Your SlideShare is downloading. ×
0
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Power point kepemimpinan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Power point kepemimpinan

26,755

Published on

Persentasi Mata Kuliah Kepemimpinan

Persentasi Mata Kuliah Kepemimpinan

2 Comments
11 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
26,755
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,398
Comments
2
Likes
11
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. GAYA KEPEMIMPINAN FIRDAUS 10101041 Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi • Empat Sistem Manajemen Dari Likert • Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang
  • 2. Gaya Kepemimpinan Tiga Dimensi (William J. Reddin) Efektif Tidak Efektif • Eksekutif (Executif) • Kompromis (compromiser) • Pembangun (developer) • Misionaris (missionary) •Otokrat penuh kebajikan • Otokrat (autokrat) (benevolent autocrat) • Pelarian (deserter) • Birokrat (Bureaucrat)
  • 3. Gaya Kepemimpinan yang Efektif Eksekutif (Executif) Gaya Executif mempunyai perhatian yang banyak terhadap tugastugas pekerjaan dan hubungan kerja. Manajager seperti ini berfungsi sebagai motivator yang baik dan mau menetapkan produktifitas yang     tinggi. Keterbukaan terhadap bawahan tanpa melupakan adanya hirarki yang berlaku dalam organisasi. Memandang pekerjaan orang lain sama baiknya dengan pekerjaannya. Memberikan moral yang tinggi disertai contoh moral yang baik. Tidak memeras bawahan, tetapi bawahan tetap bekerja keras dengan sadar dan sukarela.
  • 4. Pembangun (developer) Gaya pembangun ini lebih mempunyai perhatian yang penuh terhadap hubungan kerja,sedangkan perhatian terhadap tugas-tugas perkerjaan adalah minim : kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan. Otokrat penuh kebajikan (benevolent autocrat) Gaya kepemimpinan ini melakukan perhatian yang maksimum terhadap pekerjaan(tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja yang minimum sekali. Bawahan tidak akan hormat pada Pemimpin kecuali Pemimpin memberikan disiplin kepada mereka
  • 5. Birokrat (Bureaucrat) Gaya kepemimpinan ini melakukan perhatian terhadap pekerjaan(tugas-tugas) dan perhatian terhadap hubungan kerja dengan cara mengutaman sebuah birokrasi terhadap masingmasing bawahan untuk mencapai suatu efektifitas tujuan     pekerjaan masing-masing. Pemimpin birokratis bekerja “berdasarkan aturan”, memastikan staf mereka mengikuti prosedur secara tepat. Keputusan-keputusan dibuat berdasarkan prosedur-prosedur baku. bahwa kesulitan-kesulitan akan dapat diatasi bila setiap orang mematuhi peraturan
  • 6. Gaya Kepemimpinan yang Tidak Efektif Kompromis (compromiser) Gaya kompromi ini menitikberatkan perhatian kepada tugas dan hubungan berdasarkan situasi kompromi. Kompromi merupakan suatu jalan hidup karena untuk membuat satu keputusan diterima oleh mayoritas, orang sering harus mengalah kepada yang lain.
  • 7. Misionaris (missionary) Manajer seperti ini menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan,dengan kata lain memberikan perhatian besar pada orangorang dan hubungan kerja tetapi sedikit perhatian terhadap tugas dan perilaku yang sesuai. •Melaksanakan tugas dengan santai. •Selalu berusaha membahagiakan bawahan. •Menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain. •Tidak pernah atau jarang mengalami konflik dengan orang lain.
  • 8. Otokrat (autokrat) Pemimpin tipe seperti ini akan memberikan perhatian yang banyak terhadap tugas dan sedikit perhatian terhadap    hubungan kerja dengan perilaku yang tidak sesuai. Melaksanakan tugas adalah di atas segalanya. Mempunyai anggapan bahwa bawahan perlu dikontrol, diawasi bahkan kalau perlu dihukum, sebab menganggap orang pada dasarnya adalah malas dan suka menghindari diri dari tugas. Kurang mementingkan hubungan atau pergaulan dengan bawahan.
  • 9. Pelarian (deserter) Manajer yang memili gaya kepemimpinan seperti ini sama sekali tidak tanggung jawab. memperduliakn tugas dan
  • 10. Empat Sistem Manajemen Dari Likert    Exploitative Outhoritative manajer sebagai otokratis, hanya mau memperhatikan pada komunikasi top-down dan hanya membatasi proses pengambilan keputusan ditangan atasan saja. Mempunyai sedikit kepercayaan kepada bawahannya Sukamengeksploitasi bawahan, dan Bersikap paternalistic
  • 11. Benevolent Outhoritative “birokrat yang baik hati” yaitu pemimpin mempunyai kepercayaan yang terselubung , memotivasi, memperbolehkan adanya kominikasi keatas namun bawahan merasa tidak tidak bebas mengungkapkan pendapat kepada atasan. Mendengarkan ide dan pendapat dari bawahan Memperbolehkan adanya pendelegasian wewenang dalam proses pengambilan keputusan.
  • 12. Manajer Konsultatif Manajer dalam hal ini mempunyai sedikit kepercayaan pada bawahan, biasanya dalam hal ini kalau membutuhkan informasi, ide atau pendapat bawahan, dan masih menginginkan melakukan pengendalian atas keputusan-keputusan yang dibuatnya. Manajer tetap menentukan perintah-perintah, tetapi memberi bawahan kebebasan untuk memberikan komentar terhadap perintahperintah tersebut.
  • 13. Pemimpin bergaya kelompok berpartisipatif (Partisipative Group). Pemimpin mempunyai kepercayaan sempurna terhadap bawahannya. Bawahan merasa secara mutlak mendapat kebebasan untuk membicarakan sesuatu yang bertalian dengan tugasnya bersama atasannya. Dalam setiap persoalan selalu mengandalkan untuk mendapatkan ide-ide dan pendapat dari bawahan dan mempunyai niatan untuk menggunakan pendapat bawahan secara konstruktif. Gaya ini menetapkan bahwa keberhasilan pemimpin adalah jika berorientasi pada bawahan, dan mendasarkan pada komunika
  • 14. Kesimpulan  Tipe Deserter (Pembelot) Sifatnya : bermoral rendah  Tipe Birokrat , Sifatnya : kaku, patuh pada peraturan dan norma-norma  Tipe Misionaris (Missionary) Sifatnya : terbuka, penolong, lembut hati,  Tipe Developer (Pembangun) Sifatnya : kreatif, dinamis, inovatif, menaruh kepercayaan pada bawahan.  Tipe Otokrat, Sifatnya : keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong. Bandel.  Benevolent Autocrat (otokrat yang bijak) Sifatnya : lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.  Tipe Compromiser (kompromis) Sifatnya : selalu mengikuti angin tanpa pendirian, tidak mempunyai keputusan, berpandangan pendek dan sempit.  Tipe Eksekutif Sifatnya : bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.
  • 15.  System 1 : Tidak percaya takut, ancaman, dan hukuman sedikit interaksi, selalu ada ketidakpercayaan  System 2 : Master / hamba imbalan dan hukuman sedikit interaksi, selalu berhati-hati  System 3 : Substansial tapi tidak lengkap kepercayaannya penghargaan, hukuman, beberapa keterlibatan moderat interaksi, beberapa kepercayaan  Sistem 4 : Kepercayaan penuh tujuan yang didasarkan pada partisipasi dan perbaikan luas interaksi. Friendly, kepercayaan yang tinggi.
  • 16. SEKIAN & TERIMA KASIH

×