Fotografi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Fotografi

on

  • 5,866 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,866
Views on SlideShare
5,866
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
268
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Fotografi Document Transcript

  • 1. ARTI PENTING DAN KEGUNAAN FOTOGRAFI DALAM PR Fotografi merupakan salah satu aspek penting dalam dunia humas, mengingat setiapinformasi humas perlu didukung ilustrasi berupa gambar atau foto-foto yang baik. Bahkantidak jarang foto mengandung lebih banyak infomasi daripada kata-kata. Oleh karena itu,setiap praktisi humas juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan ketrampilan yangmemadai di bidang fotografi. Jadi, humas harus menguasai tehnik-tehnik fotografi untukdapat menciptakan foto-foto yang indah dan penuh makna. Setiap praktisi humas harus memandang kamera sebagai alat komunikasi, sama halnyadengan pena, mesin ketik, computer, telepon dan ungkapan-ungkapan lisan. Dalam kalimatlain praktisi humas harus mengetahui bagimana caranya berkomunikasi melalui lensa kamera,atau memaparkan suatu pesan atau cerita lewat gambar-gambar. Oleh karena itu foto yangbaik bahkan bisa menutupi kekurangan atau kelemahan naskah dalam menarik minat parapembaca. Foto yang baik merupakan foto yang sesuai dengan tema, tehnik yang tepat(pencahayaan, fokus dan komposisi).KEGUNAAN FOTOGRAFI DALAM HUMAS1. Untuk membangun sebuah perpustakaan foto yang selalu siap menyediakan cetakan foto atau soft copy setiap kali dibutuhkan demi menunjang kegiatan- kegiatan humas.2. Untuk memperindah, menunjang dan mempopulerkan news release.3. Untuk menghias, melengkapi atau memberi ilustrasi bagi tulisan feature.4. Untuk menceritakan suatu pesan atau kisah tanpa naskah atau kata-kata.5. Untuk menyemarakkan panel pameran dan showroom.6. Untuk memamerkan dan menunjang kegiatan perusahaan dalam suatu eksebisi, panel pameran, seminar, konferensi pers, dan lain-lain.7. Untuk memberi ilustrasi bagi jurnal internal.Untuk memberi ilustrasi bagi setiap literature dan alat visual humas. Seperti leaflet, booklet,poster, company profile.DASAR – DASAR FOTOGRAFI Fotografi berasal dari kata photos yang artinya cahaya dan graphos yang memiliki artimelukis. Jadi fotografi adalah seni melukis dengan cahaya.KAMERA (CAMERA) Sebuah alat untuk membuat gambar dari objek untuk selanjutnya dibiaskan melaluilensa kepada layar (film) yang berada di belakangnya.Jenis kamera : 1. Kamera Single Lens Reflex (SLR) 2. Twin Lens Reflex 3. View FinderMenurut system, kamera dibagi menjadi 3 (tiga): 1. Otomatik/ Full otomatik 2. Manual 3. Auto ManualI. KAMERA OTOMATIKKeuntungan dari kamera otomatik : 1. Mengatur ASA dengan sendiri 2. Tidak perlu mengatur diafragma 3. Tidak perlu mengatur speed 4. Tidak sulit dalam memfokus 5. Tidak perlu pengaturan khusus dalam penggunaan lampu blitzKerugian dari kamera otomatik : 1. Karena speed dan diafragma bekerja secara otomatis, maka tidak mungkin untuk membuat fotodengan efek khusus
  • 2. 2. Tidak mampu memotret objek/ tempat yang kurang cahaya tanpa bantuan blitz 3. Sulit menentukan ruang tajam/ focusingII. KAMERA MANUALKeuntungan dari kamera manual : 1. Dapat membuat foto dengan efek khusus 2. Mudah menetukan ruang tajam/ focusing 3. Mampu memotret di ruang yang kurang cahaya tanpa menggunakan blitzKerugian dari kamera manual : 1. Harus mengatur diafragma terlebih dulu 2. Harus mengatur speed 3. Dalam memfokus sering mengalami kesulitan (jarak focus) 4. Bila memotret menggunakan blitz perlu pengaturan khususLENSA1. Jenis-jenis lensa Jenis lensa pengambilan gambar menurut kemampuan pembesaran dan cakupan sudut pandang; a. Lensa Fix Lensa jenis ini memiliki pembesaran gambar dan sudut pandang yang tidak dapat diubah. Contoh : lensa 14mm f/2,8, 50mm f/1,8 dan 400mm f/2,8. b. Lensa Zoom. Sebuah lensa yang dapat mengubah pembesaran gambar dan sudut pandang tanpa harus mengganti-ganti lensa. Contoh : 18-35mm f/3,5 – 4,5, 28-70mm f/2,8 dan 70-300mm f/4-5,6.Terdapat dua jenis lensa zoom bila dilihat dari bukaan diafragma maksimum, yaitu denganbukaan diafragma variable (variable aperture) dan konstan (constant aperture).Khusus mengenai lensa-lensa tunggal dibagi lagi kedalam beberapa kategori berikut : a. Lensa normal Adalah lensa yang mempunyai sudut pandang kurang lebih sama dengan mata manusia ( + 45 ) dan mempunyai panjang focus sekitar 50mm (45-58mm) pada kamera format 135. Contoh : 50mm f/1,4 b. Lensa sudut lebar. Semua lensa yang mempunyai cakupan lebih lebar dari lensa normal (lebih dan 45) disebut sebagai lensa sudut lebar, contoh : 28mm f/1,4. lensa jenis ini mengecilkan objek tapi meluaskan sudut pandang sehingga sangat ideal dipakai untuk pemotretan panorama alam (landscape) c. Lensa telephoto. Kebalikan dari lensa sudut lebar, setiap lensa yang memperbesar dan mendekatkan objekserta menyempitkan sudut pandang (panjang focus lebih besar dan 50mm) disebut lensa tele. Contoh : 105mm f/2, 200mm f/2 dan dua macam lensa 500mm, yakni tele cermin (catadoptric) 500mm f/8 dan tele biasa 500mm f/4.Meski lensa-lensa ini menyempitkan sudut pandang , mereka mampu mendekatkan objekyang jauh sehingga banyak digunakan dalam memotret pertandingan olahraga dan objek-objek lain yang tidak dapat didekati (binatang buas, misalnya).2. Lensa-lensa Khusus a. Lensa makro Mempunyai kemampuan pembesaran gambar lebih dari pada lensa lain. Banyak digunakan untuk memotret banda-benda atau binatang kecil (serangga, misalnya). Panjang focus yang umum dipakai adalah dari 50mm, 105mm hingga 200mm. b. Lensa PC (Perspective Correction) Banyak digunakan dalam pemotretan arsitektur. Bagian depan lensa ini dapat diangkat atau digeser untuk mengoreksi perspektif dalam gambar. Contoh : lensa PC 28mm,
  • 3. lensa tele pendek (85mm) dengan kemampuan makro dan mampu mengoreksi perspektif. Dapat dikatakan bahwa lensa ini mempunyai kemempuan tiga lensa yang berbeda dalam satu kemasan. Selain dari dua jenis lensa khusus tadi, masih ada beberapa jenis lensa-lensa lain yangpenggunaannya tidak terlalu umum. Contohnya lensa soft focus untuk portrait yangmemberikan hasil foto seperti memakai filter diffuser, lensa mikro untuk pemotretan benda-benda dan makhluk-makhluk mikroskopis (photomicrography).DIAFRAGMA Merupakan bagian dari lensa yang berfungsi sebagai pengatur cahaya dandilambangkan dengan angka.Angka-angka diafragma(1,2-1,4-1,8) : (2,8-3,5) : 4: 5,6 : 8 : 11 : 16 : 22 : 32Semakin besar angka diafragma, semakin kecil bukaan lensaSemakin kecil angka diafragma, semakin besar bukaan lensaSPEED Kecepatan membukanya rana/ shutter yang dilambangkan dengan angka.Angka-angka speedB, 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 700, 1000, 2000, 4000, 8000B (speed efek)1 – 30 (low speed)60 – 125 (normal speed)250 – 8000 (high speed)ASA (America Standard Association) Merupakan kepekaan emulsi film yang dilambangkan dengan angka.Jenis-jenis ASA :25, 50, 64, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 640025 – 64 (emulsi film rendah)100 – 200 ( emulsi film normal)400 – 6400 ( emulsi film tinggi)Semakin tinggi ASA, semakin peka terhadap cahaya.Megapixel Kapasitas elemen kecil dari gambar yang membentuk foto digital.Ukuran megapixel : 1,3 2 3 4 5,6 6,3 8 10 12 16 22CAHAYASumber-sumber cahaya : 1. Natural light, cahaya yang berasal dari alam Contoh : matahari, kilat, sinar bulan 2. Artificial light, cahaya buatan. Contoh : lampu kilat/ flash, lampu neon/ bohlam, lampu jalan/ mercuryKondisi cahaya terbagi atas lima golongan : 1. Sangat cerah 2. Cerah tidak berawan 3. Cerah berawan 4. Teduh 5. MendungKondisi Pencahayaan Menurut arah Datangnya Sinar 1. Front lighting, pencahayaan datangnya dari depan objek. 2. Back lighting, pencahayaan yang datangnya dari belakang objek 3. Side lighting, pencahyaan yang datangnya dari samping objek 4. Over head lighting, pencahayaan yang datang dari atas objek
  • 4. 5. Effect lighting, pencahayaan yang dilakukan pada bagian-bagian tertentu 6. Background lighting, pencahyaan pada latar belakang objek 7. Bounce lighting, pencahayaan dengan memantulkan sinar keatas atau kesamping objek.KOMPOSISI Komposisi adalah susunan gambar dalam ukuran yang tersedia dengan memperhatikanunsure garis,nada serta kontrassehingga membentuk pola/ format.Tujuan komposisi :Adalah untuk mencapai balance/ keseimbangan pandangan.Unsur-unsur komposisi : 1. Subjek, yang menjadi sasaran pemotretan ditempatkan pada posisi yang tepat 2. Lingkungan, yang terbagi dalam latar blakang, tengah dan depan. Latar disini bertindak sebagai pendukung dan bukan sebagai penghalang peranan subjekTahap penyusunan komposisi : 1. Terjadi pada saat pemotretan 2. Ditentukan pada saat pencetakan fotoKomposisi dalam pemotretan : 1. Komposisi Horizontal, menempatkan objek dari kiri ke kanan 2. Komposisi Vertikal, menempatkan objek dari atas ke bawah.Macam-macam sudut pandang berdasarkan arah pandang (posisi memotret)1. Birds eye view – pandangan burung Memotret dari udara ke bawah, dari pohon, semua tempat yang tinggi diamana kamera diarahkan kepada objek dari atas2. Frogs eye view – pandangan katak Memotert dekat tanah dengan cara tiarap, atau tempat yang rendah ke tempat yang tinggi. Kamera ada di dekat tanah, untuk memotret lurus ke atas dapat jga dengan cara berbaring.3. Eye level viewing – setinggi mata mendatar Kamera dibidikkan setinggi mata, sambil berdiri.4. Waist level viewing – setinggi pinggang Dilakukan pada pemotretan dengan kamera jenis Twin Lens Reflex,dengan bidikkan dari atas. Biasanya kamera dipegang setinggi dada atau pinggang. Dengan sedikit latihan, dapat juga mempergunakan kamera single lens reflex, tanpa mengintai dengan mata, tetapi mata memperhatikan arah pandang lensa, agar mengenai objek foto.5. High handle position – posisi tangan tinggi Kamera dupegang tinggi oleh tangan, tanpa dapat membidik dengan pasti agar dapat melampaui barisan didepan pemotret. Kemungkinan salah arah besar sekali karena kamera miring dan komposisi kacau, tujuan utama untuk mendapatkan gambar untuk berita daripada tidak sama sekali.Posisi badan :1. Sikap berdiri. Untuk mencapai sikap stabil, kaki kanan ditempatkan didepan, tubuh menghadap objek tanpa dipaksa (rilex).2. Sikap jongkok. Dimana ketinggian setengah orang dibutuhkan, kita harus jongkok. Saat jongkok siku kanan bersandar pada lutut, dan lutut satunya bersandar diatas tanah.3. Sikap tiarap. Sikap ini seperti hendak menembak. Siku kiri bersandar diatas tanah, agak maju, siku kanan agak ke kanan, hingga kedua-dua tangan mencapai keseimbangan. Sikap harus stabil dan relax.4. Sikap berbaring. Dengan muka menengadah ke langit, adalah sikap yang paling relax. Kedua tangan seperti pada posisi berdiri.5. Sikap bersandar. Untuk mencapai shutter speed yang lambat. Bisa juga dilakukan dengan menyandarkan kamera pada kursi, meja atau benda lain.
  • 5. Langkah-langkah dalam pemotretan : 1. Memilih objek yang akan difoto 2. Dekati objek dan tempatkan objek dalam bidikan dan tidak ada lagi bagian atau ruang yangtersisa yang tidak dipakai untuk memuat gambar. 3. Mengatur komposisi dengan memperhatikan arah datangnya sinar.Kesalahan-kesalahan dalam pemotretan 1. Objek terlalu kecil Solusinya : memotret harus lebih dekat dengan objek 2. Gambar tidak jelas ( tidak focus) Solusinya : Konsentrasi dalam memfokus 3. Ruang gambar terlalu sempit atau objek terlalu dipinggir Solusinya : harus lebih teliti dalam penempatan objek 4. Gambar kurang cahaya/gelap atau terlalu terang kelebihan cahaya Solusinya : harus memperhatikan diafragma 5. Gambar goyang Solusinya : harus memperhatikan speedCROPINGAdalah : membuang bagian yang tidak diperlukan dalam foto.Croping terbagi dalam dua jenis :1. Croping pada saat pencetakan foto2. Croping dilakukan setelah foto dicetakDalam fotografi digital dilakukan dengan photoshopDASAR-DASAR FOTO JURNALISTIK Saat fotografi muncul pertama kali dalam dunia percetakan, yaitu di harian New YorkDaily Graphic tanggal 4 Maret 1880, ia sangat merombak dunia pemberitaan. Dengan adanyagambar yang “realistis” ini, sebuah pemberitaan menjadi lengkap dan beberapa kalimat bisa“dibuang”. Walau sejak awal aad ke-19 media cetak telah mencantumkan gambar dalampenerbitannya, namun itu hanya gambar buatan yang tidak bisa mencerminkan realita secaratotal. Sebuah foto bisa menggantikan seribu kata-kata, demikian kata sebuah pemisalan. Dengan adanya fotografi dalam media cetak yang mengandung niali berita, makamuncullah istilah foto jurnalistik. Lahir pula pekerja-pekerja untuk hal ini yang disebutjurnalis foto atau wartawan foto. Spesifikasi kerja serta cara berfikir seorang foto jurnalis dan wartawan tulisjelassangat berbeda walau keduanya harus memenuhi syarat 5W 1H. Pada beberapa kasus,sebuah berita hanya bisa dijabarkan dengan foto, pada kasus lain sebuah berita cukup diwakilitulisan. Sebuah foto memang dibatasi bidang tertetu. Namun karena keterbatasannya itu iamenjadi menarik.Selain itu, sebuah foto bisa mempunyai berbagai implikasi, terutama kalaumenyangkut masalah politik. Sebuah foto, asal memenuhi kaidah mengandung berita, bisa disebut foto jurnalistik.Jurnalistik berasal dari kata ‘jurnal’ yang artinya laporan. Namun syarat utamanya adalah,diterbitkan. Dengan realita mirip aslinya yang dimiliki sebuah foto, seorang jurnalis foto dituntutuntuk jujur. Ketidak jujuran sebuah foto urnalistik bisa timbul dari banyak hal, diantaranya:  rekayasa sudut pengambilan  rekayasa waktu pengambilan  rekayasa pasca pemotretan : kamar gelap, photoshopBidang – bidang fotografi1. Fotografi Jurnalistik
  • 6. Foto yang lebih mengedepankan suatu peristiwa dan mempunyai nilai berita.2. Art Fotografi/ Fotografi Seni Foto yang memiliki nilai seni atau dikerjakan dengan unsur seni.3. Commercial Fotografi/ Fotografi komersil Foto yang mempunyai nilai jual atau diperjualbelikan. Segala jenis fotografi dapat dikatakan komersil apabila foto tersebut diorientasikan untuk diperjualbelikan. Jenis – jenis foto jurnalistik : a. Foto berita / News : Foto yang dihasilkan untuk pemberitaan ( peristiwa politik, budaya, olahraga, dll) b. Human Interest : Foto yang menyajikan kejadian sehari-hari, namun tidak mengandung mutu berita yang hangat, tetapi merupakan lukisan masyarakat. Foto human interest merupakan komentar social dan karakter fotonya dapat menimbulkan , emosi, tawa atau sedih ( rumah gelandangan, pengemis) c. Essay foto : Rangkaian foto-foto yang disajikan dari berbagai aspek suatu masalah yang dibahas. Essay foto dapat mengupas berbagai masalah dalam masyarakat secara menyentuh hati ( kehidupan morpinis, pengamen) d. Picture story : Rangkaian foto-foto yang merupakan urutan kejadian dari suatu peristiwa. (Peristiwa bulan Mei 1998) e. Feature : Foto yang menggambarkan suatu topic yang khas didalam dunia ilmu politik, kebudayaan, kesenian yang pengertiannya disesuaikan dengan berita (seorang wanita di desa sedang mandi di sungai, menggambarkan kehidupan di desa). SYARAT SEBUAH FOTO JURNALISTIK Sempurna secara tehnik Sempurna secara estetika Jujur Tepat saat pengambilannya Menggugah ekspresi Dilengkapi keterangan atau captionSerta beberapa syarat tambahan untuk jurnalis Indonesia: Tidak melanggar SARA Sopan Tidak menimbulkan keresahan Tidak dilarang Bagi seorang redaktur foto, pertimbangan terakhir untuk pemuatan adalah, sebuah fotodipersembahakan untuk pembaca, bukan untuk kepuasan sang fotografer sendiri.Untukmenjaga hal ini, dalam pemilihan sebuah foto sang pemotret tidak ikut dilibatkan. Namunsang fotografer harus memberi info-info awal sebelum pemilihan dilakukan.KARAKTER FOTO JURNALISTIK MEDIA CETAK  Surat kabar atau harian 1. Cenderung lebih menggambarkan klimaks dari suatu peristiwa. 2. Banyak kesamaan antara satu media dengan media lainnya, terutama untuk foto headline. 3. Kurang menampilkan sisi lain dari suatu objek, mengingat keterbatasan deadline. 4. Format foto jarang sekali ditampilkan dalam ukuran besar (setengah halaman).Tabloid dan Majalah 1. Cover dan headline lebih variatif, karena tidak selalu menampilkan klimaks peristiwa. 2. Mampu menampilkan sisi lain dari suatu objek, mengingat deadline yang lebih lama. 3. Dapat menampilkan beberapa foto dari suatu objek yang disesuaikan dengan tulisan yang lebih mendalam.
  • 7. 4. Cukup banyak format foto ditampilkan dengan ukuran besar.