• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Lelang
 

Lelang

on

  • 1,375 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,375
Views on SlideShare
1,346
Embed Views
29

Actions

Likes
0
Downloads
11
Comments
0

2 Embeds 29

http://ekonomiislamindonesia.blogspot.com 28
https://www.google.com.sg 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Lelang Lelang Presentation Transcript

    • Lelang
    • Pengertian Di dalam literatur fiqih, lelang dikenal dengan istilahMuzayadah sendiri berasal dari kata ziyadah yang artinya bertambah. Muzayadah berarti saling menambahi
    • Hukum Lelanga. Membolehkanb. Memakruhkan
    • Membolehkan i
    • ArtinyaDari Anas bin Malik ra bahwa ada seorang lelaki Anshar yang datang menemui Nabi saw dan dia meminta sesuatu kepada Nabi saw. Nabi saw bertanya kepadanya,”Apakah di rumahmu tidak ada sesuatu?” Lelaki itu menjawab,”Ada. Dua potong kain, yang satu dikenakan dan yang lain untuk alas duduk, serta cangkir untuk meminum air.” Nabi saw berkata,”Kalau begitu, bawalah kedua barang itu kepadaku.” Lelaki itu datang membawanya. Nabi saw bertanya, ”Siapa yang mau membeli barang ini?” Salah seorang sahabat beliau menjawab,”Saya mau membelinya dengan harga satu dirham.” Nabi saw bertanya lagi,”Ada yang mau membelinya dengan harga lebih mahal?” Nabi saw menawarkannya hingga dua atau tiga kali. Tiba-tiba salah seorang sahabat beliau berkata,”Aku mau membelinya dengan harga dua dirham.” Maka Nabi saw memberikan dua barang itu kepadanya dan beliau mengambil uang dua dirham itu dan memberikannya kepada lelaki Anshar tersebut.(HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa`i, dan at-Tirmidzi)
    • MemakruhkanArtinya:Aku mendengar Rasulullah saw melarang jual beli lelang. (HR Al-Bazzar)Ibrahim an-Nakha`i
    • Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah Saw melarang seseorang di antara kalian membeli sesuatu yang sedang dibeli oleh saudaranya hingga dia meninggalkannya, kecuali rampasan perang dan waris.
    • PendapatnyaIbnu Sirin, Al-Hasan Al-Basri, Al-Auza`i, Ishaq bin Rahawaih, memakruhkannya juga, bila yang dilelang itu bukan rampasan perang atau harta warisan. Maksudnya, kalau harta rampasan perang atau warisan itu hukumnya boleh. Sedangkan selain keduanya, hukumnya tidak boleh atau makruh.
    • Panduan Islam dalam Lelang1) Transaksi dilakukan oleh pihak yang cakap hukum atas dasar saling sukarela (‘an taradhin),2) Objek lelang dan tender harus halal dan bermanfaat,3) Kepemilikan penuh pada barang atau jasa yang dijual,4) Kejelasan dan transparansi barang/jasa yang dilelang atau ditenderkan tanpa adanya manipulasi seperti window dressing atau lainnya.5) Kesanggupan penyerahan barang dari penjual,6) Kejelasan dan kepastian harga yang disepakati tanpa berpotensi menimbulkan perselisihan.7) Tidak menggunakan cara yang menjurus kepada kolusi dan suap
    • Praktek Penawaran Sesuati yang sudahditawar orang lainPertama, bila terdapat pernyataan eksplisit dari penjual persetujuan harga dari salah satu penawar, maka tidak diperkenankan bagi orang lain untuk menawarnya tanpa seizin penawar yang disetujui tawarannya.Kedua, bila tidak ada indikasi persetujuan maupun penolakan tawaran dari penjual, maka tidak ada larangan syariat bagi orang lain untuk menawarnya maupun menaikkan tawaran pertama. Kasus ini dianalogikan dari hadits Fathimah binti Qais ketika melaporkan kepada Nabi bahwa Mu’awiyah dan Abu Jahm telah meminangnya, maka karena tidak ada indikasi persetujuan darinya terhadap pinangan tersebut, beliau menawarkan padanya untuk menikah dengan Usamah bin Zaid.Ketiga, bila ada indikasi persetujuan dari penjual terhadap suatu penawaran meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit, maka menurut Ibnu Qudamah tetap tidak diperkenankan untuk ditawar orang lain. Adapun mengenai tender pada substansinya tidak jauh berbeda ketentuan hukumnya dari lelang karena sama-sama penawaran suatu barang/jasa untuk mendapatkan harga yang dikehendaki dengan kondisi barang/jasa sebagaimana diminati.
    • Kesimpulana. Praktek lelang boleh, karena nabi juga mempraktekkanb. Tujuan lelang berbeda-bedac. Penentuan harga saat lelang bukan termasuk tas’ir karena tidak mempengaruhi kestabilan pasard. Segala bentuk rekayasa curang untuk mengeruk keuntungan tidak sah dalam praktik lelang maupun tender dikategorikan para ulama dalam praktik najasy (komplotan/trik kotor tender dan lelang) yang diharamkan Nabi SAW
    • ReferensiAl-Jawi, Muhammad Shiddiq. Konsultasi Islam. Anda Bertanya, Kami Menjawab dan Anda Puas. jual beli lelang, diakses tanggal 30 Oktober 2010Ika puspita, dkk. Tas’ir dan Ihtikar.Makalah Fiqh Muamalah, disampaikan tanggal 26 oktober 2010Ma’usuah Al- Hadits Syarif”, Global Islamic Sofware Company, 1991-1997.Sarwat, Ahmad . Hukum lelang. “Kitab seri : Fiqh kehidupan”. Diakses tanggal 30 oktober 2010.Utomo, Setiawan Budi. Hukum Lelang dan Tender .Modal Online.com. diakses tanggal 3 november 2010.
    • Terima Kasih Atas Perhatiannya, mohon maaf bila ada perkataan yang kurang berkenan
    • Pertanyaan???• Landasan hukumnya• Ada larangan untuk membeli disaat yang lain.• Hadits tentang lelang prawan.