Your SlideShare is downloading. ×

Pkm ai050409

487

Published on

Hasil penasaran selama 6 tahun kuliah, akhirnya ada karya juga yang bisa tembus PKM

Hasil penasaran selama 6 tahun kuliah, akhirnya ada karya juga yang bisa tembus PKM

Published in: Technology, Sports
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
487
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BETON RINGAN BERBASIS GEOPOLIMER DARI CENOSPHERE ABU LAYANG BATUBARA Galih Setyo P, Laily Mabruroh, Alvian Amri Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember SurabayaABSTRAK Cenosphere abu layang merupakan abu layang batubara yang berbentuk bola beronggadengan densitas 0,8-0,9 g/cm3. Kandungan SiO2 dan Al2O3 yang cukup banyak pada cenosphere abulayang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan geopolimer dengan densitas yang ringan.Geopolimer dibuat dengan melakukan variasi komposisi ukuran partikel cenosphere yang akandireaksikan dengan larutan alkali sehingga diperoleh penataan partikel yang lebih mampat.Penataan partikel yang lebih mampat akan menghasilkan geopolimer ringan yang lebih kuat. Hasileksperimen menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi yang diperoleh adalah sebesar 19,42 MPa dandensitas tertinggi yang dicapai hanya 0,34 g/cm3. Nilai tersebut masih memenuhi kebutuhan densitasuntuk beton ringan yaitu 1,44-1,84 g/cm3. Mikrostruktur dari geopolimer yang telah dibuat dipelajaridengan menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray (EDX).Kata Kunci : cenosphere abu layang, geopolimer, beton ringan, SEM, EDXABSTRACT Cenosphere fly ash is hollow sphere with range density 0,8-0,9 g/cm3. SiO2 and Al2O3 fromcenosphere fly ash could be the raw material of low density geopolymer. Geopolymer is synthesisedby varying composition of particle size of cenosphere fly ash reacted with alkali solution for denserparticle packing. Denser particle packing produce ligtweight geopolymer with higher compressivestrength. The experimental data showed that the highest compressive strength is 19,42 MPa and thehighest density is 0,34 g/cm3. However, the results qualified the standard of lightweight concrete 1,44-1,84 g/cm3. The microstructure of goplimer was characterized with Scanning Electron Microscopy(SEM) and Energy Dispersive X-Ray (EDX).Keywords : cenosphere fly ash, geopolymer, lightweight concrete, SEM, EDX1. Pendahuluan Geopolimer merupakan polimer pemanfaatan cenosphere juga akananorganik yang terdiri dari rantai tetrahedra- menurunkan kuat tekan dari beton itu sendiri.tetrahedra SiO44- dan AlO45-. Geopolimer dapat Hal ini disebabkan oleh kurangnya interaksidibuat dengan mereaksikan sumber antarmuka antara permukaan cenosphere abualuminosilikat dengan larutan alkali layang dengan semen (McBride, 2002). Salah(Davidovits, 2002). Abu layang batubara satu cara untuk meningkatkan interaksidiyakini merupakan salah satu sumber antarmuka tersebut adalah denganaluminosilikat untuk membuat geopolimer memanfaatkan cenosphere sebagai bahan dasar(Swanepoel, 2002). Cenosphere merupakan pembuatan geopolimer. Bahkan dengan carafraksi dari abu layang batubara yang memiliki ini, penggunaan semen dapat dikurangi.bentuk morfologi seperti bola dengan dinding Dengan demikian, secara tidak langsung dapatyang sangat tipis serta memiliki densitas mengurangi produksi gas CO2, hasil sampingkurang dari 1 g/cm3 (Kruger, 1996). dalam produksi semen, yang akan Cenosphere abu layang seringkali menimbulkan efek rumah kaca.dimanfaatkan sebagai agregat dalam Pemanfaatan cenosphere sebagai bahanpembuatan beton. Dengan penambahan pembuatan geopolimer mampu meningkatkancenosphere abu layang akan menurunkan interaksi antarmuka pada cenosphere abudensitas beton sehingga memenuhi kriteria layang dimana SiO2 dan Al2O3 dalamsebagai beton ringan. Namun, di lain sisi cenosphere abu layang terpolimerisasi menjadi
  • 2. rantai tetrahedra-tetrahedra SiO44- dan AlO45-. 2. MetoodologiRantai tetrahedra-tetrahedra tersebut 2.1 Alatselanjutnya disebut sebagai matriks Peralatan yang digunakan dalamgeopolimer. Dengan demikian akan diperoleh penelitian ini antara lain ayakan 75 µm, 125geopolimer dengan kuat tekan tinggi dan µm dan 150 µm, beaker glass polipropilene,densitas yang rendah. timbangan, mixer, cetakan silinder berbahan Permasalahan timbul saat terbentuknya PVC 5/8 dengan panjang 3 cm, oven,matriks geopolimer. Jika seluruh permukaan compressive strength machine, dan SEM.cenosphere abu layang terpolimerisasi menjadi 2.2 Bahanmatriks geopolimer maka tidak ada lagi rongga Bahan yang dibutuhkan dalamdi dalam cenosphere dan berakibat pada penelitian ini antara lain Natrium hidroksida panaiknya densitas. Namun jika matriks dari Merck (99 % NaOH, Mr = 40,00 g/mol),geopolimer hanya terbentuk di permukaan Natrium silikat dari Merck (7,5 8,5 % Na2O,cenosphere maka akan menimbulkan banyak 25,5 28,5 % SiO2 dan 63 67 % H2O, d = 1,3pori sebagai konsekuensi penataan partikel g/ml pada 20ºC), aquades, cenosphere abucenosphere yang berbentuk bola. Dengan layang dari Tarong, Australia.banyaknya pori tentunya kuat tekan geopolimerjuga akan turun. 2.3 Prosedur Kerja Partikel cenosphere dengan ukuran 2.3.1 Preparasi Bahanpartikel yang seragam mungkin akan Penelitian ini mengunakan cenospheremembentuk penataan dalam 5 penyusunan yang yang diperoleh melalui pemisahan abu layangberbeda seperti pada Gambar 2. Persentase dari Tarong, Australia dengan komposisi kimiavolume yang terisi oleh partikel cenosphere pada Tabel 1.disebut packing density bernilai mulai dari 52%hingga 74% untuk kubik dan piramida tanpa Tabel 1. Analisa komposisi kimia cenospheretergantung ukuran partikel (Reed, 1989). abu layang dengan menggunakan Distribusi ukuran partikel memiliki XRF dari Centre for Fuels andpengaruh signifikan terhadap penataan partikel, Energy Curtin Universitystruktur pori dan perilaku material selama Kandungan % Beratpembentukan, pengeringan dan pembakaran. SiO2 62,60Model untuk penataan partikel berukuran Fe2O3 0,54seragam menunjukkan bahwa packing density Al2O3 34,90naik jika bilangan koordinasi naik dan ukuran TiO2 1,90pori rata-rata menurun jika ukuran partikel dan P2O5 0,04porositas turun. Packing density dari partikel Mn3O4 -berukuran seragam dapat ditingkatkan dengan CaO 0,03menambahkan partikel yang lebih halus dengan MgO 0,11proporsi tertentu sehingga mampu mengisikekosongan ruang di sela-sela partikel yang Na2O 0,05lebih besar (Reed, 1989). Zheng, dkk. (1995) K2O 0,19melaporkan bahwa penggunaan model Furnas SO3 -mampu menunjukkan penataan partikel yang V2O5 0,03ideal pada campuran biner. Packing density ZnO -akan turun jika rasio ukuran partikel kasar BaO 0,03dengan yang halus turun. Packing density juga SrO -sangat tergantung pada fraksi volume partikelkasar atau halus. Cenosphere tersebut kemudian dioven Pada penelitian ini akan dibuat pada temperatur 1000C selama 24 jam untukgeopolimer ringan melalui variasi komposisi menghilangkan kandungan air. Cenosphereukuran partikel cenosphere abu layang yang dipisahkan menjadi fraksi berukuran 75 - 125akan direaksikan dengan larutan alkali. Dengan µm, 125-150 µm dan >150 µm denganvariasi komposisi ukuran partikel cenosphere menggunakan ayakan 75 µm, 125 µm,dan 150abu layang akan diperoleh penataan partikel µm yang disusun bertingkat (ayakan 75 µm,yang lebih mampat. Hal ini akan meningkatkan 125 µm dan 150 µm disusun berurutan darikuat tekan, namun densitas yang diperoleh bawah ke atas). Untuk mengayak digunakantetap ringan. mesin pengayak otomatis.
  • 3. Gambar 1. Hasil SEM (a) sampel C1, (b) Sampel C2, (c) sampel C32.3.2 Preparasi Larutan Alkali Tabel 2 Variasi Ukuran Partikel Larutan alkali dibuat dengan 63 - 75 125 -150melarutkan 6,99 gram NaOH dalam 7,00 ml No Sampel < 25 µm µm µm (%aquades dalam wadah polipropilen berpenutup (% berat) berat) (% berat)dan didiamkan selama ± 24 jam. Larutan 1 C1 100,00 - -NaOH yang telah dibuat selanjutnyadicampurkan dengan 13,21 gram waterglass pa 2 C2 - 100,00 -hingga setelah dicampur dengan 15,00 gram 3 C3 - - 100,00cenosphere abu layang memiliki rasio 4 CC1 24,00 16,00 60,00SiO2/Al2O3 4,2; Na2O/SiO2 0,5 dan 5 CC2 23,40 15,60 61,00Na2O/H2O 10. 6 CC3 22,80 15,20 62,00 7 CC4 22,20 14,80 63,002.3.3 Sintesis Geopolimer 8 CC5 21,60 14,40 64,00 Geopolimer dibuat denganmempersiapkan 15,00 gram cenosphere abu 9 CC6 21,00 14,00 65,00layang dengan variasi komposisi ukuranpartikel cenosphere abu layang seperti Tabel 2. 2.3.4 Uji Kuat Tekan Dari variasi ukuran partikel tersebut Kuat tekan diukur denganselanjutnya direaksikan dengan larutan alkali menggunakan Torsee Universal Testingyang telah disiapkan pada subbab 2.2.2. Machine tipe AU-5. Uji kuat tekan dilakukanCampuran tersebut diaduk dengan mixer terhadap 3 sampel untuk masing-masing variasiselama ± 10 menit sehingga terbentuk seperti komposisi ukuran partikel seperti pada tabelpasta. Pasta dimasukkan ke dalam cetakan pipa 3.2. Pengukuran dilakukan 28 hari setelahPVC 5/8 dengan tinggi 3 cm. Cetakan yang pembuatan geopolimer.telah diisi pasta geopolimer divibrasi secaravertikal agar pasta geopolimer memiliki 2.3.5 Uji Densitaspenataan partikel yang lebih mampat. Setelah Densitas geopolimer diukur dengan14 hari, pasta yang sudah agak padat mengunakan piknometer. Sebelumnya,dikeluarkan dari cetakan untuk dioven pada piknometer dtimbang dalam keadaan kosong.temperatur 60º C selama 24 jam. Kemudian piknometer diisi dengan aquades
  • 4. hingga penuh dan ditmbang. Selisih berat sampel C2 dan C3. Hal ini ikut berpengaruhantara piknometer kosong dengan piknometer terhadap peningkatan kuat tekan geopolimer.berisi aquades diperoleh densitas aquades. Selanjutnya, pecahan sampel Tabel 3. Hasil Uji Kuat Tekan dan Densitasgeopolimer ditimbang massanya. Pecahan tadi Geopolimerdimasukkan ke dalam piknometer berisi No Sampel Kuat Tekan Densitasaquades dan kemudian ditimbang massanya. (MPa) (g/cm3)Densitas geopolimer dapat diperoleh dengan 1 C1 19,42 0,16perhitungan sebagai berikut : 2 C2 15,40 0,25 m geopo lim er 3 C3 10,20 0,20 geopo lim er V geopo lim er 4 CC1 11,65 0,22 5 CC2 13,32 0,26 V geopo lim er V piknometer Vair 6 CC3 9,43 0,28 V air m air 7 CC4 13,21 0,30 air 8 CC5 14,59 0,25 mair mpikno geo air mpiknometer mgeopolimer 9 CC6 11,37 0,34 keterangan : Vpiknometer = volume piknometer Wong dan Kwan (2006) menyebutkan Vair = volume air dalam bahwa penataan partikel berperan dalam kinerja piknometer setelah suatu beton. Semakin optimal penataan partikel dimasuki geopolimer maka akan semakin besar kekuatan yang air = densitas air dimiliki oleh suatu beton. Demikian pula yang mair = massa air dalam berlaku pada geopolimer. Partikel cenosphere piknometer setelah yang berbentuk seperti bola berongga akan dimasuki geopolimer membentuk susunan penataan seperti Gambar mpikno+geo+air = massa piknometer + 2. Pada sampel C1, cenderung untuk massa geopolimer + melakukan penataan piramida dan tetrahedral massa air seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2. Kecenderungan ini diperkuat dengan Gambar 32.3.6 Analisa Mikrostruktur dimana partikel cenosphere tampak Mikrostruktur dikarakterisasi dengan membentuk penataan piramida dan tetrahedral.SEM untuk melihat morfologi geopolimer. Oleh karena itu, kuat tekan sampel C1 lebihKarakterisasi dilakukan terhadap pecahan besar daripada yang lain.sampel hasil uji kuat tekan. Pecahan sampelCC2 dipoles terlebih dahulu sebelum dilakukankarakterisasi SEM untuk melihat penampangmelintang hasil penataan. Analisa EDXdilakukan terhadap sampel CC5.3. Hasil dan Pembahasan Uji kuat tekan geopolimer dilakukansetelah geopolimer berumur 28 hari. Pengujiandilakukan terhadap geopolimer berbentuksilinder dengan diameter ±1,5 cm dan tinggi±1,7 cm. Hasil uji kuat tekan dan densitasdiperoleh seperti pada tabel 3 Sampel C1 hingga C3 memilikiukuran partikel cenosphere yang berbeda.Sampel C1 memiliki ukuran partikel terkecilyaitu 75-125 µm. Dari hasil uji kuat tekan padaTabel 3 menunjukkan bahwa sampel C1memiliki kuat tekan yang paling tinggidibanding sampel C1 dan C2 yaitu 19,42 MPa.Nilai ini sudah memenuhi standar ACI 213-87untuk beton ringan, yaitu 17,2 MPa. Dari hasil Gambar 2. Penataan partikel yang mungkinSEM pada Gambar 1 terlihat bahwa sampel C1 untuk bola berukuran seragammemiliki penataan yang paling padat di antara
  • 5. Penataan partikel dengan memasukkan partikel cenosphere yang lebih kecil ke dalam sela-sela partikel cenosphere yang lebih besar dilakukan pada sampel CC1 hingga CC6. Pada penelitian ini, nilai kuat tekan setelah penataan (sampel CC1-CC6) dibandingkan dengan sampel C3 yang memiliki ukuran partikel seragam. Dari gambar 4 dapat dilihat bahwa hasil kuat tekan setelah penataan lebih besar dibandingkan nilai kuat tekan geopolimer dari cenosphere yang berukuran seragam, kecuali pada sampel CC3. Bagaimanapun juga, nilai kuat tekan yang dihasilkan tidak melebihi kuatGambar 3. Hasil SEM sampel C1 pembesaran tekan pada sampel C1. 1000x 25,00 19,42 Kuat Tekan (MPa) 20,00 15,40 14,59 15,00 13,32 13,21 11,65 11,37 10,20 9,43 10,00 5,00 0,00 C1 C2 C3 CC1 CC2 CC3 CC4 CC5 CC6 Sampel Geopolimer = partikel berukuran seragam Gambar 5. Hasil SEM sampel CC3 = variasi komposisi ukuran partikel Penataan partikel yang terjadi dapatGambar 4. Perbandingan kuat tekan dilihat pada Gambar 6. Penataan partikel pada geopolimer dengan partikel sampel CC5 terlihat lebih padat dari yang lain. berukuran seragam dan variasi Hal ini menyebabkan kuat tekan yang komposisi ukuran partikel dihasilkan lebih besar dibanding sampel yang lain. Pada sampel CC3 walaupun penataanGambar 6. Mikrograf SEM (a) Sampel CC1, (b) Sampel CC2 yang telah dipoles, (c) Sampel CC3, (d) Sampel CC4, (e) Sampel CC5, (f) Sampel CC6
  • 6. partikel yang terjadi juga lebih padat, namun densitas ini diakibatkan oleh masuknya partikelmatriks geopolimer untuk mengikat partikel cenosphere yang lebih kecil ke dalam sela-selacenosphere hanya sedikit yang terbentuk partikel cenosphere yang lebih besar (Reed,seperti pada Gambar 4. Jika matriks geopolimer 1989).sebagai binder hanya sedikit yang terbentuk Gambar 7 memberikan gambaranmaka kuat tekan yang diperoleh pun akan bagaimana partikel yang lebih kecil mengisiturun. kekosongan sela partikel yang lebih besar. Hal ini membuat geopolimer yang dihasilkan menjadi lebih padat dan meningkatkan densitas geopolimer yang dihasilkan. Hasil SEM pada gambar 5 menunjukkan bahwa telah terjadi penataan partikel dimana partikel yang lebih kecil telah mengisi kekosongan di sela-sela partikel yang lebih besar. Partikel cenosphere yang lebihGambar 7. Penataan Partikel pada kecil terlihat menempel di permukaan Geopolimer (a) Penataan pada cenosphere yang lebih besar. Partikel yang Partikel berukuran besar, (b) lebih kecil tersebut terikat oleh matriks Penataan pada Partikel Kecil, (c) geopolimer. Pengisian Kekosongan Sela-sela Hal yang menarik disini adalah bahwa Partikel Besar dengan Partikel walaupun terjadi peningkatan densitas setelah Kecil penataan partikel, namun nilai densitas yang dihasilkan masih berada di bawah nilai densitas Densitas geopolimer yang dihasilkan menurut standar ACI 213-87 untuk pembuatanpada tabel 3 menunjukkan bahwa ada beton ringan yaitu 1,44 1,84 g/ml. Hal inipeningkatan densitas setelah dilakukan disebabkan oleh geopolimerisasi yang hanyapenataan partikel cenosphere. Kenaikan terjadi di permukaan cenosphere. Jika Gambar 8. Analisa SEM/EDX pada sampel CC5
  • 7. geopolimerisasi hanya terjadi di permukaan titik 3 bukan berarti bahwa ada tambahan Almaka rongga di dalam cenosphere masih dapat pada titik tersebut. Naiknya kandungan Al2O3dipertahankan. Keberadaan rongga di dalam lebih disebabkan karena Si lebih banyak yangcenosphere memberikan pengaruh yang larut membentuk geopolimer sehingga jumlahsignifikan terhadap rendahnya densitas kandungan kimia total juga berkurang.geopolimer yang dihasilkan. Bagaimanapun juga, hasil analisa EDX hanya Geopolimerisasi yang terjadi pada menunjukkan data kualitatif.permukaan cenosphere dapat dilihat pada Analisa EDX pada titik 3 yangGambar 8. Matriks geopolimer yang terbentuk merupakan matriks geopolimer menunjukkanmengikat partikel cenosphere untuk berada bahwa kandungan SiO2 dan Al2O3 pada titikpada tempatnya. Menurut Panias (2006), tersebut adalah 57,29% dan 23,27%. Dengangeopolimerisasi meliputi tahap sebagai berikut : rasio SiO2/Al2O3 sebanyak 2,46 pelarutan Si dan Al dari padatan bahan- mengindikasikan bahwa tidak semua Si dan Al bahan aluminosilikat di dalam larutan yang bereaksi dengan larutan alkali membentuk bersifat basa, matriks geopolimer. Hal ini tampak pada titik 1 pembentukkan jenis oligomer-oligomer dimana partikel cenosphere seolah tidak (geopolimer pendahuluan) terdiri dari mengalami apapun akibat serangan larutan ikatan-ikatan polimerik dari tipe Si-O-Si alkali. Indikasi tersebut diperkuat oleh analisa dan/atau Si-O-Al, EDX dimana kadar SiO2 dan Al2O3 pada titik 1 polikondensasi oligomer-oligomer itu untuk sebesar 71,57% dan 10,03%. membentuk suatu kerangka tiga dimensi Nilai kuat tekan geopolimer juga aluminosilikat (kerangka geopolimerik), dan dipengaruhi oleh jenis matriks yang terbentuk pengikatan partikel-partikel padat ke dalam saat geopolimerisasi. Dari hasil EDX pada kerangka polimerik dan pemadatan Gambar 8 titik 3 menunjukkan bahwa matriks keseluruhan sistem membentuk geopolimer. geopolimer yang dihasilkan memiliki rasioSecara umum, skema reaksi geopolimerisasi SiO2 / Al2O3 = 2,46 atau dengan kata lain rasioadalah seperti Gambar 9. Si/Al = 1,23. Dengan rasio tersebut, diperkirakan terbentuk matriks geopolimer jenis polisialat (Davidovits, 1994). Secara teori, ikatan antara Si-O-Si lebih kuat dibandingkan Si-O-Al atau Al-O-Al (de Jong, 1980 dalam Duxson, dkk., 2005). Dalam polisialat, hanya terdapat satu ikatan Si-O-Si sehingga kuat tekan yang diperoleh tidak terlalu besar.Gambar 9. Skema Reaksi Geopolimerisasi (Davidovits, 1991) Pelarutan Si pada reaksigeopolimerisasi dapat dilihat pada Gambar 8yang menunjukkan hasil EDX di 3 titik. Padatitik 1 yang merupakan partikel cenosphereterlihat bahwa kandungan SiO2 mula-mula Gambar 10. Interaksi Antarmuka pada Sampeladalah sebesar 71,57%. Pada titik 3, terlihat CC4permukaan cenosphere tampak berlubang dankasar. Perubahan tersebut terjadi akibat Penyebab lain kuat tekan yangterjadinya pelarutan Si dari permukaan dihasilkan tidak lebih besar dari sampel C1cenosphere. Analisa EDX pada titik 2 adalah kurang optimalnya penataan partikelmenunjukkan bahwa kandungan SiO2 turun yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh reaksimenjadi 43,46%. Hal ini mengindikasikan geopolimerisasi yang terjadi terlalu cepat.adanya pelarutan Si pada permukaaan Akibatnya, partikel-partikel yang lebih kecilcenosphere. Naiknya kandungan Al2O3 pada
  • 8. menempel pada partikel yang lebih besar. Hal Kurang optimalnya penataan partikelini mengakibatkan kurang optimalnya penataan disebabkan oleh rasio ukuran partikel yangsaat dilakukan vibrasi karena partikel yang terlalu kecil sehingga pengisian sela-selalebih kecil tidak mau turun untuk mengisi partikel yang lebih besar tidak optimal.kekosongan sela-sela partikel yang lebih besar Penataan partikel cenosphere dalam keadaansebagaimana yang terlihat pada Gambar 10. basah juga menurunkan efektivitas penataanZou, dkk.(2001) melaporkan bahwa partikel. Untuk itu, perlu dikaji lebih lanjutketerlibatan partikel dengan ukuran relatif kecil untuk melakukan metode pembuatanpada penataan dalam keadaan basah memicu geopolimer yang memungkinkan penataanterjadinya aglomerasi. Terjadinya aglomerasi partikel dilakukan dalam keadaan kering,ini menurunkan efektivitas penataan partikel. misalnya metode steam curing. Penataan yang belum optimal ini jugadisebabkan oleh rasio ukuran partikel yang Ucapan Terima Kasihterdekat terlalu kecil. Hal ini mengakibatkan Puji syukur kehadirat Allah SWT ataspenataan tidak maksimal karena rongga yang berkat rahmat dan hidayahnya sehingga naskahdisediakan partikel besar tidak bisa ini dapat selesai. Penulis mengucapkan terimamenampung partikel yang lebih kecil. Semakin kasih kepada :kecil rasio ukuran partikel terdekat maka 1. CRC for Coal in Sustainablepacking density juga akan turun sehingga akan Development (CCSD), Australia yangmenyebabkan adanya banyak pori. Rasio mendanai sebagian dari penelitian iniukuran partikel besar dengan ukuran terdekat 2. Centre for Fuels and Energy (CFE)yang ideal untuk mendapatkan penataan yang Curtin University, Australia yangoptimal adalah 7. Dengan rasio tersebut, memberikan sampel cenosphere abupartikel yang lebih kecil akan lebih mungkin layang batubaramengisi kekosongan di sela partikel yang lebih 3. Lukman Atmaja, PhD. dan Hamzahbesar (Reed, 1989). Fansuri, PhD. atas segala bimbingan dan konsultasi yang telah diberikan.4. Kesimpulan Penataan partikel dengan Daftar Pustakamenambahkan partikel cenosphere kecil untuk Davidovits, J., (1991) Geopolymers: inorganicmengisi kekosongan sela-sela partikel polymeric new materials , Journal ofcenosphere besar mampu meningkatkan kuat Thermal Analysis 37, page 1633tekan dan densitas geopolimer dari cenosphere 1656abu layang. Kuat tekan terbaik diperoleh Davidovits, J (1994) Geopolymers, Man-madesampel CC5 dengan komposisi ukuran partikel Rock Geosynthesis and the Resulting75 - 125 µm : 125-150 µm : >150 µm sebanyak Development of Very Early High21,6% : 14,4% : 64%, yaitu 14,59 MPa. Strength Cement ,. Journal ofNamun, nilai kuat tekan tersebut masih di Materials Education, 16 [2-3] pagebawah sampel C1 yang terdiri dari 100% 91-137cenosphere berukuran 75 - 125 µm, yaitu Duxson, P., Provis, John L., Lukey, Grant C.,sebesar 19,42%. Densitas paling ringan Mallicoat, Seth W., Kriven, Waltrauddiperoleh sampel C1, yaitu sebesar 0,16 g/ml. M., van Deventer, Jannie S.J., (2005)Nilai kuat tekan sampel C1 telah memenuhi Understanding the Relationshipstandar ACI 213-87 untuk beton ringan, dimana between Geopolymer Composition,kuat tekan setelah 28 hari minimal 17,2 MPa Microstructure and Mechanicaldengan densitas 1,44-1,84 g/cm3. Properties , Colloids and Surfaces A Hasil SEM menunjukkan bahwa : Physiochem. Eng. Aspects 269,partikel cenosphere yang lebih kecil telah page 47-58mengisi kekosongan sela-sela partikel Kruger, Richard A., (1996), The Use ofcenosphere yang lebih besar. Hasil EDX Cenosphere in Refractories ,menunjukkan bahwa tidak semua Si dan Al Energeia Vol.7, No.4, page 1pada cenosphere larut membentuk geopolimer. McBride, S.P., Shukla, A., Bose, A., (2002),Hal ini menjelaskan penyebab nilai kuat tekan Processing and characterization of ageopolimer setelah penataan tidak lebih besar lightweight concrete usingdari sampel C1. cenospheres , Journal of Material Kurang optimalnya penataan partikel Science 37, page 4217-4225cenosphere abu layang juga turut berperan Panias, D. IP Giannopoulou. and Th Perraki.dalam menentukan nilai kuat tekan geopolimer. (2006), Effect of Synthesis
  • 9. parameters on Mechanical Properties of Fly Ash-Based Geopolymers . Colloids and Surfaces A: Physicochem. Eng. Aspects. Accepted ManuscriptReed, James S. (1989), Introduction to the Principles of Ceramic Processing , John Wiley & Sons Inc., New YorkSwanepoel, J.C., Strydom, C.A (2002), Utilisation of fly ash in a geopolimeric material , Application Geochemistry 17, page 1143-1148Zheng, Jingrnin., Carlson, William B., Reed, James S (1995), The Packing Density of Binary Mixture , Journal of European Ceramic Society 15, page 479-483Zou, Rui-Ping., Feng, Chang-Lin., Yu, Ai-Bing (2001), Packing Density of Binary Mixtures of Wet Spheres , Journal of American Ceramic Society 84, page 504-508

×