Your SlideShare is downloading. ×
0
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Asmaul husna : Al-Hakim, Al-Wakil, Al-Mukmin, Al-Adl, Al-Akhir

4,576

Published on

Semoga berkah:)

Semoga berkah:)

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,576
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
66
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ASMAUL HUSNA Kelompok 2 : • Azizah Herza Sabila (06/ X.PPB) • Dini Intan Afrida (10/ X.PPB) • Hafara Firdausi (11/ X.PPB) • Mutiara Shafiyyah Shidiqqah (17/ X.PP • Nanda Bagus Nurhidayat (19/ X.PPB) (AL-HAKIM, AL-WAKIL, AL-MUKMIN, AL-ADL, AL-AKHIR)
  • 2. AL-HAKIM (YANG MAHA BIJAKSANA)
  • 3. APA ITU “AL HAKIM”? Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana), Allah SWT adalah Maha Bijaksana karena tidak mungkin ada yang bisa melebihi kebijaksanaan-Nya. Ia yang memiliki hikmah, sifat, perbuatan dan pengetahuan yang paling utama. Dengan hikmah-Nya, Dia menebarkan kemaslahatan/ kemanfaatan/kemudahan yang lebih baik dan menghindarkan terjadinya kemudharatan/kesulitan yang lebih besar bagi makhluk-Nya.
  • 4. Allah menampakkan hikmah-Nya di balik segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi (tidak ada perbuatan-Nya yang sia-sia dan hampa dari hikmah). Dia menghamparkan berbagai hikmah-Nya agar makhluk mengenali-Nya. Tujuan Al-Hakim adalah untuk keteraturan, keseimbangan dan keberlangsungan makhluk serta alam semesta secara menyeluruh hingga waktu yang telah ditentukan-Nya. Keseluruhan pengetahuan yang membuat manusia tetap hidup merupakan anugerah dari Al Hakim. Orang yang telah diberikan hikmah-Nya
  • 5. “Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Quran dan as-sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2] : 269) DALIL NAQLI
  • 6. DALIL AQLI Allah SWT pasti memiliki sifat ini karena jika Allah tidak bersifat Maha Bijaksana maka itu hal yang mustahil, karena itu merupakan sifat yang kurang tidak mungkin Allah bersifat kurang.
  • 7. Seseorang yang meyakini Al-Hakim akan senantiasa memiliki sifat blabla. Contoh : PERILAKU Seorang mu’min harus berpikiran tajam, luas dan teliti sehingga terhindar dari segala perilaku yang merugikan.
  • 8. CERITA ZAMAN DAHULU
  • 9. AL-WAKIL (YANG MAHA PEMELIHARA/ MAHA MEWAKILI)
  • 10. APA ITU “AL WAKIL”? Al-Wakil (Yang Maha Pemelihara atau Maha Mewakili), Allah SWT menyelesaikan segala sesuatu yang diserahkan hamba-Nya tanpa membiarkan apapun terbengkalai. Allah SWT tidak memerlukan banyak pihak untuk melakukan segala hal bagi-Nya. Allah SWT berdiri sendiri tanpa bergantung pada apapun. Allah SWT disebut sebagai WAKIL TERTINGGI DAN TERPERCAYA. Itu sebabnya Allah SWT adalah Pihak yang paling bisa dipercaya untuk dipasrahi sesuatu, yang disebut Tawakkal (Berserah diri kepada Allah
  • 11. Ketentuan Bertawakkal/Berserah diri kepada Allah : Berusaha dahulu sekuat kemampuan yang ada, hasilnya baru diserahkan kepada Allah Diperlukan sikap berprasangka baik kepada Allah. Kita harus yakin bahwa keadaan yang diterima adalah jalan terbaik. Indikator keberhasilan dari berserah diri ialah tidak adanya rasa was-was, khawatir atau kecewa. “Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” Orang yang berserah diri kepada Allah SWT berarti memiliki kekayaan lebih besar dari pada kekayaan yang ada di dunia ini.
  • 12. “(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al-An’am [6] : 102) DALIL NAQLI
  • 13. Seseorang yang meyakini Al-Wakil akan senantiasa memiliki sifat tawakkal. Contoh : PERILAKU Seorang pelajar mendapatkan nilai yang kurang memuaskan ketika ujian. Padahal ia telah belajar dengan giat dan maksimal serta berdo’a dengan maksimal. Karena itu, ia akan bertawakkal kepada Allah (menyerahkan diri kepada Allah) dan melakukan instropeksi diri serta berusaha untuk belajar lebih giat lagi.
  • 14. CERITA ZAMAN DAHULU Dahulu nabi Ibrahim pernah diuji oleh Allah dengan beberapa kalimat dan didalamnya beliau meminta agar keturunannya menjadi orang-orang yang berserah diri. “Ya Tuhan kami, Jadikanlah kami kedua ini orang- orang yang berserah diri kepada Engkau, dan dari keturunan-keturunan kamipun (hendak-nya) menjadi orang-orang yang berserah diri kepada Engkau, dan tunjukkan kiranya kepada kami cara- cara kami beribadat, dan ampunilah kiranya kami, sesungguhnya Engkau adalah Maha
  • 15. AL-MU’MIN (YANG MAHA MENJAGA KEAMANAN)
  • 16. APA ITU “AL-MU’MIN”? Al-Mu’min (Yang Maha Menjaga Keamanan), setiap manusia di berikan hak untuk diberikan oleh Allah SWT hak yang sama yaitu hak keamanaan. Allah SWT akan memberikan rasa aman kepada setiap manusia yang merasa ketakutan, baik takut terhadap dirinya, agama maupun kehidupannya di dunia. rasulullah bersabda yang artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir maka berilah rasa aman kepada tetangganya dari kejahatannya"
  • 17. Kita selaku orang mu'min harus bisa memberikan keamanan kepada orang lain dari azab Allah SWT, dengan memberikan petunjuk atau hidayah dan nasihat menuju jalan Allah SWT. Makna dari sifat Al Mu'min bagi kehidupan manusia adalah orang-orang yang berada di sekitarnya merasakan tenang, damai, sejuk, sedih, ketika berada di dekatnya orang itu akan menjadi bahagia dan tenang. Hal ini di sebabkan hatinya telah dipenuhi dengan ketenangan hatinya selalu berhubungan dengan Allah SWT, dan ketinggian nilai tawakal yang dimiliki.
  • 18. “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr [59] : 23) DALIL NAQLI
  • 19. DALIL AQLI Dalam hidup ini kita pasti menginginkan rasa aman dari bencana alam ataupun dari kejahatan manusia yang ada di dunia ini, dimana lagi kita meminta kecuali kepada Allah atau Allah SWT pasti memiliki sifat maha terpercaya tidak mungkin Allah SWT bersifat khianat.
  • 20. Seseorang yang meyakini Al-Mukmin akan senantiasa memiliki sifat memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap orang disekelilingnya biasanya disebut Abdul Mu’min. Contoh : PERILAKU - Memperbanyak teman - Bergaul dengan baik dengan siapa saja - Menjauhi tawuran - Menciptakan kestabilan sosial
  • 21. CERITA ZAMAN DAHULU NABI MUHAMMAD SAW DAN SUROQOH Pada awal permulaan dakwah islam, Nabi Muhammad SAW mendapat tantangan dan rintangan yang sangat berat dari kaum kafir quraisy. Termasuk percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Suraqah. Ketika Suraqah menghunus pedangnya dimuka Rasulullah SAW seraya berkata “jika aku sekarang membunuhmu, siapa yang akan menolongmu wahai Muhammad?”. Maka Rasulullah SAW menjawab “Allah yang akan menolongku”
  • 22. Karena melihat sikap Nabi Muhammad SAW yang begitu tenang dan menucapkan kalimat tersebut tanpa beban, tulus ikhlas dari dalam lubuk hatinya, maka seketika itu juga bergetarlah hati Suraqah. Pedang di tangannya yang semula dengan kuat ia pegang, tiba- tiba terjatuh seolah-olah tiada daya. Kemudian dengan cepat Rasulullah mengambil pedang tersebut dan balik mengarahkannya kepada Suraqah seraya berkata : “jika sekarang aku yang membunuhmu, siapa yang akan menyelamatkanmu, wahai Suraqah?” maka dengan putus asa Suraqah menjawab : “Tidak ada Muhammad, kecuali jika engkau mau mengampuni kesalahanku”.
  • 23. Rasulullah SAW menjadi tersenyum mendengarnya, lalu beliau berkata “sekarang pulanglah dan jangan sekali-sekali kamu ulangi perbuatanmu itu lagi”. Mendengar jawaban yang begitu santun dan tidak terbersit pun rasa dendam, maka Suraqah pun merasa kagum dengan kepribadian Rasulullah SAW dan ajaran islam yang dibawanya. Kemudian dengan serta merta ia tunduk dihadapan Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk islam.
  • 24. AL-ADL (YANG MAHAADIL)
  • 25. APA ITU “AL-ADL”? Al-Adl (Yang Maha Adil), Allah adalah maha adil yang sangat sempurna dan mutlak keadilannya. Tiada dzat lain yang memiliki keadilan yang setara dengan Allah SWT. Dalam menentukan keadilan, Ia tidak membebani hamba-Nya, namun disesuaikan dengan kesanggupannya. Keadilan Allah SWT sangat berbeda jauh dengan keadilan manusia, yang hanya terbatas, relatif, semu, berubah-ubah dan tidak sempurna, sebab manusia berada pada tempat salah dan lupa.
  • 26. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16] : 90) DALIL NAQLI
  • 27. Seseorang yang meyakini Al-Adl akan senantiasa memiliki sifat bijak, tegas, dan adil terhadap siapapun. Contoh : PERILAKU Seorang ibu memiliki 3 orang anak, 1 perempuan dan 2 laki-laki. Ibu tersebut tidak membeda-bedakan anak- anaknya. Beliau memiliki keadilan tersendiri dalam membagi uang saku anaknya. Anaknya yang perempuan diberi uang saku Rp 20.000 karena ia sudah SMA dan kebutuhannya banyak. Sedangkan anaknya yang laki-laki cukup diberi Rp 5.000 (untuk yang kelas 6 SD) dan Rp 2.000 (untuk yang kelas 1 SD). Walau nominalnya terlihat tidak sama, namun hal ini dianggap adil karena disesuaikan dengan umur dan banyaknya kebutuhan
  • 28. CERITA ZAMAN DAHULU
  • 29. AL-AKHIR (YANG MAHAAKHIR)
  • 30. APA ITU “AL-AKHIR”? Al-Akhir (Yang Maha Akhir), Allah adalah Dzat Yang Maha Akhir, yang berarti keberadaan Dzat Allah itu tidak ada masa akhirnya dan tidak akan pernah berakhir, karena keberadaan Allah SWT itu kekal abadi.
  • 31. “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid [57] : 3) DALIL NAQLI
  • 32. PERILAKU Seseorang yang meyakini Al-Akhir akan senantiasa memiliki kontrol diri dalam kehidupannya karena dia meyakini akan adanya hari akhir dan perhitungan semua amal perbuatannya di dunia. Contoh : Tika anak yang sangat pintar di sekolahnya. Kepintarannya itu pun di seimbangi dengan akhlaknya yang bagus juga. Tika selalu taat beribadah. Tak pernah dia melewatkan sholat berjam’ah. Apabila dia mempunyai uang yang lebih dia selalu menginfakkan sebagian uangnya kepada fakir miskin. Dia juga selalu menghindari perilaku tercela, seperti mengejek, menggibah, memfitnah, berbohong, dsb.
  • 33. CERITA ZAMAN DAHULU BALASAN KAUM PEMBANGKANG Nabi Syu’aib AS adalah termasuk salah satu dari keturunan Nabi Ibrahim AS. Ia berasal dari sebuah negeri yang sangat subur dan maksmur, yaitu Madyan. Meskipun hidup dalam keadaan serba kecukupan, namun mereka telah melupakan dan melalaikan Allah SWT. Setiap hari mereka selalu menyembah berhala dan berbuat curang dalam perdagangan. Para pedagang di nnegeri itu selalu mengurangi timbangan atau takaran, sehingga merugikan para pembelinya.
  • 34. Akhirnya Allah mengutus Nabi Syu’aib AS agar berdakwah kepada mereka. Siang dan malam, Nabi Syu’aib AS selalu mengajak kaum Madyan untuk menyembah kepada Allah, namun hanya beberapa orang saja yang mau menerimanya dan mengikuti seruannya. Meskipun demikian, Nabi Syu’aib AS tetap sabar dan teguh dalam berdakwah. Akhirnya Allah memberikan hukuman kepada penduduk Madyan dengan mengirimkan petir dan gempa bumi yang sangat dahsyat, sehingga dalam sekejap negeri Madyan rata dengan tanah, dan para penduduknya pun mati dalam keadaan hina di mata Allah SWT.
  • 35. SYUKR ON

×