NICCOLO MACHIAVELLI                 Oleh Novi Hendra (novi_hendra24@yahoo.co.id)              Ex-mahasiswa ilmu Politik Un...
penataan negara. Menghindari keterpecahan, mencegah invasi pihak-pihak luar,mengalahkan musuh yang mengancam kekuasaan dan...
•    Principality sangat mudah untuk berubah menjadi tirani.         Karena hal inilah ketiga bentuk pemerintahan ini tida...
Pemikiran Machiavelli seperti ini, dalam konteks jamannya, sangatlah bersifatsubversif. Secara implisit Machiavelli menola...
Ada tiga macam kebijaksanaan. Pertama, dapat memahami masalahnyasendiri, kedua menghargai pemahaman orang lain, dan yang k...
penghargaan kepada rakyat. Sekali lagi penguasa harus tetap menghargai parabangsawan, tetapi tidak membuat dirinya dibenci...
KESIMPULAN      Pemikiran Machiavelli merupakan suatu pemikiran yang kaya akan nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk bagi ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pemikiran Machiavelli

5,216

Published on

Oleh Novi Hendra, S.IP

0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,216
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
162
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pemikiran Machiavelli

  1. 1. NICCOLO MACHIAVELLI Oleh Novi Hendra (novi_hendra24@yahoo.co.id) Ex-mahasiswa ilmu Politik Universitas Andalas Padang Machiavelli adalah salah seorang filsuf yang hidup dalam zaman renaisans.Lahir tahun 1469 di Florence, Italia. Namanya cukup terkenal dalam ilmu politikbahkan menjadi salah satu tokoh dalam filsafat politik. Sebagai salah satu tokoh yangterlibat dalam dunia politik dan ketika Machiavelli berumur dua puluh sembilan tahunmemperoleh kedudukan tinggi di pemerintahan sipil Florence. Selama empat belastahun sesudah itu dia mengabdi kepada Republik Florentine dan terlibat dalamberbagai missi diplomatik atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman,dan di dalam negeri Italia. Machiavelli menulis beberapa buku, dua diantaranya yangpaling masyhur adalah The Prince, (Sang Pangeran) ditulis tahun 1513, dan TheDiscourses upon the First Ten Books of Titus Livius (Pembicaraan terhadap sepuluhbuku pertama Titus Livius).PEMIKIRAN MACHIAVELLI Pemikiran Machiavelli berawal dari bukunya “The Prince” dapat dianggapnasihat praktek terpenting buat seorang kepada negara. Pikiran dasar buku tersebutadalah untuk suatu keberhasilan, seorang Pangeran harus mengabaikan pertimbanganmoral sepenuhnya dan mengandalkan segala, sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan.Machiavelli menekankan yang terpenting adalah suatu negara mesti dipersenjataidengan baik. Machiavelli berpendapat bahwa hanya dengan tentara yang diwajibkandari warga negara itu sendiri yang bisa dipercaya dalam artian negara yangbergantung pada tentara bayaran atau tentara dari negeri lain adalah lemah danberbahaya.• POLITIK KEKUASAAN Persoalan dasar filsafat Machiavellian adalah bagaimanakah cara seorangpemimpin itu dapat membela kekuasaannya, menjaga stabilitas keamanan negaranyadan juga kesejahteraan rakyatnya. Machiavelli adalah seorang yang realis, dan tampilberhadapan dengan realitas konkret dunia politik, dunia kekuasaan dan dunia
  2. 2. penataan negara. Menghindari keterpecahan, mencegah invasi pihak-pihak luar,mengalahkan musuh yang mengancam kekuasaan dan wibawa pemerintahan sertamempertahankan keutuhan negara dan sejenisnya adalah persoalan konkret yangdihadapi oleh Machiavelli. Menurut Machiavelli, seorang politikus yang memikirkan pembelaan atasnegaranya sekali dan juga memikirkan bagaimana menjadi manusia yang utama,seringkali justru tampil sebagai orang yang tidak realistis. Keutamaan dalam lapanganpolitik adalah aneka kecerdikan yang dimaksudkan untuk menaklukkan musuh,memperdaya para pengkhianat, menjaga kesatuan dan keutuhan rakyatnya, membeladan memperkokoh tahta kekuasannya. Apabila dalam melakukan semuanya itu,seorang raja perlu melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang bertentangan denganmanusiawi dan tidak perlu merasa bersalah, karena kekuasaan yang yang dimilikiadalah kekuasaan absolut. Dalam semangat Machiavellian seperti ini, dapat dilihat adanya semacamprinsip tujuan yang menghalalkan setiap cara. Artinya, demi membela keutuhannegara atau keselamatan tahta pemerintahan, seorang pemimpin dapat melakukannyadengan segala cara. Bahkan Machiavelli mengatakan bahwa kelicikan danketidakjujuran lebih baik, bila dibandingkan dengan kekuatan bagi orang yang inginbangkit dari kondisi buruk menuju kejayaan besar. Dari sinilah dapat dilihat intipemikiran Machiavelli tentang politik kekuasaan, yakni sebagai sebuah mentalitasyang memuja kekuasaan atau menomorsatukan kekuasaan. Machiavelli menilai bentuk pemerintahan republik dapat menutup kelemahan-kelemahan dari sistem lain seperti demokrasi, aristokrat, demokrasi, dan principality(kepangeranan, kerajaan). Menurutnya ketiga bentuk pemerintahan tersebut memilikikelemahan yang sangat fatal bila hal itu terus diterapkan. Kelemahan itu menurutMachiavelli terletak pada penguasaan dalam sistem itu sendiri. • Aristokrasi yang dipimpin oleh beberapa orang pada nantinya akan menemukan bentuknya menjadi sebuah sistem oligarki. • Demokrasi pada akhirnya akan dengan mudah menjadi sebuah bentuk pemerintahan yang anarkhi, dikarenakan yang memerintah begitu banyaknya.
  3. 3. • Principality sangat mudah untuk berubah menjadi tirani. Karena hal inilah ketiga bentuk pemerintahan ini tidak sesuai untukmembentuk negara yang adil dan sejahtera. Di atas dikatakan bahwa republik dapatmengatasi kelemahan dalam ketiga sistem lainnya. Hal ini tak lepas dari pembagiankekuasaan negara yang digunakan oleh sistem ini. Pembagian kekuasaan yangdikatakan Machiavelli lebih cenderung kembali melihat pembagian kekuasaan yangada di Roma. Pembagian tersebut adalah Dewan Penasihat (senatus), pemegangkekuasaan (konsul), dan lembaga lain seperti Dewan Daerah (comitio curiata) danDewan pertahanan (comitio centuriata). Pembagian kekuasaan inilah yang dapat membawa pada penjagaan ketertiban.Korelasi ketertiban dan pembagian kekuasaan itu terletak pada mekanisme yangmenampilkan cek and balance di dalam negara. Cek and balance itu ada pada duasubstansi utama, yaitu antara senat dan konsul, sedang bagian yang lain menjaditambahan saja. Perimbangan kekuasaan itu terjadi karena masing-masing (senat dankonsul) memiliki hak veto yang dapat menentukan satu kebijakan itu disetujui atautidak. Namun yang perlu diperhatikan dalam sistem republik ini adalah sistem ini takdapat berdiri tegak tanpa adanya upaya menjunjung tinggi kepentinganrakyat. Dua pemegang kekuasaan di atas harus berupaya sebaik mungkinuntuk membuat satu kebijakan yang didasarkan pada kepentingan rakyat. Inilahkenapa republik dapat menjadi satu sistem yang dapat menutupkelemahan bentuk pemerintahan lainnya.• SEKULERISASI POLITIK Machiavelli merupakan tokoh awal yang mendorong terjadinya prosessekularisasi (desakralisasi) politik. Dia menciptakan pemikiran yang belum pernahterdengar dari filosof-filosof sebelumnya. Contohya ajaran Machiavelli terhadap SangPenguasa, dalam mempertahankan kekuasaannya, harus berbohong, menipu,menindas haruslah dimengerti bukan sebagai "nasehat politik" dalam pengertian yangumum. Ia adalah sebuah pernyataan faktual bahwa dunia kekuasaan memang tidaksemurni dunia mitologi surgawi jaman pra-Renaisans. Dunia kekuasaan, sebagaimanaadanya, adalah sebuah dunia yang penuh intrik, kekejian, ambisi, dan ketololan.
  4. 4. Pemikiran Machiavelli seperti ini, dalam konteks jamannya, sangatlah bersifatsubversif. Secara implisit Machiavelli menolak simbiosis antara pemikiran politik danide-ide teologis yang pada jamannya itu menjadi dasar pembenaran bagi kekuasaantradisional. Para raja dan pangeran bukanlah wakil Tuhan di bumi, bukan pulaphilosopher-king, seperti kata Plato. Mereka, bagi Machiavelli, adalah pelaku-pelakupolitik biasa, yang, karena tuntutan logika kekuasaan, seringkali bertindak jauh dariprinsip-prinsip keadilan dan kejujuran. Machiavelli tidak memandang dunia politik secara teologis-romantik. Lebihmenyingkap realitas kekuasaan sejelas-jelasnya, sebagaimana adanya. Seperti yangdilakukan oleh para ahli fisika di jaman pasca-Renaisans yang ingin mengungkapkanrahasia gravitasi bumi. Sakralisasi dan mitologisasi politik yang membawa umatmanusia selama berabad-abad dapat diruntuhkan. Dan dari keruntuhan inilah titiktolak pembatasan kekuasaan dapat dapat dirumuskan secara lebih sistematis. Pendapat Machiavelli sering bertolak dari kondisi riil tingkah laku politikanggota masyarakat masing-masing negara yang telah diamatinya. Tujuan dari semuausaha penguasa itu adalah mempertahankan stabilitas suatu negara agar negara tetapaman dan apabila ada ancaman baik itu dari dalam maupun dari luar negeri makadiadakan tindakan penyelamatan. Tindakan yang diambil oleh penguasa tidakberdasarkan kepentingan rakyat. Akan tetapi, tergantung dari keadaan dan desakansituasi sosial tanpa mempedulikan apakah tindakan tersebut dinilai baik atau burukoleh rakyat. Seorang penguasa tidak perlu takut akan kecaman yang timbul karenakekejamannya selama ia dapat mempersatukan dan menjadikan rakyat setia, dan demikeselamatan negara. Tujuan berpolitik adalah memperkuat dan memperluas kekuasaan. Untuk itusegala usaha yang dapat mensukseskan tujuan dapat dibenarkan. Legitimasikekuasaan membenarkan segala teknik pemanipulasian supaya dukungan masyarakatterhadap kekuasaan tetap ada. Keagungan seorang penguasa tergantung padakeberhasilannya mengatasi kesulitan dan perlawanan. Selain itu, untukmelanggengkan kekuasaannya seorang penguasa harus mempunyai hukum danangkatan perang yang baik. Hukum tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanyaangkatan perang yang baik.
  5. 5. Ada tiga macam kebijaksanaan. Pertama, dapat memahami masalahnyasendiri, kedua menghargai pemahaman orang lain, dan yang ketiga tidak memahamimasalah sendiri dan tidak menghargai pemahaman orang lain. Dari ketiga hal itu,yang terakhir merupakan sikap yang buruk. Seorang penguasa juga harus dapatmemilih menteri yang baik, yaitu menteri yang memikirkan dan mementingkanurusan penguasa dan negara. Penguasa harus menjalin hubungan yang baik denganmenterinya dan saling mempercayai. Selain itu, penguasa harus menyingkirkan parapenjilat yang mengelilinginya dengan cara tidak marah apabila ada orang yangmengatakan hal yang sebenarnya. Darimanapun datangnya nasihat yang bijaksana,tergantung dari kebijaksanaan penguasa, dan kebijaksanaan sang penguasa tidaktergantung pada nasihat yang baik.DAMPAK PEMIKIRAN MACHIAVELLI Pemikiran Machiavelli yang diutarakan dalam bukunya tersebut menimbulkanpro dan kontra dikalangan masarakat luas, terutama yang menyangkut hubunganantara kekuasaan dengan moral agama. Sebagian orang ada yang mengatakan bahwaMachiavelli telah keluar dari moral dan ajaran agama, sehingga tak heran jika iadisebut guru yang jahat. Akan tetapi sebagian lainya mengatakan bahwa ia tak sejahatitu. Beberapa bukti terhadap anggapan bahwa Machiavelli adalah orang yang kejam,sadis dan tidak bermoral : yang pertama Machiavelli berpendapat bahwa ada duamacam kerajaan, yaitu kerajaan warisan dan kerajaan baru. Menurut Machiavelli, bahwa ada dua cara berjuang yaitu melalui hukum dankekerasan cara pertama bagi manusia dan cara yang kedua adalah cara binatang. Olehkarenanya seorang raja harus bersikap kadang-kadang sebagai manusia dan kadangsebagai binatang. Dalam hal menepati janji, menurut Machiavelli manusia adalahmahluk yang jahanam yang tidak menepati janji, sehingga anda tidak perlu menepatijanji pada manusia itu. Kemudian untuk pertahanan negara terpaksa bertindak berlawanan dengankepercayaan orang, belas kasih, kebaikan, dan agama mengetahui bagaimana iabertindak jahat jika diperlukan. Sementara itu cara untuk menghindari kebencian padarakyat, maka seorang raja harus menunjuk orang lain untuk melaksanakan tindakanyang kurang menyenangkan rakyat, dan untuk melakukan sendiri pembagian
  6. 6. penghargaan kepada rakyat. Sekali lagi penguasa harus tetap menghargai parabangsawan, tetapi tidak membuat dirinya dibenci rakyat. Dengan demikian bukti-bukti tersebut dapat digolongkan pada penafsiranbahwa Machiavelli digolongkan sebagai orang yang jahat di sebagian orang, yangmenilai sisi buruknya saja dari buku Principe II, tetapi menurut sebagian orangmengatakan bahwa Machiavelli tidak sejahat itu, didasarkan atas bukti-bukti di dalambuku Principe II, antara lain: a. Mengenai kekejaman, kekejaman itu bisa digunakan dengan baik jika hal tersebut dilakukan sekali, demi keselamatan seseorang atau negara. Oleh karena dengan cara itu kekuasaannya akan bertahan lama. Walaupun penguasa mengalami kesulitan, raja tidak boleh kejam, karena kebijaksanaan yang telah ditunjukkan raja pada rakyatnya. b. Tindakan kekerasan melalui pengadilan sipil di tengah propinsi untuk mengadili rakyat yang melanggar hukum. Setiap kota mempunyai perwakilannya di pengadilan tersebut. c. Penguasa harus memelihara persahabatan dengan d. Raja yang bijaksana selalu berusaha untuk membuat para bangsawan berputus asa, dan berusaha memakmurkan dan membahagiakan rakyatnya. e. Adanya seruan untuk peduli terhadap rakyat, karena kalau raja tidak perduli dengan rakyat maka raja akan dibenci oleh rakyatnya. f. Raja harus memperhatikan dan percaya terhadap orang-orang yang berbakat, dengan memberikan motivasi dan penghargaan terhadap orang itu. Pemikiran Machiavelli hingga sekarang berpengaruh terhadap politik di baratyang walaupun pemikirannya kebanyakan dianggap tidak bermoral. Namun secaratidak langsung sebahagian Negara-negara di Barat dan di Asia memakaipemikirannya.
  7. 7. KESIMPULAN Pemikiran Machiavelli merupakan suatu pemikiran yang kaya akan nasihat-nasihat dan petunjuk-petunjuk bagi seorang penguasa dan para penjalan rodapemerintahan dalam menjalankan ketatanegaraan. Sumber : Jurnal Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia. Pemikir Politik di Negeri Barat. Jakarta: Gramedia. Pemikiran Politik Barat, Jakarta: Gramedia www.google.com Politik kekuasaan Machiavelli dalam Konteks Sistem Politik di Indonesia

×