Your SlideShare is downloading. ×
Pertempuran 5 hari 5 malam di palembang
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pertempuran 5 hari 5 malam di palembang

14,948

Published on

Bahan lengkap untuk membuat power point dan makalah …

Bahan lengkap untuk membuat power point dan makalah
by, IBNU
visit : teknologipositif.blogspot.com

Published in: Education
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
14,948
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
113
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. QwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvSejarahSejarahtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg Pertempuran 5Hari 5Malamhjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv Di Palembangbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe Tugas Kelompok Sejarahrtyuiopasdfghjklsejarahertyuiopasdfg NAMA ANGGOTA : Ibnu Saifani H.hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcv Reksada Bellybnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwe Tri Astuti Kelas XI IPA 2rtyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvzIbnuxertyuioBellyfghjklzxcvbnmrtyuiopasdfghTriAstutiqwertyuiopasdfghjklzxcvbmqXIiPA2sdfghjklzxcvbnimqwertyui”Frostsmaba”mqwertyuiopasSMANBanyumas2011/2012pasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
  • 2. UPAYA MENGHADAPI SERANGAN BELANDA PADA PERTEMPURANLIMA HARI LIMA MALAM DI PALEMBANGPalembang saat perang 5 hari 5 malam 1-5 Januari 1947PengantarPalembang merupakan kota yang sangat strategis di Sumatera Selatan. Sebagai kota tua,Palembang banyak menyimpan sejarah perjuangan rakyat. Keberadaan Palembang yang dibagi oleh Sungai Musi menambah eksotismenya. Ciri khas kota Palembang sebagai kota yang sangat didominasi oleh air, bahkan oleh Belanda sebelum Perang Dunia II, pernah dipromosikan sebagai “Venetie van het Verre Oasten” atau “Venesia dari Timur Jauh”. Kekayaan alam Sumatera Selatan menjadi kebanggaan sekaligus ancaman dari bangsa asing. Setelah Perang Dunia II, Sekutu memboncengi NICA ke Indonesia dengan maksud agar Belanda dapat kembali menguasai Indonesia. Konflik RI dan Belanda semakin menimbulkan ketegangan. Para pasukan RI, lasykar dan rakyat berusaha mempertahankan kemerdekaan yang telah dicapai pada 17 Agustus 1945. Usaha untuk mencapai kepentingan Belanda berlanjut dengan pertempuran besar. Pertempuran besar yang menentukan antara lain Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, Medan Area, Puputan Margarana dan lain-lain. Di Sumatera Selatan pun terjadipertempuran besar yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.pertempuran ini terjadi pada tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang merupakan perang tiga matra yang pertamakali kita alami, begitu pula pihak Belanda. Perang tersebut terjadi melibatkan kekuatan darat,laut, dan udara. Belanda sangat berkepentingan untuk menguasai Palembang secara totalkarena tinjauan Belanda terhadap Palembang dari aspek politik, ekonomi dan militer. Dalamaspek politik, Belanda berusaha untuk menguasai Palembang karena ingin membuktikankepada dunia internasional bahwa mereka benar-benar telah menguasai Jawa dan Sumatera.Ditinjau dari aspek ekonomi berarti jika Kota Palembang dikuasai sepenuhnya maka berartijuga dapat menguasai tempat penyulingan minyak di Plaju serta Sei Gerong. Selain itu, dapatpula me- manfaatkan Palembang sebagai pusat perdagangan karet dan hasil bumi lainnyauntuk tujuan ekspor. Sedangkan jika ditinjau dari segi militer, sebenarnya Pasukan TRI danpejuang yang dikonsentrasikan di Kota Palembang merupakan pasukan yang relatif mempunyaipersenjataan yang terkuat, jika dibandingkan dengan pasukan–pasukan yang berada di luarkota. Oleh karena itu, jika Belanda berhasil menguasai Kota Palembang secara total, maka akanmempermudah gerakan operasi militer mereka ke daerah-daerah pedalaman.
  • 3. Peranan rakyat sangat besar dalam pertempuran Lima Hari Lima Malam. Motivasi perjuanganrakyat Indonesia umumnya dan khususnya para pejuang di daerah Sumatera Selatan yakniadanya “sense to be a nation”, rasa harga diri sebagai suatu bangsa yang telah merdeka.Semboyan “Merdeka atau Mati” yang berkumandang semasa periode Perang Kemerdekaanadalah wujud usaha untuk menjaga agar tetap berdirinya Negara Republik Indonesia.Provokasi BelandaDaerah Keresidenan Palembang pada masa-masa menjelang Pertempuran Lima Hari LimaMalam memiliki keunikan tersendiri, bila dibandingkan dengan daerah-daerah Indonesialainnya yang telah diduduki oleh Sekutu (NICA), seperti Medan, Padang, Jakarta, Bandung, danlain-lainnya, yang masih terdapat pemerintahan RI lengkap dengan pasukan, karenakeberhasilan diplomasi yang dilakukan oleh kepala pemerintahan setempat. Setelah Belandamenggantikan Inggris di Palembang pada 24 Oktober 1946, Kolonel Mollinger menjadiKomandan territorial Belanda untuk Sumatera Selatan (Palembang, Lampung, Bangka, danJambi). Penyerahan pendudukan Inggris kepada Belanda berlangsung pada 7 November 1946.Setelah menggantikan Inggris, Belanda menuntut garis demarkasi yang lebih jauh. Untukmencegah timbulnya insiden dilakukanlah perundingan antara pihak Belanda dan RI padatanggal November 1946.Hal terpenting dari perundingan itu antara lain tentara Belanda tidak akan memperluas ataumelewati batas daerah yang diserahkan kepadanya oleh Inggris dan akan memelihara statusquo. Sementara itu di Palembang mulai dilakukan pengembangan kekuatan militer olehPasukan TRI sedangkan, pihak Belanda giat menyusun posisi dan memperkuat pasukannya diPalembang.Pada bulan Desember 1946, pihak Belanda telah menyusun pasukan-pasukannya di KotaPalembang dan sekitarnya. Kapal-kapal perang Belanda mulai melakukan pencegahan terhadaplalu lintas pelayaran antara Palembang – Lampung – Jambi – Singapura, yang bertujuan untukmengadakan blokade ekonomi dan militer. Blokade bertujuan agar hubungan timbal balikantara Jambi, Lampung, Palembang dan Singapura terputus sehingga hasil bumi, barangkebutuhan hidup dan senjata tidak dapat diimpor dan diselundupkan dari Singapura. Dr. A.K.Gani melakukan kegiatan menembus blokade tersebut untuk memperkuat perjuangan
  • 4. sehingga dia dijuluki “The biggest smuggler of South East”.Panglima Komando Sumatera, Jenderal Mayor Suharjo Harjowardoyo mengeluarkan PerintahHarian lewat corong Radio Republik Indonesia di Palembang pada akhir Desember 1946 yangditujukan kepada pasukan-pasukan RI di daerah pendudukan Belanda di Medan, Padang danterutama yang di Palembang untuk selalu siap siaga dan waspada menunggu instruksi daripemerintahan pusat.Pada tanggal 28 Desember 1946, seorang anggota Lasykar Napindo bernama Nungcik ditembakmati karena melewati pos pasukan Belanda di Benteng. Malam harinya Belanda melanggargaris demarkasi yang telah ditentukan. Dua buah Jeep yang dikendarai oleh pasukan Belandadari Talang Semut melewati Jalan Merdeka, Jalan Tengkuruk (sekarang Jalan Sudirman), RumahSakit Charitas sambil melepaskan tembakan-tembakan secara mem****buta. Pancingan itusegera mendapat jawaban dari pasukan RI. Meletuslah pertempuran yang berlangsung sekitar13 jam lamanya. Setelah terjadinya perang sekitar 13 jam, situasi Palembang dalam kondisicease fire. Insiden ini menunjukkan akan meletusnya perang yang lebih besar, karena Belandaberusaha meningkatkan pertahanannya.Penghentian tembak-menembak tersebut tidaklah berlangsung lama, Belanda kembalimelanggar kesepakatan pada 29 Desember 1946, berupa terjadinya penembakan terhadapLetnan Satu A. Riva’i, Komandan Datasemen Divisi Dua, yang mengendarai sepeda motorHarley Davidson saat sedang melakukan inspeksi kepada pasukan-pasukan dan pos-pospertahanan TRI-Subkoss/ Lasykar. Ketika melintas di depan Charitas, ia ditembak dengansenjata otomatis oleh pasukan belanda yang berada di Charitas. Letnan Satu A. Riva’i berhasilmenyelamatkan diri walaupun tembakan itu tepat mengenai perutnya.Provokasi Belanda terus terjadi pada 31 Desember 1946 menyebabkan insiden dengan pihakTRI yang sifatnya sporadis. Belanda melakukan konvoi dari Talang Semut menuju arah JalanJenderal Sudirman. Mobil tersebut melaju dengan kencang dan melepaskan tembakan-tembakan. Kontak senjata tidak terelakkan di depan Masjid Agung dan sekitar rumah penjaraJalan Merdeka. Pasukan TRI melakukan pengepungan dan serangan terhadap kekuatanBelanda di Charitas sehingga tidak mungkin Belanda untuk keluar dan meneriman bantuan dariluar. Akhirnya Belanda meminta bantuan Panglima Divisi II (Kol. Hasan Kasim) dan GubernurSumatera Selatan (dr. M. Isa) untuk penghentian tembak-menembak (cease fire).Tujuan dilakukan penghentian tembak-menembak bagi Belanda adalah untuk menyusunkembali kekuatan tempurnya. Sebelum Belanda melakukan serangan udara itu memakanwaktu yang relatif singkat, yaitu beberapa jam sebelum matahari terbenam menjelang malam.Belanda melakukan penembakan dengan mortir ke tempat dimana Pasukan TRI/ Lasykarberada yaitu di Gedung Perjuangan (sekarang Pusat Perbelanjaan Bandung), di daerah dekatSungai Jeruju, daerah Tangga Buntung dan sebagainya. Dengan demikian telah berakhirkesepakatan penghentian tembak-menembak oleh Belanda.Insiden-insiden yang terjadi pada akhir tahun 1949 tersebut menjadikan situasi di KotaPalembang dan sekitarnya menjadi panas (Perwiranegara, 1987 : 58). Insiden yang terjadisesungguhnya adalah cara Belanda untuk memicu keributan dengan tujuan agar terjadipertempuran yang lebih besar.
  • 5. Pada hari Rabu, tanggal 1 Januari 1947, sekitar pukul 05.30 pagi, sebuah kendaraan Jeep yangberisi pasukan Belanda keluar dari Benteng dengan kecepatan tinggi. Mereka melampauidaerah garis demarkasi yang sudah disepakati. Ternyata mereka mabuk setelah pesta semalamsuntuk merayakan datangnya tahun baru. Kendaraan Jeep itu melintasi Jalan Tengkurukmembelok dari Jalan Kepandean (sekarang Jalan TP. Rustam Efendi) lalu menuju Sayangan,kemudian melintasi ke arah Jalan Segaran di 15 Ilir, yang banyak terdapat markas pasukan RI/Lasykar seperti Markas Napindo, Markas TRI di Sekolah Methodist, rumah kediaman A.K. Gani,Markas Divisi 17 Agustus, Markas Resimen 15 dan markas Polisi Tentara.Pada kesempatan yang sama para pemimpin milter dan lasykar mengadakan rapat komandountuk menentukan sikap dalam menghadapi provokasi Belanda. Rapat dihadiri pimpinanpemerintah sipil Gubernur Muda M. Isa. Dalam rapat tersebut, Panglima Divisi II KolonelBambang Utoyo, Gubernur Muda M. Isa maupun Panglima Lasykar 17 Agustus, Kolonel HusinAchmad menyatakan bahwa dalam menghadapi provokasi Belanda, pihak RI bertindak tidaklagi sekedar membalas serangan, melainkan harus berinisiatif untuk menggempur semuakedudukan dan posisi pertahanan Belanda di seluruh sektor. Kepala staf Divisi II, KaptenAlamsyah, mengeluarkan perintah “Siap dan Maju” untuk bertempur menghadapi Belanda.Ringkasan1 Januari 1947Dari RS. Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearahkedudukan pasukan kita yang bahu membahu dengan� Tokoh masyarakat� bergerak daripos di Kebon Duku (24 Ilir Sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melajukearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.2 Januari 1947
  • 6. Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan mendudukimarkas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang. Pasukan Batalyon Geni dibantuoleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihadyang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadisBelanda. Pasukan bantuan belanda dari Talang Betutu gagal menuju masjid agung karenadisergab oleh pasukan Lettu. Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjotewas ketika menyerbu Javache Bank. Diseberang ulu Lettu. Raden. M menyerbukedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuksementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVIIPrabumulih3 Januari 1947Pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu.Akhmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di sungai seruju.Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yangsuksesmenhancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda AliUsman terluka parah pada lengan.Pasukan lini dua kita yang bergerak dilokasi keramat Candi Walang (24 Ilir) menjaga posisiuntuk menghindari terlalu mudah bagi belanda memborbardir posisi mereka. Sedangkanpasukan Ki.III/34 di 4 Ulu� berhasil menenggelamkan satu kapal belanda yang saratdengan mesiu. Akibatnya pesawat-pesawat mustang belanda mengamuk dan menghantamselama 2 jam tanpa henti posisi pasukan ini.Pada saat ini pasukan bantuan kita dari Lampung, Lahat dan Baturaja tiba dikertapatinamun kesulitan memasuki zona sentral pertempuran diareal masjid agung dan sekitarakibat dikuasainya Sungai Musi oleh Pasukan Angkatan Laut Belanda. Pasukan Indonesia Menyebrangi Sungai Musi untuk Membantu Posisi Front4 Januari 1947Belanda mengalami masalah amunisi dan logistik akibat pengepungan hebat dari segalapenjuru oleh tentara dan rakyat, sedangkan tentara kita� mendapat bantuan dari Tokohmasyarakat dan pemuka adat yang mengerahkan pengikutnya untuk membuka� dapurumum dan lokasi persembunyian serta perawatan umum.Pasukan� Mayor Nawawi� yang mendarat di keramasan terus melaju ke pusat kotamelalui jalan Demang Lebar Daun. Bantuan dari pasukan ke masjid agung terhadang diSimpang empat BPM, Sekanak, dan Kantor Keresidenan oleh pasukan belanda sehinggabantuan belum bisa langsung menuju kewilayah charitas dan sekitar.5� Januari 1947Pada hari ke Lima panser belanda serentak bergerak maju kearah Pasar Cinde namunbelum berani maju karena perlawanan sengit dari Pasukan Mobrig kita pimpinan InspekturWagiman dibantu oleh Batalyon Geni. Sedangkan pasukat belanda dijalan merdeka mulaisekanak tetap tertahan tidak mampu mendekati masjid agung. Akibat kesulitan tentarabelanda dibidang logistik dan kesulitan yang lebih besar pada pihak kita pada bidangamunisi akhirnya dibuat kesepakatan untuk mengadakan Cease Fire. Perundingan Cease FirePasukan dari Kebun Duku diperintahkan untuk menyerang Jalan Jawa lama dan 11 Siangtelah menyusun barisan berangkat ke kenten. Tiba-tiba dalam perjalanan Kapal Belandamenembaki rumah sekolah yang dihuni oleh Batalyon Geni dan Laskar Nepindo sehinggapihak kita mengalami banyak kerugian dan korban jiwa.Dalam Cease Fire TKR dan laskar serta badan-badan perlawanan rakyat diperintahkanmundur sejauh 20 KM dari kota palembang atas perintah Komandan Divisi II KolonelBambang Utoyo. Sedangkan dikota palembang hanya diperbolehkan pasukan ALRI danunsur sipil dari RI yang tinggal.

×