Your SlideShare is downloading. ×
0
BAB 1 KELAS XI BUDAYA POLITIK
A. Pengertian Budaya Politik: Persepsi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan pe...
Ruang lingkup Budaya Politik menurut ALMOND DAN POWEL <ul><li>1.  Orientasi individu dari pengetahuan </li></ul><ul><li>2....
BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA <ul><li>Budaya politik Parokial (Parochial Political Culture): t...
Tipe budaya politik di Indonesia, disebabkan oleh faktor-faktor: <ul><li>Keragaman masyarakat Indonesia </li></ul><ul><li>...
Perbedaan Budaya Politik <ul><li>Budaya Politik Parokial - Kaula </li></ul><ul><li>Loyalitas sentimetial </li></ul><ul><li...
C. Sosialisasi Politik dalam  Pengembangan Budaya Politik <ul><li>Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, ya...
Definisi Partisipasi Politik <ul><li>Norman H. Nie dan Sidney Verba </li></ul><ul><li>dalam Handbook of Political Science,...
<ul><li>2. Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice: Partisipasi In Developing Countries, mengemukakan...
Bentuk Partisipasi <ul><li>1.  Ramlan Surbakti </li></ul><ul><li>a. Partisipasi aktif : mencakup kegiatan warga negara unt...
QUIZ I KELAS XI <ul><li>a. Apa yang dimaksud dengan pengertian budaya politik ? </li></ul><ul><li>b. Apa yang dimaksud den...
<ul><li>Partisipasi pasif : antara lain berupa kegiatan mentaati peraturan pemerintah, menerima, dan melaksanakan setiap k...
<ul><li>c. Gladiator : orang yang secara aktif terlibat dalam proses politik, sebagai komunikator dengan tugas khusus meng...
<ul><li>b. Partisipasi kolektif adalah partisipasi yang berwujud kegiatan warga negara yang dilakukan serentak dan dimaksu...
<ul><li>Miriam Budiardjo mengemukakan partisipasi dalam bentuk piramida : </li></ul><ul><li>Menyimpang :  </li></ul><ul><l...
<ul><li>5.Samuel Huntington dan Joan Nelson mengemukakan bentuk partisipasi sebagai berikut : </li></ul><ul><li>a. Kegiata...
<ul><li>Mencari koneksi (contacting) </li></ul><ul><li>merupakan tindakan perorangan yang ditujukan kepada penguasa untuk ...
D. BUDAYA POLITIK PARTISIPAN <ul><li>Budaya politik partisipan tidak bisa lepas dari demokrasi yang sehat.Sikap perbuatan ...
<ul><li>2. Membina dan membiasakan sikap perilaku demokrasi, kekeluargaan, musyawarah, saling mengalah, tolerasi, dan teng...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bab 1 kelas xi budaya politik

44,656

Published on

Ringkasan PKn Bab 1 Kelas XI

Published in: Education
5 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
44,656
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
919
Comments
5
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bab 1 kelas xi budaya politik"

  1. 1. BAB 1 KELAS XI BUDAYA POLITIK
  2. 2. A. Pengertian Budaya Politik: Persepsi warga negara yang diaktualisasikan dalam pola sikap terhadap masalah politik dan peristiwa politik <ul><li>Ciri-ciri masyarakat politik menurut Robert E.Ward : </li></ul><ul><li>1. Organisasi pemerintah yang beraneka ragam </li></ul><ul><li>2. Kadar intergritas yang tinggi dalam struktur pemerintah </li></ul><ul><li>3. Besarnya peranan prosedur-prosedur rasional dan sekuler dalam putusan politik </li></ul><ul><li>4. Deras, luas dan tingginya efektifitas keputusan-keputusan politik dan administrasi </li></ul><ul><li>5. Meluas serta efektifnya rasa identifikasi rakyat terhadap sejarah, tanah air dan kepribadian nasional negaranya </li></ul><ul><li>6. Luas minat dan partisipasi masyarakat pada sistem politik </li></ul><ul><li>7. Alokasi peranan-peranan politik didasarkan pada prestasi dari pada kedudukan sosial </li></ul><ul><li>8. Pelaksanaan ketentuan-ketentuan juridis dan peraturan umum </li></ul>
  3. 3. Ruang lingkup Budaya Politik menurut ALMOND DAN POWEL <ul><li>1. Orientasi individu dari pengetahuan </li></ul><ul><li>2. Orientasi dipengaruhi perasaan keterlibatan, keterikatan ataupun penolakan </li></ul><ul><li>3. Orientasi bersifat menilai terhadap objek dan peristiwa politik </li></ul>
  4. 4. BUDAYA POLITIK YANG BERKEMBANG DALAM MASYARAKAT INDONESIA <ul><li>Budaya politik Parokial (Parochial Political Culture): terbatas pada wilayah yang sempit, bersifat kedaerahan,biasanya pendidikan dasar </li></ul><ul><li>Budaya politik Kaula (Subject Political Culture) : anggota masyarakat memiliki minat, perhatian dan mungkin kesadaran terhadap system politik secara keseluruhan biasanya pendidikan menengah </li></ul><ul><li>Budaya politik partisipan (Participant political Culture) : anggota masyarakat menyadari betul hak dan kewajibannya, biasanya pendidikan diploma ke atas. </li></ul>
  5. 5. Tipe budaya politik di Indonesia, disebabkan oleh faktor-faktor: <ul><li>Keragaman masyarakat Indonesia </li></ul><ul><li>Masyarakat politik Parokial-Kaula disebabkan oleh isolasi budaya luar, pengaruh penjajahan, feodalisme, paternalistik dan primordial </li></ul><ul><li>Sifat ikatan primordial memiliki ciri sentiment kedaerahan, kesukuan dan keagamaan </li></ul><ul><li>Budaya politik yang mengikuti sifat paternalistik dan primordial </li></ul><ul><li>e. Dilema modernisasi dengan tradisi masyarakat </li></ul>
  6. 6. Perbedaan Budaya Politik <ul><li>Budaya Politik Parokial - Kaula </li></ul><ul><li>Loyalitas sentimetial </li></ul><ul><li>Kultus </li></ul><ul><li>Pengabdian </li></ul><ul><li>Emosional-irasional </li></ul><ul><li>Hierarki </li></ul><ul><li>Wali </li></ul><ul><li>Dukungan </li></ul><ul><li>Mobilisasi </li></ul><ul><li>Marah </li></ul><ul><li>Budaya Politik Partisipan </li></ul><ul><li>Kalkulasi </li></ul><ul><li>Pertimbangan </li></ul><ul><li>Transaksi </li></ul><ul><li>Rasional </li></ul><ul><li>Keselarasan </li></ul><ul><li>Mandataris </li></ul><ul><li>Pertanggungjawaban </li></ul><ul><li>Partisipasi </li></ul><ul><li>Melawan </li></ul>
  7. 7. C. Sosialisasi Politik dalam Pengembangan Budaya Politik <ul><li>Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut : </li></ul><ul><li>1. Pendidikan Politik </li></ul><ul><li>Suatu proses dialog antara pemberi dan penerima pesan, misalnya : Sekolah, pemerintah, dan partai politik </li></ul><ul><li>2. Indoktrinasi Politik </li></ul><ul><li>Proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai, norma dan simbol yang dianggap pihak yang berkuasa, melalui berbagai forum pengarahan yang penuh paksaan psikologis, dan latihan penuh disiplin. </li></ul>
  8. 8. Definisi Partisipasi Politik <ul><li>Norman H. Nie dan Sidney Verba </li></ul><ul><li>dalam Handbook of Political Science, Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang legal, yang sedikit banyak langsung bertujuan mempengaruhi seleksi pejabat-pejabat negara dan atau tindakan-tindakan yang diambil oleh mereka. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>2. Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dalam No Easy Choice: Partisipasi In Developing Countries, mengemukakan bahwa Partisipasi politik adalah kegiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi, untuk mempengaruhi pembuatan keputusan pemerintah. </li></ul><ul><li>Herbert Mc Closky </li></ul><ul><li>Dalam International Encyclopedia of The Social Science, partisipasi politik sebagai kegiatan sukarela dari warga masyarakat dengan cara mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum. </li></ul>
  10. 10. Bentuk Partisipasi <ul><li>1. Ramlan Surbakti </li></ul><ul><li>a. Partisipasi aktif : mencakup kegiatan warga negara untuk mengajukan usul mengenai suatu kebijakan umum, mengajukan alternatif kebijakan umum yang berbeda dengan kebijakan pemerintah, mengajukan kritik dan saran perbaikan untuk meluruskan saran kebijaksanaan, membayar pajak, dan ikut serta dalam kegiatan pemerintah. </li></ul>
  11. 11. QUIZ I KELAS XI <ul><li>a. Apa yang dimaksud dengan pengertian budaya politik ? </li></ul><ul><li>b. Apa yang dimaksud dengan primordial ? </li></ul><ul><li>Sosialisasi politik dapat dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sebagai berikut : a………… b. ……………… </li></ul><ul><li>Beri contoh masing-masing </li></ul><ul><li>3. a. Apa yang dimaksud dengan Budaya politik Partisipan ?, tulis satu contoh orang yang masuk dlm budaya partisipan ! </li></ul><ul><li>b. Apa yang dimaksud dengan budaya politik kaula, tulis satu contoh pekerjaannya ? </li></ul><ul><li>a. Tuliskan dua contoh peristiwa politik ! </li></ul><ul><li>b. Apa yang dimaksud dengan feodalisme ? </li></ul><ul><li>5. Apa yang dimaksud besarnya peranan prosedur-prosedur rasional dan sekuler dalam putusan politik </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Partisipasi pasif : antara lain berupa kegiatan mentaati peraturan pemerintah, menerima, dan melaksanakan setiap keputusan pemerintah. </li></ul><ul><li>Milbrath dan Goel, kategori partisipasi : </li></ul><ul><li>a. Apatis : orang yang menarik diri dari proses politik </li></ul><ul><li>b. Spektator : orang yang setidak-tidaknya pernah ikut dalam pemilihan umum. </li></ul><ul><li>untuk menghubungi penguasa </li></ul>
  13. 13. <ul><li>c. Gladiator : orang yang secara aktif terlibat dalam proses politik, sebagai komunikator dengan tugas khusus mengadakan kontak tatap muka, aktivitas partai dan pekerja kampanye, serta aktivis masyarakat. </li></ul><ul><li>Pengkritik : orang-orang yang berpartisipasi dalam bentuk yang tidak konvensional </li></ul><ul><li>Muller : bentuk partisipasi politik berdasarkan jumlah pelakunya, yaitu : </li></ul><ul><li>a. partisipasi individual adalah partisipasi yang berwujud kegiatan seperti menulis surat yang berisi tuntutan atau keluhan kepada pemerintah. </li></ul>
  14. 14. <ul><li>b. Partisipasi kolektif adalah partisipasi yang berwujud kegiatan warga negara yang dilakukan serentak dan dimaksudkan memengaruhi penguasa seperti kegiatan dalam pemilihan umum. </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Miriam Budiardjo mengemukakan partisipasi dalam bentuk piramida : </li></ul><ul><li>Menyimpang : </li></ul><ul><li> pembunuhan politik, </li></ul><ul><li>pembajak, teroris </li></ul><ul><li> Aktivis : pejabat umum, pejabat </li></ul><ul><li> partai sepenuh waktu, pim. Kelompok </li></ul><ul><li> kepentingan </li></ul><ul><li>Partisipan : petugas kampanye, aktif dlm partai/ </li></ul><ul><li>kelompok kepentingan, aktif dlm proyek-proyek sosial </li></ul><ul><li>Pengamat : mengahadiri rapat umum, anggota kelompok </li></ul><ul><li>kepentingan, usaha meyakinkan orang, memberikan suara dalam </li></ul><ul><li>pemilu, mendiskusikan masalah politik, perhatian pada perkembangan </li></ul><ul><li>politik, perhatian pada perkembangan politik </li></ul><ul><li>Orang yang apatis </li></ul>
  16. 16. <ul><li>5.Samuel Huntington dan Joan Nelson mengemukakan bentuk partisipasi sebagai berikut : </li></ul><ul><li>a. Kegiatan Pemilihan : sumbangan2 untuk kampanye, bekerja dalam pemilihan dan mencari dukungan bagi seorang calon </li></ul><ul><li>b. Lobbying : usaha perorangan/ kelompok untuk menghubungi penguasa-pengusa pemerintah </li></ul><ul><li>c. Kegiatan Organiasasi </li></ul><ul><li>partisipasi anggota atau pejabat dalam organisasi yang tujuan utamanya adalah mempengaruhi pemerintah </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Mencari koneksi (contacting) </li></ul><ul><li>merupakan tindakan perorangan yang ditujukan kepada penguasa untuk manfaat beberapa orang </li></ul><ul><li>Tindakan kekerasan (violence) </li></ul><ul><li>tindakan untuk mempengaruhi tindakan pemerintah dengan menimbulkan kerugian fisik. </li></ul>
  18. 18. D. BUDAYA POLITIK PARTISIPAN <ul><li>Budaya politik partisipan tidak bisa lepas dari demokrasi yang sehat.Sikap perbuatan yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: </li></ul><ul><li>1. Menghindari sikap angkuh, mau menang sendiri, mementingkan diri dan kelompok, adu kekuatan, keras kepala, ekstrem dan meremehkan orang lain </li></ul>
  19. 19. <ul><li>2. Membina dan membiasakan sikap perilaku demokrasi, kekeluargaan, musyawarah, saling mengalah, tolerasi, dan tenggang rasa. </li></ul><ul><li>S E L E S A I </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×