Your SlideShare is downloading. ×
Merayakan natal merayakan kelahiran pluralitas
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Merayakan natal merayakan kelahiran pluralitas

1,435

Published on

selamat natal 2011, tahun baru 2012

selamat natal 2011, tahun baru 2012

Published in: Spiritual
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,435
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
9
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Merayakan Natal, Merayakan Keberagaman Finsensius Yuli PurnamaTitik Awal Keberangkatan Tulisan ini tidak dimaksudkan sebagai sebuah tulisan ilmiah, namun sekedarrefleksi Natal saya tahun ini. Refleksi ini bermula dari asumsi bahwa dalam berbagaikebudayaan, kehidupan masyarakat seringkali dibimbing oleh narasi (untuk tidakmenyebutnya sebagai mitos) yang membimbing manusia tentang bagaimanamemandang dunia dan nilai-nilai tertentu. Cerita tentang Cinderela misalnyamembimbing para gadis tentang kisah cinta yang menantikan datangnya pangeranberkuda putih, tentang bagaimana menjadi wanita. Atau juga peran cerita pewayangandi kebudayaan Jawa yang memberikan contoh keutamaan, perilaku sesuai dengan peran,dan filosofi dalam memandang hidup. Namun, narasi tersebut dapat juga dimaknaidengan cara yang berbeda. Tulisan ini ingin melihat narasi-narasi tentang Natal dan figur Sinterklas dan PitHitam dalam cerita rakyat yang berkembang dari Eropa. Asumsinya, kehadiran sosokSinterklas dan Pit Hitam analog dengan cara pikir dualisme, hitam-putih, siang-malam,baik-buruk, pemberi hadiah-pemnghukum. Logika oposisi biner tersebut dalamhubungan antara Sinterklas dan Pit Hitam semakin dikuatkan dengan fakta historishubungan antara kulit hitam-kulit putih, budak-majikan. Di sisi lain, oposisi biner yangsangat rasial tersebut dapat uga dibaca secara berbeda (didekonstruksi) sebagai usahauntuk merepresentasikan keberagaman.Narasi tentang Natal Natal (natus, Latin; netre, Prancis; neton, Jawa) tak lepas dari esensinya, yakniperayaan kelahiran. Dalam hal ini, perayaan kelahiran Yesus Kristus. Sebenarnya,tradisi untuk memperingati hari kelahiran terdapat di banyak budaya. Setidaknya, hal itudapat disimpukan dari perbendaharaan kosakata yang memberi makna kelahiran dalamtiap kebudayaan. Bagaimanakah dengan sejarah tradisi Natal.
  • 2. Dalam Kitab Suci, saya tidak menemukan teks yang menyatakan bahwa tanggal25 Desember merupakan hari kelahiran Yesus. Salah satu versi sejarah menyebutkanbahwa tradisi merayakan Natal pada tanggal 25 Desember bermula dari Roma. DiRoma, tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari lahirnya dewa “matahari takterkalahkan” (Sol Invictus). Pada tahun 274, Kaisar Romawi Aurelianus mengumumkanbahwa tgl 25 Desember sebagai hari libur nasional dalam merayakan hari lahirnya dewamatahari. Iklim Eropa yang mengenal empat musim membuat peran matahari sebagaisesuatu yang sangat penting dalam kehidupan. Dan banyak dari penganut Kristinai yangmengikuti tradisi penyemebahan tersebut. Kenyataan tersebut membuat Gereja Perdanamengajak umat Kristen untuk memaknai perayaan tanggal 25 Desember dengan carayang lain. Para umat jemaat perdana diajak untuk merayakan misa tengah malamsebelum tanggal 25 Desember. Selanjutnya, Gereja Roma Katolik merayakan hari ituyang di sebut sebagai “misa tengah malam” sehari sebelum Natal (Christmas) untukmerayakan perkiraan lahirnya Kristus. Jadi kata “Christmas” berasal dari kata “Christ’s Mass” bahasa Inggris yanglama, “Christes Maesse.” Misa adalah versi atau sebutan Gereja Katolik Roma untuk“Perjamuan Tuhan.” Kata Christmas itu sendiri (Natal dalam bahasa Indonesia)bukanlah bahasa aslinya, tetapi terbentuk dari tradisi manusia. Selanjutnya tradisi inidikenal oleh umat Kristen di berbagai negara dan terdapat pencampuran antara cerita-cerita rakyat lokal terhadap tradisi Christmas tersebut. Salah satunya kemunculan figurSinterklas (Santo Nikolas) dan Pit Hitam.Dualisme Sinterklas dan Pit Hitam Secara fisik, terdapat beberapa ciri yang membedakan antara Sinterklas dan PitHitam. Saat ini, sinterklas digambarkan dalam beberapa variasi. Secara tradisional,sinterklas digambarkan sebagai keturunan Eropa (kulit putih), memakai mitra berwarnamerah dengan salib emas, tongkat uskup, berjenggot panjang, jubah imam, lengkapdengan stola dan kasula. Sedangkan Pit Hitam digambarkan secara berbeda (untuk tidak
  • 3. menyebut berlawanan). Sinterklas digambarkan sebagai figur yang baik hati danmemberi hadiah kepada anak-anak. Sinterklas berasal dari tokoh dalam cerita rakyat di Eropa yang berasal daritokoh Nikolas dari Myra. Ia lahir sekitar 280 M Patara tidak jauh dari Myra (Demre) dinegara Turki. Ayahnya adalah orang Arab yang bernama Epifanius sedangkan ibunyabernama Nonna. Nikolas adalah seorang uskup yang memberikan hadiah kepada orang-orang miskin. Tokoh Santa kemudian menjadi bagian penting dari tradisi Natal di duniabarat dan juga di Amerika Latin, Jepang dan bagian lain di Asia Timur. Sedangkancerita Pit Hitam awalnya hanya muncul dalam beberapa negara, diantaranya Spanyol,Afrika, Belanda, dan Spanyol. Pit digambarkan berkulit hitam (beberapa versi menyatakan sebagai budak), selalu membawa karung, dan berpakaian a la prajurit/ pelayan kerajaan Inggris lengkap dengan topi berbulu. Pit merupakan asisten dari Sinterklas yang bertugas untuk mencatat kenakalan anak-anak dan akan menghukum anak-anak tersebut. Salah satu versi cerita rakyat di Spanyol dan Afrika menceritakan Pit Hitam suka memukul anak yang nakal dengan tongkat dan memasukkan ke karung untuk dibawa ke Spanyol. Secara historis, Pit Hitam muncul dalamcerita rakyat di negara Belanda dan Belgia. Dalam cerita rakyat Belanda, Santo Nikolas/Sinterklas dikenal sebagai De Goede Sint dibantu oleh seorang budak bernama ZwartePiet (Pit Hitam). Cerita hubungan antara Sinterklas dan Pit Hitam versi lainnya adalaketika Zwarte Piet yang berterima kasih tidak tahu harus kemana. Dia terpisah daritemannya dan tidak ada pekerjaan untuk membantu dirinya. Akhirnya Santo Nikolasmenawarkannya pekerjaan. Dari narasi-narasi tersebut terlihat adanya dualisme antaraSinterklas dan Pit Hitam. Tabel. 1
  • 4. Dualisme Sinterklas dan Pit Hitam Sinterklas Pit Hitam • Keturunan Eropa (kulit putih) • Keturunan Afrika (kulit hitam) • Tuan • Asisten (budak) • Memberi hadiah • Mencatat kenakalan anak-anak, dan memukul anak yang nakal kemudian memasukkannya ke karung • Membantu Pit Hitam • Pit Hitam menjadi asisten Sinterklas sebagai rasa terima kasih Berdasarkan identifikasi karakteristik tersebut dapat dilihat hubungan dualismeSinterklas dan Pit Hitam tersebut dapat dilihat hubungan yang memandang satu lebihbaik dari yang lain, hubungan ketergantungan, dan balas jasa. Pemikiran inilah yangmendasari pandangan sebagian orang yang memandang hubungan antara Sinterklas danPit Hitam sebagai sebuah representasi rasisme.Membaca Ulang Isu Rasial sebagai Perayaan Keberagaman Bercermin dari bagaimana Gereja Perdana mencoba menafsirkan ulang perayaanDewa Matahari menjadi sebuah perayaan kelahiran Yesus, juga bagaimana Yesusmendekonstruksi makna salib sebagai tanda kemenangan Kristus, maka bagaimanamenafsirkan hubungan Sinterklas dan Pit Hitam pun dapat ditafsirkan dengan cara yanglain. Jika selama ini, banyak yang menafsirkan hubungan keduanya sebagai sebuah isurasial atau representasi budak-majikan, maka penafsiran yang lebih berada postif adalahsebagai representasi pluralitas manusia. Perbedaan ras diantara keduanya tidak dilihat dalam kerangka dualisme oposisibiner namun dala kerangka pikir pluralitas. Dalam narasi tentang Sinterklas dikisahkanbahwa ayahnya adalah seorang Arab. Hal itu sekaligus menunjukkan bagaimana salingsilang suku dan ras adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.
  • 5. Dekonstruksi tersebut juga terjadi dalam cara Gereja Perdana memaknai perayaan tanggal 25 Desember sebagai perayaan perjamuan tengah malam dan kelahiran Yesus Kristus. Hasil refleksi natal saya tahun ini adalah soal dekonstruksi. Tentang memandang sesuatu dari sisi yang lain. Hal itu dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari. Bagaimana kita memandang keberagaman yang ada di sekeliling kita, teman-teman yang mempunyai asal, kebudayaan, agama, dan bahasa yang berbeda. Lebih luaslagi, bagaimana kita memandang pekerjaan, cinta, agama, dan tentu saja natal 2011yang akan segera kita rayakan. Semoga refleksi ini berguna untuk merefleksikan secarapribadi makna natal bagi diri para saudara. Selamat merayakan Natal 2011, selamatmerayakan kelahiran keberagaman. Surabaya, 9 Desember 2011 Peringatan Hari Santo Fransiskus Antonius, Pengaku ImanDAFTAR PUSTAKAhttp://www.kidnesia.com/Kidnesia/Sekitar-Kita/Pengetahuan-Umum/Sinterklas-Punya- Asisten!http://en.wikipedia.org/wiki/Zwarte_PietLeong, Soo Kok. Sejarah Perayaan Natal Yang Sebenarnya. www.indonesia-missions.com/.../16-SejarahPerayaanNatalYangSebenarnya.

×