Your SlideShare is downloading. ×
Surat Untuk AllahBismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pagi ini kubangun dengan cepat sebagaimanakebiasaanku.. walaupun ini hari...
“Tentu anakku … sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu…”Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisny...
Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, iaberkata : “ InsyaAllah, akan datang hari diman...
Sedih bercampur bingung meliputi hatiku … belum juga reda sampai Saya dikagetkanderingan telpon, pembantu kami mengangkatn...
tukang kayu untuk memperbaikinya…tak ada guna lagi sekarang …Tapi, dari mana asal suara tadi … ya, itu suara dari jatuhnya...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Surat untuk allah

762

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
762
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Surat untuk allah"

  1. 1. Surat Untuk AllahBismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Pagi ini kubangun dengan cepat sebagaimanakebiasaanku.. walaupun ini hari libur, begitupula anakku Reem, terbiasa denganbangun lebih pagi.Lalu Saya duduk di ruang kerjaku dan mulai menyibukkan diri dengan buku-buku danlembaran-lembaran kertasku..“Mama, apa yang kau tulis?”“Saya menulis surat untuk Rabb, nak”“Apakah kau mengizinkaku untuk membacanya mama?”“Tidak anakku sayang, ini surat yang sangat special dan tidak kuizinkan siapa punmembacanya”kukeluarkan Reem dari ruang kerjaku, dan dia sangat sedih, namun kuyakin ia telahterbiasa dengan perlakuan ku itu, karena penolakanku bukan sekali ini saja tapi telahberulang kaliBerlalu beberapa pekan kejadian itu, hingga suatu hari Saya masuk ke kamar Reemdan dia sangat terkejut gugup dengan kedatanganku … Ada apa?mengapa ia sepertiitu?“Reem…apa yang sedang kau tulis?”Kuliahat ia makin gugup dan menjawab “ Tidak mama…ini sesuatu yang spesial”Apa gerangan yang telah dituliskan seorang anak sembilan tahun, dan ia khawatiruntuk kuketahui??!!“ Saya menulis surat untuk Rabb, sepertimu ….”Ucapannya terputus tiba-tiba, lalu ia meneruskan “ tapi…apakah yang kita tulis iniakan sampai pada-Nya mama?
  2. 2. “Tentu anakku … sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu…”Ia tetap tak mengizinkan ku membaca apa yang telah ditulisnya, Saya pun keluardari kamarnya dan menemui suamiku Rasyid yang sedang sakit untuk membacakannyakoran pagi sebagaimana biasanya, lisanku membaca baris demi baris isi koran namunfikiranku tak lepas dari anakku … ternyata Rasyid memperhatikan ekspresiku … danmenduga bahwa dirinya sebab kesedihanku … ia mencoba meyakinkanku untukmenghadirkan perawat untuknya … agar bebanku sedikit berkurang …Ya Ilahi, sungguh Saya tak pernah berfikir demikian..kudekap dan kukecupkepalanya yang dipenuhi beban dan peluh karena memikirkan diri ini dan anaknyaReem..dan membuatku turut bersedih hari ini .. lalu kusampaikan padanya sebabresah dan sedih ku…Hari ini Reem kesekolah, dan ketika ia kembali kerumah ,dokter sedang terburu-buru memeriksa Ayahnya yang sakit, ia pun duduk disamping ayahnya memberisemangat dengan penuh cinta.Sebelum Dokter beranjak pergi, ia menjelaskan kepadaku bahwa keadaan Rasyidsemakin memburuk. dan seolah Saya lupa kalau Reem masihlah sangat kecil, hinggatanpa kasihan padanya Saya berterus terang bahwa hati ayahnya yang dipenuhicinta untuk Reem kini telah melemah, dan ia hanya mampu bertahan hidup tidaklebih dari 3 pekan lagi. Hancur hati Reem, ia mulai menangis dan berkata :“Mengapa semua ini menimpa Ayah? mengapa?”“Doakanlah kesembuhan untuk Ayah Reem, kita harus melewati semua ini dengantegar, dan tidak melupakan rahmat Allah, sungguh Dia Maha Kuasa atas segala yangterjadi .. dan kau sudah besar ..”Reem menyimak semua apa yang diucapkan Ibunya, berusaha menghilangkankesedihannya, menepis jauh rasa sakitnya dan berusaha untuk tampak tegar,kemudian berkata : “ Ayah ku tak akan mati “Setiap pagi Reem mencium pipi ayahnya yang hangat, namun pagi ini ia menciumnyadengan tatapan kasih penuh harap, dan berkata : “ Semoga suatu hari nanti kau bisamengantarku seperti teman-temanku yang lain…”
  3. 3. Ayahnya seketika diserbu keharuan dan kesedihan namun berusaha ia tutupi, iaberkata : “ InsyaAllah, akan datang hari dimana Saya akan mengantarmu Reem ..”dan ia yakin ucapannya barusan tak akan pernah mampu menyempurnakankebahagiaan putri kecilnya.Kuantar Reem kesekolahnya, dan setiba di rumah tiba-tiba rasa ingin tahu akansurat yang ditulis Reem untuk Allah muncul, maka kumencari dikamarnya, namunsetelah pencarian yang panjang ku tak menemukannya. Dimana surat itu???! Apakahia merobek setelah menulisnya??!Hah…mungkin di kardus ini, kardus yang ia minta dariku berulang kali, makakukosongkan dan kuberikan padanya..Ya Ilahiy…kardus ini berisi surat yang sangatbanyak … dan semuanya untuk Allah!Ya Rabb … Ya Rabb .. matikanlah anjing Sa‟id tetangga kami … karena ia telahmembuatku takut!!Ya Rabb ... Biarkanlah kucing kami melahirkan anak yang banyak .. menggantikananak-anaknya yang banyak mati!!!Ya Rabb … Luluskanlah sepupuku … karena Saya mencintainya!!Ya Rabb … Jadikanlah bunga-bunga di kebun kami tumbuh dengan cepat…untuk Sayapetik dan berikan ke guruku tiap harinya!!Dan banyak lagi surat-surat yang lain, yang begitu lugu ia tuliskan dan suratterakhir yang kubaca berbunyi :Ya Rabb .. kuatkanlah akal pembantu kami..agar tidak membebani ibuku..Ya Ilahi, semua suratnya telah terjawab, anjing tetangga kami telah mati lebih darisepekan yang lalu, kucing kami pun telah melahirkan anak yang banyak, Ahmad telahlulus dengan nilai yang tinggi, bunga-bunga bermekaran dengan cepat, dan Reemmemetiknya tiap hari untuk gurunya …Ya Ilahiy, mengapa Reem tak menuliskan surat dan memohon untuk kesembuhanAyahnya dari sakit?? ...!!
  4. 4. Sedih bercampur bingung meliputi hatiku … belum juga reda sampai Saya dikagetkanderingan telpon, pembantu kami mengangkatnya lalu memanggilku,“ Nyonya … dari guru Reem..”“Iya, ada apa bu?ada apa dengan Reem?apa dia melakukan sesuatu?”Ia menyampaikan bahwa Reem jatuh dari lantai 4..ketika ia membawakan bungagurunya yang tidak hadir di sekolah hari ini .. ia menjulurkan kepalanya dari balkon ..bunganya terjatuh … dan ia pun terjatuh ..Pukulan yang sangat keras bagiku tak mampu kuberbuat apapun begitu pulaRasyid..dan keterkejutan ini membuatnya tak mampu menggerakkan lisannya sejakhari itu“Mengapa Reem harus meninggal … Saya sungguh tak mampu memikirkan kematianputriku tercinta ..”Dan kini seolah Saya menipu diriku sendiri dengan kesekolah Reem tiap pagi sepertimengantarnya, kukerjakan semua apa yang ia senangi untuk kulakukan, semua sudutrumah mengingatkanku padanya, senantiasa kuteringat suara tawa nya yangmenghidupkan suasana di rumah ini.. beberapa tahun berlalu … namun terasa hanyabeberapa hari saja…berjalan begitu lambatPagi hari jum‟at … tiba-tiba pembantu kami datang dan ia ketakutan berkata..bahwaia mendengar suara berasal dari kamar Reem … Ya Ilahi, apakah masuk akal kalauReem kembali?? ini gila ..“Kamu mengkhayal..” Saya belum pernah menginjakkan kaki di kamar ini sejakkematian Reem..Rasyid bersikeras agar Saya ke kamar Reem dan melihat ada apa disana..Kumasukkan kunci di pintu dengan hati was-was …kubuka pintu dan tak sanggupmengendalikan diri..Saya duduk dan terus menangis … kuhempaskan badanku ditempat tidurnya .. ahh … kenangan!!Reem pernah menyampaikan berulang kali padaku kalau tempat tidurnya bergeserjika ia bergerak, dan mengeluarkan suara … dan Saya selalu lupa untuk memanggil
  5. 5. tukang kayu untuk memperbaikinya…tak ada guna lagi sekarang …Tapi, dari mana asal suara tadi … ya, itu suara dari jatuhnya lukisan ayat kursi yangia hias karena sangat semangat membacanya tiap hari sampai ia menghafalkannya..Ketika Saya mengangkatnya untuk memasang kembali, Saya menemukan secarikkertas yang ia taruh dibelakang lukisan…Ya Ilahiy, ini salah satu suratnya…Apagerangan isi surat ini??!! dan mengapa Reem meletakkannya di belakang tulisan ayatmulia??!! surat ini salah satu dari surat-surat yang dituliskannya untuk Allah…dan didalamnya tertulis :Ya Rabb … Ya Rabb .. Matikanlah Saya… dan hidupkanlah Ayahku…!!--Kisah ini dikomentari oleh Syaikh Ayman as Samiy yang dituliskannya dengan tintaemas--Assalamu „alaikum .. Kisah ini Saya baca sekitar dua tahun yang lalu, dan Sayabersumpah demi Allah tak akan meneteskan air mata ketika membacanya. Tapi,Demi Allah Saya menuliskan komentar ini dengan air mata yang bercucuran.Sungguh mereka adalah orang-orang yang berhati besar. Bersedia mati untukmenghidupkan orang lain. Apakah dunia ini menghargai mereka? Apakah seluruhmanusia tahu bahwa ada orang yang bersedia terbakar untuk orang lain? dan adaorang yang bersedia mati untuk umat ini?Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah ...

×