Analisis Pemberitaan Kartu Kredit
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Analisis Pemberitaan Kartu Kredit

on

  • 849 views

MEDIA MONITORING KARTU KREDIT ...

MEDIA MONITORING KARTU KREDIT
PADA LIMA MEDIA ONLINE NASIONAL
KONTAN.CO.ID, BISNIS.COM, INVESTOR.CO.ID, DETIK.COM, OKEZONE.COM
PERIODE 1 JULI 2012 – 31 JANUARI 2013

Isu seputar ekspansi cukup mendominasi pemberitaan media tentang kartu kredit.

Isu ekspansi ini, satu sisi memang bisa menyakinkan nasabah dan pemegang saham tapi hambatan yang dialami oleh perbankan tidak akan diketahui oleh regulator karena menganggap kinerja perbankan sangat baik.

Statistics

Views

Total Views
849
Views on SlideShare
818
Embed Views
31

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

2 Embeds 31

http://immcnews.com 21
http://www.immcnews.com 10

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Analisis Pemberitaan Kartu Kredit Analisis Pemberitaan Kartu Kredit Presentation Transcript

    • ANALISIS PEMBERITAAN KARTU KREDIT MEDIA MONITORING KARTU KREDIT PADA LIMA MEDIA ONLINE NASIONAL KONTAN.CO.ID, BISNIS.COM, INVESTOR.CO.ID, DETIK.COM, OKEZONE.COM PERIODE 1 JULI 2012 – 31 JANUARI 2013
    • SHARE ISU CREDIT CARD Regulasi 17% Hambatan 10% Ekspansi 53% Kinerja 20% • Isu yang paling sering diangkat media adalah ekspansi credit card yang dilakukan perbankan.
    • TEMUAN 1 # ISU • Tiga isu yang paling sering diangkat oleh media terkait kartu kredit yaitu ekspansi, kinerja dan regulasi.
    • ANALISA • Capaian kinerja serta hambatan-hambatan yang dihadapi baik dari sisi internal dan eksternal selalu menjadi bagian yang selalu dipublikasikan oleh perbankan. Hal ini dimaksudkan agar publik mengetahui kinerja perbankan dan kendala-kendala yang dihadapi oleh perbankan. Paparan kinerja ini juga dilakukan sebagai upaya meyakinkan masyarakat tentang kondisi perbankan sehingga masyarakat tertarik untuk bergabung dan berinvestasi di perbankan tersebut.
    • TONE TIAP BANK DALAM ISU CREDIT CARD 30 25 20 15 Positif 10 Netral 5 Negatif 0 • BNI merupakan bank yang banyak mendapat penilaian positif.
    • TEMUAN 2 # TONE • BNI menjadi bank yang banyak mendapat tone positif, sedangan tone negatif banyak diberikan kepada bank Bumiputera.
    • ANALISA • Tone pemberitaan terhadap BNI terutama diberikan karena apresiasi terhadap kinerja penyaluran kredit yang berhasil dilakukan oleh BNI. Pada sisi yang lain, kerjasama yang dijalin oleh BNI dengan perusahaan lain juga memberikan penilaian yang positif terutama dari perusahaan mitra. • Bank lain sebenarnya juga melakukan upaya yang sama seperti yang dilakukan oleh BNI. Namun upaya yang dilakukan tidak sebesar yang dilakukan oleh BNI.
    • PENERBIT CREDIT CARD 40 35 30 25 20 15 10 5 0 • BNI paling aktif dalam penerbitan kartu kredit.
    • TEMUAN 3 # PENERBIT KARTU KREDIT • Tiga bank yang cukup banyak mengeluarkan kartu kredit adalah BNI, Mandiri dan BCA.
    • ANALISA • BNI, Mandiri dan BCA terlihat sangat serius menggeluti bisnis kartu kredit. Berbagai upaya dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan dari bisnis kartu kredit baik dengan membuat layanan baru, menjalin kemitraan dengan perusahaan lain baik dari dalam maupun luar negeri. Dan dari seluruh perbankan di Indonesia, BNI lebih banyak mencetak kartu kredit baru.
    • PRINSIPAL CREDIT CARD DI TIAP BANK 7 6 5 4 3 2 1 Amex BCA Visa Master Dinner Club 0 • Visa menjadi prinsipal yang paling banyak digunakan oleh perbankan.
    • TEMUAN 4 # PRINSIPAL • Mandiri dan CIMB Niaga banyak menggunakan Master sebagai prinsipal. • BNI dan ANZ banyak menggunakan Visa sebagai prinsipal. • BCA meskipun sebagai prinsipal, tapi tetap menggunakan Visa sebagai prinsipal lain.
    • ANALISA • Persaingan di tingkat prinsipal memang terlihat hanya didominasi oleh Visa dan Master. Sementara Dinner Club dan Amex sepertinya kurang diminati oleh perbankan. Tidak ada alasan yang menjadi penyebab tidak diminatinya Dinner Club dan Amex di Indonesia. • BCA yang juga tercatat sebagai prinsipal tidak banyak melakukan ekspansi. Justru BCA masih menggunakan Visa sebagai prinsipal. Hal ini menunjukkan Visa dan Master masih menjadi prinsipal yang terima oleh masyarakat.
    • EKSPANSI CREDIT CARD TIAP BANK 30 25 20 Lainnya (sebutkan) 15 Bundling Produk Produk Baru 10 5 Layanan Promo Event 0 • Bank Mandiri paling aktif dalam melakukan ekspansi. • Ekspansi yang dilakukan paling banyak berupa bundling produk.
    • TEMUAN 5 # EKSPANSI • Dalam melakukan ekspansi, hampir semua bank melakukan metode bundling produk.
    • ANALISA • Bundling produk merupakan strategi pemasaran dengan menawarkan dua produk atau dua layanan yang dijual sekaligus. Dewasa ini, strategi co-branding dengan metode bundling makin sering dilakukan oleh korporat, termasuk perbankan. Selain menguntungkan, bundling produk juga bisa membuka akses pasar yang semakin luas. Untuk pasar kartu kredit, perbankan terlihat lebih banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan penerbangan, perusahaan ritel dan restauran.
    • KINERJA BANK DISEKTOR CREDIT CARD 16 14 12 10 Lainnya Sebutkan 8 6 4 2 Kredit Macet Pertumbuhan Kredit Capaian 0 • Secara kinerja, bank yang paling banyak mendapatkan prestasi adalah BNI yaitu capaian dan pertumbuhan credit card.
    • TEMUAN 6 # KINERJA • BNI dan BCA merupakan bank dengan kinerja pertumbuhan kredit yang cukup baik.
    • ANALISA • Pertumbuhan kartu kredit setiap bank dapat diukur dari besaran kartu kredit yang dikeluarkan setiap tahun. BNI dan BCA mencatatkan dirinya sebagai perbankan dengan kinerja pertumbuhan kartu kredit yang baik. Pencapaian ini ditopang oleh banyaknya pengguna baru kartu kredit kedua perbankan tersebut.
    • HAMBATAN CREDIT CARD TIAP BANK 3,5 3 Sanksi 2,5 Persepsi Masy. 2 1,5 1 0,5 0 Peraturan BI Pertumb. Ek. Lainnya SDM Kebjk. Bank • Citibank terhambat oleh sanksi yang dijatuhkan kepadanya.
    • REGULASI Pembatasan Kartu Kredit 3% 3% Suku Bunga 14% 33% Plafon Pinjaman Perlindungan Konsumen 25% 0% 22% Syarat Kepemilikan Kartu Kredit • Pembatasan dan suku bunga menjadi isu regulasi yang paling bersinggungan dengan kartu kredit.
    • TEMUAN 7 # REGULASI • BNI dan BRI mengalami hambatan karena aturan pengetatan kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. • BCA, Mandiri dan Bukopin terhambat karena peraturan internal perusahaan. • Citibank terhambat karena sanksi yang diberikan oleh BI terkait kasus meninggalnya nasabah.
    • ANALISA • Peraturan Bank Indonesia tentang pembatasan kartu kredit yang dikeluarkan pada pertengahan tahun 2012 banyak dikeluhkan oleh perbankan. Karena dengan aturan pembatasan tersebut nasabah perbankan tidak diperbolehkan memiliki lebih dari dua kartu kredit. Peraturan ini, bagi perbankan dianggap sebagai penghambat ekspansi dan pertumbuhan kartu kredit. • Sementara, kematian nasabah Citibank pada awal tahun 2012 juga banyak memberi efek negatif bagi pertumbuhan kartu kredit. Hal ini terutama sangat dirasakan oleh Citibank yang mengalami banyak kerugian akibat sanksi yang diberikan oleh BI. • BI juga mengatur secara ketat tentang aturan suku bunga kartu kredit, yang menurut perbankan menjadi salah satu penghambat laju pertumbuhan kartu kredit di Indonesia.
    • INSTITUTION QUOTE 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Perbankan Korporasi/Swasta Asosiasi Bank Indonesia Masyarakat Kemenkeu OJK • Institusi perbankan paling aktif dalam menanggapi isu credit card.
    • PERBANKAN QUOTE Stancart HSBC Citibank CIMB Niaga Permata Bank Mega Danamon ANZ Bukopin BRI BCA Mandiri BNI 0 5 10 15 20 25 • BNI paling aktif dalam menanggapi isu credit card. 30
    • PERSON QUOTE Zulkifli Zaini Sukoriyanto Saputro Lauren Sulistiawati Arif Wibowo Santoso Ronald Waas Gatot M Suwondo Steve Marta Henry Keonafi Dodit Wiweko Probojakti 0 2 4 6 8 10 12 14 16 • Dodit Wiweko P. paling aktif menanggapi isu credit card.
    • CORPORATE QUOTE 12 10 8 6 Negatif 4 Netral Positif 2 0 • Mandiri dan BNI paling banyak mendapat dukungan dari korporasi swasta non bank. • BRI yang mendapat kritikan dari korporasi swasta.
    • TEMUAN 8 # QUOTE • Perbankan menjadi institusi yang paling banyak menanggapi isu tentang kartu kredit. • BNI menjadi perbankan yang cukup sering menanggapi isu seputar kartu kredit. • Mandiri dan BNI banyak mendapatkan apresiasi positif dari korporasi lainnya.
    • ANALISA • Isu kartu kredit memang menjadi domainnya perbankan, karena bisnis ini merupakan salah satu bisnis yang dijalankan oleh perbankan. Sehingga tidak salah jika hampir semua pemberitaan terkait kartu kredit, sumber utamanya adalah pelaku perbankan. Jika perbankan melakukan kerjasama seperti bundling produk maka pihak eksternal perbankan banyak diminta untuk menilai kinerja dan aspek kerjasama yang dijalankan. • Nah, pada sisi ini BNI dan Mandiri merupakan dua institusi perbankan yang paling banyak mendapat apresiasi dari pihak lain terutama terkait kerjasama yang dijalin. • Meski secara keseluruhan, dalam konteks kehumasan, BNI menjadi perbankan yang cukup aktif melakukan pendekatan ke media-media sehingga BNI cukup banyak memberikan informasi terkait kinerja dan pertumbuhan bisnis di bidang kartu kredit.
    • KESIMPULAN 1 # ISU Isu seputar ekspansi cukup mendominasi pemberitaan media tentang kartu kredit. Implikasi: Isu ekspansi ini, satu sisi memang bisa menyakinkan nasabah dan pemegang saham tapi hambatan yang dialami oleh perbankan tidak akan diketahui oleh regulator karena menganggap kinerja perbankan sangat baik. Rekomendasi: Perbankan harus memberikan informasi yang berimbang kepada regulator baik sisi kinerja, ekspansi dan hambatan sehingga regulator mengetahui apa permasalahan yang dihadapi oleh perbankan.
    • KESIMPULAN 2 # TONE Tone pemberitaan terkait kartu kredit lebih banyak bersifat positif. Implikasi: Nasabah dan pemegang saham akan memberikan apresiasi yang baik pula kepada perbankan dan direksinya. Rekomendasi: Perbankan harus menjaga tren positif ini untuk semakin meyakinkan nasabah.
    • KESIMPULAN 3 # PENERBIT Bank yang paling banyak mengeluarkan kartu kredit adalah BNI, BCA dan Mandiri. Implikasi: Penguasaan bisnis hanya akan tersentral pada ketiga perbankan ini. Rekomendasi: Perbankan lain harus melakukan terobosan baru untuk mencari pangsa pasar baru yang lebih produktif.
    • KESIMPULAN 4 # PRINSIPAL Visa dan Master masih merajai prinsipal kartu kredit di Indonesia. Implikasi: Nasabah tidak memiliki kesempatan untuk merasakan keunggulan dari prinsipal yang lain. Rekomendasi: Bank-bank lain yang memiliki bisnis kartu kredit bisa menjalin kerjasama dengan prinsipal lain seperti Dinner Club dan Amex, sehingga bisa lebih banyak pilihan.
    • KESIMPULAN 5 # EKSPANSI Bundling Produk menjadi strategi utama perbankan dalam melakukan ekspansi. Implikasi: Jika salah dalam memilih mitra dalam strategi bundling produk maka tujuan ekspansi tidak akan berjalan maksimal. Rekomendasi: Perbankan harus mencari alternatif ekspansi yang lain, baik itu dengan event dan promo atau memberikan pelayanan yang maksimal sehingga bisa menarik minat nasabah.
    • KESIMPULAN 6 # KINERJA Bank yang paling baik kinerja dalam pertumbuhan kartu kredit adalah BNI. Implikasi: BNI menjadi perbankan yang cukup serius menggeluti bisnis kartu kredit. Rekomendasi: BNI harus mempertahankan pertumbuhan kartu kredit yang baik, serta bank lain dipacu untuk bisa terus tumbuh dan berkembang.
    • KESIMPULAN 7 # REGULASI Peraturan Bank Indonesia tentang pembatasan kartu kredit dianggap sebagai salah satu faktor penghambat pertumbuhan kartu kredit. Implikasi: Banyak perbankan yang mengalami perlambatan pertumbuhan kartu kreditnya dan secara otomatis mengurangi laba perusahaan. Rekomendasi: Bank Indonesia harus meninjau ulang peraturan yang dianggap menghambat pertumbuhan kartu kredit sehingga bisa terus berkembang.
    • KESIMPULAN 8 # QUOTE Humas BNI terlihat lebih aktif dalam menanggapi isu seputar perbankan dan kartu kredit. Implikasi: Banyak perbankan lain yang sebenarnya punya permasalahan yang sama tapi tidak memiliki akses ke media untuk menyampaikan informasi. Rekomendasi: Perbankan perlu memperkuat sisi kehumasan untuk mempermudah media mengakses informasi dan sebaliknya perbankan bisa dengan mudah memberikan informasi yang berkembang kepada publik dan nasabah.