• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Laporan observasi sekolah kelompok 12
 

Laporan observasi sekolah kelompok 12

on

  • 314 views

Ini adalah laporan observasi kelompok 12 :D

Ini adalah laporan observasi kelompok 12 :D

Statistics

Views

Total Views
314
Views on SlideShare
241
Embed Views
73

Actions

Likes
0
Downloads
4
Comments
0

3 Embeds 73

http://13063arp.blogspot.com 71
https://twitter.com 1
http://13051ak.blogspot.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Laporan observasi sekolah kelompok 12 Laporan observasi sekolah kelompok 12 Presentation Transcript

    • “Laporan Observasi Sekolah” Kelompok 12 Ketua: Alifia Ridha P (13-063) Anggota: Andry Sony S (09-079) Awiddah Khairiami P (13-051) Nanda Safrida P (13-055) Jerni Hati S (13-067) Atika Zahra (13-131)
    • LAPORAN OBSERVASI • •
    • • • •
    • • • •
    • Hasil Observasi: • Bel masuk kelas berbunyi pada pukul 07.15. Siswa yang datang di atas pukul 07.15 (terlambat) tidak diizinkan untuk mengikuti kelas. • Sebelum masuk, siswa-siswi melaksanakan piket terlebih dahulu sesuai jadwalnya. Kelas dan lingkungan di sekitar kelas harus terkondisikan bersih. Siapapun yang melihat ada sampah di sekitarnya, harus dikutip dan dibuang pada tempatnya.
    • • Ketika bel masuk berbunyi, siswa-siswi baris yang rapi sesuai kelasnya di lapangan sekolah, dipandu oleh seseorang dari kelas yang lebih tinggi dan melakukan doa bersama sebelum memasuki kelasnya masing- masing (baris dan doa dilakukan kurang lebih 5 menit) • Setelah masuk ke kelas, guru memandu muridnya untuk berdoa sekali lagi dan membaca surat-surat pendek sebelum pelajaran dimulai
    • • Sikap murid ketika sedang berdoa: duduk rapi di bangkunya masing-masing, melipat kedua tangan di atas meja, pandangan ke depan, kemudian mengucapkannya bersama-sama dengan guru • Guru memberikan tugas kepada murid untuk menjawab pertanyaan yang ada di buku paket dan mengumpulkannya setelah selesai. Sambil melatih murid untuk menjawab pertanyaan dengan benar, guru juga melihat sudah sejauh mana kemampuan mereka dalam menulis
    • • Guru memberikan target waktu kepada murid untuk menyelesaikan tugas yang diberikan di dalam kelas • Guru akan memberikan negative reinforcement pada murid yang melanggar peraturan di dalam kelas (jalan-jalan, gaduh, mengganggu teman) dan murid yang tidak membawa alat tulis sendiri.
    • • Setelah pelajaran berakhir, murid dipandu oleh guru untuk bernyanyi bersama (nyanyian bernuansa islami, mendidik, mengandung pelajaran dalam kehidupan sehari-hari) • Guru juga mengadakan sesi tanya jawab dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari dan agama
    • Analisis dengan Teori Belajar
    • • Teori Kognitif Sosial (Albert Bandura) Konsep utama dari teori kognitif sosial adalah obvervational learning atau proses belajar dengan mengamati tingkah laku dari orang di sekitarnya (model) dan kemudian menirukannya (modelling) guru menyuruh muridnya untuk mengutip sampah yang ada di sekitarnya dan membuang- nya ke tempat sampah agar lingkungan menjadi bersih dengan terlebih dulu melakukannya, dan kemudian akan ditirukan oleh si murid (guru sebagai model)
    • • Teori Behaviorisme Ivan Pavlov Classical Conditioning adalah model pembelajaran yang menggunakan stimulus untuk membangkitkan rangsangan secara alamiah melalui stimulus lain dan terjadi secara berulang Ketika guru memberikan stimulus (misalnya guru bernyanyi “Hatiku sangat…” tanpa mengatakan kata kacau tetapi memberi tepuk tangan) murid akan merespon dengan langsung menjawab “kacau” karena sebelumnya guru sudah mengajarkannya dan memberi tepuk tangan satu kali ketika kata “kacau” disuarakan
    • • Teori Behaviorisme Thorndike Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Thorndike memformulasikan “Law of Effect” dimana konsekuensi dari respon menentukan apakah respon akan muncul lagi di kemudian hari (proses belajar tergantung konsekuensinya) “Law of Effect” ini merupakan dasar dari operant conditioning
    • • Positive reinforcement guru akan memberikan nilai yang baik untuk anak- anak yang bisa menjawab pertanyaan dengan baik • Negative reinforcement guru akan marah dan atau memberikan ancaman ketika ada murid yang melanggar peraturan kelas, seperti: gaduh, mengganggu teman, tidak membawa alat tulis sendiri • Punishment/Hukuman guru akan memberikan hukuman ketika pelanggaran yang dilakukan tidak dapat ditolerir lagi, seperti: menyuruh murid keluar kelas ketika tidak membaca buku saat di kelas
    • • Jean Piaget (Teori Perkembangan Kognitif) Piaget membagi perkembangan kognitif pada anak ke dalam empat periode yaitu: a. Periode sensorimotor ( 0 – 2 tahun) b. Periode praoperasional (2-7 tahun) c. Periode operasional konkrit (7-11 tahun) d. Periode operasi formal (11-15 tahun) Menurut Teori Perkembangan Kognitif Piaget, anak-anak kelas 1 SD dapat digolongkan pada tahap periode operasional konkrit (7-11 tahun)
    • Proses-proses penting yang berlangsung selama tahapan ini antara lain: • Pengurutan. Apabila disediakan benda dengan ukuran yang berbeda-beda, anak ini sudah bisa mengurutkannya baik dari kecil ke besar atau sebaliknya. • Klasifikasi. Apabila guru mengatakan mengucap dua kalimah syahadah, mendirikan solat, menunaikan zakat, berpuasa, anak sudah bisa mengklasifikasi bahwa yang disebutkan oleh guru merupakan Rukun Islam • Operasi Penghitungan. Di sini anak-anak sudah mulai memahami bahwa 4+4 sama dengan 8, sementara 8-4 akan sama dengan 4
    • • Teori Belajar Vygotsky Vygotsky mengatakan bahwa belajar terjadi apabila anak-anak bekerja menangani tugas- tugas yang belum dipelajarinya namun tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuannya (zone of proximal development) Proses belajar terjadi dalam dua tahap: tahap pertama, saat berkolaborasi dengan orang lain (guru atau yang lebih berpengalaman), dan tahap berikutnya dilakukan secara individual
    • • Pertama kali, guru memberikan tugas kepada murid dan menentukan target waktu dalam menyelesaikannya. Setelah itu guru akan menilai sudah sejauh mana kemampuan mereka. Dalam proses menilai itu, guru mem- berikan evaluasi kepada murid (penjelasan agar mereka lebih mengerti, memberi tahu jawaban yang benar) sehingga ketika ada soal yang sama seperti itu, mereka sudah bisa mengerjakannya dengan benar.
    • • Teori Ekologi Bronfenbrenner Teori Ekologi Bronfenbrenner menjelaskan bahwa perkembangan anak-anak adalah hasil interaksi antara alam sekitar dengan anak-anak tersebut. Menurut Bronfenbrenner, terdapat 5 sistem yang mempengaruhi perkembangan anak:  Mikrosistem  Mesosistem  Eksosistem  Makrosistem  Kronosistem
    • • Mikrosistem: interaksi antara murid dengan murid atau murid dengan guru di dalam kelas • Mesosistem: apakah keadaan anak di rumah dapat mempengaruhi tingkah lakunya ketika di dalam kelas • Eksosistem: organisasi kelas dan peraturan yang berlaku di sekolah dapat mempengaruhi perkembangan sosial anak • Makrosistem: perkembangan anak dipengaruhi oleh norma-norma, nilai dan amalan masyarakat • Kronosistem: berkaitan dengan arus perubahan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
    • Kesimpulan Hasil Observasi • Anak-anak kelas 1 SD tidak belajar sekompleks kita. Mereka hanya belajar hal-hal umum yang menjadi dasar untuk selanjutnya. Kelas 1 SD merupakan awal di sekolah dasar, dimana mereka yang awalnya bermain-main di TK, sekarang sudah harus mengubah kebiasan mainnya dengan belajar. Oleh karena itu, tak heran bahwa proses belajar-mengajar di dalam kelas juga diselingi dengan bernyanyi
    • DOKUMENTASI