Laporan Percobaan Ingenhouzs

12,863 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,863
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
283
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan Percobaan Ingenhouzs

  1. 1. PENGARUH WARNA CAHAYA TERHADAP FOTOSINTESIS (PERCOBAAN INGENHOUSZ) Disusun oleh : 1. Anggun Windarti 2. Firda Khaerini 3. Ismi Nurul Awaliah Kelas : X Kimia Analis 1 SMK NEGERI 2 KOTA TANGERANG 2011
  2. 2. KATA PENGANTAR Segala puji bagi ALLAH SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan laporanini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggupmenyelesaikan dengan baik. Laporan ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang FOTOSINTESIS yangkami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Laporan ini disusun oleh penyusundengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dariluar. Namun dengan penuh kesabaran dan atas pertolongan ALLAH akhirnya makalah ini dapatterselesaikan. Laporan ini memuat tentang “PENGARUH WARNA CAHAYA TERHADAPFOTOSINTESIS”. Walaupun laporan ini mungkin kurang sempurna akan tetapi juga memilikidetail yang cukup jelas bagi pembaca. Dengan segala kerendahan hati, penyusun mengucapkan rasa terima kasih kepada guruIlmu Pengetahuan Alam yaitu Bapak Ahmad Husein yang telah membimbing penyusun agardapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca.Walaupun penyusun sadar makalah ini masih memiliki kekurangan baik dari segi teknis maupunisi. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi pembuatanmakalah selanjutnya. Terima kasih. Tangerang, 26 November 2011 Penyusun
  3. 3. ii DAFTAR ISI HalamanHALAMAN DEPAN (COVER) ........................................................................................iKATA PENGANTAR........................................................................................................iiDAFTAR ISI.......................................................................................................................iiiBAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.....................................................................................................1 1.2 Tinjauan Penelitian..............................................................................................2 1.3 Hipotesis Penelitian.............................................................................................2BAB II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori………………………………………………………….………3BAB III. BAHAN DAN METODE KERJA 3.1 Alat dan Bahan....................................................................................................4 3.2 Metode Kerja.......................................................................................................5BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian...................................................................................................6 4.2 Pembahasan.........................................................................................................7BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan..........................................................................................................8
  4. 4. iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap makhuk hidup memiliki beberapa ciri atau sifat dasar. Salah satu yang utamaadalah makhluk hidup perlu makanan dan mengeluarkan zat sisa. Apabila kita cermati, sifatdasar tersebut mengarahkan kita kepada suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh makhlukhidup yang disebut dengan metabolisme. Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk hidup tentunya tidak sama.Bergantung pada komponen penyusun makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hinggaorganisme. Dalam proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk menyusunmaupun menguraikan senyawa tertentu. Proses penyusunan tersebut disebut anabolisme,sedangkan proses penguraiannya disebut katabolisme. Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah prosesfotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan tiang ataupalisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang, proses initerjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui, proses ini hanyadapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahayalampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrumcahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Selain cahayamatahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan air.CahayaPada proses fotosintesis ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen.Klorofil
  5. 5. CO2 + H2O  C6H12O6 +O2 + H2OUntuk mengetahui kandungan glukosa sebenarnya dapat diketahui dengan percobaan Sact,sedangkan untuk mengetahui kandungan oksigen dapat diketahui dengan menggunakan lidi yangmembara seperti pada percobaan Ingenhouz. Akan tetapi pada kesempatan ini, yang akan dilihatbukanlah kandungannya, akan tetapi kecepatan proses tersebut bila diberi perlakuan yangberbeda–beda terkait intensitas cahaya. Percobaan kami kali ini merupakan percobaanIngenhousz. 1 1.2 Tujuan Penelitian : Adapun tujuan kami dalam membuat laporan ini, yaitu : • Agar dapat memahami pengertian dari fotosintesis. • Agar dapat membuktikan Jan Ingenhousz mengenai fotosistesis. • Agar dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis. • Agar dapat mengetahui hasil dari fotosintesis. • Agar dapat membuat grafik pengaruh warna cahaya terhadap banyaknya gelembung-gelembung udara yang dihasilkan fotosintesis. 1.3 Hipotesis Penelitian : a. H0 = Warna cahaya tidak berpengaruh terhadap fotosistesis. b. H1 = Warna cahaya berpengaruh terhadap fotosintesis.
  6. 6. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1 Landasan Teori Tumbuhan bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung darisenyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan guladan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasaldari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + E Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dandapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yangterjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasiseluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa lainakan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi kimia.
  7. 7. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Pigmen inilahyang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebutkloroplas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Meskipun seluruhbagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian besarenergi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yangmengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisanepidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besarproses fotosintesis. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat antiair untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yangberlebihan. Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanyaterdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat,fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hanya saja karena alga memilikiberbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya, maka panjang gelombang cahaya yang diserapnyapun lebih bervariasi. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Hanyasebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkanoleh organisme lain. 3 BAB III BAHAN DAN METODE KERJA 3.1 Alat dan Bahan Alat : a. Gelas kimia (1 buah) b. Corong gelas (1 buah) c. Tabung reaksi (1 buah) d. Kawat penyangga (3 buah) e. Plastik berwarna merah, hijau, dan ungu (masing-masing 1 lembar) f. Kertas label kecil (1 lembar) g. Kertas, pensil, penghapus, penggaris (masing-masing 1 buah) h. Stopwatch
  8. 8. Bahan : a. Air secukupnya b. Tanaman Hydrilla verticillata 43.2 Metode Kerja Langkah kerja : 1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Memasukan tanaman Hydrilla verticillata ke dalam corong. Diusahakan agar tanaman Hydrilla tidak keluar corong 3. Ditambahkan air secukupnya 4. Menutup bagian tungkai corong dengan tabung reaksi 5. Memasukan 3 kawat penyangga kedalam gelas kimia untuk menjaga keseimbangan dari corong yang telah diisi tanaman Hydrilla. Susunan perangkat seperti pada gambar berikut ini :
  9. 9. 6. Didiamkan selama 5 menit 7. Memberi label a, b, c, dan d pada setiap perangkat percobaan, yaitu label : a. Perangkat percobaan tanpa dilapisi plastik b. Perangkat percobaan ditutup plastik berwarna merah agar tanaman tersebut hanya terkena cahaya merah c. Perangkat percobaan ditutup dengan plastik berwarna hijau d. Perangkat percobaan ditutup dengan plastik berwarna ungu 8. Meletakkan perangkat percobaan ditempat yang langsung terkena cahaya matahari dan membiarkan perangkat percobaan selama 30 menit 9. Mengamati dan mencatat banyaknya gelembung yang muncul pada perangkat percobaan a, b, c, dan d, lalu memasukkan data kedalam tabel 5 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN4.1 Hasil Penelitian
  10. 10. Dalam melakukan percobaan ini, kami mengikuti beberapa tahap seperti yang telahdijelaskan dalam metode kerja. Untuk dapat membandingkan perbedaan banyaknyagelembung yang dihasilkan, maka perangkat percobaan di tempatkan pada tempat terbuka(terkena sinar matahari secara langsung).Hasil pengamatan yang kami lakukan disajikan dalam tabel sebagai berikut : Tabel jumlah gelembung O2 Jumlah gelembung O2 /menit No Warna 1 2 3 ∑ 1. Bening 76 85 76 237 79 2. Hijau 15 24 14 53 18 3. Ungu 14 25 15 54 18 4. Merah 22 28 13 63 21 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa jumlah gelembung O2 tidaklah sama walaupunsama-sama ditempatkan di tempat terbuka (terkena sinar matahari langsung), alat, dan bahanyang sama. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, salah satu faktor yang mempengaruhifotosintesis yaitu, warna cahaya. 6
  11. 11. 90 80 70 60 Bening 50 Hijau 40 Ungu 30 Merah 20 10 0 Bening Hijau Ungu MerahGambar : Grafik jumlah gelembung O2 /menit4.2 Pembahasan Dari hasil pengamatan kami, pada perangkat percobaan A (tanpa dilapisi plastik) paling banyakmenghasilkan gelembung-gelembung udara. Hal ini terjadi karena cahaya matahari langsung menembuske dalamnya. Cahaya matahari mengandung spektrum warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.Masing-masing warna memiliki panjang gelombang yang berbeda.Tidak semuanya dipakai dalam prosesfotosintesis. Namun, proses fotosintesis akan lebih efektif pada warna cahaya merah. Hal itu dikarenakanpigmen klorofil lebih banyak menyerap cahaya merah dibandingkan cahaya hijau dan cahaya ungu. Pada proses fotosintesis selalu menghasilkan oksigen atau O 2. Gejala yang dapat diamati adalahbanyaknya gelembung gas yang tertampung di dalam ujung tabung reaksi. Sehingga kemungkinan bahwagelembung gas tersebut adalah oksigen. Gas oksigen terbentuk karena proses fotolisis dimana airdiuraikan menjadi gas oksigen berupa gelembung-gelembung dengan persamaan reaksi sebagai berikut: 2H2O(l) 4H+ (aq) + O2(g)Dari persamaan tersebut tampak dihasilkan molekul gas O 2 dari penguraian air. 7
  12. 12. BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan  Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan menggunakan gas karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil.  Kemungkinan gelembung-gelembung yang timbul dari percobaan menunjukkan bahwa dalam fotosintesis menghasilkan gas oksigen.  Intensitas cahaya matahari ikut mempengaruhi pembentukan oksigen.  H0 = Ditolak H1 = Diterima Tangerang, 26 November 2011 Mengetahui, Disusun oleh : Guru IPA  Anggun Windarti (………….)Ahmad Husein, S.Pd  Firda Khaerini (………….)  Ismi Nurul Awaliah (………….)
  13. 13. 8

×