Pokok-Pokok Uraian Jabatan                             2
Nama Jabatan• Tugas-tugas     yang     telah    dikelompok-  kelompokkan diberi nama yaitu Nama Jabatan.• Pemberian nama j...
Ringkasan Tugas• Ringkasan tugas merupakan ikhtisar dari  keseluruhan uraian tugas jabatan yang ada dan  disusun dalam 1 (...
Hasil Kerja• Hasil kerja merupakan produk atau luaran  (output) jabatan. Setiap jabatan harus  mempunyai produk atau luara...
Bahan Kerja• Bahan kerja merupakan sesuatu yang diolah  atau diproses dalam pelaksanaan tugas-tugas  jabatan untuk mempero...
Peralatan Kerja• Peralatan kerja adalah alat yang digunakan  dalam melaksanakan tugas seperti alat tulis,  komputer, dan a...
Rincian Tugas• Setiap jabatan berisi sekelompok tugas.• Dalam jabatan berisi antara 5 (lima) sampai 12  (dua belas) tugas ...
Keadaan Tempat Kerja• Keadaan tempat kerja adalah gambaran tentang  kondisi tempat beserta lingkungan di sekitar  tempat k...
Upaya Fisik• Upaya fisik merupakan gambaran penggunaan  anggota tubuh dalam melaksanakan tugas  jabatan.• Bentuk penggunaa...
Resiko Bahaya• Risiko bahaya adalah risiko atas bahaya yang mungkin  timbul dan menimpa pegawai sewaktu melakukan tugas  j...
Syarat Jabatan• Syarat jabatan merupakan rumusan tentang  kemampuan kerja yang dituntut untuk dapat  melaksanakan tugas ja...
Referensi•   Pusat Pembinaan Diklat Teknis Fungsional – Lembaga Administrasi    Negara. 1990. Himpunan Materi Pokok Pelati...
1
ANALISIS JABATAN_Uraian Jabatan (Haris Faozan 2010)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ANALISIS JABATAN_Uraian Jabatan (Haris Faozan 2010)

3,647 views
3,546 views

Published on

Published in: Business, Career
3 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
3,647
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
15
Comments
3
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ANALISIS JABATAN_Uraian Jabatan (Haris Faozan 2010)

  1. 1. Pokok-Pokok Uraian Jabatan 2
  2. 2. Nama Jabatan• Tugas-tugas yang telah dikelompok- kelompokkan diberi nama yaitu Nama Jabatan.• Pemberian nama jabatan harus mencerminkan isi tugasnya (sebutan untuk memberi ciri dan gambaran sekelompok tugas yang menyatu dalam satu wadah jabatan).• Nama jabatan dimaksudkan pula untuk membedakan antara jabatan yang satu dengan jabatan yang lain. Selanjutnya nama jabatan menjadi rumusan nomenklatur jabatan. 3
  3. 3. Ringkasan Tugas• Ringkasan tugas merupakan ikhtisar dari keseluruhan uraian tugas jabatan yang ada dan disusun dalam 1 (satu) kalimat.• Ringkasan tugas dirumuskan dari tugas yang paling inti atau paling esensi dalam jabatan yang bersangkutan. 4
  4. 4. Hasil Kerja• Hasil kerja merupakan produk atau luaran (output) jabatan. Setiap jabatan harus mempunyai produk atau luaran (output).• Produk jabatan dapat berupa: • Benda-benda atau sesuatu yang bersifat fisik. • Data, informasi,layanan atau sesuatu yang bersifat non fisik. 5
  5. 5. Bahan Kerja• Bahan kerja merupakan sesuatu yang diolah atau diproses dalam pelaksanaan tugas-tugas jabatan untuk memperoleh hasil kerja.• Sesuatu yang diolah atau diproses tersebut dapat berupa data atau benda.• Misalnya: • Konsep surat merupakan bahan kerja bagi jabatan Pengetik. • Data kepegawaian merupakan bahan kerja bagi jabatan Pengadministrasi Kepegawaian. 6
  6. 6. Peralatan Kerja• Peralatan kerja adalah alat yang digunakan dalam melaksanakan tugas seperti alat tulis, komputer, dan alat-alat lain yang spesifik sesuai dengan jabatannya.• Misalnya: • Alat tulis dan kalkulator merupakan alat kerja bagi jabatan Bendaharawan. • Teodolit merupakan alat kerja bagi jabatan Juru Ukur. 7
  7. 7. Rincian Tugas• Setiap jabatan berisi sekelompok tugas.• Dalam jabatan berisi antara 5 (lima) sampai 12 (dua belas) tugas atau bahkan lebih sesuai dengan tugas dan fungsi yang diemban.• Setiap tugas diuraikan dengan jelas dalam rincian tugas ini, gambaran tentang apa yang dikerjakan, mengapa harus dikerjakan, dan bagaimana cara mengerjakannya. 8
  8. 8. Keadaan Tempat Kerja• Keadaan tempat kerja adalah gambaran tentang kondisi tempat beserta lingkungan di sekitar tempat kerja yang menimbulkan dampak negatif atau menimbulkan risiko bahaya bagi pegawai yang berada di dalamnya.• Aspek-aspek tempat kerja adalah: Ruangan tempat bekerja; Suhu; Penerangan; Cuaca; Suara; Letak; dan aspek-aspek tempat kerja lain yang menyebabkan ketidaknyamanan atau dapat menimbulkan risiko bahaya. 9
  9. 9. Upaya Fisik• Upaya fisik merupakan gambaran penggunaan anggota tubuh dalam melaksanakan tugas jabatan.• Bentuk penggunaannya seperti melihat jarak dekat, berjalan, mengangkat, membungkuk, memutar, memanggul, duduk, dan sebagainya.• Upaya fisik yang esensi diuraikan adalah upaya fisik dalam pelaksanaan tugas yang menyerap tenaga berlebihan atau dapat berdampak negatif bagi pegawai. 10
  10. 10. Resiko Bahaya• Risiko bahaya adalah risiko atas bahaya yang mungkin timbul dan menimpa pegawai sewaktu melakukan tugas jabatannya. Risiko bahaya dapat berupa risiko bahaya terhadap fisik atau mental.• Contoh: • Inspektur Tambang dapat terkena risiko bahaya yang berupa kecelakaan fisik pada saat menginspeksi pekerjaan penambangan bawah tanah. • Penjaga Mercu Suar di suatu pulau terpencil dapat terkena risiko bahaya mental seperti linglung atau stres. 11
  11. 11. Syarat Jabatan• Syarat jabatan merupakan rumusan tentang kemampuan kerja yang dituntut untuk dapat melaksanakan tugas jabatan.• Tuntutan kemampuan kerja tersebut dapat berupa: 1. Keahlian kerja yang harus dimiliki; 2. Keterampilan kerja; 3. Pengetahuan kerja: 4. Pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja; 5. Kondisi kemampuan jasmani; 6. Kondisi mental yang berupa bakat kerja, temperamen kerja, dan minat kerja. 12
  12. 12. Referensi• Pusat Pembinaan Diklat Teknis Fungsional – Lembaga Administrasi Negara. 1990. Himpunan Materi Pokok Pelatihan Analisis Jabatan (Tidak Dipublikasikan)• Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: Kep/61/M.Pan/6/2004 Tentang Pedoman Pelaksanaan Analisis Jabatan• Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2005 Tentang Pedoman Analisis Jabatan Di Lingkungan Departemen Dalam Negeri Dan Pemerintah DaerahCATATAN:• Materi ini telah disampaikan dalam Bimbingan Teknis di beberapa Pemerintah Daerah (Kota dan Kabupaten) di Indonesia. Bimbingan Teknis dilakukan bersama dengan Zulpikar, S.Sos., MM. dan kawan-kawan (Tim Kajian PKP2A I LAN Bandung). 13
  13. 13. 1

×