Teori motivasi berprestasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Teori motivasi berprestasi

  • 2,672 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,672
On Slideshare
2,672
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
32
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TEORI MOTIVASI BERPRESTASI (DAVID MC CLELLAND)Minggu, 10 April 2011TEORI MOTIVASI BERPRESTASI (DAVID MC CLELLAND)Teori Motivasi Berprestasi mengemukakan bahwa, manusia pada hakikatnya mempunyai kemampuanuntuk berprestasi diatas kemampuan orang lain. Teori ini memiliki sebuah pandangan (asumsi) bahwakebutuhan untuk breprestasi itu adalah suatu yang berbeda dan dapat dan dapat dibedakan darikebutuhan-kebutuhan yang lainnya.Menurut Mc Clelland, seseorang dianggam memiliki motivasi untuk berprestasi jika ia mempunyaikeinginan untuk melakukan suatu karya berprestasi lebih baik dari prestasi karya orang lain. Ada tigajenis kebutuhan manusia menurut Mc Clelland, yaitu kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untukkekuasaan, dan kebutuhan untuk berafiliasi.A. Kebutuhan akan Prestasi (n-ACH)Kebutuhan akan prestasi merupakan dorongan untuk mengungguli, berprestasi sehubungan denganseperangkat standar, bergulat untuk sukses.Kebutuhan ini pada hirarki Maslow terletak antara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akanaktualisasi diri. Ciri-ciri inidividu yang menunjukkan orientasi tinggi antara lain bersedia menerima resikoyang relatif tinggi, keinginan untuk mendapatkan umpan balik tentang hasil kerja mereka, keinginanmendapatkan tanggung jawab pemecahan masalah.n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasitertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalampekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuanterhadap prestasinya tersebut.B. Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW)Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu caradimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dariindividu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Kebutuhan ini pada teori Maslow terletakantara kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. McClelland menyatakan bahwakebutuhan akan kekuasaan sangat berhubungan dengan kebutuhan untuk mencapai suatu posisikepemimpinan.
  • 2. n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadaplingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada jugamotivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.C. Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untukberhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyaihubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yangmempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukaninteraksi sosial yang tinggi.Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnyaakan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi. Karakteristik dan sikapmotivasi prestasi ala McClelland antara lain:Pencapaian adalah lebih penting daripada materi. Mencapai tujuan atau tugas memberikan kepuasanpribadi yang lebih besar daripada menerima pujian atau pengakuan. Umpan balik sangat penting, karenamerupakan ukuran sukses (umpan balik yang diandalkan, kuantitatif dan faktual). Terdapat beberapa karakteristik dari orang yang menurut Mc Clelland sebagai berprestasi tinggi,antara lain; Suka mengambil resiko yang moderat (moderate risk). Pada umumnya, nampak padapermukaan usaha, bahwa orang berpretasi tinggi mempunyai resiko yang besar. Tetapi penemuan McClelland, sebagai ilustrasi, Mc Clelland melakukan percobaan labolatorium, beberapa partisipan dimintaolehnya melempar lingkaran-lingkaran kawat pada pasak-pasak yang telah dipasang, pada umumnyaorang-orang tersebut melempar secara acak. Kadang-kadang agak jauh, kadang-kadang dekat denganpasak. Orang-orang uang mempunyai kebutuhan untuk berprestasi lebih tinggi cara melemparnya, akanjauh berbeda dengan kebanyakan orang tersebut. Orang ini akan lebih berhati-hati mengukur jarak. Diatidak akan terlalu dekat agar semua kawat bisa masuk ke pasak dengan mudah, dan juga tidak terlalujauh sehingga kemungkinan meleset itu besar sekali. Dia ukur jarat sedemikian rupa, sehinggakemungkinan masuknya kawat, lebih banyak kemungkinan masuknya, dibandingkan denganmelesetnya. Orang semacam ini mau berprestasi dengan suatu resiko yang moderat, tidak terlalu besarresikonya, dan juga tidak terlampau rendah.Memerlukan umpan balik yang segera. Ciri ini amat dekat dengan karakteristik di atas. Seseorang yangmempunyai kebutuhan prestasi tinggi, pada umumnya lebih mengenangi akan semua informasi akanhasil-hasil yang dikerjakannya. Informasi yang merupakan umpan balik yang bisa memperbaikiprestasinya dikemudian hari sangat dibutuhkan oleh orang tersebut. Informasi itu akan memberikankepadanya penjelasan bagaimana ia berusaha memperoleh hasil. Sehingga ia tahu kekurangannya, yangnantinya bisa diperbaiki untuk peningkatan prestasi berikutnya.Memperhitungkan keberhasilan. Seseorang yang berprestasi tinggi, pada uumnya hanyamemperhitungkan keberhasilan prestasinya saja dan tidaj memperdulikan penghargaan-pengharganmateri. Ia lebih tertarik pada materi intrinsik dari tugas yang dibebankan kepadanya sehinggamenimbulkan prestasi dan sama sekali tidak mengharapkan hadiah-hadiah materi dan penghargaanlainnya atas prestasinya tersebut. Kalau dalam berprestasi kemudian mendapatkan pujian, penghargaan
  • 3. dan hadia-hadiah yang melimpah, hal tersebut bukanlah karena ia mengharapkan tetapi karena oranglain atau lingkungannya yang akan menghargainya.Menyatu dengan tugas. Sekali orang yang berprestasi tinggi memilih suatu tujuan untuk dicapai, maka iacenderung untuk menyatu dengan tugas pekerjaannya sampai ia benar-benar berhasil secara gemilang.Hal ini berarti bahwa ia bertekad akan mencapai tujuan yang telah dipilihnya dengan ketekatan hatiyang bulat. Dia tidak bisa meninggalkan tugas yang selesai baru separuh perjalanan, dan dia tidak akanpuah sebelum pekerjaan itu selesai seluruhnya. Tipe komitmen pada dedikasi ini memancar darikepribadian yang teguh. Orang lain merasakan bahwa orang berprestasi tinggi seringkali tidakbersahabat (loner). Dia cenderung realistik mengenai kemampuannya dan tidak menyenangi orang lainbersama-sama dalam satu jalan dalam pencapaian suatu tujuan.