MODEL-MODEL PEMBELAJARANMODEL-MODEL PEMBELAJARAN
1.1. MODEL PEMBELAJARANMODEL PEMBELAJARAN
KONTEKSTUALKONTEKSTUAL
2.2. MOD...
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)
• Pembelajaran Kontekstual adalah konsepPembelaja...
LANDASAN FILOSOFISMODELLANDASAN FILOSOFISMODEL
PEMBELAJARAN KONTEKSTUALPEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
::
1.1. CTL mencerminkan k...
Landasan filosofi CTL adalahLandasan filosofi CTL adalah
• konstrukkonstruktivtivismeisme artinyaartinya filosofi belajarf...
KOMPONEN PEMBELAJARANKOMPONEN PEMBELAJARAN
KONTEKSTUALKONTEKSTUAL
1.1. KonstruktivismeKonstruktivisme
2.2. InkuiriInkuiri
...
POLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUALPOLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
• Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanak...
LanjutanLanjutan
bb Seorang guru IPS, meminta kelompok untukSeorang guru IPS, meminta kelompok untuk
menentukan pembicaraa...
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARANLANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KONTEKSTUALKONTEKSTUAL
1.1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan ...
CIRI KELAS YANG MENGGUNAKANCIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN
PENDEKATAN KONTEKSTUALPENDEKATAN KONTEKSTUAL
1.1. Pengalaman nyataP...
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARANLANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
KONTEKSTUALKONTEKSTUAL
1.1. Memilih temaMemilih tema
2.2. Menentu...
COLLABORATIVECOLLABORATIVE
LEARNING MODELLEARNING MODEL
COLLABORATIVE LEARNINGCOLLABORATIVE LEARNING
 Kerja Sama Dua orang atau lebihKerja Sama Dua orang atau lebih
 Memecahkan...
COLABORATIVE LEARNINGCOLABORATIVE LEARNING
Dua unsur pentingDua unsur penting
 Ada tujuan yang samaAda tujuan yang sama
d...
KETERGANTUNGANKETERGANTUNGAN
DIBANTU DENGAN CARADIBANTU DENGAN CARA
Memberi tugas peran khusus anggota sbb :Memberi tugas...
BENTUK-BENTUK BELAJARBENTUK-BENTUK BELAJAR
COLLABORATIVECOLLABORATIVE
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONSSTUDENT TEAMS ACH...
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD)STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD)
Lima langkah pokok:Lima langkah pokok:
...
MODELMODEL
PEMBELAJARANPEMBELAJARAN
KOOPERATIFKOOPERATIF
PEMBELAJARAN KOOPERATIFPEMBELAJARAN KOOPERATIF
• Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaranPembelajaran kooper...
CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIFCIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF
1.1. Saling ketergantungan positifSaling ketergantungan...
Keuntungan Penggunaan PembelajaranKeuntungan Penggunaan Pembelajaran
KooperatifKooperatif
1.1. Meningkatkan kepekaan dan k...
TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIFTEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF
A.A. Metode STAD (StudentMetode STAD (Student TeamsTeams Achi...
B. Metode JigsawB. Metode Jigsaw
Dikembangkan oleh Slavin dkkDikembangkan oleh Slavin dkk
Langkahnya :Langkahnya :
• Kelas...
LANJUTANLANJUTAN
• Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembaliPara siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali
ke kel...
Metode lain yang bisa digunakan dalamMetode lain yang bisa digunakan dalam
pembelajaran Kooperatif:pembelajaran Kooperatif...
PEMBELAJARANPEMBELAJARAN
QUANTUM TEACHINGQUANTUM TEACHING
PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHINGPEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING
• Proses pembelajaran quantum teachingProses pembelajaran quant...
Pembelajaran yang kurang berhasilPembelajaran yang kurang berhasil
disebabkan tiga hal al :disebabkan tiga hal al :
1.1. P...
DASAR TEORI QUANTUMDASAR TEORI QUANTUM
TEACHINGTEACHING
QuantumQuantum  BermaknaBermakna
• Pembelajaran quantum merupaka...
Karakteristik Umum Pembelajaran QuantumKarakteristik Umum Pembelajaran Quantum
• Berpangkal pada psikologi kognitifBerpang...
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARANPRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN
QUANTUMQUANTUM
1.1. Bawa dunia mereka ke dalam dunia kitaBawa dun...
TEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUMTEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUM
• Peta konsep menunjukkan penanganan ide-idePeta konsep menunjukkan...
TEKNIK MEMORITEKNIK MEMORI
a.a. Melatih imajinasiMelatih imajinasi
b.b. Teknik rantaian kataTeknik rantaian kata
c.c. Tekn...
MODELMODEL
PEMBELAJARAN TEMATIKPEMBELAJARAN TEMATIK
Untk kelas I - IIIUntk kelas I - III
PEMBELAJARAN TEMATIKPEMBELAJARAN TEMATIK
• PEMBELAJARAN TEMATIK ADALAHPEMBELAJARAN TEMATIK ADALAH
PEMBELAJARAN BERDASARKAN...
RASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIKRASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIK
• MENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANGMENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJ...
KEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIKKEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIK
• PEMBELAJARAN LEBIH MUDAHPEMBELAJARAN LEBIH MUDAH
MEMAHAMI...
STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIKSTRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK
• MEMILIH TEMAMEMILIH TEMA
• MENENTUKAN KONSEP KUNCIMENENTUKAN ...
CONTOH PERKEMBANGAN KONSEPCONTOH PERKEMBANGAN KONSEP
• TEMA : ZAT CAIRTEMA : ZAT CAIR
• ZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUA...
Beberapa benda
Larut
Zat Cair
Zat cair dpt
Dimanfaatkan dg
berbagai cara
Zat cair dpt
Dituangkan dr
suatu wadah
ke wadah l...
BERBAGAI MODEL-MODELBERBAGAI MODEL-MODEL
PEMBELAJARAN YANG LAINPEMBELAJARAN YANG LAIN
• Model KonstruktivismeModel Konstru...
MODEL KONSTRUKTIVISMEMODEL KONSTRUKTIVISME
Landasan TeoriLandasan Teori
• Siswa mengkonstruksi idea berdasarkanSiswa mengk...
Model Pemecahan Masalah/StudiModel Pemecahan Masalah/Studi
KasusKasus
TujuanTujuan
• Mengembangkan kemampuan analisis &Men...
LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH
• Pendahuluan : orientasi pada masalahPendahuluan : orientasi pada masalah
• Kegiatan inti ...
MODEL JIGSAWMODEL JIGSAW
• Landasan Teori : belajar kolaboratif danLandasan Teori : belajar kolaboratif dan
aktif, mhsakti...
MODEL PEMBELAJARAN KREATIFMODEL PEMBELAJARAN KREATIF
DAN PRODUKTIFDAN PRODUKTIF
• Landasan Teori : Belajar aktif,Landasan ...
LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH
• ORIENTASIORIENTASI
• EKSPLORASIEKSPLORASI
• INTERPRETASIINTERPRETASI
• RE-KREASIRE-KREASI
MODEL LATIHANMODEL LATIHAN
KETRAMPILANKETRAMPILAN
• Tujuan : Menguasai keterampilan tertentuTujuan : Menguasai keterampila...
MODEL BERMAIN PERANMODEL BERMAIN PERAN
a.a. Tujuan :Tujuan :
Menghayati situasi tertentu danMenghayati situasi tertentu da...
MODEL BERMAIN PERANMODEL BERMAIN PERAN
LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH
• Menyajikan dan membahasMenyajikan dan membahas
sit...
TUGAS KELOMPOKTUGAS KELOMPOK
• Pilih satu kemampuan & topik yang akanPilih satu kemampuan & topik yang akan
dicapai / disa...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Model model-pembelajaran1

4,022
-1

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,022
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
244
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model model-pembelajaran1

  1. 1. MODEL-MODEL PEMBELAJARANMODEL-MODEL PEMBELAJARAN 1.1. MODEL PEMBELAJARANMODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUALKONTEKSTUAL 2.2. MODEL PEMBELAJARANMODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFKOOPERATIF 3.3. MODEL PEMBELAJARAN KUANTUMMODEL PEMBELAJARAN KUANTUM 4.4. MODEL PEMBELAJARAN TEMATIKMODEL PEMBELAJARAN TEMATIK 5.5. MODEL PEMBELAJARAN PAMODEL PEMBELAJARAN PAIIKEMKEM 6.6. MODEL PEMBELAJARANMODEL PEMBELAJARAN COLABORATIVECOLABORATIVE
  2. 2. MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL)MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (CTL) • Pembelajaran Kontekstual adalah konsepPembelajaran Kontekstual adalah konsep pembelajaran yang mendorong guru untukpembelajaran yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan danmenghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorongsituasi dunia nyata siswa. Dan juga mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yangsiswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dalam kehidupandimilikinya dan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.mereka sehari-hari.
  3. 3. LANDASAN FILOSOFISMODELLANDASAN FILOSOFISMODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUALPEMBELAJARAN KONTEKSTUAL :: 1.1. CTL mencerminkan konsep salingCTL mencerminkan konsep saling bergantungan.bergantungan. 2.2. CTL mencerminkan prinsip deferensiasiCTL mencerminkan prinsip deferensiasi 3.3. CTL mencerminkan prinsipCTL mencerminkan prinsip pengorganisasian diripengorganisasian diri
  4. 4. Landasan filosofi CTL adalahLandasan filosofi CTL adalah • konstrukkonstruktivtivismeisme artinyaartinya filosofi belajarfilosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidakyang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harushanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benakmengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak bisamereka sendiri. Pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan harus utuh.dipisah-pisahkan harus utuh. • KonstrukKonstruktivtivisme berakar pada filsafatisme berakar pada filsafat pragmatisme yang digagas oleh Johnpragmatisme yang digagas oleh John Dewey pada awalDewey pada awal abadabad ke 20 yaituke 20 yaitu filosofifilosofi belajar yang menekankan kepadabelajar yang menekankan kepada pengembangan minat dan pengalamanpengembangan minat dan pengalaman siswasiswa
  5. 5. KOMPONEN PEMBELAJARANKOMPONEN PEMBELAJARAN KONTEKSTUALKONTEKSTUAL 1.1. KonstruktivismeKonstruktivisme 2.2. InkuiriInkuiri 3.3. BertanyaBertanya 4.4. Masyarakat belajarMasyarakat belajar 5.5. PemodelanPemodelan 6.6. RefleksiRefleksi 7.7. PenilaianPenilaian
  6. 6. POLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUALPOLA /SKENARIO PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL • Pembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TKPembelajaran kontekstual dapat dilaksanakan dari TK  SDSD  SMTPSMTP  SMTA dan PT.SMTA dan PT. Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas :Contoh-contoh pengkaitan dalam CTL di kelas : Di kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswaDi kelas yang sudah tinggi para guru mendorong siswa untuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritisuntuk membaca, menulis dan berpikir dengan cara kritis dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan-dengan meminta mereka untuk fokus pada persoalan- persoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakatpersoalan kontroversial di lingkungan atau masyarakat (misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan(misalnya melakukan penelitian di perpustakaan, melakukan survey lapangan dan mewawancarai pejabatsurvey lapangan dan mewawancarai pejabat))..
  7. 7. LanjutanLanjutan bb Seorang guru IPS, meminta kelompok untukSeorang guru IPS, meminta kelompok untuk menentukan pembicaraan tamu/narasumbermenentukan pembicaraan tamu/narasumber untuk menjelaskan hal yang sedang ditelitiuntuk menjelaskan hal yang sedang diteliti  tentang …….tentang ……. c.c. Di suatu kelas yang membahas tentangDi suatu kelas yang membahas tentang pariwisata siswa diminta untuk membahas potensipariwisata siswa diminta untuk membahas potensi pariwisata di wilayahnya dari berbagai sudutpariwisata di wilayahnya dari berbagai sudut pandang dan ide-idenya.pandang dan ide-idenya. d.d. Menyuruh anak mengadakan simulasi mengenaiMenyuruh anak mengadakan simulasi mengenai kejadian-kejadian yang memicu perang dunia II,kejadian-kejadian yang memicu perang dunia II, pecahnya G 30 S PKI, dll.pecahnya G 30 S PKI, dll. e.e. Seorang guru matematika memberi tugas padaSeorang guru matematika memberi tugas pada siswa tentang kegiatan di masa datang carasiswa tentang kegiatan di masa datang cara menabung untuk masa pensiun.menabung untuk masa pensiun.
  8. 8. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARANLANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUALKONTEKSTUAL 1.1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermaknaKembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dandengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri dan mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.mengkonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. 2 .2 . Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. 3.3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. 4.4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok)Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompok) 5.5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. 6.6. Lakukan refleksi di akhir penemuanLakukan refleksi di akhir penemuan.. 7.7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.
  9. 9. CIRI KELAS YANG MENGGUNAKANCIRI KELAS YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUALPENDEKATAN KONTEKSTUAL 1.1. Pengalaman nyataPengalaman nyata 2.2. Kerjasama saling menunjangKerjasama saling menunjang 3.3. Gembira belajar dengan bergairahGembira belajar dengan bergairah 4.4. Pembelajaran terintegrasiPembelajaran terintegrasi 5.5. Menggunakan berbagai sumberMenggunakan berbagai sumber 6.6. Siswa aktif dan kritisSiswa aktif dan kritis 7.7. Menyenangkan tidak membosankanMenyenangkan tidak membosankan 8.8. Sharing dengan temanSharing dengan teman 9.9. Guru kreatifGuru kreatif
  10. 10. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARANLANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KONTEKSTUALKONTEKSTUAL 1.1. Memilih temaMemilih tema 2.2. Menentukan konsep-konsep yang dipelajariMenentukan konsep-konsep yang dipelajari 3.3. Menentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftarMenentukan kegiatan –kegiatan untuk investigasi konsep-konsep terdaftar 4.4. Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram)Menentukan mata pelajaran terkait(dalam bentuk diagram) 5.5. Mereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkaitMereviu kegiatan-kegiatan & mata pelajaran yang terkait 6.6. Menentukan urutan kegiatanMenentukan urutan kegiatan 7.7. Menyiapkan tindak lanjutMenyiapkan tindak lanjut
  11. 11. COLLABORATIVECOLLABORATIVE LEARNING MODELLEARNING MODEL
  12. 12. COLLABORATIVE LEARNINGCOLLABORATIVE LEARNING  Kerja Sama Dua orang atau lebihKerja Sama Dua orang atau lebih  Memecahkan masalah BersamaMemecahkan masalah Bersama  Mencapai Tujuan TertentuMencapai Tujuan Tertentu
  13. 13. COLABORATIVE LEARNINGCOLABORATIVE LEARNING Dua unsur pentingDua unsur penting  Ada tujuan yang samaAda tujuan yang sama diskusi menentukan strategi,keputusandiskusi menentukan strategi,keputusan bersama,persoalan milik bersamabersama,persoalan milik bersama  Ketergantungan yang positif anggota berhasil bilaKetergantungan yang positif anggota berhasil bila seluruh anggota bekerja samaseluruh anggota bekerja sama
  14. 14. KETERGANTUNGANKETERGANTUNGAN DIBANTU DENGAN CARADIBANTU DENGAN CARA Memberi tugas peran khusus anggota sbb :Memberi tugas peran khusus anggota sbb :  PengamatPengamat  PengklarifikasiPengklarifikasi  PerekamPerekam  PendorongPendorong Pecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untukPecah tugas menjadi sub-sub tugas yang diperlukan untuk melengkapi keberhasilan tugasmelengkapi keberhasilan tugas
  15. 15. BENTUK-BENTUK BELAJARBENTUK-BENTUK BELAJAR COLLABORATIVECOLLABORATIVE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONSSTUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD):(STAD):  Sajian DosenSajian Dosen  Diskusi Kelompok siswaDiskusi Kelompok siswa  Tes/Kuis/Silang tanya antar kelompokTes/Kuis/Silang tanya antar kelompok  Penguatan dosenPenguatan dosen
  16. 16. STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD)STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) Lima langkah pokok:Lima langkah pokok:  Presentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quisPresentasi guru,perhatian cermat siswa, membantu quis  Tim (kelompok):Tim (kelompok):  Fungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baikFungsi utama :membantu anggota mengerjakan quis dengan baik  Anggota mengerjakan SST yang terbaik untuk timAnggota mengerjakan SST yang terbaik untuk tim  Presentasi Dosen satu atau dua pereodePresentasi Dosen satu atau dua pereode  Satu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individualSatu atau dua periode praktek kelompok,ada quis individual  Siswa tidak diijinkan saling bantuSiswa tidak diijinkan saling bantu
  17. 17. MODELMODEL PEMBELAJARANPEMBELAJARAN KOOPERATIFKOOPERATIF
  18. 18. PEMBELAJARAN KOOPERATIFPEMBELAJARAN KOOPERATIF • Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaranPembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untukyang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untukbekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.mencapai tujuan belajar. Konsep Pembelajaran KooperatifKonsep Pembelajaran Kooperatif • Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah,Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar.asih dan asuh, sehingga tercipta masyarakat belajar. • Siswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesamaSiswa tidak hanya belajar dari guru tetapi juga dari sesama siswa.siswa.
  19. 19. CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIFCIRI-CIRI PEMBELAJARAN KOOPERATIF 1.1. Saling ketergantungan positifSaling ketergantungan positif 2.2. Interaksi tatap mukaInteraksi tatap muka 3.3. Akuntabilitas individualAkuntabilitas individual 4.4. Keterampilan menjalin hubungan antarKeterampilan menjalin hubungan antar pribadi.pribadi.
  20. 20. Keuntungan Penggunaan PembelajaranKeuntungan Penggunaan Pembelajaran KooperatifKooperatif 1.1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosialMeningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial 2.2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap,Memungkinkan para siswa saling belajar mengenal sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan- pandanganpandangan 3.3. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosialMemudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial 4.4. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egoisMenghilangkan sifat mementingkan diri sendiri/egois 5.5. Meningkatkan rasa saling percaya kerpada sesamaMeningkatkan rasa saling percaya kerpada sesama manusiamanusia
  21. 21. TEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIFTEKNIK PEMBELAJARAN KOOPERATIF A.A. Metode STAD (StudentMetode STAD (Student TeamsTeams Achievement Division) untuk mengajarkanAchievement Division) untuk mengajarkan kepada siswa baik verbal maupun tertulis.kepada siswa baik verbal maupun tertulis. Langkah-Langkah :Langkah-Langkah : 1.1. Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok.Siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok. 2.2. Tiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian salingTiap anggota menggunakan lembar kerja akademik kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab ataumembantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusidiskusi antar anggota timantar anggota tim.. 3.3. Tiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahuiTiap minggu atau 2 minggu guru mengevaluasi untuk mengetahui penguasaan materipenguasaan materi yang telah diberikanyang telah diberikan.. 4.4. Tiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadapTiap siswa dan tiap tim diberi skor atas penguasaannya terhadap materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.materi, yang meraih prestasi tinggi diberi penghargaan.
  22. 22. B. Metode JigsawB. Metode Jigsaw Dikembangkan oleh Slavin dkkDikembangkan oleh Slavin dkk Langkahnya :Langkahnya : • Kelas dibagi menjadi beberapa timKelas dibagi menjadi beberapa tim/kelompok/kelompok anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen.anggotanya 5-6 yang karakteristiknya heterogen. • Bahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswaBahan yang disajikan bentuk teks, tiap siswa bertanggung jawab mempelajari.bertanggung jawab mempelajari. • Setiap kelompok mempunyai tugas dan tanggungSetiap kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebutjawab mengkaji bagiannya. Bila berkumpul disebut kelompok pakar.kelompok pakar.
  23. 23. LANJUTANLANJUTAN • Para siswa yang ada dalam kelompok pakar kembaliPara siswa yang ada dalam kelompok pakar kembali ke kelompok semula untuk mengajar anggota baruke kelompok semula untuk mengajar anggota baru mengenai materi yang dipelajari dalam kelompokmengenai materi yang dipelajari dalam kelompok pakar.pakar. • Setelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswaSetelah diadakan pertemuan dan diskusi para siswa dievaluasi secara individual mengenai bahan yangdievaluasi secara individual mengenai bahan yang pernah di pelajari.pernah di pelajari. • Pemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalamPemberian skor diberikan / dilakukan seperti dalam metode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan olehmetode STAD. Nilai tertinggi diberi penghargaan oleh guru.guru. Contoh-contoh bisa dibaca di buku.Contoh-contoh bisa dibaca di buku.
  24. 24. Metode lain yang bisa digunakan dalamMetode lain yang bisa digunakan dalam pembelajaran Kooperatif:pembelajaran Kooperatif: 1.1.Metode G (Group Investigation)Metode G (Group Investigation) 2.2.Metode StrukturalMetode Struktural 3.3.Dua Tinggal Dua TamuDua Tinggal Dua Tamu 4.4.Keliling KelompokKeliling Kelompok 5.5.Kancing GemerincingKancing Gemerincing
  25. 25. PEMBELAJARANPEMBELAJARAN QUANTUM TEACHINGQUANTUM TEACHING
  26. 26. PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHINGPEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING • Proses pembelajaran quantum teachingProses pembelajaran quantum teaching intinya pembelajaran yang menyenangkan,intinya pembelajaran yang menyenangkan, kreatif tidak membosankan.kreatif tidak membosankan. Kalau semua itu tidak tercapai, guru harusKalau semua itu tidak tercapai, guru harus ganti strategi dengan menggunakan multiganti strategi dengan menggunakan multi media, sehingga membuat pembelajaranmedia, sehingga membuat pembelajaran lebih efektif, proses belajar saat ini bolehlebih efektif, proses belajar saat ini boleh dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif,dikatakan aktif, partisipatif, konstruktif, komunikatif dan berorientasi pada tujuan.komunikatif dan berorientasi pada tujuan.
  27. 27. Pembelajaran yang kurang berhasilPembelajaran yang kurang berhasil disebabkan tiga hal al :disebabkan tiga hal al : 1.1. Perkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagaiPerkembangan kebutuhan dan aktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan hasilbidang kehidupan selalu meninggalkan hasil kerja lembaga pendidikan /kerja lembaga pendidikan / →→ kemajuan di luarkemajuan di luar lebih pesat.lebih pesat. 2.2. Pandangan dan temuan-temuan baru dariPandangan dan temuan-temuan baru dari berbagai bidang tentang pembelajaran danberbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuat paradigma, falsafah danpengajaran membuat paradigma, falsafah dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang inimetodologi pembelajaran yang ada sekarang ini tidak cocok lagi.tidak cocok lagi. 3.3. Berbagai permasalahan dan kenyataan negatifBerbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentang hasil pembelajaran menuntuttentang hasil pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma,diupayakannya pembaharuan paradigma, falsafah dan metodologi pengajaran.falsafah dan metodologi pengajaran.
  28. 28. DASAR TEORI QUANTUMDASAR TEORI QUANTUM TEACHINGTEACHING QuantumQuantum  BermaknaBermakna • Pembelajaran quantum merupakan ramuanPembelajaran quantum merupakan ramuan atau rakitan dari berbagai teori atauatau rakitan dari berbagai teori atau pandangan psikologi kognitif danpandangan psikologi kognitif dan pemrograman neorologi yang jauhpemrograman neorologi yang jauh sebelumnya sudah ada dikaitkan dengansebelumnya sudah ada dikaitkan dengan penemuan empiris sehingga terjadipenemuan empiris sehingga terjadi keseimbangan antara otak kiri dan otakkeseimbangan antara otak kiri dan otak kanan yang pada dasarnya anak itukanan yang pada dasarnya anak itu mempunyai kecerdasan ganda.mempunyai kecerdasan ganda.
  29. 29. Karakteristik Umum Pembelajaran QuantumKarakteristik Umum Pembelajaran Quantum • Berpangkal pada psikologi kognitifBerpangkal pada psikologi kognitif • BersifatBersifat HumanistisHumanistis bukan positivistis-empirisbukan positivistis-empiris • Siswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian.Siswa sebagai pebelajar menjadi pusat perhatian. • Lebih bersifat pada konstruktivistisLebih bersifat pada konstruktivistis • Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutuMemusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna.dan bermakna. • Sangat menekankan pada pencapaianSangat menekankan pada pencapaian pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi. • Sangat menekankan kealamiyahan dan kewajaranSangat menekankan kealamiyahan dan kewajaran proses pembelajaran.proses pembelajaran.
  30. 30. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARANPRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUMQUANTUM 1.1. Bawa dunia mereka ke dalam dunia kitaBawa dunia mereka ke dalam dunia kita dan antarkan dunia kita ke dalam duniadan antarkan dunia kita ke dalam dunia merekamereka 2.2. Berlaku prinsip permainan orkestraBerlaku prinsip permainan orkestra simponi.simponi. 3.3. Harus berdampak bagi terbentuknyaHarus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.keunggulan.
  31. 31. TEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUMTEKNIK PEMBELAJARAN QUANTUM • Peta konsep menunjukkan penanganan ide-idePeta konsep menunjukkan penanganan ide-ide pikiran sebagai sasaran dalam bentuk grafis.pikiran sebagai sasaran dalam bentuk grafis. Langkah peta konsep :Langkah peta konsep : Contoh :Contoh : Sebaran Sumber Daya Air Siklus Hidrologi Sumber Daya Air Kualitas Air Perairan Laut Perairan Darat
  32. 32. TEKNIK MEMORITEKNIK MEMORI a.a. Melatih imajinasiMelatih imajinasi b.b. Teknik rantaian kataTeknik rantaian kata c.c. Teknik plesetan kataTeknik plesetan kata d.d. Sistem pasak lokasiSistem pasak lokasi e.e. Teknik Akrostik (jembatan keTeknik Akrostik (jembatan keledailedai))
  33. 33. MODELMODEL PEMBELAJARAN TEMATIKPEMBELAJARAN TEMATIK Untk kelas I - IIIUntk kelas I - III
  34. 34. PEMBELAJARAN TEMATIKPEMBELAJARAN TEMATIK • PEMBELAJARAN TEMATIK ADALAHPEMBELAJARAN TEMATIK ADALAH PEMBELAJARAN BERDASARKAN TEMAPEMBELAJARAN BERDASARKAN TEMA UNTUK MEMPELAJARI SUATU MATERIUNTUK MEMPELAJARI SUATU MATERI GUNA MENCAPAI KOMPETENSIGUNA MENCAPAI KOMPETENSI TERTENTUTERTENTU.. • TEMA ADALAH SUATU BIDANG YANGTEMA ADALAH SUATU BIDANG YANG LUAS, YANG MENJADI FOKUSLUAS, YANG MENJADI FOKUS PEMBAHASAN DALAM PEMBELAJARANPEMBAHASAN DALAM PEMBELAJARAN • TOPIK ADALAH BAGIAN DARI TEMA /TOPIK ADALAH BAGIAN DARI TEMA / SUB TEMASUB TEMA • JENIS TEMA : INTRA DISCIPLINARY DANJENIS TEMA : INTRA DISCIPLINARY DAN INTER DISCIPLINARYINTER DISCIPLINARY
  35. 35. RASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIKRASIONAL PEMBELAJARAN TEMATIK • MENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANGMENYAJIKAN PENDEKATAN BELAJAR YANG BERMAKNABERMAKNA • TEMA MEMBERIKAN KERANGKA BERPIKIRTEMA MEMBERIKAN KERANGKA BERPIKIR UNTUK MENEMUKAN KAITAN ANTAR BIDANGUNTUK MENEMUKAN KAITAN ANTAR BIDANG STUDISTUDI • MENGAJAR DENGAN TEMA SEBAGAI SUATUMENGAJAR DENGAN TEMA SEBAGAI SUATU CARA UNTUK MELAKUKAN KETERPADUANCARA UNTUK MELAKUKAN KETERPADUAN • KECENDERUNGAN MENEMUKAN KAITANKECENDERUNGAN MENEMUKAN KAITAN DALAM PEMBELAJARAN YANGDALAM PEMBELAJARAN YANG DIORGANISASIKAN SECARA TEMATIKDIORGANISASIKAN SECARA TEMATIK
  36. 36. KEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIKKEUNGGULAN PEMBELAJARAN TEMATIK • PEMBELAJARAN LEBIH MUDAHPEMBELAJARAN LEBIH MUDAH MEMAHAMI APA & MENGAPA MEREKAMEMAHAMI APA & MENGAPA MEREKA BELAJARBELAJAR • HUBUNGAN ANTARA KONTEN &HUBUNGAN ANTARA KONTEN & PROSES LEBIH JELASPROSES LEBIH JELAS • MEMPERCEPAT TRANSFER KONSEPMEMPERCEPAT TRANSFER KONSEP LINTAS BIDANG STUDILINTAS BIDANG STUDI • BELAJAR SECARA MENDALAM DANBELAJAR SECARA MENDALAM DAN MELUASMELUAS • PENGGUNAAN WAKTU EFEKTIFPENGGUNAAN WAKTU EFEKTIF • MENGEMBANGKAN SIKAP POSITIFMENGEMBANGKAN SIKAP POSITIF
  37. 37. STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIKSTRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK • MEMILIH TEMAMEMILIH TEMA • MENENTUKAN KONSEP KUNCIMENENTUKAN KONSEP KUNCI • MENENTUKAN KEGIATAN-KEGIATAN UNTUKMENENTUKAN KEGIATAN-KEGIATAN UNTUK INVESTIGASI KONSEP-KONSEPINVESTIGASI KONSEP-KONSEP • MENENTUKAN BIDANG STUDI / BIDANGMENENTUKAN BIDANG STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN MANA YG DIGUNAKANPENGEMBANGAN MANA YG DIGUNAKAN SEBAGAI BAG. KEGIATANSEBAGAI BAG. KEGIATAN • REVIU KEGIATAN & BID-BID STUDI / BIDANGREVIU KEGIATAN & BID-BID STUDI / BIDANG PENGEMBANGAN YANG BERKAITANPENGEMBANGAN YANG BERKAITAN • MENGORGANISASI BAHAN-BAHAN UNTUKMENGORGANISASI BAHAN-BAHAN UNTUK MEMUDAHKAN DISTRIBUSI & PENGGUNAANMEMUDAHKAN DISTRIBUSI & PENGGUNAAN • MENENTUKAN URUTAN KEGIATAN YANGMENENTUKAN URUTAN KEGIATAN YANG DISAJIKAN DI KELASDISAJIKAN DI KELAS • DISKUSI TINDAK LANJUTDISKUSI TINDAK LANJUT
  38. 38. CONTOH PERKEMBANGAN KONSEPCONTOH PERKEMBANGAN KONSEP • TEMA : ZAT CAIRTEMA : ZAT CAIR • ZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUATUZAT CAIR DAPAT DITUANGKAN DARI SUATU WADAH KE WADAH YANG LAINWADAH KE WADAH YANG LAIN • ZAT CAIR MENGAMBIL BENTUK SEPERTIZAT CAIR MENGAMBIL BENTUK SEPERTI WADAHNYAWADAHNYA • ZAT CAIR DAPAT DIKELOMPOKKAN MENURUTZAT CAIR DAPAT DIKELOMPOKKAN MENURUT CIRI-CIRINYACIRI-CIRINYA • BBEEBERAPA ZAT CAIR LEBIH KENTAL DARI PADABERAPA ZAT CAIR LEBIH KENTAL DARI PADA YANG LAINYANG LAIN • ADA BENDA YANG LARUT DALAM ZAT CAIR DANADA BENDA YANG LARUT DALAM ZAT CAIR DAN ADA YANG TIDAKADA YANG TIDAK
  39. 39. Beberapa benda Larut Zat Cair Zat cair dpt Dimanfaatkan dg berbagai cara Zat cair dpt Dituangkan dr suatu wadah ke wadah lain Beberapa zat Cair lbh Kental daripada Yg lain Zat cair Mengambil bentuk seperti wadahnya Zat cair dpt Dikelpokkan Menurut ciri-cirinya 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa IPS 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa 1. Sains 2. Matematik 3. Bahasa
  40. 40. BERBAGAI MODEL-MODELBERBAGAI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG LAINPEMBELAJARAN YANG LAIN • Model KonstruktivismeModel Konstruktivisme • Model Pemecahan Masalah/Studi KasusModel Pemecahan Masalah/Studi Kasus • Model JigsawModel Jigsaw • Model Kreatif & ProduktifModel Kreatif & Produktif • Model Latihan KeterampilanModel Latihan Keterampilan • Model Simulasi & Bermain PeranModel Simulasi & Bermain Peran • DllDll
  41. 41. MODEL KONSTRUKTIVISMEMODEL KONSTRUKTIVISME Landasan TeoriLandasan Teori • Siswa mengkonstruksi idea berdasarkanSiswa mengkonstruksi idea berdasarkan pengalaman dan interaksi dpengalaman dan interaksi dnng sumber belajarg sumber belajar • Hasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagaiHasil belajar dapat ditampilkan dengan berbagai cara.cara. Langkah :Langkah : • Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea,Orientasi, Penggalian Idea, Restrukturisasi Idea, Aplikasi Idea, Reviu, MembandingkanAplikasi Idea, Reviu, Membandingkan
  42. 42. Model Pemecahan Masalah/StudiModel Pemecahan Masalah/Studi KasusKasus TujuanTujuan • Mengembangkan kemampuan analisis &Mengembangkan kemampuan analisis & memecahkan masalah/mengambilmemecahkan masalah/mengambil keputusankeputusan • Topik nyata dalam kehidupan yangTopik nyata dalam kehidupan yang mempersyaratkan pemecahan masalahmempersyaratkan pemecahan masalah • Evaluasi : proses kelompok & hasilEvaluasi : proses kelompok & hasil pemecahan masalahpemecahan masalah
  43. 43. LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH • Pendahuluan : orientasi pada masalahPendahuluan : orientasi pada masalah • Kegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yangKegiatan inti :Sajikan kasus (peristiwa yang mengandung masalah untuk bahanmengandung masalah untuk bahan diskusi/analisis)diskusi/analisis) • Pecahkan kasus dalam kelompok / secaraPecahkan kasus dalam kelompok / secara individualindividual • Kegiatan penutup : Menindaklanjuti hasilKegiatan penutup : Menindaklanjuti hasil kelompok / individukelompok / individu
  44. 44. MODEL JIGSAWMODEL JIGSAW • Landasan Teori : belajar kolaboratif danLandasan Teori : belajar kolaboratif dan aktif, mhsaktif, mhsww dapat belajar dari temandapat belajar dari teman • Topik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopikTopik : dapat dipecah menjadi 2-4 subtopik • Tujuan : menanamkan konsep melalui kerjaTujuan : menanamkan konsep melalui kerja samasama • Langkah : kelas dibagi menjadi kelompokLangkah : kelas dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-8 orang.yang terdiri dari 3-8 orang.
  45. 45. MODEL PEMBELAJARAN KREATIFMODEL PEMBELAJARAN KREATIF DAN PRODUKTIFDAN PRODUKTIF • Landasan Teori : Belajar aktif,Landasan Teori : Belajar aktif, konstruktivistik, kolaboratif dan kreatifkonstruktivistik, kolaboratif dan kreatif • Tujuan : Kemampuan memahamiTujuan : Kemampuan memahami informasi, memecahkan masalah &informasi, memecahkan masalah & dampak pengiring, kerja sama, disiplin,dampak pengiring, kerja sama, disiplin, mandiri.mandiri. • Topik : dari bidang sosial, IPA, bahasaTopik : dari bidang sosial, IPA, bahasa • Evaluasi : proses dan hasilEvaluasi : proses dan hasil
  46. 46. LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH • ORIENTASIORIENTASI • EKSPLORASIEKSPLORASI • INTERPRETASIINTERPRETASI • RE-KREASIRE-KREASI
  47. 47. MODEL LATIHANMODEL LATIHAN KETRAMPILANKETRAMPILAN • Tujuan : Menguasai keterampilan tertentuTujuan : Menguasai keterampilan tertentu (intelektual, sosial, motorik)(intelektual, sosial, motorik) Bentuk :Bentuk : • Teori-praktek (situasi nyata)Teori-praktek (situasi nyata) • SimulasiSimulasi • Bermain peranBermain peran
  48. 48. MODEL BERMAIN PERANMODEL BERMAIN PERAN a.a. Tujuan :Tujuan : Menghayati situasi tertentu danMenghayati situasi tertentu dan bertindak sesuai dengan situasibertindak sesuai dengan situasi tersebut.tersebut. bb. Topik :. Topik : Masalah dalam kehidupan sehari-Masalah dalam kehidupan sehari- hari.hari.
  49. 49. MODEL BERMAIN PERANMODEL BERMAIN PERAN LANGKAH-LANGKAHLANGKAH-LANGKAH • Menyajikan dan membahasMenyajikan dan membahas situasisituasi • Menyiapkan permainanMenyiapkan permainan • BermainBermain • Mengungkapkan pengalamanMengungkapkan pengalaman
  50. 50. TUGAS KELOMPOKTUGAS KELOMPOK • Pilih satu kemampuan & topik yang akanPilih satu kemampuan & topik yang akan dicapai / disajikan dalam pelatihandicapai / disajikan dalam pelatihan • Pilih model pembelajaran yg paling sesuaiPilih model pembelajaran yg paling sesuai dg kemampuan dan topik tersebut.dg kemampuan dan topik tersebut. • Susun langkah-langkah pembelajaranSusun langkah-langkah pembelajaran • Berikan alasan mengapa langkah tersebutBerikan alasan mengapa langkah tersebut dipilihdipilih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×