Your SlideShare is downloading. ×
0
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Kls xi bab 3 keterbukaan & keadilan dalam kehidupan berbangsa & bernegara

39,944

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • Sikap positif selanjutnya adalah sikap terbuka dan jujur, seseorang tidak mungkin meraih keberhasilan dengan cara mempunyai etos kerja yang tinggi kalu tidak memiliki sikap terbuka dan jujur. Karena orang yang tidak terbuka maka akan cenderung menutup diri sehingga tidak dapat bekerjasama dengan orang lain. Apalagi kalu tidak jujur maka energinya akan tersita untuk menutupi ketidakjujuran yang dilakukan. Maka Al-qur’an dan Hadis memberi apresiasi yang tinggi tehadap orang yang terbuka dan jujur.
    Buah dari keterbukaan seseorang maka akan melahirkan sikap adil. Makna yang diperkenalkan Al-qur’an bukan hanya dalam aspek hukum melainkan dalam spektrum yang luas. Dari segi kepada siapa sikap adil itu harus ditujukan Al-qur’an memberi petunjuk bahwa sikap adil dissamping kepada Allah SWT dan orang lain atau sesama makhluk juga kepada diri sendiri.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
39,944
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
848
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1.  
  • 2. 1. Analisis makna keterbukaan dalam pembangunan nasional
    • A. Makna keterbukaan dalam Pembangunan
    • Keterbukaan merupakan sikap jujur, rendah hati dan adil menerima pendapat orang lain
    • Contoh keterbukaan dalam pemerintahan :
    • a. bidang ekonomi : memberitahu ttg deflasi / inflasi
    • b. bidang hukum : penayangan koruptor
    • c. Kinerja Pemerintahan : Apakah dapat menurunkan angka kemiskinan
    • Prinsip-prinsip Keterbukaan dan Keadilan sosial :
    • 1. Asas Adil dan merata
    • artinya pembangunan nasional merupakan usaha bersama yang harus merata di semua lapisan masyarakat Indonesia
    • maksud usaha bersama : usaha pemerintah & masyarakat
    • merata : a. di semua masyarakat : tidak ada diskriminasi
    • b. di semua daerah : pelaksanaan pembangunan merata
  • 3.
    • 2. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan keselarasan dalam Perikehidupan
    • Pembangunan seimbang antara dunia & akhirat, dan materiil dan spiritual
    • B. Ciri-ciri Kebijaksanaan Negara
    • menurut David Easton, Pembuat kebijaksanaan negara yaitu : para tetua adat, ketua suku, eksekutif, legislator, hakim , administrator & para monarki.
    • Kebijakan adalah tindakan-tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh pejabat-pejabat pemerintah yang bukan merupakan keputusan yang berdiri sendiri
    • Contoh kebijaksanaan :
    • a. bidang hukum : membuat UU Pornografi & Pornoaksi
    • b. bidang ekonomi : mengendalikan inflasi, mengatur perdagangan, subsidi BBM, BLT
  • 4.
    • Bentuk Kebijakan :
    • a. negatif :
    • pemerintah tidak melakukan tindakan apapun dalam suatu masalah
    • b. positif :
    • kebijakan negara yang dibuat berlandaskan hukum dan kewenangan tertentu
  • 5. c. Kebijakan negara yang berbasis Keterbukaan
    • Fisterbusch (1983), membagi kebaikan publik (public good) dalam 5(lima) unsur:
    • a. keamanan (security)
    • b. hukum & ketertiban umum (law
      • and order)
    • c. keadilan (justice)
    • d. kebebasan (liberty)
    • e. kesejahteraan (welfare)
  • 6. Pedoman dalam mengorganisasikan masyarakat dan merumuskan kebijakan publik
    • Prinsip pertama : setiap orang mempunyai hak yang sama
    • Prinsip kedua: mencegah ketimpangan sosial dan ekonomi, yaitu dg :
    • a. manfaat sebesar-besarnya bagi yang tidak beruntung di masyarakat
    • b. kesempatan terbuka bagi semua orang
  • 7. B. DAMPAK PENYELENGGARAAN PEMERINTAH YANG TDK TRANSPARAN
    • I. Akibat penyelenggaraan pemerintah yang tidak transparan
    • a. Faktor-faktor penyebab terjadinya penyelenggaraan pemerintah yang tidak transparan :
    • 1. Nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya bangsa tidak dijadikan sumber etika berbangsa & bernegara
  • 8.
    • 2. Pancasila sbg ideologi negara
    • ditafsirkan sepihak oleh penguasa
    • 3. Konflik sosial budaya krn kemajemukan budaya & agama
    • tdk dikelola dg baik
    • 4. Hukum dijadikan sbg alat penguasa
    • 5. Perilaku ekonomi yg KKN
    • 6. Sistem politik yg otoriter
  • 9. b. Upaya Pencegahan terhadap penyelenggaraan pemerintah yang tidak transparan
    • Diberlakukannya UU No.28 Tahun 1999 ttg penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
    • Penyelenggara negara yaitu :
    • a. pejabat negara pd lembaga tertinggi negara
    • b. pejabat negara pd lembaga tinggi negara
  • 10.
    • c. Menteri
    • d. Gubernur
    • e. Hakim
    • f. Pejabat negara yg lain sesuai dg ketentuan undang-undang yg berlaku
    • g. Pejabat lain yang memiliki fungsi strategis
  • 11. C. Sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
    • I. Sikap positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
    • a. Kondisi yang diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara :
    • 1. Terwujudnya nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya sbg sumber etika dan moral
  • 12.
    • 2. Terwujudnya sila persatuan
    • Indonesia
    • 3. Terwujudnya penyenggara negara
    • yg mampu memahami dan
    • mengelola kemajemukan bangsa
    • secara baik dan adil
    • 4. Terwujudnya demokrasi yg
    • menjamin hak dan kewajiban
    • masyarakat
    • 5. Terselenggara otonomi daerah secara adil
  • 13.
    • 6.Pulihnya kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara negara dan antara sesama masyarakat
    • 7.Peningkatan profesionalisme dan pulihnya citra TNI & Kepolisian
    • 8.Terbentuknya sumber daya manusia Indonesia yg berkualitas & mampu bekerja sama & berdaya saing
  • 14. b. Arah kebijakan Nasional yang Transparan
    • Menjadikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya sebagai sumber etika
    • Menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka
    • Meningkatkan kerukunan sosial antara pemeluk agama & kelompok masyarakat
    • Menegakkan supremasi hukum dan perundang-undangan secara konsistendan bertanggung jawab
    • Meningkatkan kemakmuran & kesejahteraan masyarakat
  • 15. 2. SIKAP POSITIF TERHADAP UPAYA PENINGKATAN JAMINAN KEADILAN
    • A. KONSEP KEADILAN
    • 1. Menurut Aristoteles
      • a. Keadilan Komutatif
      • : perlakuan terhadap seseorang dengan tidak melihat jasa-jasanya
      • Contoh : seorang veteran mencuri motor, dihukum lamanya seperti pencuri motor yang lain
      • b.Keadilan Distributif
      • : Perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasanya
      • Contoh : seorang veteran mencuri motor, dihukumannya lamanya dikurangi tidak seperti pencuri motor yang lain
      • c. Keadilan Kodrat Alam
      • : memberi sesuatu sesuai dengan yang diberikan oleh orang lain
      • Contoh : Soraya mentraktir Haifa siomay, lain kali Haifa mentraktir Soraya Siomay juga
  • 16.
    • d. Keadilan Konvensional
    • Seorang warga negara mentaati peraturan perundang-undangan
    • contoh: Warga negara mentaati peraturan lalu lintas
    • e. Keadilan Perbaikan
    • Seseorang berusaha memulihkan nama baik orang lain
  • 17.
    • 2. Teori Keadilan menurut Plato
    • a. Keadilan Moral
    • memberikan perlakuan yang seimbang (selaras) antara hak dan kewajiban
    • Contoh : Guru kewajibannya mengajar, haknya mendapatkan gaji
    • b. Keadilan Prosedural
    • mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yg telah ditetapkan
    • Contoh : Semua siswa yang terlambat wajib lari keliling lapangan 10x ( Tidak ada pengecualian, meskipun anak dari Kepala Sekolah atau Ketua Yayasan)
  • 18.
    • 3. Keadilan menurut Thomas Hobbes
      • Suatu perbuatan dikatakan adil apabila di dasarkan perjanjian-perjanjian tertentu, seseorang berbuat berdasarkan perjanjian yang disepakati
      • Prof. Dr. Notonegoro : keadilan legalitas atau keadilan hukum, yaitu suatu keadaan dikatakan adil jika sesui dengan ketentuan hukum yang berlaku

×