Your SlideShare is downloading. ×
0
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Ilmu kealaman dasar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ilmu kealaman dasar

1,950

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,950
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
35
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ILMU KEALAMAN DASARPESAWAT TERBANG Bagus Pribadi D1C112073 Gt. Fikri Izzudin Noor D1C112006 Joel Prawira S D1C112023 M. Aulia Umar D1C112209 M. Irvan Islami D1C112062 M. Irza Haifany D1C112034 Redy Haimi Tonny D1C112060
  • 2. Pengertian Pesawat Terbang Pesawat terbang adalah pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara, istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat terbang dan helikopter.
  • 3. Sejarah Pesawat Terbang Perjalanan pesawat terbang dari awal mula terciptanya hingga sampai ke bentuk yang sekarang ini cukup panjang yaitu hampir 100 tahun lebih. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ide membuat pesawat terbang sudah ada sejak tahun 200 SM. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya gambar-gambar pada balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno. Kemudian, pada akhir tahun 1840-an, Sir George Cayley dari Inggris membuat pesawat terbang layang yang bisa mengangkut satu orang ketika mengudara setelah ditarik. Kemudian pada tahun 1890-an, seorang warga Jerman, Otto Lilienthal mengudara dengan pesawat gantole buatannya dari puncak bukit. Namun ia sendiri tewas dalam ujicoba pesawat gantole-nya pada tahun 1896.
  • 4.  Sejarah penemuan pesawat terbang dengan mesin bermula dari sebuah bengkel sepeda milik Wright Bersaudara (Wilbur Wright dan Orville Wright) di kota Dayton, negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Wright bersaudara terinspirasi dari mainan terbang yang dibelikan oleh ayahnya pada saat mereka masih kecil. Kemudian mereka mengamati burung-burung yang mereka lihat, dan mengamati bagaimana burung bisa memiringkan badannya dan terbang bebas di angkasa.
  • 5. Wilbur dan Orville Wright
  • 6.  Kemudian, pada tahun 1900-1902, mereka mengujicoba penerbangan pesawat rancangan mereka, namun tanpa mesin.Berkali-kali mereka mengalami kegagalan dalam uji coba. Wright bersaudara kemudian melakukan sejumlah eksperimen berupa pengujian bentuk sayap. Selama 2 bulan, mereka menguji sedikitnya 200 jenis sayap, hingga berhasil menemukan bentuk sayap yang cocok. Setelah berhasil menguji pesawat layangnya, Wright bersaudara kemudian membuat mesin yang khusus untuk pesawat layang mereka, hal ini diakibatkan karena mesin yang mereka inginkan tidak ada di pasaran. Mereka membuat mesin tersebut selama satu setengah bulan. Setelah berhasil membuat mesin sendiri, mereka kemudian merancang baling-baling yang dipasang pada mesin pesawat buatan mereka. Setelah selesai membuat baling-baling, mereka kemudian mengalami kendala dalam menggabungkan baling-baling dengan mesin. Atas usul adiknya, Katherine, mereka menggabungkan baling-baling dan mesin dengan menggunakan rantai sepeda. Alhasil, mereka siap mengujicobakan pesawat pertama mereka. Pada 17 Desember 1903, mereka bersiap mengujicoba pesawat bermesin pertamanya, yang mereka namai “The Flyer”. Dalam ujicoba perdana, yang berkesempatan mengendalikan adalah Orville. Pesawat diluncurkan dari lintasan rel yang mereka buat di kawasan Kitty Hawk, negara bagian North Carolina, Amerika Serikat.
  • 7. Penerbangan perdana “TheFlyer” pada 17 Desember 1903
  • 8.  “The Flyer” berhasil melakukan penerbangan pertamanya, walau pesawat hanya terbang dengan ketinggian 3 meter, jarak penerbangan hanya 36 meter dan durasi penerbangan hanya 12 detik. Namun, peristiwa itu dicatat sebagai penerbangan pesawat bermesin pertama di dunia.
  • 9. Cara Kerja Sistem KemudiPesawat Sistem kemudi pesawat terbang dipergunakan untuk melakukan manuver. Pada saat pesawat akan berbelok ke arah kanan maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri, begitu juga saat pesawat akan bermanuver ke kiri, maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri. Bagian belakang pesawat terdapat kemudi yang dirancang secara horizontal dan vertical. Pesawat bisa terbang ke segala arah, menanti gerak kemudi pilot. Kalau kemudi diputar ke kiri, pesawat akan banking ke kiri. Demikian pula sebaliknya. Gerakan ini ditentukan bilah aileron di kedua ujung sayap utama. Lalu, jika pedal kiri atau kanan diinjak, pesawat akan bergerak maju ke kiri atau ke kanan. Dalam hal ini yang bergerak adalah bilah rudder. Posisinya di belakang sayap tegak (di ekor). Berbeda jika gagang kemudi di tarik atau didorong. Pesawat akan menanjak atau menukik. Penentu gerakan ini adalah bilah kemudi (elevator) yang terletak di kedua bilah sayap ekor horizontal.
  • 10.  Ada beberapa bagian utama pesawat yang membuat pesawat itu bisa terbang dengan sempurna, diantaranya: Badan pesawat ( Fuselage ) terdapat didalamnya ; ruang kemudi (Cockpit) dan ruang penumpang (Passenger). Sayap (Wing), terdapat Aileron berfungsi untuk “Rolling” pesawat miring kiri – kanan dan Flap untuk menambah luas area sayap ( Coefficient Lift ) yang berguna untuk menambah gaya angkat pesawat. Ekor sayap (Horizontal Stabilazer), terdapat Elevator berfungsi untuk “Pitching” nose UP – DOWN. Sirip tegak (Vertical Stabilizer), terdapat Rudder berfungsi untuk “Yawing” belok kiri – kanan. Mesin (Engine), berpungsi sebagai Thrust atau gaya dorong yang menghasilkan kecepatan pesawat. Roda Pesawat (Landing Gear), berfungsi untuk mendarat (landing) atau tinggal landas(take-off).
  • 11. Hukum Bernoulli tentangAliran dan Tekanan Udara Pesawat terbang dapat terangkat ke udara karena kelajuan udara yang melalui sayap pesawat tersebut, berbeda dengan roket yang terangkat ke atas karena aksi-reaksi antara gas yang disemburkan roket dengan roket itu sendiri. Roket menyemburkan gas ke belakang (ke bawah), sebagai reaksinya gas mendorong roket ke atas. Jadi roket tetap dapat terangkat ke atas meskipun tidak ada udara, pesawat terbang tidak dapat terangkat jika tidak ada udara.Penampang sayap pesawat terbang mempunyai bagian belakang yang lebih tajam dari pada bagian depan, dan sisi bagian atas yang lebih melengkung dari pada sisi bagian bawahnya. Gambar di bawah adalah bentuk penampang sayap yang disebut dengan aerofoil.
  • 12. Penerapan Hukum Bernoulliuntuk Mendesain PesawatTerbang
  • 13.  Pesawat terbang dirancang sedemikian rupa sehingga hambatan udaranya sekecil mungkin. Pesawat pada saat terbang akan menghadapi beberapa hambatan, diantaranya hambatan udara, hambatan karena berat badan pesawat itu sendiri, dan hambatan pada saat menabrak awan. Setelah dilakukan perhitungan dan rancangan yang akurat dan teliti, langkah selanjutnya adalah pemilihan mesin penggerak pesawat yang mampu mengangkat dan mendorong badan pesawat.Pada dasarnya, ada empat buah gaya yang bekerja pada sebuah pesawat terbang yang sedang mengangkasa. Berat pesawat yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi. Gaya angkat yang disebabkan oleh bentuk pesawat. Gaya ke depan yang disebabkan oleh dorongan mesin / engine Gaya hambatan yang disebabkan oleh gesekan udara Jika pesawat hendak bergerak mendatar dengan suatu percepatan, maka gaya ke depan harus lebih besar daripada gaya hambatan dan gaya angkat harus sama dengan berat pesawat. Jika pesawat hendak menambah ketinggian yang tetap, maka resultan gaya mendatar dan gaya vertikal harus sama dengan nol. Ini berarti bahwa gaya ke depan sama dengan gaya hambatan dan gaya angkat sama dengan berat pesawat.
  • 14.  Sistem kemudi pesawat terbang dipergunakan untuk melakukan manuver. Pada saat pesawat akan berbelok ke arah kanan maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri, begitu juga saat pesawat akan bermanuver ke kiri, maka daun kemudi digerakkan ke arah kiri. Bagian belakang pesawat terdapat kemudi yang dirancang secara horizontal dan vertikal.
  • 15. Ekor Pesawat terbang untukManuver Pesawat bisa terbang ke segala arah, menanti gerak kemudi pilot. Jika kemudi diputar ke kiri, pesawat akan banking ke kiri. Demikian pula sebaliknya. Gerakan ini ditentukan bilah aileron di kedua ujung sayap utama. Lalu, jika pedal kiri atau kanan diinjak, pesawat akan bergerak maju ke kiri atau ke kanan. Dalam hal ini yang bergerak adalah bilah rudder.Posisinya di belakang sayap tegak (vertical stabilizer). Berbeda jika gagang kemudi ditarik atau didorong. Pesawat akan menanjak atau menukik. Penentu gerakan ini adalah bilah kemudi elevator yang terletak di kedua bilah sayap ekor horizontal.
  • 16.  Pesawat Terbang dari masa ke masa Selama lebih dari seabad sejak penerbangan pertamanya, perkembangan teknologi pesawat terbang sangat pesat, terutama pada masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Semenjak ditemukannya di awal abad ke-20, konstruksi pesawat masih menggunakan kayu dan mesin yang digunakan masih sangat konvensional.
  • 17.  Bentuk dan teknis pesawat diperbaiki meskipun pada umumnya pesawat tersebut masih terbuat dari kayu. Umumnya pesawat pesawat pada era ini menggunakan mesin radial sehingga tidak dilengkapi dengan antifreeze (anti beku) sehingga mesin pesawat harus dibersihkan dari cairan baik pelumas ataupun bahan bakar. Muncullah rancangan rancangan yang dikenal pada zamannya seperti Triplane (Pesawat dengan sayap bersusun tiga), Biplane (pesawat dengan sayap bersusun dua). Ataupun pesawat berukuran raksasa untuk pembom seperti Ilya Muromets (Rusia). Pada generasi ini dikenal pesawat- pesawat Fokker, Sopwith Camel, Gotha (bomber) dan lain lain dengan penerbang penerbang seperti Baron von Richthofen, Manfred von Richthoven (Jerman) dan lain lain.
  • 18.  Pada masa Perang Dunia II, bentuk pesawat mengalami perubahan yang lebih jauh daripada era sebelumnya. Perubahan itu diantaranya meliputi, bahan yang digunakan, desain pesawat, mesin pesawat, cokpit serta dilengkapi dengan sistem radio bahkan ada yang dilengkapi radar. perubahan tersebut seiring dengan perkembangan teknologi pada masa itu misalnya radar pada sistem pertahanan melengkapi lampu sorot (search light) yang dapat mencium jejak pesawat lawan pada jarak yang jauh serta berbagai cuaca dan waktu. Mesin pesawat yang tidak lagi menggunakan bentuk radial serta dilengkapi dengan sistem injeksi bahan bakar seperti Messerschmit yang memungkinkan pesawat dapat bergerak lebih lincah serta dapat distarter langsung dari kokpit tanpa bantuan staf darat. Bahkan menjelang akhir perang mulai diluncurkannya pesawat bermesin jet seperti Gloster Meteor dan Messerschmitt Me-262. Bahan pesawat yang terbuat dari metal sekalipun penemuan radar membuat pesawat tersebut mudah diketahui pihak lawan. Desain pesawat yang lebih ramping streamline terlebih- lebih menjelang akhir perang.
  • 19.  Pasca Perang Dunia II, perkembangan pesawat terbang makin pesat lagi, terlebih dikarenakan telah ditemukannya mesin jet sebagai sumber tenaga. Di antara pesawat komersial yang menggunakan mesin jet adalah de Havilland Comet (Inggris), Boeing 707 (Amerika Serikat) dan Tupolev Tu 104 (Uni Soviet). Memasuki era 1960an, telah dirancang pesawat berbadan lebar yang dirancang oleh Boeing dari Amerika Serikat, yaitu Boeing 747. DI Eropa, telah pula dirancang pesawat komersial berkecepatan supersonik, yaitu Concorde (buatan Aerospatiale Perancis dan British Aerospace Inggris).
  • 20. Boeing 747
  • 21.  Aerospatiale-British Aerospace Concorde
  • 22.  Memasuki era 1990an dan 2000an, teknologi pada pesawat sangat pesat, antara lain penggunaan sistem kemudi fly by wire, teknologi digital pada kokpit pesawat, dan mesin yang irit bahan bakar. Seperti Boeing 777, Airbus A330, Airbus A380 dan Boeing 787. Hal yang sama juga dialami oleh pesawat tempur. Kini, pesawat tempur dapat terbang tanpa dideteksi oleh radar. Pesawat ini dikenal dengan nama pesawat siluman (stealth airplane), seperti Lockheed F-117 Nighthawk, Northrop B-2 Spirit dan Lockheed F-22 Raptor. Kebanyakan yang mengoperasikan pesawat siluman adalah Amerika Serikat, dikarenakan teknologi yang ada pada pesawat siluman sangat mahal, sehingga tidak banyak negara yang tertarik mengoperasikannya. Selain itu, persaingan teknologi dan persaingan bisnis merupakan penyebab semakin pesatnya perkembangan teknologi pada pesawat.
  • 23. DAMPAK KEBERADAAN PESAWATTERBANG TERHADAP LINGKUNGAN Dampak keberadaan pesawat terbang terhadap lingkungan sangat banyak, di antaranya adalah polusi udara maupun polusi suara. Di awal keberadaan pesawat bertenaga turbojet (seperti pada pesawat tahun 1960an, Boeing 707), mesin bertenaga ini selain menghasilkan kedua polusi di atas, juga boros bahan bakar. Hal ini pernah dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat di Amerika Serikat dalam kampanye lingkungan hidup di awal tahun 1970an. Tindakan masyarakat Amerika inilah yang menghambat penjualan pesawat penumpang supersonik buatan Eropa, yaitu Concorde. Alhasil, Concorde hanya diizinkan terbang melintasi Samudera Atlantik dalam rute penerbangan Paris-New York dan London-New York. Selain polusi udara, pesawat terbang juga menghasilkan polusi suara berupa kebisingan. Kebisingan ini tentu sangat mengganggu pendengaran manusia terutama penduduk yang tinggal di sekitar bandara. Hal ini tentu berdampak pada gangguan pendengaran maupun psikologis bagi manusia. Polusi udara yang dihasilkan oleh pesawat terbang juga menyebabkan gangguan pernafasan bagi manusia, meningkatnya kadar CO2 di lapisan udara bumi yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon.
  • 24.  Namun, hal ini telah diatasi oleh perkembangan teknologi di dunia penerbangan, seperti penggunaan mesin turbofan yang irit bahan bakar, minim kadar CO2 serta rendah tingkat kebisingannya. Seperti pada pesawat terbang buatan tahun 1990an dan tahun 2000an (Boeing 777, Airbus A330, dan Boeing 787). Kini, seiring dengan perkembangan teknologi, para insinyur pesawat terbang berusaha mendesain pesawat yang ramah lingkungan, irit bahan bakar dan rendah tingkat kebisingannya. Namun untuk merancang pesawat ini memerlukan biaya yang cukup tinggi dan perlu beberapa kali ujicoba agar pesawat ramah lingkungan ini dapat beroperasi sebagaimana mestinya.
  • 25. KESIMPULAN Evolusi yang cepat membuat bentuk pesawat terbang dapat berubah dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan teknologi yang ada di dalamnya. Pesawat terbang memiliki banyak teknologi di dalamnya, yang juga berdampak pada lingkungan alam. Pesawat terbang dapat menghasilkan polusi, baik polusi udara maupun polusi suara, yang berdampak negatif pada lingkungan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, kini telah berkembang teknologi pesawat yang ramah lingkungan. Hal ini membuat pesawat terbang dapat beroperasi dengan memperhatikan dampak lingkungan.

×