FILSAFAT PASCA MODERN

2,558 views
2,302 views

Published on

Hasil diskusi dari kelompok mata kuliah Filsafat 2B ilmu komunikasi 2012, FISIP - Untirta, Serang

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,558
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
45
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

FILSAFAT PASCA MODERN

  1. 1. Selasa, 29 Mei 2012Agnhessia Eka PutriAmelia OktavianyDesy SelvianiFingkan Fathasyah AlkausarHestu Subhika GarindiNurul ApriyaniSiti Fatimah Nasution
  2. 2. Istilah “postmodern” dapat pula mengacu satu era tertentu di mana kepercayaan pada modernitas (the Enlightenment belief) mulai memudar. Sebagai contoh mulai hilangnya kepercayaan masa modern, bahwa ilmu pengetahuan dapat menciptakan kemakmuran; bahwa modernitas dapat menghilangkan kemiskinan dan ketidakadilan; bahwa ilmu pengetahuan akan membawa kemajuan bagi kemanusiaan (emansipasi dan progress).
  3. 3. Kata postmodern berasal dari kata “modern” yang berarti masa kini, terbaru, baru, mutakhir, dan “post” artinya sesudah, pasca. Dengan demikian “postmodern” mengandung makna telah berakhirnya masa modern.
  4. 4.  Pemikiran Nietzsche dianggap sebagai penutup dari periode filsafat modern untuk menyongsong periode filsafat post-modern. Konsekuensi dari modernisme nyata adalah apa yang mungkin disebut oleh kaum post-modernis sebagai de-realisasi. Bagi kaum posmodernis, konsep genealogi Nietzsche juga merupakan sebuah rujukan penting. Nietzsche merupakan titik temu antara filosof postmodern dan Martin Heidegger, yang mana meditasinya atas seni dan teknologi selalu mereka kutip dan komentari.
  5. 5. Friedrich Wilhelm Nietzsche sche (1844-1900) Menurutnya manusia harus menggunakan skeptisme radikal terhadap kemampuan akal. Tidak ada yang dapat dipercaya dari akal. Terlalu naif jika akal dipercaya mampu memperoleh kebenaran. Kebenaran itu sendiritidak ada. Jika orang beranggapan dengan akal diperoleh pengetahuan atau kebenaran, maka akal sekaligus merupakan sumber kekeliruan.
  6. 6. Jacques Derrida (Aljazair, 15 Juli 1930–Paris, 9Oktober 2004) Derrida dianggap salah satu filsuf terpentingabad ke 20 dan ke 21. Istilah-ilstilah falsafinya yang terpenting adalah dekonstruksi, dan différance..
  7. 7. Pascamodern adalah sebuah kritik dari filsafatmodern yang muncul ketika akhir abad 19.Toynbee dalam A Study of History (1974)menggunakan istilah postmodern untukmenjelaskan siklus sejarah di mana dominasiBarat mulai menyusut, individualisme,kapitalisme dan kristianisme serta bangkitnyakebudayaan non-barat serta menonjolnyapluralisme dalam kebudayaan dunia sebagaiawal dari kebudayaan postmodern (Toynbee,1974, Akhyar Yusuf Lubis, 2004: 12-13).

×