• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Hermeneutika
 

Hermeneutika

on

  • 5,426 views

Semua text dan simbol merupakan bentuk wujud dari keberadaan Hermeneutika

Semua text dan simbol merupakan bentuk wujud dari keberadaan Hermeneutika

Statistics

Views

Total Views
5,426
Views on SlideShare
5,426
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
261
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Hermeneutika Hermeneutika Presentation Transcript

    • HERMENEUTIKA Rintyastini Harisa Mardiana
      • Secara etimologis Hermeneutik berasal dari kata Yunani : H ermeneuein yang berarti menafsirkan, oleh karena itu kata benda dari hermenia dapat diartikan sebagai penafsiran atau interpretasi .
      • Istilah Yunani ini berhubungan dengan tokoh mitologis Hermes, utusan dewa Jupiter yang menyampaikan pesan kepada manusia. Hermes menjadi simbol seorang duta yang diberi misi tertentu.
      • Dalam presentasi ini akan ditunjukkan bahwa di dalam sejarah perkembangannya, ilmu-ilmu alam atau  natural   science  – yang berkaitan erat dengan scientific method ,  objectivity , dan  rationality  – juga melibatkan unsur-unsur hermeneutik. Dan juga membicarakan keberadaan hermeneutik dalam ilmu-ilmu alam, termasuk pergeseran paradigma Kuhn, dan diakhiri dengan uraian ringkas beberapa penemuan atau teori dalam ilmu alam yang relevan.
      • Beberapa teori dalam ilmu-ilmu alam, misalnya dalam fisika kuantum dan kosmologi, sebenarnya perupakan hasil interpretasi-interpretasi para ilmuwan yang dalam sejarahnya dapat digantikan oleh interpretasi-interpretasi baru atau yang oleh Kuhn disebut sebagai  pergeseran paradigma  dalam ilmu pengetahuan.
      • Mengapa hermeneutik ditawarkan sebagai salah satu metode penelitian dalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau ilmu sosial?  Apakah hermeneutik juga berlaku dalam ilmu-ilmu alam? Sebenarnya secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa metode penelitian ilmiah atau  scientific method  memiliki keterbatasan-keterbatasan sehingga dalam situasi dan kondisi tertentu para ilmuwan terpaksa menggunakan interpretasi untuk menjelaskan fenomena alam tertentu.
      • Ilmu pengetahuan dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial.
      • Dalam masa  Aufklarung  atau  Zaman Pencerahan  beberapa tokoh filsafat seperti Auguste Comte, Ernst Mach, dan para filsuf dalam  Vienna Circle , berpendapat bahwa tidak perlu ada perbedaan metode penelitian atau pendekatan dalam kedua kelompok ilmu pengetahuan tersebut.
      • Kesuksesan pendekatan (metode) ilmiah dalam ilmu-ilmu alam yang berhasil menjelaskan gejala-gejala alam sampai menjadi teknologi, diyakini akan dapat diperoleh juga jika diterapkan dalam ilmu-ilmu sosial. Pandangan atau aliran semacam ini disebut aliran  positivisme .
      • Dalam perkembangannya, usaha penerapan metode ilmiah ilmu-ilmu alam dalam ilmu-ilmu sosial menimbulkan masalah, bukan saja dari segi keilmuan, tetapi juga segi kemanusiaan.
      • Masalah inilah yang akhirnya memunculkan metode-metode alternatif dalam ilmu-ilmu sosial, yang salah satunya adalah  hermeneutik  
      • atau  penafsiran  atau  interpretasi .
      • Thomas Kuhn dalam bukunya  The Structure of Scientific Revolutions , 1963, menyebutkan bahwa dalam ilmu alam terjadi  revolusi , yaitu perubahan dari paradigma lama ke paradigma baru yang begitu signifikan dalam waktu yang singkat, misalnya paham  geosentris  digantikan oleh paham  heliosentris .
      •   Perubahan-perubahan yang cepat dalam ilmu-ilmu alam ini menimbulkan pertanyaan pertanyaan. Apakah teori atau pemahaman baru diartikan lebih objektif daripada teori atau pemahaman lama? Benarkah  objektivitas  masih merupakan salah satu ciri dalam ilmu alam?
      • Dalam presentasi ini, dengan bantuan beberapa contoh nyata perkembangan dalam ilmu-ilmu alam, ditunjukkan bahwa metode pendekatan hermeneutik yang sebenarnya pada awal mulanya bahkan ditujukan untuk melawan paham positivisme, juga terdapat dalam ilmu-ilmu alam.
    • Perkembangan dan Pengertian Hermeneutik
      • Istilah hermeneutik mencakup dua hal, yaitu  seni  dan  teori  tentang pemahaman dan penafsiran terhadap simbol-simbol baik yang kebahasaan maupun yang non-kebahasaan. Pada awalnya hermeneutik digunakan untuk menafsirkan karya-karya sastra lama dan kitab suci, akan tetapi dengan kemunculan aliran  romantisme  dan  idealisme  di Jerman, status hermeneutik berubah.
      • Hermeneutik tidak lagi dipandang hanya sebagai sebuah alat bantu untuk bidang pengetahuan lain, tetapi menjadi lebih bersifat filosofis yang memungkinkan adanya komunikasi simbolik. Pergeseran status ini diawali oleh pandangan Friedrich Schleiermacher dan Wilhelm Dilthey.
      • Saat ini hermeneutik tidak hanya berkisar tentang komunikasi simbolik, tetapi bahkan memiliki area kerja yang lebih mendasar, yaitu kehidupan manusia dan keberadaannya.
      • Menurut Friedrich Schleiermacher, terdapat dua tugas hermeneutik yang pada hakikatnya identik satu sama lain, yaitu  interpretasi gramatikal  dan  interpretasi psikologis .
      • Aspek gramatikal interpretasi merupakan syarat berpikir setiap orang, sedangkan aspek psikologis interpretasi memungkinkan seseorang memahami pribadi penulis.
      • Kompetensi linguistik dan kemampuan memahami dari seseorang akan menentukan keberhasilannya dalam bidang seni interpretasi. Namun, pengetahuan yang lengkap tentang kedua hal tersebut kiranya tidak mungkin, sebab tidak ada hukum-hukum yang dapat mengatur bagaimana memenuhi kedua persyaratan tersebut.
      • Schleiermacher menawarkan sebuah rumusan positif dalam bidang seni interpretasi, yaitu rekonstruksi historis , objektif dan subjektif terhadap pernyataan.
      • - Melalui  rekonstruksi objektif-historis , ia bermaksud membahas sebuah pernyataan dalam hubungannya dengan bahasa sebagai keseluruhan.
      • Melalui  rekonstruksi subjektif-historis , ia bermaksud membahas awal mula sebuah pernyataan masuk ke dalam pikiran seseorang. Schleiermacher sendiri menyatakan bahwa tugas hermeneutik adalah  memahami teks sebaik atau lebih baik daripada pengarangnya sendiri dan memahami pengarang teks lebih baik daripada memahami diri sendiri .
      • Schleiermacher menegaskan adanya masalah  hermeneutical circle  atau  lingkaran hermeneutik,  yaitu bahwa untuk memahami sebagian dari teks pembaca memerlukan pemahaman atas konteks keseluruhan teks, dan untuk memahami keseluruhan teks pembaca memerlukan interpretasi atas bagian-bagian dari teks tersebut.
      • Dengan demikian, untuk dapat memahami suatu teks pembaca memerlukan pemahaman akan sumber-sumber lain untuk membantu pemahamannya, termasuk pemahaman akan kehidupan dan minat penulis.
      • Hal ini juga memerlukan pemahaman akan konteks budaya di mana karya penulis tersebut muncul.
      • Wilhelm Dilthey (1833-1911) membedakan ilmu pengetahuan ke dalam Naturwissenschaften  atau ilmu pengetahuan tentang alam dan  Geisteswissenschaften atau ilmu pengetahuan tentang batin manusia. 
      • Perbedaan ini sangat penting karena pada kenyataannya kedua jenis ilmu pengetahuan tersebut mempergunakan metodologi atau pendekatan yang berbeda. 
      • Naturwissenschaften  atau ilmu pengetahuan tentang alam menggunakan metode ilmiah yang hasil penemuannya dapat dibuktikan dengan menggunakan metode yang sangat ketat, sedangkan  Geisteswissenschaften  atau ilmu pengetahuan tentang batin manusia atau tentang hidup tidak dapat diterapi dengan metode ilmiah seperti halnya pada  Naturwissenschaften  karena ilmu-ilmu Geisteswissenschaften  berhubungan dengan hidup manusia.
      • Dilthey menyatakan bahwa metode atau pendekatan hermeneutik merupakan dasar dari Geisteswissenschaften . Pada metode hermeneutik ketika ia mencoba memecahkan persoalan tentang bagaimana membuat segala pengetahuan tentang individu manusia menjadi ilmiah.
      • Persoalan pokok Dilthey adalah bagaimana menemukan metode lain untuk  Geisteswissenschaften  jika metode ilmiah tidak dapat digunakan.
      • Dari sinilah ia mulai melirik hermeneutik sebagai metode untuk pembahasan  Geisteswissenschaften .
      • Menurut Dilthey, terhadap perbedaan di alam kita hanya mampu “mengetahui”, sedangkan terhadap manusia kita mengunakan “pemahaman” dan “interpretasi” untuk “mengetahui” manusia.
      • Tujuan akhir dari pendekatan hermeneutik adalah kemampuan memahami penulis atau pengarang melebihi pemahaman terhadap diri kita sendiri. 
      • Seorang sejarawan yang menuliskan segala peristiwa sejarah, tidak jauh dari zaman di mana ia hidup, tidak akan mempunyai pandangan yang lebih jernih jika dibandingkan dengan sejarawan yang hidup sekian abad sesudahnya.
      • Dalam pendekatan hermeneutik, seseorang menempatkan dirinya dalam konteks ruang dan waktu, maka visinya juga mengalami berbagai macam perubahan. Ia menggunakan apa saja yang mungkin untuk ditafsirkan. Ini berbeda dengan metode ilmiah yang lebih mementingkan fenomena.
      • Pada tahun 1927, dalam karyanya  Sein und Zeit (Being and Time) , Martin Heidegger memberikan pengertian baru tentang hermeneutik.
      • Menurut Heidegger, hermeneutik bukanlah mengenai pemahaman komunikasi linguistik, juga bukan merupakan basis dari metodologi bagi ilmu-ilmu tentang kehidupan manusia atau  geisteswissenschaften , tetapi hermeneutik lebih merupakan  ontologi .
      •   Heidegger berpendapat bahwa tugas dari filsafat adalah untuk menunjukkan bagaimana subjek dapat secara rasional memberikan aturan-aturan epistemologi di mana sebuah representasi dikatakan sebagai benar atau salah. Dari suatu posisi tertentu, jalan ke konsepsi tentang kebenaran tidaklah jauh dikaitkan dengan metode yang disediakan oleh metode ilmu-ilmu alam.
      • Model yang seperti ini cenderung melupakan aspek yang paling mendasar, aspek  pre-scientific  keberadaan manusia di dunia. Inilah yang menjadi ruang lingkup kerja hermeneutik menurut Heidegger. Hermeneutik, atau yang oleh Heidegger disebut  hermeneutics of facticity , adalah apa yang oleh filsafat dijadikan hal yang paling utama.
      • Dalam bukunya yang berjudul  Truth and Method  (1960), Hans-Georg Gadamer, yang merupakan murid dari Martin Heidegger, membahas mengenai masalah hermeneutik yang dikemukakan oleh Schleiermacher dan Dilthey dengan menggunakan metode yang disajikan oleh Heidegger dalam bukunya  Being and Time .
      • Menurut Gadamer,  human sciences  selalu berusaha mendekati teks dari suatu posisi yang dijaga berjarak dari teks itu sendiri, yang disebut  alienation , yang menghapuskan ikatan-ikatan yang sebelumnya telah dimiliki oleh interpreter dengan objek yang sedang diinterpretasikan.
      • Jarak tersebut dapat diatasi dan ikatan-ikatan tersebut dapat dibangun kembali ( re-fusion ) melalui mediasi kesadaran akan efek historis ( consciousness of the effects of history ).
      • Ide dasar yang disampaikan oleh Gadamer adalah bahwa pendekatan kita terhadap sebuah fenomena historis (karya seni, karya sastra, teks, dan lain-lain) telah ditentukan lebih dulu oleh pemahaman awal ( pre-understandings ) dari interpreter-interpreter sebelumnya. Jadi, dengan melepaskan ikatan-ikatan kita sendiri terhadap objek, dan menggantinya dengan hasil interpretasi dari para interpreter sebelumnya, maka kita telah berada pada suatu  jaringan interpretasi  ( interpretational lineage ).
      • Proses efek historis antara subjek dan objek oleh Gadamer dinamakan  fusi horizon  ( fusion of horizons ).
      • Gadamer menggolongkan dialektik antara  alienation  dan  re-fusion  dalam tiga bidang lingkaran yang berbeda, yaitu  estetis ,  historis , dan  bahasa . Dalam masing-masing bidang lingkaran ini, Gadamer menyatakan bahwa kebenaran muncul dari fusi interpreter, dengan segala prasangka awal dan informasi personal yang dimilikinya.
      • Jurgen Habermas yang lahir di Gummersbach 1929 (Germany) banyak memberi gagasan tentang hermeneutik, walaupun gagasan tersebut tidak berpusat pada hermenuetik.
      • Gagasan hermeneutiknya dapat ditemukan dalam tulisannya ‘Knowledge and Human Interest’.
      • Menurut Habermas, penjelasan ‘menuntut penerapan proporsi-proporsi teoritis terhadap fakta yang terbentuk secara bebas melalui pengamatan sistematis’ (Habermas, 1972:144). Sedangkan pemahaman adalah ‘suatu kegiatan dimana pengalaman dan pengertian teoritis berpadu menjadi satu’.
      • Ia mengikuti tiga bentuk penyimpulan yang dikemukakan oleh C.S. Peirce yaitu deduksi, induksi dan abduksi (proses pembentukan hipotesis yang bersifat eksplanatoris).
      • Selain itu, Habermas menyatakan bahwa selalu ada makna yang bersifat lebih, yang tidaka dapat dijangkau interpretasi, yaitu yang terdapat di dalam hal-hal yang bersifat ‘tidak teranalisiskan’. ‘tidak dapat dijabarkan’, bahkan diluar pikiran kita. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa sebuah penjelasan menuntut penerapan proposisi-proposisi teoritis terhadap fakta yang terbentuk secara bebas melalui pengamatan sistematis.
      • Penjelasan haruslah berupa penerapan secara objektif sesuatu hukum atau teori terhadap fakta, dan pemahaman menjadi subjektifnya. 
      • Pemahaman hermenutik lebih diarahkan pada konteks tradisional tentang makna. Habermas membicarakan tentang ‘pemahaman monologis tentang makna’, yaitu pemahaman yang tidak melibatkan hubungan-hubungan faktual tetapi mencakup bahasa-bahasa ‘murni’, seperti misalnya bahasa simbol.
      • Pemahaman herneutik melibatkan tiga kelas ekspresi kehidupan yaitu lingusitik, tindakan dan pengalaman.
      • Dalam hermeneutik, penafsir mengalami dilema antara tetap objektif dan bersifat subjektif atau antara tetap subjektif dan harus menjadi objektif. Dilema ini merupakan pertanyaan ‘eksklusif linguistik atau analisis empiris’.
      • Menurut Habermas, objektivasi pemahaman hanya mungkin bila interpreter menjadi partner dalam dialog komunikatif.
      • Ini berarti interpreter harus mengadakan interaksi, sebagaimana terjadi dialog atau dialektika antara yang umum dan yang individual. Bahasa dan pengalaman, dalam logika Habermas, harus masuk ke dalam dialektik dengan tindakan.
    • 4 Jenis Tindakan menurut Jurgen Habermas
      • Dalam buku ‘The Theory of Communicative Action’   Habermas membagi tindakan menjadi empat jenis:
      • 1. Tindakan teleologis  – aktor mempertahankan tujuan khusus dan unutk mencapainya dibutuhkan sarana yang tepat dan sesuai, yaitu keputusan.
      • 2. Tindakan normatif – yang terutama tidak diarahkan pada tingkah laku aktor soliter, tetapi pada anggota-anggota kelompok sosial. Konsep pokoknya adalah pemenuhan terhadap norma.
      • 3. Tindakan dramaturgik   – konsep pokoknya adalah penampilan diri di hadapan umum atau masyarakat.
      • 4. Tindakan komunikatif – yang menunjukan kepada interaksi, dimana konsep pokoknya adalah interpretasi.
      • Habermas memasukan minat dalam hermeneutik karena menurutnya pengetahuan dan minat pada dasarnya satu.
      • Ia menyebut pengetahuan tentang manusia dengan istilah ersatz (penggantian).
      • Berdasarkan perbandingan dan kritiknya terhadap Dilthey, Habermas mengatakan bahwa ‘membuka rahasia interpretasi terhadap diri sendiri adalah tugas hermeneutik’. 
      • Habermas lebih lanjut mengatakan bahwa minat mendahului refleksi diri sesaat sesudah minat menyadari dirinya sendiri dalam daya atau kekuatan emansipasinya.
      • Habermas mencemooh model hermeneutik dari ilmu-ilmu kemanusian karena dianggapnya tidak dapat bekerja untuk interpretasi psikoanalitik. Hermeneutik memperoleh fungsinya dalam proses genesus kesadaran diri.
      • Habermas sebenarnya ingin berada di antara dua kutub metodologis yaitu di antara hermeneutik yang subjektif dan hukum-hukum sains yang objektif, untuk selanjutnya ia ingin menggabungkan kedua hal tersebut dan menerapkannya pada sains.
      • Menurut Paul Ricoeur yang mempunyai latar belakang pandangan katholik, definisi yang pasti tentang hermeneutik adalah teori pengoperasian pemahaman dalam hubungannya dengan interpretasi terhadap teks (Ricoeur, 1985:43).
      • Setiap kata merupakan sebuah simbol yang penuh dengan makna dan intensi yang tersembunyi.
      • Jadi tidaklah heran jika menurut Riceour tujuan hermeneutik adalah menghilangkan misteri yang terdapat dalam sebuah simbol dengan cara membuka selubung daya-daya yang belum diketahui dan tersembunyi di dalam simbol-simbol tersebut (Montifiore, 1983:192)
      • Salah satu sasaran yang hendak dituju oleh berbagai macam hermeneutik adalah ‘perjuangan melawan distansi kultural’, yaitu penafsir harus mengambil jarak supaya ia dapat membuat interpretasi dengan baik.
      • Jika pembahasan interpretasi hanya terbatas pada simbol-simbol maka ini menjadi terlalu sempit, Riceour kemudian memperluas definisi tersebut dengan menambahkan ‘perhatian kepada teks’. Teks sebagai penghubung bahasa isyarat dan simbol-simbol dapat membatasi ruang lingkup hermeneutik karena budaya oral dapat dipersempit.
      • Menurut Ricoeur ada tiga langkah pemahaman, yaitu yang berlangsung dari penghayatan atas simbol-simbol ke gagasan tentang ‘berpikir dari’ simbol-simbol.
      • Pemahaman yang pada dasarnya adalah ‘cara berada’ (mode of being) atau ‘cara menjadi’ hanya bisa terjadi pada tingkat pengetahuan yaitu pada teori tentang pengetahuan atau Erkenntnistheorie. 
      • 1. Langkah simbolik atau pemahaman dari simbol ke simbol,
      • 2. Langkah kedua adalah pemberian makna oleh simbol serta penggalian yang cermat atas makna,
      • 3. Langkah ketiga adalah langkah yang benar-benar filosofis yaitu berpikir dengan menggunakan simbol sebagai titik tolaknya.
      • Pemahaman yang pada dasarnya adalah ‘cara berada’ (mode of being) atau ‘cara menjadi’ hanya bisa terjadi pada tingkat pengetahuan yaitu pada teori tentang pengetahuan atau Erkenntnistheorie.