• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Pemikiran David Easton (Teori Sistem)
 

Pemikiran David Easton (Teori Sistem)

on

  • 5,357 views

Oleh Novi Hendra, S.IP

Oleh Novi Hendra, S.IP

Statistics

Views

Total Views
5,357
Views on SlideShare
5,349
Embed Views
8

Actions

Likes
1
Downloads
102
Comments
0

3 Embeds 8

http://www.docshut.com 4
https://twitter.com 2
http://www.slashdocs.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Pemikiran David Easton (Teori Sistem) Pemikiran David Easton (Teori Sistem) Document Transcript

    • Teori Sistem Politik (David Easton) Oleh Novi Hendra (novi_hendra24@yahoo.co.id) Ex-mahasiswa ilmu Politik Universitas Andalas PadangI.Beberapa Ciri System Politik Jika kita memandang system aksi-aksi politik sebagai suatu kesatuan makadapatlah kiat lihat bahwa apa yang membuat system itu berjalan, ialah masukandari berbagai jenis. Masukan ini dikonversi oleh proses system tersebut menjadihasil, dan hasil tersebut pada gilirannya mempunyai konsekuensi baik terhadapsystem itu sendiri maupun terhadap lingkungan dimana system tersebut berada.System politik mempunyai ciri-ciri tertentu yaitu; 1. Ciri Identifikasi. Untuk membedakan suatu system politik dari system sosial lainnya, kitaharus mengidentifikasikannya dengan menggambarkan unit-unit itu dari unit-unityang ada di luar system politik. i. Unit-unit system politik adalah unsur-unsur yang membentuk suatu system politik. Dalam system politik, unit-unit ini terbentuk dalam tindakan- tindakan politik. ii. Balasan. Bahwa suatu system politik memiliki batasan, yang termasuk dalam suatu system politik adalah semua tindakan yang lebih kurang berlangsung berkaitan dengan pembuatan keputusan-keputusan yang mengikat masyarakat; dan setiap tindakan sosial yang tidak mengandung ciri tersebut tidak termasuk dalam system politik, sehingga secara otomatis akan dipandang sebagai variable eksternal di dalam lingkungan tersebut. 1. Input dan Output. System politik tersebut mempunyai konsekuensi-konsekuensi yang pentingbagi masyarakat, yaitu keputusan-keputusan dan otoritatif. Konsekuensi-konsekuensi inilah yang dinamakan output. Tanp input maka system tidak dapatbekerja; tanpa output tidak dapat mengidentifikasikan pekerjaan yang dilakukanoleh system itu.
    • Untuk lebih memahami permasalahan system politik akan dijelaskan ciri-cirisistim politik lainnya: 1. Diferensiasi Sebuah System Dari lingkungan datanglah energi untuk mengaktifkan suatu sistem serta informasi dimana sistem menggunakan energi dengan cara inilah suatu system dapat bekerja 2. Integrasi Sebuah System Suatu sistem terstruktur ingin mempertahankan dirinya sendiri, maka system itu harus memiliki mekanisme yang mengintegrasi atau merangsang anggota-anggotanya untuk bekerja sama walaupun dalam kadar minimal sehingga, mereka dapat membuat keputusan yang otoritatifII. Input:Tuntutan Ada dua jenis input-input suatu system politik yaitu tuntutan dandukungan. Penelitian sistematik tentang tuntutan-tuntutan ini mengharuskan kitauntuk memperhatikan beberapa pertanyaan pokok. 1. Bagaimana tuntutan-tuntutan itu timbul dan mendapatkan ciri khusus dalam masyarakat? Bahwa tuntutan-tuntutan itu timbul dari dua pengalaman: yaitu dari lingkungan sekitar sistem itu (eksternal), atau di dalam system itu sendiri (internal) 2. Bagaimana tuntutan-tuntutan itu dirubah menjadi isu-isu politik? Apa yang mementukan sehingga suatu tuntutan menjadi masalah yang menjadikan diskusi politik yang serius. Jadi isu adalah suatu tuntutan oleh anggota- angota masyarakat ditanggapi dan dianggap sabagai hal yang penting untuk dibahas melalui saluran-saluran yang diakui dalam system itu. Bagi sitem politik, lingkungan sangat penting artinya karena iamemberikan energi yang dapat merangsang bekerjanya system politik. Energiyang dibawakan lingkungan kepada system politik ialah input (masukan), baikyang berbentuk demand (tuntutan) ataupun support (dukungan).
    • Dan untuk alat bantu dalam memahami system politik akan dijelaskantentang lingkungan dalam dan lingkungan luar dengan pembagian sistem-sistemdalam lingkungan. Penjelasan dari lingkungan dalam sebagai berikut:1. System ekologi yaitu semua lingkungan fisik dan kondisi-kondisi organic non humanis dari kehidupan manusia.2. System biologi menunjukkan pada susunan biologis manusia dari masyarakat yang bersangkutan yang dianggap mempunyai keterkaitan kuat di dalam pembentukan prilaku politik .3. System kepribadian dari suatu masyarakat akan membantu elite pembuat keputusan dalam system politik dari masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui motivasi masyarakat lebih dalam lagi, atau menentukan bagaimana cara-cara yang sebaiknya di dalam pencapaian bersama.4. System sosial dikelompokkan menjadi system, dan yang penting diantaranya adalah stuktur sosial, system kebudayaan, system ekonomi dan system demografi. • stuktur sosial dapat dilihat secara fertikal yaitu adanya pelapisan- pelapisan mulai dari lapisan bawah sampai lapisan atas (elit). • system kebudayaan merupakan bagian dari system sosial yang juga sangat berpengaruh terhadap pembuatan keputusan-keputusan politik. • System ekonomi mempunyai pengaruh kuat di dalam pembuatan keputusan politik system ekologi dan kemajuan teknologi mempunyai keterkaitan kuat di dalam menentukan system ekonomi suatu masyarakat. • System demografi menunjukkan pada keadaan penduduk baik pada jumlah, komposisi dan distribusi penduduknya itu sendiri Sementara itu, system politik internasional yang mempunyai keterkaitandengan luar atau internasional. Dalam system ini dibagi lagi ke dalam tiga systemyaitu: system politik internasional, system ekologi internasional dan system sosialiternasional.
    • 1. System politik internasional terbagi menjadi dua yaitu: i. System politik individu (system politik Negara-negara lain) yang dimaksud dengan system ini adalah system poliotik dari masyarakat lain ii. Pengelompokan beberapa system politik ( organisasi-organisasi internasional) ialah semua bentuk organisasi internasional yang mempengaruhi system politik suatu Negara 2. system ekologi internasional mencakup semua lingkungan fisik dan kondisi non humanis dari masyarakat internasional 3. system sosial internasional ialah suatu Negara harus memahami kebijakan Negara lain agar tidak terjebak oleh pengaruh luar. System ini juga dibagi ke dalam stuktur sosial internasional, system kebudayaan internasional dan system demografi internasional.III. Input:Dukungan Untuk menjaga keberlangsungan fungsinya, system itu juga memerlukanenergi dalam bentuk tindakan-tindakan atau pandangan-pandangan yangmemajukan dan merintangi suatu system politik, tuntutan-tuntutan yang timbul didalamnya dan keputusan-keputusan yang dihasilkannya. Input ini disebut dengandukungan (support), tanpa dukungan tuntutan tidak akan bisa dipenuhi ataukonflik mengenai tujuan tidak akan terselesaikan. Bila tuntutan ingin ditanggapiharus mampu memperoleh dukungan dari pihak-pihak lain dalam system tersebut.Tingkah laku dukungan ada dua macam, yaitu:1. Tingkah laku itu mungkin terwujud tindakan –tindakan yang mendorong pencapaian tujuan, kepentingan, dan tindakan orang lain.2. Mungkin terwujud memberikan suara yang mendukung pencalonan seorang pemimpin dalam pemilu, atau membela suatu keputusan yang dibuat oleh badan yang berwewenang. Dalam kasus ini , dukungan itu menyatakan diri dalam bentuk tindakannyata dan terbuka (over action). Sebaliknya, tingkah laku mendukung itu mungkin
    • tidak terwujud tindakan yang nampak nyata dari luar, tetapi merupakan bentuktingkah laku batiniah yang disebut pandangan atau pikiran. Tetapi sebelumnyamarilah diteliti sasaran-sasaran politik dalam kaitan dengan usaha memperluasdukungan dalam system politik, dalam hal ini terbagi menjadi dua macam, yaitu;1. Wilayah dukungan. Dukungan dimaksukkan ke dalam system politik dan mengarah pada tiga sasaran, diantaranya; a. komunitas politik. Tidak satupun system politik yan dapat berjalan terus melangsungkan kerjanya apabila anggota-anggotanya tidak bersedia mendukung eksistensi suatu kelompok yang berusaha menyelesaikan perbedaan-perbedaan atau mendorong pembuatan keputusan melalui tindakan damai. b. Rezim. Rezim ini terdiri dari semua aturan yang mengatur tata cara menangani tuntutan yang dimaksudkan dalam system tersebut dan cara melaksanakan keputusan. Ini semua yang biasa disebut dengan aturan main. c. Pemerintah. Bila suatu system politik ingin memiliki kemampuan untuk menangani tuntutan yang saling bertentangan yang dimasukkan ke dalamnya, bukan hanya anggota-anggotanya harus bersedia mendukung penyelesaian konflik ini secara bersama dan harus konsesus tentang aturan permainan.2. Kuantitas dan ruang lingkup dukungan. Berapa banyak dukungan yang diperlukan oleh suatu system dan berapa banyak anggota system yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan apabila suatu system ingin memiliki kemampuan untuk melakukan pekerjaan mengubah tuntutan menjadi keputusan. Dari pembahasan ini nampak bahwa anggota dari suatu system politik bisa memberikan dukungan ataupun tidak, artinya menunjukan pertentangan atau apatis, nyatanya anggota itu bisa , dan biasanya memang , secara serempak terlibat dalam tingkah laku mendukung maupun menentang.IV. Mekanisme Dukungan. Suatu masyarakat menghasilkan dukungan bagi suatu system politikdengan cara : melalui hasil yang memuaskan kebutuhan para anggota masyarakat,dan melalui proses politisasi.
    • 1. Hasil sebagai suatu mekanisme dukungan. Output dari suatu system politik adalah berwujud suatu keputusan atau kebijakan politik. Salah satu cara utama untuk memperkuat ikatan anggota dengan system mereka adalah dengan menciptakan keputusan-keputusan yang bisa memenuhi kebutuhan tuntutan sehari-hari anggotanya itu. Karena output khas dari suatu system adalah keputusan mengenai kebijakan, maka pada pemerintah terletak tanggung jawab tertinggi untuk menyesuaikan output berupa keputusan dengan input berupa tuntutan. Jadi, suatu system tidak harus memenuhi semua tuntutan dari anggotanya selama system itu memiliki sumber yang cukup bertahun- tahun.2. Politisasi sebagai mekanisme dukungan. Politisasi diartikan sebagai cara-cara dimana anggota masyarakat mempelajari pola-pola politik. Melalui proses politisasi inilah seorang individu belajar untuk memainkan peranan politiknya dan meniru sikap-sikap politik yang dianggap cocok.