PEGADAIAN SYARI’AH• PENGERTIAN – Perjanjian menahan sesuatu barang sebagai   tanggungan utang – Akad/perjanjian utang piut...
PERSAMAAN vs PERBEDAAN• Ada persamaan dan perbedaan antara gadai dengan rahn• Persamaan  –   Hak gadai berlaku atas pinjam...
DASAR HUKUM• DASAR HUKUM – QS. Al-Baqarah 283:    • … Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai)     ...
RUKUN DAN SYARAT SAH• Rukun Gadai  –   Orang yang menggadaikan (Rahin)  –   Barang yang digadaikan (Marhun)  –   Orang yan...
RUKUN DAN SYARAT SAH• Perlakukan Bunga dan Riba dalam perjanjian Gadai  – Gadai pada dasarnya adalah perjanjian utang piut...
KETENTUAN ISLAM DALAM             GADAI• Kedudukan barang gadai   – Selama ada di tangan pemegang gadai, kedudukan barang ...
KETENTUAN ISLAM DALAM             GADAI• Pemeliharaan barang gadai   – Biaya pemeliharaan menjadi tanggungan penggadai• Ka...
KETENTUAN ISLAM DALAM             GADAI• Pelunasan utang gadai   – Apabila sampai pada waktu yang telah ditentukan, rahin ...
Biaya AdministrasiGolongan MB    Plafon MB (Marhun Bih)     Biaya Administrasi / SBR[1]    A              20.000 – 150.000...
Tarif Ijarah    No.                 Jenis Marhun[1]                            Perhitungan tarif[2]   1         Emas      ...
Contoh Perhitungan Gadai Syari’ahDiketahui:Nilai taksiran perhiasan emas = Rp 1.000.000,-Masa pinjaman = 30 hariMaka:Jumla...
Contoh Perhitungan Gadai Syari’ahTarif ijarah (lihat tabel 2):      Taksiran / Rp 10.000 x Rp 90 x Jangka waktu / 10= Rp 1...
Gadai Konvensional• Pegadaian Konvensional, bunga yang  dikenakan atas pinjaman sebesar 900000  dengan bunga sebesar 1,625...
Contoh Perhitungan Gadai Syari’ah                                                   Pegadaian Syariah                     ...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pegadaian syari’ah

21,779

Published on

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
21,779
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
558
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pegadaian syari’ah

  1. 1. PEGADAIAN SYARI’AH• PENGERTIAN – Perjanjian menahan sesuatu barang sebagai tanggungan utang – Akad/perjanjian utang piutang dengan menjadikan harta sebagai kepercayaan/penguat utang dan yang memberi pinjaman berhak menjual barang yang digadaikan itu pada saat ia menuntut haknya
  2. 2. PERSAMAAN vs PERBEDAAN• Ada persamaan dan perbedaan antara gadai dengan rahn• Persamaan – Hak gadai berlaku atas pinjaman uang – Adanya agunan sebagai jaminan utang – Tidak boleh mengambil manfaat barang yang digadaikan – Biaya barang yang digadaikan ditanggung oleh pemberi gadai – Apabila batas waktu pinjaman uang telah habis, barang yang digadaikan boleh dijual atau dilelang• Perbedaan – Rahn dalam hukum Islam dilakukan atas dasar tolong menolong tanpa mencari untung – Rahn berlaku untuk barang bergerak maupun tidak bergerak – Rahn tidak ada bunga – Rahn dapat dilakukan tanpa lembaga
  3. 3. DASAR HUKUM• DASAR HUKUM – QS. Al-Baqarah 283: • … Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya (utang) dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya – HR. Bukhari • Rasulullah pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi untuk ditukar dengan gandum. Lalu orang Yahudi berkata: Sungguh Muhammad ingin membawa lari hartaku. Rasulullah kemudian menjawab: bohong! Sesungguhnya aku orang yang jujur di atas bumi ini dan di langit. Jika kamu berikan amanat kepadaku pasti aku tunaikan. Pergilah kalian dengan baju besiku – Jumhur Ulama’ • Para ulama tidak pernah mempertentangkan kebolehan gadai/rahn
  4. 4. RUKUN DAN SYARAT SAH• Rukun Gadai – Orang yang menggadaikan (Rahin) – Barang yang digadaikan (Marhun) – Orang yang menerima gadai (Murtahin) – Harga – Sifat akad gadai• Syarat – Berakal – Baligh – Wujud marhun – Marhun yang dipegang oleh murtahin
  5. 5. RUKUN DAN SYARAT SAH• Perlakukan Bunga dan Riba dalam perjanjian Gadai – Gadai pada dasarnya adalah perjanjian utang piutang, dimungkinkan terjadinya riba yang dilarang oleh syara’. Oleh karena itu, dalam gadai syari’ah diperlakukan beban sewa• Berakhirnya Hak Gadai – Rahin telah melunasi semua kewajiban kepada murtahin – Rukun dan syarat gadai tidak terpenuhi – Baik rahin maupun murtahin atau salah satunya ingkar dari ketentuan syara’ dan akad yang disepekati
  6. 6. KETENTUAN ISLAM DALAM GADAI• Kedudukan barang gadai – Selama ada di tangan pemegang gadai, kedudukan barang gadai hanya merupakan suatu amanat yang dipercayakan kepadanya oleh pihak penggadai – Sebagai pemegang amanat, murtahin berkewajiban memelihara keselamatan barang gadai yang diterimanya, sesuai dengan keadaan barang• Pemanfaatan barang gadai – Pada dasarnya barang gadai tidak boleh diambil manfaatnya, baik oleh pemiliknya maupun oleh penerima gadai. Namun bila mendapatkan ijin boleh dimanfaatkan• Risiko atas kerusakan barang gadai – Penanggung risiko barang gadai tergantung pada sumber terjadinya risiko.
  7. 7. KETENTUAN ISLAM DALAM GADAI• Pemeliharaan barang gadai – Biaya pemeliharaan menjadi tanggungan penggadai• Kategori barang gadai – Benda bernilai menurut syara’ – Benda berwujud pada waktu perjanjian terjadi – Benda diserahkan sektika kepada murtahin• Akad gadai – Berapa barang – Penetapan kepemilikan penggadaian atas barang yang digadaikan tidak terhalang – Barang yang digadaikan bisa dijual manakala sudah tiba masa pelunasan utang gadai
  8. 8. KETENTUAN ISLAM DALAM GADAI• Pelunasan utang gadai – Apabila sampai pada waktu yang telah ditentukan, rahin belum juga membayar kembali hutangnya, maka rahin dapat diminta oleh marhun untuk menjual barang gadaiannya dan kemudian digunakan untuk melunasi utangnya.• Prosedur pelelangan barang gadai – Murtahin harus lebih dahulu mencari tahu keadaan rahin – Dapat memperpanjang tenggang waktu pembayaran – Kalau murtahin benar-benar butuh uang dan rahin belum melunasi hutangnya, maka murtahin boleh memindahkan barang gadai kepada murtahin lain dengan seijin rahin – Apabila ketentuan di atas tidak terpenuhi, maka murtahin boleh menjual barang gadai dan kelebihan uangnya
  9. 9. Biaya AdministrasiGolongan MB Plafon MB (Marhun Bih) Biaya Administrasi / SBR[1] A 20.000 – 150.000 1.000 B 151.000 – 500.000 3.000 C 501.000 – 1.000.000 5.000 D 1.005.000 – 5.000.000 15.000 E 5.010.000 – 10.000.000 15.000 F 10.050.000 – 20.000.000 25.000 G 20.100.000 – 50.000.000 25.000 H 50.100.000 – 200.000.000 25.000
  10. 10. Tarif Ijarah No. Jenis Marhun[1] Perhitungan tarif[2] 1 Emas Taksiran/Rp 10.000 x Rp 90 x Jangka waktu / 10 2 Elektronik, alat rumah tangga Taksiran/Rp 10.000 x Rp 95 x lainnya Jangka waktu / 10 3 Kendaraan bermotor (mobil & Taksiran/Rp 10.000 x Rp100 x motor) Jangka waktu / 10[1] Pada prakteknya, jenis marhun yang lebih banyak diterima oleh Pegadaian syariah sebagaimurtahin, adalah emas dan atau berlian. Ada beberapa faktor yang mendasarinya: Fatwa dari DSNMUI baru mengatur menganai marhun berupa emas dan berlian, dan jenis tersebut memiliki nilaiyang relatif stabil dari masa ke masa. Selain itu pegadaian syariah yang tergolong baru masih belummemiliki gudang penyimpanan barang gadai yang memadai.[2] Tarif ijarah dikenakan sebesar Rp 90,- per 10 hari masa penyimpanan untuk setiap kelipatantaksiran perhiasan emas sebesar Rp 10.000,-. Perbedaan nilai multiplier untuk marhun yang berbedadisebakan karena tingkat resikonya yang juga beragam.
  11. 11. Contoh Perhitungan Gadai Syari’ahDiketahui:Nilai taksiran perhiasan emas = Rp 1.000.000,-Masa pinjaman = 30 hariMaka:Jumlah maksimum pinjaman /marhun bih yang dapat diterima:90 % x Nilai taksiran marhun = 90 % x Rp 1.000.000,- = Rp 900.000,-Biaya administrasi yang wajib dibayarkan satu kali, saat akaddisepakati (lihat tabel 1): Rp 5.000,-
  12. 12. Contoh Perhitungan Gadai Syari’ahTarif ijarah (lihat tabel 2): Taksiran / Rp 10.000 x Rp 90 x Jangka waktu / 10= Rp 1.000.000 / Rp 10.000 x Rp 90 x 30 / 10= Rp 27.000,-Jadi uang yang harus dibayarkan oleh rahin untuk melunasipinjamannya setelah 30 hari (jatuh tempo), adalah Rp 927.000,-(Pinjaman awal ditambah biaya ijarah).[1]
  13. 13. Gadai Konvensional• Pegadaian Konvensional, bunga yang dikenakan atas pinjaman sebesar 900000 dengan bunga sebesar 1,625% per 15 hari.• Jadi jumlah yang harus dibayarkan = Rp 900.000,00 + (1,625% x 30/15 x Rp 900.000,00) = Rp 929.250,00.
  14. 14. Contoh Perhitungan Gadai Syari’ah Pegadaian Syariah Pegadaian Konvensional Sumber dana Berasal dari sumber yang halal, sesuai BBerasal dari sumber yang belum terjamin syariah.[1] kehalalannya, mencakup: Modal sendiri: dari pemerintah (karena Pegadaian masih termasuk BUMN, milik pemerintah); Modal luar: obligasi, pinjaman jangka pendek lain, pinjaman dari Bank Konvensional Akad 1. Rahn : gadai; 2. Ijarah: untuk penyewaan Perjanjian gadai, mengacu pada KUH Perdata ayat 1150 tempat penyimpanan marhun. dan 1160. Dasar pengenaan Berdasarkan taksiran marhun, bisa dilihat di Berdasarkan besarnya pinjaman yang diberikan. Bunga tarif tabel 2. = 12,8% per 4 bulan. Tarif Administrasi Sesuai plafon Marhun Bih, bisa dilihat di Dikenakan sebesar 1% dari jumlah pinjaman yang tabel 1. diberikan. Kelebihan hasil Bila lebih dari 1 tahun, uang kelebihan hasil Bila lebih dari 1 tahun, uang kelebihan hasil penjualan penjualan[2] penjualan marhun belum diambil oleh rahin, marhun belum diambil oleh rahin, maka Pegadaian maka Pegadaian Syariah akan Konvensional akan memasukkan uang tersebut ke kas menyalurkannya ke BAZIS. perusahaan (PERUM Pegadaian). Penyelesaian Dilakukan melalui Badan Arbitrase Syariah Dilakukan melalui pengadilan. perseteruan yang berada di bawah MUI.[1] Untuk Perum Pegadaian Divisi Usaha Syariah, sumber pendanaannya berasal dari Bank Muamalat Indonesia, sementara pegadaian (Rahn) yang menjadi produk BankSyariah, sudah jelas bahwa sumbernya pun halal).[2] Bila ternyata rahin/penerima pinjaman tidak dapat melunasi kewajibannya, maka pihak pegadaian dapat menjual barang yang menjadi jaminannya. Bila ada kelebihan,pegadaian cenderung bersifat pasif, dalam artian tidak mengantar sendiri jumlah kelebihan tersebut kepada rahin/penerima pinjaman. Namun demikian, pihak pegadaiantetap memiliki etika untuk memberitahukan kepada rahin/penerima pinjaman bahwa hasil penjualan barang jaminannya masih diatas kewajiban yang harus ia lunasi, hal inibiasa dilakukan melalui korespondensi maupun telepon.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×