Endokrinologi Fetus

1,567 views
1,425 views

Published on

mengenai endokrinologi fetus sejak awal kehamilan dan perkembangannya

Published in: Health & Medicine
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,567
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Endokrinologi Fetus

  1. 1. dr. Hendrik Sutopo Lidapraja 1
  2. 2. Fetus Mother Placenta Uterus
  3. 3. Fetal Endocrinology  Sistim Endokrin  Kelenjar  chemical mediators : Hormon  Jaringan Target  Sistim endokrin fetus  Hipothalamus-hipofisis Sistim  Paratiroid-kalsitonin  Endokrin pankreas 3
  4. 4. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipotalamus  Neuroendokrin  Product : GnRH, CRH, TRH, GHRH, PIH ○ Mulai terdeteksi pada 6-8 mggu  perkembangan pembuluh darah portal hipofisis- hipotalamus pada 12 minggu  Mulai 20 minggu menunjukkan irama siklus sirkardian + 24 jam  ~ signal maternal pada suprachiasmatic nucleus 4
  5. 5. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Posterior : ○ Proyeksi axonal ○ Hormon dihasilkan di hipothalamus  Hormon hipofisis posterior ○ arginine vasopressin (AVP), ○ oksitosin, ○ arginine vasotocin (AVT) 5
  6. 6. Sistim hipotalamus- hipofisis Hipofisis Anterior :  Dirangsang oleh Hypothalamus  Releasing hormone  mendapat darah dari sistem portal,  berdiferensiasi mulai minggu ke 7- 16  Sel-sel hipofisis anterior  sel gonadotrof gonadotropin  sel tirotrof  TSH;  sel laktotrof  prolaktin;  sel somatotrof  GH;  sel kortikotrof  ACTH. 6
  7. 7. 7
  8. 8. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon pertumbuhan (GH) ○ mulai disintesis minggu ke 8-10, terdeteksi pada plasma janin minggu ke 12  maksimal 20-24 mgg  lalu menurun ○ Growth factors are peptides or proteins that serve as key regulators of cell proliferation and differentiation. ○ Direct biologic role of pituitary GH in the fetus is unknown? 8
  9. 9. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon pertumbuhan (GH) ○ GHRH  GH ↑; ○ Maturation hypothalamic-pituitary : Somatostatin  GH ↓ ○ GH & somatostatin  induces the production of IGF-I and IGF-II in liver and others fetal tissue direct effects on somatic growth and proliferation of many tissues and cell types. 9
  10. 10. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon pertumbuhan (GH)  Placental GH, HPL, PRL and nutritional factors may regulate maternal IGF-I levels during pregnancy  tidak melewati plasenta  but greater Placenta  Placental ○ Placental GH is not detected in the fetus, ○ HPL stimulates IGF-I and IGF-II production  Local IGFs and IGFBPs are of prime importance in fetal and placental growth 10
  11. 11. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon pertumbuhan (GH) ○ During pregnancy, circulating levels of IGFs rise in maternal serum and significantly in fetal serum. ○ Trimester 3  fetal serum IGF-I concentrations steadily increase, correlating  peak fetal weight gain. 11
  12. 12. 12
  13. 13. 13
  14. 14. Plasma levels of human placental lactogen (hPL) during pregnancy (+ 2 S.D.) Danger zone! (fetus)
  15. 15. 16
  16. 16. 17
  17. 17. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Gonadotropin ○ FSH dan LH telah ditemukan sejak kehamilan 9 mgg ○ Jumlahnya tergantung sifat pulsatil GnRH  pulsatile release (critical range) ○ Feedback : Ultrashort, short, long feedback 18
  18. 18. Gonadotropin  SRY  regulator male sex determinant  the pituitary gonadotroph is responsive to hypothalamic GnRH  gonadotropin release in the fetus  gonadotroph secretes LH and FSH at 5 to 7 weeks gestation  Gonadotropins  for growth and normal function of the differentiated gonad  Mencapai puncaknya pada 25 to 29 weeks gestation in female fetuses 35 to 40 weeks gestation in males.  Estrogen  inhibitory effect  Gonadotropin 20
  19. 19.  Pada janin Laki-laki  Testosteron  46 XY  SRY  r-androgen, expresi AMH  Fungsi gonadotropin (meningkat sepanjang kehamilan) ○ Produksi Testosteron  tergantung LH ○ Hormon testosteron diproduksi mulai trimester 1  continous  kemudian  sensitif ○ Pertumbuhan testes ○ Bulan ke 5-6 : Gubernaculum  penurunan testes  canalis inguinalis  sel Leydig testis : awalnya hCG plasenta  activate LH receptors  production of testosterone early in gestation  stimulasi diferensiasi organ genitalia 21
  20. 20. Peran Gonadotropin Fetus baru dimulai + minggu 12 Sebelum 12 minggu  Peran hCG plasenta 22
  21. 21. Inhibin B 23  Dihasilkan oleh plasenta & sel Sertoli  Fungsi :  Menghambat pelepasan FSH  Merusak Struktur FSH  Fungsi  Sehingga pada janin laki-laki  LH lebih berperan
  22. 22.  Pada janin perempuan,  E & P  gonadotropin meningkat sampai pertengahan kehamilan, kemudian menurun.  Janin bulan ke 4-6 banyak folikel preantral telah berkembang  Peran FSH  Aksis HPO “matang” pada akhir trimester 2.  hormon placental E & P terus konstan  ○ Pulsatilitas GnRH berubah ○ menekan aksis HPO pada janin. ○ Mekanisme feedback negatif janin sangat sensitif  Janin anencefal  ovarium kecil & hipoplasia folikel primer 24
  23. 23. 25
  24. 24. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  TSH (tirotropin) ○ Kelenjar tiroid mrpk yang pertamakali tumbuh  (uk 4 mgg) ○ Sekresi TSH responsif thd TRH pada awal trimester 3. ○ Peran Hormon Tiroid  Pertumbuhan dan maturasi jaringan (t.u SSP)  Kronotropik dan Inotropik thd jantung  Sintesis protein  Sintesis & degradasi kolesterol, Trigliserida  Suhu tubuh dan BB 26
  25. 25. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  TSH (tirotropin) ○ TSH plasma janin kadarnya meningkat sesuai umur kehamilan  T4 maksimal uk 35-40 mgg. ○ monodeiodinase (plasenta) T4  rT3; T3 T2  Mendekati aterm monodeiodinase ↓  T3 ↑ ○ Terjadi pelepasan tiba2 saat persalinan  adaptasi, termoregulatory 27
  26. 26.  FISIOLOGI Kontrol Dari Fungsi Tiroid Sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Tiroid
  27. 27.  FISIOLOGI Sintesis Hormon Tiroid Dalam Folikel Tiroid
  28. 28. Perubahan Relatif Dari Fungsi Tiroid dan Maternal Selama Hamil
  29. 29. 31
  30. 30. 32
  31. 31. 33
  32. 32. 34
  33. 33.  Affect on pregnancy  Fetal thyrotoxicosis ○ Tachycardia, growth retardation, advanced bone age, craniosynostosis, and occasionally death. ○ In the event the fetus is thyrotoxic and the mother is euthyroid the mother may be treated with levothyroxine.  Fetal Hypothyroid : ○ jaundice, lethargy, feeding difficulties, myxedema, hypothermia, growth retardation, and progressive developmental delay and IQ deterioration 35
  34. 34. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Adrenocotricotropin (ACTH) ○ Respon hipofisis janin terhadap CRH, ADH  CRH dapat berasal dari hipotalamus dan plasenta ○ terdeteksi dengan pada minggu ke 10 ○ Target organ : Kelenjar Adrenal  Pertumbuhan  Fibroblast GH, Endothelial GH  Fungsi  ACTH  pada + 20 mgg  pembentukan steroid adrenal. 36
  35. 35. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Adrenocotricotropin (ACTH) ○ kelenjar adrenal janin (FETAL ZONE) kortisol & aldosteron.  Kortisol adrenal  2/3 dari seluruh kortisol janin, ○ Fungsi Adrenal Janin  produk inaktif  DHEAS  bahan baku estriol bagi placenta  Cortisol  80% dioksidasi dalam jaringan janin atau plasenta  cortisone (relatively inactive) 37
  36. 36. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Adrenocotricotropin (ACTH) ○ Fungsi kortisol  Persiapan menghadapi kehidupan ekstra uterin/stress,  Pneumosit II  surfactant  pematangan paru  Meningkatkan produksi plasenta : CRH, Oxytocin, Prostaglandin (terutama PGF) ○ Stimulasi DHEA-S  fetoplacental unit  estriol  Reseptor oxytocin , prostaglandin, gap junction 38
  37. 37. 39
  38. 38. 40
  39. 39. 41
  40. 40. Sintesis steroid adrenal  Feto-placental unit  Placenta ○ Cholesterol  progesteron ○ Janin tidak dapat melakukan konversi ini ○ Progesteron diteruskan ke janin  kelenjar adrenal  fetal zone of adrenal  Fetal Zone : ○ Konversi Progesteron  DHEA-S ○ DHEA-S kembali ke placenta  dikonversi jadi estriol 42
  41. 41. 43
  42. 42. 44
  43. 43. 45
  44. 44. Sistim hipotalamus- hipofisis  Near term : ○ Liver & paru janin  11-ketosteroid reductase  conversi cortisone janin to cortisol (aktif)  Maturation several fetal system  extrauterine survival ○ Adrenal  sekresi Aldosteron  3-4X lebig tinggi dari kadar dewasa  Fungsi ? - Peran RAA sistim tidak jelas ada janin - Persiapan neonatal 46
  45. 45. 47 CRH  “placental clock
  46. 46. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon Prolaktin ○ terdeteksi pada minggu ke 8-10. ○ Kadar prolaktin tetap rendah sampai uk 25-30 minggu  meningkat terus hingga aterm. ○ Estrogen  sintesis dan pelepasan prolaktin  kadarnya paralel dengan kadar estrogen plasma janin. ○ high circulating concentrations of estrogen and progesterone inhibit the action of prolactin on milk production. 48
  47. 47. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon Prolaktin ○ peran pada janin :  pembentukan surfactant paru,  osmoregulasi, ~ ADH  neurogenesis,  pertumbuhan kelenjar adrenal  suppression of the immune response during pregnancy,  fetal skeletal maturation. ○ PRL receptors are present in most fetal tissues  it is likely that PRL have a significant role in organ and tissue development 49
  48. 48. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon Prolaktin ○ newborn babies (males as well as females) secrete a milky substance from their nipples witch's milk  maternal prolactin 50
  49. 49. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hipofisis Anterior  Hormon Prolaktin maternal  Preparation of breast for milk production  Adaptation in maternal brain  Also produced in decidua: secreted into amniotic fluid. Effect: ○ amniotic permeability for fluids and electrolytes in fetal maternal direction. ○ Regulation of amniotic fluid and electrolyte levels. 51
  50. 50. 52
  51. 51. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  neurohipofis telah tebentuk sempurna pada janin minggu ke 10-12  Hormon disintesis dari molekul prekursor melalui konversi enzimatik  terikat dengan protein pengangkut (neurophysin)  dalam bentuk granula pada neklei  diangkut melalui sistim neural ke hipofisis 53
  52. 52. 54
  53. 53. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Ada 3 hormon peptida ○ arginine vasopressin (AVP), ○ oksitosin, dan ○ arginine vasotocin (AVT), 55
  54. 54. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Oksitosin ○ ditemukan di hipofisis pada trimester kedua kehamilan. ○ potent smooth muscle contractor ○ Stimulasi kontraksi uterus selama persalinan 56
  55. 55. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Oksitosin  Kadarnya meningkat sesuai umur kehamilan.  Awal persalinan  stimulasi peningkatan kadar oksitosin janin, sedangkan kadar oksitosin ibu hanya meningkat sedikit, peran diakhir persalinan  Diduga oksitosin janin  aktivasi sistim endokrin lain dari janin  dalam terjadinya persalinan 57
  56. 56. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Oksitosin maternal  Stimulates uterine contractions  Increased pulsatile secretion during labor.  Also produced in the uterus itself  parturition.  Essential for milk ejection during lactation. 58
  57. 57. 59
  58. 58. Prolactin and oxytocin secretion and action oxytocin prolactin
  59. 59. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Arginine vasopressin (ADH) ○ Vasopressin & Anti Diuretic Hormon  fungsi ○ ADH ditemukan sejak 12 mgg. ○ Kadarnya pada janin belum diketahui pasti. ○ A stress-responsive hormone  Bradicardia & mekonium  ADH  Bersama ~ CRH 61
  60. 60. Sistim hipotalamus- hipofisis  Hormon hipofisis posterior  Arginine vasopressin (ADH) ○ Efek antidiuretik  osmolaritas plasma, terutama konsentrasi NaCl pada cairan ○ Baroreseptor  deteksi hipovolemia or hipotensi  ADH levels  maximal urine concentration & vasokonstriksi. ○ Hypoxia janin  ADH ○ fetus contributes significantly to modulation of fluid fluxes among the maternal, fetal, and amniotic fluid compartments, 62
  61. 61. Sistim hipotalamus- hipofisis Arginine vasopressin (ADH)  Fungsi  Menjaga homeostasis cairan tubuh ○ memelihara kondisi kardiovaskular janin saat terjadi stress (persalinan!) ○ Mempertahankan supply darah organ vital  (brain, pituitary, heart, liver & adrenals)  regulating the function, proliferation and morphogenesis ○ Pada resus isoimunisasi  petunjuk stress janin. ○ Efek ~ gluconeogenesis & glycogenolysis after delivery. 63
  62. 62. Sistim hormon paratiroid- kalsitonin  Saat kehamilan, maternal paratiroid  kalsium serum maternal  active placental calcium pump  fetal serum calsium melebihi kadar maternal saat aterm  Kelenjar paratiroid janin  berkembang antara minggu ke 5-12,  diameternya 0,1 mm (minggu 14)  1-2 mm saat aterm.  Kelenjar paratiroid  hormon paratiroid  sel-sel C parafolikuler tiroid  kalsitonin. 64
  63. 63. 65
  64. 64. 66
  65. 65. Sistim hormon paratiroid- kalsitonin  Janin  Hypercalsemia state > maternal ○ kadar hormon paratiroid lebih rendah untuk menjaga kalsium pada tulang ○ kadar kalsitonin lebih tinggi   stimulasi hiperkalsemia pada janin.  konservasi dan stimulasi pertumbuhan tulang janin 67
  66. 66. 68
  67. 67. Sistim endokrin pankreas  Pankreas janin teridentifikasi pada minggu ke 4 & sel alfa dan beta sudah berdiferensiasi pada minggu ke 8-9 kehamilan1.  Pankreas menghasilkan somatostatin, insulin (sel beta) dan glukagon (sel alfa).  Sel sel beta pankreas berfungsi dari minggu ke 14-20 kehamilan,  sensistif melepaskan insulin ~ minggu ke 28  Insulin tidak melewati plasenta  independent 69
  68. 68. Glucose, other fuels, but not insulin, can cross the placenta
  69. 69.  Glukosa  di transfer transplacental  relatively stable  Simulasi sekresi insulin  late gestation  developing fetal pancreas  production of insulin↑ glucose utilization↑insulin- sensitive tissues (skeletal muscle, liver, heart, adipose tissue) increase in mass Insulin & insuline like growth factor Sistim endokrin pankreas
  70. 70.  Fetal pancreatic islet cells  relatively immature function :  Dipengaruhi Hiperglikemia kronis  hipertrofi  produksi  Akut tidak respon  Hyperinsulinemia down-regulate tidak berlaku  Efek :  IUGR inhibition of pancreatic β-cell replicationInsulin production ↓  DM maternal  hiperglikemia janin  sekresi insulin  hipertrofi sel islet janin  somatostatin  IGF Insulin & insuline like growth factor
  71. 71. mother placenta fetus pancreasinsulin glucose Fetal growth poorly controlled diabetes mellitus: + (macrosomia)
  72. 72. 74
  73. 73. 75 The endocrine system is an orchestrated network of ductless glands
  74. 74. Fetus Mother Placenta Uterus Kesimpulan
  75. 75. 77

×