Tradisi tujuh hari dalam Islam
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Tradisi tujuh hari dalam Islam

on

  • 288 views

Konsep, Hukum, dan Dalil tentang Tradisi tujuh hari

Konsep, Hukum, dan Dalil tentang Tradisi tujuh hari

Statistics

Views

Total Views
288
Views on SlideShare
288
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
4
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tradisi tujuh hari dalam Islam Presentation Transcript

  • 1. TRADISI TUJUH HARI TRADISI MUSLIM ATAU HINDU?
  • 2. orang-orang salaf bersedekah makanan untuk keluarga yang baru meninggal selama 7 hari sebagai sedekahnya mayit. TRADISI SELAMATAN TUJUH HARI, BERLANGSUNG SEJAK GENERASI SAHABAT
  • 3. “Orang Mukmin diuji di alam kubur selama 7 hari, sedangkan orang munafiq diuji selama 40 hari.” TRADISI SELAMATAN TUJUH HARI, BERLANGSUNG SEJAK GENERASI SAHABAT
  • 4. “Orang Mukmin diuji di alam kubur selama 7 hari, sedangkan orang munafiq diuji selama 40 hari.” TRADISI SELAMATAN TUJUH HARI, BERLANGSUNG SEJAK GENERASI SAHABAT
  • 5. Tradisi selamatan tujuh hari berlangsun g sejak generasi sahabat sampai abad ke-10 Hijriah. TRADISI SELAMATAN TUJUH HARI, BERLANGSUNG SEJAK GENERASI SAHABAT
  • 6. Ketika al-Imam Nashr bin Ibrahim al- Maqdisi, yang terkenal zuhud, wafat pada Selasa 9 Muharram, 490 H, penduduk Damaskus membaca al-Qur’an di makamnya selama 7 hari, setiap malam 20 hataman. TRADISI MEMBACA AL-QUR’AN DI MAKAM SELAMA TUJUH HARI
  • 7. Ketika al-Imam Nashr bin Ibrahim al-Maqdisi, yang terkenal zuhud, wafat pada Selasa 9 Muharram, 490 H, penduduk Damaskus membaca al- Qur’an di makamnya selama 7 hari, setiap malam 20 hataman. TRADISI MEMBACA AL-QUR’AN DI MAKAM SELAMA TUJUH HARI
  • 8. Ketika Nabi Adam wafat, terjadi gerhana matahari dan bulan selama tujuh hari. TRADISI TUJUH HARI BERLANGSUNG SEJAK MASA NABI ADAM
  • 9. Ketika Nabi Adam wafat, seluruh makhluk menangis selama tujuh hari. TRADISI TUJUH HARI BERLANGSUNG SEJAK MASA NABI ADAM
  • 10. Ketika al-Imam Abu Ja’far al-Hasyimi, guru besar madzhab Hanbali, wafat tahun 470 H, kaum Hanabilah membaca al-Qur’an di makamnya sampai hatam 10.000 kali. TRADISI MADZHAB HANBALI
  • 11. Keluarga duka cita membuat makanan dan mengumpulkan orang untuk memakannya, bid’ah yang tidah sunnat. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 12. Keluarga duka cita membuat makanan dan mengumpulkan orang untuk memakannya, bid’ah yang makruh. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 13. Termasuk bid’ah munkarah dan makruh dilakukan, adalah membuat makanan oleh keluarga duka cita dan mengumpulkan orang untuk menyantapnya. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 14. Keluarga duka cita makruh membuat makanan untuk mengumpulkan orang berdasarkan hadits Ahmad dari Jarir bin Abdullah al-Bajali. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 15. Suguhan makanan dari keluarga duka cita seperti tradisi wahsyah, juma’ dan 40 hari adalah makruh. Bahkan jika makanan tersebut diambilkan dari mahjur atau mayit yang punya hutang, maka dihukumi haram. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 16. Ibnu Hajar al-Haitami: “Menggelar selamatan kematian, tiga hari, tujuh hari dan lainnya, jika dilakukan karena tradisi dan untuk menolak fitnah, maka diharapkan mendatangkan pahala bagi yang menggelarnya.” HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 17. Selamatan kematian yang telah menjadi ada istiadat, boleh dilakukan menurut Imam Malik, dan pandangan ini memberikan keringanan. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 18. Apabila makanan yang dihidangkan dalam selamatan kematian, kontribusi dan sumbangan dari masyarakat sekitar, maka tidak makruh HIDANGAN KEMATIAN MENURUT MADZHAB SYAFI’I
  • 19. Apabila ada keluarganya meninggal Aisyah menyuruh dibuatkan kuah tepung dicampur madu, lalu tuangkan ke bubur, dan menyuruh keluarga dan orang-orang dekatnya untuk makan. HIDANGAN KEMATIAN MENURUT SAYYIDAH AISYAH, ISTRI NABI
  • 20. Ketika akan meninggal, Khalifah Umar bin Khatthab berwasiat agar para penta’ziyah diberi makan HIDANGAN KEMATIAN MENURUT KHALIFAH UMAR BIN KHATTHAB
  • 21. Ketika akan meninggal, Khalifah Umar bin Khatthab berwasiat agar para penta’ziyah diberi makan HIDANGAN KEMATIAN MENURUT KHALIFAH UMAR BIN KHATTHAB