Your SlideShare is downloading. ×
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Teori politik modern
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Teori politik modern

2,321

Published on

Oleh Novi Hendra S. IP …

Oleh Novi Hendra S. IP
(novi_hendra24@yahoo.co.id)

Published in: News & Politics
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,321
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
49
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Perkembangan Teori Politik Era Transisi Oleh Novi Hendra S. IP (novi_hendra24@yahoo.co.id)
  • 2. Pendahuluan 1. Dua gerakan besar yang menandai transisi era lama ke era baru, dikenal dg sebutan Pencerahan (Renaissance) dan Reformasi. mempunyai pengaruh besar pada perilaku dan pandangan manusia Renaissance wilayah duniawi Reformasi wilayah keagamaan
  • 3. Renaissance : • Sejarah pemikiran intelektual Eropa, (Perancis, akhir 1600-1789) yg ditandai dg usaha2 penelitian dan pemikiran ilmiah yg bebas dari dogma agama ttg sifat dasar manusia dan masy. • Menunjuk pd pembaruan bhw org tidak mau lagi mengikatkan diri pd kegerejaan dan tradisi; • Ingin menyatakan kebebasan dan keilmuan utk maju; • Para pemikirnya menyokong institusi monarchi, (kecuali JJ. Rosseau), sejauh ide pencerahan diterima di dalamnya, dalam konteks nilai dan logika liberalisme klasik
  • 4. Reformasi : • Pembaharuan dalam agama (Kristen), dari anasir2 tambahan yg dipercaya telah menyelinap ke dalam ajaran agama; • Kitab suci (Injil) mulai diterjemahkan ke dlm bahasa yg bisa dimengerti; • Hubungan manusia bersifat langsung, dan bukan perantaraan pendeta; • Manusia melepaska diri dari kungkungan gereja dan paham skolastik; 44
  • 5. Faktor-Faktor Penyebab 1. pengaruh-pengaruh yang disebarkan Islam; 2. Dampak Perang Salib, yg secara tidak langsung telah membuka mata Eropa thd perkembangan di negeri org lan; 3. Merajalelanya pengabaian Moral, penghianatan, nafsu berkuasa;
  • 6. Pokok-Pokok Pemikiran • Ada semangat baru individualisme dan perubahan pandangan ttg watak dasar manusia dan masyarakat; • Prinsip tradisional filsafat/teori politik diubah/disesuaikan dg karakter dunia Barat yg berubah; • Pemikiran politik dibangun dlm kerangka mengakomodir banyak agama dan negara; • Menekankan pada kedudukan yg tinggi penguasa sekuler; • Meskipun terdapat perbedaan dg teori abad pertengahan, terdapat persamaan mendasar ttg konsep pokok kehidupan warga negara; watak moral manusia, ide ttg pemerintahan terbatas, pemisahan wilayah gereja dan negara.
  • 7. Pemikir-pemikir politik Era Pencerahan & Reformasi • Niccolo Machiavelli; • St. Thomas; • Martin Luther King; • John Calvin; • Hegel • Karl Marx
  • 8. Niccollo Machiavelli (1469-1527): Ilmu Politik Baru • Negarawan Florentine (Italia) yg berubah menjadi penulis; • Karya2nya : The Prince; Discourse; A History of Florence; • filsafat politiknya dibangun dan sangat dipengaruhi oleh latarbelakang pergolakan politik, intrik, dan kekerasan di Italia, yang dilihat dan dialaminya secara langsung;
  • 9. Pokok2 Pemikiran Politik Machiavelli • Disebut sebagai bapak “politik kekuasaan”; bahwa kekuatan buta atau cara2 yg menguntungkan bisa dan harus digunakan (jikaperlu) untuk mencapai tujuan negara; • Politik mempunyai sistem nilainya sendiri yg berbeda dari sistem etika perseorangan; • Segala sesuatu yg kondusif utk mencapai, mempertahankan, dan meluaskan kekuasaan politik bisa dibenarkan sekalipun merupakan kejahatan bila dilihat dari sudut pandang moralitas dan agama;
  • 10. “Pelacakan moralitas politik tidak bisa berlangsung dalam suatu kevakuman, diperlukan pengetahuan mengenai fenomena kehidupan politik, yang hanya bisa dijelaskan dalam kaitannya dg kondisi faktual” “Tidak ada teori yang bermanfaat yg diturunkan dari watak manusia tanpa mempertimbangkan partikularisasinya dalam waktu dan konteks yang berubah” 1010
  • 11. “Masyarakat modern, sesungguhnya berhutang besar pada para teoris klasik bukan hanya dalam pembentukan isu dan konsep dasar politik mereka, namun juga pemikiran mereka mengenai persoalan2 ilmu politik…..” 1111

×