor intrinsik (murni) di beri (di supply) dengan bahan bervalensi lain maka di peroleh semikonduktor ekstrinsik.
      • Pada bahan semikonduktor intrinsik jumlah elektorn bebas dan hole (Pembawa muatan)-nya adalah sama.
      • Jika bahan silikon di supply dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi 5 (penta-valens), maka di peroleh semikonduktor bertype N.
      • Bahan supply yang bervalensi 5 ini misalnya antimoni, arsenik, dan pospor.
  • 11. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
  • 12. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
      • Karena Atom antimoni (SB) bervalensi 5, empat elektron valensi mendapatkan pasangan ikatan kovalen dengan atom silikon sedangkan elektron valensi yang kelima tidak mendapatkan pasangan.
      • Oleh karena itu ikatan elektron kelima ini dengan inti menjadi lemah dan mudah menjadi elektron bebas.
      • Karena setiap atom depan ini menyumbang sebuah elektron, maka atom yang bervalensi lima disebut dengan atom donor.
      • Dan elektron “bebas” sumbangan dari atom dopan inipun dapat dikontrol jumlahnya atau konsentrasinya
  • 13. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
      • Bahan silikon bertype n mengandung elektorn bebas cukup banyak, namun secara keseluruhan kristal ini tetap netral karena jumlah muatan positip pada inti atom masih sama dengan jumlah keseluruhan elektronnya.
      • Pada bahan type n disamping jumlah elektron bebasnya (pembawa mayoritas) meningkat, ternyata jumlah holenya (pembawa minoritas) menurun.
      • Hal ini disebabkan karena dengan bertambahnya jumlah elektron bebas, maka kecepatan hole dan elektron ber-rekombinasi (bergabungnya kembali elektron dengan hole) semakin meningkat. Sehingga jumlah holenya menurun.
  • 14. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
      • Jarak antara pita konduksi dengan level energi donor sangat kecil yaitu 0.05 eV untuk silikon dan 0.01 eV untuk germanium.
      • pada suhu ruang saja, maka semua elektron donor sudah bisa mencapai pita konduksi dan menjadi elektron bebas.
  • 15. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type N
      • Karena atom-atom donor telah ditinggalkan oleh elektron valensinya (yakni menjadi elektron bebas), maka menjadi ion yang bermuatan positip. Sehingga digambarkan dengan tanda positip .
      • Sedangkan elektron bebasnya menjadi pembawa mayoritas. Dan pembawa minoritasnya berupa hole.
  • 16. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type P
      • Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidak-murnian) bervalensi tiga, maka akan diperoleh semikonduktor type p.
      • Bahan dopan yang bervalensi tiga tersebut misalnya boron, galium, dan indium. Struktur kisikisi kristal semikonduktor (silikon) type p.
      • Karena atom dopan hanya memiliki 3 elektron valensi, sehingga tempat yang seharusnya 4 menjadi kosong (membentuk hole) dan bisa di tempati oleh elekton valensi lain.
      • Dengan demikian sebuah atom bervalensi tiga akan menyumbangkan sebuah hole.
      • Atom bervalensi tiga (trivalent) disebut juga atom akseptor, karena atom ini siap untuk menerima elektron.
  • 17. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type P
  • 18. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type P
      • Seperti halnya pada semikonduktor type n, secara keseluruhan kristal semikonduktor type n ini adalah netral. Karena jumlah hole dan elektronnya sama.
      • Pada bahan type p, hole merupakan pembawa muatan mayoritas. Karena dengan penambahan atom dopan akan meningkatkan jumlah hole sebagai pembawa muatan. Sedangkan pembawa minoritasnya adalah elektron.
      • Jarak antara level energi akseptor dengan pita valensi sangat kecil yaitu sekitar 0.01 eV untuk germanium dan 0.05 eV untuk silikon.
      • Dengan demikian hanya dibutuhkan energi yang sangat kecil bagi elektron valensi untuk menempati hole di level energi akseptor.
      • Oleh karena itu pada suhur ruang banyak sekali jumlah hole di pita valensi yang merupakan pembawa muatan.
  • 19. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type P
      • Karena atom-atom akseptor telah menerima elektron, maka menjadi ion yang bermuatan negatip. Sehingga digambarkan dengan tanda negatip. Pembawa mayoritas berupa hole dan pembawa minoritasnya berupa elektron.
  • 20. Atom dan Molekul
    • Semi Konduktor Type P
  • 21. Rangkuman
    • Suatu atom terdiri atas tiga partikel dasar, yaitu: neutron, proton, dan elektron. Pada atom yang seimbang (netral) jumlah elektron dalam orbit sama dengan jumlah proton dalam inti.
    • Muatan listrik sebuah elektron adalah: - 1.602-19 C dan muatan sebuah proton adalah: + 1.602-19 C.
    • Bahan silikon yang didoping dengan bahan ketidak murnian (impuritas) bervalensi lima (penta-valens) menghasilkan semikonduktor tipe n. Apabila bahan semikonduktor murni (intrinsik) didoping dengan bahan impuritas (ketidakmurnian) bervalensi tiga, maka diperoleh semikonduktor type p
  • 22. Motivation Word
    • “ Apa yang terjadi di alam semesta ini di atur atas kehendak-NYA, baik yang berupa gerak mekanik ataupun vibrasi dalam hati.
    • Kita sebagai manusia hanya dapat berupaya, segala keputusan kita serahkan hanya pada-NYA”
    • Ichwan Kurniawan

×