Partai Politik

13,328 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
13,328
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
222
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Partai Politik

  1. 1. SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILUSistem Kepartaian dan Pemilu: Arti Penting dan Hubungan Dari beberapa hasil studi menyimpulkan bahwa hampir semua negara di dunia inimemiliki partai. Tak terkecuali negara-negara yang tergolong, sebagai negaraberkembang. Partai telah diyakini sebagai komponen penting dalam sistem pemerintahanbuat membangun sistem politik yang demokratis. Dengan adanya politik partaidiharapkan semua aspirasi rakyat yang heterogen dapat terakomodasi secara proporsionallewat pemilu. Melalui hasil pemilu roda pemerintahan dijalankan untuk mencapai negarasejahtera (welfare state) seperti yang dicita-citakan. Tetapi dalam banyak kasus terutamadi negara berkembang keberadaan partai justru telah menimbulkan pemerintahan yangtidak efektif, inefisien, bahkan tidak jarang menimbulkan chaos. Lain halnya di negaramaju (developed countries) sistem kepartaian di negara ini sudah mapan, terdiri dari duapartai, seperti USA dan Kanada atau beberapa partai seperti, Italia dan Perancis. DiIndonesia sistem kepartaian mempunyai sejarah yang cukup panjang. Pada era pascarevolusi sistem kepartaian mengalami masa boom partai. Tetapi banyaknya partai justrumenjadikan instabilitas di semua sektor. Reformasi partai politik dimulai pada masa OrdeBaru dengan melakukan fusi dari multi partai menjadi beberapa partai dan mengurangikekuatan partai dengan floating mass dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 3Tahun 1975. Sedangkan pada tahun 1999 terdapat 48 partai politik yang berhakmengikuti pemilihan umum.Hubungan Partai Politik dan Pemilu Pemilu dengan partai politik merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan.Pemilu membutuhkan partai politik sebagai kontestannya. Sedangkan partai politikmembutuhkan pemilu sebagai sarana memilih wakil-wakilnya yang akan duduk dalamlegislatif maupun kabinet. Meskipun partai politik sudah ada sejak sebelum kemerdekaantetapi pemilu di Indonesia baru dilaksanakan pada tahun 1955. Pada masa itu digunakansistem multi partai dan sistem perwakilan berimbang atau proporsional. Dalamprakteknya sistem ini justru menimbulkan distorsi dan friksi. Terbukti dari tidak bertahanlamanya kabinet yang dibentuk dan sering terjadi konflik. Kondisi ini menjadikanpemerintah pada waktu itu tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Setelahdilakukan reformasi dan dilaksanakannya Pemilu 1971 fungsi pemerintah berjalannormal. Barometer kesuksesan pelaksanaan Pemilu 1971 dipakai acuan untuk Pemiluselanjutnya.
  2. 2. PENGERTIAN DAN FUNGSI PARTAI POLITIKPengertian Partai Politik Definisi atau batasan mengenai partai politik jika kita lihat dalam literatur sangatbanyak dan beragam. Tetapi secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalahsuatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tujuannya untuk merebut kedudukan politik danmendapatkan kekuasaan politik dengan cara konstitusi guna mengimplementasikebijakan-kebijakan partainya. Sedangkan jika dilihat berdasar makna etimologisnyapartai politik akan berarti bagian atau belahan atau pecahan.Fungsi Partai Politk Partai politik umumnya dianggap sebagai manifestasi dari sistem politik yangsudah modern atau yang dalam proses modernisasi diri. Sebagai sistem politik, partaipolitik mempunyai fungsi yang sangat strategis dalam mewujudkan dasar ideologi bahwarakyat berhak turut menentukan calom pemimpin yang nantinya menentukan kebijakanumum (publik policy). Dalam berbagai literatur partai politik mempunyai fungsi sebagaisarana komunikasi politik (instrumentof political comunication), sosialisasi politik(instrument of political socialization) rekrutmen politik (selection of leadership), danpengatur konflik (conflict management). Namun fungsi ini akan bergeser maknatergantung pada sistem ideologi politik yang melatarbelakangi rejim yang berkuasa,seperti fungsi partai politik di negara tirani akan berbeda makna dengan fungsi partaipolitik di negara sosial atau kapitalis.Arti dan Fungsi Partai Politik di Indonesia Secara teoritis pengertian partai politik di mana pun sama. Namun dalamprakteknya sering terjadi distorsi karena pengaruh berbagai hal. Di Indonesia misalnya,arti dan fungsi partai politik sedikit bergeser makna. Partai politik bukannya berfungsisebagai sarana penghubung rakyat dengan pemerintah tetapi sebagai sarana berkonflikdengan pemerintah. Di Indonesia setiap terjadi perubahan pemerintah terjadi perbedaaninterpretasi terhadap partai politik. Hal ini lantaran setiap pemerintahan membawa visi, misi dan tujuan yang tidakselalu sama. Karena perbedaan itu sejarah perkembangan partai politik di negara kitadapat dikategorikan menjadi periode masa revolusi atau pada masa pemerintahankolonial, periode Demokrasi Liberal, periode Demokrasi Terpimpin dan periodeDemokrasi Pancasila
  3. 3. KLASIFIKASI PARTAI POLITIKFormula Klasifikasi Munculnya perbedaan pengklasifikasian partai dipengaruhi oleh cara pandangyang berbeda sehingga melahirkan tipologi yang berbeda pula. Ada pakar yang lebihmenitikberatkan pada jumlah, jenis dan orientasi. Ada pula yang melihat dari sudutpandang relasi kekuatan dan ideologi. Ada tujuh klasifikasi partai yaitu dari segikomposisi dan keanggotaannya, sifat dan orientasinya, hubungan, perimbangan kekuatan,besaran partai, fleksibilitas dan ideologi. Sedangkan tipologi yang sering dipakai untukkepentingan analisa adalah dari segi jumlah, seperti sistem multi partai dua partai danmonopartai.Klasifikasi Partai di Indonesia Pasca kemerdekaan pemerintah pernah mengusulkan sistem satu partai tetapigagasan ini tidak terwujud karena menimbulkan kontroversi. Sebagai gantinyapemerintah mengeluarkan maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945 yangmenganjurkan dan memberi kesempatan seluas-luasnya pada masyarakat untukmendirikan partai baru. Menjelang Pemilu 1955 tercatat sebagai boom partai. Pada saat itu ada 36 partaiyang ikut sebagai kontestan untuk memperebutkan kursi di parlemen. Masa ini dikenalsebagai sistem demokrasi liberal. Ternyata sistem ini menimbulkan inefisiensi ditandaigagalnya partai-partai menjalankan fungsi pemerintahan sebagaimana mestinya.Kegagalan sistem ini menyulut diterapkannya demokrasi terpimpin yang diprakarsai olehPresiden Sukarno. Tetapi dalam perjalanannya sistem ini banyak menyimpang dari UUD45 dan falsafah Pancasila. Sehingga melahirkan pemerintah Orde Baru yang melakukanreformasi politik secara radikal dan berupaya mengembalikan pemerintah yangberlandaskan pada UUD 45 dan falsafah Pancasila.
  4. 4. PERBANDINGAN PARTAI POLITIKPartai Politik di Negara Maju Partai politik pertama kali lahir pada abad 18 di Inggris sebagai penghubungantara rakyat dengan pemerintah. Kemunculannya dilatari dengan meluasnya gagasanbahwa rakyat merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam prosespembuatan keputusan politik (public policy). Konsep genesis partai membedakan pembentukan partai politik ke dalam partaiyang lahir di dalam parlemen dan di luar parlemen. Pada perkembangannya melaluiperjalanan panjang partai politik di negara maju mampu menyelenggarakan fungsi partaisebagai penghubung antara rakyat dengan pemerintah sebagai badan eksekutif.Partai Politik Negara Berkembang Sebagian besar negara yang tergabung dalam kelompok Negara Berkembangterdiri dari negara bekas jajahan. Oleh sebab itu meskipun format politik secara bulatmengadopsi konsep politik dari negara maju tetapi dalam implementasinya, peran partaipolitik masih jauh dari peran dan fungsi idealnya. Partai politik lebih berperan sebagaioposan atau tandingan pemerintah bukan sebagai mitra kerja sama (mutual symbiosis)untuk menciptakan kesejahteraan rakyat. Kondisi ini tidak bisa luput dari sejarah yangmelatar belakangi lahirnya partai politik pada mulanya sebagai alat perjuangan untukmengusir penjajah. Peran ini melekat terus sampai negara ini mengalami pascakemerdekaan. Karena itu dapat dilihat bahwa integritas partai terhadap negara rendah,sering menimbulkan friksi dan konflik. Fenomena yang berkembang jika partai politiktidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik maka yang akan muncul adalahkekuatan militer.Problematik Ideologi Partai Politik Partai politik dan ideologi merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satusama lainnya. Ideologi pada umumnya melandasi lahirnya partai politik. Sebaliknyapartai politik ada sebagai sarana untuk mewujudkan ideologi itu. Pada masa PresidenSoekarno pernah dipaksakan gagasan untuk memadukan 3 (tiga) rumpun ideologi yangsaling bertentangan, yaitu Nasionalisme, Agama dan Komunisme. Gagasan ini banyakmenimbulkan kontroversi sehingga gagasan itu hanya sebagai nama saja.
  5. 5. Terdapat basis ideologi partai-partai politik di Indonesia yang heterogen.Heterogenitas ini telah menimbulkan friksi bahkan konflik antarpartai yangberkepanjangan. Baru setelah Pancasila dijadikan satu-satunya asas (mono asas) kinerjakepartaian di negara ini menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

×