MAKALAH STATISTIKA ONE WAY ANAVA

6,607 views

Published on

PENGERTIAN ONE WAY ANAVA, STUDI KASUS

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • gimana cara downloadnya kok gk bsa di download
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,607
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
298
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

MAKALAH STATISTIKA ONE WAY ANAVA

  1. 1. MAKALAH STATISTIKA ONE WAY ANAVA Disusun Oleh : KELOMPOK 3 FERI CHANDRA NIM : 201111004 IRMAN NIM : 201111016 HENDRA YOGI A.R. NIM : 201111001 HUSNUL HIDAYAT NIM : 201111031 WAHYU AKBAR A. NIM : 201111018 PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT POLITEKNIK KELAPA SAWIT CITRA WIDYA EDUKASI 2012One Way Anava Page 1
  2. 2. ONE WAY ANAVAA. Pengertian One Way Anava Analisis ragam atau analysis of variance(anova) adalah suatu metode untuk menguraikan keragaman total data menjadi komponen-komponen yang mengukur berbagai sumber keragaman. Secara aplikatif, anava digunakan untuk menguji rata-rata lebih dari dua sampel berbeda secara signifikan atau tidak. Anova satu arah hanya memperhitungkan 1 faktor yang menimbulkan variasi. One way anava (Analisis Ragam Satu Arah) biasanya digunakan untuk menguji rata-rata/pengaruh perlakuan dari suatu percobaan yang menggunakan 1 faktor,dimana 1 faktor tersebut memiliki 3 atau lebih variabel. Disebut satu arah karena peneliti dalam penelitiannya hanya berkepentingan dengan satu faktor saja. Data hasil percobaan di dalam one way anava setidak-tidaknya bertipe interval. Analisis varians relatif mudah dimodifikasi dan dapat dikembangkan untuk berbagai bentuk percobaan yang lebih rumit. Selain itu, analisis ini juga masih memiliki keterkaitan dengan analisis regresi. Akibatnya, penggunaannya sangat luas di berbagai bidang, mulai dari eksperimen laboratorium hingga eksperimen periklanan, psikologi, dan kemasyarakatan.B. Manfaat One Way Anava Analisis varian banyak dipergunakan pada penelitian-penelitian yang banyak melibatkan pengujian komparatif yaitu menguji variabel terikat dengan cara membandingkannya pada kelompok-kelompok sampel independen yang diamati. Analisis varian saat ini banyak digunakan dalam penelitian survey dan penelitian eksperimen. Oneway anava dilakukan untuk menguji perbedaan tiga kelompok atau lebih berdasarkan satu variabel independen.C. Pola Sampel 1. Seluruh sampel, baik yang berada pada kelompok pertama sampai dengan yang ada di kelompok lain, berasal dari populasiyang sama. Untuk kondisi ini hipotesis nol terbatas pada tidak ada efek dari treatment (perlakuan). 2. Sampel yang ada di kelompok satu berasal dari populasi yang bebeda dengan populasi sampel dengan populasi sampel yang ada di kelompok lainnya. One Way Anava Page 2
  3. 3. D. Jenis Varians 1. Varians Sistematik Varians sistematik adalah variasi pengukuran karena adanya pengaruh alami atau buatan manusia yang menyebabkan terjadinya peristiwa dapat diduga atau diramalkan dalam arah tertentu. Misalnya seorang anak yang memperoleh makanan cukup bergizi secara sistematik akan mempengaruhi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan anak kekurangan gizi.salah satu varians sistematik adalah varians antar kelompok atau varians eksperimental. varians ini menggambarkan adanya perbedaan atau variasi sistematik antara kelompok-kelompok hasil pengukuran. 2. Varians Galat Varians galat adalah varians yang terdapat di dalam kelompok data. digunakan untuk menganalisis dua atau beberapa perlakuan/percobaan terhadap suatu obyek.E. Asumsi Dasar Dalam Anava 1. Kenormalan Setiap harga dalam sampel berasal dari distribusi normal, sehingga distribusi skor sampel dalam kelompok pun hendaknya normal. Kenormalan dapat diatasi dengan memperbanyak sampel dalam kelompok, karena semakin banyak n maka distribusi akan mendekati normal. Apabila sampel tiap kelompok kecil dan tidak dapat pula diatasi dengan jalan melakukan transformasi. 2. Kesamaan Variansi Masing-masing kelompok hendaknya berasal dari populasi yang mempunyai variansi yang sama. Untuk sampel yang sama pada setiap kelompok, kesamaan variansi dapat diabaikan. Tetapi, jika banyaknya sampel pada masing-masimg kelompok tidak sama, maka kesamaan variansi populasi memang sangat diperlukan. 3. Penamatan Bebas Sampel hendaknya diambil secara acak (random), sehingga setiap pengamatan merupakan informasi yang bebas. One Way Anava Page 3
  4. 4. F. Analisis One Way Anava Populasi 1 2 ... i ... c x11 x21 xc1 x12 x22 xc2 . . . x1n x2n xcn Total T1. T2. Tc. T.. 1. Untuk membuat tabel anava dibutuhkan rumus-rumus berikut : 2. Jika sampel tiap kolom berbeda maka perhitungannya menjadi : One Way Anava Page 4
  5. 5. Keuntungan jika mengambil ukuran sampel sama untuk tiap kolom adalah :  Rasio F tidak peka terhadap penyimpangan dari asumsi kehomogenan varianbagi k populasi.  Meminimkan peluang melakukan galat jenis II.  Perhitungan jumlah kuadrat lebih sederhana. 3. Untuk Menghitung Rata-Rata Kuadrat (RJK) adalah Ringkasan Anova Satu Jalur Sumber Varians Jumlah Kuadrat Derajat Rata-rata Fhitung (SV) (JK) Bebas Kuadrat JKK RJKK Kolom JKK c-1 dbk RJKG JKG Galat JKG c(n-1) - dbG Total JKT nc-1 - - 4. Kriteria Pengujian : Fhitung ≥ Ftabel maka tolak Ho (Signifikan) Fhitung ≤ Ftabel maka tolak Ha (Tidak Signifikan) 5. Langkah-langkah uji anava satu jalur: a. Membuat hipotesis kalimat. b. Membuat hipotesis statistik. c. Membuat daftar statistik induk. d. Mengitunglah JK dan RJK. e. Mencarilah Fhitung. f. Menentukan taraf signifikansinya. g. Mencari Ftabel dengan rumus : Ftabel  F(1- )(dbA,dbD) h. Membuat tabel ringkasan Anava. i. Menentukan kriteria pengujian : Jika Fhitung  Ftabel, maka tolak H0 berarti signifikan dan membandingkankan antara Fhitung dengan Ftabel. j. Membuat kesimpulan.One Way Anava Page 5
  6. 6. 6. Uji Wilayah Berganda Jika dalam kriteria pengujian didapat bahwa H0 ditolak artinya nilai tengah itu tidak semuanya sama. Maka untuk mengetahui nilai tengah mana saja yang berbeda nyata dapat digunakan uji wilayah berganda Duncan. Dengan rumus sebagai berikut : Rp :wilayah terstudentkan nyata terkecil.G. Contoh Kasus One Way Anava Sebuah perkebunan kayu jati ingin memenuhi kebutuhan bahan baku relasi usahanya yang berupa industri mebel bernama “Dream High”. Produksi industri mebel ini cukup tinggi dan beragam, sehingga perkebunan harus menyedikan bahan baku guna memenuhi kebutuhan industri mebel. Perkebunan jati ini merupakan supplayer tunggal bagi industri mebel sehingga seluruh hasil kayu perkebunan akan diterima oleh industri baik sebagai bahan untuk produksi maupun simpanan digudang. Awal tahun ini industri mebel akan meningkatkan produksi mebelnya untuk tahun depan. Untuk itu, kemudian perkebunan akan merekap data bahan baku berupa kayu yang keluar dan yang masuk ke industri tersebut selama lima tahun terakhir sama atau berbeda. Hal ini harus dilakukan agar penyusunan budget / anggaran dana tahun depan perusahaan bisa disesuaikan dengan hasil produksi kayu dikebun. Untuk mengetahui hal tersebut maka perusahaan mengambil data bulanan selama lima tahun terakhir sebanyak 12 data/tahunnya sesuai dengan jumlah bulan yang ada. Maka didapatkan data produksi perkebunan sebagai berikut ini :One Way Anava Page 6
  7. 7. Tabel 1. Data Produksi Selama 5 Tahun Terakhir A B C D E 35 43 45 46 37 40 34 34 45 42 44 35 33 38 46 31 41 38 50 30 48 32 32 35 33 33 37 39 44 44 36 30 39 44 40 41 50 44 30 49 37 45 40 30 30 50 36 32 30 31 32 36 49 35 30 44 48 50 40 50 Total ( ∑ ) 471 467 475 467 462 2342 Keterangan : A = Produksi tahun pertama (m3) B = Produksi tahun kedua (m3) C = Produksi tahun ketiga (m3) D = Produksi tahun keempat (m3) E = Produksi tahun kelima (m3)Penyelesaian : 1. Membuat Hipotesa : Ha : terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil produksi kayu selama lima tahun terakhir. Ho: tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil produksi kayu selama lima tahun terakhir. Taraf signifikan 5% 2. Menghitung JKT, JKK, JKG : a.One Way Anava Page 7
  8. 8. 352+402+442+312+482+332+362+412+372+502+322+442+432+342+352+412+3 22+372+302+502+452+362+362+482+452+342+332+382+322+392+392+442+402 +322+492+502+462+452+382+502+352+442+442+302+302+302+352+402+372+4 22+462+302+332+442+402+492+302+312+302+502 – (23422 : 60) = 93.930 – 91.416,07 = 2.513,93 b. JKK = ((4712+4672+4752+4672+4622) : 12) – (23422 : 60) = 91.424 – 91.416,07 = 7,93 c. JKG = 2.513,93 - 7,93 = 2.506 3. Menguji Signifikasi a. Mencari nilai Fhitung Sumber Varians Jumlah Kuadrat Derajat Rata-rata Fhitung (SV) (JK) Bebas Kuadrat Kolom 7,93 4 1,98 0,043 Galat 2.506 55 45,56 Total 2.513,93 59 - - b. Mencari Nilai Ftabel: F  F tabel 1     dbA, dbD       F  F tabel 1  0,05   4,55       F  F   tabel  0,95   4,55     F  2,54 tabelOne Way Anava Page 8
  9. 9. c. Kriteria Pengujian Fhitung≤ Ftabel, maka tolak Ha dan terima H0 berarti tidaksignifikan. d. Kesimpulan Setelah dikonsultasikan dengan Ftabel kemudian dibandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Ternyata Fhitung≤ Ftabel, atau 0,043 ≤ 2,45maka tolak Ha dan terima H0 berarti tidak signifikan. Jadi,tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil produksi kayu selama lima tahun terakhir di perkebunan jati tersebut.One Way Anava Page 9
  10. 10. KESIMPULAN DAN SARANA. Kesimpulan 1. Berdasarkan analisa data diatas didapat hasil sebagai berikut: - Jumlah Kuadrat Total (JKT) sebesar 2.513,93 - Jumlah Kuadrat Kolom (JKK) sebesar 7,93 - Jumlah Kuadrat Galat (JKG) sebesar 2.506 2. Setelah membandingkan antara Fhitung dengan Ftabel. Ternyata: Fhitung≤ Ftabel, atau 0,043 ≤ 2,45 maka tolak Ha dan terima H0 berarti tidak signifikan. Jadi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil produksi kayu selama lima tahun terakhir di perkebunan jati tersebut.B. Saran 1. Untuk perkebunan jati: Karena tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil produksi kayu selama lima tahun terakhir di perkebunan jati tersebut, maka untuk memenuhi kebutuhan industri mebel Dream High untuk tahun yang akan datang, perkebunan jati tersebut harus menambah luas areal tanamnya. 2. Untuk industri mebel Dream High: Apabila perkebunan jati tidak mampu untuk menambah luas areal tanamnya, maka kami menyarankan agar industri mebel tersebut menambah supplayer untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dalam rangka untuk meningkatkan hasil produksi tahun depan.One Way Anava Page 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/43468471/anava-1-jalur. Diakses pada tanggal 28 Juni 2012 http://ineddeni.wordpress.com/2007/11/10/one-way-anova/ Diakses pada tanggal 28 Juni 2012 http://statistikpendidikanii.blogspot.com/2008/07/tanggapan-buat-model-anava.html Diakses pada tanggal 28 Juni 2012 http://blog.uad.ac.id/kalifach/2009/03/18/uji-anova-dan-uji-t-dalam-regresi/. Diakses pada tanggal 28 Juni 2012One Way Anava Page 11

×