Routing Information ProtocolRouting Information Protocol atau yang dikenal RIP adalah dinamik routing protokol yang sudahc...
Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam runningconfigurasi.Masukkan network mempunya...
Routing protokol bekerja dengan analogi yang hampir sama dengan marka jalan tersebut.Routing protokol memiliki tugas dan f...
Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode TriggeredUpdate. RIP memiliki timer untuk menget...
RIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepadarouter tetangganya.Karakteristik da...
mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai. Hal ini sudah dapat di atasi padaRIPv2.RIP-IGRP dengan dynamipsFi...
[[router IGRP1]]model = 3640idlepc = 0x60450e60S1/1 = IGRP2 S1/0[[router IGRP2]]model = 3640idlepc = 0×60423Sekarang start...
!hostname RIP2!interface Serial1/0ip address 192.168.1.2 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Seri...
no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0!router ripversi...
!router igrp 101network 192.168.3.0network 192.168.4.0!endContoh konfigurasi router IGRP2!hostname IGRP2!interface Serial1...
default-metric 2 : Berguna untuk meng-konfigure nilai metric yg sama (diatas itu hop count ygdi tentukan 2) utk semua jalu...
RIP ini juga lebih mudah di implementasikan, karena kemudahannya dalam mengconfigurenya.Telah saya sebutkan bahwa Distance...
Router_RIP_v2(config-if)#ip rip receive version 1Router_RIP_v2(config-if)#ip rip send version 2Verifying RIP:Router#show i...
Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg OSPFOSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) berdasarkan :- Cost yang be...
3. Topological database : Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang beradadalam satu networknya/areanya.Da...
Routing information protocol v 2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Routing information protocol v 2

1,570

Published on

the RIP

Published in: Technology
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,570
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
53
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Routing information protocol v 2"

  1. 1. Routing Information ProtocolRouting Information Protocol atau yang dikenal RIP adalah dinamik routing protokol yang sudahcukup tua. Di ciptakan sekitar tahun 1970.Cara kerjanya berdasarkan Distance Vector Routing Protocol, yang berarti akan mempergunakanpendekatan berapa banyak hop (lompatan) router yang akan ditempuh untuk mencapai suatunetwork. Dan yang akan dipilih adalah hop terpendek.Cara KerjaRIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepadarouter tetangganya.Karakteristik dari RIP: Distance vector routing protocol Hop count sebagi metric untuk memilih rute Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable Secara default routing update 30 detik sekali RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada updateSatu hal yang perlu diperhatikan adalah RIP zebra secara default mempergunakan versi 2,sedangkan Cisco versi 1.KonfigurasiSama halnya dengan zebra, daemon rip dapat dikonfigur lewat 2 cara.Konfigurasi dengan 2 cara :1. edit langsung pada file ripd.confroot@opera zebra# vi ripd.confroot@opera zebra# service ripd restart2. melalui remote vtytelnet ke port 2602root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602Hello, this is zebra (version 0.94).Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.
  2. 2. Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam runningconfigurasi.Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke routertetangga.ripd(config)# router ripripd(config-router)# network 192.168.1.0/24ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24ripd(config-router)# ^zripd#Untuk memeriksa status RIPripd# show ip protocolsRouting Protocol is “rip” Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds Outgoing update filter list for all interface is not set Incoming update filter list for all interface is not set Default redistribution metric is 1 Redistributing: Default version control: send version 2, receive version 2 Interface Send Recv Key-chain Routing for Networks: 10.1.1.0/24 192.168.1.0/24 Routing Information Sources: Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update Distance: (default is 120)Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.ripd# show ip ripCodes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP (n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute, (i) - interface Network Next Hop Metric From TimeJangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.ripd# write memoryConfiguration saved to /etc/zebra/ripd.confROUTING PROTOCOL PADA CISCO ROUTERAnalogi routing protocol adalah bagaikan marka penunjuk jalan yang biasanya berwarna hijaudan terdapat di jalan-jalan raya. Marka penunjuk jalan ini sangat berguna untuk menghantarkanAnda ke tempat yang dituju. Jika Anda mengikuti terus marka penunjuk jalan ini makakemungkinan besar Anda akan sampai ke tempat tujuan. Marka jalan tersebut akan menciptakansebuah rute perjalanan untuk Anda tempuh ke tujuan. Mungkin terbentang banyak rute untukmencapai tempat tujuan Anda, namun biasanya marka jalan tersebut akan menunjukan jalanyang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
  3. 3. Routing protokol bekerja dengan analogi yang hampir sama dengan marka jalan tersebut.Routing protokol memiliki tugas dan fungsi menunjukkan jalan untuk sebuah informasi agardapat mencapai tempat tujuannya. Routing protokol akan mengumpulkan rute-rute perjalananapa saja yang tersedia dalam sebuah jaringan dan semua kemungkinan yang ada. Kemudian rute-rute yang terkumpul tersebut diolah dan dijadikan sebuah tabel yang disebut sebagai routingtable. Dari routing tabel ini, kemudian perangkat jaringan pintar seperti router dapat memilihjalan terbaik untuk menuju ke lokasi tujuan.(RIP) Routing Information ProtocolRIP termasuk dalam protokol distance-vector, sebuah protokol yang sangat sederhana. Protokoldistance-vector sering juga disebut protokol Bellman-Ford, karena berasal dari algoritmaperhitungan jarak terpendek oleh R.E. Bellman, dan dideskripsikan dalam bentuk algoritma-terdistribusi pertama kali oleh Ford dan Fulkerson.Setiap router dengan protokol distance-vector ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahuicara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringantempatnya berada. Router kemudia mengirimkan informasi lokal tersebut dalam bentuk distance-vector ke semua link yang terhubung langsung dengannya. Router yang menerima informasirouting menghitung distance-vector, menambahkan distance-vector dengan metrik link tempatinformasi tersebut diterima, dan memasukkannya ke dalam entri forwarding table jika dianggapmerupakan jalur terbaik. Informasi routing setelah penambahan metrik kemudian dikirim lagi keseluruh antarmuka router, dan ini dilakukan setiap selang waktu tertentu. Demikian seterusnyasehingga seluruh router di jaringan mengetahui topologi jaringan tersebut.Protokol distance-vector memiliki kelemahan yang dapat terlihat apabila dalam jaringan ada linkyang terputus. Dua kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi adalah efek bouncing danmenghitung-sampai-tak-hingga (counting to infinity). Efek bouncing dapat terjadi pada jaringanyang menggunakan metrik yang berbeda pada minimal sebuah link. Link yang putus dapatmenyebabkan routing loop, sehingga datagram yang melewati link tertentu hanya berputar-putardi antara dua router (bouncing) sampai umur (time to live) datagram tersebut habis.Menghitung-sampai-tak-hingga terjadi karena router terlambat menginformasikan bahwa suatulink terputus. Keterlambatan ini menyebabkan router harus mengirim dan menerima distance-vector serta menghitung metrik sampai batas maksimum metrik distance-vector tercapai. Linktersebut dinyatakan putus setelah distance-vector mencapai batas maksimum metrik. Pada saatmenghitung metrik ini juga terjadi routing loop, bahkan untuk waktu yang lebih lama daripadaapabila terjadi efek bouncing..RIP tidak mengadopsi protokol distance-vector begitu saja, melainkan dengan melakukanbeberapa penambahan pada algoritmanya agar routing loop yang terjadi dapat diminimalkan.Split horizon digunakan RIP untuk meminimalkan efek bouncing. Prinsip yang digunakan splithorizon sederhana: jika node A menyampaikan datagram ke tujuan X melalui node B, maka bagiB tidak masuk akal untuk mencapai tujuan X melalui A. Jadi, A tidak perlu memberitahu Bbahwa X dapat dicapai B melalui A.
  4. 4. Untuk mencegah kasus menghitung-sampai-tak-hingga, RIP menggunakan metode TriggeredUpdate. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikaninformasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, routertetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggeredupdate). Dengan demikian, router-router di jaringan dapat dengan cepat mengetahui perubahanyang terjadi dan meminimalkan kemungkinan routing loop terjadi.RIP yang didefinisikan dalam RFC-1058 menggunakan metrik antara 1 dan 15, sedangkan 16dianggap sebagai tak-hingga. Route dengan distance-vector 16 tidak dimasukkan ke dalamforwarding table. Batas metrik 16 ini mencegah waktu menghitung-sampai-tak-hingga yangterlalu lama. Paket-paket RIP secara normal dikirimkan setiap 30 detik atau lebih cepat jikaterdapat triggered updates. Jika dalam 180 detik sebuah route tidak diperbarui, router menghapusentri route tersebut dari forwarding table. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiaproute. Router harus menganggap setiap route yang diterima memiliki subnet yang sama dengansubnet pada router itu. Dengan demikian, RIP tidak mendukung Variable Length SubnetMasking (VLSM).RIP versi 2 (RIP-2 atau RIPv2) berupaya untuk menghasilkan beberapa perbaikan atas RIP, yaitudukungan untuk VLSM, menggunakan otentikasi, memberikan informasi hop berikut (next hop),dan multicast. Penambahan informasi subnet mask pada setiap route membuat router tidak harusmengasumsikan bahwa route tersebut memiliki subnet mask yang sama dengan subnet maskyang digunakan padanya.RIP-2 juga menggunakan otentikasi agar dapat mengetahui informasi routing mana yang dapatdipercaya. Otentikasi diperlukan pada protokol routing untuk membuat protokol tersebut menjadilebih aman. RIP-1 tidak menggunakan otentikasi sehingga orang dapat memberikan informasirouting palsu. Informasi hop berikut pada RIP-2 digunakan oleh router untuk menginformasikansebuah route tetapi untuk mencapai route tersebut tidak melewati router yang memberiinformasi, melainkan router yang lain. Pemakaian hop berikut biasanya di perbatasan antar-AS.RIP-1 menggunakan alamat broadcast untuk mengirimkan informasi routing. Akibatnya, paketini diterima oleh semua host yang berada dalam subnet tersebut dan menambah beban kerja host.RIP-2 dapat mengirimkan paket menggunakan multicast pada IP 224.0.0.9 sehingga tidak semuahost perlu menerima dan memproses informasi routing. Hanya router-router yang menggunakanRIP-2 yang menerima informasi routing tersebut tanpa perlu mengganggu host-host lain dalamsubnet.RIP merupakan protokol routing yang sederhana, dan ini menjadi alasan mengapa RIP palingbanyak diimplementasikan dalam jaringan. Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit danmemberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan.Walaupun demikian, untuk jaringan yang besar dan kompleks, RIP mungkin tidak cukup. Dalamkondisi demikian, penghitungan routing dalam RIP sering membutuhkan waktu yang lama, danmenyebabkan terjadinya routing loop. Untuk jaringan seperti ini, sebagian besar spesialisjaringan komputer menggunakan protokol yang masuk dalam kelompok link-state.Cara Kerja RIP
  5. 5. RIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepadarouter tetangganya.Karakteristik dari RIP: Distance vector routing protocol Hop count sebagi metric untuk memilih rute Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable Secara default routing update 30 detik sekali RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada updateKelemahan RIPDalam implementasi RIP memang mudah untuk digunakan, namun RIP mempunyai masalahserius pada Autonomous System yang besar, yaitu :1. Terbatasnya diameter networkTelah disebutkan sedikit di atas bahwa RIP hanya bisa menerima metrik sampai 15. Lebih dariitu tujuan dianggap tidak terjangkau. Hal ini bisa menjadi masalah pada network yang besar.2. Konvergensi yang lambatUntuk menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang tidakefesien. Seperti pada contoh skema network di atas, misalkan subnet 10 bernilai 1 hop dari router2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, makasubnet 3 akan dihapus dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik.Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau, ia masih mempunyaitable routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh 2 hop (yang melalui router 2). Waktusubnet 3 dihapus dari router 2, router 3 memberikan informasi inikepada router 2 dan router 2 melihat bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop( 2 + 1 ). Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT.Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya kepada router 3 bahwasubnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabelrouting diupdate lagi dan router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop.Demikian seterusnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus looping sampainilainya lebih dari 30 hop.3. Tidak bisa membedakan network masking lebih dari /24RIP membaca ip address berdasarkan kepada kelas A, B dan C. Seperti kita ketahui bahwa kelasC mempunyai masking 24 bit. Dan masking ini masih bias diperpanjang menjadi 25 bit, 26 bitdan seterusnya. RIP tidak dapat membacanya bila lebih dari 24 bit. Ini adalah masalah besar,
  6. 6. mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai. Hal ini sudah dapat di atasi padaRIPv2.RIP-IGRP dengan dynamipsFiled under: linux, ciscoMaksud dari judul diatas adalah dimana kita menggunakan dua routing protocol dalam saturouter, utk menghubungkan routing protocol dari RIP ke IGRP dan dari IGRP ke RIP.Topologin sebagai berikut:Sebelum memulai.. saya ingin sekali menjelaskan sedikit tentang topologi tersebut Jadi padarouter ke-3 (router RIP-IGRP) disitulah letak dimana kita akan menggunakan dua routingprotocol (RIP dan GIPR), router 1 (router RIP1) dan 2 (router RIP2) menggunakan routingprotocol RIP, dan router 3 (router IGRP1) dan 4 (router IGRP2) menggunakan routing protocolIGRP. Yuk kita mulai..Ini configuration dari dynagen :#Simple RIP dan IGRPautostart = false[localhost][[3640]]image = /opt/images/c3640-is-mz.122-21.binram = 96ghostios = true[[router RIP1]]model = 3640idlepc = 0x604234a8S1/0 = RIP2 S1/0[[router RIP2]]model = 3640idlepc = 0x6036c2ecS1/1 = RIP-IGRP S1/0[[router RIP-IGRP]]model = 3640idlepc = 0×60422318S1/1 = IGRP1 S1/0
  7. 7. [[router IGRP1]]model = 3640idlepc = 0x60450e60S1/1 = IGRP2 S1/0[[router IGRP2]]model = 3640idlepc = 0×60423Sekarang start dynamips dan dynagenghoz@ghoz:~$ sudo dynamipsfinal -H 7200ghoz@ghoz:~$ sudo dynagen /opt/dynamips/dynagen-0.9.3/sample_labs/simple1/RIP-IGRP.netContoh konfigurasi router RIP1hostname RIP1!interface Serial1/0ip address 192.168.1.1 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/1no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/2no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0!router ripversion 2network 192.168.1.0!endContoh konfigurasi router RIP2
  8. 8. !hostname RIP2!interface Serial1/0ip address 192.168.1.2 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/1ip address 192.168.2.1 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/2no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0!router ripversion 2network 192.168.1.0network 192.168.2.0!endContoh konfigurasi router RIP-IGRP!hostname RIP-IGRP!interface Serial1/0ip address 192.168.2.2 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/1ip address 192.168.3.1 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/2
  9. 9. no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0!router ripversion 2redistribute igrp 101network 192.168.2.0default-metric 2!router igrp 101redistribute ripnetwork 192.168.3.0default-metric 1544 100 255 1 1500!endContoh konfigurasi router IGRP1!hostname IGRP1!interface Serial1/0ip address 192.168.3.2 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/1ip address 192.168.4.1 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/2no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0
  10. 10. !router igrp 101network 192.168.3.0network 192.168.4.0!endContoh konfigurasi router IGRP2!hostname IGRP2!interface Serial1/0ip address 192.168.4.2 255.255.255.0serial restart-delay 0clockrate 56000!interface Serial1/1no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/2no ip addressshutdownserial restart-delay 0!interface Serial1/3no ip addressshutdownserial restart-delay 0!router igrp 101network 192.168.4.0!endSekarang coba kita lihat sejenak contoh konfigurasi pada router RIP-IGRP.redistribute igrp 101 : Berguna untuk mengirim informasi yg berasal dari routing protocolsumber (dlm hal ini IGRP yg mempunyai AS 101) ke routing protocol tujuan (dlm hal in RIPv2)utk melakukan update di routing informationnya si RIP. Intinya seh agar informasi2 yg berbedarouting protocol itu bisa dibaca atau dimengerti oleh routing protocol lainnya denganmenggunakan ―redistribute‖
  11. 11. default-metric 2 : Berguna untuk meng-konfigure nilai metric yg sama (diatas itu hop count ygdi tentukan 2) utk semua jalur informasi yg di dapat dari IGRP. Default metric juga membantuutk menyelesaikan masalah dalam redistributing jalur/route dimana setiap routing protocolmempunyai metric yg berbeda-beda atau yg tidak sama.default-metric 1544 100 255 1 1500 : Pengertian default metric sama koq dengan yg diatas tpsaya cmn menjelaskan yg angka2nya doang. Angka pertama itu (1544) adalah ukuran bandwidthdlm kilobits. Angka kedua (100) adalah waktu delay di suatu jalur dlm microsecond. Angkaketiga (255) utk memberikan gurantee bahwa link tersebut akan hidup 100%. Angka yg keempat(1) utk memilih jalur tersebut. Angka yg kelima (1500) itu adalah maximum transmission unit(MTU). CMIIWPenjelasan Singkat Tentang RIPFiled under: ciscoRIP itu terbagi dalam 2 bagian. RIP version 1 dan RIP version 2.Routing Information Protocol atau sering disebut sebagai RIP. RIP ini termasuk di dalamdistance-vector routing protocol, dimana mengirim semua/keseluruhan routing table padarouter ke semua interface, convergence antara router lama, dll (bisa dilihat di bawah). defaultpengiriman updatenya setiap 30s, harap diinget yah pengiriman updatenya ini mengirim seluruhinformasi yg ada di routing table ke router2 lainnya, berbeda dengan Link-State routing protocol,coba aja baca2 postingan saya sebelumnya tentang Penjelasan singkat tentang EIGRP danPenjelasan singkat tentang OSPF dimana mereka menggunakan Link-State routing protocol.Administrative Distance (AD) pada RIP nilainya adalah 120, maksudnya AD ini apa yah bro?!Jadi begini, AD ini gunanya adalah utk pemilihan jalur yg terbaik/Select the best path!!!, lalurouting protocol manakah yang akan digunakan jika di router terdapat 2 routing protocol berbedadan ke-2 routing protocol tersebut memberikan informasi ke destination yg sama. misalkan disuatu router terdapat 2 routing protocol.. OSPF dan RIP, maka jalur yg akan dipilih utkmengirimkan paket adalah routing protocol OSPF, karena ADnya OSPF (ADnya 110) itu lebihkecil dari pada ADnya si RIP (ADnya 120). Administrative Distance itu bernilai integer dari 0s/d 255. Dimana 0 itu adalah yg paling dipercaya utk mengirmkan paket2 dan yg 255 itu tidakakan ada paket2 dikirmkan atau bisa kita bilang.. nggak mungkin dipake.Hal-hal dasar yang perlu di ketahui tentang Distance-Vector- Tidak support VLSM dan CIDR kecuali RIP version 2- Slow convergence- Distance vector algortima biasa dikenal dengan Bellman-Ford algortima- Distance vector itu tidak bisa ‗melihat‘ topology yg sebenarnya pada suatu internetwork, hanyabisa ‗melihat‘ router yg directly connected- Kemungkinan terjadi routing loops besar
  12. 12. RIP ini juga lebih mudah di implementasikan, karena kemudahannya dalam mengconfigurenya.Telah saya sebutkan bahwa Distance vector mempunyai kemungkinan terjadinya routing loopsitu besar. Nah, untuk menangani hal tersebut bisa dilakukan dengan 3 cara.1. Menggunakan Split Horizon2. Menggunakan Route Poisoning3. Configure holddown timers== RIP version 1 ==- Hop count adalah metric dari RIP.- Hop count maksimal adalah 15 hop count.- Mengirim keseluruhan routing table setiap 30s atau Periodic update.- Bila Hop count lebih dari 15, maka paket akan dibuang- Classful routing== RIP v2 ==- Hop count adalah metric dari RIP.- Hop count maksimal adalah 15 hop count.- Mengirim keseluruhan routing table setiap 30s atau Periodic update.- Bila Hop count lebih dari 15, maka paket akan dibuang- Classles routing- Ada Authenticationnya- Support VLSMConfiguring RIP:Router(config)#router ripRouter(config-router)#network [network-dirrectly-connected]Configuring RIP bila ingin menggunakan RIP version 2:Router(config)#router ripRouter(config-router)#version 2Harap diinget!! bila salah satu router menggunakan RIP version 1 dan router directly connectedlainnya itu menggunakan RIP version 2.. Konfigurasilah interface untuk receive dan sendberdasarkan RIP versionnya.[router RIP v1]——–[Router RIP v2]Configure berdasarkan topologi di atas:Router_RIP_v1(config)#router ripRouter_RIP_v1(config-router)#network [network-dirrectly-connected]Router_RIP_v1(config-if)#ip rip send version 1Router_RIP_v1(config-if)#ip rip receive version 2Router_RIP_v2(config)#router ripRouter_RIP_v2(config-router)#network [network-dirrectly-connected]
  13. 13. Router_RIP_v2(config-if)#ip rip receive version 1Router_RIP_v2(config-if)#ip rip send version 2Verifying RIP:Router#show ip protocolRouter#show ip routeRouter#show ip rip databaseRouter#show ip interface briefKira2 seperti itulah sekilas tentang RIP.Semoga tulisan saya ini bisa berguna bagi teman2.Penjelasan Singkat Tentang OSPFFiled under: ciscoPada sebelumnya saya menjelaskan tentang Penjelasan Singkat Tentang EIGRP, sekarang sayacoba menjelaskan sesuai judul diatas.OSPF (Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa digunakan olehrouter lainnya (cisco, juniper, huawei, dll), maksudnya dari keterangan diatas bahwa routingprotocol OSPF ini dapat digunakan seluruh router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapiseluruhnya dapat mengadopsi routing protocol OSPF.OSPF ini termasuk di kategori Link-state routing protocol (sama seperti EIGRP), Link-staterouting protocol ini ciri2nya memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisamelihat topologinya masing2. Cara updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidaksemua informasi yg ada di router akan dikirim seluruhnya ke router2 lainnya, tetapi hanyainformasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua router dalam 1area, sehingga meng-efektifkan dan meng-efisienkan bandwidth yg ada, lalu convergencenyaantar router sangatlah cepat dikarenakan informasi yg berubah/bertambah/berkurang saja yangdikirim ke router2 lainnya. Trus tidak mudah terjadi Routing loops, jika teman2 menggunakanrouting protocol OSPF maka dibutuhkan power memory dan proses yang lebih besar, dan OSPFitu susah utk di konfigurasi.OSPF berdasarkan Open Standard, maksudnya adalah OSPF ini dapat dikembangkan dandiperbaiki oleh vendor2 lainnya.Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg Link-state- Link-state menggunakan hello packet untuk mengetahui keadaan router tetangganya (bukankeseluruhan), apakah masih hidup ataukah sudah mati.- Menggunakan hello information dan LSAs (Link-state advertisement) yang diterima oleh routerlain utk membuat database (topological database) ttg networknya di masing2 router- Menggunakan algoritma SPF utk mengkalkulasi jarak terpendek utk ke setiap network- Support CIDR dan VLSM
  14. 14. Hal-hal dasar yang perlu di ketahui ttg OSPFOSPF dalam menentukan Best Path (Jalur terbaiknya) berdasarkan :- Cost yang berdasarkan speed dari link (bandwidth)- Speed dari linknya (bandwidth)- Cost yang paling kecil dari link OSPFOSPF mempunyai empat tipe dari network :- Broadcast Multi-access, ini seperti ethernet- NonBroadcast Multi-access (NBMA), ini seperti penggunaan pada Frame Relay- Point-to-point networks- Point-to-multipoint networksUntuk mengurangi angka pertukaran informasi antara router2 tetangga dalam satu network(area), OSPF memilih/membuat DR (Designated Router) dan BDR (Backup Designated Router)untuk mengurangi beban dari router2 yg ada. Bila ada perubahan.. maka router yg terdapatperubahan tersebut akan mengirimkan updatenya ke DR terlebih dahulu, lalu DR akan membagi-bagikan update terbarunya ke router2 lainnya secara multicast dengan alamat 224.0.0.5 keseluruh router OSPF. CMIIW. Intinya.. DR Itu Presidennya dan BDR itu wakil presidennya.Lalu, kenapa ada DR dan BDR?? pada umumnya dengan rumus ini n*(n-1)/2 akan memberikanadjecency router yang terjadi. Coba bayangkan bila ada 10-15 router.. berarti adjecencyrelationship yg dikirim setiap router akan banyak sekali kan?!?! berarti traffic akan meningkatdan performa link akan menurun, oleh karena itu dibutuhkan DR dan BDR. Ingat2…!!! dalampemilihan DR dan BDR hanya dapat dilakukan bila tipe networknya adalah Broadcast Multi-access dan NonBroadcast Mulit-access..- Hello packet dikirim ke router tetangga pada Broadcast Multi-access dan point-to-point itustandarnya adalah 10 detik- Hello packet dikirim ke router tetangga pada NonBroadcast Multi-access (NBMA) itustandarnya adalah 30 detikPada OSPF memiliki 3 table di dalam router :1. Routing table2. Adjecency database3. Topological databasePenjelasan :1. Routing table : Routing table biasa juga dipanggil sebagai Forwarding database. Databaseini berisi the lowest cost utk mencapai router2/network2 lainnya. Setiap router mempunyaiRouting table yang berbeda-beda.2. Adjecency database : Database ini berisi semua router tetangganya. Setiap router mempunyaiAdjecency database yang berbeda-beda.
  15. 15. 3. Topological database : Database ini berisi seluruh informasi tentang router yang beradadalam satu networknya/areanya.Dari tadi saya menyebutkan Area, tapi tidak menjelaskan area itu maksdunya bgmn. Klo didalam EIGRP kita mengenal Internal Route dan External Route (Temen2 bisa baca lagipostingan saya tentang Penjelasan Singkat Tentang EIGRP), nah Area dalam OSPF itu samamaksudnya dengan yg Internal Route dan External Route cmn hanya beda nama saja.Cara Menggunakan OSPFRouter(config)#router ospf process-idRouter(config-router)#network address wildcard-mask area area-idPenjelasan sedikit tentang command diatas. process-id itu bisa digunakan antara nomor 1 dan65,535. Nah yang wildcard-mask itu caranya adalah membalikkan subnet-mask. ex: subnet-mask= 255.255.255.0 lalu wildcard-mask = 0.0.0.255. area-id itu dapat digunakan dari angka 0 to65,535. Dalam OSPF setidaknya kita harus punya area 0. area 0 sering disebut sebagaibackbone.. dan setiap area2 lainnya yang ingin dibuat harus terkoneksi ke area 0. Bila routertersebut dalam ruang lingkup backbone, maka area-idnya harus 0.Cara Setting OSPF Priority di InterfaceRouter(config)#interface fastethernet 0/0Router(config-if)#ip ospf priority 0-255Cara tersebut utk membuat interface dipilih menjadi DR, tapi ingat.. priority terbesar lah yangakan dipilih menjadi DR dan priorty ke 2 yg akan dipilih menjadi BDR. Klo interface tidak disetting priority, berarti interface memiliki priority yg default atau priority = 1.Verifying OSPF ConfiguratinoRouter#show ip protocolRouter#show ip routeRouter#show ip ospf interfaceRouter#show ip ospfRouter#show ip ospf neighbor detailRouter#show ip ospf databaseKeuntungan menggunakan OSPF Speed of convergence Support for Variable Length Subnet Mask (VLSM) Network size Path selection Grouping of members

×