Nilai Tugas Kel6 MatKul PengMjmnKualitas (Bpk Syamsir Abduh)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Nilai Tugas Kel6 MatKul PengMjmnKualitas (Bpk Syamsir Abduh)

  • 2,216 views
Uploaded on

 

More in: Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
2,216
On Slideshare
2,216
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
34
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. [Type text] 85 What is & Why do we need implement ? ASNITA RIANI SEMBIRING (122101026) DONI FAUZI (122101046) NURUL HUDA (122101101) SOLEHAN (122101135) WARDINI WULANSARI (122101149) PENGANTAR MANAJEMEN KUALITAS MANAJEMEN
  • 2. SIX SIGMAA. Pengertian Six Sigma Sigma merupakan symbol standard deviasi pada statistik (Σ atau σ) yang berasal dari huruf Yunani, suatu ukuran untuk menyatakan variasi (variance), atau ketidaktepatan sekelompok item atau proses. Tujuan dari Sigma adalah untuk mengurangi variasi pada output sehingga tidak akan melampaui enam standard deviasi (Sigma) antara rata-rata (mean) dan batas spesifikasi terdekat. Proses-proses Sigma harus dapat menghasilka kesalahan kurang dari 3,4 per satu juta peluang (per million opportunities) atau mencapai 99.9966% tingkat kesuksesan. Makin tinggi nilai sigma, makin sedikit suatu prose mengalami variasi dan makin sedikit pula kesalahan yang akan dialami. Implementasi Six Sigma berfokus pada proses, baik itu pada proses produksi atau jasa. Apabila tercapai, maka Six Sigma akan dapat memastikan bahwa keseluruhan proses produksi berjala pada efisiensi yang optimal. Dari sekian banyak pengertian, maka dapat disederhanakan menjadi satu definisi yang lengkap dan jelas, yaitu: Six Sigma merupakan suatu sistim yang komprehensif dan fleksibel untuk mencapai, member dukungan dan memaksimalkan proses usaha, yang berfokus pada pemahaman akan kebutuhan pelanggan dengan menggunakan fakta, data dan analisis statistik serta terus menerus pengaturan, perbaikan dan mengkaji ulang proses usaha. Keuntungan dari penerapan Six Sigma berbeda untuk setiap perusahaan tergantung pada usaha yang dijalankannya, visi dan misi serta strategi perusahaan bersangkutan. Tetapi umumnya dengan penerapan Six Sigma akan ada perbaikan dalam hal-hal berikut ini: 1. Pengurangan biaya 2. Pertumbuhan pangsa pasar 3. Pengurangan waktu siklus 4. Retensi pelanggan atau loyalitas pelanggan 5. Pengurangan kesalahan pada produk atau produk cacat 6. Perubahan budaya kerja 7. Pengembangan produk atau jasa Six Sigma mempunyai kesamaan dengan prinsip-prinsip dan alat-alat kualitas yang dikembangkan oleh W. Edwards Deming dan Joseph Juran. Hal-hal yang terselubung di balik penerapan Six Sigma adalah 1 sebagai berikut: Page
  • 3. 1) Six Sigma meliputi sekumpulan praktik dan ketrampilan usaha yang merupakan kunci menuju kesuksesan dan perkembangan ke arah yang lebih baik. Six Sigma dapat diterapkan di bidang usaha apa saja mulai dari perencanaan strategi sampai operasional hingga pelayanan kepada pelanggan.2) Ada banyak pendekatan Six Sigma, karena setiap perusahaan akan mempunyai pendekatan yang berbeda dengan perusahaan lainnya, sesuai dengan budaya kerja serta visi misi perusahaan tersebut. Keuntungan Six Sigma akan terlihat kita memimpin keseluruhan organisasi atau departemen dalam perusahaan kita.3) Six Sigma sangat berpotensi diterapkan pada bidang jasa atau non- manufakturing di samping lingkungan yang bersifat teknikal. Misalnya pada bidang manajemen, keuangan, pelayanan pelanggan, pemasaran, logistik, teknologi informasi, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan: • Aktivitas-aktivitas ini merupakan kunci yang mendukung keberhasilan kompetitif suatu perusahaan, seperti produk yang terukur berubah menjadi komoditi dalam pemesanan jangka pendek. • Ada banyak kelebihan lainnya, karena biasanya aktivitas non- manufaktur hanya mempunyai efektivitas sebesar 70%. Jadi Six Sigma dimaksudkan untuk berperan dalam bidang komersial transaksi dan administrasi yang memerlukan pendekatan khusus.4) Six Sigma sebagai keberhasilan individu dan keberhasilan teknikal. Kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan dedikasi merupakan hal-hal yang lebih mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Ide-ide pokok Six Sigma dapat memberi inspirasi dan memotivasi ide-ide dan kinerja yang lebih baik dari karyawan-karyawan, dan menciptakan strategi yang mendayagunakan kemampuan pribadi karyawan dan kemampuan teknikal.5) Six Sigma bila ditinjau dari segi perolehan finansial akan terlibat pada keuntungan intangible (tak terukur). Perubahan sikap dan budaya kerja perusahaan yang diperoleh dari perbaikan proses dan karyawan-karyawan yang telah diberi pelatihan mengenai Six Sigma akan memberi keuntungan kepada perusahaan bukan berupa uang, 2 tetapi berupa hal lain yang lebih berharga. Page
  • 4. B. Tujuan Six Sigma Tujuan dari program peningkatan kualitas Six Sigma dapat dipandang menjadi dua kategori, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari Six Sigma ini adalah untuk memperbaiki sistem manajemen suatu perusahaan atau instansi lain yang terkait dengan pelanggan. Sedangkan tujuan khusus dari Six Sigma ini adalah untuk memperbaiki proses produksi yang difokuskan pada usaha untuk mengurangi varian proses sekaligus mengurangi cacat, sedemikian sehingga dapat mencapai 3,4 DPMO. Potensi untuk timbulnya kecacatan memang akan selalu ada. karena tidak ada proses sekalipun sempurna, walaupun proses berlangsung dengan baik dan benar, sesuai dengan yang diharuskan.C. MANAJEMEN SIX SIGMA Manajemen Six Sigma dalam jangka panjang akan bersatu dalam suatu sistem loop-tertutup yang memerlukan feedback atau umpan balik berupa sekumpulan informasi internal dan eksternal yang akan menginformasikan kepada para manajer bagaimana kinerja perusahaan harus dipertahankan dan bagaimana perusahaan dibawa ke arah pertumbuhan yang lebih baik. Sistem loop-tertutup yang baik akan bertahan walaupun perusahaan harus menghadapi masalah dan ketidakpastian yang melanda perusahaan di dalam atmosfir bisnis yang serba tidak menentu ini. Penerapan Six Sigma dengan sistem loop-tertutup ini akandapat mengurangi arah yang tidak menentu pada perusahaan dan tetap menjaga kestabilan kinerja serta keberhasilan perusahaan. Pada perusahaan, stimuli internal adalah pengukuran aktivitas bagian dalam proses, sedangkan elemen feedback eksternal adalah hal-hal apa saja yang diinformasikan kepada perusahaan mengenai keberhasilannya mencapai tujuan atau tetap berada di jalur yang tepat, termasuk keuntungan yang berhasil diperolehnya, serta kepuasan pelanggan dan berbagai sumber data lainnya. Dalam Six Sigma, ketidakpastian atau arah yang tak menentu ini disebut variasi. Variasi buruk yang berpengaruh negatif pada pelanggan disebut cacat. Pendekatan yang digunakan untuk membuat, memonitor, dan memperbaiki sistem bisnis loop tertutup disebut manajemen proses, perbaikan proses, dan desain ulang proses 3 Page
  • 5. Cusromer, Market info Process Data Company Results Strategic & Operational Decisions Gambar 1. Sistem Loop Tertutup Penguraian konsep sistem loop-tertutup secara aljabar Organization/Process X Products X X Y Inputs X Gambar 2. Model Proses BisnisGambar di atas menunjukkan pada sebelah kiri adalah input dari prosesatau sistem. Tengah adalah organisasi atau proses, melukiskan petaproses atau bagan arus. Sebelah kanan adalah produk hasil output darisistem atau proses, serta akan meliputi pelanggan penting dan jugakeuntungan yang akan diraih.Ada penambahan sedikit kata-kata berupa huruf X dan Y pada gambardi atas yang mewakili pengukuran atau variabel pada bagian-bagianyang berbeda di dalam sistem. “X” menunjukkan masukan dan aliranproses sebagai petunjuk perubahan pada bagian upstream dari sistem.Sedangkan “Y” menunjukkan pengukuran kinerja usaha.Rumus Y = f (x) yang dapat dibaca Y adalah fungsi dari x, adalah caramatematis untuk menyatakan perubahan atau variabel di dalammasukan dan proses sistem akan sangat menentukan skor akhir atau Y.Y bisa berarti tujuan strategi, kebutuhan pelanggan, keuntungan,kepuasan pelanggan, serta efisiensi bisnis secara keseluruhan.Sedangkan X bisa berarti tindakan penting untuk mencapai tujuanstrategi, kualitas hasil kerja, pengaruh inti pada kepuasan pelanggan,variabel-variabel proses seperti waktu siklus, teknologi, sumber daya 4dan lain-lain, serta kualitas masukan pada proses dari pelanggan Pagemaupun supplier.
  • 6. Selama ini banyak perusahaan yang belum dapat memahami hubunganantara variabel X da Y. Tetapi dengan Six Sigma, perusahaan akandapat memahami sistem dan variabel mana yang dapat dimonitor dandirespon balik dengan cepat, serta dapat secara otomatis mengenalitanda-tanda prosesnya, pemasoknya, karyawannya terutama pelanggandan pesaing, sehingga akan dapat mencapai kekuatan dan kinerja yangbaru serta efektif.Keuntungan penerapan Six Sigma ditinjau dari segi manajemen, antaralain adalah:1) Six Sigma mengukur permintaan dalam arti yang sebenarnya dari apa yang dibutuhkan pelanggan. Hal ini akan menguntungkan kedua belah pihak dalam memikirkan apa saja yang benar-benar signifikan dalam proses bisnis ini.2) Menyediakan pengukuran yang sifatnya konsisten. Dengan berfokus pada cacat atau kemungkinan terjadinya cacat, pengukuran Six Sigma dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan proses-proses yang berbeda di dalam organisasi. Begitu kebutuhan dapat didefinisikan secara jelas, maka akan dapat didefinisikan cacat dan mengukur hampir semua aktivitas dan proses usaha.3) Menyatukan tujuan yang penuh ambisi dengan memusatkan perhatian seluruh organisasi pada tujuan kinerja 99,997 %. Maka perbaikan yang cukup signifikan dalam perusahaan akan dapat tercapai.Hal-hal logis seputar penerapan Six Sigma adalah:1) Agar penerapan Six Sigma efektif, diperlukan pedoman-pedoman yang jelas. Hal ini untuk mencegah jalan perusahaan menuju ke arah yang tidak konsisten dan berpotensi untuk menjadi tidak seimbang, yaitu di mana terdapat dua kelompok yang saling membandingkan asumsi yang berbeda-beda.2) Sifat Six Sigma adalah tidak statis (dinamis). Maksudnya adalah Six Sigma selalu berubah mengikuti keadaan dan kondisi perusahaan. Misalnya apabila kebutuhan pelanggan berubah, maka kinerja Six Sigma juga akan berubah untuk mengakomodasi perubahan tersebut. 5 Page
  • 7. 3) Seperti halnya pengukuran yang lain, Six Sigma juga membutuhkan waktu dan sumber daya. Manajemen harus dapat membuat prioritas apa yang harus diukur terlebih dahulu.D. Strategi Manajemen dan Perbaikan Six Sigma Sistem Six Sigma akan berhasil dengan baik apabila terdapat pengetahuan akan kebutuhan pelanggan dan pengukuran yang efektif. Sistem Six Sigma digerakan atas dasar tiga strategi dasar, dan semua strategi tersebut berfokus kembali pada proses organisasi perusahaan tersebut. Six sigma sebagai manjemen kualitas modern didasari oleh tiga prinsip dasar : 1) Fokus Pada Pelanggan Penilai utama kualitas darl sebuah hasil produksi adalah pelanggan. Penilaian yang masih subjektif darl masing-masing pelanggan mi dipenganuhi oleh banyak faktor yang tenjadi selama proses yang tenjadi, dimulai dan pelayanan, kepemilikan, hingga ketenpakaian. Banyak tuntutan yang diberikan oleh pelanggan setelah mengkonsumsi produknya tensebut. Usaha dan perusahaan untuk memantau kualitas produk yang dihasilkannya harus berkala, sehingga terjadi, maka munculah CTQ yang menjadi bahan bagi perusahaan untuk menjadikan perusahaan itu dekat dengan para pelanggannya, tahu akan keinginan pelanggannya, dan mengantisipasi kebutuhan pelanggan yang bahkan mereka juga tidak tahu bagaimana mengekspresikannya. Untuk memenuhi serta melebihi harapan pelanggan, perusahaan harus memahami secara penuh semua sifat produk dan jasa yang berkontribusi terhadap nilai bagi pelanggan serta menghasilkan kepuasan dan kesetiaan pelanggan. Dalam metodologi Six Sigma, suatu ranah perbaikan yang harus dilakukan oleh perusahaan, teridentifikasi melalui CTQ (Critical To Quality) yang sebelumnya adalah VOC (Voice of Consumer). Selama proses berlangsung, adalah penting untuk memperbaiki kinerja proses agar produk yang dihasilkan sesuai dengan CTQ yang diharapkan oleh pelanggan. Critical to Quality (CTQ) adalah suatu cara pengukuran produk/proses yang mana standard kinerja atau batas spesifikasinya 6 harus sesuai dengan kepuasan pelanggan. CTQ mensejajarkan Page perbaikan dengan persyaratan kepuasan pelanggan. CTQ mewakili
  • 8. karakteristik produk/jasa yang didefinisikan oleh pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal. CTQ ini mencakup batas spesifikasi atas dan bawah atau faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan produk/jasa. Biasanya CTQ ini harus diterjemahkan dari pernyataan pelanggan yang kualitatif menjadi suatu tindakan spesifikasi bisnis yang kuantitatif.2) Partisipasi dan Kerja Sama Six Sigma bergantung pada partisipasi dan kerja sama karyawan pada setiap tingkatannya. Karena program peningkatan kualitas Six Sigma ini tidak melibatkan hanya satu bagian atau divisi tertentu yang terkait dengan permasalahannya, akan tetapi semua bagian dari perusahaan saling terkait.3) Fokus Proses dan Perbaikan Proses adalah serangkaian aktivitas yang ditujukkan untuk mencapai beberapa hasil. Produk yang dihasilkan dari perusahaan dan langsung diterima oleh pelanggan, adalah melalui tahapan-tahapan proses. Adapun penilaian pelanggan terhadap produknya itu, positif ataupun negatif, karena pada alur produksinya telah melalui beberapa proses. Setelah penilaian dari pelanggan terjadi, maka munculah CTQ yang menjadi bahan bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja proses tersebut. Perbaikan adalah perubahan secara perlahan-lahan, dalam bentuk kecil dan bertahap, serta yang bersifat terobosan, maupun yang cepat dan besar Menurut M. Lindsay (2005), perbaikan bisa berupa bentuk-bentuk di bawah ini : a) Meningkatkan nilai untuk pelanggan melalui produk dan jasa yang baru dan lebih baik b) mengurangi kesalahan, cacat, limhah, serta biaya-biaya lain yang terkait c) Meningkatkan produktivitas dan efektivitas penggunaan semua jenis sumber daya d) memperbaiki respons dan masa sikius kinerja proses seperti menanggapi keluhan pelanggan atau peluncuran produk baru 7 Page
  • 9. Berikut ini akan diuraikan secara ringkas mengenai tiga strategi SixSigma, yaitu:1) Perbaikan Proses (Process Improvement) : Menemukan solusi untuk mencapai target. Meliputi strategi untuk mengembangkan solusi yang menghilangkan akar penyebab masalah pada kinerja usaha. Disebut juga “Continuous Improvement” atau perbaikan yang berkesinambungan, “Incremental Improvement” atau perbaikan tambahan, dan Kaizen, suatu bentuk perbaikan berkesinambungan ala Jepang.2) Desain atau Desain Ulang Proses (Process Design/Redesign) : Membangun bisnis yang lebih baik. Tujuan dari desain atau desain ulang proses bukan untuk menyesuaikan suatu proses, tetapi cenderung menempatkan suatu proses atau sebagian proses dengan proses yang baru. Juga serng disebut dengan desain Six Sigma, yaitu prinsip-prinsip Six Sigma digunakan untuk membuat produk atau jasa baru yang berhubungan erat dengan kebutuhan pelanggan dan divalidasikan dengan data serta pengujian yang memadai.3) Manajemen Proses (Process Management) : Infrastruktur kepemimpinan Six Sigma. Strategi ketiga ini merupakan strategi yang paling evolusioner, karena melibatkan perusahaan dari kesalahan dan arah fungsi hingga pemahaman dan pemudahan proses, yang merupakan aliran kerja yang melibatkan nilai pelanggan dan pemegang saham. Pada manajemen proses ini, kebijakan dan metode Six Sigma menjadi bagian yang menyatu dalam menjalankankan usaha, yaitu: a) Proses dicatat dan diatur secara end-to-end dan tanggung jawab dibuat sedemikian rupa untuk menjamin adanya manajemen proses lintas fungsional atau cross-functional yang kritis. b) Kebutuhan pelanggan diartikan secara jelas dan selalu diperbaharui (update) secara teratur. c) Pengukuran keluaran, aktivitas proses dan masukan yang menyeluruh dan berarti. d) Manajer dan bawahannya, termasuk orang yang bersangkutan dalam proses tersebut, menggunakan pengukuran dan pemahaman proses untuk menilai kinerja pada saat yang tepat 8 Page
  • 10. dan mengambil tindakan untuk mengetahui permasalahan dan peluang apa yang muncul. e) Perbaikan proses dan desain atau desain ulang proses yang dilaksanakan bersamaan dengan alat-alat perbaikan Six Sigma digunakan secara terus menerus untuk meningkatkan kinerja, daya saing dan profitabilitas perusahaan.E. MODEL-MODEL PERBAIKAN PROSES SIX SIGMA 1. PDCA atau PDSA Merupakan metode berdasarkan langkah-langkah yang dikembangkan oleh W. Edwards Deming. PDCA merupakan singkatan dari Plan-Do-Check-Action, sedangkan PDSA adalah Plan-Do-Study-Act. PDCA/PDSA merupakan suatu flowchart untuk mempelajari dan memperbaiki proses. a. Plan Merupakan awal dari siklus PDCA/PDSA. Di sini, manajemen meninjau ulang kinerja sekarang untuk diangkat sebagai permasalahan. Kemudian mengumpulkan data atas pokok permasalahan yang ada dan mengidentifikasi serta menetapkan akar-akar penyebab masalah. Kemudian memberikan solusi-solusi yang mungkin dijalankan dan merencanakan pelaksanaan pengujian atas solusi yang paling berpotensi. b. Do Mengeluarkan perubahan atau pengujian menjadi skala kecil. Do berfungsi sebagai pilot atau secara perlahan mengikuti Plan, karena kalau tidak demikian, proses pembelajaran tidak akan berhasil. c. Check/Study Melakukan pengukuran atas hasil pengujian untuk melihat apakah hasil yang diinginkan sudah tercapai atau belum. Bila masalah muncul lagi, maka harus dicari hambatan apa yang telah mengacaukan usaha perbaikan ini. d. Act Dengan berdasarkan solusi dan evaluasi pengujian, maka solusi yang sudah terbentuk akan diperbaharui dan diperluas agar permanen, dan menyatukan pendekatan baru lainnya 9 Page
  • 11. bila memungkinkan. Kemudian mengambil perubahan yang terjadi atau diabaikan, atau kembali lagi ke dalam siklus. Siklus PDSA ini sesuai bila diterapkan dalam lingkungan yang stabil. Karena yang dijalankan adalah semua rencana yang diperbaiki secara kontinu dengan mempelajari hasil yang diperoleh bila rencana tersebut dilaksanakan, dan kemudian mengubah rencana tersebut untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Tetapi PDSA kurang berhasil apabila diterapkan ke dalam sistem yang jauh lebih kompleks seperti di pasar ekonomi. Maka dikembangkan model baru yaitu, model SEA (Select-Experiment-Adapt).2. SEA Pada kehidupan nyata, eksperimen terus berjalan dengan mengandalkan kinerja yang dipacu secara aktif melalui perolehan data dari lingkungan sekitar. Melakukan penelitian atas suatu hal, atau mendorongnya berdasarkan observasi terdahulu dan memutuskan tindakan apa yang paling baik. Tindakan yang diambil sebagai tanggapan dari data disebut aturan kinerja. Adaptasi dilakukan dengan menyesuaikan kekuatan aturan kinerja yang berdasarkan hasil yang ingin dicapai. SEA vs PDSA vs SEL • SEA digunakan bila eksperimen formal yang terkendali sedang berlangsung. Dengan mengikuti strategi mini-max; minimasi perencanaan dan pengendalian pusat ke kemungkinan perluasan maksimum. Memperbolehkan kebebasan bereksperimen maksimum bagi karyawan dan mengubah lingkungan dan proses kerja mereka untuk mencari cara yang lebih baik untuk melakukan sesuatu. • Bila proses dipengaruhi feeback positif dari bagian lain, maka gunakan model SEA dan SEL. Menghapus strategi perencanaan jangka panjang dan berusaha memperkuat lingkungan dengan kemampuan maksimum menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. • Bila proses berada atau dekat dengan titik ekuilibrium dan tidak dipengaruhi loop feedback positif, maka akan lebih baik menerapkan PDSA. Karena PDSA berdasarkan perencanaan, 10 penggunaan tim resmi, alat-alat pengendalian proses, desain Page eksperimen, dan sebagainya.
  • 12. 3. DMAIC Tahapan Siklus Six Sigma Model pendekatan six sigma yang paling umum digunakan sekarang adalah DMAIC (Define – mendefinisikan, Measure – mengukur, Analyze – menganalisis, Improve – memperbaiki, Control – mengendalikan). Tujuan dari sikius DMAIC ini, adalah untuk melangkah dan menemukan permasalahan, mengidentifikasi penyebab masalah, hingga akhirnya menemukan solusi untuk memperbaiki. Berikut ini adalah tinjauan strategi perbaikan proses dan desain atau desain ulang proses pada model DMAIC: Perbaikan Proses Desain/Desain Ulang Proses Define • Identifikasi masalah • Identifikasi masalah • Mendefinisikan tertentu kebutuhan • Definisi • Menetapkan tujuan tujuan/perubahan misi • Perjelas jangkauan dan kebutuhan pelanggan Measure • Pertegas • Ukur kinerja kebutuhan masalah/proses • Kumpulkan data • Membenarkan secukupnya 11 pengetahuan tujuan • Ukur langkah-langkah Page
  • 13. inti atau masukanAnalyze • Kembangkan hipotesis • Identifikasi praktek • Identifikasi akar terbaik penyebab utama • Nilai desain proses • Validasi hipotesis − Pertambahan nilai atau tidak − Bottleneck/disconnect − Alternatif lainnya • Perjelas kebutuhanImprove • Kembangkan ide • Desain proses baru untuk menghilangkan − Asumsi-asumsi yang akar penyebab mendukung permasalahan − Kreativitas • Uji solusi − Kebijakan proses kerja • Tetapkan solusi atau • Jalankan proses, hasil pengukuran struktur dan sistem baruControl • Buat standar • Buat pengukuran dan pengukuran untuk kaji ulang untuk memelihara kinerja memelihara kinerja kerja • Bereskan permasalahan • Bereskan sesuai dengan tujuan permasalahan sesuai yang diinginkan dengan tujuan yang diinginkanAda tiga kualifikasi dasar yang harus dipenuhi bila akanmenggunakan metode DMAIC, yaitu:a. Ada celah antara kinerja sekarang dengan yang diharapkan. Pertamatama perlu ditentukan permasalahan apa yang harus dipecahkan, atau kesempatan apa yang akan diraih. Pada kasus desain proses, ada aktivitas baru yang diluncurkan di mana tidak ada proses yang muncul.b. Penyebab masalah tidak dipahami secara benar. Pihak manajemen mungkin hanya mengerti permasalahan secara teoritis, tetapi tidak mengetahui akar penyebab masalah.c. Solusi belum ditetapkan. Bila pihak manajemen telah 12 merencanakan perubahan jangka pendek, masih ada waktu untuk menerapkan Six Sigma. Penerapan Six Sigma secara Page cepat dapat menghemat waktu untuk analisis yang lebih
  • 14. akurat. Bila suatu usaha secara signifikan telah dijalankan untuk menjembatani celah tersebut, penerapan Six Sigma tidak akan berguna.DMAIC vs DMADV• Persamaan antara DMAIC dengan DMADV Kedua metode ini mempunyai kesamaan, antara lain: a. Kedua metode Six Sigma ini digunakan untuk mengontrol tingkat kesalahan di bawah 3,4 per juta peluang (per million opportunities). b. Merupakan solusi melalui pendekatan intensif terhadap data. Intuisi tidak mempunyai tempat di Six Sigma,hanya mempertimbangkan fakta. c. Merupakan metode untuk membantu bisnis memenuhi angka bottom-line finansialnya. d. Diimplementasi dengan bantuan pemilik proses.• Perbedaan antara DMAIC dengan DMADV DMAIC merupakan singkatan dari : Define/mendefinisikan : mendefinisikan tujuan dari proyek dan keinginan pelanggan. Measure/mengukur : mengukur proses untuk menentukan tingkat performansinya sekarang. Analyze/menganalisa : menganalisa dan menentukan akar dari permasalahan. Improve/mengembangkan : mengembangkan proses dengan menghilangkan kesalahan. Control/pengawasan : mengadakan pengawasan terhadap performansi proses di masa depan. DMAIC digunakan ketika suatu produk atau proses telah ada pada perusahaan tersebut, tetapi tida memnuhi standar 13 kualitas dan keingin dari pelanggan. Page
  • 15. DMADV merupakan singkatan dari : Define/mendefinisikan : mendefinisikan tujuan dari proyek dan keinginan pelanggan. Measure/mengukur : mengukur dan menentukan spesifikasi berdasarkan keinginan pelanggan Analyze/menganalisis : menganalisa pilihan proses yang ada untuk emenuhi keinginan pelanggan. Design/mendesain : mendesain proses setelah detail untuk memenuhi keinginan pelanggan. Verify/verifikasi : menverifikasi performansi dari desain dan kemampuannya untuk memenuhi keinginan pelanggan. Metode DMADV ini digunakan ketika suatu proses atau produk belum ada di perusahaan tersebut dan perlu dikembangkan. Ataupun suatu proses atau produk telah ada dan telah dioptimasi dengan menggunakan metode DMAIC atau lainnya, tetapi tetap belum memenuhi keinginan pelanggan dan level Six Sigma.F. Six Sigma vs TQM TQM (Total Quality Management) adalah suatu pendekatan terhadap mutu atau kualitas, yaitu produsen berjuang menciptakan suatu lingkungan yang memungkinkan pekerja menghasilkan produk yang sempurna (zero defects). Kelemahan TQM dibandingkan dengan Six Sigma, adalah: 1. Kualitas sering merupakan aktivitas sampingan, terpisah dari isu kunci dari strategi usaha dan kinerja. 2. Pada banyak organisasi, kualitas dirasakan bersifat temporer dan apabila pemimpin yang memprakarsainya meninggalkan perusahaan, kualitas kemudian diabaikan. 3. Kebingungan terhadap TQM berasal dari kata kuaitas itu sendiri.kata kualitas mempunyai banyak arti, tergantung dari bagaimana kita memandangnya. Kualitas merupakan suatu 14 departemen yang ada dengan tanggung jawab khusus untuk Page pengendalian kualitas, di mana disiplin tersebut cenderung lebih
  • 16. berfokus kepada proses stabilisasi daripada memperbaiki proses. Ide keseluruhan dari filosofi kualitas juga membuat konsep secara keseluruhan tampak misterius bagi kebanyakan orang. Pendekatan-pendekatan baru seperti ISO 9000 atau reengineering tidak terintegrasi ke dalam usaha kualitas yang ada.4. Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tida jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut.5. TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam departemen-departemen di banyak perusahaan. Masing-masing departemen mempunyai kebijakannya secara sendiri-sendiri, sehingga tidak mencakup keseluruhan organisasi.6. TQM mengajarkan incremental atau perkembangan yang sedikit (small improvement), bukan perkembangan secara radikal (radical improvement) sehingga banyak pemimpin korporat tidak sabar setelah munculnya konsep reengineering. Reengineering adalah desain atau desain ulang bisnis yang mirip dengan process redesign, meskipun prakteknya mencakup skala yang lebih besar.Keunggulan konsep Six Sigma dibandingkan dengan TQM adalah:1. Organisasi Six Sigma menjadikan pengelolaan proses, perbaikan, dan pengukuran ke dalam tindakan sebagai bagian dari tanggung jawab sehari-hari, terutama bagi manajer operasi. Dengan menggunakan sistem insentif, akan membantu memperkuat keyakinan bahwa Six Sigma merupakan bagian dari pekerjaan.2. Sasaran yang ditentukan untuk dicapai dengan konsep Six Sigma lebih jelas. Sasaran dalam Six Sigma dinyatakan dalam hasil 99,997% sempurna, dengan tingkat kesalahan 3,4 per juta peluang.3. Six Sigma merupakan suatu cara untuk menciptakan dan menjalankan suatu organisasi yang leih berhasil. Six Sigma membutuhkan diversitas ketrampilan yang lebih besar, tidak hanya keahlian teknis. 154. Six Sigma mengakui baik perbaikan kecil ataupun perubahan besar, kedua-duanya merupakan bagian yang penting dari Page kelangsungan hidup dan keberhasilan bisnis.
  • 17. 5. Six Sigma tidak hanya berfungsi dalam proses jasa, tetapi juga menawarkan banyak peluang dalam manufakturing. 6. Perusahaan Six Sigma menetapkan standar persyaratan untuk pembelajaran, dengan dukungan investasi pada waktu dan uang untuk membantu karyawan memenuhi standar tersebut. 7. Six Sigma mencairkan rintangan organisasional. Disiplin dari pengelolaan proses adalah sangat penting dalam sistem Six Sigma sebagai cara untuk mengukur dan memperbaiki proses. 8. Six Sigma merupakan suatu sistem yang menyeluruh dan fleksibel untuk mencapai, mempertahankan, dan memaksimalkan keberhasilan perusahaan. Six Sigma secara unik digerakkan oleh pemahaman yang dekat dengan kebutuhan pelanggan, penggunaan yang disiplin atas fakta, data, analisis statistikal, dan perhatian yang tekun dalam mengelola dan memperbaiki proses usaha.G. PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM ORGANISASI SIX SIGMA Berikut ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam sistem six sigma dalam organisasi dan peranannya masing-masing: 1. Kelompok Leadership atau Council Mempunyai fungsi yang hampir sama dengan tim manajemen puncak. Tanggung jawab manajemen puncak ini adalah: a. Menentukan peran dan infrastruktur Six Sigma b. Memilih proyek yang spesifik dan alokasi sumber daya. c. Secara berkala meninjau ulang perkembangan proyek dan menyumbangkan ide atau bantuan. d. Menganggap diri sendiri sebagai sponsor. e. Membantu menghitung pengaruh usaha Six Sigma pada perusahaan. f. Menilai perkembangan dan identifikasi kekuatan dan kelemahan usaha selama ini. g. Menerapkan ilmu yang diperoleh pada manajemen mereka. 2. Sponsor atau Champion Merupakan manajer senior yang mengawasi jalannya perbaikan proyek. Tim memerlukan kebebasan memutuskan masalah tetapi 16 juga memerlukan pedoman dari pemimpin usaha dalam mencapai Page tujuan usaha. Tanggung jawab sponsor adalah:
  • 18. a. Menetapkan tujuan perbaikan proyek, dan menjamin mereka menjalankannya sesuai dengan prioritas usaha. b. Memimpin dan menyetujui perubahan arah atau jangkauan proyek bila perlu. c. Menemukan sumber daya untuk proyek. d. Mewakili tim kelompok kepemimpinan dan bertindak sebagai penasehat. e. Membantu menjernihkan permasalahan dan menyesuaikannya dengan tim lain atau di luar tim. f. Bekerja sama dengan pemilik proses untuk menjamin kelancaran proyek perbaikan. g. Menerapkan ilmu yang mereka kuasai mengenai perbaikan proses pada tugas-tugas manajemen mereka sendiri.3. Pemimpin Pelaksanaan (Implementation Leader) mempunyai tanggung jawab sebagai berikut: a. Mendukung kelompok kepemimpinan dalam hal yang meliputi keiatan mereka, seperti komunikasi, pemilihan proyek, dan tinjau ulang proyek. b. Mempersiapkan dan menjalankan rencana pelatihan termasuk pemilihan kurikulum, penjadwalan, dan logistik. c. Membantu sponsor memenuhi peran mereka sebagai pendukung, penasehat, dan pembangkit semagat tim. d. Mencatat keseluruhan perkembangan dan mengfokuskan perhatian pada permasalahan yang memerlukan perhatian lebih. e. Membuat rencana pemasaran.4. Pelatih Six Sigma (Coach) Coach merupakan ahli secara teknis dan bertindak sebagai konsultan. Tanggung jawabnya meliputi: a. Menyediakan hubungan antara sponsor dengan kelompok kepemimpinan. b. Menetapkan jadwal proyek perusahaan. c. Menghadapi perselisihan atau kurangnya kerjasama antar tim di dalam organisasi yang bersangkutan. d. Memperkirakan potensial, dan validasi hasil aktual dari penghilangan kesalahan, penghematan, dan lain-lain. 17 e. Menyelesaikan konflik yang terjadi antar anggota tim. Page
  • 19. 5. Pemimpin Tim (Team Leader) atau Pemimpin Proyek (Project Leader) Pemimpin tim memegang tanggung jawab utama pekerjaan dan hasil proyek Six Sigma, yang biasanya berfokus pada perbaikan proses atau desain/desain ulang, tetapi juga menangi sistem yang berkenaan dengan feedback dari konsumen, serta pengukuran atau manajemen proses. Tanggung jawabnya adalah: a. Meninjau ulang atau mengklarifikasi rencana proyek dengan sponsor. b. Mengembangkan dan meng-update project charter dan rencana implementasinya. c. Memilih anggota-anggota tim proyek. d. Memperkenalkan dan mencari sumber daya dan informasi. e. Memberi pengertian dan membantu anggota lainnya untuk menggunakan alat-alat Six Sigma yang tepat. f. Membuat jadwaL proyek dan terus menuju ke solusi dan hasil akhir. g. Mendukung transfer solusi atau proses baru untuk meneruskan proses operasional selagi bekerja sama dengan manajer yang lain dan pemilik proses. h. Mencatat hasil akhir proyek.6. Anggota Tim (Team Member) Anggota tim dianalogikan sebagai kendaraan untuk mencapai usaha perbaikan yang ditargetkan.7. Process Owner (Pemilik Proses) Merupakan pihak yang bertanggung jawab untuk mengatur sekumpulan langkah end-to-end, baik untuk pelanggan internal maupun eksternal. Mereka menerima pedoman dari tim perbaikan atau menjadi pemilik baru dari proses yang telah selesai didesain.8. Black Belts, Master Black Belts dan Struktur Peranannya Definisi Black belt tergantung pada empat faktor utama berikut ini, yaitu: a. Jenis proyek atau proses yang ditangani 18 b. Struktur Black Belt di dalam organisasi Page
  • 20. c. Tujuan dari inisiatif Six Sigma d. Konsultan atau penasehat yang dipilihH. ALAT-ALAT TERAPAN (ADVANCED TOOLS) SIX SIGMA Salah satu kunci keberhasilan Six Sigma adalah kerja tim dan juga alat-alat yang digunakan dapat memberi kekuatan pada proses usaha perbaikan dan usaha pembelajaran. Alat-alat atau metode- metode tersebut akan diuraikan pada bagian ini. 1. Statistical Process Control (SPC) dan Bagan Kendali SPC berguna untuk mengidentifikasi permasalahan atau kejadian yang tidak lazim, sehingga bisa diambil tindakan yang sesuai untuk mengendalikan kinerja proses sekarang ini, serta meramalkan kinerja yang akan datang dan menyarankan tindakan perbaikan yang diperlukan. Alat-alat yang efektif adalah bagan kendali. Melalui bagan kendali ini akan terlihat trend, pola, dan aktivitas yang sedang berlangsung serta memberikan peringatan akan adanya masalah yang timbul. Pengendalian berarti menjaga agar proses tetap berada dalam batas variasi yang diramalkan agar kinerja proses tetap stabil dan konsisten. Dengan memberikan tanda pada bagan kendali, akan terlihat proses yang di dalam batas kendali atau yang di luar batas kendali. Untuk itu diperlukan data yang cukup untuk menghitung batas kendali yang terdiri dari UCL (upper Control Limit), LCL (Lower Control Limit), dan garis rata-rata. Tiga kegunaan bagan kendali dalam sistem Six Sigma, adalah: a. Pada aktivitas pengukuran, akan membantu tim mengenali jenis dan frekuensi timbulnya masalah atau kondisi yang tidak terkendali. Dan kemudian akan disarankan tindakan koreksi atau investigasi untuk mengetahui cara yang paling efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut. b. Memandu atau melaksanakan solusi proses atau perubahan pada fase perbaikan atau kendali, bagan kendali akan membantu perolehan hasil dengan menunjukkan bagaimana 19 variasi dan kinerja terpengaruh dan menyarankan bagian lain yang perlu diperiksa atau dikerjakan. Page
  • 21. c. Bagan kendali bertindak sebagai sistem alarm yang siap siaga menjaga ativtas yang tidak lazim pada proses.2. Pengujian Tingkat Signifikan Statistik (Chi – Square, t – test, ANOVA) Merupakan teknik yang digunakan para ahli statistik untuk mencari pola atau menguji kecurigaan mereka pada data yang ada. Pada Six Sigma, alat-alat ini dapat digunakan untuk: a. Mengkonfirmasi permasalahan yang terjadi atau adanya perubahan yang berarti pada kinerja proses. b. Memeriksa validitas data. c. Menentukan jenis pola data atau distribusi dalam sekelompok data kontinu. d. Mengembangkan akar penyebab hipotesis berdasarkan pola dan perbedaan yang ada. e. Validasi atau tidak menyetujui akar penyebab hipotesis.3. Analisis Korelasi dan Regresi Analisis korelasi dan regresi menganalisa hubungan antara dua faktor atau lebih. Bila dua faktor saling berhubungan, berarti perubahan pada satu faktor akan berakibat pada faktor lain.4. Desain Eksperimen (DOE) DOE adalah metode yang digunakan untuk menguji dan mengoptimalkan kinerja proses, produk, jasa atau solusi. Menggunakan pengujian statistik, korelasi, dan regresi untuk membantu mempelajari perilaku produk atau proses pada kondisi yang berbeda. Dengan DOE dapat direncanakan dan mengendalikan variabel melalui pengadaan eksperimen. Manfaat dari penggunaan DOE, adalah sebagai berikut: a. Menilai sistem Voice of Customer (suara konsumen untuk mencari kombinasi terbaik antara feedback produksi tanpa membuat pelanggan merasa jengkel. b. Menilai faktor untuk memisahkan akar penyebab masalah atau cacat yang penting. c. Menguji kemungkinan kombinasi solusi yang mengoptimalkan 20 kinerja strategi. d. Menilai desain produk atau jasa untuk mengenali masalah Page yang ada dan mengurangi kesalahan pada hari itu juga.
  • 22. 5. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) FMEA merupakan seperangkat pedoman, proses, dan format untuk mengidentifikasi dan memprioritas masalah penting atau kegagalan. Langkah-langkahnya berupa: a. Identifikasi proses atau produk. b. Daftarkan masalah-masalah yang mungkin timbul. c. Beri skala pada masalah berdasarkan kerumitan, kemungkinan terjadi, atau kemampuannya untuk terdeteksinya, dengan menggunakan skala dari 1 – 10. d. Menghitung RPN (Risk Priority Number) dan tindakan yang diutamakan. e. mengambil tindakan untuk mengurangi resiko.6. Mistake – Proofing (Poka – Yoke) FMEA membantu meramalkan dan mencegah permasalahan, sedangkan Mistake – Proofing mendeteksi dan mengoreksi kesalahan sebelum cacat sampai ke pelanggan. Yang diutamakan di sini adalah ancaman konstan pada proses yang disebabkan oleh kesalahan manusia (human error). Metode ini digunakan untuk: a. Perbaikan dan desain proses pada proyek DMAIC. b. Mengumpulkan data dari proses yang mendekati kinerja six sigma. c. Menghilangkan jenis proses dan kesalahan dari 4,5 menjadi 6 sigma.7. Quality Function Deployment QFD merupakan metode untuk menerjemahkan dan membuat prioritas masukan pelanggan ke dalam bentuk desain dan spesifikasi produk dan proses. Umumnya digunakan untuk: a. Memilih dan memprioritaskan proyek yang perlu diperbaiki yang didasarkan kepada kebutuhan pelanggan dan kinerja sekarang. b. Menilai kinerja proses atau produk vs pesaing. c. Terjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam bentuk pengukuran kinerja. 21 d. Mendesain, menguji, dan mendefinisikan proses dan produk baru. Page
  • 23. I. Ukuran–ukuran Six Sigma Ukuran-ukuran dalam six sigma berkaitan dengan defect (cacat). Ukuran akhir yang ingin diketahui adalah level sigma atau sigma quality level. Berikut ini adalah ukuran-ukuran Six Sigma menurut Welch J.F. yang pada akhirnya diketahui level sigma: • Unit (U) Jumlah part, sub-assy atau sistem yang diukur atau diperiksa. Sebuah item yang sedang diproses, atau produk atau jasa akhir yang sedang dikirim kepada pelanggan-sebuah mobil, pinjaman hipotek, hotel stay, bank statement, dan sebagainya. • Defect (cacat) Segala sesuatu yang membuat customer tidak puas. Kegagalan untuk memenuhi persyaratan pelanggan/ kinerja standar – bak mesin bocor, penundaan dalam closing pinjaman hipotek, hapusnya reservasi, statement error dan sebagainya. • Defective (D) Semua unit yang berisi sebuah defect. Dengan demikian, sebuah mobil dengan sembarang defect, secara teknik sama defect dengan sebuah mobil dengan 15 defect. • Opportunity (OP) Karakteristik yang diperiksa atau diukur, dalam hal ini yang digunakan adalah Critical to quality (CTQ). Karena sebagian besar produk atau jasa memiliki cacat. Jumlah peluang cacat pada sebuah mobil, misalnya, mungkin labih dari 100. Ada tiga langkah utama dalam menentukan jumlahopportunity yaitu: - Membuat daftar pendahuluan dari jenis cacat. - Menentukan yang mana actual defect, kritis bagi 22 konsumen dan spesifik. Page - Periksalah jumlah peluang yang diusulkan terhadap standar.
  • 24. • Defect Per Unit (DPU)Ukuran ini merefleksikan jumlah rata-rata dari defect, semuajenis, terhadap jumlah total unit dari unit yang dijadikan sampel.• Defect Per Opportunity (DPO)Menunjukan proporsi defect atas jumlah total peluangdalam sebuah kelompok.• Defect Per Million Opportunity (DPMO)Kebanyakan ukuran-ukuran peluang defect diterjemahkan kedalam format DPMO, yang mengindikasikan berapa banyakdefect akan muncul jika ada satu juta peluang dalamlingkungan pemanufakturan secara khusus, DPMO,seringkali disebut “PPM”, singkatan dari “parts per million” DPMO = DPO x 1.000.000• Ukuran Sigma 23 Page
  • 25. J. IMPLEMENTASI SIX SIGMA PADA PERUSAHAAN- PERUSAHAAN YANG TELAH BERHASIL 1. General Electric Kualitas Six sigma berarti menjalankan metodologi yang disiplin untuk menghilangkan cacat dari produk dan proses kerja yang dihasilkan. Langkah yang diterapkan di GE ini merupakan bagian tak terpisahkan dari cara kerja GE. Six Sigma memberi kesempatan bagi GE untuk senantiasa menyempurnakan respon pada kebutuhan pelanggan, dan memberikan produk yang baru dan lebih baik, serta nilai tambah dari servis yang juga lebih sempurna. “Six Sigma mengubah GE selamanya dan segala hal mulai dari pengikut setia Six Sigma yakni Black Belt, teknisi, auditor, ilmuwan sampai pemimpin senior yang akan membawa perusahaan ke milenium baru yang mempercayai Six Sigma sebagai pendekatan perusahaan untuk beroperasi.” (GE Chairman John. F. Welch) Perbaikan mulai dari jasa pelayanan sampai manufaktur di GE terdiri atas: a. Tim Six Sigma di bagian GE Lighting Memperbaiki sistem penagihan pada salah satu pelanggan terbesarnya, yaitu Wal Mart. Hasilnya mengurangi kesalahan pembuatan faktur hingga 98%, mempercepat pembayaran, dan berusaha untuk meningkatkan produktivitas kedua perusahaan. b. GE Capital’s Mengurus masalah proses pengkaian kontrak, mempercepat penyelesaian perjanjian, dan lebih bertanggung jawab dalam melayani pelanggandan berhasil menghemat biaya. 24 c. GE’s Power Systems Page
  • 26. Mengurus masalah yang berhubungan dengan pemahaman akan kebutuhan pelanggan yang sebenarnya, dan memperbaiki dokumentasi dengan peralatan yang jauh lebih canggih. d. GEMS – The Medical Systems Business Mendesain tekni untuk membuat teknologi pengobatan yang lebih baik. Sehingga rumah sakit dapat meningkatkan penggunaan peralatan mereka dengan biaya yang lebih rendah. e. GE Capital Mortgage Analisis proses salah satu cabang teratas dan membandingkan dengan 42 cabang lainnya. Serta menambah orang untuk melayani keluhan pelanggan. Di samping keyakinan dan tanggung jawab yang besar pada pelanggan, proses perbaikan ini bisa menghasilkan keuntungan yang besar bagi usaha baru. GE telah berhasil mendapatkan keuntungan sebesar $10.000.000.000 pada lima tahun pertama sejak perusahaan itu mengimplementasikan Six Sigma.2. Motorola Dewasa ini, pemimpin bidang elektronik yang berhasil dan diakui adalah Motorola yang terkait dengan penerapan Six Sigma. Motorola merupakan perusahaan yang menemukan konsep yang telah diterapkan pada keselurahan sistem manajemen ini. Bagi Motorola, Six Sigma digunakan untuk menjawab pertanyaan bagaimana agar bertahan dalam bidang usaha. Sekitar tahun 1980 dan awal 1990, Motorola merupakan salah satu perusahaan Amerika Serikat dan Eropa yang bersaing ketat dengan perusahaan Jepang. Pemimpin puncak Motorola 25 menyadari bahwa kualitas produk mereka jelek. Mereka tidak Page
  • 27. memiliki program kualitas. Tetapi tahun 1987, ada pendekatanbaru yang muncul dari bagian komunikasi Motorola yang padasaat itu dipegang oleh George Fisher, Executive mapan dariKodak. Konsep inovatif ini dinamakan “Six Sigma”.Banyak hal yang dilibatkan Six Sigma di Motorola, tapi dua halutama adalah cara yang konsisten untuk keluar danmembandingkan kinerja kebutuhan pelanggan (pengukuransigma) dan target kualitas sempurna (tujuan sigma).Baru dua tahun menjalankan Six Sigma, Motorola mendapatpenghargaan Malcolm Balridge National Quality Award. Tenagakerja meningkat dari 71.000 karyawan menjadi 130.000 karyawanpada saat sekarang.Prestasi-prestasi yang dicapai selama tahun 1987 – 1997 adalah:• Keuntungan hampir meningkat 20% per tahun.• Penghematan kumulatif sebesar $14 milyar• Harga stok Motorola berlipat ganda dengan tingkat tahunan 21,3%.Alan Larson, salah satu konsultan internal Motorola yangbelakangan membantu menyebarluaskan konsep GE dan AlliedSignal, mengatakan bahwa proyek melibatkan sejumlah besarproses administrasi dan transaksi. Misalnya pada pelayananpelanggan dan pengantaran produk, perbaikan dalam pengukurandan pemfokusan pada pemahaman yang lebih baik padakebutuhan pelanggan dengan menggunakan struktur prosesmanajemen yang baru, memungkinkan langkah besar perbaikanjasa dan pengiriman tepat waktu. 26 Page
  • 28. IMPLEMENTASI SIX SIGMA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PROSES PENGECATAN PADA JUPITER MX DI PT. YAMAHA INDONESIA MOTOR MANUFACTURINGBerdasarkan data pada bulan Juli 2008, diketahui bahwa produk yang mengalamiketidaksesuaian paling sering terjadi pada proses pengecatan pada motor Jupiter MXyaitu sebesar 397 unit dari total produksi sebesar 20.652 unit.Oleh karenanya perlu adanya analisis mengenai pengendalian kualitas denganmengimplementasikan metode yang terdapat pada six sigma, diharapkan mengurangiketidaksesuaian dari proses pengecatan pada Jupiter MX agar masalah tersebut tidakterulang kembali. 1. Identifikasi Jenis Pemborosan Dalam Proses Pengecatana. Kuantitas ialah kelebihan produksi. Untuk mengatasinya ditangani dari bagian pengendali produksi (production control) dengan menyeimbangkan antara jumlah persediaan dengan jumlah permintaan pada bagian perakitan (body assy), apabila jumlah permintaan melebihi dari jumlah yang ditentukan maka terjadi kelebihan produksi. Jumlah kelebihan produksi pada hari pertama akan di alokasikan ke hari berikutnya begitu selanjutnya sehingga jumlah permintaan dapat terpenuhi.b. Orang (people), yang diidentifikasi ialah proses yang berlebihan (over processing). Beberapa pemborosan karena aktivitas yang berlebihan dalam proses pengecatan ini ialah pada proses pelapisan akhir (clear). Kondisi awalnya pengecatan produk dengan tiga proses yaitu pengecatan dasar, pengecatan akhir, dan lapisan akhir (clear). Namun aktivitas kini dipersingkat dengan menggabungkan proses lapisan akhir (clear) dengan proses pengecatan akhir, sehingga pengecatan produk menjadi dua proses yaitu hanya pengecatan dasar dan pengecatan akhir untuk meminalisi pemborosan proses.c. Kualitas (quality). Pemborosan yang terjadi ialah jenis pemborosan kerusakan (defect). Dalam hal ini kerusakan berupa ketidaksesuaian yang terjadi dalam proses pengecatan motor Yamaha Jupiter MX. Jumlah ketidaksesuaian selama bulan Januari 2009 terhitung produk yang sesuai sebesar 76.570 unit dan produk yang mengalami ketidaksesuaian sebesar 23.920 unit dari keseluruhan total produksi 100.490 unit pada proses pengecatan motor Yamaha Jupiter MX pada bulan tersebut. 2. Tahap Mendefinisikan MasalahDiagram SIPOCLangkah awal yang dilakukan untuk dapat memahami kegiatan umum dari prosesproduksi yang terjadi, maka disusunlah suatu diagram SIPOC (Supplier-Input-Process-Output-Customer) sebagai suatu diagram yang menggambarkan keterkaitan antar fungsidi dalam proses produksi secara umum dalam mengetahui pemborosan dari pemasokhingga pelanggan untuk melakukan pengembangan dan perbaikan.
  • 29. Diagram ParetoMelalui diagram Pareto dapat dilihat jenis cacat apa yang paling berpengaruh dan dapatdiputuskan untuk konsentrasi lebih khusus untuk jenis ketidaksesuaiannya itu.
  • 30. Dari 11 jenis ketidaksesuaian, jenis ketidaksesuaian kotor adalah yang paling banyakterjadi yaitu 77,3% dari total ketidaksesuaian dalam proses pengecatan motor Jupiter MXini. 3. Tahap PengukuranUji NormalitasData yang akan dijadikan uji normalitas adalah data banyaknya kecacatan produk perhari selama bulan Januari 2009 ditunjukkan oleh gambar berikut :
  • 31. Dari hasil uji normalitas dapat dilihat bahwa titik data berada pada sekitar garis lurus.Berdasarkan pola ini maka dapat dikatakan bahwa data kecacatan telah berdistribusinormal sehingga dapat disimpulkan bahwa mesin beroperasi dalam keadaan normal.Apabila mesin tidak normal maka data tersebut tidak dapat digunakan.
  • 32. Berdasarkan hasil perhitungan didapat nilai sigma sebesar 3,52 dengan nilai banyaknyacacat per sejuta kesempatan sebesar 21.639,42.Oleh karena itu dilakukan perhitungan kapabilitas proses (Cp) untuk mengetahuikemampuan proses dalam menghasilkan produk yang baik.Cp = 1-p =1- 0,23588 = 0,764124Kapabilitas proses sebesar 0,764124 menunjukan Cp kurang dari 1, maka kapabilitasproses dikatakan masih rendah sehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas. 4. Tahap Analisis Diagram sebab akibat Diagram Sebab Akibat Untuk Ketidaksesuaian Kotor Dalam Proses Pengecatan Motor Jupiter MX
  • 33. Tahap PerbaikanPengembangan Rencana Tindakan Perbaikan Dengan 5W- 1H. Tabel Konsep Perbaikan Untuk Jenis Ketidaksesuaian Kotor Apa Alasan Lokasi Penanggungjawab Kapan Bagaimana Penyebab Perbaikan Perbaikan Kecacatan Dilakukan Operator lelah Agar operator Pada Kepala bagian Secepatnya Berikan pengawasan dan tidak mampu serius setiap proses (foreman) terhadap operator serius dalam dalam proses proses agar dapat bekerja pembersihan lebih serius. mesin yang Menggantikan digunakan. operator yang lelah dengan operator cadangan tiap masing-masing proses. Anti statis Agar daya Proses Kepala bagian Pada saat Pemahaman tentang kurang magnet pember proses (foreman) pemisahan kendali anti statis dan sempurna. berkurang sihan produk pastikan selalu anti sehingga debu dengan statis dalam keadaan kotoran tidak debu atau menyala pada saat menempel kotoran pembersihan debu. pada produk Mesin (pipa Agar Proses Kepala bagian Pada saat Perawatan pipa semprot, mendapatkan pencuci proses (foreman) akan semprot dan pistol pistol penyemprotan an dan memulai penyemprot cat penyemprot yang pengec proses berkala dengan cat) kurang sempurna. atan pencucian jadwal terstruktur dirawat dan dasar/a dan dengan nama dibersihkan. khir pengecatan operator dasar/akhir pembersihnya. Agar masing-masing punya tanggung jawab. 5. Tahap PengendalianKonsep pengendalian yang diberikan pada dasarnya berupa petunjuk kerja pada saatproses. Usulan lembar pengamatan jenis ketidaksesuaian kotor untuk prosespemasangan hingga proses pelepasan pada pengecatan motor Jupiter MX dapat dilihatpada tabel dibawah ini :
  • 34. Tabel Usulan Lembar Pengamatan Jenis Ketidaksesuaian Kotor Untuk Proses Pencucian PENGAMATAN PROSESProses : Pencucian (Threatment) Tanggal :Operator : Shift : Jam :Jenis ketidaksesuaian yang diwaspadai : KOTOR KondisiHal yang harus diperhatikan! Baik Buruk1. Kondisi Motor Pencucian2. Kondisi Bak (Tank)3. Suhu4. Tekanan5. Kondisi Nozzle6. Kondisi Penyaring (Filter)7. Pengantaran (Conductivity)8. Apakah sudah terdapat jenis ketidaksesuaian Ya Tidak Jumlahkotor pada proses sebelumnya. Masalah yang terjadi pada proses sebelumnyaCATATAN:- Jangan lanjutkan proses apabila semua kondisi diatas masih belum baik!.- Jangan malu bertanya apabila tidak mengerti!.- Jangan lakukan proses bila tidak tahu, tanyakan dengan atasan langsung anda!. Dibuat Diperiksa DiketahuiPanji Wartaning Tyas FOREMAN GENERAL FOREMAN
  • 35. Kesimpulan Ketidaksesuaian yang terjadi pada proses pengecatan motor Jupiter MX dariperhitungan peta kendali c dapat dilihat masih banyak titik data yang keluar dari petakendali, berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahwa proses produksi kurangstabil yang berarti pula bahwa pengendaliankualitas perusahaan kurang baik. Penyebab potensial untuk ketidaksesuaian jenis kotor yaitu pada waktu prosespencucian produk tidak bersih, mesin (alat penyemprot cat dan pipa semprotan) kotor,dan produk masih mengandung banyak magnet yang menarik kotoran yang menyebabkanketidaksesuaian kotor yang merupakan ketidaksesuaian paling banyak.Nilai sigma yang didapat dari hasil perhitungan sebesar 3,52 dengan nilai banyaknyacacat per sejuta kesempatan sebesar 21639,42. Kapabilitas proses sebesar 0,764124menunjukan Cp kurang dari 1, maka kapabilitas proses dikatakan masih rendahsehingga diperlukan upaya peningkatan kualitas.Perbaikan yang perlu dilakukan yaitu faktor operator dengan memberikanpengawasan terhadap operator agar dapat bekerja lebih serius dan menggantikanoperator yang lelah dengan operator cadangan tiap masing-masing proses. Perbaikandari faktor mesin adalah dengan menjaga kebersihan mesin dengan perawatan mesinseperti alat penyemprot cat dan pipa semprotan berkala dengan jadwal terstrukturdengan nama operator pembersihnya agar masing-masing operator punya tanggungjawab serta pemahaman dalam penggunaan anti statis dan selalu pastikan anti statisdalam keadaan menyala pada saat pembersihan debu agar produk tidak kotor danmenimbulkan ketidaksesuaian jenis tersebut.Sedangkan pengendaliannya menerapkan usulan penggunaan tabel pengamatan prosesyang sangat berguna untuk mengevaluasi banyaknya ketidaksesuaian yang terjadi selamaproses berlangsung agar nantinya ketidaksesuaian dapat dikurangi.
  • 36. DAFTAR PUSTAKA 1. Bounds, Greg, Lyle Yorks, Mel Adams, Gipsie Ranney, “Total Quality Management : Toward The Emerging Paradigm”. International Edition, Singapore: McGraw-Hill, 1994. 2. Dale, B.G., and Plunkett, J.J, “Managing Quality”. Great Britain: Philip Allan, 1990. 3. Miranda, dan Tunggal, Amin Widjaja, “Six Sigma: Gambaran Umum, Penerapan Proses dan Metode-Metode yang Digunakan untuk Perbaikan: GE MOTOROLA”. Jakarta: Harvarindo, 2002. 4. Brue, Greg, “Six Sigma for Managers”. Jakarta: Canary, 2002. 5. Melalui Website : - http://www.isixsigma.com/library/content/six-sigma-newbie.asp - http://www.isixsigma.com/sixsigma/six_sigma.asp - http://www.ge.com/id/sekilas2.htm - http://www.tf.itb.ac.id/~eryan/FreeArticles/QualityControl.html - http://www.adamssixsigma.com/Glossary_of_terms/what_is_six_sig ma.htm - http://www.adamssixsigma.com/benefits_of_six_sigma.htm - http://www.adamssixsigma.com/six_sigma_approach.htm - http://www.honeywell.com/sixsigma/index.html - http://www.bmgi.com/ - http://www.scribd.com/manajemenmutu.htm 6. Wartaning , Panji Tyas; Sudaryanto, Jurnal The Implementation of Lean Six Sigmain Improvement of Quality of Jupiter Mx Painting Process di PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing 27 Page
  • 37. Pertanyaan atau Diskusi Mengenai Six Sigma :Dari Sdr. Fadli1. Apakah six sigma merupakan lembaga dan mendapatkan sertifikat seperti sertifikat ISO ? Jawaban : Six Sigma bukan merupakan lembaga tetapi merupakan salah satu tools management improvement, seperti QMS ISO 9001, TQM (Total Quality Management), BSC (Balance Scorecard), dll. Perbedaan dari management improvement lainnya lebih berfokus pada defect reduction, cycle time reduction, cost reduction yang dapat meningkatkan kualitas kinerja baik pada produk/jasa, proses dan SDM yang dimiliki organisasi/ perusahaan untuk dapat memenuhi ekspetasi dari pelanggan. Pelanggan menjadi lebih kritis mengenai kualitas, mereka makin menuntut suatu sertifikasi untuk meyakinkan bahwa suatu perusahaan memenuhi standar untuk menghasilkan produk berkualitas. (http://www.scribd.com/Analisis-SWOT-Six-Sigma) Sertifikasi Six Sigma berbeda dengan sertifikasi ISO 9001 dimana sertifikasi ISO 9001 merupakan sertifikasi yang dilakukan pada sistem manajemen mutu suatu organisasi sedangkan sertifikasi six sigma dilakukan kepada personal yang akan melaksanakan proyek-proyek six sigma, seperti : Green Belt, Black Belt (sesuai struktur organisasi Six Sigma) sehingga dengan bersertifikat mereka bekerja sama dalam proyek, menggunakan keahlian Six Sigma yang dimiliki, untuk mencapai tujuan dari keinginan perusahaan. Sertifikat Six Sigma itu sebagai bukti kompetensi seorang change agent dalam program improvement seperti Six Sigma. (www.sixsigmaindonesia.com/sertifikasi-six-sigma/).2. Berdasarkan penjelasan dari presentasi six sigma yang telah disampaikan, terlihat lebih menjelaskan produk yang telah ada, apakah dapat diterapkan juga untuk produk yang baru ? Jawaban : Six Sigma dapat diimplementasikan pada produk yang baru ataupun yang telah ada, akan tetapi berbeda dalam penggunaan model perbaikannya, yaitu : Metode DMAIC digunakan pada suatu proses atau produk yang telah ada, sedangkan DMADV digunakan ketika suatu proses atau produk belum ada di perusahaan tersebut dan perlu dikembangkan, dapat juga digunakan pada suatu proses atau produk yang telah ada atau lainnya, tetapi tetap belum memenuhi 28 keinginan pelanggan dan level Six Sigma. Page (http://www.scribd.com/manajemenmutu.htm)
  • 38. Dari Bpk. Eko H.1. Bagaimana mengimplementasikan Six Sigma pada produk yang sering berubah-ubah jumlahnya karena disesuaikan dengan permintaan pelanggan ?2. Apakah six sigma dapat diterapkan pada area top management ? Jawaban 1 & 2 : Implementasi six sigma pada produk yang dihasilkan perusahaan tidak terbatas pada jumlah tetapi dilihat dari banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi produk tersebut di dalam pemenuhan spesifikasi kualitas produk itu sendiri berdasarkan harapan dan kebutuhan pelanggan. Mengenai penerapan six sigma pada area top manajemen itu tentunya dapat dilakukan, mengingat salah satu fokus perbaikan six sigma yang terpenting ialah SDM (people) yang ada pada organisasi tersebut, termasuk para top management harus membuktikan komitmennya dengan turut serta terlibat dalam proses perbaikan berkelanjutan dan harus konsisten menjalankan apa yang dikomunikasikan. Satu tantangan utama yang akan dihadapi dalam program peningkatan kualitas Six Sigma adalah mendefinisikan kriteria pemilihan proyek Six Sigma, dimana dalam banyak keputusan bisnis dikenal pula ungkapan bahwa “ kita perlu setuju untuk tidak hanya pada apa yang dikerjakan, tetapi juga pada apa yang seharusnya tidak dikerjakan”. Ungkapan ini berarti bahwa suatu proyek Six Sigma bukan asal-asalan atau sekadar melaksanakan proyek tanpa mengetahui manfaat dan kriteria apa yang harus dijadikan pedoman untuk memilih proyek itu. Kata kunci dalam hal ini adalah PRIORITAS, artinya kita harus menetapkan prioritas utama tentang masalah-masalah dan/atau kesempatan-kesempatan peningkatan kualitas mana yang akan ditangani terlebih dahulu. Pemilihan proyek terbaik adalah berdasarkan pada identifikasi proyek yang terbaik sepadan (match) dengan kebutuhan, kapabilitas, dan tujuan organisasi yang sekarang. Secara umum setiap proyek Six Sigma yang terpilih harus mampu memenuhi kategori sebagai berikut: 1. Kriteria Manfaat Bisnis atau Hasil-hasil - Dampak pada pelanggan eksternal dan kebutuhan mereka. - Dampak pada strategi bisnis dan posisi persaingan (competitive position). - Dampak pada kompetensi inti (core competencies). - Dampak pada keuangan organisasi. - Urutan kepentingan - Kecenderungan 29 - Sekuens dan kesalingtergantungan? 2. Kriteria Kelayakan (Feasibility Criteria) Page - Sumber daya yang dibutuhkan
  • 39. - Keahlian yang tersedia - Kompleksitas - Kemungkinan sukses - Fasilitas pendukung 3. Kriteria dampak pada organisasi - Manfaat pembelajaran (learning benefits) - Manfaat lintas fungsi (cross-functional benefits) 4. Kriteria Sumber Daya Organisasi/Perusahaan Dalam hal ini, kriteria sumber daya organisasi/perusahaan meliputi : - Sumber daya yang dibutuhkan;Sumber daya yang dibutuhkan meliputi sumber daya manusia, keahlianyang dimiliki, waktu dan uang yang digunakan untuk melakukan proyekpeningkatan kualitas Six Sigma. - Kapabilitas perusahaan;Kapabilitas perusahaan berupa kemampuan perusahaan dalammengantisipasi berbagai kesulitan ketika perusahaan melakukanpengembangan solusi peningkatan kualitas dalam proyek Six Sigma. - Fasilitas pendukungKriteria-kriteria pemilihan proyek Six Sigma yang lain dapat ditambahkan dalamdaftar sesuai kebutuhan organisasi. Bagaimanapun, kita tidak seharusnyamenggunakan semua faktor yang didaftarkan secara terperinci untuk memilih suatuproyek Six Sigma, karena kita akan mengalami kesulitan dalam penentuan proyekSix Sigma yang memenuhi semua faktor terperinci itu.(lontar.ui.ac.id/file?file=digital/117244-T%2023494...pdf) 30 Page
  • 40. STRATEGI Definisi SIX SIGMA • Six = Enam MANAJEMEN MUTU • Sigma (σ) = diambil dari bahasa Yunani yang melambangkan standard deviasi atau variasi di dalam “SIX SIGMA” suatu proses produksi atau jasa. • Six Sigma (6σ) : Dosen : merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk Prof. Dr. Ir. Syamsir Abduh memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus Presented by Asnita Riani Sembiring (122101026) mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) Doni Fauzi (122101046) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools Nurul Huda (122101101) secara intensif ‘hanya’ 3.4 penyimpangan per sejuta Solehan (122101135) Wardini Wulansari (122101149) proses yang terjadi 1 2 1σApakah Konsep Six Sigma itu? 2σ • Proses desain, manufaktur dan Layanan 3σ IMPROVEMENT • Aplikasi utk six sigma tools dan Proses • Mengidentifikasikan faktor penyebab defect 4σ (Distribution Shifted ± 1.5σ) • Analisa dan improvement (perbaikan) σ σ DPMO PPM • Melalui penurunan defect ratio akan meningkatkan Yield & Total Kepuasan 690.000 1 Pelanggan 5σ 2 308.000 66.800 • Inovation Tool Manajemen memberikan kontribusi thd management output 3 4 6.210 5 233 6 3.4 6σ Defects per Million Opportunities LSL USL Semakin kecil standar deviasi pelanggan semakin puas. © TreMyn 2004 PPM : Parts per Million 11/02/2012 4
  • 41. • Kekuatan (Strength) • Kekuatan (Strength) • Personil yang berdedikasi • Six Sigma melakukan dan berkualitas pengukuran • Penyelesaian masalah • Semua diterjemahkan dengan dukungan data menjadi satuan uang dan pendekatan statistik • Kemudahan mengenali • Metode penyelesaian proyek yang dilakukan masalah yang terstruktur • Fokus pada pelanggan • Bahasa yang sama antar • Pendekatan top-down departemen atau industri • Infrastruktur dengan hirarki yang jelas 5 6• Kelemahan (Weakness) • Phobia terhadap statistik • Kesempatan • Pesatnya perkembangan • Biaya Pelatihan (Oppurtunity) teknologi informasi dan • Pengukuran CTQ perangkat lunak • Kurangnya pelatihan • Tuntutan pelanggan yang untuk menangani proses makin beraneka ragam non manufaktur • Kesadaran akan • pen-dogma-an six sigma pentingnya sertifikasi • Asumsi kenormalan • Perkembangan • Tidak ada alasan perusahaan-perusahaan pergeseran 1,5σ non manufaktur • Ketidakmampuan melihat • Lingkungan yang makin secara sistem dinamis 7 8
  • 42. • Ancaman (Threat) Faktor penting dalam • Krisis Ekonomi implementasi SIX SIGMA • Persaingan dari metodologi yang lain: Sertifikasi ISO • Dukungan dari Top level. • Tim yang hebat. • Training untuk seluruh karyawan. • Alat ukur yang baru (DMAIC). • Budaya perusahaan yang baru 9 10MANFAAT 6σ QUALITY Bagi Perusahaan : MANFAAT 6σ QUALITY Mempertahankan kelangsungan usaha : Bagi Perusahaan : Lanjutan … Customer Retention Mendorong budaya belajar di dalam Meningkatkan Profit dan Investor Relations organisasi : Meningkatkan hubungan dengan Supplier Meningkatkan skill karyawan dalam memperbaiki Meningkatkan Market share proses. Adanya kejelasan performance yang harus Mendorong dilakukannya perubahan yang dicapai oleh setiap anggota organisasi. bersifat strategis Culture Change. Mempercepat kegiatan improvement : Process Improvement: Defect reduction, Cycle time Bagi Pelanggan: reduction, metodologi desain proses Meningkatkan “value to customer” Meningkatkan Produktifitas Produk / service yang bermutu tinggi Product/service Improvement Biaya yang murah Harga murah Cost Reduction
  • 43. DMAIC DEFINE Identifikasi permasalahan yang akan dipecahkan MEASURE Mengidentifikasi parameter apa Define Measure Analyze Improve Control yang harus diukur serta mereview pencapaiannyaOpportunity Current Root causes To eliminate To sustain / project performance root causes gains ANALYSE Mengidentifikasi keterkaitan antara faktor-faktor atas faktor-• Focus on reducing variation permasalahan yang dihadapi• Thinking out of the box IMPROVE Mengidentifikasi rencana perbaikan / reprocess untuk• Managing by output / data menghasilkan produk/service yang produk/service bebas cacat CONTROL Monitoring / pencegahan untuk memastikan masalah yang sama tidak berulang11/02/2012 13 11/02/2012 14 KESIMPULAN Proses pembelajaran six sigma seharusnya dilakukan mulai tahap awal implementasi, yaitu saat fase pengenalan manajemen kualitas. Proses pembelajaran di tahap pengenalan akan berhasil bila dimulai dari level pimpinan perusahaan, antara lain melalui proses internalisasi. Setelah tahap pengenalan, proses pembelajaran dilanjutkan pada tahap adaptasi dan tahap implementasi. Pada pertemuan ini terjadi sosialisasi, internalisasi, eksternalisasi, dan kombinasi, yang akhirnya mendasari pimpinan untuk menyesuaikan metode dan materi pelatihan Six Sigma kepada staf. 16
  • 44. Pada tahap implementasi, pimpinan harus terusmempromosikan dan mengkampanyekan semangatperbaikan kualitas secara terus menerus kepada stafdan karyawan. Hal ini dapat dilakukan dengan aktivitasyang tidak harus menuntut staf dan karyawan dengantarget-target tertentu. TERIMA KASIHFeedback dari karyawan sebagai pembelajaran danevaluasi mendukung terciptanya implementasi yanglebih baik. Pimpinan perusahaan menciptakanmekanisme feedback sebaiknya mulai tahap adaptasi,dimana staf dan karyawan mulai menyesuaikan dengankinerja yang baru. 17