Your SlideShare is downloading. ×
0
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Pasar modal syari’ah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pasar modal syari’ah

2,975

Published on

Published in: Economy & Finance, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,975
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
167
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PASAR MODAL SYARIAH MUHAMMAD
  • 2. “Al-Ashlu fil al-Asy-yai wa al-a’yani al- ibahatu illa in dalla li hadri dalilin fa ya’malu bihi” (hukum asal dari sesuatu dan barangadalah boleh untuk dimakan kecuali jika ada dalil yang melarangnya karena berbahaya, maka harus dihindarkan)
  • 3. PENDAHULUAN• Pasar modal memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara• Oki, pasar modal dituntut beroperasi secara efisien, yaitu pasar modal yang mencerminkan tingkat harga saham yang merefleksikan nilai intrinsik atau fundamental setiap waktu• Efisiensi pasar modal dapat terjadi jika ada efisiensi informasi, yaitu terjadinya reaksi informasi secara cepat dan akurat• Dalam kerangka Islam, syarat tersebut belum cukup, sehingga pasar modal harus beretika dan adil, yaitu pasar modal yang berjalan sesuai dengan etika Islam atau syari’ah
  • 4. PASAR MODAL SYARI’AH• Dalam pasar modal akan terjadi syirkah – Syirkah = percampuran sumber daya 2 orang atau lebih untuk suatu kegiatan bisnis – Syarik = orang yang bersyirkah. Pada awalnya, kepemilikan mereka atas usaha ini tidak dapat dipindahtangankan tanpa persetujuan syarik yang lain – Syarik ini dalam bahasa Inggris dikenal dengan shareholders
  • 5. PASAR MODAL SYARI’AH• Dalam perkembangannya, para syarik ini ada yang sering bepergian (berdagang ke luar negeri), sehingga tidak selalu dapat berkumpul – Syarik yang bepergian ini dinamakan safaran – Sedangkan yang tinggal disebut hadlaran Safaran Syarik Hadlaran
  • 6. PASAR MODAL SYARI’AH• Karena pengambilan keputusan tidak praktis dengan adanya syarik yang safaran ini, maka dibuatlah kesepakatan di awal antara para syarik, bahwa hak kepemilikan atau perusahaan tersebut dapat dipindahtangankan• Bentuk musyarakah di mana para syarik dapat memindahtangankan kepemilikannya tanpa persetujuan syarik yang lain, disebut musahamah. Bukti kepemilikannya disebut saham.
  • 7. MUSYARAKAH vs MUSAHAMAH Musyarakah Musahamah (Close company, saham tidak (Open company, saham dapat dipindahtangankan) dapat dipindahtangankan) Shareholder Stockholder Teori Percampuran, pada Teori Petukaran,saat IPO (pasasr primer) dan perdagangan di pasar untuk perusahaan tertutup sekunder
  • 8. Pelanggaran Syariah di Pasar Modal Konvensional• Fatwa DSN No. 20/DSN-MUI/IV/2001, pasal 8: – Investasi hanya dapat dilakukan pada efek yang diterbitkan oleh pihak (emiten) yang jenis kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah Islam – Jenis usaha yang bertentangan dengan syariah Islam antara lain: • Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan terlarang • Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan asuransi konvensional • Usaha yang memproduksi, mendistribusi, serta memperdagangkan makanan dan minuman haram • Usaha yang memproduksi, mendistribusi, dan atau menyediakan barang-barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat
  • 9. Lanjutan• Fatwa DSN no. 20/DSN-MUI/IV/2001, pasal 9 ayat 2: – Najasy atau penawaran palsu – Bay’ al-ma’dum, penjualan barang yang belum dimiliki (short selling) – Insider trading, penyebarluasan informasi yang menyesatkan atau memakai informasi orang untuk memperoleh keuntungan transaksi yang dilarang – Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi (nisbah) utangnya lebih dominan daripada modalnya
  • 10. Lanjutan• Pasal 10, pada fatwa tersebut menyebutkan kondisi emiten yang tidak layak, yaitu: – Apabila struktur utang terhadap modal sangat bergantung pada pembiayaan dari utang yang intinya merupakan pembiayaan ribawi – Apabila suatu emiten nisbah utang terhadap modal lebih dari 82% atau (utang 45%, modal 55%) – Apabila manajemen suatu emiten diketahui telah bertindak melanggar prinsip syariah
  • 11. Prinsip Syariah yang dilanggar di Pasar Modal Konvensional• HARAM ZATNYA= Sekuritas yang diperdagangkan merupakan sekuritas emiten yang memproduksi barang dan jasa yang haram serta melanggar syariah• SHORT SELLING= Menjual sekuritas yang belum dimiliki• TADLIS= Adanya manipulasi dan penipuan terutama berkaitan dengan transparansi atau keterbukaan informasi (full disclosure), dan emiten berisiko tinggi• GHARAR= Transaksi yang mengandung ketidakjelasan sekuritas yang diperdagangkan• RIBA= Transaksi yang mengandung unsur riba• NAJASY DAN IKHTIKAR= Rekayasa permintaan dan penawaran untuk mempermainkan harga• BATHIL= Transaksi perdagangan yang tidak memenuhi syarat dan rukun jual beli• TA’ALLUQ= Transaksi yang dibatasi waktu dan atau dikaitkan dengan transaksi lainnya• BAI’ ATAINI FI BAI’ ATIN= Dua akad atau lebih dalam satu perjanjian jual beli
  • 12. Fatwa tentang Transaksi i Pasar Modal• No.05/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Saham;• No.20/DSN-MUI/IX/2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah;• No.32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah;• No.33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah;• No.40/DSN-MUI/IX/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum PenerapanPrinsip syariah di Bidang Pasar Modal;• No.41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah.
  • 13. KARAKTERISTIK PASAR MODAL SYARI’AH• Pasar modal yang ideal adalah yang memenuhi unsur etik dan transparan, disamping adanya unsur efisien• Etik dan fair = terdapat kesamaan kesempatan bagi seluruh pihak dalam pasar modal untuk mengakses informasi yang sama dan relevan untuk mengevaluasi aset• Karakteristiknya: – Bebas dari pemaksaan – Bebas dari salah interpretasi – Hak untuk mendapatkan informasi yang sama – Hak untuk memproses informasi yang sama – Bebas dari gejolak hati – Hak mendapatkan harga yang efisien – Hak untuk memilika kekuatan tawar menawar yang sama
  • 14. SAHAM PERUSAHAAN DI PASAR MODAL SYARI’AH• Kriteria saham di pasar modal syari’ah, adalah saham dari perusahaan yang: – Tidak beroperasi secara riba – Tidak beroperasi mengadu untung – Membuat dan menjual produk yang haram – Beroperasi mengandung unsur gharar• Perusahaan yang boleh masuk di pasar modal syari’ah – Aktivitas utamanya tidak bertentangan dengan syari’ah – Persepsi dan kesan masyarakat terhadap perusahaan harus baik – Aktivitas utamanya penting dan maslahah bagi umat muslim dan negara – Total utang/total aset tidak lebih atau sama dengan 33%
  • 15. AKADA-AKAD DALAM PASAR MODAL SYARI’AH Natural Certainty Natural Uncertainty Contract ContractMurabahah Ijarah Salam Istishna Mudharabah MusyarakahMurabahah Ijarah Salam Istishna Mudharabah Musyarakah bonds bonds bonds bonds bonds bonds Zero Fixed Floating Rate income income income
  • 16. PEMILIHAN SAHAM SYARI’AH• Tujuan pemilihan (selection) saham syari’ah – Menenuhi prinsip bahwa seorang muslim hanya mengambil sesuatu yang halal dan menghindarkan yang haram – Menyediakan instrumen kepada investor untuk berinvestasi pada saham yang sesuai dengan prinsip syari’ah
  • 17. TAHAPAN UMUM SELEKSI SAHAM SYARI’AH Tahap 1 Tahap 2 Tahap 3 JENIS USAHA KEUANGAN LAIN-LAINJenis usaha yang Rasio keuangan Misalnya:dilarang, Misal: Liquid Imagemisalnya: asset (17% - perusahaanProduk makanan 49%); interestnon-halal; income (5-15%);minuman keras; Hutang (30-hiburan: hotel, 33%)kasino, restoran,dll
  • 18. SCREENING SAHAM PERUSAHAANSESUAI SYARI’AH MENURUT DJIM• Berdasarkan bidang: – Alkohol – Rokok/Tabacco – Daging Babi – Jasa keuangan konvensional – Persenjataan – Hiburan (Hotel, Kasino, Cinema• Berdasarkan rasio keuangan – Total Utang/Total aset = atau > 33% – Total Piutang/Total Asset = atau 47% – Non Operating Interestincome/Operating Income = atau > 9%
  • 19. Saham Screening Process Stage I Stage II Additional criteria: Activity: •Haram element is •Operations based on riba small compared to core •Operations involving activitiesCompany gambling No Yes •Public image good of •Manufacture and or sale the company is good of haram products Permissible •Core activities of the •Operations containing ompany have element of gharar importance and (uncertainty) maslahah to the muslim ummah and country Yes No Drop Drop
  • 20. KATEGORI PEMILIHAN SAHAM DI PASAR MODAL SYARI’AH Kategori Keterangan Jumlah sahamGreen Saham sesuai syari’ah 236Green- Saham perusahaan yang harus dilakukan pemisahan yang 34Yellow haram dan yang halalYellow Saham perusahaan yang memproduksi barang yang bersifat 4 mudaratRed Saham yang tidak dapat dikategorikan sebagai saham yang 59 sesuai syari’ahTotal 333
  • 21. Daftar Saham di Bursa JII1. Astra Agro Lestari 16 Kalbe Farma2. Adhi Karya (persero) 17 Limas Stokhomindo3. Aneka Tambang (Persero) 18 London Sumatera4. Bakrie & Brothers 19 Medco Energi International5. Barito Pacific Timber 20 Multipolar6. Bumi Resources 21 Perusahaan Gas Negara (Persero)7. Ciputra Development 22 Tambang Batu Bara Bukit Asam8. Energi Mega Persada 23 Semen Cibinong9. Gajah Tunggal 24 Semen Gresik (Persero)10. International Nickel Ind 25 Timah11. Indofood Sukses Makmur 26 Pabrik Kertas Tjiwi Kimia12. Indah Kiat Pulp & Paper 27 Telekomunikasi Indonesia13. Indocement Tunggal Prakasa 28 Tempo Scan Pacific14. Indosat 29 United Tractors15. Kawasan Industri Jababeka 30 Unilever Indonesia
  • 22. INSTRUMEN SAHAM• Saham = surat bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan yang melakukan penawaran umum dengan nominal ataupun persentase tertentu• Emiten mengeluarkan saham  2 macam: – Saham biasa(Common stock) – Saham istimewa (prefered stock)• Perbedaan saham ini didasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut
  • 23. CIRI-CIRI SAHAM ISTIMEWA• Hak utama atas dividen• Hak utama atas aktiva perusahaan• Penghasilan tetap• Jangka waktu tidak terbatas• Tidak memiliki hak suara• Saham bersifat kumulatif – Dividen tidak dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut
  • 24. PANDANGAN SYARIAH ATAS SAHAM ISTIMEWA• Tidak diperbolehkan, karena: – Adanya keuntungan tetap (predeterminant revenue), yang dikategorikan oleh kalangan ulama sebagai riba – Pemilik saham preferen mendapatkan hak isstimewa terutama pada saat perusahaan likuidasi. Hal ini dianggap mengandung unsur ketidakadilan
  • 25. TINJAUAN SAHAM DI BURSA• Bentuk saham: – Saham Atas Nama (Nominal Shares) – Saham Atas Tunjuk (Bearer Shares)• Hak dan Keistimewaan saham: – Saham Biasa (Ordinary Shares) – Saham Preferen (Preference Shares)
  • 26. BENTUK SAHAM• Saham Atas Nama – Saham yang menyebut nama pemiliknya – Pencatatan saham ini dicatat dalam daftar khusus – Saham jenis ini diperbolehkan oleh para ahli fikih• Saham Atas Tunjuk – Saham tidak menyebutkan nama pemiliknya – Saham ini dipandang batal menurut fikih (tidak diketahui pemiliknya/pembelinya
  • 27. KEISTIMEWAAN SAHAM• Saham biasa – Semua ahli fikih memandang saham demikian boleh• Saham Preferen – Saham jenis ini dipandang tidak boleh oleh para ahli fikih
  • 28. KEBOLEHAN JUAL BELI SAHAM• Pada dasarnya jual beli saham diperbolehkan, selama mengacu pada rukun dan syarat jual beli dan menghindari hal-hal yang dilarang• Jika saham yang diperjualbelikan tidak serupa dengan uang secara utuh apa adanya, akan tetapi hanya representasi dari sebuah aset seperti: tanah, mobil, pabrik, dan yang sejenisnya, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang telah diketahui oleh penjual dan pembeli, maka dibolehkan hukumnya untuk diperjualbelikan dengan harga tunai ataupun tangguh, yang dibayarkan secara kontan ataupun beberapa kali pembayaran, berdasarkan keumuman dalil tentang bolehnya jual beli.
  • 29. TERIMA KASIH WASSALAM

×