Your SlideShare is downloading. ×
0
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Gyc newsletter oktober 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Gyc newsletter oktober 2011

312

Published on

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
312
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. GARUDA YOUTH COMMUNITY MONTHLY NEWSETTER 003 - OCTOBER 2011
  • 2. Hai Garuda! Apa saja yang ada di Newsletter GARUDA Youth Community Oktober? Top Stories What’s On Earth? RnD Issues News Blast Letter to Share Top Stories kali ini akan banyak membahas tentang fungsi olahan limbah kulit kerang. GYC Update akan menceritakan tentang survey terbaru kami ke Cilincing! Sedangkan jika kamu ingin tahu tentang berita tentang lingkungan di bulan Oktober, silahkan baca di What’s On Earth. Tidak hanya itu saja, di rubrik RnD Issues kamu juga bisa membaca manfaat lain dari buah semangka. Info singkat tentang GYC, cek di News Blast. Penasaran tentang event TUNZA 2011? Baca selengkapnya di halaman Letter to Share. GYC Update 1
  • 3. TOP STORIES Melalui salah satu program community development di Cilincing, GARUDA Youth Community mengajak masyarakat untuk peduli terhadap budidaya kerang hijau. Kerang hijau yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk konsumsi, ternyata mempunyai banyak manfaat lainnya. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah kulit kerang hijau sebagai tepung Kalsium Tepung Kalsium, Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Hijau Seperti yang telah diketahui, kerang hijau merupakan salah satu produk laut yang populer dijadikan bahan makanan bagi masyarakat Indonesia. Namun, pengolahan kerang hijau menghasilkan limbah padat yang cukup tinggi. Pengolahan kerang hijau hanya sebatas pada dagingnya saja sedangkan cangkangnya dibuang begitu saja dan menjadi limbah yang sangat mengganggu lingkungan dan kesehatan manusia, seperti yang terlihat di daerah Pondok Bambu, Cilincing, Jakarta Utara. Saat ini, GYC sedang melakukan penelitian mengenai upaya pemanfaatan cangkang kerang hijau untuk membantu menangani masalah limbah cangkang kerang hijau di daerah tersebut. Cangkang kerang hijau yang diketahui banyak mengandung kalsium dapat diolah menjadi bentuk tepung sebagai sumber kalsium alami yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan tambahan produk makanan seperti kerupuk dan lain sebagainya. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia, yaitu 1.5-2% dari bobot tubuh orang dewasa. Bagian tubuh yang terbanyak mengandung kalsium adalah tulang dan gigi, yaitu bersama-sama dengan fosfat membentuk kristal yang tidak larut disebut kalsium hidroksiapatit (3Ca3(PO4)2.Ca(OH)2). Kebanyakan kalsium di dalam bahan nabati tidak dapat digunakan dengan baik karena berikatan dengan oksalat, fitat yang dapat membentuk garam kalsium yang tidak larut dengan air, sehingga dapat menghambat absorpsi kalsium. Saat tubuh sangat membutuhkan kalsium dan berada pada kondisi optimal, 30-50% kalsium yang dikonsumsi dapat diabsorpsi tubuh, sedangkan pada kondisi normal, penyerapan sebesar 20-30% dianggap baik, dan kadang- kadang penyerapannya hanya mencapai 10%. Pada masa pertumbuhan anak, penyerapan dapat mencapai 75% dari makanan berkalsium. Dengan adanya pemanfaatan cangkang kerang, diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dalam makanan yang berguna bagi masyarakat, khususnya bagi penderita defisiensi kalsium dan penderita gangguan tulang (osteoporosis). Nah, itu dia salah satu pemanfaatan kulit kerang hijau. Karena itulah melalui program community development di Cilincing, kami berharap masyarakat dapat melihat manfaat lain dari kerang hijau. Jangan sampai kerang hijau yang bisa menjadi sumber kalsium ini malah punah karena habitatnya tercemar oleh limbah industri. 2
  • 4. GYC UPDATE SURVEY CILINCING, 15 OKTOBER 2011 Tim GYC melakukan survey ke Cilincing pada hari Sabtu, 15 Oktober 2011 untuk mengawali program community development yang akan segera berlangsung di akhir bulan Oktober. Pukul 13.00 WIB tim survey berangkat ke lokasi bersama Leonardo Kamilius (pemilik Koperasi Kasih Indonesia yang juga adalah mentor GYC). Tempat tim melakukan sosialisasi adalah dirumah Ibu Warsiah yang merupakan salah satu mantan nasabah Koperasi Kasih Indonesia. Dalam mengumpulkan ibu-ibu sebagai objek survey kami dibantu oleh ibu Yus yang merupakan tim lapangan koperasi. Sembari menunggu Ibu-ibu datang, kami sempat berbincang-bincang dengan Ibu Warsiah, dalam kesehariaannya beliau memiliki usaha cokelat (jajanan SD) yang sudah cukup menghasilkan keuntungan hingga sekarang, selain itu beliau juga menjadi pengupas kerang yang dapat mengupas kerang hingga 13-14kg perharinya dimana upah untuk setiap kg kerang yang dikupas adalah Rp 1500 per kg, beliau pun bercerita untuk sehari penduduk malah bisa mengupas kentang sehingga 25 kg dengan upah yang mencapai Rp 50.000 per hari. Atas dasar itu Kak Leon memberikan masukan agar keuntungan secara materi yang dihasilkan dalam pengolahan kulit kerang setidaknya bisa melebihi Rp 50.000 perhari, karena pastinya hal ini akan menjadi pertimbangan bagi Ibu-ibu, dengan hanya mengupas kulit kerang tidak perlu keterampilan mereka dapat menghasilkan pendapatan sebesar itu, sedangkan untuk pengolahan kulit kerang sendiri memerlukan keterampilan dan penjualannya pun belum dapat dipastikan profitabilitasnya, tentunya hal ini dapat membuat Ibu-ibu tersebut enggan untuk mengikuti program ini. Oleh karena itu, dalam survey kali ini kita tidak mempresentasikan secara signifikan apa saja feedback secara materi yang dapat kita berikan untuk mereka, akan tetapi lebih kepada Engagement agar mereka mau mengikuti pelatihan pengolahan limbah kulit kerang terlebih dahulu. Ibu-ibu tersebut setuju untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan pengolahan kulit kerang ini dimana ada 6 Ibu yang akan berpartisipasi. Disini kita tekankan bahwa untuk pertama kali kita akan belajar bersama-sama terlebih dahulu, nanti setelah berhasil dalam pengolahannya baru akan dimulai transaksi seperti yang direncanakan seperti mekanisme bank sampah, profit sharing produk kulit kerang, dll. Waktu pelatihan sudah ditetapkan setiap Sabtu pukul 08.00-10.00, lokasinya disepakati untuk dilakukan secara bergilir dirumah-rumah peserta dan sudah didapatkan leader untuk Perkumpulan “Kreasi Laut” (mereka menamakan pelatihan ini dengan nama tersebut) agar mudah untuk berkoordinasi yaitu Ibu Warsiah. Survey ditutup dengan pemberian bingkisan kepada para peserta dan garage sale GYC yaitu menjual pakaian bekas dengan harga Rp 2.000 per lembarnya dimana hasil dari penjualan ini untuk pendanaan program GYC  Berdasarkan hasil survey ini, launching program community development GARUDA Youth Community dipastikan akan berlangsung hari Sabtu tanggal 29 Oktober 2011. Launching program community development Cilincing akan diadakan bersamaan dengan pelatihan pengolahan limbah kulit kerang menjadi accessories wanita seperti bros, kalung, gelang, dan lain- lain. Semoga program GYC dapat membawa banyak manfaat untuk masyarakat Cilincing dan sekitarnya ya  Oya, apabila kamu tertarik untuk menjadi bagian dalam program ini, kami mengajakmu untuk bergabung menjadi salah satu volunteer! Segera kirim CV-mu ke contact@gycforchange.org sekarang juga! We wait you to join and make a CHANGE together! Salam Lestari! CALL FOR VOLUNTEER 3
  • 5. WHAT’S ON EARTH? 4 Pembantaian orang utan besar-besaran terjadi di hutan Kalimantan. Pembantaian orang utan itu diduga berlangsung antara tahun 2009-2010 pada saat sebuah perusahaan kelapa sawit gencar mengembangkan lahan perkebunan mereka. Tim Khusus dari Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Kertanegara, memulai penyelidikan dari lokasi yang diduga telah terjadi pembantaian orang utan atau Pongo Pugmaeus. Lokasi itu diperkirakan di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kertanegara 1 Kemarau panjang di Indonesia menyebabkan terjadinya kekeringan di berbagai daerah. Beberapa kasus kekeringan yang terjadi di Jawa Timur membuat warga harus bergantung pada air kotor untuk kehidupan. Selain itu, kasus gagal panen karena kurangnya irigasi merugikan para petani. Akan tetapi, perhatian pemda untuk kasus kekeringan parah masih terbilang kecil. 2 PERINGATAN HARI OZON INTERNASIONAL 16 SEPTEMBER 2011. Tanggal 16 September telah ditetapkan oleh Badan Umum PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) pada tahun 1994 sebagai Hari Ozon Internasionals 3 Babakan Siliwangi, hutan kota seluas 3,8 hektar yang terletak di jantung Kota Bandung, bakal diresmikan sebagai hutan kota dunia pertama di Indonesia. Selanjutnya, hutan kota itu harus didorong sebagai ruang publik yang dimanfaatkan dan digunakan bersama-sama. Konferensi TUNZA merupakan Konferensi International yang diikuti oleh anak- anak (10-14 tahun) dan pemuda (15-25 tahun) dari seluruh negara dan diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Tujuan konferensi ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran generasi muda dunia akan pentingnya Green Economy/Green Lifestyles, Forests, Sustainable Consumption and State of the Global Environment. 5 4
  • 6. Semangka, Sumber Bahan Bakar Potensial yang Terbarukan di Masa Depan Semangka, buah yang sangat akrab bagi masyarakat Indonesia, ternyata menyimpan banyak potensi yang belum termanfaatkan. Salah satunya adalah menjadi sumber bahan bakar yang terbarukan. Baru-baru ini diketahui bahwa ternyata semangka mengandung banyak unsur yang bisa diubah menjadi ethanol. Demikian perkataan dari Wayne Fish, pakar kimia dari Agricultural Research Service di Lane, Oklahoma, Amerika Serikat. Semangka menjadi potensial karena setiap tahun sekitar 20% semangka gagal panen. Semangka ini bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Melalui proses fermentasi , semangka yang mengandung gula dan asam amino bisa diubah menjadi bahan bakar ethanol. Para petani semangka bisa melakukan proses sederhana untuk mengubah semangka menjadi ethanol dalam skala rumahan. Hasilnya bisa mereka pakai untuk kebutuhan mereka sendiri atau dijual. Ethanol merupakan bahan bakar yang sering disinggung pengupayaannya di Indonesia dengan menggunakan bermacam-macam bahan, mulai dari singkong hingga limbah. Namun, bukan berarti dengan semakin banyaknya penemuan energi alternatif yang terbarukan membuat kita boros dalam pemakaian energi lain seperti minyak atau listrik. Save the energy, save our earth RnD ISSUES DAHSYATNYA GARUDA Youth Community News Blast Sabtu, 8 Oktober 2011, GARUDA Youth Community mendapat kesempatan tampil di acara Dahsyat. Pengurus GYC yang diwakili oleh Aranta (Vice Director HR), Agnes (RnD Director), Merry (Finance Director), Tika, dan Khrisna (Marcomm), menjelaskan tentang organisasi GYC kepada para penonton acara Dashyat. Dengan wawancara singkat tersebut, semoga GYC semakin dikenal dan bisa lebih banyak berkontribusi bagi masyarakat Indonesia. DASHYAT! GARUDA Youth Community On Air Tidak hanya berkesempatan tampil di televisi, Minggu, GYC juga diberi kesempatan on air di radio RRI Pro 2 FM. GYC yang diwakili oleh Lucky dan Kevin (Marcomm) menceritakan secara detail program-program yang ada seperti comdev Cilincing , Konsumen Hijau, dan FKHI. Melalui wawancara di radio inilah, GYC berharap lebih banyak masyarakat terinspirasi dengan kegiatan GYC. 5
  • 7. Di Tunza 2011 kali ini, GARUDA Youth Community juga mengirimkan 3 wakilnya, yaitu Monica Utari Mariana (Human Resource Director) , Sirly Widyaningrum (Marketing Communication Director), Andini Maulani Ibrahim (Marketing Communication). LETTER TO SHARE Indonesia menadapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan TUNZA International Youth and Children Conference on Environment setelah 2 tahun sebelumnya diadakan di Daejon, Republic of Korea. Sejak tanggal 26 September-1 Oktober 2011, sekitar 1400 delegasi anak-anak dan pemuda dari 100 negara berkumpul, berbagi pengalaman dan merumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan menuju Rio +20. TUNZA 2011 sendiri bertemakan “Reshaping Our future through A Green Economy and Sustainable Lifestyle”. Pada hari pertama diadakan plenary session dan workshop dengan sub tema green economy dan green lifestyle. Pada hari kedua delegasi berdiskusi seputar forest dan di hari ketiga diskusi mengarah pada Sustainable Consumption and State of the Global Environment. Acara yang diadakan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia juga memungkinkan para delegasi untuk melihat keunikan tempat-tempat wisata maupun tempat pengembangan teknologi ramah lingkungan di Indonesia. Pada hari ke empat, delegasi melaksanakan field trip dengan beberapa pilihan tempat yakni Taman Hutan Raya Ir Djuanda, Observatorium Boscha, Gunung Tangkuban Perahu dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Garut. Salah satu outcomes dari acara ini adalah dirumuskannya Deklarasi Bandung. Setiap harinya dilaksanakan Regional Meeting dan pembahasan seputar poin-poin deklarasi. Deklarasi yang memuat langkah-langkah konkret yang akan dilakukan pemuda seperti adanya World City Foerst ini akan dibawa pada RIO +20 sebagai suara dari kaum muda dalam implementasi pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu dilaksanakan juga pemilihan TUNZA Youth Advisory Council (TYAC) yang akan bekerja selama 2 tahun dalam memberikan masukan kepada UNEP mewakili anak muda di seluruh dunia. Salah satu outcomes dari acara ini adalah dirumuskannya Deklarasi Bandung. Setiap harinya dilaksanakan Regional Meeting dan pembahasan seputar poin-poin deklarasi. Deklarasi yang memuat langkah-langkah konkret yang akan dilakukan pemuda seperti adanya World City Foerst ini akan dibawa pada RIO +20 sebagai suara dari kaum muda dalam implementasi pembangunan yang berkelanjutan. Selain itu dilaksanakan juga pemilihan TUNZA Youth Advisory Council (TYAC) yang akan bekerja selama 2 tahun dalam memberikan masukan kepada UNEP mewakili anak muda di seluruh dunia. Di akhir acara, terdapat penampilan budaya dari setiap regional dan tentunya pengenalan budaya Indonesia yakni Angklung. Satu buah angklung bagi setiap delegasi menjadi kenang-kenangan tersendiri dari pemerintah Indonesia. Acara pun ditutup dengan memainkan sekitar 5 buah lagu bersama seluruh delegasi. MONICA UTARI, TUNZA 2011, Human Resource Director 6
  • 8. THOUGHTS? Punya saran dan kritik untuk GYC? Punya ide event bertema lingkungan? Kirim opinimu ke contact@gycforchange.org DONATE NOW ! Untuk membantu kelancaran program GYC kami menerima bantuan dalam bentuk materiil dan non materiil. Bantuan berupa dana dapat disalurkan melalui : Rek. CIMB Niaga a.n. Sirly Widyaningrum 3050101716184 MAIL US! Jalan Jeruk Manis 2 No.10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat., 11510. Twitter : @GYCforchange Fb : GARUDA Youth Community contact@gycforchange.org www.gycforchange.org

×