Pengambilan Keputusan

  • 2,713 views
Uploaded on

Oleh Novi Hendra, S. IP

Oleh Novi Hendra, S. IP

More in: News & Politics
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,713
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
102
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Pengambilan keputusan Kelompok 3: Roni Ade Putra : 06 193 033 Erna Juwita : 06 193 017 Winda Rosalina E: 0810833062 Inola Anwar : 0810931002 Agustin Tina : 0810932025
  • 2. PENGERTIAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN KEBIJAKAN a. Pengambilan keputusan Pemilihan alternatif, kelakuan tertentu dari dua atau lebih darialternatif yang ada, atau pemilihan diantara anlternatif-alternatif untuk melakukan aktifitas dimasa akan datang.
  • 3. b.Kebijakan suatu program kebijakan yang dipilih oleh seseorang atau sekelompok orang dan dapat dilaksanakan serta berpengaruh terhadap sejumlah besar orang dalam rangka mencapai tujuan tertentu (Bakarudin 2001)
  • 4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENURUT PARA AHLI 1. Menurut G. R. Terry, ada, jika Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”. Harold Koontz dan Cyril O’DonnelPengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak a tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. 2. Theo HaimanInti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.
  • 5. 3. Drs. H. Malayu S.P HasibuanPengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang. 4. Chester I. BarnardKeputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
  • 6. C. TEORI- TEORI YANG SERING DIGUNAKAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN, 1. Teori Rasional Komprehensif Teori pengambilan keputusan yang biasa digunakan dan diterima oleh banyak kalangan adalah teori rasional komprehensif yang mempunyai beberapa unsure yaitu: a. Pembuatan keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalah-masalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain (dapat diurutkan menurut prioritas masalah)
  • 7. b. Tujuan-tujuan, nilai-nilai atau sasaran yang menjadi pedoman pembuat keputusan sangat jelas dan dapat diurutkan prioritasnya/kepentingannya. c. Bermacam-macam alternatif untuk memecahkan masalah diteliti secara saksama. d. Asas biaya manfaat atau sebab-akibat digunakan untuk menentukan prioritas. e. Setiap alternatif dan implikasi yang menyertainya dipakai untuk membandingkan dengan alternatif lain. f. Pembuat keputusan akan memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan, nilai, dan sasaran yang ditetapkan
  • 8. 2. Teori Inkremental Teori ini dalam mengambil keputusan dengan cara menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan merupakan model yang sering ditempuh oleh pejabat- pejabat pemerintah dalam mengambail keputusan. Teori ini memiliki pokok-pokok pikiran sebagai berikut: a.Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapanya merupakan hal yang saling terkait. b.Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa alternatif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah, dan alternatif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marjinal Setiap alternatif hanya sebagian kecil saja yang dievaluasi mengenahi sebab dan akibatnya.
  • 9. c. Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan di redifinisikan secara teratur dan memberikan kemungkinan untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana sehingga dampak dari masalah lebih dapat ditanggulangi. d. Tidak ada keputusan atau cara pemecahan masalah yang tepat bagi setiap masalah. Sehingga keputusan yang baik terletak pada berbagai analisis yang mendasari kesepakatan guna mengambil keputusan. e. Pembuatan keputusan inkremental ini sifatnya dalah memperbaiki atau melengkapi keputusan yang telah dibuat sebelumnya guna mendapatkan penyempurnaan.
  • 10. 3. Teori Rational Choise Teori pilihan rasional, juga dikenal sebagai teori tindakan rasional, adalah kerangka kerja untuk memahami dan sering kali secara resmi pemodelan perilaku sosial dan ekonomi. Ini adalah teoretis dominan paradigma dalam ekonomi mikro. Juga pusat modern ilmu politik dan digunakan oleh para sarjana dalam disiplin lain seperti sosiologi dan filsafat. Rationality' berarti dalam bahasa sehari-hari 'waras' atau 'dalam cara berpikir yang jelas menuju'. Dalam Teori Rational Choice 'rasionalitas' hanya berarti bahwa seseorang alasan sebelum mengambil tindakan. Seseorang saldo biaya terhadap keuntungan sebelum mengambil tindakan apapun, baik itu mencium seseorang, menyalakan rokok atau membunuh seorang lelaki tua. Dalam teori pilihan rasional semua keputusan, gila atau waras, yang tiba di oleh seorang 'rasional' proses menimbang biaya terhadap manfaat.
  • 11. Dalam teori Rational Choise ada beberapa tahap untuk mengambil suatu keputusan yaitu: a. Problem Recognitions and Definition Hal ini merupakan suatu tahap pengidentifikasian dan pendefinisian suatu masalah, sebelum keputusan di ambial harus ada suatu pendefinisian masalah tersebut. b. Goal Selection Hal ini merupakan penentuan tujuan dari kebijakan atau keputusan yang akan diambil
  • 12. c. Identification Of Alternatives Merupakan tahap pencarian alternatif atau solusi kebijakan dalam mengatasi permasalahan d. Choice Merupakan suatu kebijakan yang diamabil untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai , untuk menyelesaikan masalah.
  • 13. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN DAN TAHAP-TAHAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN. Tahap – tahap Pengambilan Keputusan Menurut Herbert A. Simon ( Kadarsah, 2002:15-16 ), tahap- tahap yang harus dilalui dalam proses pengambilan keputusan sebagai berikut : 1. Tahap Pemahaman ( Inteligence Phace ) Tahap ini merupakan proses penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan masalah. Data masukan diperoleh, diproses dan diuji dalam rangka mengidentifikasikan masalah.
  • 14. 2. Tahap Perancangan ( Design Phace ) Tahap ini merupakan proses pengembangan dan pencarian alternatif tindakan/ solusi yang dapat diambil. Tersebut merupakan representasi kejadian nyata yang disederhanakan, sehingga diperlukan proses validasi dan vertifikasi untuk mengetahui keakuratan model dalam meneliti masalah yang ada. 3.Tahap Pemilihan ( Choice Phace ) Tahap ini dilakukan pemilihan terhadap diantaraberbagai alternatif solusi yang dimunculkan pada tahap perencanaan agar ditentukan / dengan memperhatikan kriteria – kriteria berdasarkan tujuan yang akan dicapai. 4. Tahap Impelementasi ( Implementation Phace ) Tahap ini dilakukan penerapan terhadap rancangan sistem yang telah dibuat pada tahap perancanagan serta pelaksanaan alternatif tindakan yang telah dipilih pada tahap pemilihan.
  • 15. TAHAP-TAHAP MENGAMBIL KEPUTUSAN YAITU: 1. Menetapkan sasaran dan tujuan dari mengukur hasil 2. Identifikasi masalah 3. Pengembangan alternative 4. Evaluasi alternative 5. Memilih alternative 6. Implementasi keputusan 7. Kontrol dan evaluasi
  • 16. KESIMPULAN  Pengambilan keputusan mengandung arti pemilihan altematif terbaik dari sejumlan Atematif yang tersedia. Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan- pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaa, sebagai telah kita rumuskan di muka, adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh seseorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan suatu masalah atau persoalan tertentu.
  • 17.  Pengambilan keputusan cendrung memberi tempat yang lebih menonjol pada unsure bertindak. Itulah salah satu rintangan sehingga konsep pengambilan keputusan tidak dapat berkembnag dengan cepat (Bridges, et al, 1971). Tetapi, karena para pengambil keputusan dalam berbagai organisasi semakin hari semakin menghadapai kondisi-kondisi internal yang kian kompleks dari organisasinya dan yang terus dihadapkan dengan lingkungan yag juga semakin berubah, maka mulailah para member perhatisn pada konsep-konsep pengambilan keputusan.  Pengambilan keputusan mempunyai arti penting bagi maju mundurnya suatu organisasi, terutama karena masa depan suatu organisasi banyak ditentukan oleh pengmabilan keputusan sekarang. Pentingnya pengambilan keputusan dilihat oleh Mintzberg (15/9) dari segi kekuasaan untuk membuat keputusan, yaitu apakah mengikuti pola sentralisasi atau desentralisasi. Berbeda dengan Mintzberg, Weber (1969) member perhatian pada pengambilan keputusan dari sudut kehadirannya, yaitu tanpa adanya teori pengambilan keputusan administrative, kita tidak dapat mengerti, apalagi meramalkan tindakan manajemen sehingga kita tidak dapat menyemurnakan efektifitas manajemen.
  • 18. TERIMA KASIH