Your SlideShare is downloading. ×
Uas b.indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Uas b.indonesia

184
views

Published on

Published in: Education

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
184
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Paradigma matematika | 1MAKALAHPARADIGMA MATEMATIKADiajukan Untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Mata KuliahBahasa IndonesiaDosen pengampu: Indrya Mulyaningsih, M. Pd.Disusun oleh:Nida Hilyatul Mudrikah(14121530631)Matematika-C/ IIFAKULTAS TARBIYAHIAIN SYEKH NURJATI CIREBONTAHUN AKADEMIK 2012/2013
  • 2. Paradigma matematika | 2BAB IPENDAHULUANA. Latar belakangTidak sedikit orang yang bilang bahwa matematika itu pelajaran yangsulit. Banyak orang yang bilang bahwa pelajaran matematika adalah pelajaranyang sulit. para siswa menganggap bahwa pelajaran matematika merupakanmomok dalam dunia pendidikan.hal itu terbukti dengan banyaknya nilai jelekyang terjadi dalam kebanyakan nilai ulangan harian maupun ulangan uan. danjuga hasil survey pendapat yang diadakan kebnyakan siswa berpendapat bahwapelajaran matematika meruakan pelajaran yang sukar dan membosankan.Paradigma ini perlu dibenahi agar dapat menjadikan matematikasebagai pelajaran yang digemari oleh kalangan pelajar. Banyak sekali metodepembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika.B. Rumusan masalah Apa sajakah mitos mengenai matematika yang berkembang dimasyarakat ? Bagaimana paradigma mengenai matematika di kalangan berbagaipihak ? Bagaimana cara mengubah paradigma negatif tentang matematika ? Metode pembelajaran apa saja yang bisa diterapkan pada matematika ?C. Tujuan masalah Untuk mengetahui mitos matematika yang berkembang di masyarakat. Mampu menjelaskan paradigma matematika di kalangan masyarakat. Dapat mengubah paradigm negatif tentang matematika. Mengetahui metode pembelajaran yang bisa diterapkan padamatematika.
  • 3. Paradigma matematika | 3BAB IIPEMBAHASANA. Tentang matematikaKata "matematika" berasal dari kata μάθημα (máthema) dalam bahasaYunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar", jugaμαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar". Nah, jikamenilik artinya secara harafiah, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita untuktidak suka atau takut dengan matematika. Karena kalau kita tidak sukamatematika itu berarti kita tidak suka belajar. Kalau kita selama ini masihmenganggap matematika itu sulit, mungkin sebenarnya kita belum mengenalapa itu matematika.Menurut Morris Kline 1bahwa jatuh bangunnya suatu Negara dewasaini tergantung dari kemajuan di bidang matematika dan Slamet Imam Santoso2mengemukakan bahwa fungsi matematika dapat merupakan ketahananIndonesia dalam abad 20 di jalan raya, bangsa-bangsa.Untuk mengenal matematika lebih dekat, lebih dulu kita mestimengetahui ciri-ciri atau mengenali sifat-sifatnya. Matematika itu memilikibeberapa ciri-ciri penting. Pertama, memiliki obyek yang abstrak. Berbedadengan ilmu pengetahuan lain, matematika merupakan cabang ilmu yangspesifik. Matematika tidak mempelajari obyek-obyek yang secara langsungdapat ditangkap oleh indera manusia. Substansi matematika adalah benda-benda pikir yang bersifat abstrak.Konsep-konsep matematika memiliki pola pikir deduktif dankonsisten. Matematika dikembangkan melalui deduksi dari seperangkatanggapan-anggapan yang tidak dipersoalkan lagi nilai kebenarannya dandianggap saja benar. Dalam matematika, anggapan-anggapan yang dianggapbenar itu dikenal dengan sebutan aksioma. Sekumpulan aksioma ini dapat1Jujun S. Suriasumantri, Opcit. Hal. 1722Ibid., hal. 225
  • 4. Paradigma matematika | 4digunakan untuk menyimpulkan kebenaran suatu pernyataan lain, danpernyataan ini disebut teorema. Dari aksioma dan teorema atau dari teoremadan teorema kemudian dapat diturunkan teorema lain. Akhirnya matematikamerupakan kumpulan butir-butir pengetahuan benar yang hanya terdiri atas duajenis kebenaran, yaitu aksioma dan teorema.Walaupun pada awalnya matematika lahir dari hasil pengamatanempiris terhadap benda-benda konkret (geometri), namun dalamperkembangannya matematika lebih memasuki dunianya yang abstrak.3Obyekmatematika adalah fakta, konsep, operasi dan prinsip yang kesemuannya ituberperan dalam membentuk proses berpikir matematis, dengan salah satucirinya adalah adanya alur penalaran yang logis.Selebihnya, kalau lah ada pengetahuan yang tampaknya benar, namunbelum dapat dibuktikan, maka butir pengetahuan itu belum dianggap kebenarandan hanya berupa suatu "takhayul" yang masih perlu dibuktikan. (Andi HakimNasution: 2001). Dengan kata lain, kebenaran konsistensi matematika adalahkebenaran dari suatu pernyataan tertentu yang didasarkan pada kebenaran-kebenaran pernyataan terdahulu yang telah diterima sebelumnya.Sehingga satu sama lain tidak mengalami pertentangan.Disiplin utama dalam matematika awalnya didasarkan pada kebutuhanperhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah dan memprediksi peristiwadalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketigapembagian umum bidang matematika, yaitu studi tentang struktur, ruang danperubahan.Studi tentang struktur dimulai dengan bilangan, seperti tentangbilangan asli dan bilangan bulat serta operasi arimetikanya, yang semuanya itudijabarkan dalam aljabar dasar. Sedangkan teori bilangan, aljabar linier, aljabarabstrak, struktur aljabar merupakan bagian lanjut dari studi tentang struktur ini,yang akan dijumpai ketika seseorang studi lebih mendalam tentang matematikadiperguruantinggi.3Darhim Kas, Media Pendidikan Matematika. Hal. 8
  • 5. Paradigma matematika | 5Sedangkan ilmu tentang ruang berawal dari geometri, yaitu geometriEuclid dan trigonometri dari ruang tiga dimensi (yang juga dapat diterapkan kedimensi lainnya), kemudian belakangan juga digeneralisasi ke geometri Non-euclid yang memegang peran sentral, salah satunya dalam teori relativitasumum.Sementara kalkulus merupakan satu contoh bagian dari matematikayang digunakan untuk memahami dan mendiskripsikan perubahan padakuantitas yang dapat dihitung. Konsep utama yang digunakan untukmenjelaskan perubahan variabel adalah fungsi. Banyak permasalahan yangberujung secara alamiah pada hubungan antara kuantitas dan lajuperubahannya, dan metode untuk memecahkan masalah ini adalah topikbahasan dari persamaan differensial.Dan tentu masih banyak lagi yang lain seperti analisis real, analisiskompleks, maupun analisis fungsional yang belum akan dipelajari di bangkuSMA. Untuk menjelaskan dan menyelidiki dasar matematika, dikembangkanbidang teori pasti, logika matematika dan teori model. Saat pertama kalikomputer disusun, beberapa konsep teori yang penting dibentuk olehmatematikawan dan telah memicu munculnya bidang teori komputabilitas,teori kompleksitas komputasional, teori informasi dan teori informasialgoritma.Nama umum untuk bidang-bidang penggunaan matematika dalamilmu komputer ini adalah matematika diskret. Bidang-bidang penting dalammatematika terapan antara lain adalah statistik, yang menggunakan teoriprobabilitas sebagai alat untuk memberikan deskripsi, analisis dan perkiraanfenomena dan digunakan dalam hampir seluruh ilmu pengetahuan.B. Mitos tentang matematikaMatematika adalah salah satu ilmu pasti yang wajib dipelajari disekolah. Dari sekian penelitian yang diadakan bisa ditarik kesimpulan bahwaMatematika merupakan masalah besar bagi para siswa. Kecenderunganterhadap hal ini memang menjadi salah satu tantangan besar, khususnya bagi
  • 6. Paradigma matematika | 6para pendidik dan pengajar mata pelajaran yang berkaitan. Pandanganmasyarakat terhadap matematika yang menyatakan bahwa matematikamerupakan mata pelajaran yang sulit tumbuh dan mengakar kuat di benak kitasemua. Tak terkecuali bagi para siswa.Dibawah ini akan diterangkan mengenai mitos yang berkembang dikalangan masyarakat:1. Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat sukar dipelajariMatematika tidak sesulit yang dibayangkan. Sebenarnya tingkatkesukaran suatu subjek pelajaran dilihat dari minat peserta didik itusendiri. Kalau dari awal sudah mulai menjustivikasi pelajaranmatematika itu sulit pasti akan terasa sulit.2. Banyak rumus yang harus dihafalkanCiri mendasar dari matematika memang rumus akan tetapi tidaksemua rumus harus dihafal. Dalam mempelajari ilmu matematikadiperlukan adanya pemahaman konsep. Dengan memahami suatu konseprumus pun tak harus lagi di hafal.3. Harus cepat dalam menghitungMatematika memang berkaitan dengan hitung-menghitung sepertiyang mutlak harus dikuasai waktu di SD dulu. Tapi menginjak SMP danSMA hitung-menghitung hanyalah alat bantu untuk menemukan solusipemecahan masalah Matematika. Proses analisis penalaran terhadapmasalah atau soal sehingga bisa menemukan cara dan model Matematikalalu diselesaikan menggunakan konsep menghitung. Jadi perananpenalaran dan pemahaman konsep adalah satu hal yang menjadi titikberat dalam Matematika.4. Matematika adalah ilmu abstrak, tidak jelas penerapan dalam kehidupan.5. Matematika itu membosankanMatematika sangatlah menyenangkan bila kita sudah menjadikanmatematika menjadi salah satu alat untuk menemukan solusi terhadapsebuah permasalahan tertentu. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwamatematika adalah mengubah permasalahan menjadi model matematika
  • 7. Paradigma matematika | 7sehingga bisa ditemukan solusinya menggunakan penalaran danpemahaman konsep matematika. Dalam proses penemuan jawaban dansolusi tidak terikat pada satu cara saja, melainkan ada banyak metode danlangkah penyelesaian yang bisa dikerjakan.C. Paradigma negatif tentang matematikaMatematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindaribahkan dibenci oleh kebanyakan siswa. Banyak siswa yang memberikanrespon negatif saat mendengar kata matematika. Matematika dianggap sebagaipelajaran rumit dengan ratusan rumus dan logika yang membingungkan,sehingga tidak jarang banyak nilai yang tidak memuaskan pada mata pelajaranyang satu ini. Didasari dengan ketakutan ini akhirnya banyak siswa yangmenjustivikasi bahwa semua materi matematika itu sulit. Sehingga, paradigmanegatif bahwa matematika itu membosankan, sulit dipahami, dan tidak menariktertanam kuat pada diri siswa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Djaalidalam Surdika (1998: 2) menyimpulkan bahwa prestasi belajar matematika disekolah menengah sama dengan sekolah dasar yaitu relatif rendah jikadibandingkan dengan mata pelajaran lain, yang disebabkan oleh rendahnyaminat belajar siswa.Faktor yang membuat matematika dipandang negatif oleh para pesertadidik4:1. Faktor matematika itu sendiriBelajar matematika menuntut kemampuan dalam berhitung,menganalisa, dan lain-lain. Sedangkan kebanyakan siswa lebih memilihmembaca dan menghafal daripada berhitung.2. GuruSeorang guru memegang peranan penting dalam pengajaran danpendidikan pada siswanya. Paham atau tidaknya siswa kepada materipembelajaran tergantung kepada gurunya. Bagaimana gurumenyampaikan materi dan bagaimana guru menciptakan suasana belajar4Abu Ahmadi, Strategi Belajar Mengajar. Hal. 103.
  • 8. Paradigma matematika | 8di dalam kelas, memiliki pengaruh besar terhadap tingkat pemahamansiswa. Sementara itu, kebanyakan guru matematika kurang disukai. Jadi,bagaimana mungkin siswa akan menyukai matematika jika mereka tidakmenyukai guru yang mengajar.3. SiswaSecara turun temurun matematika dianggap sebagai musuh besarbagi para siswa karena tingkat kesulitan yang dimilikinya. Hal ini telahtersugesti kepada setiap siswa sehingga sebelum mencoba, merekamenganggapnya sulit. Hal ini dibarengi dengan rendahnya motivasi siswauntuk mampu menyelesaikan soal matematika. Padahal sesungguhnya,jika ada sedikit motivasi untuk mencoba, mereka dapat menemukanbahwa matematika itu menyenangkan.D. Mengubah paradigma negatif matematikaPendidikan matematika di tanah air saat ini sedang mengalamiperubahan paradigma. Terdapat kesadaran yang kuat, terutama di kalanganpengambil kebijakan, untuk memperbaharui pendidikan matematika.Tujuannya adalah agar pembelajaran matematika lebih bermakna bagi siswadan dapat memberikan bekal kompetensi yang memadai baik untuk studi lanjutmaupun untuk memasuki dunia kerja (Sutarto Hadi: 2008).Paradigma baru pendidikan lebih menekankan pada peserta didiksebagai manusia yang memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Siswaharus aktif dalam pencarian dan pengembangan pengetahuan. Kebenaran ilmutidak terbatas pada apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mengubahperannya, tidak lagi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan danindoktriner, tetapi menjadi fasilitator yang membimbing siswa ke arahpembentukan pengetahuan oleh diri mereka sendiri5.Melalui paradigma baru tersebut diharapkan di kelas siswa aktifdalam belajar, aktif berdiskusi, berani menyampaikan gagasan dan menerima5JJ. Hasibuan, Proses Belajar Mengajar. Hal. 4
  • 9. Paradigma matematika | 9gagasan dan orang lain, dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi (Zamroni,2000).Selama ini matematika matematika dianggap sebagai pelajaranyang sulit oleh sebagian besar siswa. Anggapan ini tidak terlepas dari persepsiyang berkembang di masyarakat tentang matematika. Anggapan banyak orangbahwa matematika pelajaran yang sulit tanpa disadari telah mengkooptasipikiran siswa. Sehingga siswa juga beranggapan demikian, ketika berhadapandengan matematika. Pandangan bahwa matematika ilmu yang kering, abstrak,teoritis, penuh dengan lambang-lambang dan rumus yang sulit danmembingungkan.6Anggapan ini ikut membentuk persepsi negatif siswaterhadap matematika. Akibatnya pelajaran matematika tidak dipandang secaraobjektif lagi.Matematika sebagai salah satu ilmu pengetahun kehilangan sifatnetralnya (HJ Sriyanto: 2008). Tentu saja anggapan yang berkembang dimasyarakat tidak dapat disalahkan begitu saja. Anggapan itu muncul karenapengalaman yang kurang menyenangkan terhadap pembelajaran matematika.Anggapan bahwa matematika pelajaran yang sulit juga diperparah oleh sikapguru ketika pembelajaran berlangsung. Sikap guru yang pemarah, sukamencela, suka menghukum dan kalau mengajar terlalu cepat dan monotonmemperparah kondisi ini.Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa matematika sulit,harus dimulai dari diri guru. Pertama guru harus merubah paradigmapembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran progresif. Padaparadigma tradisional pembelajaran matematika disekolah cendrungdidominasi oleh transfer pengetahuan. Materi yang banyak dan sulit, sertatuntutan untuk menyelesaikan materi pembelajaran telah membuat gurumembelajarkan matematika dengan cepat tapi tidak mendalam.Pembelajaran matematika dilakukan dengan pola instruksi, bukankonstruksi dan rekonstruksi pengetahuan.7Bahkan tanpa memberi kesempatan6Darhim Kas, Media Pendidikan Matematika. Hal. 8.7JJ. Hasibuan, Proses Belajar Mengajar. Hal. 13
  • 10. Paradigma matematika | 10pada siswa untuk menentukan sendiri arah mana siswa ingin berekplorasidalam menemukan pengetahuan yang bermakna bagi dirinya.akibatnyapembelajaran matematika di sekolah hanya bersifat hafalan dan bukan melatihpola pikir. Kedua guru harus merubah paradigma tentang matematika.Matematika bukan sekedar alat bagi ilmu yang lain, tapi matematika jugamerupakan aktivitas manusia.8Hans Freudental berpendapat bahwa matematika merupakanaktivitas insani (mathematics as human activity). Menurutnya siswa tidak bisadi pandang sebagai penerima pasif matematika yang sudah jadi (passivereceivers of ready-made mathematics). Siswa harus diberi kesempatan untukmenemukan kembali matematika di bawah bimbingan orang dewasa(Gravemeijer, 1994).Selain itu guru dapat memberikan selingan ketika pembelajaranberlangsung. Selingan dalam pembelajaran matematika dapat berupa teka-tekimatematika, permainan matematika dan menceritakan kisah-kisah matematika.Misalnya kisah thales yang ketika berada di Mesir, diminta oleh raja untukmenentukan tingginya sebuah piramid. Thales pun menanti suatu saat disianghari ketika bayangan tubuhnya sama panjang dengan tinggi tubunya sendiri.Kemudian mengukur panjang bayangan piramid yang tentu saja sama panjangdengan tinngi piramid.Masih banyak tehnik lain untuk mengubah persepsi siswa tentangmatematika. Karena matematika adalah aktivitas manusia, alangkah baiknyajuga dalam pembelajaran matematika guru beraktivitas mempelajari danmencari metode-metode baru dalam pembelajaran matematika. Sehingga gurutidak monoton pada metode-metode tertentu saja. Dengan kreatifitas gurudiharapkan beberapa tahun mendatang matematika bukan lagi menjadi momokbagi siswa tapi justru menjadi pelajaran yang disenangi.9.8Muhibbi Syah, Psikologi Belajar. Hal. 181.9Ibid, hal. 68
  • 11. Paradigma matematika | 11E. Teori belajar MatematikaPenggunaan matematika atau berhitung dalam kehidupan manusiasehari-hari telah menunjukan hasil nyata seperti dasar bagi desain ilmu teknikmisalnya perhitungan untuk pembangunan antariksa dan di samping dasardesain ilmu teknik metode matematis memberikan inspirasi kepada pemikirandi bidang social dan ekonomi dapat memberikan warna kepada kegiatan senilukis. Arsitektur dan musik.Pengetahuan mengenai matematika memberikan bahasa, proses danteori yang memberikan ilmu suatu bentuk dan kekuasaan yang akhirnya bahwamatematika merupakan salah satu kekuatan utama pembentukan konsepsitentang alam suatu hakikat dan tujuan manusia dalam kehidupannya.10Keberhasilan proses balajar mengajar maematika tidak terlepas daripersiapan peserta didik dan persiapan oleh para tenaga pendidik di bidangnyadan bagi peserta didik yang sudah mempunyai minat untuk belajar matematikaakan merasa senang dan dengan penuh perhatian mengikuti pelajaran tersebut.Pengajaran metematika adalah pemecahan masalah atau yang lebihmengutamakan proses dari produk, maka teori belajar mengajar yang akanlebih berperan dalam pemecahan masalah tersebut oleh Prof. ET Russefendidibahas hasil penemuan-penemuan para ahli di bidangnya, antara lain:1. Aliran Latihan MentalAnak yang belajar harus banyak latihan, semakin banyak, kuatserta keras latihannya semakin baik.2. Teori ThorndikeBelajar itu harus dengan pengaitan maksudnya pengaitan antarapelajaran yang akan dipelajari anak didik dengan pelajaran yang telahdiketahui atau yang dipelajari sebelumnya. Makin kuat kaitannya makinbaik ia belajar. Penekanan teori Thorndike bahwa setiap pelajaran harusdilatihhapalkan eengan cara stimulus respons berupa hadiah dengan nilaiyang baik dan atau setiap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan padaanak didik, pendidik juga memberikan jawaban.10Jujun S. Suriasumantri., op cit. hal. 72.
  • 12. Paradigma matematika | 123. Teori DeweyDewey termasuk aliran pendidikan yang progresif dimana Deweymengutamakan pada pengertian dan belajar bermakna, maksudnya anakdidik yang belum siap jangan dipaksa belajar. Para pendidik atau oran tuasebaiknya menunggu kesiapan peserta didik atau anak untuk belajar, ataudapat dilakukan dengan mengatur suasana pengajaran sehingga siswasiap untuk belajar.4. Aliran Psikologi GestaltAliran psikologi Gestalt saling mendukung dengan aliran pengaitandari Thorndike dan aliran pendidikan progresif Dewey yaitu pengajaranditekankan pada pnegertian belajar bermakna dan pengaitan. Danpenekanan pada latih hafal yang dilakukan setelah anak didikmemperoleh pengertian.5. Teori Van HielePenerapan teori Van Hiele diyakini dapat mengatasi kesulitanbelajar siswa dalam geometri. Hal ini disebabkan karena teori Van Hielelebih menekankan pada pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapberpikirsiswa. Geometri menempati posisi khusus dalam kurikulummatematika karena banyaknya konsep-konsep yang termuat di dalamnya.Dari sudut pandang psikologi, geometri merupakan penyajianabstraksi pengalaman visual dan spasial, misalnya bidang, pola,pengukuran dan pemetaan. Sedangkan dari sudut pandang matematik,geometri menyediakan pendekatan-pendekatan untuk pemecahanmasalah, misalnya gambar-gambar, diagram, sistem koordinat, vektor,dan transformasi. Geometri juga merupakan sarana untuk mempelajaristruktur matematika (Burger & Culpepper, 1993:140).Tujuan pembelajaran geometri adalah agar siswa memperoleh rasapercaya diri mengenai kemampuan matematikanya, menjadi pemecahmasalah yang baik, dapat berkomunikasi secara matematik, dan dapatbernalar secara matematik (Bobango, 1992:148). Sedangkan Budiarto(2000:439) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran geometri adalah
  • 13. Paradigma matematika | 13untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, mengembangkanintuisi keruangan, menanamkan pengetahuan untuk menunjang materiyang lain, dan dapat membaca serta menginterpretasikan argumen-argumen matematik.Penelitian yang dilakukan Van Hiele melahirkan beberapakesimpulan mengenai tahap-tahap perkembangan kognitif anak dalammemahami geometri. Van Hiele (Ismail, 1998) menyatakan bahwaterdapat 5 tahap pemahaman geometri yaitu: Tahap pengenalan,analisis,pengurutan, deduksi, dan keakuratan.6. Teori Robert M. GagneGagne menggabungkan ide-ide behaviorisme dan kognitivismedalam pembelajaran. Menurut Gagne, dalam pembelajaran prosespenerimaan informasi, diolah sehingga menghasilkan keluaran dalambentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi interaksi antarakondisi internal dengan kondisi eksternal individu. Kondisi internaladalah keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasilbelajar dan proses kognitif yang terjadi di dalam individu.sedangkankondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhiindividu dalam proses pembelajaran.F. Metode mengajar matematika1. Metode CeramahYang dimaksud ceramah ialah penerangan dan penuturan secaralisan oleh guru terhadap kelas. Dalam pelaksanaan ceramah untukmenjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakan alat-alat pembantuseperti gambar-gambar. Tetapi metode pertama berhubungan gurudengan siswa adalah berbicara.Peranan murid dalam metode ceramah adalah mendengarkandengan teliti serta mencatat pokok penting yang di kemukakan oleh guru.Pelaksanaan ceramah yang wajar terletak pada pemberian fakta atauinformasi dalam waktu singkat terhadap sejumlah pendengar yangrelative besar dan apabila metode lain tidak mungkin ditempuh karena
  • 14. Paradigma matematika | 14tidak tersediannya bahan bacaan dan atau untuk menyimpulkan danmemperkenalkan sesuatu yang baru. Metode ceramah yang tepat digunakan :a) Apabila guru akan menyampaikan bahan kepada murid yang besarjumlahnya.b) Apabila guru atau penceramah adalah pembicara yyang baik,bersemangat dan berwibawa sehingga dapat merangsang para muriduntuk melaksanakan sesuatu pekerjaan.c) Apabila tidak ada waktu untuk berdiskusi dan bahan pelajaran yangakan disampaikan terlalu banyak.d) Apabila bahan pelajaran yang akan disampaikan hanya merupakanketerangan atau penjelasan misalnya tentang hal-hal pokok yang telahdipelajari oleh murid untuk memungkinkan para murid melihat lebihjelas hubungan pokok yang satu dengan yang lain.e) Apabila guru akan memperkenalkan okok baru dalam rangkapelajaran yang lalu. Keunggulan metode ceramaha) Dalam waktu relative singkat dapat disampaikan bahan pelajran yangsebanyak-banyaknya.b) Organisasi kelas lebih sederhana, tidak perlu mengadakanpengelompokan murid-murid.c) Guru dapat menguasai seluruh kelas dengan mudah, walaupun jumlahmurid cukup besar.d) Apabila penceramah berhasil baik, dapat menimbulkan semangat,kreasi yang konstruktif, yang merangsang para murid untukmelaksanakan suatu tugas atau pekerjaan.e) Metode ini lebih fleksibel dalam arti jika waktu terbatas bahan dapatdipersingkat dengan mengambil garis besarnya saja, sebaliknya jikawaktu yang disediakan bahan banyak yang diberikan dapat diperluasdan mendalam.
  • 15. Paradigma matematika | 15f) Guru atau penceramah dapat menguasai seluruh arah pembicaraanmencapai tujuan yang diinginkannya. Kelemahan metode ceramaha) Guru sukar mengetahui sampai dimana batas kemampuan para muriddalam memahami bahan-bahan yang telah dibicarakan.b) Tidak jarang guru selalu mengejar target sejumlah bahan yang banyak,sehingga pelaksanaannya lebih bersifat pemompaan.c) Para murid lebih cenderung bersikap pasif dan menganggap segalayang diceramahkan itu benar sehingga dengan demikian bentukpelajan menjadi bersifat verbalisme.d) Mungkin sekali para murid kurang tepat dalam mengambilkesimpulan sehingga berlainan dari apa yang dimaksud oleh guru.e) Apabila guru atau penceramah tidak memperhatikan segi psikologisdan didaktis, pembicaraan dapat melantur dan bertele-tele sehinggamembosankan bagi para murid.atau dapat pula inti ceramah menjadikabur karena terlalu banyak humor dalam membangkitkan minat danperhatian anak yang terlalu berlebih-lebihan.2. Metode DiskusiMetode diskusi adalah cara mengajar dengan jalan mendiskusikansuatu topik mata pelajaran tertentu, sehingga menimbulkan pengertianserta perubahan tingkah laku murid. Dalam metode ini semua anak diikutsertakan secara aktif untuk mencari pemecahan tentang topik tersebut(diskusi = debat). Karena dalam diskusi memerlukan dan melibatkanbeberapa orang murid yang bekerjasama dalam mencapai kemungkinanpemecahan yang terbaik, maka metode ini biasa juga disebut metodemusyawarah.Maksud utanma metode ini adalah untuk merangsang muridberfikir dan mengeluarkan pendapat sendiri serta secara sungguh-sungguh menyumbangkan kemampuannya menghadapi masalahbersama, mencari keputusan terbaik atas persetujuan bersama.
  • 16. Paradigma matematika | 16 Adapun sifat masalah yang baik untuk didiskusikan ialah :a) Masalah itu harus menarik minat anak-anak sesuai dengan tingkatperkembangannya dan merupakan topik yang up to date dan aktual.b) Mempunyai kemungkinan penecahan lebih dari satu kesimpulan yangmasing-masing dapat dipertahankan; bukan atas dasar benar atau salahmelainkan terutama atas dasar pertimbangan atau perbandingan; yangkemudian bisa dipertemukan suatu konklusi yang setepat-te[patnyamelalui musyawarah. Metode diskusi tepat digunakan :a) Apabila ada masalah yang diperkirakan tepat untuk dipecahkan olehpara murid.b) Apabila diperlukan suatu keputusan atau pendapat bersama tentangsuatu masalah.c) Apabila ingin menggugah kesanggupan pada anak untuk merumuskanjalan pikirannya secara teratur dan dalam bentuk yang dapat diterimaoleh orang lain.d) Apabila ingin membiasakan anak suka mendengar penmdapat oranglain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri; membiasdakabekerjasama dan bersikap terbuka dan penuh toleransi. Kebaikan metode diskusi :a) Suasana kelas sangat hidup sebab anak-anak sepenuhnyamengarahkan perhatian dan pikirannya kepada masalah yang sedangdidiskusikan. Partisipasi anak, baik perorangan maupun seluruh kelaslebih meningkat.b) Dapat mempertinggi prestasi kepribadian individu, seperti : semangattoleransi, jiwa demokrasi, kritis dalam berfikit, tekun, sabar dansebagainya.c) Hasil-hasil diskusi mudah difahami dan dilaksanakan bersama karenaanak-anak ikut serta secara aktif dalam pembahasan sampai kepadasuatu kesimpulan.
  • 17. Paradigma matematika | 17d) Anak-anak dilatih mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalamsuatu diskusi sebagai pengalaman berharga bagi kehidupansesungguhnya kelak di masyarakat. Kelemahan metode diskusi :a) Terutama dalam kelompok besar mungkin sekali ada diantara anakyang tidak aktif ambil bagian sehingga diskusi merupakan kesempatanuntuk melepaskan diri dari tanggungjawab.b) Biasanya guru sulit menduga arah penyelesaian dan hasil diskusikarena waktu yang dipergunakan cukup panjang serta beberapa faktorlain yang mempengaruhi lancar tidaknya diskusi.c) Tidak selamanya mudah bagi anak-anak untuk mengatur cara berfikirsistematis dan rapih, apalagi secara ilmiah. Cara mempersiapakan diskusi yang efektif :a) Rumuskan tujuan khusus yang akan didiskusikan.b) Selidiki dan pertimbangkan apakah metode ini tepat untuk dipakai.c) Persiapkan bahan-bahan sesuai dengan tujuan khusus yang hendakdicapai dalam diskusi.d) Guru hendaknya mempersiapkan diri sebagai pimpinan diskusi darisegala kemungkinan penyimpangan-penyimpangan yang akan terjadi.e) Usahakan agar setiap murid mendapat giliran berbicara danmengemukakan pendapatnya. Untuk itu guru harus mempunyaicatatan tentang pribadi masing-masing murid yang diikut sertakandalam diskusi.3. Metode Tanya-JawabMetode Tanya-jawab ialah penyampaian pelajaran oleh gurudengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab.Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu, agarpara murid atau siswa memusatkan lagi perhatian tentang sejumlahkemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pelajaranberikutnya, dan untuk merangsang perhatian murid karna metode inidapat digunakan pula sebagai apersepsi, selingan, dan evaluasi.
  • 18. Paradigma matematika | 18 Metode Tanya-jawab tepat digunakan :a) Apakah ditujukan untuk merangsang anak agar perhatiannya terarahkepada masalah yang sedang dibicarakan.b) Apakah dimaksudkan untuk mengarahkan pengamatan dan prosesberpikir anak.c) Apabila ditujukan sebagai ulangan untuk menilai pelajaran yang telahdiberikan.d) Apabila ditujukan sebagai selingan dalam ceramah. Kebaikan metode tanya-jawab :a) Situasi kelas lebih hidup karena para murid aktif berfikir danmenyampaikan buah pikirannya melalui jjawaban-jawabannya ataspertanyaan guru.b) Sangat positif untuk melatih anak agar berani mengemukakanpendapat dengan lisan secara teratur.c) Timbulnya perbedaan pendapat diantara para murid, membawa kelaspada situasi diskusi yang menarik.d) Murid yang biasanya segan mencurahkan perhatian, menjadi lebihberhati-hati dan secara sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.e) Sekalipun pelajaran berjalan agak lamban tetapi guru dapat melakukancontrol terhadap pemahaman dan pengertian murid tentang masalahyang dibicarakan. Kelemahan metode tanya-jawab :a) Apabila terjadi perbedaan pendapat antara murid dengan murid akanmenimbulkan perdebatan sengit sehingga memakan banyak waktuuntuk menyelesaikannya. Lebih-lebih apabila timbul perbedaanpendapat antara murid yang menyalahkan pendapat guru maka akanmengandung resiko yang cukup besar.b) Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan, terutamaapabila terdapat jawaban-jawaban yang kebetulan lebih menarikperhatian murid atau murid mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
  • 19. Paradigma matematika | 19mengandung masalah baru padahal jauh dari sasaran pelajaran yangdituju.c) Memakan waktu yang cukup lama untuk merangkum bahan-bahanpelajaran. Bagaimana mempersiapkan tanya-jawab yang efektif :a) Terlebih dahulu rumuskan tujuan khusus yang akan dicapai denganpertanyaan-pertanyaan yang diajukan.b) Selidiki dan pertimbangkan dengan seksama apakah metode tanya-jawab ini tepat untuk dipakai.c) Kemudian susunlah bahan-bahan pertanyaan yang dapatmembangkitkan minat dan perhatian, dapat mendorong inisiatif anak,dan dapat merangsang murid untuk bekerja sama.d) Dalam penggunaan mmetode ini hendaknya diarahkan pula untukmelatih anak mampu mengasosiasikannya dengan masalah-masalahlain.e) Tehnik mengajukan pertanyaan hendaknya ditujukan kepada seluruhkelas secara bergilir dan merata, tidak hanya tertuju pada muridtertentu saja.f) Supaya dihindari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang dapatmenyimpang dari pokok persoalan.g) Menyediakan kesempatan bertanya bagi murid yang masihmemerlukan penjelasan.4. Metode DemonstrasiMetode demonstrasi ialah suatu metode mengajar yang dilakukanguru atau seseorang lainnya dengan memperlihatkan kepada seluruhkelas tentang suatu proses atau suatu cara melakukan sesuatu. Metode demonstrasi tepat digunakan :a) Apabila ingin menjelaskan tentang proses mengatur sesuatu; misalnyabagaimana mengatur barisan agar tertib dan disiplin, atau tentangbagaimana mengatur tata ruang belajar agar menyenangkan, bergairahdan pikiran dapat terkonsentrasi.
  • 20. Paradigma matematika | 20b) Apabila ingin mejelaskann tentang bagaimana membuat sesuatu;misalnya tentang membuat foto, kebun percontohan kolam ikan,bangunan rumah murah dan sebagainya. Dengan memperlihatkanproses pembuatannya akan lebih berarti daripada keterangan hanyadengan lisan semata.c) Apabila ingin menjelaskan tentang proses bekerja sesuatu; misalnyatentang bekerjanya mesin sepeda motor, guru mempelihatkan gambartentang hubungan onderdil satu dengn yang lainnya serta bekerjanyamekanisme onderdil-onderdil itu. Kemudian alat sebenarnya diperlihatkan kepada murid dan para murid-murid diberi kesempatanmengamat-amati onderdil-onderdil itu. Bilamana mungkin, para muriddiberi kesempatan pula secara praktik melakukan bongkar pasangmesin tersebut.d) Apabila ingin menjelaskan tentang bagaimana mengerjakan ataumenggunakan sesuatu; misalnya latihan kemiliteran dalammenggunakan senjata. Para muris berkumpul menyaksikan instrukturmendemonstrasikan cara-cara bongkar-pasang senjata dan menembakserta langkah-langkah pengamanannya.e) Apabila ingin menjelaskan tentang terdiri dari apa saja sesuatu itu;misalnya dalam hal masak-memasak atau menganalisa obat-obatandan sebagainya.f) Apabila ingin menjelaskan tentang cara bagaimana yang lebih baikmelakukan sesuatu; misalnya tentang cara menggambar sebuahrencana gedung sekolah lebih baik menghadap ke Barat atau keTimur, atau tentang cara menananm cengkeh yang baik denganmenggunakan dua cara peraatan, dan sebagainya.g) Apabila ingin membuktikan tentang kebenaran sesuatu; mialnyatentang udara yang menurut ilmu alam mengandung kurang lebih 256zat asam. Untuk membuktikan teori ini, guru mengambil lilin, selasdan pring yang berisi air berwarna. Lilin kemudian dinyalakan,diletakkan di tengah-tengah piring dan selanjutnya ditutupi dengan
  • 21. Paradigma matematika | 21gelas. Ternyata lilin padam dan air naik ke dalam gelas setinggikurang lebih setengah gelas. Dengan cara inilah guru men-demonstrasikan suatu pembuktian tentang kebenaran suatu prinsipsehingga dengan demikian akan mempertinggi minat dan perhatianmurid. Kebaikan metode demonstrasi:a) Dengan metode ini para murid dapat menghayati dengan sepenuh hatimengenai pelajaran yang diberikan.b) Perhatian anak dapat terpusat pada hal-hal penting yangdidemonstrasikan.c) Mengurangi kesalahan-kesalahan dalam mengambil kesimpulan dariapa yang diterangkan guru secara lisan atau apa yang dipelajari didalam buku, karena murid memperoleh gambaran melalui pengamatanlangsung terhadap suatu proses.d) Masalah yang mungkin timbul dalam hati anak-anak dapat langsungterjawab. Kelemahan metode demonstrasi:a) Apabila sarana peralatan kurang memadai, tidak sesuai dengankebutuhan atau tidak bisa diamati dengan jelas oleh para murid, makametode ini kurang effektif.b) Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dalam kelas. Mempersiapkan demonstrasi :a) Merumuskan tujuan yang hendak dicapai berupa kecakapan sertaketrampilan para murid setelah demonstrasi itu berakhir.b)Merencanakan secara matang langkah-langkah demonstrasi yang akandilaksanakan.c) Memperhitungkan waktu yang tersedia.d)Menetapkan rencana untuk menilai hasil-hasil demonstrasi yang telahdicapai.5. Metode permainan
  • 22. Paradigma matematika | 22Sering guru mengeluh, banyak siswa motivasi belajarnya rendahwalaupun guru sudah berupaya menggunakan berbagai metode.Penerapan media permainan bisa digunakan sebagai salah satu alternativeuntuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Banyak orang yangberanggapan bahwa bermain dan belajar adalah sesuatu yang bertolakbelakang. ” Banyak bermain akan mengurangi waktu belajar”, begitukata para orangtua. Sedangkan menurut anak, ” bermain itumenyenangkan dan belajar itu menjemukan!”. bermain kadangdisamakan dengan main-main yang lebih bernada sepele, tidak serius dandianggap sebagai tindakan yang hanya dilakukan oleh anak kecil.Padahal, banyak aspek yang terkandung dalm bermain terlebih bermainyang memiliki unsur pendidikan .Bermain mengandung aspek kegembiraan, kelegaan, kenikmatanyang intensif, bebas dari ketegangan atau kedukaan, bersifatmemerdekakan jiwa. Permainan manusia sangat erat dan ekspresi diri,spontanitas, melatih pribadi untuk siap melewati persaingan, siapmenerima kemenangan sekaligus siap menerima kekalahan, danaktualisasi diri. Oleh karena itu, permainan bersifat mendewasakan.Melalui bermain, seseorang belajar banyak tentang kehidupanbaik itu belajat kemandirian, keberanian, sosialisasi, kepemimpinan danmenyadari arti akan eksistensi dirinya .Riset-riset otak mutakhir menunjukkan hasil-hasil luar biasaberkaitan dengan Learning dan Brain. Misalnya, Peter Kline, dalam TheEveryday Genius mengatakan bahwa proses belajar akan berlangsungsangat efektif apabila seseorang berada dalam keadaan yang fun. “BapakAccelerated Learning” asal Bulgaria, Georgi Lazanov. Lazanovmerumuskan pandangan ini dalam istilah “membangun sugesti positif”.Proses pemercepatan belajar akan bisa dicapai apabila kondisi kelasmenyenangkan. Salah satu cara praktis membangun suasana kelas yangmenyenangkan, yang diusulkan oleh Lazanov, adalah lewat musik .
  • 23. Paradigma matematika | 23Ditengah permainanlah kita paling dekat dengan kekuatan penuhkita. Kesenangan bermain tidak terhalang terlepaskan segala macamindofrin positif dalam tubuh, melatih kesehatan dan membuat kita merasahidup sepenuhnya. Beberapa manfaat bermain dan belajar adalah sebagaiberikut :a) Menyingkirkan keseriusan yang menghambatb) Menghilangkan sterss dalam lingkungan belajarc) Mengajak orang terlibat penuhd) Meningkatkan proses belajar1) Penggunaan Media PermainanSalah satu media yang dapat digunakan dalam proses kegiatanbelajar mengajar adalah media permainan. Permainan adalah setiapkonteks antara pemain yang berinteraksi satu sama lain denganmengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuantertentu pula. Permainan dapat menjadi sumber belajar atau mediabelajar apabila permainan tersebut bertujuan untuk mencapai tujuanpendidikan atau pembelajaran.Anak dapat belajar berbagai kesempatan dan kegiatan baikdidalam sekolah maupun diluar sekolah. Permainan dapat membuatsuasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, segar, hidup,bahagia, santai namun tetap memiliki suasana belajar yang kondusif .Menurut Piageat, bermain adalah manifestasi penyesuaian , salah satudasar proses-proses mental menuju pada pertumbuhan intelektual danbermain merupakan suatu mekanisme penyesuaian yang penting bagiperkembangan atau pertumbuhan manusia..Menurut Sadiman (2006) sebagai media pembelajaran,permainan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : permainan adalahsesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan, sesuatu yangmenghibur dan menarik. Permainan memungkunkan adanyapartisipasi aktif dari siswa untuk belajar. Permainan dapatmemberikan umpan balik langsung.
  • 24. Paradigma matematika | 24Permainan memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah yang nyata. Permainan memberikan pengalaman-pengalamannyata dan dapat diulangi sebanyak yang dikehendaki, kesalahan-kesalahan operasional dapat diperbaiki. Membantu siswameningkatkan kemampuan komunikatifnya. Membantu siswa yangsulit belajar dengan metode tradisional. Permainan besifat luwes,dapat dipakai untuk bernagai tujuan pendidikan. Permainan dapatdengan mudah dibuat dan diperbanyak.6. Metode Penugasan / Pemberian TugasMetode pemberian tugas resitasi adalah cara penyajian bahanpelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukankegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkannya. Tugasyang diberikan oleh guru dapat memperdalam bahan pelajaran, dan dapatpula mengecek bahan yang telah dipelajari. Tugas dan resitasimerangsang anak untuk aktif belaja baik secara individual maupunkelompok.Agar hasil belajar siswa memuaskan, guru pewrlu merumuskantujuan yang jelas yang hendaknya dicapai oleh murid. Sifat daripadatujuan-tujuan itu adalah :a) Merangsang agar siswa berusaha lebih baik memupuk inisiatif,bertanggungjawab dan berdiri sendiri.b) Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yang berharga kepada minatsiswa yang masih terluang. Waktu-waktu luang dari para siswa agardapat digunakan lebih konstruktif.c) Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dengan memulaikegiatan-kegiatan di luar kelas.d) Memperkuat hasil belajar di sekolah dengan menyelenggarakanlatihan-latihan yang perlu integrasi dan penggunaanya.Selain itu, guru juga perlu memberikan petunjuk-petunjuk yangjelas mengenai tuga yang diberikan kepada siswa. Tugas yang harusdilakukan oleh siswa perlu jelas. Ini berarti bahwa guru, dalam
  • 25. Paradigma matematika | 25memberikan tugas harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajarioleh para siswa , agar siswa tidak merasa bingung apa yang harusdipentingkan . jika aspek-aspek yang diperlukan sudah jelas, makaperhatian siswa waktu belajar akan lebih dipusatkan pada aspek-aspekyang dipentingkan itu. Kebaikan metode pemberian tugas :a) Pengetahuan yang diperoleh siswa dari hasil belajar, hasil percobaanatau hasil penyelidikan yang banyak berhubungan dengan minat danbakat yang berguna untuk hidup mereka akan lebih meresap, tahanlama dan lebih otentik.b) Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanianmengambil inisiatif, bertanggungjawab dan berdiri sendiri.c) Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari gur,lebih memperdalam, memperkaya, atau memperluas wawasan tentangapa yang dipelajari.d) Tugas dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolahsendiri informasi dan komunikasi. Hal ini diperlukan sehubungandengan abad informasi dan komunikasi yang maju demikian pesat dancepat.e) Metode ini dapat membuat siswa bergairah dalam belajar yangdilakukan dengan berbagai variasi sehingga tidak membosankan. Kelemahan metode pemberian tugas :a) Seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanyameniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar.b) Adakalanya tugas itu dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.c) Apabila tugas terlalu diberikan atau hanya sekedar melepaskantanggungjawab bagi guru, apalagi bila tugas-tugas itu sukardilaksanakan, ketegangan mental mereka dapat terpengaruh.d) Kalau tugas diberikan secara umum mungkin seorang anak didik akanmengalami kesulitan karena akan sukar menyelesaikan tugas dengan
  • 26. Paradigma matematika | 26adanya perbedaan individual. Kelemahan ini lebih dititikberatkan padasiswa, tetapi ada juga kelemahan guru. Mengatasi kelemahan metode pemberian tugas :a) Tugas yang diberikan kepada siswa hendaklah jelas., sehingga merekamengerti apa yang harus dikerjakan.b) Tugas yang diberikan kepada siswa dengan memperlihatkanperbedaan individu masing-masing.c) Waktu untuk menyelesaikan tugas harus cukup.d) Adanya kontrol dan pengawasan yang sistematis atas tugas yangdiberikan sehingga mendorong siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh.e) Tugas yang diberikan hendaklah mempertimbangkan :- Menarik minat dan perhatian siswa.- Mendorong siswa untuk mencari, mengalami danmenyampaiakan.- Diusahakan tugas itu praktis dan bersifat ilmiah.- Bahan pelajaran yang ditugaskan agar diambil dari hal-hal yangdikenal siswa.
  • 27. Paradigma matematika | 27BAB IIIPENUTUPA. KesimpulanKata "matematika" berasal dari kata μάθημα (máthema) dalam bahasaYunani yang diartikan sebagai "sains, ilmu pengetahuan, atau belajar", jugaμαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai "suka belajar". Melihatmatematika dari sudut pandang keilmuan berarti kita harus memahami denganbaik karakteristik-karakteristik yang menjadi kekhasan dari matematikatersebut.Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dihindaribahkan dibenci oleh kebanyakan siswa. Banyak siswa yang memberikanrespon negatif saat mendengar kata matematika. Matematika dianggap sebagaipelajaran rumit dengan ratusan rumus dan logika yang membingungkan,sehingga tidak jarang banyak nilai yang tidak memuaskan pada mata pelajaranyang satu ini.Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa matematika sulit,harus dimulai dari diri guru. Pertama guru harus merubah paradigmapembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran progresif. Padaparadigma tradisional pembelajaran matematika disekolah cendrungdidominasi oleh transfer pengetahuan. Materi yang banyak dan sulit, sertatuntutan untuk menyelesaikan materi pembelajaran telah membuat gurumembelajarkan matematika dengan cepat tapi tidak mendalam.Banyak tehnik lain untuk mengubah persepsi siswa tentangmatematika. Karena matematika adalah aktivitas manusia, alangkah baiknyajuga dalam pembelajaran matematika guru beraktivitas mempelajari danmencari metode-metode baru dalam pembelajaran matematika. Sehingga gurutidak monoton pada metode-metode tertentu saja. Dengan kreatifitas gurudiharapkan beberapa tahun mendatang matematika bukan lagi menjadi momokbagi siswa tapi justru menjadi pelajaran yang disenangi.
  • 28. Paradigma matematika | 28Penerapan suatu metode atau cara atau pendekatan dalam pengajaranmatematika sebelumnya menysun strategi belajar mengajar, dengan strategibelajar mengajar yang sudah tersusun dapat ditentukan metode mengajar atautehnik mengajar dan akhirnya dapat dipilih media pelajaran sebagi pendukungmateri pelajaran yang akan diajarkan.Menerapkan metode mengajar matematika pendidik harus dapatmemanfaatkan pengalaman-pengalaman alamiah peserta didik gunamengembangkan konsep-konsep matematika seperti bilangan, pengukuran, danbenda-benda lainnya serta dapat memelihara keterampilan yang diperlukandengan demikian peserta didik akan menyenangi matematika karena relevandengan kehidupan sehari-hari.Strategi belajar itu sangat penting. Anak dengan mudahmempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapai, untuk hal-hal yang sulit strategibelajar ama penting. Pengajaran harus berpusat pada bagaimana siswamenggunakan pengetahuan baru mereka. Starategi belajar lebih di pentingkandisbanding dengan hasilnya.Dari berbagai penjelasan diatas bahwa dalam suatu pembelajaranbanyak metode mengajar yang bisa dilakukan, sehingga guru dapat memilihmetode mengajar yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Denganbanyaknya metode mengajar, penyampaian bahan ajar pun disampaikansesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa padaakhirnya diharapkan dapat memacu motivasi siswa untuk lebih mendalamibahan ajar yang disajikan.
  • 29. Paradigma matematika | 29DAFTAR PUSTAKAAhmadi, Abu. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. PustakaSetia.J.J. Hasibuan dan Mujiono. 2002. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.Manfaat, Budi. 2010. Membumikan Matematika dari Kampus keKampung. Cirebon: Eduvision Publishing.Raka, Joni. 1980. Cara Belajar Siswa Aktif. Jakarta: P3G Departemen Pdan K.Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma baru pembelajaran. Jakarta: KencanaPrenada Media Group.Simanjuntak, Lisnawaty. 1993. Metode Mengajar Matematika. Jakarta:PT. Rineka Cipta.Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RajaGrafindoPersada.Http://rumah-matematika.blogspot.com/2008/07/tentang-matematika.html.( Diunduh tanggal 21 April 2013 Pukul: 16.18)

×