MAKALAH ADMINISTRASI USAHA      KARYA TULIS INI DI SUSUN UNTUK MAPEL               “KEWIRAUSAHAAN”      GURU PEMBIMBING: B...
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN                                        PURWOREJO                              TAHUN PELAJARAN 20...
Teknik yang digunakan yaitu dengan cara menelusuri buku cetak kewirausahaan kelas XI SMK       dan internet               ...
menggandakan data, mendistribusikan data, menyimpan/mengarsipkan data yang penting danmemusnahkannya.      Lingkup     adm...
f.   Wajib Daftar Perusahaan, yaitu surat yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan, dalam         hal ini adalah Kanto...
4) surat kuasa (bagi yang diwakilkan).5. Izin Usaha lainnya. Perizinan usaha lainnya yang perlu dimiliki oleh perusahaan a...
-    fotokopi denah lokasi yang menimbulkan dampak lingkungan             Nomor register perusahaan disebut juga Tanda Daf...
Surat yang isinya cukup diketahui oleh pejabat yang bersangkutan saja.        4) Surat biasa            Surat yang tidak a...
Merupakan surat yang dikirimkan bersama barang yang dipesan. Dalam surat ini ditegaskan       kembali tentang macam dan ju...
Surat perintah kepada bank dari orang yang menandatangani untuk membayarkan sejumlah uang   yang tertulis dalam cek kepada...
Sumber pembelanjaan dapat dibagi menjadi dua, yakni dari kredator dan dari pemilik.       Bagi perusahaan, diterimanya pem...
Tanggal 31 Desember 1983 dikeluarkan undang-undang baru yang mengatur pajak penghasilan,yaitu UU No. 7 Tahun 1983. UU ini ...
c. Pajak Penghasilan Menurut Pasal 21            Pajak penghasilan (PPh) pasal 21 dikenakan bagi wajib pajak yang bekerja ...
2) Buku harian umum                Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam   ...
c. Penyusunan laporan laba rugi   Laba rugi dihitung dengan cara mengumpulkan data dari buku harian, dikaitkan dengan data...
PENUTUPKesimpulan            Pengertian administrasi tidak berbeda jauh dengan pengertian organisasi yaitu proses kerjasam...
Makalah Administrasi Usaha
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah Administrasi Usaha

23,794

Published on

Maaf kepada para pembaca! File-nya masih acak-acakan... Harap maklum :)

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
23,794
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
352
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Makalah Administrasi Usaha"

  1. 1. MAKALAH ADMINISTRASI USAHA KARYA TULIS INI DI SUSUN UNTUK MAPEL “KEWIRAUSAHAAN” GURU PEMBIMBING: BU LILIK MUSLIMAH NAMA-NAMA ANGGOTA KELOMPOK 2: DWI NURWIYANTI EKO TRI NURWANTO HENDUN BUDIYANI MUSLIH RUSYANTO SANSAN AGUSTA DWI NUGROHO WAHYU NUGROHO ARWIN PURNOMO
  2. 2. SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2010/2011 BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Pemilihan JudulSebagai salah satu syarat penilaian tugas kelompok dalam membuat suatu makalahB. Alasan Pemilihan JudulPenulis memilih judul “Administrasi Usaha” untuk mengetahuiTujuan Penulisan Makalah 1. Melaksanakan tugas sekolah. 2. Menambah pengetahuan dan wawasan. 3. Latihan menyusun makalah.C. Metode dan TeknikDalam pembuatan makalah ini penulis mnggunakan metode pengamatan langsung.
  3. 3. Teknik yang digunakan yaitu dengan cara menelusuri buku cetak kewirausahaan kelas XI SMK dan internet BAB II ISI.Administrasi Usaha Pengertian administrasi tidak berbeda jauh dengan pengertian organisasi yaitu proses kerja samayang di lakukan oleh sekel;ompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Namun secara sempitadministrasi dilakukan untuk menunjang tercapainya tujuan usaha yang dapat diartikan sebagai kegiatanketatausahaan yang meliputi menghimpun informasi, mengolah informasi, memperbanyak dan
  4. 4. menggandakan data, mendistribusikan data, menyimpan/mengarsipkan data yang penting danmemusnahkannya. Lingkup administrasi yang terkait dunia usaha yaitu proses danpengurusan/administrasi perizinan usaha, surat-menyurat, pencatatan transaksi, pembuatan laporan,pengurusan pajak, penyusunan proposal usaha, perjanjian kerjasama, penggajian dan administrasipersonalia, administrasi produksi, pengajuan kredit dan pembiayaan, dsb. 1. Perizinan Usaha Perizinan usaha/perusahaan adalah suatau bentuk persetujuan atau pemberian izin dari pihak yangberwenang atas penyelenggarakan kegiatan usaha yang dilakukan oleh perseorangan maupun badan. Maksud dikeluarkannya izin usaha oleh pemerintah adalah untuk memberikan pembinaan,pengarahan dan pengawasan dalam kegiatan usaha dan menjaga ketertiban dalam usaha sertamenciptakan pemerataan kesempatan berusaha Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1458/KP/XII/1984, pada tanggal 19Desember 1984 tentang Perizinan Usaha yang dijelaskan menjadi enam macam: a. Izin prinsip, yaitu persetujuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat untuk perusahaan industry. b. Izin penggunaan tanah, yaitu izin yang dikeluarkan oleh kantor agrarian Pemda setempat berkenaan dengan masalah pembebasan tanah. c. Izin Mendirikan Bangunan (IMB), yaitu izin yang dikeluarkan oleh Pemda, dalam hal ini oleh Dinas Pengawasan Pembangunan. Bangunan yang akan didirikan harus sesuai dengan gambar yang direncanakan. d. Izin gangguan/Surat Izin Tempat Usaha(SITU), yaitu izin yang dikeluarkan oleh bagian Undang-Undang Gangguan Pemda setempat. Untuk mendapatkan SITU pengusaha terlebih dahulu harus mendapat izin dari para tetangga di lingkungan tempat usaha, RT, RW, dan kelurahan setempat. e. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), yaitu surat izin yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan dan Koperasi.
  5. 5. f. Wajib Daftar Perusahaan, yaitu surat yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan, dalam hal ini adalah Kantor Wilayah Perdagangan dan Koperasi, Perindustrian, Pertanian, Pariwisata, dan sebagainya. Terdapat beberapa Aplikasi Perizinan Usaha yang dibutuhkan agar pengelolaan usaha dapatdilaksanakan dengan tertib, persainagan sehat(fair), aman dan terawasi, diantaranya sebagai berikut: 1. Akta Pendirian Usaha. Berisi profil perusahaan yang dibuat pendiri usaha dengan notaris dan disertai saksi-saksi yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat. 2. Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Untuk menyelenggarakan usaha diperlukan tempat usaha yang memadai dan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Gangguan, maka diperlukan SITU, yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. SITU harus dimiliki oleh perusahaan,baik yang berbentuk perseorangan, firma, CV, maupun perseroan terbatas. Pemerintah mengeluarkan Surat Izin Tempat Usaha untuk menjaga ketertiban, member kesempatan yang sama untuk peluang menciptakan lapangan pekerjaan dan demi terwujudnya keindahan tata kota. 3. Tanda Daftar Usaha Perdagangan. Merupakan surat tanda daftar untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan yang diberikan kepada perusahaan yang keseluruhan investasinya, di luar tanah dan bangunan bernilai sampai dengan Rp 200.000.000,-(golongan usaha kecil). Sedangkan untuk perusahaan golongan usaha menengah ke atas atau yang investasi keseluruhannya di luar tanah dan bangunan bernilai di atas Rp 200.000.000,-, untuk melaksanakan kegiatan usaha perdagangan harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). 4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). NPWP adalah suatua sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak. Setiap usaha (perusahaan) wajib mendaftarkan diri pada Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan wajib pajak. Syarat-syarat untuk memperoleh NPWP adalah: 1) fotokopi akta pendirian usaha, 2) fotokopi Surat Izin Tempat Usaha (SITU), 3) fotokopi KTP atau SIM atau paspor salah seorang pengurus,
  6. 6. 4) surat kuasa (bagi yang diwakilkan).5. Izin Usaha lainnya. Perizinan usaha lainnya yang perlu dimiliki oleh perusahaan adalah sebagai berikut. o NRP (Nomor Register Perusahaan) Syarat-syarat pengajuan NRP: - fotokopi KTP - fotokopi Akta Pendirian Usaha - fotokopi Surat Izin Usaha o NRB (Nomor Rekening Bank) Syarat-syarat pengajuan NRB: - fotokopi KTP - fontoh tanda tangan pemimpin dan bendahara - fanda bukti setoran - fembar pembentukan setoran o AMDAL (Analaisis Mengenai Dampak Lingkungan) AMDAL diperlukan untuk menjaga agar lingkungan tempat usaha bebas dari pencemaran limbah. Syarat-syarat pengajuan AMDAL: - fotokopi penanggung jawab perusahaan - fotokopi akta pendirian perusahaan - fotokopi Surat Izin Tempat Usaha - fotokopi NPWP - fotokopi NRP
  7. 7. - fotokopi denah lokasi yang menimbulkan dampak lingkungan Nomor register perusahaan disebut juga Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 2. Surat-menyurat  Pengertian Surat Surat adalah alat untuk menyampaikan informasi secara tertulis kepada pihak lain, baik atas namapribadi maupun jabatannya dalam organisasi dengan maksud tertentu. Kegiatan surat-menyuratmerupakan kegiatan yang banyak dilakukan dalam perusahaan atau kantor. Kegiatan ini dilakukanuntuk intern maupun ekstern.  Penggolongan SuratSurat digolongkan dalam beberapa golongan berikut ini. a. Surat menurut isinya: 1) Surat pribadi Surat yang isinya bersifat kekeluargaan, persahabatan dan perkenalan. 2) Surat dinas Surat yang isinya menyangkut masalah kedinasan yang dibuat oleh instansi pemerintah. 3) Surat niaga Surat yang isinya menyangkut masalah perniagaan yang dibuat oleh perusahaan atau pengelola usaha. b. Surat menurut keamanan isinya: 1) Surat sangat rahasia Surat yang isinya berhubungan dengan keamanan Negara. 2) Surat rahasia Surat yang isinya tidak boleh diketahui oleh orang lain. 3) Surat konfidensial
  8. 8. Surat yang isinya cukup diketahui oleh pejabat yang bersangkutan saja. 4) Surat biasa Surat yang tidak akan menimbulkan akibat buruk /merugikan oganisasi/pejabat yang bersangkutan.c. Surat menurut urgensinya: 1) Surat kilat Harus sampai selekas mungkin. Surat ini merupakan surat yang harus didahulukan. 2) Surat segera Surat yang harus segera ditanggapi, tetapi tidak perlu kilat. 3) Surat biasa Surat yang isinya tidak memerlukan tanggapan si penerima. Surat-menyurat dalam kegiatan usaha (bisnis) Surat niaga merupakan produk yang dominan dan penting dalam kegiatan usaha (bisnis). Adanya surat niaga ini dapat memacu munculnya penawaran dan permintaan terhadap produk, baik yang berupa barang maupun jasa. Adapun surat niaga yang sering dibuat oleh dunia usaha adalah antara lain sebagai berikut. a. Surat penawaran Surat ini berisi penawaran produk kepada pihak lain. Surat penawaran bertujuan untuk memperkenalkan produk baru atau untuk mencari pelanggan baru. b. Surat pesanan Surat pesanan adalah respons atau tanggapan positif atau surat penawaran yang telah diterima. Surat pesanan ditulis/dibuat karena adanya minat setelah membaca surat penawaran. c. Surat pengiriman barang
  9. 9. Merupakan surat yang dikirimkan bersama barang yang dipesan. Dalam surat ini ditegaskan kembali tentang macam dan jumlah barang yang dipesan beserta perincian harga.3. Pencatatan Transaksi Barang/Jasa o Penggolongan transaksi perusahaan Untuk memudahkan dalam membuat ringkasan dan penyusunan laporan keuangan , transaksi- transaksi yang sejenis atau transaksi yang mengakibatkan perubahan pada pos kas, baik itu penambahan maupun pengurangan uang kas dicatat pada perkiraan kas. Begitu pula transaksi yang mengakibatkan perubahan utang, dicatat pada perkiraan utang. Denagan demikian, akan terdapat perkiraan kas, piutang, utang, perlengkapan perlatan, dan sebagainya. o Transaksi perusahaan dan bukti transaksi Secara garis besar, kegiatan transaksi yang terjadi dapat meliputi: - Pembelian, - Pembelian Utang Usaha, - pengeluaran uang, - penjualan, - penerimaan uang. o Bukti transaksi Transaksi yang terjadi dalam perusahaan harus didukung oleh bukti-bukti transaksi yang kemudian akan dijadikan dokumen pencatatan. Selain itu, bukti transaksi juga menerangkan mengenai sifat transaksi, apakah secara tunai atau kredit. Berikut ini beberapa contoh bukti transaksi. - Kuitansi Bukti transaksi penerimaan uang untuk pembayaran sesuatu. - Cek
  10. 10. Surat perintah kepada bank dari orang yang menandatangani untuk membayarkan sejumlah uang yang tertulis dalam cek kepada pembawa atau orang yang namanya disebut dalam cek. - Bilyet Giro Surat perintah pemindahbukuan dari nasabah suatu bank kepada yang bersangkutan untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima yang namanya disebut dalam giro bilyet. - Faktur Bukti transaksi pembelian atau penjualan secara kredit. - Nota Kontan Bukti transaksi pembelian atau penjualan yang dilakukan secra kontan. - Nota Kredit/Debet Bukti transaksi penerimaan kembali barang yang telah dijual atau bukti persetujuan dari pihak penjual atas permohonan pembeli untuk pengurangan harga barang, karena sebagian rusak atau tidak sesuai pesanan. - Bukti Memo Bukti transaksi interen, berupa memo dari pejabat tertentu kepada bagian akuntansi untuk melakukan pecatatan, misalnya bukti memo untuk mencatat terjadinya utang gaji, penarikan cek, dan sebagainya.4. Pencatatan Transaksi Keuangan Transaksi keuangan adalah kejadian atau situasi yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan dan oleh karena itu harus dicatat. Transaksi dalam perusahaan harus diukur. Alat pengukur transaksi yang digunakan adalah satuan uang. Jumlah kekayaan yang dimiliki suatu perusahaan akan selalu sama dengan sumber pembelanjaan. Kekayaan disebut juga aktiva atau harta asset, sehingga dapat digambarkan seperti berikut. Aktiva = Sumber Pembelanjaan
  11. 11. Sumber pembelanjaan dapat dibagi menjadi dua, yakni dari kredator dan dari pemilik. Bagi perusahaan, diterimanya pembelanjaan dari kreditor mengakibatkan timbulnya kewajiban untuk mengembalikan. Oleh karena itu, sumber pembelanjaan dan kreditor disebut dengan kewajiban atau utang. Dari keterangan tersebut dapat digambarkan perluasan persamaannya, yaitu sebagai berikut. Aktiva = Kewajiban + Modal 5. Pajak Pribadi dan Pajak Usaha a. Pengertian Pajak Pajak adalah iuran dari rakyat untuk Negara yang wajib dibayarkan, dapat dipaksakan karenaberdasarkan undang-undang dan pemerintah tidak memberikan balas jasa secara langsung. Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam pajak terdapat ciri-ciri tertentu,diantaranya adalah: - pajak dipungut berdasarkan undang-undang, - pajak dipungut oleh pemerintah, - pajak dipergunakan untuk membiayai pengeluaran umum pemerintah, - pemungutan pajak dapat dipaksakan, - jasa timal (kontra prestasi) tidak dapat ditunjukan secara langsung. b. Pajak Penghasilan
  12. 12. Tanggal 31 Desember 1983 dikeluarkan undang-undang baru yang mengatur pajak penghasilan,yaitu UU No. 7 Tahun 1983. UU ini berlaku tahun 1984. Pada tahun 1991, UU tersebut diubah denganUU No. 7 Tahun 1991. Kemudian, tahun 1994 diubah kembali dengan UU No. 10 Tahun 1994. Dalam penjelasan UU Pajak Penghasilan disebutkan, bahwa subjek pajak meliputi berikut ini. 1) Orang pribadi (di dalam negeri atau di luar negeri). Warisan yang belum terbagisebagai satu kesatuan, menggantikan yang berhak. 2) Badan, yang terdiri dari PT, CV, BUMN, BUMD, kongsi, koperasi, yayasan, lembaga dana pension, dan badan usaha lainnya. 3) Bentuk Usaha Tetap Bentuk usaha yang digunakan oleh orang pribadi yang tidak bertempat yinggal di Indonesia atau berada di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan atau badan yang tidak didirikan dan tidak berkedudukan di Indonesia, untuk menjalankan usaha atau melakukan kegiatan di Indonesia yang dapat berupa: - tempat kedudukan manajemen, - cabang perusahaan, - kantor perwakilan, - gedung kantor, - pabrik, - bengkel, - pertambangan dan penggalian sumber alam, - perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan, - konstruksi, instalasi, dan perakitan, - agen asuransi.
  13. 13. c. Pajak Penghasilan Menurut Pasal 21 Pajak penghasilan (PPh) pasal 21 dikenakan bagi wajib pajak yang bekerja pada instansiPemerintah dan swasta di dalam negeri. Pengahasilan kena pajak dapat dihitung dengan cara penghasilanneto dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), sedangkan untuk menghitung penghasilan netoadalah penghasilan bruto dikurangi abiaya jabatan, iuran hari tua. Berikut ini adalah tarif pajak yang berlaku. 1) Untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, 2) Untuk wajib pajak Badan dalam negeri dan bentuk badan usaha tetap. 6. Membuat Pembukuan Sederhana Pembukuan sederhana adalah suatu cara pencatatan transaksi yang tidak memerlukan analisislebih dahulu. Dalam pembukuan yang sederhana, suatu transaksi terlebih dahulu dicatat secara tunggal,dalam arti tidak dicatat debet pada suatu perkiraan dan kredit pada kredit lainnya. Dengan demikian,catatan transaksi hanya merupakan informasi tentang tanggal kejadian, keterangan dan jumlah satuanuang.Kegiatan pembukuan sederhana terbatas pada kegiatan: a. pencatatan transaksi, b. penyusunan neraca, c. penyusunan rugi laba.Adapun lebih lanjut adalah sebagi berikut. a. Pencatatan Transaksi Dalam pembukuan yang sederhana, transaksi yang terjadi dalam suatu periode dicatat dalam buku-buku, antara lain seperti berikut: 1) Buku kas Buku ini berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi yang dilakukan secara tunai.
  14. 14. 2) Buku harian umum Berfungsi sebagai tempat mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam buku kas, misalnya transaksi pembelian kredit, penjualan kredit,retur pembelian,dan retur penjualan. 3) Buku pembantu (buku tambahan) Terdiri dari buku piutang untuk mencatat perubahan piutang kepada setiap debitur dan buku utang untuk mencatat perubahan utang kepada setiap kreditor.Untuk memudahkan pencarian data dari buku kas selama satu bulan, maka sebaiknya setiap bulan dibuatbuku ikhtisar kas. b. Penyusunan neraca Penyusunan neraca dilakukan untuk atats dasar data yang terdapat dalam neraca awal periode, ikhtisar buku kas, data inventaris (hasil perhitungan dan pemeriksaan akhir periode), dan buku pembantu. Unsur-unsur neraca terdiri dari berikut ini. - Harta yang berupa:  Kas  Piutang  Persediaan perlengkapan  Peralatan - Utang yang terdiri dari:  Utang per 31 Januari tahun berjalan  Utang listrik  Utang gaji - Modal Selisih antara total harta dengan total utang Harta = kewajiban + modal Harta = kewajiban + modal + pendapatan – biaya Harta + biaya = kewajiban + modal + pendapatan
  15. 15. c. Penyusunan laporan laba rugi Laba rugi dihitung dengan cara mengumpulkan data dari buku harian, dikaitkan dengan data neraca awal periode dan dat inventarisasi pada akhir periode. Untuk mengecek ketelitian perhitungan dan pencatatan laba-rugi, sebaiknya dihitung dengan dua cara berikut. 1) Membandingkan antara modal awal (per neraca awal) dengan jumlah modal akhir (dalam neraca akhir). 2) Dengan menghitung laba atau rugi secara terperinci. Hasil perhitungan ini harus sama dengan laba-rugi menurut perbandingan modal. BAB III
  16. 16. PENUTUPKesimpulan Pengertian administrasi tidak berbeda jauh dengan pengertian organisasi yaitu proses kerjasama yang di lakukan oleh sekel;ompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Namun secarasempit administrasi dilakukan untuk menunjang tercapainya tujuan usaha yang dapat diartikan sebagaikegiatan ketatausahaan yang meliputi menghimpun informasi, mengolah informasi, memperbanyak danmenggandakan data, mendistribusikan data, menyimpan/mengarsipkan data yang penting danmemusnahkannya.Saran Penulis menyadari dalam merangkum makalah ini tidak sepenuhnya sempurna, maka dari itupenulis menerima masukan dan kritik yang membangun kepada para pembaca.

×